100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan22 halaman

Pompa Sentrifugal

Makalah ini membahas perancangan pompa sentrifugal, termasuk definisi pompa sentrifugal, sejarahnya, komponen-komponen utama, prinsip kerja, dan perhitungan perancangan."

Diunggah oleh

Aris Aprianto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan22 halaman

Pompa Sentrifugal

Makalah ini membahas perancangan pompa sentrifugal, termasuk definisi pompa sentrifugal, sejarahnya, komponen-komponen utama, prinsip kerja, dan perhitungan perancangan."

Diunggah oleh

Aris Aprianto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PERANCANGAN ALAT PROSES

POMPA SENTRIFUGAL

Oleh :
Kelompok 4
KELAS A

Adi Mulyadi Putra (1507110318)


Albi Fadlah Ramdhan (1507123906)
Dwinda Haidar (1507115612)
Fadillatul Nisa (1507111184)
Fatrur Rahman (1507110311)

PROGRAM STUDI S1 TEKNIIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2018

3
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, Mei 2018


Penyusun

(Kelompok 4)

4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pompa, mungkin alat yang tidak begitu asing bagi kita dan apalagi bila
ditanyakan apa Anda mengenal pompa. Pertanyaan ini juga mungkin terlalu sederhana jika harus
dilontarkan kepada mereka yang sudah bekerja di suatu pabrik, bahkan bagi orang awam
sekalipun. Jika disebut nama pompa tentu yang pertama kita ingat, adalah pompa air karena
pompa ini mungkin yang berkenaan langsung dengan kehidupan kita sehari-hari. Padahal jenis
pompa sebenarnya tidak hanya pompa air saja, ada banyak jenis pompa yang digunakan
manusia untuk membantu meringankan tugasnya. Pompa secara sederhana didefinisikan sebagai
alat transportasi fluida cair. Jadi, jika fluida nya tidak cair, maka belum tentu pompa bisa
melakukannya. Misalnya fluida gas, maka pompa tidak dapat melakukan operasi
pemindahan tersebut. Namun, teknologi sekarang sudah jauh berkembang di mana mulai
diperkenalkan pompa yang multi-fasa, yang dapat memompakan fluida cair
dangas. Namun dalam tulisan ini, hanya dibahas tentang pompa yang mengalirkan fluida cair,
dan topiknya dipersempit untuk yang berjenis sentrifugal. Pompa jenis sentrifugal ini
mungkin agak asing di telinga kita, padahal dia banyak memberi manfaat bagi kita, terutama
untuk dunia industri.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan maka beberapa masalah
dapat dirumuskan dan akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Apakah sebenarnya pompa sentrifugal itu ?
2. Bagaimanakah sejarah ditemukannya pompa sentrifugal?
3. Apakah komponen-komponen utama yang ada pada pompa sentrifugal?
4. Bagaimana prisip kerja dari pompa sentifugal?
5. Bagaimana Perhitungan dalam Perancangan Pompa Sentrifugal ?

1.3 Tujuan Penulisan


Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan, diantaranya:

1. Memahami detail tentang pompa sentifugal

2. Mengetahui sejarah dan perkembangan pompa sentrifugal

5
3. Mengetahui elemen-elemen utama dari pompa sentifugal

4. Memahami prinsip kerja dari pompa sentrifugal

5. Mengetahui Perhiungan Pompa Sentrifugal

1.4 Manfaat Penulisan


Saya berharap dari penulisan makalah ini dapat membantu kita untuk memahami
peracangan perhitungan pompa sentrifugal dalam industry kimia .

6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pompa Sentrifugal


Pompa bisa didefinisikan sebagai sebuah mesin, jika digerakkan oleh
sumber daya dari luar, akan mengangkat air atau fluida lainnya dari tempat yang
lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Atau dengan kata lain, pompa adalah
sebuah mesin yang merobah energi mekanik menjadi energi tekanan. Pompa
sentrifugal adalah pompa dimana proses menaikkan air dilakukan dengan aksi
gaya sentrifugal.
2.2 Komponen Pompa Sentrifugal
Pompa ini memiliki bebrapa komponen-komponen penyusunnya baik itu
komponen yang bergerak maupun yang tidak bergerak, seperti berikut:

