Anda di halaman 1dari 22

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Tri Daya Budi Majalengka


Mata Pelajaran : Kimia
Komp. Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Kelas/Semester : X / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2018 / 2019
Alokasi Waktu : 9 x 45 menit (3 pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI
Kompetensi Inti 3
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup Simulasi dan Komuniksasi Digital, dan Dasar Bidang Teknologi dan
Rekayasa pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat
nasional, regional, dan internasional.

Kompetensi Inti 4
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan lingkup
Simulasi dan Komuniksasi Digital, dan Dasar Bidang Teknologi dan Rekayasa.
 Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
 Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. KOMPETENSI DASAR
3.5 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia.
4.5 Menggunakan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia.

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


3.5.1 Membedakan hukum-hukum dasar dalam perhitungan kimia.
3.5.2 Menerapkan konsep hukum-hukum dasar kimia di dalam perhitungan kimia.
4.5.1 Menyelesaikan soal-soal penerapan hukum-hukum dasar kimia.
4.5.2 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam penggunaan zat dalam suatu
reaksi.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan latihan siswa dapat :
1. mendeskripsikan pengertian Ar dan Mr sebagai satuan massa terkecil dari suatu
unsur atau senyawa yang dibandingkan dengan 1/12 massa atom C-12.
2. melakukan perhitungan Mr berdasarkan jumlah Ar dari unsur-unsur penyusunnya.
3. membedakan hukum-hukum dasar kimia berdasarkan analisis data hasil
percobaan.
4. menjelaskan konsep mol yang dihubungkan dengan jumlah partikel, massa, dan
volume zat.
5. mengonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel, massa, dan volume zat.
6. menerapkan hukum-hukum dasar kimia dan konsep mol dalam perhitungan
(stoikiometri) kimia.

E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Massa atom relatif (Ar) dan massa molekul relatif (Mr)
2. Hukum Dasar Kimia
a. Hukum kekekalan massa (Hukum Lavoisier)
b. Hukum perbandingan tetap (Hukum Proust)
c. Hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton)
d. Hukum perbandingan Volume (Hukum Gay-Lussac)
e. Hukum Avogadro
3. Konsep Mol

F. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN


1. Pendekatan : saintifik (scientific)
2. Model : Discovery Based Learning
3. Metode : Diskusi

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pertemuan Ke-1
a. Pendahuluan (15 menit)
a.1 Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai.
a.2 Guru mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
a.3 Guru memeriksa kehadiran siswa.
a.4 Guru menyampaikan kompetensi dasar pembelajaran.
a.5 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
a.6 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi yang akan dibahas.
a.7 Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan.

b. Kegiatan Inti (100 menit)


b.1 Mengamati
 Siswa diminta untuk mengamati contoh reaksi kimia dalam kehidupan
sehari-hari dan menghubungannya dengan hukum kekekalan massa
(Hukum Lavoisier).
 Siswa diminta untuk mengamati contoh pembentukan senyawa dan
menghubungkannya dengan hukum perbandingan tetap (Hukum
Proust) dan hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton).
b.2 Menanya
 Siswa diarahkan dan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan
dari tayangan yang sudah diamati, misalnya : Bagaimana massa zat
setelah mengalami reaksi kimia, apakah tetap atau berubah?
 Siswa diberi kesempatan untuk saling menanggapi pertanyaan dari
rekannya.
b.3 Mengumpulkan informasi
 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan masing-
masing kelompok terdiri dari 4-6 orang.
 Guru membagikan lembar kerja tentang materi hukum dasar kimia.
 Siswa mencari dan menemukan informasi tentang hukum dasar kimia.
b.4 Menalar
 Siswa dibimbing dalam menganalisis/mengidentifikasi hukum dasar
kimia melalui diskusi kelompok.
 Siswa berlatih soal tentang hukum dasar kimia melalui diskusi
kelompok.
b.5 Mengkomunikasikan
 Siswa menyajikan hasil pengamatan dan diskusi kelompok.
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan tata bahasa
yang benar dan ditanggapi kelompok lain.
c. Penutup (20 menit)
c.1 Dengan bimbingan guru, siswa menyimpulkan materi yang sudah
dipelajari.
c.2 Siswa mengumpulkan tugas hasil diskusi kelompok.
c.3 Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
c.4 Guru menutup kegiatan pembelajaran.

