Anda di halaman 1dari 63

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Mata Pelajaran : Analisis Kimia Dasar


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke : 1,2
Alokasi waktu : 4 X 45 menit

Kompetensi Dasar :
3.8 Mengevaluasi Penataan Laboratorium Kimia
4.8 Melaksanakan Penataan Alat-Alat Laboratorium Kimia
Indikator :
 Membuat prosedur manual teknik penyimpanan alat-alat yang aman.
 Menyimpan alat-alat kimia di tempat yang sesuai prosedur manual teknik penyimpanan
bahan yang aman.
 Mencatat seluruh aktifitas penataan sesuai aturan yang berlaku.
 Melaporkan hasil penataan sesuai aturan yang berlaku.
I. Tujuan
 Siswa dapat membuat prosedur maual teknik penyimpanan alat yang aman sesuai
aturan yang berlaku
 Siswa dapat menata alat-alat kimia di tempat yang sesuai prosedur manual teknik
penyimpanan yang aman.
 Siswa dapat mencatat seluruh aktifitas penataan sesuai aturan yang berlaku.
 Siswa dapat melaporkan hasil penataan sesuai aturan yang berlaku.
II. Materi Ajar
1. Peralatan praktek yang berasal dari gelas
2. Alat ukur volume di laboratorium dan cara membacanya
3. Menyusun prosedur manual teknik penyimpanan alat-alat yang aman sesuai aturan
yang berlaku
4. Membuat catatan dan laporan selama kegiatan penataan penyimpanan bahan kimia
dengan aman sesuai aturan yang berlaku.
III. Metode Pembelajaran
 Diskusi- informasi
 Praktek
 Tugas kelompok
IV. Langkah- langkah Pembelajaran
PERTEMUAN I (45 x 2 JP)
Langkah-langkah Kegiatan Waktu
Pendahuluan - Memberi motivasi kepada siswa 10
betapa pentingnya memperhatikan
sifat- sifat bahan kimia sebelum
dilakukan penyimpanan, untuk
menjaga keamanan alat kimia
(tidak terjadi kerusakan alat) dan
keselamatan kerja.
- Menanyakan kembali kepada siswa
tentang alat-alat yang digunakan
untuk praktikum
- Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
- Guru membentuk kelompok
Kegiatan Inti - Guru memberi contoh melalui 60
slide power poin tentang susunan
prosedur manual teknik
penyimpanan alat-alat yang aman
(mengamati)
- Melalui kelompok-kelompoknya
peserta didik menyusun prosedur
manual teknik penyimpanan alat
yang aman sesuai aturan yang
berlaku. (menanya)
- Setelah membuat prosedur manual
siswa dalam masing-masing
kelompoknya menata alat-alat
tersebut dalam lemari yang
disediakan. (eksperimen)
- Masing-masing kelompok
membuat laporan alat-alat yang
telah disusun (mengasosiasi)
- Masing-masing kelompok dengan
perwakilannya menampilkan
tentang :
1. prosedur manual yang telah
disusunnya
2. laporannya hasil praktek
(mengkomunikasi)

 Guru bersama peseerta didik 20


menyimpulkan bersama tentang
prosedur penyimpanan alat-alat
praktek kimia yang benar
 Diakhir pembelajaran guru
memberi tugas membuat laporan
kelompok dari praktek yang telah
dilaksanakan
V. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
Alat:
 Semua alat- alat glassware di laboratorium
 LCD, Laptop
 Papan tulis, spidol
Bahan:
Sumber Belajar:
 Bahan belajar bentuk Powerpoint
 Modul tentang alat-alat praktek di laboratorium kimia
 MSDS
 eBook ditpsmk judul Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Kimia Kelas X
VI. Penilaian
- Metode Penilaian
 Tes tertulis
 Penilaian proses
 Penilaian portofolio
- Instrumen Penilaian
a. Penilaian Tes Tertulis
SOAL uraian:
1. Faktor- factor apakah yang dapat menyebabkan rusaknya alat-alat kimia?
2. Berilah suatu ilustrasi cara penyimpanan alat paraktek yang berasal dari gelas
yang benar untuk menghindari kerusakan
3. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun prosedur manual?
4. Mengapa penyimpanan peralatan di laboratorium harus dipisahkan dari bahan
kimia ? Jelaskan alasannya.
b. Penilaian proses: menilai disiplin siswa, motivasi, tanggung jawab
Rubrik Penilaian
No Nama Siswa Penilaian
disiplin motivasi tanggung
jawab

Kriteria Nilai Disiplin


1 : tidak masuk kelas tetapi ada di luar kelas
2 : masuk kelas hanya setengah pelajaran
3 : masuk kelas terlambat 10 menit mengikuti pelajaran sampai akhir
4 : masuk kelas tepat waktu dan mengikuti pelajaran sampai akhir pelajaran
Kriteria Nilai Motivasi
1 : hanya menonton
2 : kurang aktif bekerja dengan kelompoknya
3 : aktif bekerja dengan kelompoknya
4 : sangat aktif bekerja dengan kelompoknya
Kriteria Tanggung Jawab
1 : tidak membuat laporan
2 : membuat laporan tetapi tidak lengkap
3 : membuat laporan lengkap
4 : membuat laporan sangat lengkap
c. Penilaian portofolio
1. Rubrik Penilaian Portofolio dari Laporan

