Anda di halaman 1dari 36

Sumber: http://rumahkecilminimalis.

com/gambar-rumah-gadang-minangkabau
PERSIAPAN PENYELENGGARAAN KLHS
Fasilitasi Penyusunan Kajian Lingkungan
Hidup Strategis (KLHS) untuk
Kabupaten Dharmasraya
OVERVIEW TAHAPAN KLHS
RapermenLHK tentang KLHS (ver. 1 Juli 2017)
www.dharmainamandiri.com

LANDASAN HUKUM KLHS


UU No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

PP 46/2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan KLHS

Rapermen LHK tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Pemerintah


Nomor 46 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan
KLHS

rencana tata ruang wilayah


beserta rencana rincinya, RPJP
nasional, RPJP daerah, RPJM
nasional dan RPJM daerah; rencana zonasi wilayah pesisir
dan pulau-pulau kecil beserta
rencana rincinya, rencana zonasi
kawasan strategis nasional
Kebijakan, Rencana, dan/atau tertentu untuk pulau-pulau kecil
terluar, serta rencana
Program yang berpotensi pengelolaan dan zonasi kawasan
menimbulkan dampak konservasi perairan; dan
dan/atau risiko Lingkungan
Hidup
www.dharmainamandiri.com

TAHAP PENETAPAN KRP YANG WAJIB KLHS


0
KRP berpotensi dampak
dan/atau risiko lingkungan Penyusun KRP
hidup: menetapkan
1. KRP pemanfaatan ruang Pejabat terkait daftar seluruh
dan/atau lahan di lingkungan hidup KRP yang
daratan, perairan dan melakukan memenuhi
Penetapan udara yang berpotensi
KRP yang menimbulkan PENAPISAN kriteria wajib
KLHS setelah
berpotensi dampak/risiko LH berdasarkan kriteria berkonsultasi
menimbulkan 2. KRP lain yang wajib dampak dan/atau risiko dengan Dirjen
dampak KLHS berdasarkan LH dan PB. Hasil yang
dan/atau permintaan masyarakat penapisan dituangkan menyelenggara
risiko dalam bentuk kan fungsi
lingkungan dokumen tertulis. planologi
KRP wajib KLHS sesuai
hidup yang amanah UU No. 32/2009, PP kehutanan dan
wajib KLHS No.46/2016 dan tata
RapermenLHK tentang KLHS lingkungan.
www.dharmainamandiri.com

TAHAP PERSIAPAN
1
Tugas dan tanggung jawab Pokja Pokja menentukan cara
yaitu melaksanakan: pembuatan dan pelaksanaan
1. penyusunan KAK; KLHS dengan
2. konsultasi publik; mempertimbangkan kriteria
3. pengkajian pengaruh KRP thd jenis KRP yang bersifat:
Pembuatan dan pelaksanaan kondisi LH: 1. umum, konseptual,
KLHS dilaksanakan oleh 4. perumusan alternatif dan/atau makro dengan
Pokja KLHS yang ditetapkan penyempurnaan KRP; pendekatan strategis
oleh menteri/kepala 5. penyusunan rekomendasi untukperbaikan skenario
lembaga pemerintah non perbaikan untuk pengambilan KRP; atau
kementerian, Gubernur, dan keputusan KRP; 2. fokus, detail, terikat,
Bupati/Walikota 6. pengintegrasian hasil KLHS ke terbatas dan/atau teknis
dalam KRP; dengan pendekatan
7. inisiasi penjaminan kualitas dampak untuk mitigasi
KLHS; dampak/risiko.
8. pendokumentasian KLHS.
www.dharmainamandiri.com
TAHAP PENGKAJIAN PENGARUH KRP TERHADAP
KONDISI LH DAN PB 2
PENDEKATAN DAMPAK PENDEKATAN STRATEGIS
KRP yang bersifat fokus, detail, terikat, KRP yang bersifat umum, konseptual,
terbatas dan/atau teknis dan/atau makro

IDENTIFIKASI ISU PB IDENTIFIKASI ISU PB


Pengumpulan, pelingkupan dan memutuskan Pengumpulan, pelingkupan dan memutuskan isu
isu yang prioritas yang menjadi akar masalah

IDENTIFIKASI MUATAN KRP IDENTIFIKASI MUATAN KRP


Menguji cepat strategi, desain, program Menguji cepat konteks, visi, misi, tujuan,
kerja, ketentuan teknis, aturan terhadap sasaran, konsep makro, peta jalan,
pertimbangan/ kriteria keberlanjutan desain besar terhadap kriteria keberlanjutan

