Anda di halaman 1dari 38

CRITICAL BOOK REPORT

Disusun untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Kewirausahan

Dosen Pengampu :
Sulaiman Lubis,SE,MM

Disusun Oleh :

BINTANG SAMOSIR (7163210015)

JURUSAN MANAJEMEN B
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur bagi Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karuniaNya Critical Book
Review ini dapat dibuat untuk memenuhi tugas sebagaimana telah tercantum dalam
kurikulum KKNI 2016. Critical Book Review adalah tugas wajib dalam setiap mata kuliah
termasuk mata kuliah kewirausahan. Critical Book Review ini ditujukan untuk
mengembangkan pengetahuan Mahasiswa dalam mengkritisi buku, dengan mengkritisi buku
Mahasiswa juga dibiasakan untuk membaca buku. Dengan kebiasaan membaca buku
wawasan Mahasiswa akan semakin luas.
kewirausahan adalah salah satu mata kuliah dari delapan mata kuliah yang ada.
Critical Book Review ini masih jauh dari yang diharapkan, oleh sebab itu saya sebagai
penulis sangat mengharapkan saran dan sumbangan pemikiran dalam penyempurnaan Critical
Book Review ini pada masa yang akan datang. Atas saran dan sumbangan pemikiran yang
diberikan diucapkan terimakasih.
Mudah-mudahan Critical Book Review ini dapat memenuhi harapan sebagai tugas
dalam pembelajaran mata kuliah kewirausahan.

Medan, November 2018

Bintang
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1

1. Latar Belakang ....................................................................................................................... 1

2. Tujuan dan Manfaat ............................................................................................................... 1

BAB II ISI BUKU .................................................................................................................... 2

1. Identitas Buku pertama .......................................................................................................... 2

2. Identitas Buku kedua.............................................................................................................. 2

3. Identitas Buku ketiga ............................................................................................................. 3

4. Ringkasan Isi Buku pertama .................................................................................................. 4

5. Ringkasan Isi Buku kedua ................................................................................................... 14

6. ringkasan Isi Buku ketiga..................................................................................................... 26

BAB III KELEBIHAN DAN KEKURANGAN .................................................................. 34

BAB II KESIMPULAN ......................................................................................................... 35

1. Kesimpulan .......................................................................................................................... 35

2. Saran .................................................................................................................................... 35
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang
dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Sesuatu yang
baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keuanggulan
untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam
menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara
baru dan berbeda.

Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau


perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya
krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul


pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang
berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi
dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran
kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

II. Tujuan dan Manfaat


Tujuan serta manfaat melakukan critical book report adalah agar kita dapat
mengeksplore isi dari beberapa buku kewirausahan yang kita kritik, mencari dan mendapat
pelajaran mengenai kewirausahan, serta untuk dapat memperbandingkan antara buku yang
satu dengan buku yang lainnya.Last but not least agar kita dapat merealisasikam atau
menerapkan kewirausahan untuk kehidupan di masa yang mendatang.

1
BAB II
ISI BUKU
I. Identitas Buku
Buku pertama
Judul Buku : Kewirausahan

Sampul :
Penulis : Dr.Kasmir,SE.,M.M
Penerbit : PT Raja Grafindo Persada
Tahun Terbit : 2016
Cetakan : 11
Tebal Buku : 374 Halaman
ISBN : 979-769-051-2

Buku Kedua
Judul Buku : Pemahaman Kewirausahan

Sampul :
Penulis : Arif Yusuf Hamali,S.S.,M.M.
Dra. Eka Sari Budihastuti,M.M.
Penerbit : Kencana
Tahun Terbit : 2017
Edisi : 1
Tebal Buku : 246 Halaman
ISBN : 978-602-422-151-5

2
Buku Ketiga
Judul Buku : Kewirausahan

Sampul :
Penulis : PO Abas Sunarya
Sudaryono
Asep Saefullah
Penerbit : CV ANDI OFFSET
Tahun Terbit : 2011
Edisi : 1
Tebal Buku : 348 Halaman
ISBN : 978-979-29-2491-6

3
II. Ringkasan Isi Buku
Buku pertama
BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang mengapa perlu berwirausaha adalah agar mampu menatap masa depan
yang lebih baik. Dengan berwirausaha diharapkan seseorang mampu mandiri, membuka
lapangan kerja bagi orang lain, dan menjadi bos bagi usahanya. Dengan kata lain, lebih baik
membayar gaji daripada orang gajian.
Untuk itu, perlu diciptakan suatu iklim yang dapat mengubah pola pikir, baik mental
maupun motivasi orang tua, dosen dan mahasiswa agar kelak anak-anak mereka dibisakan
untuk mencipatakan lapangan pekerjaan daripada mencari pekerjaan. Salah satu caranya
adalah mengubah mental dan motivasi yang sudah demikian melekat tertanam di setiap insan
Indonesia.
Hal yang menjadi kendala bagi seseorang untuk memulai suatu usaha adalah adanya
ketakutan akan rugi atau bangkrut. Tidak sedikit orang yang merasa tidak memiliki masa
depan yang pasti jika berwirausaha. Bahkan, sebagian orang yang sudak memiliki jiw
berwirausaha merasa bingung dari mana harus memulai usaha.
Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berwirausaha yaitu:
1. Meningkatnya harga diri
2. Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri
3. Ide dan motivasi yang timbul untuk maju lebih besar
4. Masa depan yang lebih cerah dan tidak tergantung kepada orang lain.

BAB II PENGERTIAN KEWIRAUSAHAN

Peter Drucker mengatakan bahwa kewirausahan merupakan kemampuan dalam


memnciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Zimmerer mengartikan kewirausahan sebagai
suatu proses penerapan kreativitas dan inovatif dalam memecahkan persoalan dan
menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan ( usaha ). Seorang berwirausaha selalu
berpikir untuk mencari peluang, memanfaatkan peluang serta menciptakan peluang usaha
yang dapat memberikan keuntungan. Kerugian merupakan hal yang biasa, karena faktor
kerugian selalu ada. Bahkan bagi mereka semakin besar risiko kerugian yang akan dihadapi
semakin besar pula peluang keuntungan yang akan diraup.

