Anda di halaman 1dari 18

“ PENYUSUNAN ANGGARAN KAS”

UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS

MATA KULIAH: PENGANGGARAN PERUSAHAAN

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 8

 AYU WANASARI C1C017021


 SYIFA MUTHMAINNAH C1C017054
 AULIA FADILAH R C1C017116
 FAUZAN ALDA C1C016127

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BENGKULU
2018
BAB 12

PENYUSUNAN ANGGARAN KAS

1. Definisi Anggaran Kas


Kas merupakan aset yang paling likuid, semakin besar kas yang dimiliki
perusahaan semakin tinggi tingkat likuiditas, semakin tinggi tingkat
kemampuan membayar kewajiban jangka pendek (utang lancer).
Penyusunan anggaran kas merupakan cara yang efektif untuk
merencanakan dan mengendalikan arus kas, memperkirakan keperluan
kas, dan secara efektif menggunakan kas yang berlebih (surplus) maupun
kas yang berkurang (deficit). Pada saat surplus dapat digunakan membayar
utang dan dapat diinvestasikan pada surat berharga jangka pendek untuk
mendapatkan laba. Pada saat deficit kas dapat segera diupayaka untuk
menutupinya, misalnya dengan cara meminjam, menambah modal
pemilik, mmenjual aset yang menganggur, dan sebagainya.
2. Tujuan Penyusunan Anggaran Kas
 Menentukan saldo (posisi) kas akhir setiap periode sebagai hasil dari
operasi yang dijalankan.
 Mengetahui kelebihan (surplus) atau kekurangan (deficit) kas pada
waktunya.
 Menyelaraskan kas dengan aset lancer ,aset tak lancer, utang, modal,
dapatan dan beban.
 Menegtahui sumber kas masuk yang diperoleh selama satu periode dan
digunakan untuk apa sumber kas masuk tersebut, hal ini ampak pada
arus kas keluar.
 Mengetahui kapan utang dibayar kembali.
 Menilai realisasi kas masuk dan kas keluar agar dapat diketahui selisih
realisasi dengan anggaran, selisih menguntungkan atau selisih
merugikan.
 Memperkirakan sumber kas masa akan dating dari arus kas masuk dank
e man akas tersebut digunakan dari arus kas keluar.
 Menunjukkan hubungan laba bersih terhadap perubahan kas
perusahaan.
3. Kegunaan Anggaran Kas
 Menggunakan sebagai dasar yang sehat untuk pemantauan posisi kas
secara terus-menerus.
 Menggunakan sebagai dasar pengambilan keputusab pinjaman
jangka panjang atau pinjaman jangka pendek.
 Menggunakan sebagai dasar kebijakan pemberian kredit.
 Menggunakannya dalam menentukan kemampuan perusahaan
membayar dividen kepada pemegang saham.
 Menggunakannya dalam meningkatkan kemampuan membayar
kewajiban jangka pendek.
 Menggunakannya dalam memperkuat posisi dan penawaran.
4. Faktor Yang Mempengaruhi Anggaran Kas
 Kegiatan Operasi adalah kegiatan perusahaan yang bersifat rutin dan
terus-menerus dilakukan.
 Kegiatan investasi adalah kegiatan yang dapat meningktakan dan
menurunkan aset tak lancer yang digunakan perusahaan.
 Kegiatan Pendanaan adalah kegiatan yang berkaitan dengan utang
dan modal sendiri.
5. Pendekatan Dalam Penyusunan Anggaran Kas
 Pendekatan kas masuk dan kas keluar
Disebut pendekatan kas masuk dan kas keluar, karena dalam
menyusun anggaran kas terlebih dahulu ditaksir sumber kas masuk,
kemudian ditaksir belanja kas keluar. Setelah itu ditentukan apakah
terjadi kelebihan kas atau kekurangan kas. Dikatakan metode