ANALISIS PENGARUH ANALISIS PENGARUH


Menguji bagaimana muatan KRP menyebabkan Menguji skenario KRP terhadap indikator-
dampak dan risiko lingkungan hidup indikator keberlanjutan
www.dharmainamandiri.com
TAHAP PERUMUSAN ALTERNATIF
PENYEMPURNAAN KRP 3
Alternatif penyempurnaan KRP dapat
berupa:
• perubahan tujuan atau target; Dalam pengembangan alternatif
• perubahan strategi pencapaian perlu mempertimbangkan:
Pokja merumuskan opsi target; • Mandat/kepentingan/
alternatif perbaikan KRP • perubahan atau penyesuaian kebijakan nasional yang
melalui metode diskusi ukuran, skala, dan lokasi; harus diamankan
kelompok dan/atau • perubahan atau penyesuaian • Situasi sosial-politik yang
memanfaatkan pandangan proses, metode, dan adaptasi berpotensi
para ahli dengan terhadap perkembangan ilmu • Kapasitas kelembagaan
berdasarkan hasil kajian pengetahuan dan teknologi; pemerintah
telaahan pengaruh KRP • penundaan, perbaikan urutan, atau • Kapasitas dan kesadaran
perubahan prioritas pelaksanaan; masyarakat
• pemberian arahan atau rambu- • Kesadaran, ketaatan dan
rambu untuk mempertahankanatau keterlibatan dunia
meningkatkan fungsi ekosistem; • Kondisi pasar dan potensi
dan/atau investasi
• pemberian arahan atau rambu-
rambu mitigasi dampak dan risiko
lingkungan hidup.
www.dharmainamandiri.com
TAHAP PERUMUSAN ALTERNATIF
PENYEMPURNAAN KRP 3
Pokja dapat melakukan analisis Opsi alternatif dipilih berdasarkan:
lanjutan dengan beberapa metode, • manfaat yang lebih besar;
antara lain: • risiko yang lebih kecil; Alternatif
• analisis Kekuatan, Kelemahan, • kepastian keselamatan dan 1
Kesempatan dan Ancaman kesejahteraan masyarakat yang rentan
Alternatif
(SWOT) terkena dampak; dan 2
• metode analisis manfaat-risiko • mitigasi dampak dan risiko yang lebih
(Risk – Opportunity) efektif Alternatif
• analisis berhirarkhi (Analytical Kunci keberhasilan pelaksanaan 3
Hierarchy Process/AHP) perumusan alternatif adalah pada metode
• analisis biaya-manfaat diskusi kelompok yang digunakan dan
Pemilihan tenaga ahli/narasumber yang
dilibatkan sesuai dengan isu prioritas.
www.dharmainamandiri.com

TAHAP PENYUSUNAN REKOMENDASI


4
Rekomendasi perbaikan untuk pengambilan
keputusan KRP yang mengintegrasikan Muatan rekomendasi dapat ditambahkan dengan:
prinsip Pembangunan Berkelanjutan • usulan KRP lain yang relevan untuk disusun agar
memuat: mendukung tercapainya tujuan pembangunan
a. materi perbaikan KRP; dan/atau berkelanjutan, sesuai dengan peraturan
b. informasi jenis usaha dan/atau kegiatan perundang-undangan yang berlaku
yang telah melampaui Daya Dukung • tindak lanjut yang relevan untuk meningkatkan
dan Daya Tampung Lingkungan Hidup kualitas pengambilan keputusan.
dan tidak diperbolehkan lagi
www.dharmainamandiri.com

