Anda di halaman 1dari 8

II.

3 Faktor Penyebab Terjadinya Stomatitis

Sampai saat ini penyebab utama dari Sariawan belum diketahui. Namun
para ahli telah menduga banyak hal yang menjadi penyebab timbulnya sariawan
ini, diantaranya adalah :9

1. Faktor General antara lain :

- Hormonal maupun penyakit sistemik

- Stres

2. Faktor Lokal antara lain :

- Overhang tambalan atau karies, protesa (gigi tiruan)

- Luka pada bibir akibat tergigit/benturan

- Defisiensi (kekurangan) vitamin B12 dan zat besi

Infeksi virus dan bkteri juga diduga sebagai pencetus timbulnya stomatitis
ini. Ada pula yang mengatakan bahwa stomatitis merupakan reakasi imunologik
abnormal pada rongga mulut. Sedangkan yang cukup sering terjadi pada kita,
terutama warga kota yang sibuk, adalah stres. Faktor psikologis ini (stres) telah
diselidiki berhubungan dengan timbulnya stomatitis.9

Selain itu, faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya stomatitis


adalah sebagai berikut :

1. Trauma

Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan bahwa trauma pada bagian


dalam rongga mulut dapat menyebabkan RAS. Dalam banyak kasus, trauma ini
disebabkan masalah-masalah yang sangat sederhana. Trauma merupakan salah
satu faktor yang dapat menyebabkan ulser teruatama pada pasien yang
mempunyai kelainan tetapi kebanyakan RAS mempunyai daya perlindungan yang
rlatif dan mukosa mastikasi adalah salah satu proteksi yang paling umum.10

Faktor lain yang dapat menyebabkan trauma di dalam rongga mulut


meliputi :10

- Pemakaian gigi tiruan

Rekuren apthous stomatitis disebabkan oleh pemasangan gigi palsu.


Seringkali, gigitiruan yang dipasang secara tidak tepat dapat mengiritasi
dan melukai jaringan yang ada di dalam rongga mulut. Masalah yang sama
sering pula dialami oleh porang-orang yang menggunakan gigitiruan
kerangka logam. Logam dapat melukai bagian dalam rongga mulut.

- Trauma sikat gigi

Beberapa pasien berpikir bahwa ulser terjadi karena trauma pada mukosa
rongga mulut yang disebabkan oleh cara penggunaan dari sikat gigi yang
berlebihan dan cara menyikat gigi yang salah dapat merusak gigi dan
jaringan yang ada di dalam rongga mulut.

- Trauma makanan

Banyak jenis makanan yang kita makan dapat menorah, menggores atau
melukai jaringan-jaringan yang ada di dalam rongga mulut dan
menyebabkan terjadinya RAS. Contohnya adalah keripik kentang, kue
kering yang keras, apel dan setelah mengunya permen keras.

- Prosedur Dental

Prosedur dental dapat mengiritasi jaringan lunak mulut yang tipis dan
menyebabkan RAS. Terdapat informasi bahwa hanya dengan injeksi
novacaine dengan jarum dapat menyebabkan timbulnya RAS beberapa
hari setelah dilakukan penyuntikan.
- Menggigit bagian dalam mulut

Banyak orang menderita luka di daam mulutnya karena menggigit bibir


dan jaringan lunak yang ada di dalam rongga mulut secara tidak sengaja.
Sering kali, hal ini dapat menjadi sebuah kebiasaan yang tidak disadari
atau dapat terjadi selama tidur dan luka juga disebabkan oleh tergigitnya
mukosa ketika makan dan tertusuk kawat gigi sehingga dapat
menimbulkan ulser yang mengakibatkan RAS. Luka gigit pada bibir atau
lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur.