No Nama Siswa Penilaian


Kerapian Materi Waktu
mengumpulkan
laporan

KERAPIAN
1 : tulisan tidak tertata alinea, paragraf dll
2 : tulisan sudah tertata alinea, paragraf tetapi jenis huruf terlalu banyak (maksimal 3
jenis)
3 : tulisan sudah tertata alinea, paragraf, terdapat 3 jenis huruf, spasi tidak menentu
4 : tulisan sudah tertata alinea, paragraf, terdapat 3 jenis huruf, spasi tersusun rapi
MATERI
1 : Menyimpang dari K.D dalam proses pembelajaran
2 : Sesuai KD dalam proses pembelajaran
3 : Sesuai KD dalam proses pembelajaran, ada pengayaan tidak sesuai KD
4 : Sesuai KD dalam proses pembelajaran, ada pengayaan sesuai KD
WAKTU MENGUMPULKAN LAPORAN
1 : Lewat 1 minggu dari waktu yang ditetapkan
2 : Lewat 1-5 hari dari waktu yang ditetapkan
3 : Lewat 1- 3 hari dari waktu yang ditetapkan
5 : Tepat waktu dari waktu yang ditetapkan
d. Penilaian Tes Uraian

No Soal skor

1. Faktor- factor apakah yang dapat menyebabkan rusaknya 15


alat-alat kimia?
2. Berilah suatu ilustrasi cara penyimpanan alat paraktek yang 25
berasal dari gelas yang benar untuk menghindari kerusakan
3. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun prosedur 15
manual?
4. Mengapa penyimpanan peralatan di laboratorium harus 20
dipisahkan dari bahan kimia ? Jelaskan alasannya.
5. Susunlah prosedur penyimpanan manual untuk menyimpan 25
alat titrasi buret dan pipet volume

jumlah 100

Banjarmasin, 8 Januari 2019


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N 2 Banjarmasin Kompetensi Kimia Industri

H.Almunawar, S.T, M.Pd Sri Mulyaningsih, S.Pd.


NIP. 196503231990031009 NIP. 196807171991092002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Mata Pelajaran : Analisis Kimia Dasar


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke :2
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Kompetensi Dasar :
3.8 Mengevaluasi penataan alat-alat laboratorium kimia
4.8 Melaksanakan penataan alat-alat laboratorium kimia
Indikator :
 Alat pembersih dan pelindung diri dipilih sesuai kebutuhan.
 Peralatan yang sudah dipai dibersihkan sesuai prosedur khusus untuk alat itu
 Peralatan yang telah dibersihkan disimpan sesuai ketentuan manual peralatan
I. Tujuan
 Siswa dapat memilih alat pembersih dan pelindung diri sesuai kebutuhan
 Siswa dapat membersihkan peralatan yang sudah dipakai
 Siswa dapat menyimpan peralatan yang telah dibersihkan
II. Materi Ajar:
1. MACAM- MACAM ALAT DAN BAHAN PEMBERSIH
2. ALAT PELINDUNG DIRI
III. Metode Pembelajaran
 Diskusi- informasi
 Praktikum
 Pemberian tugas
IV. Langkah- langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
Guru menggali informasi yang dimiliki siswa dengan memberikan pertanyaan
lisan, tentang macam bahan pembersih, alat pembersih dan cara- cara
membersihkan peralatan.
B. Kegiatan Inti
Guru menyampaikan materi tentang bahan pembersi.
Macam- macam larutan pembersih
 Larutan Sabun
 Larutan bikromat (K2Cr2O7) dalam asam sulfat (H2SO4)
 Larutan KMnO4- H2SO4
 Larutan KOH/ NaOH alkoholik
Cara- cara membersihkan peralatan
Praktikum :
- siswa membuat berbagai larutan pembersih
- di hari lain siswa praktik membersihkan peralatan dengan benar
C. Kegiatan Akhir
Menguji hasil kerja siswa dari bahan pembersih yang telah dibuat, dan
melihat tingkat kebersihan alat –alat yang sudah dibersihkan.
Semua siswa diminta membuat laporan dari semua kegiatan praktiknya
Di akhir sub kompetensi diadakan tes tertulis tentang pengetahuan siswa
perihal bahan dan alat pembersih.

V. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar


Alat:
 alat- alat gelas, porselen, stainlesstel
 alat- alat proses: pH meter, neraca, heat exchanger, dll
Bahan:
 K2Cr2O7  KOH
 H2SO4  KMnO4
 NaOH  Aquades
Sumber Belajar:
 Modul Pengelolaan Lab
 Jobsheet praktik Pembersihan alat
VI. Penilaian
Penilaian Proses:
 menilai kinerja siswa dalam praktik membuat lar.pembersih dan
membersihkan peralatan dengan benar, antara lain menilai dalam hal:
disiplin kerja, tanggungjawab, produknya
 Tes Lisan: pre tes sebelum praktikum
 Tes tertulis: Menguji pengetahuan siswa tentang prosedur membersihkan
peralatan dan penyimpanannya.
Contoh soal:
1. Bahan pembersih apa yang dipakai untuk membersihkan kotoran dari
minyak/ lemak
2. Sebutkan 3 macam bahan pembersih dan penggunaannnya
3. APD apa yang perlu digunakan pada saat membersihkan peralatan
4. Mengapa alat- alat harus selalu dalam keadaan bersih sebelum digunakan?
Banjarmasin, 8 Januari 2019
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N 2 Banjarmasin Analisa Kimia Dasar

H. ALMUNAWAR, S.T, M.Pd Sri Mulyaningsih, S.Pd.


NIP. 196503231990051009 NIP. 196807171991092002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke :
Alokasi waktu : X 45 menit
Standar Kompetensi : MENYIAPKAN BAHAN KIMIA MENGIKUTI
FORMULA TERTENTU
Kompetensi Dasar : Menyiapkan bahan kimia dan peralatan
Indikator :
 APD harus dikenakan sesuai prosedur
 Peralatan disiapkan dan diatur sesuai dengan kebutuhan
 Jumlah bahan kimia yang dibutuhkan dihitung berdasar
formula yang dibutuhkan
 Bahan kimia ditimbang / ditentukan beratnya dan disiapkan
sesuai prosedur dan dimasukkan ke dalam wadah yang aman