langsung karena metode ini langsung secara rinci mengidentifikasi
dari transaksi sumber kas atau arus kas masuk dan belanja kas atau
arus kas keluar.
 Pendekatan Akunting Keuangan
Pendekatan akunting keuangan cara menyusun anggaran kas
berdasarkan ikhtisar laba rugi dan neraca yang dihasilkan akunting
keuangan. Oleh karena itu penyusunan anggaran kas didasarkan
ikhtisar laba rugi dan neraca maka disebut metode tak langsung.
6. Penyusunan Anggaran Kas
Anggaran kas dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu:
 Anggaran kas bentuk tunggal yaitu disusun dengan cara
mengelompokkan satu kelompok kas masuk dan satu kelompok kas
keluar.
 Anggaran kas bentuk campuran yaitu disusun dengan cara tiap
kegiatan kas masuk dikurangkan dengan kas keluarnya sehingga
dapat diketahui kas masuk bersih atau kas keluar bersih dari masing-
masing kegiatan perusahaan.
7. Langkah Penyusunan Anggaran Kas
A. Pendekatan Kas Masuk dan Kas Keluar
Langkah penyusunan anggaran kas dengan pendekatan kas masuk dan
kas keluar atau metode langsung dapat dijelaskan melalui gambar 12-1
Langkah pertama, adalah menyusun anggaran kas masuk.pada
gambar 12-1 tampak arus kas masuk terdapat pada kegiatan operasi,
kegiata investigasi dan kegiatan pendanaan.
Kas masuk dari kegiatan operasi bersumber dari pembelian rutin
berupa hasil menjual produk/jasa tunai dan hasil tagihan dari menjual
produk/jasa secara kredit.
Kas masuk dari kegiatan pendanaan bersumber dari kegiatan untuk
memperoleh kas dari pemodal (investor) dan kreditor, seperti saham
disetor (modal disetor), jual saham bendahara, pinjam uang dengan
mengeluarkan surat wesel/promes, obligasi, dan hipotek (uang jangka
panjang)
Kegiatan masuk dari kegiatan investigasi , seperti kas diterima dari
hasil menjual aset tak lancar, seperti aset tetap berwujud dan aset tetap
tak berwujud ,surat berharga jangka panjang. Kas yang diterima dari
anggaran pokok pinjaman yang diberikan, dan hasil menjual segmen
perusahaan juga termasuk arus kas masuk dari kegiatan operasi.
Langkah kedua , menyusun anggaran kas keluar. Kas keluar untuk
kegiatan operasi seperti membayar kepada pemasok untuk produk/jasa
yang dibeli secara rutin, membayar surat berharga yang dibeli untuk
diperdagangkan, membayar gaji/upah/bonus dan sejenisnya kepada
pegawai,bayar buga utang, bayar pajak ,bayar belangganan
listrik,air,telepon, dan beban rutin lainnya.
Kegiatan keluar untuk kegiatan investasi, contohnya antara lain
membayar pinjaman diberikan, membeli aset tak lancer (surat
berharga jangka panjang ,aset tetap), dan lain-lain.
Kas keluar untuk kegiatan pendanaan seperti beli saham bendahara
dari pemodal, bayar pokok utang jangka panjang pada kreditor, dan
bayar dividen. Bayar dividen diklarifikasikan sebagai arus kas kegiatan
pendanaan karena merupakan biaya sumber daya keuangan.
Langkah ketiga adalah mengurangkan arus kas masuk dengan arus kas
keluar.
Langkah keempat dalam penyusunan anggaran kas, yaitu menghitung
saldo kas akhir dengan cara saldo awal ditambahkan dengan kelebihan
kas atau saldo kas awal dikurangi dengan kekurangan kas, ditambah
dengan tambahan pinjaman , dikurang dengan anggaran (pembayaran)
pinjaman dan bunga.
Gambar 12-1