2.2.1 Komponen yang bergerak

1. Shaft (Poros), bagian ini berfungsi untuk meneruskan momen putar dari
penggerak selama pompa dalam kondisi beroperasi, komponen ini
berfungsi juga sebagai dudukan impeler dan bagian yang bergerak lainnya.
2. Impeller, berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi
energi kecepatan pada fluida yang dipompakan secara continue (terus
menerus). Dengan adanya proses ini maka saluran suction (hisap) akan
bekerja secara maksimal dan terus menerus sehingga tidak ada kekosongan
fluida dalam rumah pompa.
3. Shaft sleeve, berfungsi untuk melindungi shaft dari erosi, korosi dan
keausan pada stuffing box. komponen ini bisa sebagai internal bearing,
leakage joint dan distance sleever.
4. Wearing ring, komponen ini dipasang pada casing (wearing ring casing)
dan impeller (wearing ring impeller). Fungsi utama dari komponen ini
yaitu untuk meminimalisir terjadinya kebocoran akibat adanya celah
antara casing dengan impeller.

7
2.2.2 Komponen yang tidak bergerak

1. Casing (rumah pompa), merupakan bagian terluar pompa sebagai pelindung


elemen yang berada di dalamnya, tempat kedudukan diffuser, inlet nozzle,
outlet nozzle dan sebagai pengarah aliran dari impeller yang akan mengubah
energi kecepatan menjadi energi tekan.
2. Base plate, berfungsi sebagai tempat dudukan seluruh komponen pompa.
3. Diffuser, alat ini dilekatkan pada pipa dengan menggunakan baut, fungsi dari
alat ini ialah mengarahkan aliran pada stage berikutnya dan merubah energi
kinetik pada fluida menjadi energi tekanan.
4. Wearing ring casing, alat ini dipasang pada casing untuk mencegah
kebocoran yang terjadi akibat adanya celah pada casing dan impeller.
5. Stuffing box, pada umunya memiliki fungsi sebagai tempat kedudukan
beberapa mechanical packing yang mengelilingi shaft sleeve. Fungsi dari alat
ini ialah mencegah kebocoran pada daerah dimana pompa menembus casing
seperti udara yang dapat masuk ke dalam pompa dan cairan yang keluar dari
dalam pompa.
6. Discharge nozzle, yaitu tempat keluarnya cairan yang bertekanan dari dalam
pompa.

Gambar 1. Bagian-bagian Pompa Sentrifugal

8
2.3 Sistem permipaan pada Pompa Sentrifugal
Bagus tidaknya kerja pompa sentrifugal bergantung pada pemilihan dan tata-
letak yang benar sistem pemipaannya. Pada umumnya pompa mempunyai pipa hisap
dan bipa hantar/buang.

a. Pipa hisap
Pipa hisap dari suatu pompa sentrifugal mempunyai peranan penting dalam
keberhasilan kerja dari pompa tersebut. Rancangan yang buruk dari suatu pipa hisap
akan menyebabkan “Net Positive Suction Head” (NPSH) yang tidak mencukupi,
timbul getaran, suara berisik akibat pukulan air (water hammer), keausan dan
sebagainya. Mengingat tekanan pada bagian masuk pompa adalah hisapan (negatif)
dan katupnya harus dibatasi untuk menghindari kavitasi, maka harus diusahakan agar
kerugian pada pipa hisap sekecil mungkin. Untuk maksud ini diusahakan agar
diameter pipa hisap cukup besar dan dihindarkan adanya belokan.

b. Pipa Hantar
Sebuah katup searah (check valve) harus dipasang pada pipa hantar dalam
posisi dekat dengan pompa dengan maksud untuk menghindari water hammer dan
mengatur pengeluaran pompa. Ukuran dan panjang pipa hantar tergantung dari
kebutuhan.

Gambar 2. Sistem pipa suatu pompa sentrifugal

9
2.4 Kerja Pompa Sentrifugal
Kerja yang dilakukan atau daya yang diperlukan oleh pompa, dapat diketahui
dengan cara menggambar segitiga kecepatan pada sisi masuk dan pada sisi keluar
sudu pompa. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 3. segitiga kecepatan pada sisi masuk dan sisi keluar.

