Anda di halaman 1dari 7

Perbandingan Pendidikan Di Indonesia Dengan jerman!!!

No INDONESIA JERMAN

1. A. Latar Belakang Pendidikan A. Latar Belakang Pendidikan

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat Secara geografis, Jerman terletak di tengah-tengah
memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan benua Eropa dengan luas daerah 356,957 km2.
data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Jerman berpenduduk 82 juta lebih dan kira-kira 8%
Pengembangan Manusia (Human Development diantaranya bukan berkabangsaan Jerman. Warga
Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian negara asing ini mulai berdatangan ke Jerman pada
pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala akhir tahun 1950-an ketika negara-negara Eropa
yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan selatan mulai merekrut buruh-buruh pekerja tangan.
manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 Jumlah yang paling banyak adalah orang Turki,
negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke- baik yang lahir di Jerman atau keturunan Turki.
102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke- Imigran lain masuk ke Jerman sebagai pengungsi
109 (1999). Menurut survei Political and Economic karena perang, karena tekanan ekonomi di
Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di negaranya masing-masing. Jenis imigran ketiga
Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara adalah dari etnis Jerman sendiri (walaupun
di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. semuanya tidak berbahasa Jerman)berbeda dengan
Data yang dilaporkan The World Economic Forum jenis imigran lain, mereka dapat dengan segera
Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang meminta kewarganegaraanya sewaktu masuk ke
rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari Jerman. Oleh karena kesulitan bahasa, baik imigran
57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih yang sudah lama menetap di Jerman apalagi mereka
menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia yang baru datang, maka hal ini merupakan
hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai tantangan bagi sistem pendidikan di Jerman. Sangat
pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. sukar memberikan kesempatan yang sama
Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di memberikan pendidikan kepada anak-anak imigran.
Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut Berbagai upaya dilakukan untuk mengejar anak-
bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan anak dari kelompok minoritas ini dengan
nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena menggunakan bahasa-ibu mereka sendiri. Namun
kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan demikian, bahasa Jerman merupakan bahasa yang
di Indonesia. Perasan ini disebabkan karena dominan dengan berbagai variasi dialek daerah.
beberapa hal yang mendasar. Jerman bukan negara yang kaya dengan sumber
Salah satunya adalah memasuki abad ke- 21 alam, dan juga bukan negara yang mampu
gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. memenuhi kebutuhan produksi pertanian sendiri.
Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi Oleh sebab itu Jerman banyak tergantung pada
memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak barang-barang impor dari pada barang ekspornya.
lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah- Pada umumnya perdangan Jerman sangat positif,
tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga dan investasi Jerman di luar negeri melebihi
orang bebas membandingkan kehidupan dengan investasi asing di dalam negeri. Tetapi sebagai
negara lain. akibat dari upah serta ongkos produksi yang tinggi
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya sesuai ketentuan sistem sekuriti sosial, posisis
ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik Jerman sebagai negara ekspor tangguh mendapat
pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu tantangan dalam perdagangan internasional. Ini
diperoleh setelah kita membandingkannya dengan jelas membawa dampak bagi pendidikan. Penelitian
negara lain. Pendidikan memang telah menjadi dan pengembangan serta pabrik-pabrik.[1]
penopang dalam meningkatkan sumber daya Secara historis bangsa Jerman memiliki sejarah
manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. amat panjang dan unik dengan kehidupan
Oleh karena itu, kita seharusnya dapat masyarakatnya yang unik pula. Kehidupan bangsa
meningkatkan sumber daya manusia Indonesia Jerman dimulai dari yang amat primitif, kemudian
yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya berkembang menjadi bentuk negara-negara kecil di
manusia di negara-negara lain. daerah pengaruk kerajaan Romawi sampai tahun
Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga 1809. Setelah itu Jerman berada dalam kekuasaan
ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari Napoleon sampai awal abad 19 dan berlanjut
146.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan menjadi negara Prusia yaitu tahun 1824-1871,
sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia Republik Weimar 1919-1033, Era Nazi 1933-1945,
1
dalam kategori The Primary Years Program (PYP). kemidian setelah kalah perang dunia dua, Jermn
Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya terpecah menjadi dua negara yaitu Jerman Barat
delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dan Jerman Timur (1945-1989) keduanya dapat
dalam kategori The Middle Years Program (MYP) bersatu setelah dirobohkannya tembok pembatas
dan dari 8.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah yang memisahkan keduanya yang dikenal dengan
saja yang mendapat pengakuan dunia dalam “Tembok Berlin”. Oleh karenanya sejak tahun 1989
kategori The Diploma Program (DP). sampai sekaranh Jerman bersatu menadi bentuk
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia negara Federal dengan nama epublik Federal
antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan Jerman.
standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih
menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada
umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam
dunia pendidikan yaitu:
1. Rendahnya sarana fisik,
2. Rendahnya kualitas guru,
3. Rendahnya kesejahteraan guru,
4. Rendahnya prestasi siswa,
5. Rendahnya kesempatan pemerataan
pendidikan,
6. Rendahnya relevansi pendidikan dengan
kebutuhan,
7. Mahalnya biaya pendidikan.