4
BAB III CARA MENDIRIKAN USAHA

Beberapa faktor pendorong seseorang mau dan mulai merintis usaha yaitu:
1. Faktor keluarga usaha
2. Sengaja terjun menjadi pengusaha
3. Tidak sengaja
4. Coba-coba
5. Terpaksa
Cara memulai usaha yang lazim dilakukan adalah:
1. Mendirikan usaha baru
2. Membeli perusahan
3. Kerja sama manajemen dengan sistem franchising
4. Mengembangkan usaha yang sudah ada

BAB IV BENTUK ORGANISASI USAHA

Dari praktiknya jenis-jenis organisasi yang umum adalah:


1) Bentuk organisasi ditinjau dari jumlah pimpinan puncak
- Organisasi yang mempunyai pimpinan puncak satu orang
- Organisasi yang mempunyai pimpinan puncak lebih satu orang atau dewan
2) Bentuk organisasi berdasarkan hubungan-hubungan wewenangnya
Wewenang masing-masing baik lini, staf maupun fungsional adalah:
- Wewenang lini
- Wewenang staf
- Wewenang fungsional
Ada beberapa pertimbangan yang dapat dilakukan yaitu:
- Tujuan perusahan
- Jumlah tenaga kerja
- Jumlah aktifitas
- Fleksibiltas
- Jenis badan usaha
- Efisiensi

5
BAB V MENILAI KEBUTUHAN USAHA

Kebutuhan usaha adalah hal-hal yang harus dipenuhi perusahan untuk mendirikan dan
menjalankan suatu usaha pada awal perusahan didirikan. Terdapat berbagai jenis kebutuhan
sesuai dengan bidang usaha masing-masing.
Hasil penilaian kebutuhan usaha dapat disusun secara rinci sehingga terlihat secara
jelas kompenen-kompenen kebutuhan usaha yang diperlukan. Kemudian, dapat diketahui
pula jumlah biaya setiap kompenen dan pada akhirnya dapat dihitung total biaya yang
dibutuhkan untuk mendirikan atau menjalankan usaha tersebut. dengan diketahuinya total
kebutuhan usaha, kita dapat mengetahui berapa kekurangan dana yang kita miliki sekarang
ini dari total kebutuhan usaha.
Jenis dan jumlah yang digunakan untuk kebutuhan usaha disesuaikan dengan jenis
usaha yang akan dijalankan. Banyaknya kompenen biaya kebutuhan usaha tergantung dari
jenis usahanya.

BAB VI CARA MEMPEROLEH MODAL

Pertimbangan yang perlu diperhatikan apabila ingin memperoleh modal yiatu:


- Tujuan perusahan
- Masa pengambilan modal
- Biaya yang dikeluarkan
- Estimasi keuntungan
Jenis modal dilihat dari sumber adalah:
- Modal sendiri
 Setoran modal
 Cadangan modal
 Laba yang belum dibagi
- Modal asing terdiri dari:
 Pinjaman dari dunia perbankan
 Pinjaman dari lembaga keuangan lainnya
 Pinjaman dari perusahan nonkeuangan

6
BAB VII TRANSAKSI PEMBAYARAN

Kegiatan bank adalah:


1. Menghimpun dana
2. Menyalurkan dana
3. Memberikan jasa-jasa bank lainnya
Jenis perbankan ditinjau dari berbagai segi adalah:
Dilihat dari segi fungsinya:
- Bank umum
- BPR
Dilihat dari segi kepemilikannya:
- Bank miliki pemerintah
- Bank miliki swasta nasional
- Bank milik asing
- Bank milik campuran
Dilihat dari segi status:
- Bank devisa
- Bank nondevisa
Dilihat dari segi cara menentukan harga:
- Bank berdasarkan prinsip konvensional
- Bank berdasarkan prinsip syariah

BAB VIII CARA MENGAJUKAN PINJAMAN

Pemberi pinjaman yang dilakukan oleh bank diartikan sebagai penyaluran dana ke
masyarakat.unsur kredit ataupun pembiayaan yakni:
- Kepercayaan
- Kesepakatan
- Jangka waktu
- Risiko
- Balas jasa
Jenis kredit yang ditawarkan meliputi:
- Kredit investasi
- Kredit modal kerja

7
- Kredit perdagangan
- Kredit produktif
- Kredit konsumtif
- Kredit profesi
Rumusan sederhana untuk mencari besarnya angsuran, pokok pinjaman dan bunga adalah:
Angsuran= pokok pinjaman + bunga
Pokok pinjaman = jumlah pinjaman/jangka waktu pinjaman
Bunga = % bunga * jumlah pinjaman / 1 tahun’

BAB IX TEKNIK MENENTUKAN LOKASI DAN LAYOUT

Pertimbangan untuk menentukan lokasi adalah:


- Jenis usaha yang dijalankan
- Dekat konsumen atau pasar
- Dekat dengan bahan baku
- Ketersediaan tenaga kerja
- Sarana dan prasarana
- Dekat dengan pusat pemerintahan
- Dekat lemabaga keuangan
- Berada di kawasan industri
- Kemudahan untuk melakukan ekspansi
- Kondisi adat istiadat,budaya dan sikap masyarakat setempat
- Hukum yang berlaku di wilayah setempat
Pertimbangan umum untuk menentukan layout adalah:
- Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan
- Peralatan untuk menangani material atau bahan
- Lingkungan dan estetika
- Arus informasi
- Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda

8
BAB X MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah bagaimana perusahan mengelola sumber


daya manusia yang dimiliki mulai masuk bekerja sampai keluar dari perusahan;
Fungsi manajemen sumber daya manusia meliputi:
- Analisis jabatan
- Perencanaan tenaga kerja
- Pengadaan karyawan
- Pelatihan dan pengembangan
- Kebijakan kompensasi
- Perencanaan karier
- Kebijakan kesejahteraan
- Pemutusan hubungan kerja

BAB XI PASAR DAN PEMASARAN


Pengertian pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu
produk. Sedangkan pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan nama
individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara
menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain.
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar menjadi beberapa kelompok
pembeli yang berbeda. Menurut kotler variabel utama untuk melakukan segmentasi pasar
konsumen adalah:
- Segmentasi berdasarkan geografik
- Segmentasi berdasarkan demografik
- Segmentasi berdasarkan psigrafik
- Segmentasi berdasarkan perilaku
Penentuan posisi pasar dapat dilakukan berdasarkan;
- Atribut
- Kesempatan penggunaan
- Kelas pengguna’
- Langsung menghadapi pesaing
- Kelas produk

9
BAB XII STRATEGI PEMASARAN

Menurut kotler adalah segala seuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian agar dibeli, digunakan, atau dikonsumsi sehingga dapat memenuhi
keinginan dan kebutuhan. Pelaksanaan strategi bauran pemasaran terdiri dari:
- Strategi produk
- Strategi harga
- Strategi lokasi dan distribusi
- Strategi promosi
Strategi yang dilakukan oleh perusahan dalam mengembangkan suatu produk adalah:
- Penentuan logo dan moto
- Menciptakan merek
- Menciptakan kemasan
- Keputusan label

BAB XIII MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN


Laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan kondisi dan posisi
keuangan suatu perusahan pada suatu saat. Jenis-jenis laporan keuangan yang ada adalah :
- Neraca
- Laporan laba rugi
- Laporan arus kas
- Laporan perubahan modal
Bentuk laporan keuangan umum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku adalah:
Bentuk neraca
- Bentuk skontro
- Bentuk laporan atau vertikal
- Bentuk lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan posisi keuangan
perusahan
Bentuk laporan laba rugi
- Bentuk tunggal
- Bentuk majemuk

10
BAB XIV ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan yang disajikan dalam angka-angka dapat diartikan, perlu dilakukan
analisis yang mendalam. Analisis ini digunakan untuk mengkaji, mengukur, dan memahami
hal-hal yang tertulis dalam laporan. Alat analisis yang digunakan adalah dengan
menggunakan rasio-rasio keungan perusahan.
Dengan menganalisis laporan keuangan menggunakan rasio keuangan, seorang
manajer dapat mengambil keputusan mengenai keuangan perusahan untuk masa yang akan
datang. Dengan demikian hasil analisis rasio keuangan dapat memberikan gambaran secara
menyeluruh tentang kondisi, posisi, serta aktifitas perusahan saat ini atau dalam satu periode.

BAB XV PENILAIAN KELAYAKAN USAHA

Pengertian studi kelayakan usaha adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara
mendalam tentang suatu kegiatan., usaha, atau bisnis yang akan dijalankan untuk menentukan
layak atau tidak usaha tersebut.
Ada lima tujuan perlunya dilakukan studi kelayakan yaitu:
- Menghindari risiko kerugian
- Memudahkan perencanaan
- Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
- Memudahkan pengawasan
- Memudahkan pengadilan
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam studi kelayakan adalah:
- Aspek hukum
- Aspek pasar dan pemasaran
- Aspek keuangan
- Aspek teknis
- Aspek manajemen
- Aspek ekonomi sosial
- Aspek dampak lingkungan

11
BAB XVI ANALISIS PESAING

Pesaing adalah perusahan yang menghasilkan barang atau jasa yang sama atau mirip
dengan produk yang kita tawarkan. Pesaing dalam perusahaan dapat dikategorikan menjadi
dua yaitu pesaing yang kuat dan pesaing yang lemah.
Hal-hal yang perlu diketahui dari pesaing adalah:
- Kelengkapan produk
- Mutu,desain dan bentuk produk
- Harga yang ditawarkan
- Saluran distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki
- Promosi yang dijalankan
- Rencana kegiatan pesaing ke depan
Secara umum strategi menyerang pesaing terdiri dari:
- Startegi menyerang pesaing yang lemah dahulu
- Pesaing langsung menyerang lawan yang kuat
- Strateg gerilya
- Strategi bertahan
Startegi untuk menghadapi pesaing dapat dilakukan untuk posisi-posisi sbb:
- Strategi pemimpin pasar
- Strategi penantang pasar
- Strategi pengikut pasar
- Strategi peluang pasar

BAB XVII CUSTOMER SERVICE

Customer service secara umum adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk
memberikan kepuasan pelanggan, melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan
kebutuhan pelanggan.
Fungsi dan tugas CS adalah:
1. Sebagai resepsionis
2. Sebagai deskman
3. Sebagai salesman
4. Sebagai customer relation officer
5. Sebagai komunikator

12
BAB XVIII PERLINDUNGAN USAHA

Risiko dapat terjadi karena dua faktor yaitu:


- Adanya unsur kesengajaan
- Unsur ketidaksengajaan
Risiko yang akan dihadapi oleh seorang pengusaha adalah:
- Risiko jiwa
- Risiko kehilangan harta perusahan
- Risiko kerusakan harta
- Risiko penggantian kepada pihak lain
Pihak asuransi yang mengklasifikasikan suatu risiko kedalam tiga jenis yaitu;
- Risiko murni
- Risiko spekulatif
- Risiko individu
Payung untuk melindungi usaha dari risiko adalah:
- Menetapkan prosedur dan tata tertib kerja
- Menyediakan alat pengamanan
- Meminta pertanggungan asuransi

