Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES)
FEES merupakan prosedur instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi menelan
dan menuntun penatalaksanaan kelainan menelan. Dengan menggunakan endoskopi
transnasal untuk memvisualisasikan secara langsung anatomi struktur yang penting dalam
proses menelan agar dapat mengevaluasi pergerakan struktur tersebut selama menelan
makanan maupun minuman
INDIKASI :
Riwayat disfagia
Kesulitan mengolah sekret oral
Kesulitan dalam mengkoordinasikan proses menelan dan bernapas.
Kualitas fokal yang abnormal disertai suspek disfagia
Fatig selama menelan
Globus pharyngeus (sensasi globus yaitu sensasi seolah-olah ada benjolan atau benda
asing di tenggorokan yang dapat persisten atau intermiten
KONTRAINDIKASI :
Agitasi berat (kegelisahan, cemas) dan tidak kooperatif
Kelainan pergerakan yang berat
Riwayat vasovagal (kehilangan kesadaran yang terjadi mendadak dan dalam waktu
yang singkat)
Riwayat epistaksis yang berat
Trauma nasal
Riwayat penatalaksanaan pada kanker kepala maupun leher (bedah, kemoterapi,
radioterapi)
Obstruksi pada kedua saluran nasal
Kondisi kardiovaskuler yang tidak stabil
Riwayat pengobatan antikoagulan
Stenosis nasofaringeal
Fraktur pada wajah atau basis kranii
Pasien dengan kelainan darah
Etiologi disfagia berlokasi di esofag
PROSEDUR PEMERIKSAAN
Agar pemeriksaan FEES ini dapat berlangsung dengan baik dan untuk menghindari
komplikasi yang mungkin timbul, perlu diperhatikan persiapan yang optimal. Persiapan
meliputi:
1. Persiapan Penderita
Sebelum tindakan FEES perlu dilakukan:
Anamnesis lengkap dan cermat
Pemeriksaan THT rutin
Pemeriksaan darah tertutama penderita dengan kecurigaan gangguan perdarahan.
Pemeriksaan tanda-tanda vital sesaat sebelum pemeriksaan.(10)
2. Anestesi
Anestesi dan atau dekongestan topikal digunakan untuk mengurangi rasa tidak
nyaman. Namun demikian penggunaannya tidak dianjurkan karena dapat mempengaruhi
aspek sensoris dari menelan. Pemakaian lubrikan (K-Y Jelly) di ujung endoskop dapat
memudahkan insersi endoskop.(10, 20)
3. Persiapan Alat
Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan adalah :
Endoskop fleksibel
Light source
Monitor televise/komputer/laptop
Kamera dan video untuk merekam
Minuman dan makanan yang berwarna dengan berbagai konsistensi.(2, 10)
GAMBAR 5. Alat-alat pemeriksaan FEES
Dikutip dari kepustakaan(10)
4. Tahap Pemeriksaan
Tahap pemeriksaan dibagi dalam 3 tahap : (2)
a. Pemeriksaan sebelum pasien menelan (preswallowing assesment) untuk menilai
fungsi muskular dari oromotor dan mengetahui kelainan fase oral.
Penilaian otot ekspresi muka
Otot muka sebaiknya diinspeksi saat istirahat maupun saat melakukan gerakan,
bandingkan kesimetrisannya.
Penilaian otot mastikasi (mengunyah)
Otot masseter dan temporalis dipalpasi saat pasien melakukan gerakan
menggigit dan mengunyah. Berikan tahanan halus untuk menilai kekuatannya.
Lakukan pemeriksaan yang sama terhadap otot pterygoideus externus yang
berfungsi menggerakkan mandibula dari sisi ke sisi pada gerakan memutar.
Penilaian otot palatofaringeal
Otot-otot palatofaringeal dinilai sebagai satu unit. Konstriksi palatofaringeal
dinilai kesimetrisannya pada saat bernafas, fonasi dan stimulasi reflek muntah.
Sekaligus dinilai ada tidaknya nasal emisi dan suara sengau.
Tes menelan
Pemeriksa dapat merasakan saat terjadinya reflek menelan bila jari-jari
diletakkan pada thyroid notch antara os hyoid dan laring dan terasa laring
bergerak ke atas dan ke depan. Bila terdapat kelemahan otot atau reflek tidak
adekuat maka jari pemeriksa akan tertinggal dan berbelok oleh elevasi laring.
Pada keadaan ini, cricofaringeus gagal membuka dan epiglottis tidak adekuat
terbawa ke dasar lidah sehingga jalan nafas tidak aman.