2. B. Tujuan Pendidikan B. Tujuan Pendidikan

Dalam undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang Berdasarkan sejarah, pendidikan di Jerman berasal
sistem pendidikan nasional pasal 3, “tujuan dari dua sumber, gereja dan negara. Pengumuman
pendidikan nasional adalah mengembangkan resmi mengenai wajib belajar pada beberapa daerah
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang semenjak akhir abad ke- 17 dapat dianggap sebagai
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha penenda resmi bahwa masalah pendidikan adalah
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, tanggung jawab negara. Semenjak itu pengaruh
mandiri, dan menjadi warga negara yang gereja secara umum berkurang. Maka masalah
demokratis serta bertanggung jawab". pendidikan mulai saat itu terletak terutama pada
kekuatan politik-para guru, orang tua, siswa/
mahasiswa sebagai kelompok yang langsung
terlibat untuk menentukan keadaan pendidikan,
serta perubahan-perubahan dalam sistem
pendidikan.

3. C. Struktur dan Jenis Pendidikan C. Struktur dan Jenis Pendidikan

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan Pendidikan Dasar, Menengah dan Perguruan Tinggi
awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa Jerman hanya memiliki dua jenjang pendidikan, Pra
sekolah anak-anak yang melandasi jenjang Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dasar
pendidikan menengah.Pendidikan dasar berbentuk (Grundschule) dan pendidikan lanjutan
sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) (Gymnasium, Realschule atau Berufschule).
atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah Jenjang pendidikan pra perguruan tinggi di Jerman
menengah pertama (SMP) dan madrasah memerlukan waktu tempuh normal selama 13 tahun
tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat (berbeda dengan di Indonexia, dimana pendidikan
(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 SD-SLTP-SLTA bisa diselesaikan hanya dalam
Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional waktu 12 tahun). Pendidikan sekolah dasar
Bab IV Pasal 17). Pendidikan dasar merupakan (Grundschule) diberikan dari kelas 1-6, dan setelah
pendidikan sembilan tahun terdiri dari program itu siswa diberikan kesempatan untuk memilih
pendidikan enam tahun di sekolah dasar dan melanjutkan ke Gymnasium, Realschule atau
2
program pendidikan tiga tahun di sekolah lanjutan Berufscule.
pertama (PP Nomor 28 tahun 1990).Sebelum Gymnasium diperuntukkan bagi siswa-siswa pandai
memasuki jenjang pendidikan dasar, bagi anak usia yang dianggap mampu melanjutkan pendidikan
0-6 tahun diselenggarakan pendidikan anak usia sampai jenjang perguruan tinggi. Jenjang ini
dini, tetapi bukan merupakan prasyarat untuk ditempuh mulai dari kelas 7-13, dan setelah mereka
mengikuti pendidikan dasar. Menurut Undang- lulus diberi ijazah yang dikenal sebagai “Abitur”.
Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Jadi sebelum masuk ke perguruan tinggi, seorang
Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV pasal siswa menyelesaikan pendidikan dasar dan
28 disebutkan bahwa : Pendidikan anak usia dini menengah selama 13 tahun. Berufscule
diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, diperuntukkan bagi siwa-siswa yang langsung
dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan dipersiapkan memasuki dunia kerja dan tidak bisa
formal, nonformal, dan/atau informal.Pendidikan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedangkan
anak usia dini pada jalur pendidikan formal Realschule ada di tengah-tengah keduanya. Kalau
berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal dianggap bagus, siswa dari Realschule bisa
(RA), atau bentuk lain yang sederajat. meneruskan ke Gymnasium untuk mendapatkan
Abitur, atau bisa juga langsung memasuki dunia
kerja.
Setelah mendapatkan Abitur, siswa lagsung busa
mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi. Berbeda
dengan calon mahasiswa di Indonesia yang harus
mengikuti ujian tertulis (UMPTN), disini calon
siswa sama sekali tidak perlu mengikuti ujian
seleksi. Calon mahasiswa tinggal mengirimkan
berkas lamarannya, dan universitas akan langsung
memutuskan bedasarkan nilai Abitur. Hal tersebut
bisa dilakukan karena pendidikan di seluruh
jerman, baik pendidikan dasar maupun pendidikan
tinggi memiliki kualitas yang bisa dikatakan sama.
Untuk menjamin kualitas yang merat di semua
sekolah, setiap anak wajib masuk ke sekolah
terdekat yang telah ditunjuk oleh pemerintah (bila
memilih untuk belajr di sekolah selain yang telah
ditunjuk, maka orang tuanya harus mengajukan
permintaan khusus disertai dengan alasan-
alasannya). Sebaliknya, pemerintah pun
menyediakan guru-guru dan fasilitas pendidikan
yang merata di semua sekolah, baik di kota besar
maupun di pelosok yang jauh dari kota.[4]
Secara umum, sekolah-sekolah Jerman hanya
menyelenggarakan pendidikan 5 hari perminggu.
Hari senin sampai jumat parasiswa masuk sekolah,
sedangkan hari sabtu dan minggu mereka belajar di
rumah bersama orang tua atau teman sebaya dalam
rangka mengerjakan tugas-tugas sekolah dan
belajar pendalaman.[5]

