Anda di halaman 1dari 32

Senin, 22 Oktober 2018

Laporan Praktikum Biokimia

ISOLASI PATI DARI KENTANG

AIDUL

H031 17 1008

KELOMPOK 1

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
Laporan Praktikum Biokimia

ISOLASI PATI DARI KENTANG

Disusun dan diajukan oleh:

AIDUL

H031 17 1008

Laporan ini telah diperiksa dan disetujui oleh:

Dosen penanggung jawab praktikum Asisten

Dra. Seniwati Dali, M.Si Nuryanti___


NIP. 195812311988032003 H311 14 028
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Energi yang diperlukan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dapat

diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Pada umumnya, bahan-bahan makanan

mengandung tiga kelompok senyawa kimia, yaitu protein, lemak dan karbohidrat.

Ketiga unsur utama ini memiliki peranan penting, termasuk karbohidrat yang

merupakan sumber energi bagi tubuh, utamanya pada otot dan otak. Energi tersebut

dibutuhkan mulai dari bernapas hingga aktivitas tubuh yang lebih intens seperti

berlari. Tanpa adanya karbohidrat, kemungkinan aktivitas yang dilakukan akan

terhambat (Lim dkk., 1992).

Karbohidrat yang berasal dari makanan mengalami metabolisme di dalam

tubuh. Hasil metabolisme karbohidrat antara lain adalah glukosa yang terdapat dalam

darah dan glikogen yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada

jaringan otot sebagai sumber energi. Jadi ada bermacam-macam senyawa yang

termasuk dalam golongan karbohidrat ini (Poedjiadi dan Supriyanti, 1994).

Pati atau amilum merupakan polisakarida yang terdapat banyak di alam pada

sebagian besar tumbuhan. Pati atau amilum terdapat pada daun, batang, biji dan

umbi-umbian. Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya

adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya adalah

amilopektin (Ngili, 2009).

Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan percobaan mengenai isolasi pati

dari kentang dengan tujuan untuk mengetahui kadar amilum pada kentang dan cara

uji iodida pada amilum.


1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan

1.2.1 Maksud Percobaan

Maksud dalam percobaan ini adalah untuk mempelajari dan memahami

teknik isolasi pati dari kentang dan uji amilum dengan iodida dalam berbagai

keadaan.

1.2.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dalam percobaan ini adalah untuk:

1. menentukan kadar amilum pada kentang.

2. menguji reaksi antara amilum dengan iodida pada suasana asam, basa dan

netral.

1.3 Prinsip Percobaan

1.3.1 Isolasi Starch dari Kentang

Prinsip dalam percobaan ini adalah menentukan kadar amilum pada kentang

dengan cara homogenasi, penyaringan, dekantasi menggunakan akuades dan etanol,

dan pemanasan sampai diperoleh starch murni.

1.3.2 Uji Iodida untuk Starch

Prinsip dalam percobaan ini adalah menguji reaksi antara amilum dengan

iodida pada suasana asam, basa dan netral dengan cara penambahan H2O, HCl dan

NaOH, penambahan iodin, pemanasan, dan pendinginan. Hasil uji positif ditandai

dengan perubahan warna.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karbohidrat

Karbohidrat adalah campuran aldehid atau keton dengan berbagai kelompok

hidroksil. Karbohidrat menyusun kebanyakan senyawa organik di atas bumi karena

mempunyai fungsi dalam setiap sisi kehidupan. Karbohidrat bertindak sebagai

gudang energi, bahan bakar dan metabolit intermediet. Gula ribosa dan deoksiribosa

membentuk bagian dari kerangka struktural RNA dan DNA. Karbohidrat berkaitan

dengan protein dan lipid. Karbohidrat memiliki peranan utama dalam interaksi antar

sel dan interaksi antara sel dengan unsur lain dalam sel (Adugna dkk., 2004).

Karbohidrat sangat penting karena merupakan penyusun utama dalam suatu

tumbuhan. Karbohidrat adalah biomolekul yang paling melimpah di bumi. Proses

fotosintesis setiap tahun mengonversi lebih dari 100 miliar ton karbon dioksida

(CO2) dan air (H2O) ke selulosa dan tanaman lainnya. Pada hewan, karbohidrat

berfungsi sebagai sumber energi utama dan pendukung jaringan tubuh hewan

(Mustapha dan Babura, 2009).

Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hidrogen dan oksigen.