I. Tujuan
 Siswa dapat mengenakan APD sesuai prosedur
 Siswa dapat menyiapkan dan mengatur peralatan sesuai dengan kebutuhan
 Siswa dapat menghitung jumlah bahan kimia berdasar formula yang
dibutuhkan
 Siswa dapat menimbang dan menyiapkan bahan kimia sesuai prosedur
II. Materi Ajar
 APD : Alat Pelindung Diri
Agar dapat bekerja dengan aman, maka APD harus dikenakan sesuai
ketentuan yang berlaku di perusahaan. Pemilihan APD harus tepat agar
keselamatan kerja terjamin. Dalam bekerja menggunakan bahan kimia
minimal harus mengenakan jas lab, sarung tangan, masker, sepatu karet,
dll, dengan tujuan untuk melindungi badan dari kontaminasi dengan
bahan kimia. Untuk mereaksikan zat- zat berbahaya dilakukan di dalam
almari asam yang dilengkapi dengan blower yang dipastikan dapat
berfungsi dengan baik.
 Praktikum menyiapkan peralatan, merangkai, menggunakan, kemudian
membongkar serta membersihkan setelah selesai.
Misalnya : Proses Destilasi
Terdiri dari:
 labu didih/ labu alas bulat
 Pemanas
 Pendingin liebig
 Pipa alonga
 Selang air
Semua siswa dapat menyiapkan sekaligus merangkai dan dapat
digunakan untuk proses destilasi dengan baik.
 Perhitungan Jumlah Bahan Kimia
Di semester Ganjil semua siswa telah mendapatkan pelajaran dasar-
dasar kompetensi kejuruan yaitu kimia dasar. Didalamnya sudah banyak
membahas tentang perhitungan berbagai satuan/ formula bahan kimia,
antara lain; Molaritas, Molalitas, Normalitas, prosen, Bpj, dll. Pada
kesempatan ini marilah diingat kembali dengan memperbanyak latihan
menghitung kebutuhan bahan kimia untuk keperluan tertentu. Sebelum
suatu kegiatan/ proses dilakukan, semua kebutuhan bahan kimia harus
dihitung dahulu dengan benar dan teliti.
Contoh: Untuk membuat 2 liter larutan NaOh dengan konsentrasi 0,1M,
maka berapa gram kebutuhan kita akan NaOH kristal?
Penyelesaian: gram 1
M = ------ X --------
Mr Liter
x 1
0,1= ------ . --------
40 2
X = 8 gram
Langkah membuat larutan:
 kita timbang dengan benar 8 gram kristal NaOH dengan neraca
listrik/ digital
 Disiapkan aquades dan bekerglass untuk melarutkan kristalnya
sedikit- demi sedikit sambil diaduk.
 Setelah semua larut kita masukkan ke dalam labu takar berukuran 2
liter dengan bantuan corong, kemudian di- adkan dengan manambah
aquades sampai batas.
 Tutuplah labu takar dn gojoklah ( dibolak0 balik) agar semua
homogen
 Setelah selesai tuang ke botol reagen dan beri label. Ingat ! karena
zat ini basa sebelum ditutup berilah plastik dulu, agar mudah
membukanya kembali.
 Cara menimbang Yang Benar
Penimbangan yang slah akan menyebabkan kesalahan dalam
perhitungan dan analisis. Oleh karena itu perhatikan cara- cara menimbang
yang benar!
1. Letakkan neraca di tempat datar dan minim ventilasi
2. Nol- kan atau tekan TARE pada tombol
3. Timbang dulu wadah atau tempat kosong untuk menimbang dan
catat hasilnya
4. Barulah timbang bahan kimia sesuai kebutuhan
5. Untuk bahan yang muudah menguap/ tidak stabil gunakan botol
timbang atau tempat lain yang bertutup rapat.

III. Metode Pembelajaran


 Diskusi- informasi
 Praktikum
 Penugasan
IV. Langkah- langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
Pre- tes: dengan memberikan 2 soal perhitungan bahan kimia di papan tulis,
ditunjuk 2 siswa untuk mengerjakan di depan. Setelah selesai jawaban
dibahas bersama untuk mereview ingatan siswa.
B. Kegiatan Inti
 Demonstrasi guru untuk menunjukkan APD, cara penggunaan dan
kegunaan yang benar.
 Secara acak siswa ditunjuk untuk dapat memilih dan menggunakan
APD secara benar
 Guru menjelaskan cara mempersiapkan alat dan merangkai alat
dengan simulasi, siswa memperhatikan kemudian mencoba secara
bergantian
 Dengan penjelasan singkat tentang macam- macam perhitungan
bahan kimia sesuai formula tertentu, siswa dapat mempraktikkan
perhitungan bahan dengan benar.
C. Kegiatan Akhir
 Pembuatan laporan kegiatan praktik
 Pemberian tugas mandiri
 Pembahasan masalah yang dihadapi siswa

V. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar


 Alat- alat glassware
 Macam- macam neraca
 Bahan- bahan kimia
 Jobsheet dan modul
VI. Penilaian
 Penilaian portofolio: laporan praktikum, tugas latihan soal
 Penilaian proses : observasi siswa pada saat KBM, maupun
praktikum, tentang motivasi, kedisiplinan, tanggungjawab,
kerjasama, dll
 Tes Lisan: pre- tes sebelum KBM dimulai
 Tes tertulis: Latihan soal- soal perhitungan kimia
Menggambar rangkaian alat dan keterangan yang
diperlukan.
Contoh Soal:
1. Tersedia H2SO4 pekat dengan data berat jenis = 0,98 kg/ liter,
kemurniannya 49%, massa atom relatif H=1, S=32, O= 16.
Hitunglah berapa ml kebutuhan akan H2SO4 pekat tsb untuk
membuat 500 ml larutan H2SO4 dengan konsentrasi 4 M!
2. Gambarkan rangkaian alat ekstraksi dan lengkapi dengan nama dan
kegunaan masing- masing alat dan cara kerjanya.
3. Berapa gram KOH yang anda timbang untuk membuat 25o ml
larutan KOH 0,2 M. Ar K= 39, O= 16, H= 1.

