Anda di halaman 1dari 3

Epidemiologi

Mastitis sering terjadi pada wanita menyusui karena penyebabnya adalah statis asi. Pada ibu
menyusui atau wanita laktasi yang mengalami mastitis sebesar 10% -33% dari seluruh dunia. Mastitis
sering terjadi pada minggu kedua kelahiran dan ketiga pasca kelahiran. Sebesar 74%-95% kasus
mastitis dilaporkan terjadi sampai minggu ke dua belas setelah kelahiran. Survey Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012-2013 menunjukkan bahwa 55% ibu menyusui mengalami
payudara bengkak dan mastitis , kemungkinan hal tersebut disebabkan karena kurangnya perawatan
payudara selama kehamilan (DepkesRI, 2012). Sedangkan Survei Demografi dan kesehatan Indonesia
(SDKI) dari tahun 2011-2012 menunjukkan bahwa 55% ibu memngalami mastitis dan putting susu
lecet . Pada 32 orang yang mengalami bendungan ASI, 12 orang (37,5%) mengatakan penyebab
terjadinya bendungan ASI dikarenakan terlambat memberikan ASI, 19 orang (59,37%) mengatakan
terjadi infeksi pada payudara, dan sisanya 1 orang (3,12%) mengatakan bendungan ASI dialami
karena adanya penyakittuberculose. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Pertiwi pada tahun
(2012)dengan judul “faktor-faktor yang mempengaruhi proses laktasi ibu dengan bayi 0-6 bulan di
desa cibeusi kecamatan jatinagor” bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa 47% ibu menunjukkan
bahwa kondisi dan perawatan paydaranya kurang baik, 55% ibu menunjukkan bahwa teknik menyusui
kurang baik. Angka kejadian atau prevalensi mastitis dan abses payudara pada ibu nifas akibat tidak
dilakukan perawatan payudara baik secara nasional, propinsi, maupun kabupaten belum diketahui
secara pasti. Sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo pada tahun 2012, terdapat 3 orang ibu
nifas yang mengalami bengkak payudara, 3 orang ibu nifas mengalami mastitis, 10 orang ibu nifas
mengalami ASI tersumbat dan 11 diantaranya mengalami puting susu lecet (WHO, 2000).
Daftar pustaka:

WHO, 2000. Mastitis Penyebab dan Penatalaksanaan. Geneva: World Health Organization