Anda di halaman 1dari 2

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMASALAHAN

PENDIDIKAN

 Permasalahan Pokok Pendidikan

Permasalahan pokok pendidikan merupakan masalah pembangunan mikro, yaitu


masalah-masalah yang berlangsung didalam sistem pendidikan itu sendiri. Masalah
mikro tersebut berkaitan dengan masalah makro pembangunan, yaitu masalah di luar
sistem pendidikan, sehingga juga harus diperhitungkan dalam memecahkan masalah
mikro pendidikan. Masalah makro ini berupa masalah perkembangan internasional,
masalah demografi, masalah politik, ekonomi dan sosial budaya serta masalah
perkembangan regional. Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah
pendidikan, yaitu :

 Perkembangan iptek dan seni

a. Perkembangan iptek

Terdapat hubungan yang erat antara pendidikan dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek). Ilmu pengetahuan merupakan hasil eksplorasi secara sistem
dan teroganisir mengenai alam semesta, dan teknologi adalah penerapan yang
direncanakan dari ilmu pengetahuan untuk memenuhui kebutuhan masyarakat.

b. Perkembangan seni

Kesenian merupakan aktivitas berkreasi manusia, secara individual atau


kelompok yang menghasilkan sesuatu yang indah. Berkesenian menjadi
kebutuhan manusia. Melalui kesenian manusia dapat menyalurkan dorongan
berkreasi yang bersifat orisinil dan dorongan spontanitas dalam menemukan
keindahan. Seni membutuhkan pengembangan. Sudah seyogyanya jika dunia
seni dikembangkan melalui sistem pendidikan secara terstruktur dan
terprogram. Pengembangan kualitas seni secara terprogram menuntut
tersedianya sarana pendidikan. Disinilah timbul masalah pendidikan kesenian
yang mempunyai fungsi begitu penting tetapi di sekolah-sekolah saat ini
menduduki kelas dua. Pendidikan kesenian baru terlayani setelah program
studi lainnya terpenuhi pelayanannya.

 Laju pertumbuhan penduduk

Bertambahnya jumlah penduduk maka penyediaan sarana dan prasarana


pendidikan serta komponen penunjang terselenggaranya pendidikan harus
ditambah. Dan ini berarti beban pembangunan nasional menjadi bertambah. Dan
juga terjadi pergeseran permintaan akan fasilitas pendidikan, yaitu untuk
sekolah lanjutan cenderung lebih meningkat dibanding dengan permintaan akan
fasilitas sekolah dasar.

 Aspirasi masyarakat

Aspirasi masyarakat meningkat khususnya dalam hal aspirasi terhadap


pendidikan hidup yang sehat, aspirasi terhadap pekerjaan, kesemuanya ini
mempengaruhi peningkatan aspirasi terhadap pendidikan. Pendidikan dianggap
memberikan jaminan bagi peningkatan taraf hidup dan pendakian di tangga
sosial. Sebagai akibat meningktnya aspirasi terhadap pendidikan maka orang tua
mendorong anaknya untuk bersekolah agar nantinya memperoleh pekerjaan
yang lebih baik daripada orang tuanya sendiri. Gejala yang timbul adalah
membanjirnya pelamar pada sekolah-sekolah. Arus pelajar menjadi meningkat
drastis.

 Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan

Keterbelakngan budaya adalah suatu istilah yang diberikan oleh sekelompok


masyarakat yang menganggap dirinya sudah maju kepada masyarakat lain
pendukung suatu budaya, kebudayaannya dipandang sebagai sesuatu yang
bernilai dan baik. Terlepas dari kenyataan apakah kebudayaannya tersebut
tradisional atau sudah ketinggalan zaman. Karena itu penilaian dari masyarakat
luar itu dianggap subjektif. Semestinya masyarakat luar bukan harus menilainya
hanya melihat bagaimana kesesuaian dan kebudayaan tersebut dengan tuntutan
zaman. Dan bukankah pendidikan mempunyai misi sebagau tranformasi budaya.
Sebab sebagai sistem pendidikan yang tangguh adalah yang bertumpu pada
intinya sehingga tidak ketinggalan zaman. Jika sistem pendidikan dapat
menggapai masyarakat terbelakang kebudayaan berarti melibatkan mereka
untuk berperan serta dalam pembangunan.