Keterangan gambar:

V = kecepatan absolut/mutlak air masuk sudu


D = diameter sudu pada sisi masuk
v = kecepatan tangensial sudu pada sisi masuk. Biasa juga disebut kecepatan
keliling (peripheral velocity) pada sisi masuk sudu.
Vr = kecepatan relatif air terhadap roda sudu pada sisi masuk
Vf = kecepatan aliran pada sisi masuk
V1, D1, v1, Vr1, Vf1 = besaran yang berlaku untuk sisi keluar
N = kecepatan sudu dalam rpm
θ= sudut sudu pada sisi masuk
β= sudut pada saat air meninggalkan sudu
φ= sudut sudu pada sisi keluar

10
Karena air memasuki sudu dalam arah radial, maka kecepatan pusaran air
pada sisi masuk Vw = 0.

Vw1 = kecepatan pusaran air pada sisi keluar

- Kerja yang dilakukan per kg air adalah:

𝑉𝑤1 .𝑣1
= = 𝑘𝑔. 𝑚
𝑔

Dalam satuan SI, kerja yang dilakukan per kg air:

= Vw1 . v1 Nm

dimana:

Vw1 dan v1 dalam m/s.

2.5 Efisiensi Pompa Sentrifugal


Pompa sentrifugal mempunyai tiga macam efisiensi sebagai berikut:
a. Efisiensi manometrik
Efisiensi manometric adalah rasio antara manometric head dengan energi
sudu/kg air, yang secara matematik dapat dinyatakan sebagai :

 H
m

Vw1.v1

g
b. Efisiensi mekanik
Efisiensi mekanik adalah rasio antara energi tersedia pada sudu dengan energi
yang diberikan pada sudu oleh penggerak mula.
c. Efisiensi keseluruhan, ηo
Efisiensi adalah rasio antara kerja sebenarnya yang dilakukan oleh pompa
dengan energi yang diberikan pada pompa oleh penggerak mula.

11
2.6 Kapasitas Pompa Sentrifugal
Kapasitas atau discharge dari suatu pompa sentrifugal dapat dinyatakan dengan
rumus berikut:
Q = π D b Vf = π D1 b1 Vf1

Dimana : D = diameter sudu pada sisi masuk

Vf = kecepatan aliran pada sisi masuk

b = lebar sudu pada sisi masuk

D1, Vf1, b1 = besaran yang berlaku untuk sisi keluar

Gambar 4. Sudu Pompa

2.7 Macam – macam jenis impeller


1. Impeler tertutup
Impeler tertutup merupakan impeler yang sudu-sudunya ditutup oleh dua buah
dinding baik dibelakang maupun di depan sudu, pompa jenis ini cocok untuk
fluida dengan sedikit sekali kotoran.

12
2. Impeler setengah terbuka
Impeler jenis ini terbuka dibagian muka namun tertutup dibagian belakangnya.
Pompa jenis ini digunakan untuk cairan yang mengandung sidikit kotoran.
3) Impeler terbuka
Impeler ini terbuka di bagian depan maupun bagian belakangnya. Pompa ini
digunakan untuk pemompaan fluida yang mengandung kotoran cukup tinggi.

2.8 Kelebihan dan kekurangan pompa sentrifugal


Pada beberapa kasus pemanfaatan pompa sentrifugal, pompa ini memberikan
efisiensi yang lebih baik dibandingkan pompa jenis displacement. Hal ini
dikarenakan pompa ini memiliki keunggulan dari pompa lainnya. Keunggulan-
keunggulan tersebut diantaranya :
1. Konstruksinya sederhana dan kuat
2. Operasinya andal
3. Keausan yang terjadi cukup kecil
4. Kapasitasnya besar
5. Jalannya tenang
6. Dapat digunakan untuk suhu tinggi
7. Aliran zat cair tidak terputus– putus
8. Tidak ada mekanisme katup
Namun disamping memiliki keunggulan pompa sentrifugal ini juga tidak luput dari
yang namanya kelemahan. Adapun kelemahan dari pompa ini adalah:
1. Kurang cocok untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada aliran volume
yang kecil.
2. Tidak cocok untuk kapasitas yang kecil.
3. Dalam keadaan normal pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri (tidak
dapat memompakan udara).