Pendekatan kas
masuk dan kas
keluar

B. Pendekatan Akunting Keuangan


Penyusunan anggaran kas menggunakan pendekatan akunting dapat
dilakukan dengan cara menganalisis perubahan yang terjadi dalam
anggaran neraca dan anggran laba rugi yang diperbandingkan antara
dua periode serta informasi lain yang mendukung terjadinya perubahan
tersebut. Dalam menganalisis perubahan yang terjadi harus
diperhatikan kemungkinan adanya perubahan atau transakasi yang
tidak mempengaruhi kas. Transaksi yang tidak mempengaruhi kas
antara lain:
 Beban penyusutan (depresiasi)
 Dividen dalam bentu saham atau bonus dalam bentuk saham.
 Aset dinilai kembali.
Gambar 12-2

Mengubah dasar akrual


menjadi dasar kas untuk
menyusun anggaran kas

8. Ilustrasi Penyusunan Anggaran Kas


Sebagai ilustrasi dalam contoh penyusunan anggaran kas berikut ini
disajikan ringkasan transaksi dari PT Purnasari selama tahun 2017 yang
dianggarakan.

Kegiatan Operasi
 Terima tagihan dari pelanggan Rp 27.000
 Terima dari bunga piutang Rp 1.000
 Terima dividen dari investasi saham Rp 900
 Bayar utang kepada pemasok Rp 13.000
 Bayar gaji dan upah Rp 5.600
 Bayar bunga utang Rp 1.600
 Bayar pajak Rp 1.500

Kegiatan investasi

 Bayar beli aset Rp 30.600


 Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain Rp 1.100
 Terima dari hasil jual aset tetap Rp 6.200
Kegiatan pendanaan

 Terima dari hasil jual saham biasa Rp 15.000


 Terima dari hasil jual obligasi (utang jangka panjang) Rp 9.500
 Bayar dividen Rp 1.700
 Bayar utang jangka panjang Rp 9.000

Adapun data dari anggaran laba rugi tahun 2017 berupa dapatan dan beban
sebagai berikut:

Dapatan :

Dapatan jualan Rp 28.500

Dapatan Bunga Rp 1.100

Dapatan dividen Rp 900

Laba jual aset tetap Rp 700

Rp 31.200

Beban :

Harga pokok produk terjual Rp 15.100

Beban gaji dan upah Rp 5.400

Beban penyusutan Rp 1.800

Beban usaha lainnya Rp 1.700

Beban pajak Rp 1.500

Beban bunga Rp 1.600

Rp 27.100

Laba Bersih Rp 4.100


Tabel 12-2

Anggaran
neraca keterangan 2017 2016 Naik(turun)
komperatif Kas 12.700 8.200 (4.500)
Piutang usaha 8.000 9.500 1.500
Piutang bunga 150 250 100
Sediaan 12.600 12.500 (100)
Beban bayar dimuka 600 650 50
Aset lancer 34.050 31. 100 (2.950)
Aset tak lancer 21.900 46.300 23.400
ASET 55.950 77.400 21.450

Utang usaha 5.700 9.500 3.800


Utang gaji & upah 700 500 (200)
Beban terutang 150 100 (50)
Utang jangka pendek 6.550 10.100 3.550
Utang jangka panjang 7.700 8.200 500
Utang 14.250 18.300 4.050
Saham biasa 41.700 56.700 15.000
Laba ditahan 1.000 12.400 2.400
Modal sendiri 42.700 69.100 17.400
UTANG & MODAL 56.950 87.400 21.450

Adapun data anggaran neraca komparatif dari PT Purnasari tahun 2016 dan 2017
tampak seperti table diatas.

Berdasarkan data kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, kegiatan investasi,


anggaran laba rugi tahun2017 dan tabel diatas dapat disusun anggaran kas dalam
dua pendekatan yaitu pendekatan kas masuk dank as keluar dan pendekatan
akunting keuangan. Tiap pendekatan dapat dibuat dua macam anggaran kas ,yaitu
bentuk tunggal dan bentuk campuran.