TAHAP PENYUSUNAN REKOMENDASI


4
Rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan Penyusun KRP mengintegrasikan hasil
KRP didasarkan pada: KLHS ke dalam KRP melalui proses
• hasil perumusan alternatif penyempurnaan KRP dialog, konsultasi serta proses ilmiah
yang mempertimbangkan prinsip-prinsip selama penyusunan KLHS dan KRP
pembangunan berkelanjutan;
• pertimbangan-pertimbangan yang mengacu pada
kemungkinan adanya ketidakpastian ilmiah dari hasil
telaahan KLHS;
• pertimbangan-pertimbangan yang mengacu pada Pokok-pokok pengintegrasian hasil
asas-asas perlindungan dan pengelolaan lingkungan KLHS dituangkan dalam Berita Acara
hidup; dan yang ditandatangani oleh pejabat
• pertimbangan-pertimbangan yang mengacu pada penyusun KRP dan ketua Pokja KLHS
asas-asas umum pemerintahan yang baik
www.dharmainamandiri.com
TAHAP PENJAMINAN KUALITAS DAN
PENDOKUMENTASIAN KLHS 5
Hal-hal yang dinilai:
Penjaminan Penjaminan • Desain proses KLHS
kualitas kualitas • Laporan KLHS
dilakukan bertahap • Isu PB Paling Strategis dan
dengan Prioritas Penilaian mandiri harus
penilaian • Analisis KRP dan Isu PB mempertimbangkan:
mandiri oleh prioritas • dokumen RPPLH yang
penyusun KRP • Analisis KRP relevan; dan
menggunakan • Alternatif dan Rekomendasi • laporan KLHS dari KRP
kriteria Penjaminan • Dokumentasi Pembuatan dan yang terkait dan
penilaian kualitas Pelaksanaan KLHS relevan.
mandiri sekaligus • Integrasi Hasil
KLHS/Pengambilan Keputusan
• Partisipasi Pemangku
Kepentingan

Penjaminan Kualitas secara bertahap


dapat dilakukan setelah tahapan
pengkajian selesai.
www.dharmainamandiri.com
TAHAP PENJAMINAN KUALITAS DAN
PENDOKUMENTASIAN KLHS 5
Pendokumentasian KLHS:
• Hasil pembuatan dan pelaksanaan, serta
penjaminan kualitas KLHS didokumentasikan ke
dalam laporan KLHS.
• Laporan KLHS merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari dokumen KRP.
www.dharmainamandiri.com

TAHAP VALIDASI KLHS


6
Penyusun Validasi
KRP bertahap Jika >20 hari kerja
mengajukan validasi tidak
permohonan diproses, maka
validasi KLHS Tidak KLHS dianggap
kepada lengkap memperoleh
Dirjen atau Perangkat persetujuan
menteri Validasi Daerah ditunjuk untuk validasi
LHK atau sekaligus melaksanakan validasi.
gubernur pada tahap Lengkap.
Pemeriksaan Pengumuam Surat
akhir kelengkapan berkas dilanjutkan Persetujuan
pengajuan validasi KLHS dengan Validasi
selama 3 hari kerja telaah teknis KLHS paling lama
20 hari 7 hari kerja sejak
kerja diterbitkan

Validasi bertahap dilakukan mengikuti


tahapan penjaminan kualitas bertahap
www.dharmainamandiri.com

TAHAP VALIDASI KLHS


6
Kelengkapan dokumen Kriteria validasi:
permohonan validasi KLHS • Proses Penjaminan Kualitas
meliputi: • Keputusan Kelayakan KLHS
• surat permohonan; • Rekomendasi dan Catatan
• rancangan KRP yang Hasil Penjaminan Kualitas
dilaksanakan KLHS; • Pertimbangan-pertimbangan
• laporan KLHS yang Khusus
mencakup bukti • Rekomendasi Hasil Validasi
penjaminan kualitasnya;
dan
• bukti pemenuhan standar
kompetensi tenaga ahli
PERSIAPAN KLHS
www.dharmainamandiri.com

PERSIAPAN KLHS

1. PEMBENTUKAN POKJA KLHS


2. PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN KERJA
3. IDENTIFIKASI PEMANGKU KEPENTINGAN
www.dharmainamandiri.com

PERTIMBANGAN PEMBENTUKAN POKJA

• Penyusun KRP harus dilibatkan secara


penuh.
• Anggota Pokja KLHS dari unsur tenaga ahli
harus memenuhi standar kompetensi.
• Keterwakilan Perangkat Daerah untuk KRP
daerah.
www.dharmainamandiri.com

PEMBENTUKAN POKJA KLHS


Gubernur atau bupati/walikota membentuk Pokja KLHS dengan
Surat Keputusan

Daerah
Ketua Kepala Dinas LH Daerah atau Kepala
PD Penyusun KRP
Wakil Ketua Kepala Dinas LH Daerah atau Kepala
PD Penyusun KRP
Sekretaris Pejabat eselon III/kepala bidang PD
penyusun KRP
Anggota PD terkait.
Anggota Satu atau lebih tenaga ahli yang
memiliki standar kompetensi.
www.dharmainamandiri.com