13
2.9 Penggunaan pompa sentrifugal
Dalam kehidupan sehari-hari pompa sentrifugal banyak memberikan berbagai
manfaat besar bagi manusia, terutama pada bidang industri. Secara umum pompa
sentrifugal digunakan untuk kepentingan pemindahan fluida dari satu tempat ke
tempat yang lainnya Berikut ini beberapa contoh lain pemanfaatan pompa
sentrifugal, diantaranya:
1. Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan dalam
fasilitas gathering station, suatu unit pengumpul fluida dari sumur produksi sebelum
diolah dan dipasarkan, ialah pompa bertipe sentrifugal.
2. Pada industri perkapalan pompa sentrifugal banyak digunakan untuk
memeperlancar proses kerja di kapal.
3. Pompa sentrifugal WARMAN dirancang khusus untuk memompakan lumpur,
bahan kimia, dan semua larutan cair yang bercampur dengan partikel padat.
4. Pompa sentrifugal dan reciprocating RUHRUMPEN untuk berbagai jenis
aplikasi, seperti: industri proses, perkapalan, dock & lepas pantai, oil & gas dan
aplikasi umum lainnya.

14
BAB III
PERHITUNGAN PERANCANGAN POMPA SENTRIFUGAL

Nama Alat : Pompa


Fungsi : Mengalirkan bahan baku propanol dari truck menuju tangki
penyimpanan bahan baku
Tipe : Pompa Sentrifugal
Kode Alat : P-01

Tabel 3.1 Neraca Massa untuk Aliran Pompa (P-01)


Komponen Komposisi Laju Alir (kg/h)
C3H7OH 99,8 3780,303
H2O 0,2 7,5757
Total 100 3787,8788

Data Perancangan :
Temperatur (T) = 29°C = 302 K
Laju Alir Massa = 3787.8788 kg/h
= 8350.8433 ib/h

Tabel 3.2 Data Densitas Komponen


Komponen A B N Tc(K)
C3H7OH 0,27684 0,27200 0,2494 536,71
H2O 0,34710 0,274 0,28571 647,13

Untuk Mendapatkan densitas komponen pada T=29°C = 302K, digunakan


persamaan:
ρ = A . B –(1-T/Tc)n
ρPropanol = ( 0,27684). (0,272) –(1-302/536.71)0.2494
= (0,27684) . (0,272)-0.8136

15
= 1,0239 gram/ml
ρair = (0,3471) . (0,274) -(1-302/647.13)0.28571

= (0,3471) . (0,274) -0.8356


= (0,3471) . (2,949956)
= 1.0239 gram/ml
Volume untuk masing-masing komponen dapat dicari dengan menggunakan
persamaan :
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎
Volume =
𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠
3780.303 𝑥 1000
VPropana = 0.7985
3780303
VPropana = 0.7985

= 4.734.255,479 ml
7,5757 𝑥 1000
VAir = 1,0239
7575,7
VPropana = 1,0239

= 7.398,867 ml

Untuk menghitung densitas campuran dapat menggunakan persamaan :


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 (𝑔𝑟)
ρcampuran = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 (𝑚𝑙)
𝑙𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
= 𝑉𝑝𝑟𝑜𝑝𝑎𝑛𝑜𝑙+𝑉𝑎𝑖𝑟
3780,303 𝑥 100
= 4.734.255,479+7.398,867

= 0,797254 gr/ml

Sehingga,
Densitas (ρ) propanol 99,8 % = 0,797254 g/cm3
= 797,254 kg/m3
= 49,771 ib/ft3

16
Tabel 3.3 Data Viskositas Campuran
Komponen A B C D
C3H7OH -3,7702 9,9151.102 4,0836.10-3 -5,4586.10-6
H2O -10,216 1,7925.103 0,018 -0,000013

Untuk mendapatkan viskositas komponen pada T = 29 °C digunakan persamaan :


𝐵
Log10 µpropanol =A + + 𝐶𝑇 + 𝐷𝑇 2
𝑇
991,51
Log10 µpropanol = (-3,7702) + + 0,0040836 (302) - 0,0000054586 (302)2
302

Log10 µpropanol = 0,24834


µpropanol = 10 0,24834
= 1,7715 cp

1792,5
Log10 µair = (-10,216) + + 0,018 (302) – 0,000013 (302)2
302

= (-10,216) + 5,93543 + 5,436 – 1,185652


Log10 µair = -0,03
µair = 10 -0,030222
= 0,93278 cp

Untuk menghitung viskositas campuran dapat menggunakan persamaan :


µcampuran = exp [ Σ ( %komponen + ln µkomponen ) ]
= exp ( 0,570683) + (-0001391718)
= exp ( 0,5705438282)
= 1,76923 cp
Sehingga,
Viskositas (µ) propanol 99,8% = 1,76923 cp
= 0,00118886
= 0,0012 ib/ft.s
Over design = 10%
Konsep Perancangan :