2. Infeksi

Tidak terdapat fakta yang menunjukkan bahwa stomatitis secara langsung


disebabkan oleh mikroba karena hanya sebagian kecil yang disebabkan oleh
infeksi silang dari Streptococci. Biasanya, untuk mencegah infeksi rongga mulut
dapat digunakan providone-iodine (obat kumur).11

Namun pada dasarnya, providone-iodine merupakan iodine kompleks yang


berfungsi sebagai antiseptic. Povidone-iodine mapu membunuh mikroorganisme
seperti jamur, bakteri, virus, protozoa, dan spora bakteri. Tak heran agen ini
berguna untuk terapi infeksi yang berkaitan dengan makhluk-makhluk renik
tesebut. Selain sebagai obat kumur (mouthwash) yang digunakan setelah gosok
gigi, povidone-iodine gargle memang digunakan untuk mengatasi infeksi-infeksi
mulut dan tenggorokan, seperti gingivitis (inflamasi di gusi) dan tukak mulut
(sariawan).11

3. Abnormalitas Imunologi

Abnormalitas imonologi kemungkinan juga dapat menybabkan ulser.


Sirkulasi antibody diduga berhubungan dengan keadaan mukosa dari rongga
mulut. Dimana antibody tersebut bergantung pada mekanisme sitoksik atau proses
penetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jika system immunologi
mengalami abnormalitas, maka dengan mudah bakteri ataupun virus menginfeksi
jaringan lunak disekitar mulut.11

4. Penyakit Gastrointestinal

Walaupun diketahui bahwa ulser dapat menyebabakn penderitan sukar


mencerna makanan, namun hal tersebut jarang dihubungkan dengan penyakit
gastrointestinal. Tetapi lebih sering dihubungkan dengan defisiensi vitamin B12.
Akan tetapi, ditemukan bahwa 5% psien dengan penyakit tersebut disebabkan
oleh penyakit gastrointestinal.11

5. Defisiensi Hematologi

Pasien dengan RAS yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B12, folat
atau besi mencapai 20%. Seperti frekuensi defisiensi pada pasien awalnya akan
menjadi lebih buruk pada pertengahan usia. Banyak pasien yang defisiensinya
tersembunyi, hemoglobin dengan batasan normal dan cirri utama adalah
mikrositosis atau makrositosis pada sel darah merah. Defisiensi hematologi juga
dapat disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 atau folat.11

6. Faktor Hormonal

Pada umumnya penyakit stomatitis banyak menyerang wanita, khususnya


terjadi pada fase stres dengan sirkulasi menstruasi. Dalam sebuah penlitian,
ditemukan kadar hormone progesterone yang lebih rendah dari normal pada
penderita RAS. Sementara kadar hormone Estradiol, LH, Prolaktin, FSH pada
kedua group adalah normal. Pada wawancara didapat adanya riwayat anggota
keluarga yang mengalami RAS pada kelompok penderita dibandingkan bukan
penderita RAS (5% versus 10%, p=0,002). Dari penelitian tersebut dapat
disimpukan bahwa penderita RAS pada umumnya mempunyai kadar hormone
progesterone yang lebih rendah dari normal dan ada salah satu keluarganya yang
menderita RAS.11

7. Stres

Faktor stres dapat memicu terjadinya stomatitis sebab stres dapat


mengganggu proses kerja dari tubuh sehingga mengganggu proses metabolism
tubuh dan menyebabkan tubuh rentan terhadap serangan penyakit, tidak hanya
kejadian stomatitis bahkan gangguan-gangguan lainnya dapat dapat dipicu oleh
stres.11

Biasanya pasien mengalami ulser pada saat stres dan beberapa fakta
menunjukkan hal tersebut. Namun, stres sulit untuk diukur dan beberapa
penelitian belum dapat menemukan hubungan antara sters dengan munculnya
ulser. Faktor psikologis (seperti emosi dan stres) juga merupakan faktor penyebab
terjadinya stomatitis.12

8. Infeksi HIV

Stomatitis dapat digunakan sebagai tanda adanya infeksi HIV, dimana


stomatitis memiliki frekuensi yang lebih tinggi pada keadaan defisiensi imun,
seperti yang telah dibahas sebelumnya. Namun infeksi akibat virus HIV biasanya
menunjukkan tanda klinis yang sangat jelas. Dimana jaringan sudah parah.11

Infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan


infeksi kronik, yang memiliki 2 pola pada anak, yaitu :11

- Pola pertama adalah yang didapati pada bayi dan anak-anak akibat
penularan prenatal.
- Pola kedua adalah pada remaja melalui perilaku risiko tinggi seperti orang
dewasa.

