Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PSIKOLOGI POSITIF

Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah

Psikologi Umum

Dosen pengampu : Uswah Wardiana, M.Si.

Di susun oleh kelompok 7 :

Mohammad Said Hanafi (12308183015)

Rodlotul Janah Amalia (12308183048)

Lailatul Fitriyah (12308183049)

Rudda Mujaddidah Amini (12308183050)

Erny Indah Aryati Aryaningrum (12308183051)

Deni Meirawati (12308173141)

KELAS : PI 1 A

JURUSAN PSIKOLOGI ISLAM

FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) TULUNGAGUNG

TAHUN 2018
DAFTAR ISI
Daftar isi.....................................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1

A. Latar Belakang ..............................................................................................................1


B. Rumusan Masalah .........................................................................................................1
C. Tujuan ............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................................2

A. Sejarah Aliran Psikologi Positif ....................................................................................2


B. Tokoh Psikologi Positif .................................................................................................5
C. Definisi Psikologi Positif ..............................................................................................7
D. Tujuan dan Manfaat Psikologi Positif ...........................................................................8
E. Dimensi atau Ruang Lingkup Psikologi Positif ............................................................8

BAB III PENUTUP..................................................................................................................9

A. Kesimpulan ..................................................................................................................9
B. Saran .............................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Psikologi pada dasarnya merupakan ilmu yang mempelajari perilaku dan kejiwaan
dalam kehidupan manusia. Psikologi mengkaji perilaku manusia yang bermacam-
macam. Psikologi merupakan suatu konsep yang ambisius untuk mendefinisikan
seperangkat disiplin akademi yang memberikan perhatian pada aspek-aspek kejiwaan
manusia. Psikologi yang berkembang dewasa ini dapat disebut sebagai psikologi negatif,
karena berkutat pada sisi-negatif manusia.Psikologi, karena itu, paling banter hanya
menawarkan terapi atas masalah-masalah kejiwaan.Padahal, manusia tidak hanya ingin
terbebas dari problem, tetapi juga mendambakan kebahagiaan. Adakah psikologi jenis
lain yang menjawab harapan ini?

Ilmu psikologi sendiri sangat besar peranannya dalam perkembangan ilmu-ilmu


social dewasa ini.Bukan hanya sebagai disiplin yang membantu memcahkan masalah-
masalah mental manusia, psikologi sangat berperan besar dalam memecahkan masalah
kolektif manusia masyarakat. Ruang lingkupnya mencakupi berbagai proses perilaku
yang dapat diamati, seperti gerak tangan, cara berbicara, perubahan kejiwaan, dan proses
yang hanya dapat diartikan sebagai pikiran dan mimpi.Dengan demikian, psikologi dapat
diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku indivi dudalam
berinteraksi dengan lingkungannya.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Sejarah Psikologi Positif ?


2. Siapa Tokoh – Tokoh Psikologi Positif ?
3. Apa Definisi Psikologi Positif ?
4. Apa Tujuan dan Manfaat Psikologi Positif ?
5. Apa saja Dimensi Psikologi Positif ?

C. Tujuan

1. Untuk Mengetahui Sejarah Psikologi Positif.


2. Untuk Mengetahui Tokoh – tokoh dalam Psikologi Positif.
3. Untuk Mengetahui Definisi Psikologi Positif.
4. Untuk Mengetahui Apa Saja Tujuan dan Manfaat Psikologi Positif.
5. Untuk Mengetahui Apa Saja Dimensi Psikologi Positif.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Aliran Psikologi Positif