17
 Kapasitas Pemompaan (F total)
F total = Laju alir massa x ( 1 + factor keamanan)
= 3787,8788 x ( 1 + 0,1 )
= 4166,66 kg/h
 Laju Volumetrik Cairan Melewati Pompa (Q)
𝐹 𝐹 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
Q= 𝜌 = 𝜌 𝑐𝑎𝑚𝑝𝑢𝑟𝑎𝑛
4166,66
= 0,797254

= 5226,2725 cm3/h = 5,2262725 m3/h


= 0,0014517 m3/s = 0,05127 ft/s

Diasumsikan aliran fluidanya adalah turbulen (NRe > 2100)


 Diameter optimum untuk aliran turbulen
Di Optimum = 3,9 x Q 0,45 x ρ 0,13
= 3,9 x (0,05 127) 0,45 x (49,771) 0,13
= 3,9 x 0,2627 x 1,662
= 1,70267 in
= 0,04325 m
= 0,14186 ft
Digunakan data steel pipe, nominal pipe size 1,25 in (Geankoplis, 1993. Appendix
A.5-1) dengan spesifikasi :
Schedule number = 40
Outside Diameter (OD) = 1,66 in = 0,138 ft
Inside diameter (ID) = 1,38 in = 0,115 ft
Flow Area (At) = 0,0104 ft2
 Kecepatan linear aliran (V)

𝑄
V = 𝐴𝑡

18
0,05127 𝑓𝑡 2
= 0,0104 𝑓𝑡 2

= 4,9298 ft 2
 Reynold number (NRe)
𝐼𝐷 𝑥 𝑉 𝑥 𝜌
Nre = 𝜇
0,115 𝑥 4,9298 𝑥 49,771
= 0,0012

= 23513,77 (aliran turbulen > 2100)\


Menghitung friction losses aliran fluida
 Friksi pada pipa lurus (Ff)
Asumsi panjang pipa lurus (∆𝐿 = 25 cm = 82,021 ft )
Nilai factor friksi (f) untuk aliran turbulen dapat ditentukan dengan
menggunakan gambar 2 x 10 -3 ( Geankoplis, 1993 )
 Untuk steel pipe є = 4,6 x 10 -5
D = 35,05 mm = 0,03505 m = 0,114964
є 4,6 𝑥 10−4
= = 0,0013124
𝐷 0,03505

Untuk Nre = 23513,77 didapat f = 0,0075


∆𝐿 𝑉2 (82,021)2
Ff = 4 f = 2 𝑔𝑐 = 4 (0,0075)
𝐷 0,114954

= 8,08366 f t.lbf / lbm


 Friksi pada fitting dan valve (hr)
Tabel 3.4 Friction Losses Aliran Turbulen yang Melewati Fitting dan Valve
Equipment Jumlah (n) Kf n.Kf
Elbow 900 2 17 34
Globe valve 1 28 28
Check valve, swing 1 55 55
Total 177
(Sumber: Geankoplis,1993: Tabel.2.10-1)
𝑉2
hf = n. kf 2 𝑔𝑐
(4,9298)2
= (177) = 44,1885 lb ft
2 (32,174)

19
 Friksi yang Disebabkan Kontraksi Pipa
𝑉2 𝐴2
hc = Kc , dimana Kc = 0,55 (1 - 𝐴1 )
2 ∝𝑔𝑐

Untuk turbulen flow ∝ = 1, diasumsikan A2< A1 maka A2/A1 = 0


(Geankoplis, 1993 ), maka :
Kc = 0,55 (1 – 0) = 0,55
𝑉2
hc = Kc 2 ∝𝑔𝑐
(4,9298 )2
= 0,55 (1)
2 (32,174)

= 0,207724 lbf .ft /lbm


 Friksi yang disebabkan ekspansi pipa (hex)
𝑉2 𝐴2
hex = Kex 2 , dimana Kex = (1 - 𝐴1 )
∝𝑔𝑐

Untuk aliran turbulen , ∝ = 1, diasumsikan A2< A1 maka A2/A1 = 0


(Geankoplis, 1993 ), maka :
Kex = (1–0) =1
𝑉2
hex = Kex 2 ∝𝑔𝑐
(4,9298 )2
= 1 2 (1) (32,174)