Trucuk, 28 Januari 2008


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Komp. Kejuruan Kimia Industri

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri NanikWulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke :
Alokasi waktu : X 45 menit
Standar Kompetensi : MENYIAPKAN BAHAN KIMIA MENGIKUTI
FORMULA TERTENTU

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi Kebutuhan bahan kimia dan peralatan


Indikator :
 Pemeriksaan K3 kondisi peralatan yang dibutuhkan untuk menyiapkan
bahan kimia harus dilaksanakan mengikuti prosedur dan kebijakan
perusahaan dan per-UU-ngan yang berlaku
 Bahan kimia yang dibutuhkan untuk proses diidentifikasi sesuai
prosedur yang berlaku di perusahaan.
 Sistem pengamanan diperiksa sesuai ketentuan perusahaan dan
dipastikan dapat bekerja dengan baik
 Penyimpangan yang terjadi dilaporkan sesuai prosedur yang berlaku.

I. Tujuan
 Siswa dapat memeriksa K3 kondisi peralatan yang dibutuhkab sesuai
prosedur yang berlaku
 Siswa dapat mengidentifikasi bahan kimia yang dibutuhkan sesuai prosedur
yang berlaku di perusahaan
 Siswa dapat memeriksa system pengamanan dan memastikan dapat
berfungsi dengan baik
 Siswa dapat melaporkan penyimpangan yang terjadi sesuai prosedur yang
berlaku.
II. Materi Ajar
 Tipe- tipe Bahaya Bahan Kimia sesuai MSDS
Bahan kimia pada dasarnya bersifat DANGER and POISON, bahaya dan
beracun, sehingga dalam penyimpanan dan penggunaannya harus selalu
memperhatikan sifat bahan sesuai lembar data keselamatan bahan (MSDS).
Tiap bahan kimia mempunyai MSDS sendiri- sendiri.Dalam MSDS
tercantum berbagai hal yang menerangkan tentang bahan tsb, antara lain:
rumus kimianya, nama lain, ketentuan umum, sifat racun, keamanan dalam
pengangkutan, keamanan personal, sifat fisik, dll.
Dengan mengetahui tipe bahaya bahan kimia kita diharapkan dapat bekerja
dengan aman dan selamat.
 K3 Peralatan
Masing- masing peralatan mempunyai karakteristik yang berbeda, baik
peralatan manual maupun digital. Agar dapat bekerja dengan aman, perlu
dipelajari K3 peralatan yang tersedia sebaik dan seteliti mungkin. Jika
pengetahuan K3 peralatan tidak dikuasai dapat mempercepat terjadinya
kerusakan dan ketidakakuratan hasil yang diinginkan.
Minimal sebelum menggunakan peralatan periksalah:
 kebersihan alat
 SOP (standart operatonal prosedure)
 Ruangan yang dipakai, misal: untuk ruang timbang ventilasi
diusahakan tidak ada, karena dapat mengurangi ketelitian dalam
pembacaan skala.
 Macam- macam satuan / Takaran/ Formula Bahan kimia
Bahan kimia yang diperlukan suatu proses dapat berupa cairan, padatan, gas
maupun larutan. Untuk bahan padatan biasa dinyatakan dalam satuan gram/
mgram, cairan dalam ml/ cc/ liter, gas dalam ml/ dm3 dan larutan dapat
dinyatakan dalam berbagai satuan konsentrasi, missal: Molaritas, %, Bpj,
Normalitas, Molalitas, dll.
Satua- satuan ini harus dikuasai betul dalam perhitungannya termasuk
didalamnya menguasai:
- cara- cara menimbang yang benar
- cara membuat larutan
- cara mengencerkan larutan pekat dengan aman dan benar

 Cara menganalisis kebutuhan bahan kimia dan peralatan.


Jika kita diberi sebuah jobsheet untuk suatu proses, maka yang kita
analisis adalah;
1. Kapan dan dimana proses akan berlangsung
2. alat- alat apa yang diperlukan, bagaimana kondisi alat
itu, dapatkah bekerja dengan baik?
3. Bahan- bahan kimia apa yang diperlukan? Berapa
banyaknya bagaimana perhitungannya?
4. Periksa K3 dalam bekerja menyiapkan alat dan bahan
5. Gunakan Alat Pelindung Diri dengan benar

III. Metode Pembelajaran


- Ceramah singkat
- Diskusi- informasi
- Praktik mengidentifikasi kebutuhan bahan dan peralatan
- Penugasan

IV. Langkah- langkah Pembelajaran


A. Kegiatan Awal
Pre- tes: membangkitkan ingatan siswa tentang jenis- jenis bahan kimia dan
rumus kimianya dengan memberikan pertanyaan secara acak.
B. Kegiatan Inti
 Guru menjelaskan tipe- tipe bahan kimia secara garis besar , siswa
latihan menterjemahkan lembar MSDS untuk bahan kimia tertentu yang
dicari anak melalui tugas mandiri di internet. Kemudian tiompok
mendiskusikan hasilnya dengan waktu sekitar 1 jam. Setelah semua
selesai guru memberikan kesempatan beberapa kelompok untuk
presentasi di depan kelas.
 Guru memberikan informasi tentang perlunya K3 dalam bekerja agar
aman. Siswa di rumah diberi tugas mencari informasi K3 pada industri
kecil di lingkungannya
 Siswa diminta praktik mengidentifikasi bahan kimia dan peralatan sesuai
jobsheet tiap kelompoknya. Guru melakukan observasi kegiatan siswa.
C. Kegiatan Akhir
- membahas laporan kegiatan praktikum dan mendiskusikan
kekurangan- kekurangannya.
- Siswa diberi umpan balik berupa pertanyaan lisan tentang materi tipe
bahan kimia dan K3
V. Alat/ bahan/ Sumber belajar
- alat- alat praktikum/ proses
- Bahan- bahan kimia
- Lembar MSDS
- Jobsheet

