Anda di halaman 1dari 8

NAMA : DEWI ASTUTI

NIM : S031808012

KELAS :A

Kompetensi Dasar :

3.5 Menjelaskan taksiran keliling dan luas lingkaran

4.4 Menaksir keliling dan luas lingkaran serta menggunakannya untuk


menyelesaikan masalah

Kelas : VI

Miskonsepsi siswa dalam menaksir keliling dan luas lingkaran:

1. Siswa kurang memahami definisi dari keliling, sehingga disaat siswa


menghitung keliling sebuah bidang yang terbentuk dari bagian lingkaran
dan dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran, siswa hanya menghitung keliling
dari bagian lingkaran tanpa menambahkan dengan panjang dua kali jari-
jari lingkaran atau diameter lingkaran.
2. Siswa salah dalam melakukan perhitungan dan memasukkan rumus luas
lingkaran.
3. Siswa mampu memahami apa yang menjadi pertanyaan tetapi tidak
mampu untuk mengidentifikasi operasi atau urutan operasi yang
diperlukan dalam memecahkan masalah, misal siswa salah dalam
menuliskan rumus keliling lingkaran dan menentukan operasi yang
digunakan untuk menentukan jarak yang sudah ditempuh Ali.
4. Siswa masih kesulitan merubah soal cerita yang berhubungan dengan luas
lingkaran ke dalam kalimat matematis.
5. Kesalahan siswa dalam menuliskan model matematika untuk menentukan
hal yang diketahui, menentukan hal yang ditanyakan, mengekspresikan
suatu imajinasi ruang ke dalam gambar, dan mencari informasi lain
sebagai pembantu dalam menyelesaikan soal cerita.

Solusi dari setiap permasalahan di atas tentang menaksir luas dan keliling
lingkaran yaitu:

1. Menerapkan startegi RECT dimana siswa membentuk pengetahuan


melalui mengaitkan (ralating), mengalami (experiencing),
mengaplikasikan (applying), dan bekerjasama (coopertaing). Siswa
membentuk pengetahuan mereka sendiri secara aktif dengan bantuan LKS.
Langkah pertama yang dilakukan siswa adalah mengukur diameter dan
keliling masing-masing alat peraga yang telah dibawa dan mencatat ke
dalam tabel dalam LKS. Siswa mengukur diameter dengan penggaris.
Keliling diukur menggunakan benang dengan cara dililitkan pada alat
peraga, menandai benang, momotong benang, dan terakhir mnegukur
panjang benang.
Setelah siswa mengukur diameter dan keliling semua alat peraga yang
dibawa, siswa menghitung nilai KELILING : DIAMETER dan
memasukkannya pada tabel LKS. Proses ini dengan bantuan LKS
mengarahkan siswa untuk menemukan nilai bilangan π. Setelah siswa
mengetahui bahwa π diperoleh dari Kelilling : Diameter, maka mereka
tidak mengalami kesulitan bahwa Keliling = π x Diameter.
Selanjutnya melalui LKS siswa siswa diarahkan untuk melakukan
penggunaan simbol untuk menyatakan rumus kelililing lingkaran.
Keliling lingkaran = π x d
Namun demikian ketika simbol d diganti r, maka guru perlu membimbing
siswa untuk membuktikan bahwa d = 2 x jari-jari
Perhatikan gambar lingkaran di bawah ini!

Keterangan : garis tengah pada lingkaran disebut diameter, panjang


diamter = 2 kali jari-jari. Jari-jari (radius) biasanya dilambangkan dengan
huruf “r”.
Contoh LKS
Jenis Panjang jari- Panjang Keliling K:d
Lingkaran jari (r) diameter (d) Lingkaran
(K)
Kesimpulan : Dari tabel di atas akan diperoleh hasil pembagian keliling
dibagi diameter (K : d) selalu sama, yaitu π = 3, 14. Harga inilah yang
selanjutnya disebut π ( π = ± 3, 14). Setelah mendapatkan nilai π maka
siswa akan paham bahwa rumus:
𝐾
π=𝑑
K=πxd
Karena d = 2 kali jari-jari = 2 x r, maka:
K= π x 2 x r
=2πr

2. Menerapkan startegi RECT dimana siswa membentuk pengetahuan


melalui mengaitkan (ralating), mengalami (experiencing),
mengaplikasikan (applying), dan bekerjasama (coopertaing). Pertama
siswa dalam keompok membuat 2 lingkaran berukuran sama pada kertas
manila dengan warna yang berbeda. Masing-masing lingkaran dibagi dua
bagian dan menyatukannya bagian-bagian tadi menjadi lingkaran baru
dengan dua warna berbeda seperti pada gambar.

Salah satu lingkaran AB selanjutnya dipotong menjadi 12 bagian yang


sama dan disusun sebagai berikut:

Siswa diminta menentukan ukuran “panjang” dan “lebar” bentuk di atas.