= 0,37768 lbf / lbm


Total friksi (Σ F ) = Ff + hf + hc + hex [ Geankoplis,1993 : pers 2-
10.A]
= (8,08366) + (44,1885) + (0, 207724) + (0,37768)
= 52,8576 lbf .ft / lbm

 Perhitungan daya pompa (BHP )


Daya pompa ditentukan dengan Michanical Energi Balance Equation (
Geankoplis, 1993: pers .2.7-28)

20
1 𝑔 𝑃2−𝑃1
(V2 2 – V 12 ) + 𝑔𝑐 (Z2 –Z1) + + ΣF + Ws = 0
2.𝑔𝑐.∝ 𝜌

Asumsi :
V1 = V 2, P1=P2 sehingga ∆𝑉 dan ∆𝑃 = 0 ; Z1 = 0 dan Z2 = 10 m =
32,8084 ft, dengan percepatan gravitasi (g) =32, 174 ft / s2 sehingga :
𝑔
-Ws = 𝑔𝑐 (z1 – z2) + ΣF
9,81
-Ws = 32,174 (32,8084 – 0) + 52,8576

-Ws = 62,861 lbf.ft / lbm

Daya pompa (BHP) dihitung menggunakan rumus:


𝑊𝑝.𝑚 −𝑊𝑠 .𝑚
BHP = =
550 ƞ 𝑥 550

Dari gambar 14,37 (Peters & Timmerhaus, 2003) dengan kapasitas, Q =


23,01 gal/min maka diperoleh efisiensi pompa (ƞ) = 47 %

Laju alir massa :


m =Qxρ
= 0,05127 x 49,771
= 2,5517 lb/s

Power pompa :
−𝑊𝑠 62,861
Wp = = = 133,74 ft. lbf /lbm
ƞ 47

(133,74)(2,5517)
Maka, BHP = = 0,62048 hp = 0,463 kW
550

 Perhitungan Daya Motor (ρ)


𝐵𝐻𝑃
ρ= 𝜂𝑚

21
Dari Gambar 14.38 dengan daya pompa, BHP = 0,62 hp maka diperoleh efisiensi
motor (𝜂𝑚) = 80%
Sehingga ;
0,62048
ρ= 80%

= 0,7756 hp = 0,5783 kW
C3H7OH

22
BAB IV

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan pada bagian isi makalah, maka diperoleh kesimpulan seperti


yang terangkum di bawah ini.

1. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pompa sentrifugal
adalah adanya kemungkinan kavitasi. Kavitasi dapat menyebabkan penurunan
kapasitas pompa kemudian kerusakan mekanis pada impeller pompa dan juga
menimbulkan getaran.
2. Komponen-komponen bagian dalam pompa yang biasanya sering mengalami
kerusakan adalah impeller. Impeller dapat mengalami kerusakan karena
adanya kavitasi pada pompa.
3. Semakin cepat putaran pada pompa maka debit pompa akan semakin besar
pula. Debit pada pompa yang semakin besar menyebabkan head dan daya
pada pompa juga akan semakin besar.
5.2 SARAN

1. Kita harus merawat dan memelihara pompa dengan baik dan benar agar
pompa dapat bertahan lama sehingga memperpanjang usia pemakaian pompa
dan tetap menghasilkan efisiensi mendekati set point pompa.
2. Fluida pada pompa sebaiknya menggunakan air murni H2O, agar
tidak terjadinya korosi pada setiap komponen pompa yang dilewati fluida
tersebut.

23
DAFTAR PUSTAKA

Yunus, A. D. 2010. Mesin Konversi Energi. Jakarta: Teknik Mesin, Fakultas Teknik
Universitas Darma Persada Jakarta.

Simbolon, Hardiman. 2015. Analisa Efisiensi Pompa Sentrifugal ( Vogel Pump) di PT.
Krakatau Steel, Divisi Slab Steel Plant. Bengkulu: Teknik Mesin Fakultas Teknik
Universitas Bengkulu.

Gusniar, I. N. 2014. Optimalisasi Sistem Perawatan Pompa Sentrifugal Di Unit


Utility Pt.ABC. Karawang: Fakultas Teknik, Program Studi Teknik
Mesin S1,Universitas Singaperbangsa Karawang. Jurnal Ilmiah Solusi
Vol. 1 No.1 Januari – Maret 2014: 77-86

24

Anda mungkin juga menyukai