Psikologi Positif secara resmi didirikan oleh Martin E.P. Seligman pada tahun
1998. SeligmSen yang waktu itu menjabat sebagai Presiden APA (American
Psychological Assosiation) secara otomatis dinobatkan sebagai bapak psikologi
positif. Gagasan mengenai psikologi positif ini, muncul ketika Seligman sedang
berkebun dengan anaknya. Kemudian pada liburan musim dingin tanhun 1997, dia
bertemu dengan Mihaly Csikszentmihalyi. Kesempatan itupun mereka pergunakan
untuk melakukan diskusi mengenai psikologi positif.Pada awalnya psikologi memiliki
tiga tujuan utama, yaitu :Menyembuhkan penyakit mentalMembantu semua orang
untuk hidup dengan lebih produktif dan bermaknaMengidentifikasi dan memelihara
bakat atau potensi manusiaNamun, setelah perang dunia II yang menimbulkan
kesedihan dan trauma bagi seluruh penduduk dunia, muncul berbagai penyakit mental
seperti depresi, stress, trauma,dll. Hal ini mengakibatkan banyak praktik psikologi
hanya berfokus pada upaya penyembuhan penyakit tersebut yang selanjutnya disebut
dengan disease model. Ilmu psikologi yang berkembang justru melupakan kedua
tujuan lain dan hanya berfokus pada upaya penyembuhan penyakit mental. Banyak
psikolog yang tidak menyukai metode penyakit ini. Menurut mereka hal itu berarti
telah mereduksi arti manusia itu sendiri yaitu, individu yang memiliki potensi dan
selalu maju untuk berkembang. Pemikiran inilah yang menjadi dasar bagi Seligman
untuk mendirikan psikologi positif. Dia menganggap dengan begitu, maka psikologi
telah berpaling dari tujuan awalnya, yaitu untuk membuat orang lebih sejahtera.
Dengan jabatan presidensilnya, Seligman bersama dengan anggota Steering Comitee
yang lain (Mihaly Csikszentmihalyi, Ed Diener, Kathleen Hall Jamieson, Chris
Peterson, and George Vaillant) mengembangkan psikologi positif.

Dalam tujuh tahun, sudah banyak, buku, jurnal,dan penelitian mengenai psikologi
positif yang diterbitkan.Akar SejarahMeskipun baru berdiri, sesungguhnya
pembahasan mengenai psikologi positif sudah ada sejak awal psikologi modern,
bahkan sejak masa Yunani Kuno. Itulah salah satu kritik trehadap psikologi positif,
yaitu topik yang tidak baru.
Berikut ini adalah beberapa tema yang membahas psikologi positif :Yunani.
Kontribusi tersbesar aristoteles dalam bidang filasafat adalah karyanya mengenai
moralitas, kebaikan, dan makna dari hidup dengan cara yang baik. Dia
menyimpulkan, bahwa kebaikan tertinggi bagi manusia adalah eudaimonia
(kebahagiaan). Menurut Aristoteles kebahagiaan diperoleh apabila manusia mencapai
tujuan akhir dengan menjalankan fungsinya dengan baik. Manusia mencapai
kebahagiaan dengan menjalankan secara paling baik kegiatan-kegiatan rasionalnya.
Kegiatan-kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan keutamaan. Utilitarianisme
dicetuskan oleh Jeremy Bentham dan dilanjutkan oleh John Stuart Mill. Aliran ini
menyatakan bahwa kebijakan yang baik dari pemerintah adalah kebijakan yang dapat
memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. “Menurut kodratnya tingkah laku
manusia terarah pada kebahagiaan, suatu perbuatan dinilai baik atau buruk, sejauh
dapat meningkatkan atau mengurani kebahagiaan sebanyak mungkin orang” (Bertens.
2011). Utilitarianisme adalah sektor pertama yang berusaha untuk mengukur
kebahagiaan, menciptakan suatu alat uyang terdiri dari tujuh kategori, mengukur
kuantitas dari pengalaman kebahagiaan. Menurut Pawelski dan Gupta (2009)
utilitarianisme telah mempengaruhi beberapa topik dalam psikologi saat ini seperti
kesejahteraan subjektif dan hidup yang menyenangkan. Pada akhirnya psikologi
positif enerima bahwa kebahagiaan adalah salah satu komponen well-being, namun
itu tidak cukup sehingga eudaimonia dijadikan sebagai pelengkap filsafat
utilitarianisme.