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB POKJA

Menyusun KAK

Melaksanakan konsultasi publik

Melaksanakan pengkajian pengaruh KRP terhadap kondisi LH

Melaksanakan perumusan alternatif

Melaksanakan penyusunan rekomendasi

Melaksanakan pengintegrasian hasil KLHS ke dalam KRP

Menginisiasi pelaksanaan penjaminan kualitas KLHS

Melaksanakan pendokumentasian KLHS.


www.dharmainamandiri.com

KERANGKA ACUAN KERJA


Memuat:
• latar belakang
• tujuan dan sasaran
• lingkup kegiatan
• hasil yang diharapkan
• cara pembuatan dan pelaksanaan
• rencana kerja yang mencakup jadwal kerja
• kebutuhan tenaga ahli yang diperlukan
• pembiayaan
www.dharmainamandiri.com

STANDAR KOMPETENSI PENYUSUN KLHS


1. Anggota Pokja sesuai dengan tugas dan fungsi
PD, dengan demikian telah memenuhi standar
kompetensi.
2. Ketepatan keahlian pada isu yang dikaji
 Latar belakang pendidikan/keahlian minimal S1 di
bidang yang relevan
 Keterampilan seperti kemampuan melakukan salah
satu analisis: analisis kuantitatif; analisis spasial;
analisis sistem; analisis teknis tertentu yang terkait
dengan isu dalam KLHS yang bersangkutan; atau
keterampilan lain yang diperoleh dari pelatihan KLHS
dan kajian lingkungan hidup lainnya
3. Pengalaman di bidang pembuatan dan
pelaksanaan KLHS atau kajian Lingkungan Hidup
yang sejenis
www.dharmainamandiri.com

PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN

Teknokratik- Menggunakan metodologi analisis ilmiah &


Birokratik dapat dipertanggungjawabkan secara birokrasi

+
Partisipatif Melibatkan pemangku kepentingan terkait

=
Perpaduan antara Teknokratik-Birokratik dan
Deliberatif
Partisipatif
www.dharmainamandiri.com

PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN


• KLHS bukan proses teknokratik/ilmiah semata,
melainkan juga proses deliberatif yang
mengutamakan keterlibatan pemangku
kepentingan.
• Proses KLHS sarat dengan proses komunikasi
melalui negosiasi dengan pemangku
kepentingan untuk mencapai kesepakatan
bersama serta mengatasi konflik yang bisa
terjadi dalam proses KLHS.
www.dharmainamandiri.com

DEFINISI PEMANGKU KEPENTINGAN

STAKEHOLDER Individu dan kelompok yang


(Pemangku Kepentingan) mempengaruhi, atau dipengaruhi oleh,
keputusan, kebijakan, dan operasi suatu
organisasi
(Freeman E , 1984)
www.dharmainamandiri.com

TINGKAT PARTISIPASI PEMANGKU KEPENTINGAN

Publik sebagai Semakin Kuat & Efektif


kekuatan riil
pembangunan

Pemangku Kepentingan
partisipasi aktif
dalam diskusi publik

Pemangku Kepentingan
berpartisipasi pasif
dalam diskusi publik

Sumber: Arnstein, 1969


www.dharmainamandiri.com

CONTOH PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN

Perangkat untuk analisa


sederhana Pemangku
Kepentingan.
A. High interest B. High interest
but little power and great power
Interest

C. Low interest D. Low interest


and little power but high power

Power
www.dharmainamandiri.com

CONTOH
www.dharmainamandiri.com
Contoh Instrumen Identifikasi Pemangku Kepentingan

PEMANGKU YANG MEMPENGARUHI YANG DIPENGARUHI


KEPENTINGAN PENYUSUNAN RTRW PELAKSANAAN RTRW
1.
2.
Pemerintah
3.
dst.
1.
LSM/Ormas 2.
dst.
1.
Perguruan 2.
Tinggi/Akademisi
dst.
1.
Dunia Usaha 2.
dst.
1.
Tokoh Masyarakat
2.
Lainnya
www.dharmainamandiri.com

Tujuan Pemetaan & Pelibatan Pemangku Kepentingan

• Menentukan secara tepat pihak-pihak yang akan


dilibatkan dalam pembuatan dan pelaksanaan KLHS;
• Menjamin diterapkannya azas partisipasi yang
diamanatkan UU PPLH;
• Menjamin bahwa hasil perencanaan dan evaluasi
kebijakan, rencana dan/atau program memperoleh
legitimasi atau penerimaan oleh publik;
• Memberdayakan pemangku kepentingan untuk untuk
menyampaikan informasi, saran, pendapat, dan
pertimbangan tentang lingkungan hidup dan
pembangunan berkelanjutan melalui proses
penyelenggaraan KLHS.
www.dharmainamandiri.com