4. D. Manajemen Pendidikan D. Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan merupakan suatu cabang


ilmu yang usianya relatif masih muda sehingga a. Otorita
tidaklah aneh apabila banyak yang belum Oleh karena konstitusi federal telah menetapkan
mengenal. Istilah lama yang sering digunakan kewenangan Lender atas pendidikan, maka
adalah administrasi. Untuk memperjelas pengertian beberapa Lender membuat beberapa ketentuan
manajemen, tampaknya perlu ada penjelasan lain dalam konstitusi mereka masing-masing
yang lebih bervariasi mengenai makna manajemen. mengenainperaturan masalah-masalah pendidikan,
Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa dan seluruhnya melalui proses legislative. Peraturan
Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah itu mencakup petetapan tujuan pendidikan, struktur,
manajemen berasal dari administratie yang berarti isi pelajaran, dan prosedur dalam sistem daerah
3
tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, mereka masing-masing. Dalam negara bagian,
administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis tanggung jawab pendidikan terletak pada level
di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan kementrian kabinet yang sering disebut kementrian
timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan kebudayaan (Kultusministerum). Pada negara-
manajemen yang sudah disinggung, karena negara bagian yang luas daerahnya, sekolah tidak
manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan dikontrol secara langsung oleh kementrian negara
tulis-menulis. Pengertian lain dari manajemen bagian, tetapi melalui badan administratif regional
berasal dari bahasa Inggris administration sebagai yang merupak bagian dari badan ekskutif tanpa
the management of executive affairs. Dengan pasangan atau counterpart langsung dari pihak
batasan pengertian seperti ini maka manajemen legislatif atau DPR. Masyarakat setempat biasanya
disinonimkan dengan management suatu pengertian juga punya tanggung jawab menyediakan
dalam lingkup yang lebih luas (Encyclopedia infrastruktur yang diperlukan dan adakalanya juga
Americana, 1978, p. 171). terlibat dalam pengangkatan staf.
Dalam pengertian Manajemen Pendidikan ini, b. Pendanaan
manajemen bukan hanya pengaturan yang terkait Dengan pengecualian pendidikan tinggi, keuangan
dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan pendidikan sepenuhnya berada di tangan lender dan
dalam arti luas Selain itu, Manajemen berasal dari masyarakat setempat. Secara umum seluruh biaya
kata to manage yang berarti mengelola. personil ditanggung oleh pemerintah negara bagian,
Pengelolaan dilakukan melalui proses dan dikelola dan infrastruktur oleh masyarakat. Tanggung jawab
berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen pemerintah federal untuk pendidikan tinggi,
itu sendiri. Manajemen adalah melakukan pengadaan penelitian serta peralatan pengajaran,
pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh dan secara umum memberi dukungan terhadap
sekolah atau organisasi yang diantaranya adalah kegiatan penelitian. Sementara hampir semua
manusia, uang, metode, material, mesin dan program pendidikan (termasuk pembebasan uang
pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam kuliah pada pendidikan tinggi) bersifat gratis.
suatu proses. Pemerintah federal juga memberikan bantuan uang
Manajemen pendidikan adalah suatu proses dari kepada sebagian siswa sekolah menengah dan
perencanaan pengorganisasian, pengarahan, mahasiswa perguruan tinggi. Sebagian dari bantuan
pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan itu adalah pinjaman. Oleh karena sekolah-sekolah
supaya dapat mencapai tujuan pendidikan yang swasta ada yang kecil (misalnya yang
telah di tetapkan sebelumnya.Atau definisi diselenggarakan oleh gereja), banyak diantaranya
manajemen pendidikan yang lainnya yaitu yang menerima bantuan dari anggaran pemerintah
merupakan suatu bentuk kerjasama antar pihak- dengan jumlah yang cukup besar (kira-kira 90%
pihak pendidikan demi pencapai target pendidikan dari biaya operaional sekolah). Dan lebih dari itu
yang telah di tetapkan sebelumnya. Yang menjadi sekolah-sekolah juga membebaskan uang sekolah.
tujuan umum dalam manajemen pendidikan adalah c. Personalia
melaksanakan pembentukan kepribadian pelajar Biasanya untuk guru-guru spesialis untuk bidang
yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan keuangan yang dididik ditingkat universitas,
nasional dan tingkat perkembangan maupun dengan tekanan utama pada bidang keahlian
perbaikan untuk usia pendidikan. dibandingkan dengan bidang keguruan. Staf
pengajar untuk sekolah lain termasuk berbagai
bentuk sekolah vokasional dan teknik, mempeoleh
pendidikan di perguruan tinggi lain, dan sering
menuntut persyaratan untuk yang lebih rendah.
d. Kurikulum
Menteri-menteri pendidikan negara bagian
menentukan kurikulum mereka sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan
mereka melakukan itu dengan tiga jenis
instrument :
1) Table yang menguraikan jumlah jam belajar
per minggu, serta mata pelajaran sesuai dengan
grade dan jenis sekolah
2) Pedoman kurikulum
3) Pemberian wewenang penulisan
pengadaanbuku teks.
Tujuan umum kurikulum ditentukan oleh peraturan
sekolah, sedangkan tujuan kurikulum khusus
4
diterbitkan berkaitan dengan pedoman kurikulum,
ini diputuskan oleh kementrian negara bagian.