Pandangan mengenai psikologi positif pun tersirat pada pendapat william James
yang mengatakan bahwa untuk mempelajari fungsi optimal manusia, pengalaman
pribadi harus dipertimbangkan. Atas keyakinan tersebut, James dipertimbangkan
sebgaai psikolog positif Amerika yang pertama. james melihat pentingnya
menggunakan metode positivistik dalam ilmu pengetahuan, meskipun begitu dia
menyatakan bahwa ilmu pengetahuan yang baik harus menggunakan metode yang
berlandaskan fenomenologi. Tidak hanya tertarik pada apa yang disebut objektif dan
observabel, james juga melihat pentingnya subjektivitas karena objektivitas
berdasarkan pada subjektivitas yang intens. Pada kesempatan lain, juga terlihat
ketertarikan James pada fungsi manusia. Ketika menjabat sebagai presiden APA pada
tahun 1906, William James banyak mempertanyakan mengenai perbedaan orang
dalam menggunakan fungsi optimal mereka. Mengapa ada orang yang mampu
menggunakan potensi yang mereka miliki secara maksimal dan ada yang
tidak.Psikologi HumanistikPsikologi humanistik, sebagai aliran ketiga psikologi
muncul secara formal pada tahun 1950. Maslow percaya bahwa psikologi humanistik
haruslah berlandaskan pada studi mengenai kesehatan, kreatifitas individu, dan usaha
untuk menyelidiki hidup secara empiris serta pola aktualisasi diri seseorang
(Moss,2001 dalam Froh,2004).