2. Pertemuan Ke-2
a. Pendahuluan (15 menit)
a.1 Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai.
a.2 Guru mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
a.3 Guru memeriksa kehadiran siswa.
a.4 Guru menyampaikan kompetensi dasar pembelajaran.
a.5 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
a.6 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi yang akan dibahas.
a.7 Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan.
b. Kegiatan Inti (100 menit)
b.1 Mengamati
 Siswa mengamati contoh satuan yang menyatakan ukuran jumlah
benda (misalnya lusin, kodi, gross, dll) yang disajikan guru.
b.2 Menanya
 Siswa diarahkan dan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan
dari tayangan yang sudah diamati, misalnya : Apa satuan yang
digunakan untuk menyatakan jumlah zat berupa partikel?
 Siswa diberi kesempatan untuk saling menanggapi pertanyaan dari
rekannya.

b.3 Mengumpulkan informasi


 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan masing-
masing kelompok terdiri dari 4-6 orang.
 Guru membagikan lembar kerja tentang Ar dan Mr, dan konsep mol.
 Siswa menemukan informasi tentang Ar dan Mr, dan konsep mol.
b.4 Menalar
 Siswa dibimbing dalam menganalisis/mengidentifikasi Ar dan Mr, dan
konsep mol melalui diskusi kelompok.
 Siswa berlatih soal tentang Ar dan Mr, dan konsep mol.
b.5 Mengkomunikasikan
 Siswa menyajikan hasil pengamatan dan diskusi kelompok.
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan tata bahasa
yang benar dan ditanggapi kelompok lain.
c. Penutup ( 20 menit)
c.1 Dengan bimbingan guru, siswa menyimpulkan materi yang sudah
dipelajari.
c.2 Siswa mengumpulkan tugas hasil diskusi kelompok.
c.3 Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
c.4 Guru menutup kegiatan pembelajaran.

3. Pertemuan Ke-3
a. Pendahuluan (15 menit)
a.1 Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai.
a.2 Guru mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
a.3 Guru memeriksa kehadiran siswa.
a.4 Guru menyampaikan kompetensi dasar pembelajaran.
a.5 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
a.6 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi yang akan dibahas.
a.7 Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yang akan
dilakukan.
b. Kegiatan Inti (100 menit)
b.1 Mengamati
 Siswa mengamati contoh aplikasi hukum dasar kimia dan konsep mol
(misalnya stoikiometri reaksi, konsentrasi larutan, kadar zat, dll) yang
disajikan guru.
b.2 Menanya
 Siswa diarahkan dan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan
dari tayangan yang sudah diamati, misalnya : Bagaimana cara
menentukan konsentrasi larutan, kadar zat dalam campuran?
 Siswa diberi kesempatan untuk saling menanggapi pertanyaan dari
rekannya.
b.3 Mengumpulkan informasi
 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan masing-
masing kelompok terdiri dari 4-6 orang.
 Guru membagikan lembar kerja tentang penerapan hukum dasar kimia
dan konsep mol dalam perhitungan kimia.
 Siswa menemukan informasi tentang penerapan hukum dasar kimia
dan konsep mol dalam perhitungan kimia.
b.4 Menalar
 Siswa dibimbing dalam menganalisis/mengidentifikasi stoikiometri
melalui diskusi kelompok.
 Siswa berlatih soal tentang stoikiometri.
b.5 Mengkomunikasikan
 Siswa menyajikan hasil pengamatan dan diskusi kelompok.
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan tata bahasa
yang benar dan ditanggapi kelompok lain.
c. Penutup ( 20 menit)
c.1 Dengan bimbingan guru, siswa menyimpulkan materi yang sudah
dipelajari.
c.2 Siswa mengumpulkan tugas hasil diskusi kelompok.
c.3 Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
c.4 Guru menutup kegiatan pembelajaran.

H. MEDIA, ALAT/BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR


1. Media : Powerpoint, Infokus
2. Alat : Papan tulis
3. Bahan : Spidol, Kertas
4. Sumber Belajar :
- Buku teks Kimia SMK/MAK Kelas X Kurikulum 2013.
- Lembar Kerja Siswa.

