Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Cabang olahraga atletik adalah cabang olahraga yang bisanya dimainkan
dan dilombakan pada Olympiade-Olympiade yang sering kita saksikan bersama.
Dimana gerakan-gerakan yang ada di dalamnya seperti tolak peluru lari, loncat,
lompat dan lempar. Sebagian besar ada pada olahraga lainnya, sehingga tidak heran
jika pemerintah menetapkan cabang olahraga atletik sebagai pembahasan di dalam
mata pelajaran Sekolah, dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas, bahkan
hingga Perguruan Tinggi.
B. Rumusan Masalah
Setelah membahas latar belakang diatas, adapun rumusan masalahnya
yaitu :
1. Apakah pengertian Tolak Peluru dan dan Tekniknya ?
2. Apakah pengertian Lompat Jangkit dan Bagian-bagiannya ?
3. Apakah pengertian Lempar Lembing dan Bagian-bagiannya ?
4. Apakah pengertian Lari dan Macam-macamnya ?
5. Apakah pengertian Lompat Jauh dan Bagian-bagiannya ?
6. Apakah pengertian Jalan Cepat serta Tekniknya ?
7. Apakah pengertian Lempar Cakram dan Tekniknya ?
C. Tujuan
Setelah melihat rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan makalah ini
yaitu :
1. Untuk mengetahui pengertian Tolak Peluru dan Bagian-bagiannya !
2. Untuk mengetahui pengertian Lompat Jangkit dan Bagian-bagiannya!
3. Untuk mengetahui pengertian Lempar Lembing !
4. Untuk mengetahui pengertian lari dan Bagian-bagiannya!
5. Untuk mengetahui pengertian Lompat Jauh dan Bagian-bagiannya !
6. Untuk mengetahui pengertian jalan Cepat !
7. Untuk mengetahui pengertian Lempar Cakram !

BAB II
PEMBAHASAN

A. Lempar Lembing
1. Pengertian Lempar Lembing
Lempar lembing terdiri dari dua kata yaitu lempar dan lembing. Lempar
yang berarti usaha untuk membuang jauh-jauh, dan lembing adalah tongkat yang

1
berujung runcing yang dibuang jauh-jauh (Munasifah, 2008:4). Lempar lembing
adalah salah satu nomor yang terdapat dalam cabang olahraga atletik yang
menggunakan alat bulat panjang yang berbentuk tombak dengan cara melempar
sejauh-jauhnya (PASI, 1988:43). Selanjutnya Jerver (1996:142) Menjelaskan
bahwa “Lempar lembing adalah suatu gerakan antara sentuhan tangan dengan
menggunakan benda yang berbentuk panjang berusaha untuk melempar sejauh
mungkin”. Untuk memperoleh jauhnya lemparan diperlukan kekuatan dan
kecepatan gerak serta sudut pada saat lembing meninggalkan tangan.
2. Teknik Dasar Lempar Lembing
Dalam lempar lembing terdapat beberapa teknik dasar yang harus
diketahui. Teknik dasar tersebut meliputi cara memegang, membawa, dan melempar
lembing.
a. Memegang Lembing
Cara memegang lembing yang biasa dilakukan para pelempar, yaitu cara Amerika
dan cara Finlandia.
1) Cara Amerika
Pegang lembing di bagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar
di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain.
Sementara itu, jari-jari lain turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
2) Cara Finlandia
Pegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan jari tengah dan ibu jari,
sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah
yang wajar. Jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar.

b. Membawa Lembing
Ada tiga cara membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan
awalan, di antaranya sebagai berikut.
 Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke
atas.

2
 Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata
lembing menghadap ke arah depan serong ke atas.
 Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke
arah bawah.

a. Melempar Lembing
Melempar lembing terbagi menjadi beberapa tahap yaitu awalan,
lemparan, dan akhiran.
1) Awalan
Awalan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan
ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas.
Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian
terakhir awalan terdiri atas langkah silang (cross step). Pada bagian akhir
dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut.
 Dengan jingkat (hop step)
 Dengan langkah silang di depan (cross step)
 Dengan langkah silang di belakang (rear cross step)
Proses peralihan (cross step) dilakukan saat kaki diturunkan. Kedua
bahu diputar perlahan ke arah kanan (bukan kidal), lengan kanan mulai
bergerak dan diluruskan ke arah belakang dengan tubuh bagian atas
condong ke belakang. Pandangan selalu melihat lurus ke depan
2) Lemparan
Pada gerak melemparkan lembing, tarik bahu kanan dan lengan
melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depan-
atas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing.
3) Akhiran
Gerak akhir lemparan dilakukan dengan melangkahkan kaki ke depan
untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis
batas lemparan.