5. E. Isu-isu Reformasi Pendidikan E. Isu-isu Reformasi Pendidikan

Begitu banyak masalah-masalah kurikulum dan Masa untuk melakukan reformasi pendidikan yang
pembelajaran yang dialami Indonesia. Masalah- mendasar di Jerman Barat secara resmi berakhir
masalah ini turut andil dalam dampaknya terhadap tahun 1975 dengan dibubarkannya Dewan
pembelajaran dan pendidikan Indonesia. Pendidikan (Council of Education) yang mencoba
Berikut ini adalah beberapa masalah kurikulum mengimplementasikan sistem pendidikan yang
(menurut sudut pandang penulis) : sama sekali baru. Semenjak itu, pemerintah yang
Jika dibandingkan dengan kurikulum di negara konservatif cenderung mempertahankan struktur
maju, kurikulum yang dijalankan di Indonesia tripatrit pada pendidikan menengah, sementara
terlalu kompleks. Hal ini akan berakibat bagi guru kementrian yang beraliran Sosial Demokrat
dan siswa. Siswa akan terbebani dengan segudang mencoba menerapkan Gesamtschule sebagai
materi yang harus dikuasainya. siswa harus alternatif, kalau tidak sebagai pengganti, sistem
berusaha keras untuk memahami dan mengejar tripartit.
materi yang sudah ditargetkan. Hal ini akan Sesungguhnya, seluruh Jerman akan terus
mengakibatkan siswa tidak akan memahami seluruh mengalami masalah yang kelihatannya makin
materi yang diajarkan. Siswa akan lebih memilih meningkat, bukan makin terselesaikan. Masalahnya
untuk mempelajari materi dan hanya memahami terutama pada anak-anak yang sudah punya
sepintas tentang materi tersebut. Dampaknya, persoalan sebelumnya karena latar belakang sosial
pengetahuan siswa akan sangat terbatas dan siswa yang tidak menguntungkan. Integrasi anak-anak
kurang mengeluarkan potensinya, daya saing siswa imigranyang jumlahnya semakin besar
akan berkurang. Kurikulum di Indonesia sering sesungguhnya merupakan tantangan berat bagi
sekali mengalami perubahan. Namun, perubahan pendidikan Jerman, termasuk isu “pemberian
tersebut hanyalah sebatas perubahan nama semata. kesempatan yang sama”. Mencari perimbangan
Tanpa mengubah konsep kurikulum, tentulah tidak antara kebutuhan untuk integrasi sosial bagi anak-
akan ada dampak positif dari perubahan kurikulum anak cacat dan penyelenggaraan pengajaran yang
Indonesia. Bahkan, pengubahan nama kurikulum optimal tetap menjadi fokus pemikiran.
mampu dijadikan sebagai lahan bisnis oleh oknum-
oknum yang tidak bertanggung jawab.Dengan
bergantinya nama kurikulum yang ada di Indonesia
ternyata banyak tidak memberikan manfaat pada
proses pendidikan yang ada di Indonesia karena
dengan melihat kejadian nyata dilapangan malah
menjadi masalah atau menjadi momok bagi
sekolah-sekalah dan guru dalam menjalankan
tugasnya.Meninjau mengenai sarana dan prasarana,
hal ini berkatan dengan kurangnya pemerataan yang
dilakukan Mendiknas. Selain itu, pemerataan
pendidikan juga ditinjau dari segi Satuan Tingkat
Perdidikannya. Hal ini berkaitan dengan materi
yang diajarkan di sekolah pada Tingkat Satuan
Pendidikan tertentu. Pada tingkat Sekoalah Dasar,
siswa diajarkan seluruh konsep dasar seperti
membaca, menulis, menghitung dan menggambar.
Pada tingkat ini siswa cenderung hanya diajarkan
saja, tida mengena pada pemaknaanya. Pada tingkat
Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah
Atas, pelajaran yang diajukan cenderung hanya
berkonsep pada tujuan agar anak mampu
mengerjakan soal bukan konsep agar siswa mampu
memahami soal. Kurikulum merupakan sebuah
acuan yang di buat secara nasional dan menjadi
dasar pijakan setiap sekolah atau lembaga
pendidikan yang ada di Indonesia dengan tujuan
agar terjadinya pemerataan terhadap pengatahuan
5
siswa yang ada di seluruh Indonesia, namun ada
yang lucu di dalam pelaksanaan kurikulum yang
ada di Indonesia yaitu menjalankan dua kurikulum
dalan satu tahun ajaran pendidikan, ini merupakan
salah satu masalah yang sangat beasar yang harus di
perhatikan oleh pemerinta dalam menjalankan roda
pendidikan yang ada di Indonesia