I. PENILAIAN PEMBELAJARAN, REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap : Observasi/pengamatan
b. Penilaian pengetahuan : tes tertulis
c. Penilaian keterampilan : unjuk kerja, portofolio
2. Bentuk Penilaian
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas siswa
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian lembar kerja
3. Instrumen Penilaian : (terlampir)
4. Pembelajaran Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya
belum tuntas.
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching
(klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes
remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam
bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
a. Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan
materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan.
b. Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi
cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Menyetujui, Majalengka, Juli 2018


Wakasek Kurikulum Guru Mata Diklat Kimia

Agus Rustian, S.E. Ririn Khaerunisa, S.Pd.

Mengetahui,
Kepala SMK Tri Daya Budi Majalengka

Wawan Kurniawan, S.Pd.


NIP. 19710815 200501 1 008
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMK Tri Daya Budi Majalengka


Tahun pelajaran : 2018/2019
Kelas/Semester :X/1
Mata Pelajaran : Kimia
KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK
NO WAKTU NAMA
PERILAKU SIKAP NEG LANJUT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
INSTRUMEN TES TERTULIS

Satuan Pendidikan : SMK Tri Daya Budi Majalengka


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester :X/1
Kompetensi dasar :
3.5 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia.
4.5 Menggunakan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia.
Bagian A
No Soal Jawaban Skor
1 Unsur karbon dapat bereaksi Karbon + Oksigen → Karbon dioksida 10
dengan gas oksigen ? 8 gram ?
membentuk gas karbon Massa karbon yang bereaksi :
dioksida. Dalam reaksi ini, = 3 x massa oksigen = 3 x 8 gram = 3 gram
8 8
rasio massa karbon/oksigen
Massa karbon dioksida yang dihasilkan
yang bereaksi adalah 3:8. Jika
= massa (karbon+oksigen)yang bereaksi = 3 + 8 =
banyaknya gas oksigen yang
11 gram
bereaksi adalah 8 gram, berapa
Jadi, 3 gram karbon + 8 gram oksigen
massa karbon yang bereaksi
menghasilkan 11 gram karbon dioksida
dan berapa massa karbon
dioksida yang dihasilkan?
2 Dalam suatu eksperimen 17,6 10
g logam M bereaksi dengan Massa M Massa O2 Massa M : Massa
4,4 g oksigen. Dari (gram) (gram) O2
eksperimen lain 5,6 g logam M 17,6 4,4 17,6 : 4,4
diperoleh dari hasil reduksi 7,0 = 1 : 0,25
g oksida. Tunjukkan bahwa 5,6 7,0 – 5,6 = 5,6 : 1,4
hasil eksperimen ini sesuai 1,4 = 1, 0,25
dengan hukum susunan tetap! Dari tabel di atas, terbukti bahwa perbandingan
massa M dan O2 pada kedua percobaan adalah sama
yaitu 1 : 0,25 atau 4 : 1 (sesuai dengan hukum
perbandingan tetap).
3 Fosfor dapat bereaksi dengan Dalam senyawa I = massa P : massa Cl 10
gas klorin membentuk dua = 30,97 : 106,5 = 1 : 3,44
senyawa dengan komposisi Dalam senyawa II = massa P : massa Cl
sebagai berikut : = 30,97 : 177,5 = 1 : 5,73
Syw Massa P Massa Massa P dalam kedua senyawa adalah sama,
Cl sehingga :
1 30,97 g 106,5 g massa Cl (I) = 106,5 = 1 = 3
2 30,97 g 177,5 g massa Cl (II) 177,5 1,67 5
Bagaimanakah rumus senyawa Rumus senyawa I = PCl3
I dan II? Apakah komposisi ini Rumus senyawa II = PCl5
memenuhi hukum Jadi, komposisi ini memenuhi hukum perbandingan
perbandingan berganda? berganda
4 Salah satu komponen gas elpiji Persamaan reaksi : 10
yang biasa digunakan dalam C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g)
kegiatan rumah tangga adalah ? 6L ? ?
gas propana (C3H8). Pada suhu Perbandingan volume = perbandingan koefisien :
dan tekanan tertentu, gas Volume C3H8 Koefisien C3H8
propana terbakar sempurna =
dengan oksigen menurut reaksi Volume O2 Koefisien O2
berikut :
C3H8(g) + 5O2(g) → 3CO2(g) 1
Volume C3H8 = 5 x 6 L = 1,2 L
+ 4H2O(g)
Bila reaksi ini memerlukan 6 L 3
gas oksigen, berapa volume Volume CO2 = 5 x 6 L = 3,6 L
C3H8 yang bereaksi dan gas-
4
gas lain yang dihasilkan? Volume H2O = 5 x 6 L = 4,8 L
5 Jika 8 molekul gas nitrogen Persamaan reaksi 10
bereaksi dengan gas oksigen 2N2(g) + 3O2(g) → 2N2O3(g)
menghasilkan gas dinitrogen 8 molekul ? ?
trioksida yang terbentuk? Perbandingan jumlah molekul = perbandingan
koefisien
Jadi,
3
jumlah molekul O2 = 2 x 8 molekul = 12 molekul
jumlah molekul N2O3 = jumlah molekul N2 = 8
molekul
6 Suatu senyawa hidrokarbon Dimisalkan, rumus senyawa karbon: CxHy. 10
bereaksi sempurna dengan gas Dengan menuliskan koefisien CxHy = 1 dan tanpa
oksigen di udara membentuk memperhitungkan koefisien O2, rumus senyawa
4L gas karbon dioksida dan 5 dapat ditentukan melalui persamaan reaksi berikut :
L uap air. Tentukan rumus CxHy + O2 → xCO2 + 1 yH2O
2
senyawa hidrokarbon tersebut!
x=? ↑ ↑
y=? 4L 5L
1
x=4 2
y=5→ y=10
rumus senyawa : C4H10