Istilah psikologi positif pertama kali muncul pada buku Maslow yang berjudul
Motivation and Personality (1945). Dia mengatakan bahwa psikologi telah sukses
dalam segi negatif daripada segi positif. Psikologi lebih banyak membahas mengenai
penyakit mental, dan juga kelemahan-kelemahan manusia daripada potensi, kebaikan,
dan pencapaian manusia. Selanjutnya Malsow mengatakan bahwa seolah-olah
psikologi telah membatasi dirinya sendiri, menjadi hanya setengah dari haknya untuk
menilai.
Dalam istilah yang paling umum, psikologi positif menggunakan teori psikologi,
penelitian, dan teknik intervensi untuk memahami positif, adaptif, kreatif, dan unsur-
unsur emosional yang memenuhi perilaku manusia. Menurut Kennon Sheldon and
Laura King (2001)dalam (W, 2005), psikologi positif dapat dijelaskan melalui definisi
berikut :
“Apa psikologi positif? Hal ini tidak lebih daripada studi ilmiah yang
mempelajari kekuatan dan kebajikan manusia biasa. Psikologi positif melihat kembali
"Rata-rata orang" dengan minat dalam mencari tahu apa yang berhasil, apa yang
benar, dan apa yang membaik. Pertanyaannya, "Apa dasar dari efisiensi fungsi sifat
manusia, apakah berhasil menerapkan evolusi adaptasi dan keterampilan belajar?
Dan bagaimana bisa psikolog menjelaskan fakta bahwa walaupun banyak kesulitan,
mayoritas orang berhasil hidup memenuhi martabat dan tujuan? Dengan demikian,
Psikologi positif adalah upaya untuk mendesak psikolog untuk mengadopsi lebih
terbuka dan menghargai perspektif tentang manusia potensi, motif, dan kapasitas.
Sheldon, Frederickson, Rathunde, Csikszentmihalyi, and Haidt (2000) dalam
(W, 2005) memberikan perspektif yang lain. Mereka mendefinisikan psikologi positif
sebagai "studi ilmiah dari fungsi optimal manusia. Hal ini bertujuan untuk
menemukan dan mempromosikan faktor-faktor yang memungkinkan individu,
masyarakat, dan masyarakat untuk maju dan berkembang.
B. Tokoh Psikologi Positif
Seperti yang kita ketahui bahwa Psikologi Positif adalah sebuah gerakan baru
dalam Ilmu Psikologi yang lebih menekankan pada eksplorasi potensi-potensi
produktif dalam diri manusia. Psikologi Positif mempelajari tentang kekuatan dan
kebajikan yang bisa membuat seseorang atau sekelompok orang menjadi berhasil
(dalam hidup atau meraih tujuan hidupnya), dan oleh karenanya ia menjadi bahagia.
Salah satu pusat perhatian utama dari cabang psikologi ini adalah pencarian,
pengembangan kemampuan, bakat individu atau kelompok masyarakat, dan kemudian
membantunya untuk mencapai peningkatan kualitas hidup (dari normal menjadi lebih
baik, lebih berarti, lebih bahagia). Pendiri gerakan psikologi positif adalah Martin
Seligman pada tahun 1998, yang pada saat itu juga menjadi Presiden dari American
Psychological Association (APA). Pada saat pelantikannya sebagai Presiden
American Psychological Association tahun 1997, Seligman menyampaikan sebuah
pidato yang dianggap sebagai tonggak lahirnya gerakan Psikologi Positif di dunia.
Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa sebelum Perang Dunia II, sebenarnya ada
tiga misi utama psikologi; menyembuhkan penyakit mental, membuat hidup lebih
bahagia, dan mengidentifikasi dan membina bakat mulia dan kegeniusan. Setelah
Perang Dunia II, dua misi yang terakhir diabaikan sama sekali. Berdasarkan tiga misi
inilah, ditegakkan tiga prinsip psikologi positif: (1) studi tentang emosi positif
(optimisme, kebahagiaan, kasih sayang, dsb.), (2) studi tentang sifat-sifat positif
(kebajikan, kreativitas, kegigihan, keberanian, cinta, dsb.), dan (3) studi tentang
lembaga-lembaga positif yang mendukung kebajikan.
Seligman menggunakan kesempatannya menjadi Presiden APA untuk memulai
pergeseran fokus psikologi terhadap psikologi yang lebih positif. Inisiatif presiden
Seligman yang dikatalisis oleh serangkaian pertemuan di Akumal, Meksiko, Sarjana
dan orang terpelajar yang bisa menginformasikan konseptualisasi dan pengembangan
awal dari psikologi positif, dan Seligman mengusung pembentukan Komite Sistem
Psikologi Positif yang di dalamnya ada Mihaly Csikszentmihalyi, Ed Diener,
Kathleen Balai Jamieson, Chris Peterson, dan George Vaillant. Dari sini diikuti oleh
jaringan Positif Psikologi, kemudian menjadi Pusat Psikologi Positif di University of
Pennsylvania, puncak Psikologi Positif pertama di Washington DC. Selanjutnya,
dalam 7 tahun sejak pidato presiden Seligman, ada banyak buku positif psikologi,
jurnal isu-isu khusus, dan pembentukan jaringan psikologi positif regional yang
menjangkau dunia. Pada tahun 2005 seligman menghabiskan waktunya untuk
melakukan segenap kegiatan Psikologi Positif. Sekarang, pada tahun 2006, terbit
jurnal pertama tentang Psikologi Positif, The Journal of Positive Psychology. Sebagai
penganjur terkemuka dari psikologi positif, dalam gerakannya Seligman telah sangat
sukses mempercepat dan menyatukan upaya dari banyak ilmuwan terkemuka yang
telah menjadi beberapa pemain kunci dalam Psikologi Positif. Termasuk Komite
Sistem Positif Psikologi. Tokoh terkenal lainnya termasuk CR (Rick) Snyder, yang
mengedit edisi khusus Journal of Social and Clinical Psychology (2000) dan
Influental Handbook of Positive Psychology (2002); Chris Peterson, yang memimpin
proyek nilai didalam tindakan yang menyebabkan VIA mengklasifikasikan kekuatan
dan kebajikan (Peterson & Seligman, 2004). Faktor lain yang penting dalam
keberhasilan banyak inisiatif ini adalah dukungan keuangan yang membuat mereka
dapat melakukan kegiatan ini, yang disediakan oleh donor seperti Templeton
Foundation, The Gallup Organization, Mayerson Foundation, Annenberg Foundation
Trust di Sunnylands, dan filantropis Atlantik. Dan mengingat ketidakseimbangan
penelitian antara psikopatologi dan penyakit, relatif terhadap kekuatan manusia dan
kesejahteraan, psikologi positif juga menawarkan kesempatan yang sangat baik untuk
kemajuan ilmiah yang cepat, hanya karena banyak topik sebagian besar telah
diabaikan (Gable & Haidt, 2005). Dengan demikian, perkembangan psikologi positif
jelas dibentuk dengan energi dan upaya besar dari Seligman dan pemain utama
lainnya di lapangan.
Namun, juga sungguh jelas dari pemeriksaan sepintas dari literatur penelitian
yang psikologi positif tidak dimulai pada tahun 1997, atau 1998, atau 1999, atau 2000
(McCullough & Snyder, 2000). Psikologi Positif berakar pada mazhab atau aliran
Psikologi Humanistik. Abraham Maslow, Carl Rogers dan Erich Fromm, adalah para
tokoh psikologi humanis yang telah dengan gemilang mengembangkan penelitian,
praktek dan teori tentang kebahagiaan atau kehidupan individu yang positif. Upaya ini
kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh para ahli dan praktisi Psikologi Positif
untuk terus mencari fakta empirik dan fenomena baru untuk mengukuhkan hasil kerja
para psikolog humanis. Salah satu teori yang dikemukakan oleh Psikologi Positif
adalah Self-determination Theory.

