Anda di halaman 1dari 30

Pendekatan Pengembangan

Kurikulum

Kelompok II
1. Devi Retnaningsih (S031808010)
2. Dewi Astuti (S031808012)
PENGEMBANGAN
KURIKULUM DI SD

Pendekatan Model
Perbandingan
Pengembangan Pengembangan
Kurikulum
Kurikulum Kurikulum

Jenis
Pengertian Pengertian Jenis Model
Pendekatan
Pendekatan Pengembangan
Kurikulum
1. Pengertian Pendekatan Pengembangan
Kurikulum
APA YANG DIMAKSUD DENGAN
PENDEKATAN PENGEMBANGAN
KURIKULUM?
Cara kerja dengan menerapkan strategi dan metode
yang tepat dengan mengikuti langkah-langkah
pengembangan yang sistematis untuk menyusun
kurikulum yang sama sekali baru (curriculum
construction), bisa juga menyempurnakan
kurikulum yang telah ada (curuculum
improvement) sehingga menghasilkan kurikulum
yang lebih baik.
2. Jenis- jenis Pendekatan
Pengembangan Kurikulum
Jenis-jenis Pendekatan
Pengembangan Kurikulum
Pendekatan Bidang Studi

Pendekatan Berorientasi pada Tujuan

Pendekatan Pola Organisasi Bahan

Pendekatan Rekonstuksionalisme

Pendekatan Humanistik

Pendekatan Akuntabilitas

Pendekatan Teknologi
1. Pendekatan Bidang Studi / Pendekatan Subjek/ Disiplin Ilmu

Pendekatan ini menitik beratkan pada penggunaan bidang studi


atau mata pelajaran sebagai dasar dalam pengorganisasian
kurikulum.
Tujuan kurikulum subjek akademik adalah pemberian
pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan
ide-ide dan proses pembelajaran.
2. Pendekatan Berorientasi pada Tujuan

Pelaksanaan pendekatan ini menempatkan rumusan


atau tujuan yang hendak dicapai pada posisi sentral
karena tujuan merupakan pemberi arah dalam
pelaksanaan proses belajar mengajar.
Prioritas pendekatan ini adalah penalaran
pengetahuan. Merumuskan suatu tujuan bukanlah
pekerjaan yang sederhana, diperlukan keahlian,
pengalaman, dan keterampilan yang mantap.
3. Pendekatan dengan Pola Organisasi Bahan

 Pendekatan pola mata pelajaran (Subject Matter Curriculum)


Menekankan pada pemisahan mata pelajaran menjadi beberapa bagian.
 Pendekatan dengan pola korelasi (Correlated Curriculum)
Mengelompokkan beberapa mata pelajaran (bahan) yang saling
berhubungan.
 Pendekatan pola integrasi (Integrated Curriculum)
Memadukan bagian-bagian menjadi keseluruhan yang mempunyai arti
tertentu. Dalam konteks ini, mata pelajaran tidak diajarkan secara terpisah-
pisah, namun harus terjalin dalam suatu keutuhan yang meniadakan batas
tertentu dari masing-masing bahan pelajaran.
4. Pendekatan Rekonstruksionalisme

Menempatkan masalah-masalah penting yang dihadapi


masyarakat, Dalam kurikulum. Tujuan utama adalah
menghadapkan peserta didik pada tantangan, ancaman,
hambatan-hambatan atau gangguan-gangguan yang dihadapi
manusia.
5. Pendekatan Humanistik

Pendekatan ini menempatkan peserta didik pada posisi sentral


(studentcentered) dan perkembangan afektif siswa sebagai
prasyarat dan merupakan bagian integral dari proses belajar.
Tujuan pendidikannya adalah proses perkembangan pribadi
yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan, integritas,
dan otonomi kepribadiaan, sikap yang sehat terhadap diri
sendiri, orang lain, dan belajar.
6. Pendekatan Akuntabilitas