6. F. Kesimpulan/Komentar Penulis F. Kesimpulan/Komentar Penulis

Kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari Pendidikan di Indonesia dan di Jerman


makalah ini adalah sebagai berikut: walaupun memiliki perbedaan yang signifikan, tapi
1. 1. Dalam usaha pemerataan pendidikan, terdapat juga persamaan dengan istilah yang
diperlukan pengawasan yang serius oleh berbeda. Baik di luar maupun di dalam negri
pemerintah. Pengawasan tidak hanya dalam bidang terdapat ilmu yang positif tergantung kita yang
anggaran pendidikan, tetapi juga dalam bidang menjalankan untuk kedepannya.
mutu, sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, Dari berita diatas, Jerman termasuk Negara
perluasan kesempatan belajar pada jenjang favorit untuk mahasiswa Indonesia yang kuliah
pendidikan tinggi merupakan kebijaksanaan yang disana. Karena pendidikan yang lebih luas dan
penting dalam usaha pemerataan pendidikan. lebih besar dengan biaya kehidupan yang tidak
2. 2. Sistem pendidikan Indonesia dapat berjalan terlalu mahal dibandingkan dengan Negara lain di
dengan lancar jika kerja sama antara unsur-unsur Eropa.
pendidikan berlangsung secara harmonis. Sistem pendidikan Jerman yang sangat
Pengawasan yang dilakukan pemerintah dan pihak- terintegrasi dan baik, apabila dibandingkan dengan
pihak pendidikan terhadap masalah anggaran negara-negara maju lainnya, biaya pendidikan
pendidikan akan dapat menekan jumlah korupsi tinggi di Jerman dapat dikatakan jauh lebih murah
dana di dalam dunia pendidikan. dan bahkan gratis. 90% dari seluruh universitas di
3. 3. Peningkatan mutu pendidikan akan dapat Jerman adalah universitas negeri yang dibiayai oleh
terlaksana jika kemampuan dan profesionalisme pajak Warga Negara Jerman dan sisanya sebanyak
pendidik dapat ditingkatkan. 10% adalah universitas swasta yang tidak
mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
Hanya saja, kemampuan ekonomi
Indonesia yang saat ini masih dikategorikan sebagai
negara berkembang, tentu saja menyebabkan
banyak penghalang bagi siswa atau pun mahasiswa
yang berkeinginan untuk meneruskan
pendidikannya ke Jerman karena permasalahan
biaya. Sebagai jawaban atas tantangan itu dan
sebagai bentuk kerja sama bilateral Jerman
terhadap perkembangan pendidikan Indonesia,
Jerman membentuk suatu lembaga khusus yang
bertugas untuk menyalurkan bantuan beasiswa
pendidikan kepada siswa-siswa dan mahasiswa-
mahasiswa berprestasi di Indonesia untuk
meneruskan pendidikannya di Jerman. Lembaga ini
dinamakan Deutsher Akademischer
Austauschdienst (DAAD).
Walaupun kita kuliah di luar seperti di
Jerman, bukan berarti kita meremehkan pendidikan
di Indonesia, hanya saja pendidikan di luar negri
lebih besar dengan orang orang disekitarnya yang
berasal dari penjuru dunia. Kita dapat mengambil
ilmu lebih banyak dari orang orang tersebut, dan
ilmu yang kita dapatkan bisa dikembangkan
dinegara kita sendiri.

6
7. Nama Kelopok dan Kelas Kumpul,
1. Fajar Yuliant kelas B
2. Fidianan kelas B
3. Fima Junendri kelas B