C. Definisi Psikologi Positif


Psikologi positif adalah cabang ilmu baru psikologi yang makin berkembang di
mana menurut pandangannya hidup itu harus memiliki suatu kebermaknaan
(meaningfulness). Aliran ini lahir dari ketidakpuasan terhadap kajian utama psikologi
yang tenggelam dalam kenegatifan. Aliran ini memandang bahwa tidak seharusnya
konsep dalam psikologi hanya sekadar mengembalikan berbagai keadaan negatif
menjadi normal atau kembali pada titik nol. Namun dalam hidup manusia juga harus
dapat menikmati dan merasakan prestasi, kesuksesan dan kebahagiaan demi dapat
mencapai suatu kondisi yang positif. Intervensi psikologi positif dapat melengkapi
intervensi yang ada pada kajian psikologi yang dinilai masih tradisional, hal itu untuk
mengurangi penderitaan dan membawa puncaknya kepada kebahagiaan.
Psikologi positif berhubungan dengan penggalian emosi positif, seperti bahagia,
kebaikan, humor, cinta, optimis, baik hati, dan sebagainya. Sebelumnya, psikologi
lebih banyak membahas hal-hal patologis dan gangguan-gangguan jiwa juga emosi
negatif, seperti marah, benci, jijik, cemburu dan sebagainya. Dalam Richard S.
Lazarus, disebutkan bahwa emosi positif biasanya diabaikan atau tidak ditekankan,
hal ini tidak jelas kenapa demikian. Kemungkinan besar hal ini karena emosi negatif
jauh lebih tampak dan memiliki pengaruh yang kuat pada adaptasi dan rasa nyaman
yang subyektif dibanding melakukan emosi positif. Contohnya, pada saat kita marah,
maka ada rasa nyaman yang terlampiaskan, rasa superior, dan sebagainya. Ada suatu
penelitian mengatakan bahwa marah adalah emosi yang dipelajari, sehingga dia akan
cenderung untuk mengulangi hal yang dirasa nyaman.
Psikologi positif tidak bermaksud mengganti atau menghilangkan penderitaan,
kelemahan atau gangguan (jiwa), tapi lebih kepada menambah khasanah atau
memperkaya, serta untuk memahami secara ilmiah tentang pengalaman manusia.
Jadi intinya saat ini kita sudah mengenal yang nama nya psikologi positif, ada baiknya
kita merubah diri kita sedikit demi sedikit. Sebisa mungkin kita lebih mengeluarkan
emosi positif kita dibandingkan emosi negatif kita. Maka hasilnya pun akan positif.

D. Tujuan dan Manfaat Psikologi Positif


1. kebahagiaan (happiness). Kebahagiaan pada manusia, meliputi perasaan
positif (kenyamanan-enjoyable) dan kegiatan positif tanpa unsur perasaan
(keterlibatan).
2. memberikan pandangan tentang manusia dari sisi lain, yaitu dengan cara
menampilkan sifat-sifat indah dari manusia.
3. Dalam bidang klinis, dapat meningkatkan memotivasi klien, yang mana akan
memperlancar jalannya proses terapi yang akan dilakukan, karena keinginan
klien untuk sembuh semakin kuat.
4. Dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), menitiberatkan pada
kemaampuan pekerja, sehingga apabila mengalami penurunan produktifitas,
dapat digunakan sebagai bahan introspeksi untuk menumbuhkan semangat
kerjanya lagi.
5. Dalam bidang pendidikan, dapat memacu murid agar dapat belajar lebih giat,
memudahkan dalam penyaluran bakat, sesuai dengan apa yang disukainya.

