Anda di halaman 1dari 3

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE STERILISASI PANAS BASAH

1. Kelebihan
a. Waktu yang dibutuhkan untuk proses sterilisasi sedikit (15-20 menit pada suhu 115 –
121 0C) karena ada bantuan panas dan uap.
b. Dapat digunakan untuk sterilisasi larutan yang ditujukan untuk infeksi pada tubuh,
pembawa pada sediaan mata, bahan-bahan gelas, serta untuk sterilisasi hampir semua
alat, termasuk alat ukur
c. Parameter-parameter sterilisasi seperti waktu dan suhu dapat dengan mudah dikontrol
d. Dengan digunakannya uap jenuh dapat menghancurkan spora vegetatif yang tahan
terhadap pemanasan tinggi
e. Panas basah (menggunakan uap air), lebih mematikan dibandingkan panas kering
pada suhu yang sama. Hal ini disebabkan kehadiran molekul air membantu
memecahkan ikatan hidrogen pada membran.

2. Kekurangan
a. Sterilisasi cara panas basah hanya sesuai untuk bahan yang terbasahi dengan air dan
formula larutan.
b. Ada tetesan uap air pada alat dan bahan yang disterilkan.
c. Sangat bergantung pada adanya kelembapan dan temperatur yang ditingkatkan.
d. Uap air yang menetes dapat merusak media-media tertentu
Secara umum, sterilisasi metode panas basah sering dilakukan dengan menggunakan
alat autoclave. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan penggunaan autoclave :

1. Kelebihan autoclave (Permatasari, 2013)


a. Dapat mensterilkan alat dan bahan hingga tidak ada organisme yang hidup lagi.

b. Alat yang memiliki tekanan tinggi

c. Memerlukan waktu yang singkat untuk sterilisasi.

d. Menggunakan suhu dan tekanan tinggi sehingga


memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibandingkan dengan

udara panas biasa.

2. Kekurangan autoclave (Fardias, 1992)


a. Harus menggunakan air mendidih karena uap nya memenuhi kompartemen autoklaf
dan terdesak keluar dari klep pengaman.
b. Membutuhkan sumber panas yang terus menerus
c. Membutuhkan peralatan yang butuh perawatan terus menerus
Daftar Pustaka

BPOM RI. 2006. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. Jakarta : Badan Pengawas
Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Hoover J.E., 2000, Remington’s Pharmaceutical Science 20th Edition. Pennsylvania : Mack
Publishing Company.

Fardia, 1992, Mikrobiologi Pangan, IPB : Bogor

Permatasari, T., Sumarlan,S.,dan Susilo, B. 2013, Uji Pembuatan Maning


Jagung dengan Menggunakan Autoclafe, Jurnal keteknikan pertanian Tropis dan
Biosistem 1 (1) : 69-75