Pendekatan Kas Masuk dan Kas Keluar

Anggarn kas pada tabel 12-3 dapat dibuat ringkasan sebagai berikut:

Kas masuk Rp 59.600

Kas keluar 64.100

Kekurangan kas Rp 4.000

Kas awal 12.700

Kas akhir Rp 8.200


1. Kas masuk
Tabel 12-3 Kas masuk dari kegiatan operasi
Terima tagihan dari pelanggan Rp 27.000
Laporan arus kas Terima dari bunga piutang 1.000
bentuk tunggal Terima dividen dari investasi saham 900
pendekatan kas
Rp 28.900
masuk dan kas keluar
Kas masuk dari kegiatan investasi
Terima dari hasil jual harta tetap Rp 6.200
Kas masuk dari kegiatan pendanaan
Terima dari hasil jual saham biasa Rp 15.000
Terima dari utang jangka panjang 9.500
Rp 24.500 +
Jumlah kas masuk Rp 59.600
2. Kas keluar
Kas keluar untuk kegiatan operasi
Bayar utang usaha kepada pemasok Rp 13.000
Bayar gajidan upah 5.600
Bayar bunga uang 1.600
Bayar pajak 1.500
Rp 21.700
Kas keluar untuk kegiatan investasi
Bayar beli harta tetap Rp 30.600
Bayar pinjaman diberikan 1.100
Rp 31.700
Kas keluar untuk kegiatan pendanaan
Bayar dividen Rp 1.700
Bayar utang jangka panjang 9.000
Rp 10.700 +
Jumlah kas keluar Rp 64.100
3. Defisit (kekurangan) kas 1-2 (Rp 4.500)
4. Kas awal 1 januari 2017 Rp 12.700 +
5. Kas akhir 31 desember 2017 Rp 8.200

Anggaran kas pada tabel 12-4 dapat dibuat ringkasan sebagai berikut:

Kas masuk bersih dari kegiatan operasi Rp 7.200

Kas keluar bersih untuk kegiatan investasi ( 25.500 )

Kas masuk bersih dari kegiatan pendanaan 13.800

Kekurangan kas ( 4.500 )

Kas awal 12.700


Kas akhir Rp 8.200

Terima tagihan dari pelanggan sebesar Rp 27.000 seperti tampak pada


tabel 12-3 dan tabel 12-4 dapat dihitung sebagai berikut:

Dapatan jualan (dari anggaran laba rugi) Rp 28.500

Piutang usaha awal 1 Januari 2017 (tabel 12-2) 8.000 +


36.500

Piutang usaha akhir 31 Desember 2017 (tabel 12-2) 9.500−

Terima tagihan dari pelanggan Rp 27.000

Tabel 12-4 1. Kegiatan operasi


Kas masuk dari kegiatan operasi
Anggarn kas bentuk
Terima tagihan dari pelanggan Rp 27.000
campuran. Pendekatan
Terima dari bunga piutang 1.000
kas masuk dan kas
Terima dividen dari investasi saham 900
keluar
Rp 28.900
Kas keluar untuk kegiatan operasi
Kas keluar untuk kegiatan operasi
Bayar utang usaha kepada pemasok Rp 13.000
Bayar gajidan upah 5.600
Bayar bunga uang 1.600
Bayar pajak 1.500
Rp 21.700 -
Kas masuk untuk kegiatan operasi Rp 7.200
2. Kegiatan investasi
Kas masuk dari kegiatan investasi
Terima dari hasil jual aset tetap Rp 6.200
Kas keluar untuk kegiatan investasi
Bayar beli asset tetap Rp 30.600
Biaya pinjaman diberikan 1.100
Rp31.700 -
Kas keluar bersih untuk kegiatan investasi (Rp 25.500)
3. Kegiatan pendanaan
Kas masuk dari kegiatan pendanaan
Terima dari hasil jual saham biasa Rp 15.500
Terima dari utang jangka panjang 9.500
Rp 24.500