Pendekatannya yang dikenal sebagai scientific management


atau manajemen ilmiah menetapkan tugas-tugas spesifik yang
harus diselesaikan siswa dalam waktu tertentu. Untuk
memenuhi tuntutan itu, pengembang kurikulum mendesain
tujuan pelajaran yang dapat mengukur prestasi belajar siswa.
Implikasinya, perguruan tinggi menerapkan seleksi akademis
yang ketat sebagai syarat memasuki universitas.
7. Pendekatan Teknologi

Kehadiran teknologi perlu di manfaatkan oleh dunia


pendidikan dalam upaya pemerataan kesempatan,
peningkatan mutu, relevansi dan efesiensi pendidikan.
Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan
khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk, yaitu
bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware).
Model Pengembangan
Kurikulum
MODEL PENGEMBANGAN
KURIKULUM
Model Pengembangan kurikulum adalah
model yang digunakan untuk
mengembangkan suatu kurikulum, dimana
pengembangan kurikulum dibutuhkan
untuk memperbaiki atau
menyempurnakan kurikulum yang dibuat
untuk dikembangkan sendiri baik dari
pemerintah pusat, pemerintah daerah atau
sekolah.
3. Model-model Pengembangan Kurikulum
Berikut ini model-model pengembangan kurikulum:
1. Model Ralph Tyler
2. Model Hilda Taba
3. Model Harold B. Alberty
4. Model David Warwick
5. Model Beauchamp
6. Model Administratif
7. Model Grass Roots
8. Model Miller-Seller
Model Ralph Tyler
Tyler merumuskan empat tahap yang harus dilakukan dalam
pengembangan kurikulum:
1. Menentukan tujuan pendidikan
Ada tiga aspek yang harus dipertimbangkan sebagai sumber
dalam penentuan tujuan pendidikan menurut Tyler:
a. Hakikat peserta didik;
b. Kehidupan masyarakat masa kini;
c. Pandangan para ahli bidang studi
2. Menentukan Proses Pembelajaran
3. Menentukan Organisasi Pengalaman Belajar
4. Menentukan Evaluasi Belajar
Model Hilda Taba
Pengembangan kurikulum yang dilakukan guru dan
memposisikan guru sebagai inovator dalam pengembang
kurikulum. Langkah-langkah model Taba:
1. Mengadakan unit-unit eksperimen bersama dengan
guru-guru
2. Menguji unit eksperimen
3. Mengadakan revisi dan konsolidasi
4. Pengembangan keseluruhan kurikulum
5. Implementasi dan desiminasi
Model Harold B. Alberty
Unsur penting dalam pengembangan kurikulum adalah unit
sumber belajar. Langkah-langkah pengembangan kurikulum
dalam model Alberty :
1. Menentukan Falsafah dan Tujuan
2. Menentukam Ruang Lingkup Materi Pembelajaran
3. Menentukan Kegiatan Pembelajaran
4. Menentukan Sumber Belajar (Bibliografi) dan Alat Belajar
5. Menentukan Evaluasi
6. Menyusun Panduan atau Petunjuk tentang Cara
Menggunakan Unit Sumber
Model David Warwick
David Warwick mengemukakan model pengembangan kurikulum yang bersifat “deduktif”.
Menurut Nasution, S (Sukiman, 2015:79), langkah-langkah pengembangan kurikulum
sebagai berikut:
1. Menyusun suatu kurikulum ideal secara umum tentang apa yang ingin dicapai oleh
lembaga pendidikan sekolah.
2. Mempertimbangkan segala sumber yang tersedia yang dapat mendukung berhasilnya
program itu pada tingkat nasional, lokal, maupun lembaga pendidikan/ sekolah.
3. Lembaga pendidikan sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan
memperhatikan adanya hambatan atau kendala.
4. Mempertimbangkan fakator-faktor yang mendukung serta membatasi terlaksananya
kurikulum yang ideal
5. Membuat desain kurikulum dengan memperhatikan aspeknya
6. Mengadakan perincian lebih lanjut tentang bahan pelajaran yang sudah dipilih dalam
berbagai bidang pengetahuan dalam forum pleno
7. Menemukan strategi proses pembelaran yang efektif untuk mencapai tujuan
pengajaran.
8. Menentukan alokasi waktu bagi masing-masing pokok bahasan atau sub-pokok
bahasan
Model Beauchamp
Beauchamp (Sukiman, 2015: 80) mengemukakan
lima langkah dalam pengembangan suatu
kurikulum, yaitu :
1. Menentukan area atau wilayah yang akan
dicakup oleh kurikulum
2. Menetapkan personalia
3. Organisasi dan prosedur pengembangan
kurikulum
4. Implementasi kurikulum
5. Evaluasi kurikulum
Model Administratif
Pengembangan kurikulum model ini
disebut juga dengan istilah dari atas ke
bawah, artinya pengembangan kurikulum
ini merupakan ide awal dan
pelaksanaannya dimulai dari para pejabat
tingkat atas pembuat keputusan dan
kebijakan berkaitan dengan dengan
pengembangan kurikulum.
Model Grass Roots
Model pengembangan kurikulum yang dimulai dari arus bawah.
Pengembangan kurikulum ini diawali atau dimulai dari gagasan
guru-guru sebagai pelaksana pendidikan di sekolah. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan
kurikulum Grass Roots:
1. Guru harus memiliki kemampuan yang profesional
2. Guru harus terlibat penuh dalam perbaikan kurikulum.
3. Guru harus terlibat langsung dalam perumusan tujuan,
pemilihan bahan, dan penentuan evaluasi.
4. Seringnya pertemuan kelompok dalam pembahasan
kurikulum yang akan berdampak terhadap pemahaman guru
dan akan menghasilkan konsensus tujuan, prinsip, maupun
rencana-rencana.
Model Miller-Siller
Pengembangan kurikulum kombinasi dari model
transmisi (Gagne) dan model transaksi (Taba &
Robinson), dengan tahapan pengembangan sebagai
berikut:
1. Klarifikasi Orientasi Kurikulum
2. Pengembang Tujuan
3. Identifikasi Model Mengajar
4. Implementasi
CONTOH PERBEDAAN
KURIKULUM INDONESIA
DENGAN KURIKULUM RUSIA
TUJUAN KURIKULUM