BAB XIX PELANNGAN ATAU NASABAH KABUR

Pengertian pelanggan atau nasabah kabur adalah pelanggan atau nasabah pergi
meninggalkan perusahan atau tidak lagi membeli, mengonsumsi, atau memiliki produk yang
ditawarkan perusahan baik untuk semenatara waktu atau selamanya.
Sebab pelanggan atau nasabah kabur meninggalkan perusahan:
- Pelayanan yang tidak memuaskan
- Produk yang tidak baik
- Ingkar janji dan tidak tepat waktu
- Biaya yang relatif mahal

13
Buku kedua Arif Yusuf dan Dra .Eka Sari

BAB I RUANG LINGKUP KEWIRAUSAHAN

Proses kewirausahan menurut Hanafi terdiri dari beberapa tahap yaitu:


1. Kesempatan Dan Ide
2. Rencana Bisnis Formal
3. Halangan Untuk Masuk
4. Strategi Memasuki Pasar
A. Membangun Perusahan Baru
B. Membeli Perusahan Yang Sudah Ada
C. Waralaba
5. Bentuk Organisasi
A. Usaha Perorangan
B. Firma Atau Partnership
C. Perseroan
6. Faktor Penentu Keberhasilan
7. Memelihara Semangat Kewirausahan
Sepuluh rahasia yang mengarah pada kreativitas yang ada dalam diri seorang
pemimpin yang inovatif adalah;
1. Berpikir
2. Seorang visioner
3. Mendengarkan para pelanggan
4. Memahami cara untuk mengelola ide
5. Berorientasi pada orang
6. Mempertahankan budaya perubahan
7. Memaksimalkan sinergi,keseimbangan dan fokus tim
8. Membuat dirinya dan orang lain bertanggung jawab atas standar
kinerja yang tinggi
9. Menolak jawaban “tidak”
10. Mencintai pekerjaan dan merasa gembira ketika mengerjakannya
Seorang calon wirausahawan perlu mengetahui unsur-unsur berwirausahan seperti
diuraikan berikut ini:
1. modal

14
2. lokasi
3. pelanggan
4. rekan atau mitra bisnis

BAB II WIRASWASTA DAN WIRAUSAHA

Wiraswasta menurut pengertian secara luasnya adalah keberanian, keutamaan, serta


keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan
kekuatan yang ada pada diri sendiri. Sedangkan Wirausaha adalah orang yang mendobrak
sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan
menciptakan bentuk organisasi baru atau mengelola bahan baku baru.
Thomas Zimmererr,dk (2008:7-10) selanjutnya meringkaskan profil seorang
wirausahawan yaitu :
 Hasrat akan tanggung jawab
 Lebih menyukai risiko menengah
 Menyakini kemampuan untuk sukses
 Hasrat untuk mendapatkan umpan balik yang sifatnya segera
 Tingkat energi yang tinggi
 Orientasi masa depan
 Ketrampilan mengorganisasi
 Menilai prestasi lebih tinggi daripada uang
 Komitmen yang tinggi
 Toleransi terhadap ambiguitas
 Fleksibilitas
 Keuletan
Menurut Thomas mengemukakan tipe-tipe kewirausahan sebagai berikut:
 Wirausaha muda
 Wirausaha perempuan
 Wirausaha minoritas
 Wirausaha imigran
 Wirausaha paruh waktu
 Bisnis rumahan
 Bisnis keluarga

15
 Wirasutri
 Korban PHK perusahan
 Karyawan yang mengundurkan diri dari perusahan
 Wirausaha sosial

BAB III SIFAT-SIFAT WIRAUSAHA

Meredith dkk mengemukakan bahwa nilai-nilai hakiki dan penting atau yang
mencerminkan sifat-sifat dari seorang wirausahawan adalah:
 Percaya diri
 Berorientasi tugas dan hasil
 Keberanian mengambil risiko
 Kepemimpinan yang baik
 Berorientasi ke masa depan
 Keorisinilan: kreativitas dan inovasi
Seorang wirausahawan agar sukses dalam menjalankan kegiatan bisnisnya juga harus
mempunyai sikap-sikap sebagai berikut:
 Berani
 Jujur
 Tekun
 Ulet
 Sabar
 Tabah
 Positif
 Rendah hati
 Kemauan
 Tanggung jawab

16
BAB IV CIRI-CIRI DAN KEPRIBADIAN WIRAUSAHAWAN

Ciri-ciri wirausahawan yang sukses adalah sebagai berikut:


 Memiliki visi dan tujuan yang jelas
 Inisiatif dan selalu proaktif
 Berorientasi pada prestasi
 Berani mengambil risiko
 Kerja keras
 Bertanggung jawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya baik sekarang
maupun yang akan datang
 Komitmen pada berbagai pihak adalah ciri yang harus dipegang teguh dan harus
ditepati
 Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak,baik yang
berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak.
Etos kerja yang dapat dijadikan pedoman oleh siapa pun yang ingin meraih sukses
dalam aktifitas kehidupannya sehari-hari,dirumuskan oleh Jansen Sinamo dengan istilah 8
etos kerja profesional yang terdiri dari:
1. Kerja adalah rahmat yaitu dengan semboyan sukses “ aku bekerja penuh rasa syukur “
2. Kerja adalah amanah yaitu dengan semboyan sukses “ aku bekerja benar penuh
tanggung jawab”
3. Kerja adalah panggilan yaitu dengan semboyan sukses “ aku bekerja tuntas penuh
integritas “
4. Kerja adalah aktualisasi dengan semboyan sukses “ aku bekerja keras penuh
semangat”
5. Kerja adalah ibadah dengan semboyan sukses “ aku bekerja serius penuh kecintaan “
6. Kerja adalah seni dengan semboyan sukses “ aku bekerja penuh kreativitas “
7. Kerja adalah kehormatan dengan semboyan sukses “ aku bekerja tekun penuh
keunggulan “
8. Kerja adalah pelayanan dengan semboyan sukses “ aku bekerja paripurna penuh
kerendahan hati “