Jumlah atom hidrogen dan oksigen memiliki perbandingan 2 : 1 seperti pada molekul

air. Sebagai contoh, molekul glukosa mempunyai rumus kimia C6H12O6. Oleh karena

itu, dahulu orang berkesimpulan bahwa terdapat air dalam karbohidrat. Karena hal

inilah dipakai kata karbohidrat yang berasal dari kata karbon yang berarti

mengandung unsur karbon dan hidrat yang berarti air. Walaupun pada kenyataannya

senyawa karbohidrat tidak mengandung molekul air, namun kata karbohidrat tetap

digunakan di samping nama lainnya yaitu sakarida. Ada beberapa senyawa yang
mempunyai rumus empiris seperti karbohidrat tetapi bukan karbohidrat, misalnya

asam asetat (C2H4O2) dan formaldehida (CH2O) atau lazim ditulis HCHO. Dengan

demikian senyawa yang termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus

empirisnya saja, tetapi yang penting ialah rumus strukturnya. Dari rumus struktur

akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang terdapat pada molekul

karbohidrat. Gugus-gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut.

Berdasarkan gugus yang ada pada molekul karbohidrat, maka karbohidrat dapat

didefinisikan sebagai polihidroksialdehida atau polihidroksiketon serta senyawa yang

menghasilkan gugus aldehida atau keton pada proses hidrolisis reaksi-reaksi kimia

(Poedjiadi dan Supriyanti, 1994).

2.2 Kentang

Kentang terkenal karena kandungan karbohidratnya (sekitar 26 gram dalam

kentang medium). Klasifikasi kentang berdasarkan Distan (2012) adalah sebagai

berikut:

kingdom : Plantae

sub kingdom : Tracheobionta

super divisi : Spermatophyta

divisi : Magnoliophyta

kelas : Magnoliopsida

sub kelas : Asteridae

ordo : Solanales

famili : Solanaceae

genus : Solanum

spesies : Solanum tuberosum L.


Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang

memiliki umbi batang yang dapat dimakan. Umbi kentang sekarang telah menjadi

salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan

dari Amerika Selatan. Hal Ini dikarenakan kentang mengandung karbohidrat sebagai

sumber energi (Aryadi dan Anggraini, 2010).

2.3 Amilum

Amilum merupakan polisakarida yang paling melimpah di alam pada

sebagian besar tumbuhan. Amilum sering juga disebut sebagai pati. Amilum tersusun

atas polimer glukosa yaitu amilosa sekitar 20-28% dan sisanya yaitu amilopektin.

Ukuran molekul amilopektin lebih besar daripada molekul amilosa karena terdiri atas

1000 unit glukosa. Sedangkan amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang

terikat dengan ikatan α-1,4-glikosidik, yang molekulnya merupakan rantai terbuka

(Poedjiadi dan Supriyanti, 1994).

Butir-butir pati apabila diamati dengan menggunakan mikroskop, ternyata

berbeda-beda bentuknya, tergantung dari jenis tumbuhannya. Bentuk butir pati yang

berasal dari kentang berbeda dengan yang berasal dari terigu atau beras. Butir-butir

pati tidak larut dalam air dingin tetapi apabila suspensinya dalam air dipanaskan,

maka akan terbentuk suatu larutan koloid yang kental. Larutan koloid ini apabila

diberi larutan iodium akan berwarna biru. Warna biru tersebut disebabkan oleh

molekul amilosa yang membentuk senyawa (Ngili, 2009).

Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga

menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim

amilase. Dalam ludah dan di dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat

amilase yang bekerja terhadap amilum. Amilum diubah menjadi maltosa dalam

bentuk β-maltosa oleh enzim amilase (Poedjiadi dan Supriyanti, 1994).


BAB III

METODE PERCOBAAN

3.1 Bahan Percobaan

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah kentang, larutan

amilum 1%, akuades, HCl 6 M, NaOH 6 M, larutan etanol 95%, iodin 0,01 M,

kertas saring Whattman No. 42, kertas label, sunlight, dan tissue roll.

3.2 Alat Percobaan

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah neraca Ohaus, pisau,

blender, kain saring tipis, gelas kimia, gelas ukur, corong, erlenmeyer, desikator,

neraca analitik, tabung reaksi, rak tabung, pipet tetes, vortex, hot plate, batang

pengaduk, sendok tanduk, cawan petri, labu semprot, dan sikat tabung.