Bagian B
1. Diketahui Mr. H2O = 18, maka 1 mol air mempunyai massa … Gram.
2. Jumlah partikel dari 0,5 mol air adalah …
3. Dalam keadaan STP (00C, 1atm) volume uap air (H2O) adalah …
4. Berapa liter 9,5 gram PO4 dalam keadaan STP ? (Ar P = 31; O = 16)
5. Berapakah massa gas karbondioksida (CO2) 3,36 Liter dalam keadaan STP? (Ar C =
12; O = 16)
6. Bila terdapat 1,806 x1024 partikel gas SO2 berapa volume gas tersebut dalam keadaan
STP ?
7. Dalam keadaan STP (00C, 1atm) berapa volume uap air (H2O) ?
INSTRUMEN PENILAIAN UNJUK KERJA

Nama Satuan pendidikan : SMK Tri Daya Budi Majalengka


Tahun pelajaran : 2018/2019
Kelas/Semester :X/1
Mata Pelajaran : Kimia
Tangung
Sikap Ilmiah Ketelitian Total Nilai
No Nama Siswa Jawab
Skor Akhir
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Skor Perolehan
Nilai Perolehan = × 100
Skor Maksimal
LAMPIRAN LKS/BAHAN AJAR
(Pertemuan Ke-1)

LEMBAR KERJA SISWA


Kelompok : ……………………………
Anggota : 1. ………………………… 4. …………………………
Mata Pelajaran 2. …………………………
: Kimia 5. …………………………
Pokok Bahasan : Hukum Dasar Kimia dan Perhitungan Kimia
3. …………………………
Sub Pokok Bahasan : Hukum Dasar Kimia
Kelas
Kelas/Semester : ……………………………
: X /1
Waktu : 45 menit
Hari/Tanggal : ……………………………
Petunjuk:
1. Pahami dan diskusikan materi berikut dengan teman sekelompokmu.
2. Kerjakan pada bagian yang perlu dikerjakan.
3. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.
4. Tanyakan pada guru apabila ada hal-hal yang kurang dimengerti.

HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA


a. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier )
Lavoisier menyimpulkan bahwa : “Jika suatu reaksi kimia dilakukan di
ruang tertutup sehingga tidak ada zat-zat yang hilang, maka massa zat-
zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi tidak berkurang atau tidak
bertambah (tetap).”