17
BAB V PRINSIP-PRINSIP

Basrowi mengelompokkan prinsip-prinsip dalam berwirausaha menjadi tiga belas


yaitu:
1. Jangan takut gagal
2. Penuh semangat
3. Kreatif dan inovatif
4. Bertindak penuh perhitungan dalam mengambil risiko
5. Sabar,ulet dan tekun
6. Harus optimis
7. Ambisius
8. Pantang menyerah
9. Peka terhadap pasar
10. Berbisnis dengan standar etika
11. Mandiri
12. Jujur
13. Peduli lingkungan

BAB VI KIAT-KIAT SUKSES BERWIRAUSAHA

Kiat-kiat sukses berwirausaha yang difokuskan pada upaya-upaya merangsang


kreativitas seorang wirausahawan dirumuskan oleh Thomas dkk sebgai berikut:
1. Masukkan kreatifitas sebagai nilai inti perusahan
2. Merangkul keragaman
3. Mengharapkan kreatifitas
4. Mengharapkan dan memberi ruang pada kegagalan
5. Mendorong rasa ingin tahu
6. Melakukan perubhaan tata ruangan secara periodik
7. Memandang masalah sebagai tantangan
8. Memberikan pelatihan kreatifitas
9. Memberikan dukungan
10. Mengembangkan prosedur untuk menangkap ide-ide
11. Berbicara dengan pelanggan
12. Mencari tahu kegunaan produk atau jasa perusahan di pasar lainnya

18
13. Memberikan penghargaan atas kreatifitas
14. Memberi contoh perilaku kreatif

BAB VII KEPEMPINAN DALAM WIRAUSAHA

White dan Lippit mengadakan penelitian yang menghasilkan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Pemimpin otoriter
Dalam kelompok pimpinan otoriter, pegawai bawahan ada yang agresif dan ada pula
yang pasif
2. Pemimpin demokrasi
Suasana dalam kelompok ini lebih akrab dan saling menghormati
3. Pemimpin laissez-faire
Para karyawan bawahan keadaanya frustrasi dan bekerja ogah-ogahan,main-
main,kurang kecintaan terhadap pekerjaannya.
Sifat-sifat pemimpin ini diajarkan dalam dunia pewayangan yang dikenal sebagai
ajaran “ astra brata “ yaitu “ delapan ajaran kepemimpinan “ atau yang disebut juga “ delapan
ajaran utama alamiah “ diantaranya :
1. Watak matahari
2. Watak bulan
3. Watak bintang
4. Watak angin
5. Watak mendung
6. Watak api
7. Watak samudra
8. Watak bumi
Tipe-tipe kepemimpinan para pemimpin dalam organisasi yaitu:
1. Demokratis
 Pemimpin merupakan suatu hak
 Organisasi adalah milik pribadi
 Bahwahan adalah alat semata
 Selalu bergantung pada kekuasaan formal
2. Militeristis
 Senang pada formalitas yang berlebihan

19
 Tidak mau menerima kritik dari bawahan
 Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan

BAB VIII PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Proses pengambilan keputusan adalah serangkaian tahap yang terdiri dari delapan
langkah yang meliputi:
 Mengidentifikasi masalah
 Mengidentifikasi kriteria keputusan
 Memberi bobot pada kriteria
 Menyusun alternatif
 Menganalisis alternatif
 Memilih sebuah alternatif
 Mengimplementasikan alternatif terpilih
 Mengevaluasi efektivitas keputusan
Pendapat lain menyimpulkan bahwa ada empat langkah yang harus diperhatikan
dalam proses pengambilan keputusan secara sehat yaitu:
 Merumuskan masalah
 Pengumpulan informasi
 Memilih pemecahan keputusan yang paling layak
 Melaksanakan keputusan

20
BAB IX PEMILIHAN BIDANG USAHA

Lima sebab atau cara seseorang untuk memulai merintis wirausaha yaitu:
1. Faktor keluarga wirausahawan
2. Sengaja turun menjadi wirausahawan
3. Kerja sampingan
4. Coba-coba
5. Terpaksa
Cara memulai usaha yang lazim dilakukan adalah:
1. Mendirikan usaha baru
2. Membeli perusahan
3. Kerja sama manajemen dengan sistem waralaba
4. Mengembangkan usaha yang sudah ada
Langkah-langkah menentukan bidang usaha yang akan digeluti tergantung dari empat faktor
yaitu :
1. Minat atau bakat
2. Modal
3. Waktu
4. Laba
5. Pengalaman

BAB X PEMASARAN PRAKTIS

Pasar berdasarkan jumlah penjualannya dapat dibedakan menjadi:


1. Pasar persaingan sempurna
2. Pasar monopoli
3. Pasar duopoli
4. Pasar oligopoli
5. Pasar persaingan monopolistis
Pasar dalam kaitannya dengan manajemen pemasaran dapat dibagi menjadi 4
golongan yaitu:
 Pasar konsumen
 Pasar industri

21
 Pasar penjual kembali
 Pasar pemerintah
Strategi produk yang dikenal dalam pemasaran terdiri dari:
1. Keputusan merek, kemasan, dan label
2. Strategi daur hidup produk
a) Tahap pengenalan
b) Tahap pertumbuhan
c) Tahap kedewasan
d) Tahap penurunan

BAB XI NEGOISASI DALAM WIRAUSAHA

Gambaran umum proses negoisasi adalah:


a) Relatif tidak berstruktur dan tidak ada ketua sidang
b) Tidak ada aturan prosedur yang berlaku
c) Tidak ada agenda yang baku dan tiap-tiap pihak memperjuangkan
kepentingannya masing-masing
d) Melibatkan proses pembicaraan, mendengarkan dan mengamati
e) Tujuannya adalah untuk mencapai suatu kesepakatan yang dapat diterima oleh
kedua belah pihak
f) Proses negoisasi adalah milik pihak-pihak yang terkait
g) Negoisasi tidak selalu berakhir dengan kesepakatan
Ada empat hasil negoisasi yaitu:
 Menang-kalah
 Kalah-menang
 Kalah-kalah
 Menang-menang

