Anda di halaman 1dari 4

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN UPH

PROFESI NERS KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)

ANALISIS & SINTESIS TINDAKAN KEPERAWATAN

Tindakan mandiri pemberian makan via NGT

Nama Klien (Initial) : Ny. Y


AST 5
No. Rekam Medis : BCI. 00-21-23-54
Usia : 64 tahun
Diagnosa Medis : NSTEMI, DM
Tanggal Masuk : 31 January 2019
Tanggal Tindakan : 14 Februari 2019
Nama Praktikan : Sisilia Desiana Nduru
NIM : 01503180264
Pembimbing : Ns. ALICE PANGEMANAN, M.Kep.
No Kriteria Nilai
1 Diagnosa Keperawatan (PE): /10
Defisit perawatan diri: makan b.d. gangguan musculoskeletal
(NANDA Internasional, 2015)
2 Data Subjekif: /10
- Keluarga klien mengatakan klien tidak bisa mengunyah makanannya
- Keluarga klien mengatakan klien sulit untuk membuka mulut
- Keluarga klien mengatakan klien tidak mampu untuk makan sendiri
3 Data Objektif: /10
Pemeriksaan fisik
- Klien tampak lemas
- Klien tidak mampu membuka mulut
- Klien tidak mampu untuk duduk dan makan sendiri
- Klien terpasang selang NGT pada lubang hidung sebelah kiri
- GCS 13 (E3M5V5)
Terapi
- Sulcrafat 15ml TDS
4 Langkah-langkah Tindakan Keperawatan yang dilakukan: /10
- Melakukan kontrak dengan klien
- Menyiapkan susu dan kateter tip NGT yang bersih*
- Mencuci tangan
- Menanyakan nama dan tanggal lahir klien*
- Menerangkan prosedur pada klien*
- Mengatur posisi semifowler*
- Menggunakan sarung tangan
- Memasang kateter tip NGT dan cek kepatenan*
- Mengaspirasi residu*
- Memberikan susu secara perlahan sebanyak 200ml*
- Memberikan air putih untuk membilas selang sebanyak 50ml*
- Mengevaluasi respon klien*
- Merapihkan alat
- Mencuci tangan
5 Dasar Pemikiran: /15
Menurut Alwi (2009) dalam penelitian yang ditu;is oleh Irfan Setyanto (2018)
dikatakan bahwa Infark Miokard Akut diklasifikasikan berdasarkan hasil EKG
menjadi Infark Miokard Akut ST-elevasi (STEMI) dan Infark Miokard non
ST-elevasi (NSTEMI). Infark Miokard non ST-elevasi (NSTEMI) terjadi oklusi
yang tidak menyeluruh dan tidak melibatkan seluruh miokardium, sehingga
pada pemeriksaaan EKG tidak ditemukan adanya elevasi segmen ST.
Menurut panduan skill lab yang dibuat oleh fakultas kedokteran universitas Sultan
Hassanudin (2018) dikatakan bahwa NGT (Nasogastrik Tube) merupakan sebuah
selang yang dimasukan melalui hidung, melewati esofagus dan berakhir di
lambung yang digunakan untuk beberapa indikasi medis. Indikasi pemasangan
NGT diantaranya adalah mengeluarkan cairan lambung, pemberian nutrisi pada
pasien yang tidak dapat menelan,
6 Prinsip Tindakan: /5
Bersih
7 Analisa Tindakan Keperawatan: /15
Pada klien yang tidak mampu makan sendiri dan menelan, penggunaan NGT
merupakan salah satu alternative dalam memberikan nutrisi kepada pasien.
Pemberian nutrisi lewat NGT harus memperhatikan ketinggian kepala dari klien,
harus 45o agar saat pemberian nutrisi kepada klien tidak terjadi aspirasi.
Pemberian tindakan ini cukup dan tidak perlu adanya modifikasi lagi. Menurut
coordinator penulis panduan skill lab (2018) ada beberapa indikasi pemasangan
NGT diantaranya adalah mengeluarkan cairan lambung, pemberian nutrisi pada
pasien yang tidak dapat menelan, Pada kali ini klien tidak mampu menelan dan
makan secara mandiri, sehingga pemberian nutrisi melalui NGT sangatlah tepat.
8 Bahaya yang dapat terjadi? (Komponen Bahaya dan Pencegahan) Bahaya : /10
Bahaya dan pencegahan:
Bahaya
Masuk kedalam saluran pernapasan karena klien sebelumnya menarik-
narik selang tanpa sepengetahuan perawat
Pencegahan
Selalu lakukan cek kepatenan dimana ujung selang NGT tersebut
9 Hasil yang didapat: /5
S:
- Keluarga klien mengatakan klien tidak bisa mengunyah makanannya
- Keluarga klien mengatakan klien sulit untuk membuka mulut
- Keluarga klien mengatakan klien tidak mampu untuk makan sendiri
O:
Pemeriksaan fisik
- Klien tampak lemas
- Klien tidak mampu membuka mulut
- Klien tidak mampu untuk duduk dan makan sendiri
- Klien terpasang selang NGT pada lubang hidung sebelah kiri
- GCS 13 (E3M5V5)
Terapi
Sulcrafat 15ml TDS
A:
Defisit perawatan diri: makan belum teratasi, klien belum mampu makan secara
mandiri
P:
- Pertahankan posisi semi fowler
- Berikan terapi sesuai IMR
- Pantau tanda- tanda vital
10 Evaluasi Diri: /5
Kelebihan :
Saya mampu memberikan tindakan secara mandiri
Kekurangan:
Saya tidak merasa ada kekurangan dalam melakukan tindakan ini
11 Daftar Pustaka : /5
Bulechek, Gloria. (2016). Nursing Intervention Classification (NIC). Singapore:
ELSEVIER
Bare, B.G.; Smeltzer, S. C.. (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.
Jakarta: EGC
Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Hasanudin. (2018). CLINICAL SKILL
LAB (CSL) SISTEM GASTROENTEROHEPATOLOGI. Diakses dari
https://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2018/01/Manual-
CSL-5-Pemasangan-NGT.pdf
NANDA Internasional. (2015). NANDA INTERNASIONAL: DIAGNOSIS
KEPERAWATAN DEFINISI & KLASIFIKASI 2015- 2017. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC
Nugroho, Irfan Setyanto. (2018). PERBEDAAN KADAR SGOT PADA PASIEN
ST-ELEVASI MIOKARD INFARK (STEMI) DAN NON-ST ELEVASI
MIOKARD INFARK (NSTEMI) DI RSUD Dr. MOEWARDI. Diakses
dari: http://eprints.ums.ac.id/58769/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf
Nilai