Contoh :
Dalam tabung tertutup ditimbang 32 gram belerang dan 63,5 gram
tembaga. Setelah dicampur lalu dipanaskan dalam tabung tertutup dan
reaksi berjalan sempurna maka terjadi zat baru, yaitu tembaga (II)
sulfida. Berapa massa zat baru tersebut ?
Jawab :

ternyata massa zat baru tersebut sama dengan massa total zat-zat
sebelum reaksi.

b. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)


Bunyi hukum perbandingan tetap : ”Dalam suatu senyawa, perbandingan
massa unsur-unsur penyusunnya selalu tetap.”
Contoh :
Pada percobaan 1 gram hidrogen dicampur dengan 8 gram oksigen hasilnya
ialah 9 gram air. Dan ternyata 8 gram oksigen hanya dapat bereaksi
dengan 1 gram hidrogen saja.
Berikut adalah data percobaan reaksi hidrogen dan oksigen dalam
membentuk air.

Contoh soal :
Jika kita mereaksikan 4 gram hidrogen dengan 40 gram oksigen, berapa
gram air yang terbentuk?
Jawab :

c. Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)


”Bila unsur-unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau lebih, dimana
massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa
unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan
bulat dan sederhana.
Contoh:

d. Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay - Lussac)


”Pada temperatur dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas
yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi merupakan perbandingan
bilangan bulat dan sederhana.“

Pada reaksi zat yang wujudnya gas, perbandingan koefisien reaksi


ekuivalen dengan perbandingan volume jika reaksi tersebut dilakukan
pada temperatur dan tekanan yang sama.
Contoh :

Jawab :
e. Hipotesis Avogadro
”Gas-gas yang volumenya sama, jika diukur pada temperatur dan tekanan
yang sama, mengandung jumlah molekul yang sama pula.” Avogadro
menjelaskan percobaan Gay Lussac dengan menganggap partikel – partikel
gas tidak sebagai atom-atom, tetapi sebagai molekul-molekul.

Perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi jika
diukur pada temperatur dan tekanan yang sama akan sesuai dengan
perbandingan jumlah molekulnya, akan sama dengan perbandingan
koefisien reaksinya.
Contoh :
Gas hidrogen direaksikan dengan gas oksigen membentuk 8 liter (T,P) uap
air. Berapa liter gas hidrogen dan gas oksigen dibutuhkan pada reaksi
tersebut ?
Jawab :
Kerjakan dan diskusikan dengan teman sekelompokmu!
1. Suatu proses yang terjadi dalam organisme misalnya metabolisme glukosa.
Pada reaksi metabolisme glukosa tersebut melibatkan perubahan massa
sebagai berikut:
Glukosa + oksigen → karbon dioksida + air
180 192 264 108
Apakah hukum Lavoisier berlaku pada reaksi tersebut!
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a. Hukum perbandingan tetap
b. Hukum perbandingan volume
c. Hukum perbandingan berganda
3. Diketahui Ar: H = 1, N = 14, O = 16, S = 32
Tentukan massa molekul relatif H2O, H2SO4 !
4. Salah satu komponen gas elpiji yang biasa digunakan dalam kegiatan rumah
tangga adalah gas propana (C3H8). Pada suhu dan tekanan tertentu, gas
propana terbakar sempurna dengan oksigen menurut persamaan reaksi
berikut:
C3H8 (g) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g)
Bila reaksi ini memerlukan 3 L gas oksigen, berapa volume C3H8 yang
bereaksi dan gas-gas lain yang dihasilkan?
5. Pada suhu dan tekanan tertentu 1 mol gas metana (CH4) bereaksi
sempurna dengan gas oksigen menghasilkan gas karbondioksida dan uap
air.
a. Tuliskan persamaan reaksi!
b. Hitunglah jumlah molekul O2 yang bereaksi!
LAMPIRAN LKS/BAHAN AJAR
(Pertemuan Ke-2)

LEMBAR KERJA SISWA


Kelompok : ……………………………
Anggota : 1. ………………………… 4. …………………………
Mata Pelajaran 2. …………………………
: Kimia 5. …………………………
Pokok Bahasan : Hukum Dasar Kimia dan Perhitungan Kimia
3. …………………………
Sub Pokok Bahasan : Ar dan Mr, Konsep Mol
Kelas
Kelas/Semester : ……………………………
: X /1
Waktu : 45 menit
Hari/Tanggal : ……………………………
Petunjuk:
1. Pahami dan diskusikan materi berikut dengan teman sekelompokmu.
2. Kerjakan pada bagian yang perlu dikerjakan.
3. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.
4. Tanyakan pada guru apabila ada hal-hal yang kurang dimengerti.