*Penilaian preswallowing sangat penting karena tes menelan dengan makanan
padat dan cairan beresiko menyebabkan aspirasi. Reflek batuk yang adekuat
adalah penting sebelum manajemen nutrisi per-oral dimulai.
b. Pemeriksaan langsung dengan memberikan berbagai konsistensi makanan, dinilai
kemampuan pasien dan diketahui konsistensi apa yang paling aman untuk pasien. Jika
aman, lanjutkan pemeriksaan dengan evaluasi menelan menggunakan beberapa
konsistensi dan jenis makanan yang berbeda (ice chips, thin liquids, thick liquids,
puree, soft food, solid food, mixed consistencies). Beberapa tetes pewarna makanan
(hijau atau biru) ditambahkan pada makanan atau cairan untuk memudahkan
visualisasi pemeriksa. (2, 10, , 19, 20)
c. Pemeriksaan terapi dengan mengaplikasikan berbagai maneuver terapeutik seperti
supraglottic swallow, effortfull swallow dan Mendelsohn maneuver; dan posisi kepala
seperti chin tuck atau chin down; head turn atau head rotation, head back/chin up dan
lain-lain untuk menilai apakah terdapat peningkatan kemampuan menelan.(2, 10)
5. Teknik pemeriksaan
FEES dilakukan di poliklinik atau ruang perawatan.
Pasien dalam posisi duduk menghadap pemeriksa.
Endoskop dimasukkan ke dalam vestibulum nasi menelusuri dasar
hidung, ke arah velofaringeal masuk ke dalam orofaring.
Pada pemeriksaan FEES perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Evaluasi laring dan supraglottis meliputi plika ariepiglotik, incisura
interaritenoid, plika vokalis dan plika ventrikularis, subglotik dan
bagian proksimal trakea.
Evaluasi pergerakan laring pada saat respirasi dan fonasi. Evaluasi
pengaturan sekret. Terdapat dua tahap pemeriksaan FEES, pertama
yaitu evaluasi refleks adduktor laring terhadap rangsangan berupa
pulsasi udara yang diberikan melalui saluran khusus dalam endoskop
dan yang kedua evaluasi menelan makanan berwarna dengan berbagai
konsistensi.
GAMBAR 6. Gambaran skematik pemerksaan FEES
Dikutip dari kepustakaan(10)
F. Evaluasi
Pemeriksaan
Dengan pemeriksaan FEES dinilai 5 proses fisiologi dasar seperti: (2,19, 20)
a. Sensitivititas pada daerah orofaring dan hipofaring yang sangat berperan dalam
terjadinya aspirasi.
b. Spillage (preswallowing leakage): masuknya makanan ke dalam hipofaring sebelum
refleks menelan mulai sehingga mudah terjadi aspirasi.
c. Residu: menumpuknya sisa makanan pada daerah valekula, sinus piriformis kanan
dan kiri, poskrikoid dan dinding faring posterior sehingga makanan tersebut akan
mudah masuk ke jalan napas pada saat proses menelan terjadi ataupun sesudah proses
menelan.
d. Aspirasi: masuknya makanan ke jalan napas melewati pita suara yang sangat berperan
terhadap terjadinya komplikasi paru.
G. Evaluasi Transpor Bolus
Setelah evaluasi kemampuan proteksi jalan napas, selanjutnya dilakukan penilaian
transpor bolus makanan dan cairan yang telah diberi pewarna (biasanya hijau). Konsistensi
makanan yang diberikan berdasarkan diet yang terakhir diberikan dan temuan evaluasi
disfagia sebelumnya. Makanan diberikan dengan ukuran bolus yang makin besar mulai dari
¼ sendok teh (sdt), ½ sdt, dan 1 sdt. Cairan diberikan lewat sendok teh, cangkir dan sedotan.
Proses menelan di evaluasi untuk masing-masing presentasi. Urutan pemberian makanan
mulai dari cairan, makanan lunak dan makanan padat. Zat makanan atau cairan yang
diberikan terdiri dari cairan jernih (thin liquid), cairan pekat (thick liquid) seperti susu, bubur
(konsistensi lunak), biskuit/crackers (makanan padat). Faktor-faktor yang dinilai adalah oral
transit time, tepatnya waktu inisisasi menelan, elevasi laring, spillage, residu, kekuatan dan
koordinasi menelan, penutupan laring (retrofleksi epiglotis dan penutupan plika vokalis),
refluks, penetrasi, dan aspirasi. Perhatikan kemampuan membersihkan residu makanan atau
minuman, penetrasi dan aspirasi, baik secara spontan ataupun dengan cara-cara tertentu
misalnya dengan merubah posisi kepala ke kiri atau ke kanan, menelan beberapa kali atau
menelan kuat-kuat.(19, 10)