VI. Penilaian
- Penilaian proses:
Guru meberi penilaian khusus dari hasilobservasi siswa di lab,
antara lain tentang: disiplin, kerjasama, tanggungjawab,dll.
- Tes lisan:
Sebelum praktikum tiap kelompok diberi pertanyaan lisan tentang
materi yang dipraktikkan.
- Tes tertulis:
Dapat diberikan di tengah- tengah KBM untuk mengingat kembali
materi yang telah diajarkan. Atau dapat pula sebagai evaluasi akhir
setelah 1 komptensi selesai.
Contoh soal:
1. Apa yang dimaksud dengan bahan kimia mudah terbakar?
2. Gambarkan lambing bahan kimia iritan
3. Sebutkan 3 bahan kimia yang mudah meledak!
4. Hitung kebutuhan NaOH berapa gram untuk membuat 400 ml larutan
NaOH 10% berat!
5. Berapa ml air yang harus ditambahkan pada 200 ml larutan HCl 5M agar
diperoleh larutan HCl 3M?

Trucuk, 28 Januari 2008


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Komp. Kejuruan Kimia Industri

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri NanikWulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke :
Alokasi waktu : X 45 menit
Standar Kompetensi : MELAKSANAKAN ENVIRONMENT HEALTH AND
SAFETY MENGIKUTI SOP
Kompetensi Dasar : Memantau dan melaporkan potensi bahaya dari pekerjaan
yang dilaksanakan.
Indikator :
 Bahan olahan, peralatan kerja dan lingkungan kerja, diamati
terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya
 Pelaksanaan proses / reaksi diamati dari kemungkinan
kebocoran dan peningkatan tekanan yang tiba- tiba
 Prosedur kerja yang mempunyai tingkat bahaya tinggi harus
ditangani secara khusus mengikuti prosedur tertentu.
 Kecelakaan kerja dan kondisi emergensi lainnya harus
diantisipasi dan disiapkan
 Setiap kondisi dan situasi yang tidak normal yang terpantau
harus dicatat dan dilaporkan.
I. Tujuan:
 Siswa dapat mengamati kemungkinan adanya potensi bahaya dari bahan
olahan, peralatan dan lingkungan kerja
 Siswa dapat mengamati kemungkinan kebocoran dan perubahan tekanan
yang tiba- tiba dari proses atau reaksi
 Siswa dapat menangani secara khusus prosedur kerja yang mempunyai
tingkat Untuk meminimalkna terjadinya kecelakaan kerja, maka operator
bertugas selalu mencatat bahaya tinggi
 Siswa dapat mengantisipasi kondisi emergensi dan kecelakaan kerja
 Siswa dapat mencatat dan melaporkan kondisi dan situasi yang tidak normal
II. Materi Ajar
 Potensi Bahaya yang mungkin terjadi:
1. Potensi bahaya dari bahan olahan
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan hal- hal yang tidak
diinginkan, maka pekerja sebelum bekerja dengan bahan olahan
harus memperhatikan karakteristik dari bahan tersebut, misalnya:
sifat fisika- kimia bahan, cara pengamanan personal, cara
pengangkutan dan penyimpanan yang benar,dll.
Menurut keputusan Menteri Tenaga Kerja, selain MSDS, label
harus memberi keterangan sbb:
a. Nama produk
b. Identifikasi bahaya
c. Tanda bahaya dan artinya
d. Uraian resiko dan penanggulangannya
e. Tindakan pencegahan
f. Instruksi dalam hal terkena atau terpapar
g. Insruksi kebakaran
h. Instruksi tumpahan atau kebakaran
i. Instruksi pengisian dan penyimpanan
j. Referensi
k. Nama, alamat, dan nomor telepon pabrik pembuat atau
distributor
2. Potensi bahaya dari peralatan
Contoh:
a. Peralatan tenaga listrik portable
Perkakas listrik yang portable dapat menimbulkan bahaya
mekanik atau listrik jika tidak dirawat. Salah satu
perawatannya adalah perkakas di“massa“kan (grounded oleh
kawat ketiga/ kontak badan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
- sebelum menggunakan peralatan listrik portable
periksalah rumahnya,tutup- tutup sikat, saklar, kabel, dll.
Yakinlah alat itu tidak rusak.
- Jangan menggunakan perkakas yang rumahnya rusak atau
hal- hal lain bekas terbakar. Buatlah tulisan pada alat
„JANGAN DIGUNAKAN“
- Jangan menggunakan perkakas dengan beban berlebihan
atau jangan hubungkan dengan voltase tidak
benar.Hindari kekeliruan menggunakan kabel.
b. Menggunakan peralatan bertekanan
Banyak pipa bertekanan udara disekitar tempat kerja. Ketika
melakukan pekerjaan anda harus mempelajari perbedaan-
perbedaan pipa persediaan (supply) udara dari pipa- pipa
lainnya.Sebelum membuka katup dari pipa persediaan,
periksalah dahulu saluran dan hubungan- hubungannya
apakah tidak rusak dan ujung saluran dipegang tidak ada
hembusan udara bila anda putar keras pada posisi on.
Perhatikan terjadinya perubahan tekanan yang tiba- tiba
c. Potensi bahaya dari lingkungan kerja
Bahaya yang dapat terjadi di lingkunagn kerja antara lain:
1. Bahaya Api
Jika terjadi kebakaran ingatlah beberapa langkah
penyelamatan:
- Umumkan tanda bahaya kebakaran dengan
segera
- Beritahukan pasukan pemadam kebakaran
- Padamkan api dengan peralatan yang tersedia
- Ungsikan peralatan jika perlu
- Berilah pertolongan pertama jika ada korban
2 .Bahaya udara kotor
Udara yang kotor dapat disebabkab oleh:
- Debu- debu kotor
- Uap atau gas beracun dari bahan kimia
- Bukan gas beracun seperti CO2 yang
menurunkan konsentrasi oksigen di udara
Untuk mencegah masuknya kotoran- kotoran tersebut harus
menggunakan „MASKER“
 Untuk menghindarkan dan meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja,
maka seorang operator wajib mencatat dan melaporkan setiap kondisi
yang tidak normal.
Contoh format buku laporan kondisi peralatan:
DAFTAR KONDISI PERALATAN MENURUT KEADAAN
No Nama Spesif Th Asal Jum Kondisi Uraian Perkiraan KET
Peralatan ikasi pembuat penga lah kerusa Biaya
Merk/Type global an/Neg daan kan perbaikan
asal
A B C