E. Dimensi atau Ruang Lingkup Psikologi Positif


Berfokus pada tiga bidang pengalaman manusia yang membantu untuk
menentukan ruang lingkup dan orientasi positif perspektif psikologi. Yaitu :
1. Pada tingkat subjektif, psikologi positif melihat pernyataan subyektif positif atau
emosi positif seperti kebahagiaan, kepuasan, sukacita dengan kehidupan,
relaksasi, keintiman cinta,, dan kepuasan. Positif subjektif juga dapat mencakup
pikiran konstruktif tentang diri dan masa depan, seperti optimisme dan harapan.
Positif subjektif juga dapat mencakup perasaan energi, vitalitas, dan keyakinan,
atau efek positif emosi seperti tawa.
2. Pada tingkat individu, psikologi positif berfokus pada cir-ciri individu positif, atau
yang lebih lama dan persisten pola perilaku yang terlihat pada orang setiap waktu.
Penelitian ini mungkin termasuk sifat-sifat individu seperti keberanian, ketekunan,
kejujuran, atau kebijaksanaan. Artinya, psikologi positif termasuk studi tentang
perilaku positif dan sifat-sifat yang secara historis telah digunakan untuk
mendefinisikan "kekuatan karakter" atau kebajikan. Hal ini juga dapat mencakup
kemampuan untuk mengembangkan estetika sensibilitas atau tekan menjadi
kreatif potensi dan dorongan untuk mengejar keunggulan.
3. Terakhir, pada tingkat kelompok atau masyarakat, psikologi positif berfokus pada
pengembangan, pembuatan, dan pemeliharaan lembaga positif. Dalam psikologi,
area positif diaalamatkan pada isu-isu seperti pembangunan dari nilai-nilai sipil,
penciptaan keluarga sehat, studi lingkungan kerja yang sehat, dan masyarakat
yang positif. Psikologi positif juga mungkin terlibat dalam investigasi yang
melihat bagaimana lembaga-lembaga dapat bekerja lebih baik untuk mendukung
dan memelihara semua warga negara mereka mempengaruhi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Psikologi Positif secara resmi didirikan oleh Martin E.P. Seligman pada tahun
1998. Seligmen yang waktu itu menjabat sebagai Presiden APA (American
Psychological Assosiation) secara otomatis dinobatkan sebagai bapak psikologi
positif.Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan perilaku manusia
dalam kehidupan sehari-hari psikologi positif, yaitu lebih menekankan apa yang
benar/baik pada seseorang, dibandingkan apa yang salah/buruk.Psikologi positif tidak
bermaksud mengganti atau menghilangkan penderitaan, kelemahan atau gangguan
(jiwa), tapi lebih kepada menambah khasanah atau memperkaya, serta untuk
memahami secara ilmiah tentang pengalaman manusia. Yang membantu untuk
menentukan ruang lingkup dan orientasi positif perspektif psikologi. Yaitu : pada
tingkat individu, subyektif, dan pada tingkat masyarakat.Misi Seligman ialah
mengubah paradigma psikologi, dari psikologi patogenis yang hanya berkutat pada
kekurangan manusia ke psikologi positif, yang berfokus pada kelebihan manusia.

B. Saran
Makalah yang kami susun semoga bisa membantu kita untuk lebih memahami
tentang pelajaran Psikologi Positif. Mohon pemakluman dari semuanya jika dalam
makalah kami ini masih terdapat banyak kekeliruan baik bahasa maupun pemahaman.
Karena tiadalah sesuatu yang sempurna yang bisa manusia ciptakan
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Psikologi Positif. (diakses dari http:


//psikologiberbicara.blogspot.com/2013/01/psikologi-positif.html, 23 Oktober 2018)

Uthia Esthiane. Psikologi Positif. (diakses dari: http://uthiaestiane-


fpsi08.web.unair.ac.id/artikel_detail-46237-Umum, 23 Oktober 2018)