A. MASSA ATOM RELATIF DAN MASSA MOLEKUL RELATIF


1. Massa Atom Relatif (Ar)
Menyatakan perbandingan massa rata-rata satu atom suatu unsur
terhadap 1/12 massa satu atom C-12. 1 sma=1/12 massa atom C-12.
massa rata  rata 1 atom unsur X
Ar unsur X = 1
12 massa atom C  12
Massa atom hidrogen = 1,0079 sma, maka :
Ar unsur H = 1,0079 dibulatkan = 1
2. Massa Molekul Relatif (Mr)
Menyatakan perbandingan massa satu molekul unsur atau senyawa
terhadap 1/12 massa satu atom C-12.
Contoh :
massa 1 molekul H 2O
Mr H2O = 1
12 massa 1 atom C  12
massa (2 atom H  1 atom O)
= 1
12 massa 1 atom C  12
2 massa 1 atom H massa 1 atom O
= 1
+ 1
12 massa 1 atom C 12 massa 1 atom C
= 2 (Ar H) + 1 (Ar O)
= 2 (1) + 1 (16) = 2 + 16 = 18
Jadi :

Mr Senyawa = Jumlah massa atom relatif unsur-unsur penyusun senyawa

B. KONSEP MOL
Kamu tentu pernah mendengar satuan losin, gros, rim, atau kodi untuk
menyatakan jumlah benda. Banyaknya partikel dinyatakan dalam satuan mol.
Satuan mol sekarang dinyatakan sebagai jumlah partikel (atom, molekul, atau
ion) dalam suatu zat.
Satu mol zat menyatakan banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel
yang sama dengan jumlah partikel dalam 12,0 gram isotop C-12.
Misalnya:
1) 1 mol unsur Na mengandung 6,02 x 1023 atom Na.
2) 1 mol senyawa air mengandung 6,02 x 1023 molekul air.
3) 1 mol senyawa ion NaCl mengandung 6,02 x 1023 ion Na+ dan 6,02 x 1023 ion
Cl–.
a. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel
Hubungan mol dengan jumlah partikel dapat dirumuskan:
mol = jumlah partikel / NA atau jumlah partikel = mol x NA
Contoh soal:
Suatu sampel mengandung 1,505 x 1023 molekul Cl2, berapa mol kandungan
Cl2 tersebut?
Jawab:
Kuantitas (dalam mol) Cl2 = jumlah partikel Cl2 / NA
= 1,505 x 1023 / 6,02 x 1023 = 0,25 mol
b. Hubungan Mol dengan Massa
Massa molar menyatakan massa yang dimiliki oleh 1 mol zat, yang besarnya
sama dengan Ar atau Mr.
 Untuk unsur : 1 mol unsur = Ar gram, maka dapat dirumuskan:
Massa 1 mol zat = Ar zat dinyatakan dalam gram
Atau
Massa molar zat tersebut = besar Ar zat gram/mol
 Untuk senyawa : 1 mol senyawa = Mr gram, maka dapat dirumuskan:
Massa 1 mol zat = Mr zat dinyatakan dalam gram
Atau
Massa molar zat tersebut = besar Mr zat gram/mol
Jadi perbedaan antara massa molar dan massa molekul relatif adalah
pada satuannya. Massa molar memiliki satuan gram/mol sedangkan massa
molekul relatif tidak memiliki satuan.
Hubungan antara mol dengan massa adalah:
Kuantitas (dalam mol) = Massa senyawa atau unsur (gram) / Massa molar
senyawa atau unsur (gram/mol)
c. Hubungan Mol dengan Volume
1) Gas pada keadaan standar
Pengukuran kuantitas gas tergantung suhu dan tekanan gas. Jika gas
diukur pada keadaan standar, maka volumenya disebut volume molar.
Volume molar adalah volume 1 mol gas yang diukur pada keadaan
standar. Keadaan standar yaitu keadaan pada suhu 0 °C (atau 273 K)
dan tekanan 1 atmosfer (atau 76 cmHg atau 760 mmHg) atau
disingkat STP (Standard Temperature and Pressure). Besarnya
volume molar gas dapat ditentukan dengan persamaan gas ideal: PV=
nRT.
Ket: P = tekanan = 1 atm, n = mol = 1 mol gas, T = suhu dalam Kelvin =
273 K, R= tetapan gas = 0,082 liter atm/mol K
Maka: P V = nRT
V = 1 x 0,082 x 273
V = 22,389
V = 22,4 liter
Jadi, volume standar = VSTP = 22,4 Liter/mol.
Dapat dirumuskan: V = n x Vm
Dengan : n = jumlah mol
Vm = VSTP = volume molar
Contoh soal:
(1) Berapa kuantitas (dalam mol) gas hidrogen yang volumenya 6,72
liter, jika diukur pada suhu 0 °C dan tekanan 1 atm?
Jawab:
Mol H2 = volume H2/ VSTP = 6,72 / 22,4 mol/L = 0,3 mol
(2) Hitung massa dari 4,48 liter gas C2H2 yang diukur pada keadaan
standar!
Jawab:
Mol C2H2 = volume C2H2 / VSTP = 4,48 / 22, 4 = 0,2 mol
Massa C2H2 = mol x Massa molar C2H2
= 0,2 mol x 26 gram/mol = 5,2 gram
(3) Hitung volume dari 3,01 x 1023 molekul NO2 yang diukur pada
suhu 0 °C dan tekanan 76 cmHg!
Jawab:
Mol NO2 = jumlah partikel /NA
= 3,01 x 1023 / 6,02 x 1023 = 0,5 mol
Volume NO2 = mol x VSTP
= 0,5 mol x 22,4 L/mol = 11,2 liter
2) Gas pada keadaan nonstandar
Jika volume gas diukur pada keadaan ATP (Am-bient Temperature
and Pressure) atau lebih dikenal keadaan non–STP maka menggunakan
rumus:
PV= nRT
Ket : P = tekanan, satuannya atmosfer (atm), V = volume, satuannya
liter, n = mol, satuannya mol, R = tetapan gas = 0,082 liter atm / mol
K, T = suhu, satuannya Kelvin (K).
Contoh soal:
Tentukan volume 1,7 gram gas amonia yang diukur pada suhu 27 °C
dan tekanan 76 cmHg!
Jawab:
n = massa amonia/massa molar amonia = 1,7 /17 = 0,1 mol
P = (76 cmHg / 76 cmHg) x 1 atm = 1 atm
T = (t + 273) K = 27 + 273 = 300 K
PV =nRT
1 atm × V = 0,1 mol × 0,082 L atm / mol K × 300 K
V = 2,46 L