Catatan:
A. Kondisi alat baik dapat dioperasikan Kepala bengkel
B. Kondisi alat rusak dapat diperbaiki
C. Komdisi alat rusak tidak dapat diperbaiki

III. Metode Pembelajaran


ii. Diskusi- informasi
iii. Tugas mandiri dan tugas kelompok
 Langkah- langkah pembelajaran
a. Kegiatan awal
Menggali informasi yang dimiliki siswa tentang kemungkinan bahaya apa
saja yang dapat terjadi di tempat kerja.
b. Kegiatan Inti
- Guru memaparkan contoh kasus kecelakaan di tempat kerja, siswa
menganalisis potensi bahaya dari mana saja yang memicu terjadinya
kecelakaan.
- Dari pendapat para siswa guru memberikan materi tentang potensi-
potensi bahaya di tempat kerja.
- Guru memberi tugas ke tiap kelompok untuk mencari artikel di surat
kabar, majalah, internet tentang kejadian- kejadian di tempat kerja
yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.
- Pada pertemuan berikutnya tiap kelompok diminta membacakan
artikel yang didapat dan siswa lain menanggapinya.
c. Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang kondisi yang berpotensi
menimbulkan bahya di tempat kerja dan cara mencegah terjadinya.

 Alat/ Bahan/ Sumber Belajar


- Alat- alat APD
- Peralatan listrik laboratorium
- Artikel- artikel

VII. Penilaian.
- Observasi: menilai sikap siswa pada saat diberi tugas diskusi dan
mencari artikel dari berbagai media.
- Tes tertulis:
Contoh soal:
1. Bagaimana cara menggunakan masker yang benar?
2. Sebutkan sumber- sumber yang menyebabkan udara
kotor!
3. Ketentuan apa yang harus diperhatikan operator
dalam mengoperasikan peralatan listrik?

Trucuk, 28 Januari 2008


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Komp. Kejuruan Kimia Industri

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri NanikWulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Dasar Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke : 1- 2
Alokasi waktu : 8 X 45 menit
Standar Kompetensi : KIMIA DASAR

Kompetensi Dasar : Memahami konsep Materi dan Perubahannya


Indikator :
 Kimia sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam yang
mempelajari tentang materi dimengerti dengan benar
 Kedudukan ilmu kimia sebagai pusat ilmu lain dimengerti
dengan benar
 Pengelompokan sifat materi dideskripsikan dengan benar
 Pengelompokkan perubahan materi dimengerti dengan
benar
 Klasifikasi materi dilakukan dnegan benar
I. Tujuan:
 Siswa dapat memahami keberadaan ilmu kimia sebagai bagian dari Ilmu
Pengetahuan Alam
 Siswa dapat mengelompokkan sifat- sifat materi dengan benar
 Siswa dapat mengklasifikasi materi dengan benar

II. Materi Ajar


 Kimia sebagai bagian dari IPA
Para siswa tentunya telah mendapatkan mata pelajaran IPA yang
meliputi Fisika dan Biologi semenjak duduk di bangku SD sampai
SMP. Secara implisit ilmu Kimia telah kalian kenal dalam dua mata
pelajaran IPA sebelumnya. Kehidupan kita sehari- hari tidak dapat
terlepas dari Ilmu Kimia, baik makanan yang kita makan, pakaian ,
kosmetik dan obat- obatan yang kita pakai, maupun barang- barang
keperluan yang lain . Berbagai gejala alam dapat kita ketahui setelah
kita belajar kimia, misalnya air dan alkohol yang sama- sama zat cair
tetapi sangat berbeda sifatnya, air dapat memadamkan api, tetapi
alkohol sangat mudah terbakar, mengapa besi dapat berkarat,
bagaimana baterai atau aki bekerja, dll. Kimia adlah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang: struktur materi, komposisi
materi, perubahan materi, sifat materi dan energi yang menyertai
perubahan materi.
 Kedudukan Kimia dengan Ilmu Lain
Kimia dapat dikatakan sebagai pusat ilmu pengetahuan lain , hampir
semua disiplin ilmu tidak dapat terlepas dari Ilmu Kimia, sebagai
gambaran lihatlah diagram berikut
Sebagai ilustrasi:
Seorang dokter pasti belajar tentang kimia dahulu sebelum dia
menjadi seorang dokter. Reaksi kimia pa saja yang terjadi di dalam
tubuh manusia, senyawa- senyawa kimia apa yang menjaga
kestabilan pH darah dan semua cairan dalam tubuh, serta semua
komposisi obat- obatan merupakan senyawa kimia.
Seorang ahli di bidang pertanian tidak dapat berlepas diri dari
kimia, bagaimana kandungan unsur hara dalam tanah, pupuk apa
yang diperlukan agar tanamannya tumbuh maksimal, dan pestisida
jenis apa yang diperlukan serta teknologi pengawetan seperti apa
yang akan diterapkan semua berhubungan dengan ilmu Kimia. Jadi
belajar ilmu kimia sangatlah bermanfaat untuk segala segi
kehidupan dan berbagai ilmu pengetahuan.
 Materi dan Sifat- sifatnya
Sifat materi dapat dibedakan menjadi:
o Sifat Fisika: sifat materi yang langsung dapat
diamati.
Contoh: titik didih, titik leleh, massa, berat
jenis, warna, wujud, dll
o Sifat kimia: sifat materi yang dapat diamati
setelah terjadi perubahan pada materi itu
Contoh: mudah menguap, mudah terbakar,
sukar larut, sangat reaktif, dll