Kas keluar untuk kegiatan pendanaan


Bayar dividen Rp 1.700
Bayar utang jangka panjang 9.000
Rp 10.700 +
Kas kelur untuk kegiatan pendanaan RP 13.800
4. Defisit (kekurangan) kas (1+2+3) (Rp 4.500)
5. Kas awal 1 januari 2017 Rp 12.700 +
6. Kas akhir 31 desember 2017 Rp 8.200

Bayar gaji dan upah sebesar Rp 5.600 seperti tampak pada tabel 12-3 dan
tabel 12-4 dapat dihitung sebgai berikut:

Beban gaji & upah (anggaran laba rugi) Rp 5.400

Utang gaji & upah awal (tabel 12-2) 700+

6.100

Utang gaji & upah akhir (tabel 12-2) 500−

Bayar gaji dan upah Rp 5.600

Bayar gaji dan upah Rp 5.600 dapat juga dihitung sebagai berikut :

Beban gaji dan upah Rp 5.400

Utang gaji dan upah turun (tabel 12-1) 200+

Bayar gaji dan upah Rp 5.600

Bayar utang jangka panjang sebesar Rp 9.000 seperti tampak pada tabel12-3
dan tabel12-4 dapat dihitung sebagai berikut:

Utang jangka panjang awal (tabel 12-2) Rp 7.700

Tambahan utang jangka panjang (tabel 12-3) 9.500+

17.200

Utang jangka panjang akhir (tabel 12-2) 8.200−

Bayar utang jangka panjang Rp 9.000


Bayar dividen sebesar Rp 1.700 seperti tampak pada tabel 12-3 dan tabel
12-4 dapat dihitung sebagai berikut:

Laba ditahan awal (tabel 12-2) Rp 1.000

Laba bersih (anggaran laba rugi) 4.100+

5.100

Laba ditahan akhir (tabel 12-2) 12.400−

Terima hasil dari jual saham biasa Rp 1.700

Terima hasil dari jual saham biasa sebesar Rp 15.000 seperti tampak pada
tabel12-4 dapat dihitung sebagai berikut:

Modal saham biasa akhir (tabel 12-2) Rp 56.700

Modal saham biasa awal (tabel 12-2) 41.700−

Terima hasil jual saham biasa Rp 15.000

Pendekatan Akunting Keuangan

Berdasarkan data anggaran laba rugi tahun 2017 dari PT Purnasari dan data
anggaran neraca komparatif tahun 2016 dan tahun 2017 (tabel12-2) serta
data lainnya dapat disusun anggaran kas tahun 2017 dengan pendekatan
akunting keuangan (metode tak langsung).
Tabel 12-5
1. Kas masuk
Anggaran kas bentuk Kas masuk dari kegiatan operasi
tunggal .pendekatan Laba bersih Rp 4.100
akunting keuangan. Penyusutan 1.800 +
Sediaan turun 100
Utang usaha naik 3.800 +
Jumlah kas masuk dari kegiatan operasi Rp 9.100
Kas masuk dari kegiatan investasi
Terima dari hasil jualharta tetap Rp 6.200
Kas masuk dari kegiatan pendanaan
Terima dari jual saham biasa Rp 15.000
Terima dari utang jangka panjang 9.500 +
Rp 24.500 +
Jumlah kas masuk Rp 40.500

2. Kas keluar
Kas keluar untuk kegiatan operasi
Laba menjual harta tetap Rp 700
Piutang usaha naik 1.500
Piutang bunga naik 100
Beban bayar di muka naik 50
Beban terutang turun 50
Gaji dan upah terutang turun 200 +
Jumlah kas keluar untuk kegiatan operasi Rp 2.600
Kas keluar untuk kegiatan investasi
Bayar beli asset tetap Rp 30.600
Biaya pinjaman diberikan 1.100 +
Jumlah kas keluar untuk kegiatan investasi Rp31.700
Kas keluar untuk kegiatan pendanaan
Bayar dividen Rp 1.700
Bayar utang jangka panjang 9.000 +
Rp 10.700 +
Kas kelur untuk kegiatan pendanaan RP 45.000
1. Defisit (kekurangan) kas (1-2) (Rp 4.500)
2. Kas awal 1 januari 2017 Rp 12.700 +
3. Kas akhir 31 desember 2017 Rp 8.200