22
BAB XII STUDI KELAYAKAN BISNIS

Kasmir menguraikan ada lima tujuan dari suatu usaha dilakukan studi kelayakan
yaitu:
a) Menghindari risiko kerugian
b) Memudahkan perencanaan
c) Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
d) Memudahkan pengawasan
e) Memudahkan pengendalian
Pihak-pihak yang berkepntingan terhadap studi kelayakan tersebut adalah:
1. Pemilik usaha
2. Lembaga keuangan
3. Pemerintah
4. Masyarakat luas
5. Manajemen perusahan
Penyusunan sebuah studi kelayakan bisnis harus meliputi sekurang-kurangnya aspek-
aspek sebagai berikut:
1. Pendahuluan
2. Aspek-aspek dan pemasaran
3. Aspek teknis dan teknologi
4. Aspek organisasi dan manajemen
5. Aspek ekonomi dan keuangan

23
BAB XIII PERENCANAAN BISNIS

Menurut Robert penyusunan perencanaan bisnis adalah :


1. Halaman pembuka
2. Ringkasan eksekutif
3. Analisis lingkungan dan industri
4. Deskripsi perusahan
5. Rencana produksi
6. Rencana operasi
7. Rencana pemasaran
8. Rencana organisasional
9. Penilaian risiko
10. Rencana finansial
11. Lampiran

BAB XIV STRATEGI MENYUSUN PROPOSAL BISNIS

Komponen proposal bisnis menurut zimmerer adalah :


1. Ringkasan eksekutif
2. Pernyataan visi dan misi
3. Sejarah perusahan
4. Profil bisnis dan industri
5. Strategi bisnis
6. Produk dan jasa perusahan
7. Strategi pemsaran
8. Lokasi dan tata letak
9. Analisis pesaing
10. Uraian tim manajemen
11. Renacan operasi
12. Perkiraan keuangan
13. Proposal pinjaman atau investasi
14. Lampiran

24
BAB XV ETIKA BISNIS DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)

Arti penting etika bisnis terhadap permasalahan-permsalahan yang terjadi di


perusahan mencakup bidang-bidang seperti berikut:
1. Etika di bidang akuntansi dan keuangan
2. Etika di bidang keuangan
3. Etika di bidang produksi dan pemasaran
4. Etika di bidang teeknologi informasi
CED pada awal tahun 1970an di amerika serikat, membagi tanggung jawab sosial
perusahan kedalam tiga lingkaran tanggung jawab yaitu:
1. Lingkaran tanggung jawab terdalam
2. Lingkaran tanggung jawab pertengahan
3. Lingkaran tanggung jawab terluar
Carroll menjelaskan dimensi tanggung jawab sosial perusahan ke dalam empat
kategori yaitu:
 Tanggung jawab ekonomi
 Tanggung jawab hukum
 Ethical responsibility
 Discretionary responsibilities

25
Buku ketiga Abas,Sudaryono dan Asep

BAB I KEWIRAUSAHAN

Menurut Soeparman kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahan


meliputi:
1. Kemampuan merumuskan tujuan usaha
2. Kemampuan motivasi diri
3. Kemampuan berinisiatif
4. Kemampuan berinovasi yang melahirkan kreatifitas
5. Kemampuan membentuk modal material,sosial, dan intelektual
6. Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri
7. Kemampuan mental yang dilandasi agama
8. Kemampuan membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik
maupun menyakitkan
Ada enam hakikat penting kewirausahan yaitu:
 Kewirausahan adalah nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar
sumber daya, tenaga penggerak, tujuan,siasat, kiat, proses dan hasil bisnis
 Kwewirausahan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
 Kewirausahan adalah proses penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahakn
masalah persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan atau usaha

BAB II KONSEP DASAR DAN MOTIVASI BERWIRUSAHA

Secara umum motivasi seseorang untuk menjadi wirausaha antara lain:


 Laba
 Kebebasan
 Impian personal
 Kemandirian
Berbagai keuntungan menjadi wirausaha menurut buchari adalah:
1. Mendapat peluang untuk mencapai tujuannya yang diinginkan
2. Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan potensi diri secara penuh
3. Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal

26
4. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha yang konkret
Selain itu, ada juga kelemahan dengan menjadi wirausaha antara lain:
1. Memeproleh pendapatan yang tidak pasti
2. Harus bekerja keras dan jam kerja yang mungkin lebih panjang
3. Kualitas hidupnya mungkin masih rendah sampai usahanya berhasil pada tahap awal
4. Memiliki tanggung jawab sangat besar

BAB III PENGERTIAN, MANFAAT, FUNGSI DAN PRINSIP


KEWIRAUSAHAN

Kewirausahan adalah suatu proses dinamis atas penciptaan tambahan kekayaan.


Menurut Thomas manfaat kewirausahan adalah:
1. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri
2. Memberi peluang melakukan perubahan
3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya
4. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin
5. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan
pengakuan atas usahanya
6. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa
senang dalam mengerjakannya
Fungsi pokok wirausaha adalah:
 Membuat keputusan penting dan mengambil risiko tentang tujuan dan sasaran
perusahan
 Memutuskan tujuan dan sasaran perusahan
 Menetapkan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani
 Menghitung skala usaha yang diinginkannya
 Menentukan permodalan yang diinginkannya dengan komposisi yang menguntungkan
 Memilih dan menetapkan kriteria pagawai dan memotivasinya
 Mengendalikan secara efektif dan efisien
 Mencari dan menciptakan berbagai cara baru
Prinsip kewirausahan menurut didik sbb:
1. Harus optimis
2. Ambisius