CONTOH PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN


Masyarakat/Lembaga/Instansi/
Posisi dan Peran
Pemangku Kepentingan
Pembuat keputusan a. Menteri/kepala lembaga pemerintahan non kementerian/gubernur/
dan/atau penyusun bupati/wali kota
kebijakan, rencana b. Pejabat Kementerian/lembaga pemerintah non kementerian
dan/atau program c. Pejabat Perangkat Daerah tertentu

Lembaga/instansi terkait a. DPR/DPRD


b. Instansi yang membidangi lingkungan hidup
c. Instansi yg membidangi kehutanan, pertanian, perikanan,
pertambangan
d. Perangkat Daerah terkait lainnya
Masyarakat yang a. Perguruan tinggi atau lembaga penelitian lainnya
memiliki informasi b. Asosiasi profesi
dan/atau keahlian c. Forum-forum pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup
(perorangan/tokoh/ (DAS, air)
kelompok) d. LSM
e. Perorangan/tokoh/
f. kelompok yang mempunyai data dan informasi berkaitan dengan SDA
g. Pemerhati Lingkungan Hidup
Masyarakat yang Terkena a. Lembaga Adat
Dampak b. Asosiasi Pengusaha
c. Tokoh masyarakat
d. Organisasi masyarakat
e. Kelompok masyarakat tertentu (nelayan, petani dll.)
www.dharmainamandiri.com

CONTOH TEKNIK KOMUNIKASI


Manfaat
Menyampaikan Menjaring Merumuskan
Teknik
Informasi Masukan Kesepakatan
Bersama
Pemanfaatan dokumen- V V
dokumen cetak yang ada
Pameran V V
Poster V V
Layanan Informasi melalui V V
Hotline
Pembahasan melalui V V V
multimedia
Survei kuesioner, wawancara V V
serta observasi fisik dan
sosial
Konsultasi publik V V V
Lokakarya V V V
Pembentukan komite ahli V V V
atau wakil-wakil komunitas

Sumber: OCTA Study on EIA-SEA. Volume 2 Manual


www.dharmainamandiri.com

KIAT MEMBANGUN KOMUNIKASI


– bahan tertulis disiapkan secara ringkas, lengkap
dan jelas;
– waktu dan tempat ditentukan secara tepat;
– presentasi dilakukan secara jelas dan tegas;
– tidak berkesan menggurui; dan
– tersedia moderator atau fasilitator yang handal dan
efektif serta dapat diterima oleh para pemangku
kepentingan.
www.dharmainamandiri.com

PERAN FASILITATOR
• meluruskan dan mengklarifikasi komunikasi yang
dapat menimbulkan intepretasi yang berbeda untuk
menghindari kesalahpahaman;
• menjelaskan pesan yang belum jelas disampaikan
oleh para pemangku kepentingan;
• menjaga kesantunan komunikasi dari para
pemangku kepentingan; dan
• membantu menyimpulkan dan menyepakati hasil
diskusi.
www.dharmainamandiri.com

METODE PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN

• Bahan-bahan Cetak (Disclosure & Printed Materials)


METODE • Poster & Brosur (Displays & Exhibitions)
• Hotline Informasi
• Kuesioner dan Survei
• Wawancara Langsung (konsultasi terstruktur melalui
pertemuan individu, telepon atau email)
• Konsultasi Berbasis Internet
• Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion)
• Temu Publik (Public Hearings)
• Lokakarya (Problem-solving Workshops)
• Perundingan
• Tim/Panitia/Badan Penasehat
www.dharmainamandiri.com

MANFAAT PARTISIPASI PEMANGKU KEPENTINGAN

1. Memperoleh pemahaman isu dan masalah


lingkungan
2. Memperoleh masukan pilihan mitigasi & optimasi
3. Menyeimbangkan hak dan manfaat kelompok
masyarakat
4. Meningkatkan kualitas pembuatan keputusan
5. Mencari solusi terbaik
6. Pembuatan keputusan lebih transparan
7. Membangun rasa kepemilikan dan komitmen
dalam pelaksanaan K/R/P
Tahap
Selanjutnya

Tahap Pengkajian