Pada tahap ini kelompok dengan mudah menyatakan bahwa “panjang”nya
1 1
adalah Keliling dan “lebarnya” adalah jari-jari atau diameter. Untuk
2 2
membuktikannya beberapa siswa mengukur dengan penggaris untuk
memastikan bahwa “lebar”nya sama dengan jari-jari lingkaran yang
mereka buat pertama kali.
Selanjutnya siswa diminta membagi lingkaran AB kedua menjadi bagian-
bagian yang sama sebanyak mungkin dan menyusun kembali seperti pada
lingkaran AB pertama. Pada tahap ini, siswa dalam kelompok nampak
bekerja dengan akif dan senang. Ada yang memotong, ada yang
mengelem, dan ada yang menempel. Pada LKS megarahkan siswa untuk
menyadari bahwa potongan tadi setelah disusun kembali akan membentuk
1
“persegipanjang” dengan panjang 2 𝐾 dan lebar r, sehingga luasnya adalah
1
( 2 𝐾 𝑥 𝑟 ). Karena persegipanjang tersebut diperoleh dari lingkaran
dengan jari-jari r, maka luas lingkaran sama dengan luas persegipanjang.
Melalui bimbingan guru siswa membuktikan bahwa:
Llingkaran = Lpersegipanjang
=pxl
1
=2Kxr
1
= 2 (2𝜋𝑟)𝑥 𝑟, K = 2πr
= π r2
Kemudian siswa diminta mengganti simbol r dengan d melalui hubungan
1
d = 2r atau r = 2 d, akhirnya siswa dapat memperoleh:
1 𝟏
Llingkaran = π( 2 d)2 = 𝟒 πd2

3. Melalui pembelajaran berbasis masalah problem based learning yaitu


model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal
dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Hal yang
dapat dilakukan guru untuk menghindari adanya kesalahan pada peserta
didik dalam menyelesaikan soal pemecahan di bawah ini, sebaiknya guru
lebih menekankan pada pemahaman konsep, peserta didik tidak hanya
menghafal sehingga ketika diberi soal dalam bentuk apapun peserta didik
tidak kebingungan. Selain itu perlu juga memberikan soal-soal yang
mengasah kemampuan mengitung dan memanipulasi numerik, agar
peserta didik terampil dalam menghitung dan memanipulasi numerik.
Contoh soal:
Sebuah taman berbentuk lingkaran dengan diamter 5 meter. Ali berlari
mengelilingi taman itu satu kali putaran. Berapa meter jarak yang telah
ditempuh Ali?
Jarak yang ditempuh Ali sama dengan keliling taman yang berbentuk
lingkaran tersebut. Dapatkah kamu mencari keliling lingkaran jika
diketahui diameternya?
Langkah 1 guru bersama siswa mengidentifikasi hal yang diketahui
dari soal yaitu diameter = 5 m.
Langkah ke 2 guru menulis langkah-langkah menyelesaikan masalah
soal cerita tersebut secara runtut yaitu:
a. Diket :
1 1
d = 5 m, maka r = 2 d = 2 5 = 2,5 𝑚
b. Ditanya : Berapa meter jarak yang telah ditempuh Ali? (Jarak yang
ditempuh Ali lari satu putaran sama dengan keliling dari sebuah
taman)
c. Jawab :
K=πxd
= 3,14 x 5 m = 15,7 m
K=2πr
= 2 x 3,14 x 2,5 m = 15,7 m
d. Kesimpulan : jadi jarak yang sudah ditempuh Ali untuk mengeilingi
taman sebanyak satu putaran adalah 15,7 m.

4. Melalui pembelajaran berbasis masalah problem based learning yaitu


model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal
dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Hal yang
dapat dilakukan guru untuk menghindari adanya kesalahan pada peserta
didik dalam menyelesaikan soal pemecahan di bawah ini, sebaiknya guru
lebih menekankan pada pemahaman konsep, peserta didik tidak hanya
menghafal sehingga ketika diberi soal dalam bentuk apapun peserta didik
tidak kebingungan. Selain itu perlu juga memberikan soal-soal yang
mengasah kemampuan mengitung dan memanipulasi numerik, agar
peserta didik terampil dalam menghitung dan memanipulasi numerik.
Contoh soal:
Sebuah waduk berbentuk lingkaran dengan luas 70.650 m2 akan ditanami
pohon di tepinya. Hitunglah:
a. Diameter waduk,
b. Keliling waduk
c. Banyak pohon yang ditanam, jika jarak antar pohon 6 m.
Langkah ke-1 guru bersama siswa mengidentifikasi hal yang diketahui
dari soal yaitu luas waduk = 70.650 m2.
Langkah ke-2 untuk mencari diameter kita dapat menggunakan rumus
𝟏
luas lingkaran yaitu: 𝟒 πd2
Langkah ke-3 guru menulis langkah-langkah menyelesaikan masalah
soal cerita tersebut secara runtut yaitu:
a. Diketahui :
L = 70.650 m2
b. Ditanya :
1) Diameter waduk?
2) Keliling waduk?
3) Banyak pohon yang ditanam, jika jarak antar pohon = 6 m?
c. Jawab :
𝟏
1. L = 𝟒 πd2
1 𝟐𝟐
70.650 m2 = 4 x x d2
𝟕
70650 x 4 x 7
m2 = d2
22
√89.918,18 m2 = d
299,86 m = d
2. K = π x d
= 3,14 x 299,86 m = 941,5604 m
K=2πr
= 2 x 3,14 x 149,93 m = 941,5604 m
Keliling waduk
3. Banyak pohon = jarak antar pohon