Kerjakan dan diskusikan dengan teman sekelompokmu!


1. Hitung Mr H2SO4 (Ar H = 1, S = 32, dan O = 16)!
2. Diketahui massa atom relatif (Ar) beberapa unsur sebagai berikut : Ca =
40, O = 16 dan H = 1. Tentukan massa molekul relatif (Mr) senyawa
Ca(OH)2!
3. Diketahui Mr H2O = 18, maka 3 mol air mempunyai massa … Gram.
4. Jumlah partikel dari 0,5 mol air adalah …
5. Dalam keadaan STP (00C, 1atm) volume uap air (H2O) adalah …
6. Berapakah massa gas karbondioksida (CO2) 3,36 Liter dalam keadaan
STP? (Ar C = 12; O = 16)
7. Bila terdapat 1,806 x1024 partikel gas SO2 berapa volume gas tersebut
dalam keadaan STP ?
LAMPIRAN LKS/BAHAN AJAR
(Pertemuan Ke-3)

LEMBAR KERJA SISWA


Kelompok : ……………………………
Anggota : 1. ………………………… 4. …………………………
Mata Pelajaran 2. …………………………
: Kimia 5. …………………………
Pokok Bahasan : Hukum Dasar Kimia dan Perhitungan Kimia
3. …………………………
Sub Pokok Bahasan : Perhitungan Kimia
Kelas
Kelas/Semester : ……………………………
: X /1
Waktu : 45 menit
Hari/Tanggal : ……………………………
Petunjuk:
1. Pahami dan diskusikan materi berikut dengan teman sekelompokmu.
2. Kerjakan pada bagian yang perlu dikerjakan.
3. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.
4. Tanyakan pada guru apabila ada hal-hal yang kurang dimengerti.