27
3. Dapat membaca peluang
4. Sabar
5. Jangan putus asa
6. Jangan takut gagal

BAB IV IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAN

Agar ide-ide yang potensial dapat menjadi peluang bisnis,wirausaha harus bersedia
melakukan evaluasi terhadap peluang itu secara terus-menerus. Proses penjaringan ide
merupakan cara terbaik untuk menuangkan ide potensial sehingga menjadi produk dan atau
jasa yang sesungguhnya. Langkah penjaringan ide dapat dilakukan dengan cara sbb:
1. Menciptakan produk baru dan berbeda
2. Mengamati pintu peluang
3. Analisis produk dan proses produksi
4. Menafsir biaya awal
5. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi

BAB V TANTANGAN BERKEWIRAUSAHAN

Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif dan terbuka, banyak
tantangan harus dihadapi. Setiap negara bersaing dengan mengedepankan keunggulan sumber
daya. Yang unggul dalam sumber dayalah yang akan memenangkan persaingan. Tantangan
persaingan global, pertumbuhan penduduk, pengangguran, tanggung jawab sosial,
keanekanrgaman ketenagakerjaan, etika, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dan gaya
hidup beserta kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait.
Untuk menghadapi tantangan tersebut diperlukan sumbe daya berkualitas yang dapat
mencipatakan berbagai keunggulan, baik keunggulan komperatif maupun keunggulan
kompetitif dianatarnya melalui proses kreatif dan inovatif berwirausaha.

28
BAB VI KAPITASELEKTA JIWA WIRAUSAHA

Agar suskes pelaku wirausaha harus berani bermimpi bahkan juga di saat krisi
ekonomi. Orang juga harus punya keberanian mencoba. Kegagalan memang kata yang tidak
enak didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai tetapi selalu dihindari orang. Orang
lebih suka melhat orang yang sukses daripada melihat orang gagal. Jadi bila ada wirausaha
yang mengalami kegagalan jangan berharap orang akan memujinya.
Jadi bagi orang yang gagal, tidak ada gunanya murung dan terus memikirkan
kegagalannya. Yang diperlukan adalah mencari penyebabnya. Ia justru harus lebih tertantang
dengan usaha yang sedang dijalani, yang mengalami kegagalan itu. Wirausaha harus
menggunakan kegagalan itu untuk menemukan kekuatan baru untuk meraih kesuksesan.

BAB VII ANALISIS BISNIS DAN STUDI KELAYAKAN USAHA

Studi kelayakan usaha yang dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1. Tahap penemuan ide
2. Tahap formulasi tujuan
3. Tahap analsis
4. Tahap keputusan
Beberapa unsur dari aspek produksi yang harus dianalisis sbb:
 Lokasi operasi
 Volume operasi
 Mesin dan peralatan
 Bahan baku dan bahan penolong
 Tenaga kerja
Dalam menganalisis aspek manajemen terdapat beberapa unsur yang harus di analisis seperti:
 Kepemilikan
 Organisasi
 Tim manajemen
 Karyawan
Analisis aspek keuangan meliputi komponen sbb:
 Kebutuhan dana
 Sumber dana

29
 Proyksi neraca
 Proyeksi laba rugi
 Proyeksi arus kas

BAB VIII MENGAMBIL INSPIRASI DARI MEGA WIRAUSAHA

Dengan memakai sebuah alat yang dikendalikan oleh komputer untuk menjelajah web
dan mengevaluasi pentingnya link-link, mereka membangun sebuah mesin pencari. Page
menemukan cara membangun server komputer menggunakan suku cadang yang murah dan
mudah didapat, bukan mesin bauatan khusus yang dijual perusahan komputer dengan harga
ratusan ribu dollar.
Google nyaris tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk pemasaran, hanya
mengandalkan berita dari mulut ke mulut. Alih-alih mengumpulkan pendapatan di atas
kertas melalui sebuah IPO premature, google menemukan sebuah arus pendapatan yang jelas
dari penjualan hasil pencariannya pada mesin-mesin pencari lain, termasuk pemimpin pasar.
Google bukan hanya sekedar tempat berkumpul anak kuliahan. Ide-ide muncul setiap
saat di bagian situs yang disebut google labs. Google juga menjaga algoritma inti mereka
sebagai basis dari bisnisnya, layaknya menjaga berlian di mahkota kerajaan. Meski begitu
mereka memperkenankan pengembanganh untuk mengunduh mesin pencari mereka untuk
digunakan pada aplikasi mereka sendiri.

30
BAB IX PENGEMBANGAN RENCANA PEMASARAN

Ada beberapa hal harus dilakukan pada kegiatan pemasaran yaitu:


 Analisis pasar,dalam strategi pemasaran digunakan SWOT (strength, weakness,
opportunity, dan treat).
 Bauran pemasaran, bauran pemasaran tidak dapat dilepaskan dari evaluasi rumus P-5
(product, price, place, promotion dan person).
Metode pengumpulan data primer meliputi sebagai berikut:
1) Metode observasi
 Manusia
 Mekanika
2) Metode yang mengandung pertanyaan
 Survey dapat dilakukan melalui surat dan telepon
 Wawancara individu
 Pengalaman
Tipe-tipe strategi pemasaran meliputi:
 Strategi tak tersegmentasi
 Strategi multisegmentasi
 Strategi segmentasi tunggal
 Ramalan penjualan
Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru yaitu:
 Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan
 Memilih pasar sasaran khusus
 Menempatkan strategi pemasaran dalam persaingan
 Memilih strategi pemasaran
Cara menciptakan pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
 Dengarkan dan perhatikan pelanggan
 Tetapkan pelanggan yang terbaik
 Tetapkan ukuran dan kinerja standar
 Berikan perlindungan hak-hak karyawan
 Latih karyawan untuk memberikan pelayanan yang istimewa
 Gunakan teknologi yang memberikan pelayanan terbaik