942 m
= = 157
6m
d. Kesimpulan :
1) Jadi, diameter waduk tersebut adalah 299,86 m.
2) Jadi, keliling waduk tersebut adalah 941,5604 m.
3) Jadi banyak pohon yang ditanam dengan jarak 6 m sebanyak 157
pohon.

5. Langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu


memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, melaksanakan
rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali jawaban. Tahap-
tahap tersebut harus dimiliki siswa untuk dapat memecahkan masalah
matematika. Miskonsepsi yang sering dihadapi siswa yaitu pada langkah:
a. Memahami masalah
Miskonsepsi yang dialami siswa dalam memahami masalah soal cerita
berkaitan dengan interpretasi makna bahasa dan memaknai gambar
pada soal cerita. Penyebab miskonsepsi pada aspek memahami bahasa
adalah kemampuan matematika siswa yang rendah dan reasioning
(penalaran) siswa yang tidak lengkap/salah.
b. Membuat rencana pemecahan masalah
Siswa pada aspek merencanakan pemecahan masalah adalah
miskonsepsi dalam menghubungkan antara data yang dimiliki kondisi
apa yang ada dengan data yang dicari. Siswa mengkonstruksi
kebermaknaannya sendiri dalam menghubungkan antar konsep satu
dengan yang lain.
Solusi : Siswa harus banyak diberikan banyak latihan dengan tipe soal
yang berbeda dalam soal cerita. Ketika guru menjelaskan paham, namun
ketika siswa diberikan soal dengan tipe yang sama dengan konteks yang
berbeda siswa mengalami kebingungan dalam memahami masalah.
Contoh soal:
A. Sebuah ban mobil memiliki panjang jari-jari 30 cm. Ketika mobil
tersebut berjalan, ban mobil tersebut berputar sebanyak 100 kali.
Tentukan:
a. Diameter ban mobil,
b. Keliling ban mobil
c. Jarak yang ditempuh mobil.
Langkah ke-1 guru bersama siswa mengidentifikasi hal yang diketahui
dari soal yaitu jari-jari = 30 cm.
Langkah ke-2 untuk mencari diameter kita dapat menggunakan rumus
yaitu: d = 2r
Langkah ke-3 guru menulis langkah-langkah menyelesaikan masalah
soal cerita tersebut secara runtut yaitu:
a. Diket :
r = 30 cm
n = 100 kali
b. Ditanya :
1) Diameter ban mobil?
2) Keliling ban mobil?
3) Jarak yang ditempuh mobil?
c. Jawab :
1. d = 2r
d = 2 x 30 cm = 60 cm
2. K = π x d
= 3,14 x 60 cm = 188,4 cm
K=2πr
= 2 x 3,14 x 30 cm = 188,4 cm
3. Jarak = keliling x banyak putaran
=Kxn
= 188,4 cm x 100
= 18840 cm
4. Kesimpulan :
1) Jadi, diameter ban tersebut adalah 60 cm.
2) Jadi, keliling ban tersebut adalah 188,4 cm.
3) Jadi jarak yang ditempuh mobil adalah 18840 cm atau 188,4 m.

B. Sebuah lapangan berbentuk lingkaran dengan keliling 88 m,


tentukanlah luas lapangan tersebut.
Langkah ke-1 guru bersama siswa mengidentifikasi hal yang diketahui
dari soal yaitu keliling = 88 m.
Langkah ke-2 untuk mencari jari-jari terlebih dahulu kita dapat
menggunakan rumus yaitu: K = 2 π r
Langkah ke-3 untuk mencari luas menggunakan rumus: L = π r2
Langkah ke-4 guru menulis langkah-langkah menyelesaikan masalah
soal cerita tersebut secara runtut yaitu:
a. Diket :
K = 88 m
b. Ditanya : Luas lingkaran?
c. Jawab :
K =2πr
88 m = 2 x 3,14 x r
88
m= r
2 x 3,14
r = 14,01 m

L = π r2

= 3,14 x (14,01 m)2

= 3,14 x 196,28 m2
= 616,32 m2
d. Kesimpulan : Jadi luas lapangan tersebut adalah 616,32 m2.