3
3. Bentuk Latihan Lempar Lembing
Berikut ini adalah bentuk-bentuk latihan yang dapat digunakan untuk
melatih lempar lembing. Mintalah pengawasan dari guru Anda saat berlatih.
a. Melempar dari berdiri menghadap ke depan
 Pelempar berdiri menghadap ke depan dengan kaki terpisah selebar bahu.
 Lembing ditarik dan dipegang di atas kepala, menunjuk ke tanah dengan
sudut runcing.
 Lembing dilemparkan untuk menancap di tanah 3–4 meter ke depan.
b. Melempar berdiri menghadap ke samping
 Pelempar berdiri dengan kaki 60–90 cm terpisah dengan kaki menunjuk
lurus ke depan.
 Berat badan ada di belakang, pada kaki kanan.
 Kepala menghadap ke depan, sedangkan pinggang dan bahu menghadap
ke samping.
 Lembing ditarik di mana mata lembing dekat dengan mata pelempar
sebelah kanan.
 Telapak tangan kanan menghadap ke atas dan di atas garis bahu.
 Memulai gerakan dengan mengangkat sedikit kaki dari tanah, dan berat
badan ada pada kaki kanan yang dibengkokkan sedikit.
 Dorong kaki kanan dengan kuat, berporos pada telapak kaki dan
meletakkan kaki kiri di tanah dengan tumit lebih dulu.
 Pinggang akan memutar ke depan membentuk punggung melengkung,
dengan bahu, lengan, dan tangan mengikuti.
 Selama melakukan seluruh gerakan melempar, siku harus dipertahankan
selalu dekat dengan lembing.
4. Peraturan Lempar Lembing
Berikut ini beberapa peraturan yang diberlakukan dalam perlombaan lempar
lembing.
a. Lembing
Lembing terbuat dari bambu dengan bagian ujung runcing yang terbuat dari
logam. Lembing terdiri atas tiga bagian, yaitu mata lembing, badan lembing, dan
pegangan lembing. Ukuran lembing yang digunakan untuk putra memiliki
panjang 2,6–2,7 meter dan beratnya 800 gram. Sementara itu, lembing yang
digunakan oleh putri memiliki panjang 2,2–2, 3 meter dan beratnya 600 gram.
b. Lapangan Lempar Lembing

4
Berikut ini penjelasan tentang lapangan lempar lembing.
 Lintasan awal dibatasi oleh garis 5 cm dan terpisah 4 meter. Panjang
lintasan minimal 30 m dan maksimal 36,5m.
 Lengkung lemparan dibuat dari kayu atau logam dan dicat putih selebar
7 cm. Lengkungan ini datar dengan tanah dan merupakan busur dari
lingkaran yang berjari-jari 8 meter. Garis 1,5 meter terletak melilit titik
pusat gravitasi lembing.
 Sudut lemparan dibentuk dari dua garis yang dibuat dari titik pusat
lengkung-lemparan dengan sudut 29 derajat memotong kedua ujung
lengkung lemparan, dengan tebal garis sektor 5 cm.
c. Aturan Melempar
Setiap atlet berhak melempar sebanyak 3 kali. Lemparan dilakukan dengan
menggunakan satu tangan. Atlet akan didiskualifikasi karena hal-hal berikut.
 Lembing tidak dipegang pada pembalutnya.
 Setelah dipanggil 2 menit belum melempar.
 Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas.
 Setelah melempar keluar lewat garis sektor lempar.
 Lembing jatuh di luar garis sektor lempar.
 Ujung lembing tidak membekas pada tanah.

B. Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara


 1. LOMPAT JAUH GAYA BERJALAN DI UDARA
1. Pengertian Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara

Lompat jauh gaya berjalan di udara adalah gerakan lompat jauh dengan gaya ketika
tubuh sedang melayang di udara gerakan kaki seakan berlari atau berjalan di udara.
Gerakan itu dilakukan ketika atlet selesai melakukan tolakan dan tubuh sedang
melayang di udara kedua kaki digerakkan seperti orang berlari sampai akhirnya
landing kaki menyentuh tanah dan tubuh tetap dijatuhkan ke depan agar tidak
mengurangi jauhnya lompatan. Hal ini dilakukan agar dapat menghasilkan lompatan
yang lebih jauh.

Lompat jauh adalah hasil dari kecepatan horizontal yang dibuat ketika lari awalan
dengan gaya vertical yang dihasilkan dari perbuatan kaki tolak.