3.3 Prosedur Percobaan

3.3.1 Isolasi Starch dari Kentang

Kentang yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu dengan air bersih,

lalu dikupas dan dipotong dalam beberapa bagian. Kemudian ditimbang sebanyak

75 gram. Lalu dihaluskan dengan menggunakan blender selama 1 menit, kemudian

dihomogenasikan dengan 100 mL akuades sehingga terbentuk suspensi. Campuran

tersebut disaring dengan kain saring putih dan cairannya ditampung dalam gelas

kimia sedangkan residunya dibuang. Cairan tersebut dikocok lalu dibiarkan

mengendap. Setelah terbentuk endapan, cairan tersebut didekantasi dengan 50 mL

akuades dan dibiarkan mengendap. Setelah terbentuk endapan putih, filtrat di atasnya

dibuang. Kemudian didekantasi lagi dengan 50 mL akuades, dibiarkan mengendap


hingga terbentuk endapan putih dan dibuang filtrat di atasnya. Selanjutnya endapan

putih didekantasi dengan 25 mL larutan etanol 95%. Kemudian disaring

menggunakan kertas saring Whattman No. 42 dengan corong. Setelah itu, starch

tersebut dikeringkan dalam desikator dan setelah kering ditimbang. Hasil

penimbangan dicatat dan dihitung kadar amilum dalam kentang.

3.3.2 Uji Iodida untuk Starch

Tiga buah tabung reaksi disediakan, masing-masing diisi dengan 3 mL

larutan amilum 1%. Setelah itu, tabung reaksi pertama ditambahkan akuades, tabung

reaksi kedua ditambahkan NaOH 6 M dan tabung reaksi ketiga ditambahkan dengan

HCl 6 M masing-masing 2 tetes, lalu dihomogenkan. Kemudian, masing-masing

tabung ditambahkan lagi larutan iodin 0,01 M sebanyak 3 tetes dan dihomogenkan,

lalu diamati perubahannya. Setelah itu, tabung reaksi dipanaskan dalam gelas kimia

menggunakan hot plate sampai larutan berwarna bening. Setelah bening, tabung

reaksi kembali didinginkan, kemudian diamati dan dicatat perubahan warna yang

terjadi.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

4.1.1 Isolasi Starch dari Kentang

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, diperoleh data sebagai berikut:

1. Berat sampel (kentang) = 75 g

2. Berat kertas saring kosong = 1,0716 g

3. Berat kertas saring + starch = 5,4072 g

4. Berat starch = 4,3356 g

Berat starch
5. Kadar amilum dalam kentang = × 100%
Berat kentang

4,3356 g
= × 100%
75 g

= 5,78%

4.1.2 Uji Iodin untuk Starch

Tabel 1. Perubahan warna pada setiap penambahan dan perlakuan.


Tabung I Tabung II Tabung III
Penambahan dan perlakuan
(akuades) (NaOH) (HCl)

Warna sebelum ditambahkan 3 tetes


Bening Bening Bening
iodin 0,01 M

Warna setelah ditambahkan 3 tetes


Biru pekat Bening Biru pekat
iodin 0,01 M

Warna setelah dipanaskan Bening Kekuningan Kekuningan

Warna setelah didinginkan Bening Kekuningan Biru


4.2 Reaksi

4.2.1 Reaksi Amilum + H2O + I2

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ H2O + nI2
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n

Amilum (Bening)
4.2.2 Reaksi Amilum + NaOH + I2

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ NaOH + nI2
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n

Amilum (Bening)

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ NaI + NaOI + H2O
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n
Amilum (Bening)

4.2.3 Reaksi Amilum + HCl + I2

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
OH OH
+ HCl + nI2
H H
O O O
H OH H OH
n
Amilum (Bening)

CH2OH CH2OH
H O H H O H
I dipanaskan
H H
OH H OH H
O O O
H OH H OH
I n

Biru
4.3 Pembahasan

4.3.1 Isolasi Starch dari Kentang

Pada percobaan ini dilakukan isolasi starch dari kentang dengan cara

disuspensi dan didekantasi berulang-ulang, serta melalui suatu penyaringan dan

pengeringan untuk memperoleh starch yang murni. Kentang yang akan digunakan

dihaluskan dengan menggunakan blender, kemudian dihomogenasikan dengan

akuades sehingga terbentuk suspensi. Penggunaan blender dapat menghancurkan sel

dalam kentang.