Kas masuk dari kegiatan operasi sebesar Rp 9.800 dan kas keluar dari kegiatan
operasi sebesar Rp 2.600 dalam anggaran kas metode tak langsung seperti pada
tabel 12-5 dan 12-6 bukan menggambarkan jumlah kas masuk dan jumlah kas
keluar semestinya. Oleh karena itu jumlah kas masuk kegiatan operasi sebesar Rp
28.900 dan jumlah kas keluar kegiatan operasi sebesar Rp 21.700 pada anggaran
kas metode langsung (tabel 12-3 dan 12-4) jumlahnya tidak sama dengan metode
tak langsung tabel 12-5 dan 12-6. Jumlah kas masuk dari jumlah kas keluar dari
kegiatan operasi semestinya adalah seperti pada anggaran kas yang menggunakan
metode langsung. Kas masuk dari kegiatan operasi pada metode tak langsung
lebih menggambarkan laba tunai dari pad akas masuk. Anggaran kas metode tak
langsung disusun berdasarkan data yang terdapat pada anggaran laba rugi dan
neraca komperatif tabel 12-2.

Tabel 12-6 1. Kegiatan operasi


Kas masuk dari kegiatan operasi
Anggaran kas
Laba bersih Rp 4.100
pbentuk
Penyusutan 1.800 +
campuran .
Sediaan turun 100
oendekatan
Utang usaha naik 3.800 +
akunting
Jumlah kas masuk dari kegiatan operasi Rp 9.800
keuangan
Kas keluar untuk kegiatan operasi
Laba menjual harta tetap Rp 700
Piutang usaha naik 1.500
Piutang bunga naik 100
Beban bayar di muka naik 50
Beban terutang turun 50
Gaji dan upah terutang turun 200 +
Jumlah kas keluar untuk kegiatan operasi Rp 2.600 -
Kas masuk bersih dari kegiatan operasi Rp 7.200

2. Kegiatan investasi
Kas masuk dari kegiatan investasi
Terima dari hasil jual harta tetap Rp 6.200
Kas keluar untuk kegiatan investasi
Bayar beli harta tetap Rp 30.600
Biaya pinjaman diberikan 1.100 +
Rp31.700 -
Kas keluar bersih untuk kegiatan investasi (Rp 25.500)
3. Kegiatan pendanaan
Kas masuk dari kegiatan pendanaan
Terima dari hasil jual saham biasa Rp 15.500
Terima dari utang jangka panjang 9.500 +
Rp 24.500

Kas keluar untuk kegiatan pendanaan


Bayar dividen Rp 1.700
Bayar utang jangka panjang 9.000 +
Rp 10.700 -
Kas kelur untuk kegiatan pendanaan RP 13.800
4. Defisit (kekurangan) kas (1+2+3) (Rp 4.500)
5. Kas awal 1 januari 2017 Rp 12.700 +
6. Kas akhir 31 desember 2017 Rp 8.200

Anggaran kas pada tabel 12-5 dapat dibuat ringkasan sebagai berikut:

Kas masuk Rp 40.500

Kas keluar 45.000

Kekurangan kas ( 4.500 )

Kas awal 12.700

Kas akhir Rp 8.200

Anggaran kas pada tabel 12-6 dapat dibuat ringkasannya sebagai berikut:

Kas masuk bersih dari kegiatan operasi Rp 7.200

Kas keluar bersih untuk kegiatan investasi (25.000)

Kas masuk bersih dari kegiatan pendanaan 13.800

Kekurangan Kas (Rp 4.500)