9. Kebiasaan merokok

Kelainan stomatitis biasanya terjadi pada pasien yang merokok. Bahkan


dapat terjadi ketika kebiasaan merokok dihentikan.11,12

II.2 Penanganan Stomatitis

Pada umumnya stomatitis dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali


stomatitis yang disebabkan jamur karena harus diobati dengan obat anti jamur.
Biasanya butuh waktu penyembuhan sekitar seminggu. Jika tak diobati, bisa
berkelanjutan. Walaupun tidak sampai menyebar ke seluruh tubuh dan hanya
disekitar mulut, akan tetapi stomatitis yang diakibatkan oleh jamur segera diobati.
Sebab jika jamur ikut tertelan, sangat mungkin terjadi diare.11,13

Pengobatan untuk menyembuhkan stomatitis secara umum ada dua, yaitu


:13

- Dengan menghilangkan penyebabnya seperti anemia, avitaminosis


(kekurangan vitamin dan mineral) dan infeksi berat.

- Dengan menghindarkan penyebab seperti kebiasaan merokok, bumbu


masak yang merangsang, makan makanan panas, serta selalu menjaga
kebersihan gigi dan mulut.

Pengobatan secara local di mulut biasanya dengan memakai obat-obatan


yang diminum atau yang dikumur sehingga mengurangi keluhan penderita. Ada
sifat unik dari jaringa mulut yang memudahkan proses penyembuhan stomatitis
tetapi juga rentan untuk kambuh kembali yakni banyaknya pembuluh darah.
Sering terkena trauma/ perlukaan, dan terdapat sel-sel yang daya regenerasinya
cepat.13

Dengan mengetahui penyebabnya, diharapkan kita dapat menghindari


timbulnya stomatitis ini, diantaranya dengan menjaga kebersihan rongga mulut
serta mengkonsumsi nutrisi yang cukup, terutama yang mengandung vitamin B12
dan zat besi. Juga selain itu, menghindari stres. Namun bila ternyata stomatitis
timbul, maka dapat mencoba denga kumur-kumur air garam dan pergi ke dokter
gigi untuk meminta obat yang tepat. Hal tersebut untuk menghindari kita dari
mengkonsumsi obat yang salah.13

Pengobatan sebaiknya diberika berdasarkan faktor penyebabnya. Dengan


tujuan menghindari efek samping dai obat tersebut, apakah obat tersebut bersifat
karsinogenik, atau merangsang kanker13.

Apabila telah diberi obat dan berkumur dengan obat kumur, anak tidak
juga sembuh, maka harus dicari penyebab lain. Mungkin karena jumlah kuman
bertambah, dosis pemakaian obat kurang, atau akibat mengunyah terjadi lagi
trauma baru di lidah. Bisa juga lantaran daya tahan tubuh anak memang randah
atau karena kebersihan mulut dan gigi tidak terjaga.13

Selain cara penanganan stomatitis yang telah dibahas diatas ada beberapa
bentuk penanganan lain yaitu sebagai berikut :13

- Sebelum tidur, daerah yang mengalami stomatitis diolesi kenalog (sejenis


salep untuk sariawan) ditambah minum suplemen vitamin C cair.

- Olesi bagian yang terkena stomatitis dengan madu, namun hati-hati dalam
mengkonsumsi madu, karena jika kelebihan madu dapat menyebabkan
panas dalam.

- Timbulnya sariawan bisa jadi karena pertanda akan sakit flu, oleh karena
itu disarankan mengkonsumsi vitamin C 1000mg agar tidak terkena sakit
flu.
- Gunakan pasta gigi yang dapat meringankan sariawan.

- Perbanyaklah minum jus tomat, karena dapat mengurangi pembesaran dari


stomatitis dan mengurangi gejala klinisnya.

- Minum the bunga teratai/chyrantenum, teh ini juga sangat efektif untuk
mengobati panas dalam.

- Hindari gejala stres dan kecapekan, karena dapat menimbulkan dan


memperparah gejala stomatitis.

- Gejala stomatitis dapat juga dihilangkan dengan berkumur air rebusan


daun saga.

- Minumlah air kacang hijau setiap pagi. Kacang hijaunya tidak direbus tapi
hanya diseduh dengan air panas sampai airnya warna hijau baru diminum
ditambah denga gula sedikit agar rasanya lebih enak.

- Gunakan obat-obatan yang dapat meredakan gejala stomatitis.