31
 Berikan hadiah bagi pelayan terbaik

BAB X ETIKA BISNIS DAN KEWIRAUSAHAN

Etika adalah standar perilaku dan nilai-nilai moral yang menyangkut tindakan yang
benar dan salah yang terjadi di dalam lingkungan kerja. CSR adalah bentuk tanggung jawab
dari setiap perusahan terhadap lingkungan terutama terhadap kemungkinan kerusakan
lingkungan yang semakin parah.
Pelanggaran etika atau pelanggaran etis yang buruk akan mengakibatkan hal-hal
sebagai berikut:
1. Masalah citra publik
2. Tuntutan hukum yang mahal
3. Tingginya tingkat pencurian oleh karyawan
Keuntungan yang diperoleh seseorang yang senantiasa menjaga etika dalam perilaku
hidupnya antara lain:
1. Jika jujur dalam berbisnis,bisnisnya akan maju. Dengan kejujuran konsumen secara
tidak langsung telah diuntungkan
2. Timbulnya kepercayaan.bisnis adalah kepercayaan, jika sudah tidak ada kepercayaan
dalam berbisnis maka produk akan ditinggalkan oleh konsumen.
3. Kemajuan terjaga
4. Perolehan laba akan meningkat

32
BAB XI MENGAMBIL INSPIRASI USAHAWAN SUKSES

Mujimari dulunya adalah seorang sopir serabutan, perlahan dia membuka kerajinan
kecil usahanya menjadi tumpuan menghasilkan lebih dari 500 orang, kini ia punya 10 truk
diesel serta 55 mobil angkutan. Dia juga memiliki peternakan ayam petelur 100.000 ekor,
sapi sebanyak 200 ekor. Sesekali dia juga menjadi perantara penjualan tembakau. Tanpa
merinci penghasilannya ia mengaku hasil drai usahanya ini cukup untuk menggaji ratusan
karyawan, biaya hidup sehari-hari serta menyekolahkan ke empat anaknya.
Sekitar tahun 1972 ketika baru berusia 19 tahun, mujimari mencoba peruntungan
sebagai sopit kendaraan umum dan truk. Sambil menyopir, ia ikut menjual tembakau. Selama
itu ia belajar cara-caranya, baru pelan-pelan ikut mencoba.kalau senggang dia menjalin relasi
termasuk pebisnis tionghoa yang sering distigmakan sulit ditembus orang dari luar
komunitasnya. Mujimari mendekati mereka dengan ikut bermain domino sehingga
kepercayaan terbangun. Dari situ peluang usahanya makin terbuka sehingga nama mujimari
semakin dikenal pebisnis tionghoa, tidak hanya di salatiga tetapi juga di jakarta.

33
BAB III
Keunggulan dan Kelemahan

Perbedaan: Keunggulan dan Kelemahan


Buku 1 karangan Kasmir yang berisi 19 bab isinya cukup lengkap karena di setiap bab
ada dicantumkan rangkuman dan soal untuk diskusi itulah yang menjadi keunggulan buku 1
dibandingkan kedua buku lainnya, tatanan bahasa yang menurut saya secara subjektif cukup
sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah, begitu pula dengan ketiga buku lainnya.
Cover atau sampul buku 2 karangan Yusuf dan buku 3 karangan Sudaryono sangat menarik
sesuai dengan isi materi buku tersebut. Bahasa yang digunakan juga sederhana sehingga
memudahkan pembaca untuk memahami materi di dalamnya. Ketiga buku ini sama-sama
membahas tentang kewirausahan dan dijelaskan juga studi kelayakan bisnis.
Kemudian yang menjadi kelemahan dari ketiga buku menurut saya pendapat pribadi
adalah bahwa buku pertama karangan Kasmir gambar yang ada di cover/sampul tidak
mencerminkan isi dari buku tersebut yaitu membahas tentang kewirausahan. Sederhananya
apabila orang hanya melihat gambar yang ada di cover tidak akan tahu bahwa buku tersebut
membahas mengenai kewirausahan. Malahan gambar cover nya tidak bersinergi dengan
isinya. Kelemahan buku 2 karangan Yusuf dan buku 3 karangan Sudaryono adalah tidak
dicantumkannya rangkuman dan soal diskusi di setiap bab.

34
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil critical dapat disimpulkan, bahwa dari ketiga buku tersebut
memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga keduanya saling
melengkapi dan bisa dijadikan sebagai sumber literatur untuk mahasiswa manajemen
khususnya di mata kuliah Kewirausahan. Saya pribadi bukan bermaksud promo, menjadikan
buku 1 sebagai sumber referensi utama, kedua buku yang lain hanya pendukung. Sekali lagi
penilaian ini hanya bersifat subjektif karena perspektif setiap manusia itu berbeda. Dan setiap
buku apa yang dituangkan oleh penulis juga berbeda, karenanya penting bagi kita selaku
mahasiswa memperbanyak buku yang kita baca. Overall ketiga buku tersebut saya jadikan
acuan dalam mempelajari seluk-beluk mengenai Kewirausahan.

2. Saran
Meskipun saya sendiri belum pernah mengarang/menulis sebuah buku, sehingga
belum sepantasnya memberi saran. Karena saya sendiri bukan ahli dalam menulis buku. Akan
tetapi berikut ini setidaknya saran yang bisa saya berikan :
1. Membuat daftar gambar.
2. Setiap gambar diberi keterangan berdasarkan babnya.
3. Teknik penulisan harus sistematis
4. Keterangan harus padat dan jelas.
5. Setiap keterangan gambar sebaiknya diberikan contoh konkrit agar pembaca dapat
membandingkan keterangan-keterangannya.
6. Sebelum memasuki isi dari suatu bab hendaknya penulis memberikan keterangan
orientasi contoh aplikasi lain dengan bahasa yang baik agar dapat memotivasi para
pembaca untuk kelanjutan bacaannya.
7. Sebaiknya istilah asing dijelaskan pada bagian daftar istilah, hal ini dimaksudkan
untuk memperjelas penjelasan.
8. Cover/sampul dibuat semenarik mungkin.
9. Ada baiknya penggunaan gaya bahasa dibuat atraktif untung merangsang minat
pembaca.

35