PERHITUNGAN KIMIA DALAM REAKSI KIMIA


Pada materi sebelumnya telah dijelaskan bahwa perbandingan koefisien
menyatakan perbandingan jumlah partikel dan perbandingan volume,
sedangkan mol merupakan jumlah partikel dibagi bilangan Avogadro.
Perbandingan koefisien menyatakan perbandingan jumlah partikel, maka
perbandingan koefisien juga merupakan perbandingan mol.
“Perbandingan koefisien = perbandingan volume = perbandingan jumlah
partikel = perbandingan mol”
Misalnya pada reaksi: N2(g) + 3 H2(g) → NH3(g)
a. Perbandingan volume N2(g): H2(g: NH3(g)= 1 : 3 : 2
b. Perbandingan jumlah partikel N2(g) : H2(g) : NH3(g) = 1 : 3 : 2
c. Perbandingan mol N2(g) : H2(g) : NH3(g) = 1 : 3 : 2
Contoh Soal:
a. Pada reaksi pembentukan gas amonia (NH3) dari gas nitrogen dan hidrogen,
jika gas nitrogen yang direaksikan adalah 6 mol, maka tentukan:
1) jumlah mol gas hidrogen yang diperlukan;
2) jumlah mol gas amonia yang dihasilkan!
Jawab:
1) N2(g) + 3 H2(g) → 2 NH3(g)
Mol H2 = ( koefisien H2 / koefisien N2 ) x mol N2
= (3/1) x 6 = 18 mol
2) mol NH3 = (koefisien NH3 / koefisien N2) x mol N2
= (2/1) x 6 = 12 mol

Pereaksi pembatas
Jika di dalam sebuah kotak tersedia 6 mur dan 10 baut, maka kita dapat
membuat 6 pasang mur-baut. Baut tersisa 4 buah, sedangkan mur telah habis.
Dalam reaksi kimia, jika perbandingan mol zat-zat pereaksi tidak sama dengan
perbandingan koefisiennya, maka ada pereaksi yang habis terlebih dulu.
Pereaksi seperti ini disebut pereaksi pembatas.
Contoh soal:
Pada reaksi 0,5 mol gas N2 dengan 2,5 mol gas H2 menurut persamaan reaksi:
N2(g) + 3 H2(g) → 2 NH3(g)
Tentukan:
a. pereaksi pembatasnya;
b. berapa gram zat yang tersisa?
(Ar N = 14 dan H = 1)!
Jawab:
Mencari mol pereaksi yang bersisa dan yang habis bereaksi
N2(g) + 3 H2(g)
Mula-mula : 0,5 mol 2,5 mol
Yang bereaksi : 0,5 mol 1,5 mol
Setelah reaksi : 0 mol 1,0 mol
Pereaksi yang bersisa adalah H2 sebanyak 1,0 mol
Massa H2 yang sisa = mol sisa x Mr
= 1,0 × 2
= 2 gram
Kadar Zat
Pada saat adikmu sakit panas, ibumu menyuruh membeli alkohol 70% di apotik.
Apakah kamu tahu apa artinya alkohol 70%? Maksudnya dalam 100 mL larutan
mengandung 70 mL alkohol dan 30 mL air. Begitu pula jika kamu membeli
suatu produk makanan kemasan yang mengandung vitamin C 1%. Maksudnya
dalam 100 gram makanan mengandung 1 gram vitamin C. Kadar zat umumnya
dinyatakan dalam persen massa (% massa). Untuk mendapatkan persen massa
dapat menggunakan rumus:
% X dalam zat = ( massa X / massa zat ) x 100%
Contoh soal:
1. Hitung massa kafein yang terkandung dalam secangkir kopi (200 gram)
yang kadarnya 0,015%!
Jawab:
% massa kafein = (massa kafein / massa kopi) x 100%
0,015% = (massa kafein / 200 ) x 100%
Massa kafein = 0,03 %
2. Tentukan persen C dalam glukosa (C6H12O6), jika diketahui Ar C= 12, O=
16, dan H= 1!
Jawab:
% massa C = (( jumlah atom C x Ar C) / Mr glukosa) / 100%
= ((6 x 12) / 180) / 100 %