Selanjutnya, campuran tersebut disaring dengan kain saring putih dan

cairannya ditampung dalam gelas kimia sedangkan residunya dibuang. Penyaringan

dilakukan dengan kain putih tipis agar tidak mudah robek dan penyaringan dapat

berlangsung lebih cepat. Kemudian cairan tersebut dikocok lalu dibiarkan

mengendap. Setelah terbentuk endapan, cairan tersebut didekantasi sebanyak 2 kali

dengan akuades, lalu dibiarkan mengendap sampai terbentuk endapan putih. Fungsi

dekantasi adalah untuk memisahkan filtrat dengan residu atau memurnikan cairan,

karena akuades dapat mengikat kotoran dan melarutkan zat-zat dalam sampel.

Selanjutnya endapan putih didekantasi dengan larutan etanol 95%. Etanol berfungsi

untuk melarutkan bahan-bahan organik yang tidak larut dalam akuades dan agar
filtrat yang tersisa hanya amilum saja. Kemudian Hasil dekantasi terakhir disaring

menggunakan kertas saring Whattman No. 42 dengan corong. Setelah itu, starch

tersebut dikeringkan dalam desikator. Tujuan pengeringan adalah untuk memperoleh

starch yang kering dan murni saat ditimbang.

Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh data berat starch yaitu 4,3356 g.

Sehingga diketahui bahwa kadar amilum yang terdapat pada kentang seberat 75 g

adalah 5,78%.

4.3.2 Uji Iodida untuk Starch

Pada percobaan ini, larutan amilum direaksikan dengan larutan iodin dalam

suasana asam, basa dan netral. Pada proses pengujian, mula-mula larutan amilum 1%

dimasukkan ke dalam tiga tabung reaksi yang berbeda. Tabung reaksi pertama

ditambahkan akuades, tabung reaksi kedua ditambahkan NaOH 6 M dan tabung

reaksi ketiga ditambahkan dengan HCl 6 M. Kemudian, masing-masing tabung

ditambahkan lagi larutan iodin 0,01 M. Penambahan iodin dapat memberi warna biru

pada larutan yang menandakan larutan bereaksi positif. Setelah itu, tabung reaksi

dipanaskan dalam gelas kimia sampai larutan berwarna bening. Setelah bening,

tabung reaksi kembali didinginkan. Tujuan pemanasan adalah untuk menghilangkan

warna biru pada larutan, sedangkan pendinginan bertujuan untuk memunculkan

kembali warna biru pada larutan tersebut.

Berdasarkan proses percobaan, pada suasana netral dihasilkan warna bening

ketika ditambahkan akuades. Setelah ditambahkan iodin, larutan berubah warna

menjadi biru pekat karena adanya ikatan antara amilum dengan iodin yang disebut

ikatan semu. Pada pemanasan, ikatan semu terputus disebabkan karena ikatan semu

pada amilum dapat putus dengan adanya pemanasan sehingga larutan menjadi bening
kembali. Setelah didinginkan warna larutan tetap bening. Hal ini tidak sesuai dengan

teori, dimana seharusnya larutan kembali berwarna biru setelah didinginkan.

Kesalahan ini mungkin disebabkan oleh pemanasan yang terlalu lama, sehingga

merusak ikatan kompleks semu antara iodin dan amilum secara permanen.

Pada kondisi asam, campuran larutan amilum dengan HCl menghasilkan

warna bening. Setelah ditambah iodin, diperoleh larutan berwarna biru pekat. Hal ini

menandakan terjadi reaksi antara amilum dan iodin sehingga memberikan warna biru

pada larutan. Pada proses pemanasan, larutan biru hilang dan menjadi kekuningan.

Hal ini disebabkan karena ikatan semu antara iodin dan amilum mudah putus dengan

pemanasan. Setelah didinginkan, larutan kembali menghasilkan warna biru. Hal ini

sesuai dengan teori dimana saat pendinginan, ikatan semu pada larutan kembali

terbentuk.

Pada suasana basa, campuran larutan amilum dengan NaOH menghasilkan

warna bening. Pada saat penambahan iodin, warna yang dihasilkan tetap bening. Hal

tersebut juga terjadi saat larutan dipanaskan dan didinginkan, larutan tidak menjadi

biru melainkan menghasilan warna kekuningan. Hal ini sesuai teori yang berlaku.

Dimana amilum tidak dapat bereaksi dengan iodin. Akan tetapi larutan iodin bereaksi

dengan basa (NaOH) dan membentuk hipoidida (NaI dan NaOI) sehingga

menghalangi reaksi antara amilum dengan iodin.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1. kadar amilum pada kentang adalah sebesar 5,78%.