Kas awal 12.700

Kas akhir Rp 8.200

Tabel 12-7 1. Kas masuk


Kas masuk dari kegiatan operasi
Anggran kas bentuk Laba operasi = laba bersih – laba menjual harta tetap Rp 3.400
tunggal . pendekatan Penyusutan 1.800 +
akunting keuangan Laba tunai 5.200
Sediaan turun 100
Utang usaha naik 3.800 +
Jumlah kas masuk dari kegiatan operasi Rp 9.100
Kas masuk dari kegiatan investasi
Terima dari hasil jualharta tetap Rp 6.200
Kas masuk dari kegiatan pendanaan
Terima dari jual saham biasa Rp 15.000
Terima dari utang jangka panjang 9.500 +
Rp 24.500 +
Jumlah kas masuk Rp 39.800
2. Kas keluar
Kas keluar untuk kegiatan operasi
Piutang usaha naik 1.500
Piutang bunga naik 100
Beban bayar di muka naik 50
Beban terutang turun 50
Gaji dan upah terutang turun 200 +
Jumlah kas keluar untuk kegiatan operasi Rp 1.900
Kas keluar untuk kegiatan investasi
Bayar beli harta tetap Rp 30.600
Biaya pinjaman diberikan 1.100 +
Jumlah kas keluar untuk kegiatan investasi Rp31.700
Kas keluar untuk kegiatan pendanaan
Bayar dividen Rp 1.700
Bayar utang jangka panjang 9.000 +
Rp 10.700 +
Kas kelur untuk kegiatan pendanaan RP 44.300
6. Defisit (kekurangan) kas (1+2+3) (Rp 4.500)
7. Kas awal 1 januari 2017 Rp 12.700 +
8. Kas akhir 31 desember 2017 Rp 8.200

Pada tabel 12-7 tampak laba operasi sebesar Rp 3.400 yaitu laba bersih-laba
menjual aset tetap =Rp 4.100 – Rp 700 = Rp 3.400.

Tabel 17-8 1. Kegiatan operasi


Kas masuk dari kegiatan operasi
Anggaran kas bentuk Laba operasi = laba bersih – laba menjual harta tetap Rp 3.400
campuran. Penyusutan 1.800 +
Pendekatan Laba tunai 5.200
akunting keuangan Sediaan turun 100
Utang usaha naik 3.800 +
Jumlah kas masuk dari kegiatan operasi Rp 9.100
Kas keluar untuk kegiatan operasi
Piutang usaha naik 1.500
Piutang bunga naik 100
Beban bayar di muka naik 50
Beban terutang turun 50
Gaji dan upah terutang turun 200 +
Jumlah kas keluar untuk kegiatan operasi Rp 1.900
Kas masuk bersih dari kegiatan operasi Rp 7.200
2. Kegiatan investasi
Kas masuk dari kegiatan investasi
Terima dari hasil jual harta tetap Rp 6.200
Kas keluar untuk kegiatan investasi
Bayar beli harta tetap Rp 30.600
Biaya pinjaman diberikan 1.100 +
Rp31.700 -
Kas keluar bersih untuk kegiatan investasi (Rp 25.500)
3. Kegiatan pendanaan
Kas masuk dari kegiatan pendanaan
Terima dari hasil jual saham biasa Rp 15.500
Terima dari utang jangka panjang 9.500 +
Rp 24.500
Kas keluar untuk kegiatan pendanaan
Bayar dividen Rp 1.700
Bayar utang jangka panjang 9.000 +
Rp 10.700 -
Kas kelur untuk kegiatan pendanaan RP 13.800
4. Defisit (kekurangan) kas (1+2+3) (Rp 4.500)
5. Kas awal 1 januari 2017 Rp 12.700 +
6. Kas akhir 31 desember 2017 Rp 8.200

Pada tabel 12-8 tampak bahwa laba operasi adalah laba bersih dikurangi laba
menjual aset tetap atau Rp 3.400 = Rp 4.100 – Rp 700. Oleh karena itu laba
menjual aset tetap sebagai penguran laba bersih untuk menghasilkan laba operasi,
maka pad akas keluar untuk kegiatan operasi tidak tampak lagi laba menjual aset
tetap sebesar Rp 700.