 Materi dan Perubahannya


Materi/ zat adalah: segala sesuatu yang mempunyai massa dan
menempati ruang.
Materi dapat mengalami perubahan dari satu bentuk ke bentuk
lainnya, pada dasarnya perubahan materi dibedakan menjadi 2,
yaitu:
 Perubahan FISIKA : perubahan
yang tidak menghasilkan zat jenis
baru.
Contoh perubahan fisika: es mencair, beras menjadi tepung,
terjadinya hujan, membuat larutan gula, lilin meleleh, dll.
 Perubahan KIMIA : perubahan yang
menghasilkan zat jenis baru dengan sifat
yang baru pula.
Perubahannya bersifat kekal.
Contoh perubahan kimia : besi berkarat, lilin terbakar,
pembuatan tape, pembuatan kedelai, dll.
Untuk selanjutnya perubahan kimia disebut dengan REAKSI
KIMIA. Tanda terjadinya reaksi Kimia:
 Terjadinya perubahan warna
 Terjadinya perubahan suhu
 Terjadinya gelembung gas
 Terjadinya endapan
 Klasifikasi Materi

Materi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

UNSUR
ZAT TUNGGAL
SENYAWA

MATERI
C. HOMOGEN
CAMPURAN
C. HETEROGEN

 UNSUR
Merupakan zat tunggal yang dengan reaksi kimia biasa tidak dapat
diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana.
Jumlah unsur selalu mengalami peningkatan karena kemajuan
IPTEK. Ada unsur alami dan banyak juga ditemukan unsur buatan.
Ada Unsur logam dan ada juga unsur non logam. Sampai saat ini
terdapat ± 108 unsur. Lambang Unsur akan dibahas pada KD
berikutnya.

 SENYAWA
Adalah zat tunggal yang dengan reaksi kimia dapat diuraikan lagi
menjadi zat yang lebih sederhana.
Senyawa terbentu dari gabungan unsur- unsur melalui reaksi
kimia, sifat senyawa sangat berbeda dengan sifat unsur
pembentuknya. Contoh senyawa: Air (H2O), Garam dapur (NaCl),
Glukosa (C6H12O6), urea CO(NH2)2

Na (Natrium)
Logam lunak, sgt reaktif,
warna seperti perak

GARAM DAPUR
(NaCl): kristal putih Cl (klorida)
Rasanya asin gas berbau, beracun,
warna kuning kehijauan
Pada Pembentukan senyawa berlaku HUKUM PROUST, yang
menyatakan bahwa: Perbandingan massa unsur- unsur dalam
membentuk senyawa selalu tertentu dan TETAP.
Contoh: perbandingan Hidrogen dan Oksigen dalam membentuk
Air (H2O) selalu 1 : 8, artinya lihatlah tabel sbb:
Massa Massa Massa Massa
Hidrogen Oksigen H2O Zat sisa
2 gram 16 gram 18 gram -
4 gram 24 gram 27 gram 1 gram H
0,5 gram 4,0 gram 4,5 gram -
4 gram 36 gram 36 gram 4 gram O

Mohon anda cermati angka- angka yang ada dan kaitkan dengan angka banding
yang ditetapkan!
Kerjakan latihan soal berikut:
1. Jika diketahui perbandingan C : O membentuk senyawa
CO2 selalu 3 : 8, berapakah massa C dan massa O yang
diperlukan untuk menghasilkan 220 gram CO2.
2. Jika tersedia 30 gram Fe dan 16 gram S ternyata setelah
bereaksi terbentuk 44 gram senyawa FeS dan terdapat 2
gram Fe, Tentukan perbandingan Fe : S!

 CAMPURAN
Terdiri dari 2 zat tunggal atau lebih, sifat zat asal masih ada dan
komposisinya sembarang.
Campuran dibedakan menjadi:
- Campuran Homogen yang selanjutnya disebut LARUTAN.
Campuran ini tidak dapat dibedakan lagi komponen
penyusunnya seolah- olah merupakan satu bagian. Contoh:
udara, larutan gula, larutan alkohol, dll. Dalam larutan selalu
tersusun dari Zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent).
- Campuran Heterogen yang selanjutnya disebut SUSPENSI.
Campuran ini membentuk dua fase, komponen penyusunnya
sangat mudah dibedakan, contoh: camp. Air dg pasir, air dg
minyak, dll.
Banyaknya zat terlarut yang terdapat dalam larutan dapat
dinyatakan sebagai kadar dengan satuan:
 PROSEN (%): menyatakan 1 bagian zat terlarut
dalam 100 bagian larutan.
Contoh Larutan gula 10 % b/b artinya dalam 100 gr larutan gula
terdapat 10 gr gula dan 90 gr air.