2. uji iodida untuk starch pada kondisi asam menghasilkan uji positif, sedangkan

pada kondisi basa dan netral menghasilkan uji negatif.

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk Laboratorium

Saran untuk laboratorium adalah sebaiknya alat dan bahan lebih dilengkapi

lagi untuk memperlancar jalannya praktikum. Selain itu, wastafel dalam laboratorium

yang sudah rusak agar diperbaki atau diganti.

5.2.2 Saran untuk Percobaan

Saran untuk percobaan ini adalah sebaiknya digunakan metode yang lebih

sederhana lagi sehingga tidak memakan waktu yang lama. Selain itu, bahan yang

akan digunakan sebaiknya selalu diperbaharui, guna mendapatkan hasil yang

maksimal dan data yang tepat.


DAFTAR PUSTAKA

Adugna, S., Alemu, L.A.M., Tsehayneh, Kelemu, Tekola, H., Kibret, B., dan Genet,
S., 2004, Medical Biochemistry, Ethiopiah Public Health Training Initiative,
USA.
Aryadi, T., dan Anggraini, H., 2010, Penetapan Kadar Karbohidrat pada Nasi Aking
yang Dikonsumsi Masyarakat Desa Singorojo Kabupaten Kendal, Jurnal
Unimus, 2(1): 36-38.
Lim, W.J., Liang, Y.T., Seib, P.A., dan Rao, C.S., 1992, Isolation of Oat Starch from
Oat Flour, Cereal Chemistry, 69(3): 233-236.
Mustapha, Y., dan Babura, S. R., 2009, Determination of Carbohydrate and
ß-Carotene Content of Some Vegetable Consumed in Kano Metropolis,
Nigeria, Bayero Journal of Pure and Applied Sciences, 2(1): 119-121.
Nelson, D.L., dan Cox, M.M., 2013, Principles of Biochemistry, Fourth Edition,
Universitas of Wisconsin, Madison.
Ngili, Y., 2009, Biokimia: Struktur dan Fungsi Biomolekul, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Poedjiadi, A., dan Supriyanti, F.M.T., 1994, Dasar-Dasar Biokimia, UI-Press,
Jakarta.
Razak, A.R., Sumarni, N.K., dan Rahmat, B., 2012, Optimalisasi Hidrolisis Sukrosa
Menggunakan Resin Penukar Kation Tipe Sulfonat, Jurnal Natural Science,
1(1): 119-131.
Lampiran 1. Bagan Kerja

1. Isolasi Starch dari Kentang

Kentang

- Dibersihkan, dikupas dan dipotong dalam beberapa

bagian, kemudian ditimbang.

75 g kentang .

- Dihaluskan dengan menggunakan blender.

- Dihomogenasikan dengan 100 mL akuades.

- Disaring dengan kain putih.

Residu Cairan keruh

- Didekantasi dengan 50 mL akuades.

- Dikocok dan dibiarkan mengendap.

Filtrat Endapan putih

- Didekantasi dengan 50 mL akuades.

- Dikocok dan dibiarkan mengendap.

Filtrat Endapan putih


- Didekantasi dengan 25 mL larutan etanol 95%.

- Disaring dengan kertas saring Whattman No. 42.

Filtrat Starch

- Dikeringkan dalam desikator.

- Setelah kering, starch ditimbang.


Data
2. Uji Iodida untuk Starch

Tabung I Tabung II Tabung III

- Dipipet 3 mL larutan - Dipipet 3 mL larutan - Dipipet 3 mL larutan

amilum 1%. amilum 1%. amilum 1%.

- Ditambahkan 2 tetes - Ditambahkan 2 tetes - Ditambahkan 2 tetes

akuades. NaOH 6 M. HCl 6 M.

- Ditambahkan iodin 0,01 M 3 tetes.

- Diamati perubahan warna yang terjadi.

- Dipanaskan, lalu diamati warnanya.

- Didinginkan, lalu diamati warnanya.

- dicatat perubahan yang terjadi


Data
Lampiran 2. Foto Percobaan

1. Isolasi Starch dari Kentang

Starch kering yang ditimbang pada percobaan isolasi pati.

2. Uji Iodida untuk Starch

Warna masing-masing larutan sebelum dan sesudah ditambah iodin.

Warna masing-masing larutan setelah pemanasan dan pendinginan.