Indonesia Rusia
Tujuan kurikulum di Indonesia meliputi Tujuan kurikulum di Rusia tidak jauh
tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian berbeda dengan Indonesia, yaitu tujuan
dan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, negara federasi dan Selebihnya negara
satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh memberikan kebebasan yang luas kepada
sebab itu kurikulum disusun oleh satuan masing-masing lembaga untuk
pendidikan untuk memungkinkan merumuskan tujuan kurikulumnya. Negara
penyesuaian program pendidikan dengan 40 % dan lembaga 60 %.
kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Tujuan kurikulum kedua negara tersebut sangat potensial
dalam rangka mencetak generasi penerus yang bermoral
dan memiliki kecakapan hidup yang variatif. Di samping
itu, pemberian kebebasan yang luas kepada daerah dan
satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum,
mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia
adalah salah satu langkah untuk meningkatkan mutu dan
daya saing pendidikan baik secara nasional maupun
internasional.
Struktur Kurikulum
Indonesia Rusia
Struktur kurikulum pendidikan dasar di Sedangkan di Rusia untuk siswa pada
Indonesia untuk kelas 1-3 mata kelas 1 sudah diberikan mata pelajaran
pelajaran yang diberikan adalah sama dengan berbagai jenis mata pelajaran, hal
yaitu tematik. Mata pelajaran teknologi tersebut diharapkan agar mampu
baru diperoleh pada waktu anak duduk di memberikan persiapan kepada peserta
jenjang sekolah menengah didik untuk jenjang pendidikan yang
lebih tinggi, serta mampu beradaptasi
karena sudah memiliki dasar pada
waktu kelas 1. berbeda dengan
Indonesia.
Analisis kebutuhan dan perubahan (rapidly
changing) seperti sosiologis, psikologis
dan teknologi harus menjadi perhatian
pengembang kurikulum, hal tersebut akan
berdampak terhadap struktur kurikulum
dan output serta outcome dari kurikulum
tersebut.