5
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam lompat jauh adalah:
1. Kecepatan lari awalan dan besarnya sudut tolakan merupakan unsur-unsur yang
menentukan gerak kecapaian jarak lompatan.
2. Tentukan kecepatan pada waktu akan melompat. Awalan harus dilakukan dengan
secepatnya serta jangan mengubah langkah pada saat akan melompat. Jarak awalan
biasanya 30 meter sampai 50 meter.
3. Tolakan dilakukan dengan sekuat-kuatnya pada papan tolakan dengan kaki yang
terkuat ke atas (tinggi dan ke depan)
4. Sikap badan di udara, yaitu badan diusahakan harus melayang selama mungkin di
udara serta dalam keadaan seimbang.
5. Sikap badan pada waktu mendarat, yaitu harus diuahakan jatuh/ mendarat dengan
sebaik-baiknya. Jangan sampai jatuhnya badan atau tangan ke belakang, karena
dapat merugikan atlet karena yang diukur adalah bagiang tubuh yang paling belakan
yang menyentuh tanah.
2. Latihan Teknik Awalan, Tolakan, Sikap Berjalan di Udara dan Sikap Mendarat

Latihan ini dilakukan untuk menunjang latihan lampat jauh untuk mendapatkan hasil
lompatan yang sejauh-jauhnya. Latihan diawali dengan:
1. Lakukan lompatan berturut-turut dengan kaki tolak. bertolak dan mendaratlah di atas
kaki ayun yang lain, melangkah dan bertolak lagi. Tujuan latihan ini adalah untuk
membiasakan kaki membuat tolakan dengan lengkap.
2. Latihan sama dengan di atas, dan diselingi dengan fase lari diantara tolakan. Tujuan
latihan ini adalah menggabungkan latihan lari awalan dan saat melakukan tolakan.
3. Latihan lari awalan 5-9 langkah, bertolak dengan gerak kombinasi yang baik dan
menahan posisi ini sampai mendarat. Tujuannya adalah memperoleh jangkauan
gerak yang baik pada saat bertolak dan memperoleh pelurusan kaki tolak.

6
4. Latihan awalan 5-9 langkah, bertolak dengan penekanan pada angkatan dan
dorongan dan tahan posisi ini sampai saat terakhir ketika kedua kaki dibawa ke
daerah pendaratan. Tujuannya adalah memperbaiki angkatan dan tolakan menambah
jangkauan gerak dan belajar gerak pendaratan.\
5. Latihan lari awalan 5-9 langkah, bertolak dengan dorongan kaki yang kuat dan lutut
diangkat dan kemudian mengubah posisi kaki sesaat sebelum mendarat. Tujuannya
adalah untuk memperoleh gerak berjalan di udara yang baik.
6. Setelah gerakan lompatan dianggap benar setelah itu tambahlah jarak lari awalan,
Latihlah gerakan secara lengkap. Tujuannya adalah memperbaiki tehnik gerakan
lompat jauh gaya berjalan di udara dan gerak kaki terakhir, kaki harus diangkat dan
diluruskan ke depan sejauh mungkin.
Hal-hal yang harus diperhatikan/dilakukan dalam melakukan lompat jauh yaitu:
 Memelihara kecepatan saat bertolak.
 Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dari balok tumpuan.
 Ubahlah sedikit posisi lari, agar tercapai posisi lari, agar tercapai posisi lebih tegak.
 Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik.
 Capailah jangkauan gerak yang baik.
 Gerakan akhir agar dibuat lebih kuat dengan menggunakan daya yang lebih besar.
 Latihan gerakan pendaratan.
 Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruskan dan
membengkokkannya.
Hal-hal yang harus dihindari dalam melakukan lompat jauh adalah:
 Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum melakukan tolakan.
 Bertolak dari tumit dan dengan kecepatan yang tak memadai.
 Badan miring jatuh ke depan atau ke belakang.
 Fase melayang tak seimbang.
 Gerak kakiyang premature.
 Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
 Satu kaki turun mendahului kaki pada pendaratan.

7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil makalah ini, penyusun dapat meyimpulkan bahwasanya
olahraga / atletik sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Tetapi untuk
dapat menghasilkan gerakan yang indah dan sempurna, maka kita harus mengetahui
serta memahami bagai mana cara gerak dalam olahraga tersebut.
B. Saran
Agar mahasiswa mampu memahami dan mengetahui tentang jenis-jenis
permainan dalam olahraga terutama di bidang atletik, sehingga dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

8
DAFTAR PUSTAKA
http://pengertianadalahdefinisi.blogspot.com/2014/03/pengertian-lempar-lembing-teknik-
dasar.html
http://ikusnul.blogspot.com/2012/11/tolak-peluru.html
http://walpaperhd99.blogspot.com/2013/12/tolak-peluru-gaya-gaya-lapangan.html
Anonim. Peraturan Permainan Bulu Tangkis. Diakses pada tanggal 10 Desember 2013.
Pukul 21.00. Di http://prismakehidupan.wordpress.com/.

Fourtofour, Aris. 2012. Sejarah Olahraga Bulu Tangkis (Badminton). Diakses pada
tanggal 10 Desember 2013. Pukul 20.35.
Dihttp://www.kumpulansejarah.com/2012/11/sejarah-olahraga-bulu-tangkis-
badminton.html?m=1.

Ihsan, Azam. 2013. Teknik Dasar Permainan Bulutangkis. Diakses pada tanggal 10
Desember 2013. Pukul 20.30. Di http://azamihsan87.blogspot.com/2013/01/b-tehnik-
dasar-permainan-bulutangkis.html?m=1.