Massa zat terlarut


% massa = X 100%
Massa Campuran

 BPJ/ PPM : menyatakan 1 bagian zat terlarut tiap 1


juta larutan.
Karena jumlah zat terlarut sangat kecil dibanding pelarutnya
maka rumus bpj adalah:

Massa zat terlarut


Bpj Massa = X 106
Massa Campuran

III. Metode Pembelajaran


iv. Diskusi- informasi
v. Tugas mandiri dan tugas kelompok
vi. Praktikum

IV. Langkah- langkah pembelajaran


a. Kegiatan awal
Menggali informasi yang dimiliki siswa tentang pengetahuan ilmu
kimia, manfaatnya dan kedudukannya dengan ilmu lain

b. Kegiatan Inti
- Guru melakukan apersepsi tentang peranan ilmu kimia dalam
kehidupan sehari- hari.
- Guru memotivasi siswa dengan menayangkan power point ttg
pentingnya ilmu kimia.
- Pada pertemuan berikutnya dilakukan praktikum tentang
perubahan materi dan siswa dapat membedakan berbagai
peristiwa ke dalam perub. Kimia atau fisika.
- Guru memberi tugas ke tiap kelompok untuk mengelompokkan
berbagai materi kedalam golongan unsur, senyawa atau
campuran.
c. Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi, sifat- sifat
materi, perubahan materi dan klasifikasi materi.

V. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar


- Alat- alat di laboratorium
- Buku Teks kimia 1A Erlangga
- Power point Kimia dan manfaatnya

VI. Penilaian.

 Observasi: menilai sikap siswa pada saat diberi tugas praktikum


dan membuat laporannya.
 Tes tertulis:
Contoh soal:
1 Sebutkan 3 manfaat ilmu Kimia dalam kehidupan
manusia?
2 Apa yang dimaksud dengan sifat fisika dan sifat kimia, dan
berikan masing- masing 3 contoh!!
3 Dari zat- zat berikut : Air Suling, Udara, Air laut, Besi,Emas
24 karat, tembaga, kuningan, perak, kelompokkanlah
mana yang termasuk unsure, senyawa, campuran dan
berikan alasan Anda!
4 Dari peristiwa berikut, kelompokkan manakah yang
termasuk perubahan kimia dan perubahan fisika:
 Terjadinya hujan
 Pembuatan tape dari ketela
 Pembuatan garam dapur
 Perkaratan besi
 Peristiwa fotosintesis
Berikan Alasan anda
5 Sebutkan tanda- tanda terjadinya reaksi
Kimia !
6. Jika diketahui perbandingan massa unsure C
Dan O membentuk CO2 selalu 3 : 8, berapakah gas CO2
yang terbentuk dan berapa gram zat yang sisa jika
tersedia 240 gram C dan 650 gram Oksigen ?
7. Berapa % kadar larutan urea yang terjadi jika 15 gram
urea dilarutkan dengan air hingga terbentuk 500 gram
larutan urea?
8. Berapa ml alcohol murni yang harus dilarutkan ke dalam
540 ml air agar diperoleh larutan alcohol 10%?
9. Ubahlah satuan berikut:
a. 0,0035 % = …………………bpj
b. 256000 bpj = ………………. %

10. Berapa bpj kadar pencemaran logam berat Hg jika


dalam 2 liter air larut terdapat 5 mg Hg ?

Trucuk, 13 Juli 2009


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Kimia Dasar

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri Nanik Wulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Dasar Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke :3-6
Alokasi waktu : 12 X 45 menit
Standar Kompetensi : KIMIA DASAR

Kompetensi Dasar : Memahami konsep Penulisan Lambang Unsur &


Persamaan Reaksi
Indikator :
 Konsep tentang lambang unsur dipahami dengan benar
 Penulisan rumus kimia senyawa kimia dideskripsikan
dengan benar
 Proses penyetaraan reaksi kimia dilakukan dengan
benar
I. Tujuan:
 Siswa dapat memahami penulisan lambang unsur dengan benar
 Siswa dapat mendeskripsikan rumus kimia senyawa kimia dengan
benar
 Siswa dapat melakukan proses penyetaraan reaksi kimia dengan
benar
II. Materi Ajar
 UNSUR
Merupakan zat tunggal yang dengan reaksi kimia biasa tidak
dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana.
Jumlah unsur selalu mengalami peningkatan karena kemajuan
IPTEK. Ada unsur alami dan banyak juga ditemukan unsur
buatan. Ada Unsur logam dan ada juga unsur non logam.
Sampai saat ini terdapat ± 108 unsur. Untuk kemudahan
dalam menghafal unsur diciptakanlah Lambang/ Simbol/Tanda
Atom. Lambang unsur yang digunakan di seluruh dunia
sampai saat ini diciptakan oleh BERZELIUS, yaitu
menggunakan huruf dan dibedakan menjadi;
 Lambang dengan 1 huruf : ditulis dengan huruf kapital,
diambilkan dari huruf terdepan nama latin unsur.
Contoh: Nitrogen :N
Oksigen :O
 Lambang dengan 2 huruf : ditulis dengan huruf besar, diikuti
huruf kecil, diambilkan dari huruf depan nama latin unsur
diikuti huruf lain dalam nama unsur itu.
Contoh: Nikel : Ni
Natrium : Na
Neon : Ne
Tugas Terstruktur:

HAFALKAN LAMBANG UNSUR DAN NAMA UNSUR, BAIK


LOGAM MAUPUN NON LOGAM.!!!!
( evaluasi dengan tes lisan)

 RUMUS KIMIA
Menyatakan jenis dan jumlah atom unsur yang terdapat dalam suatu
senyawa. Angka yang menyatakan jumlah suatu unsur disebut
INDEKS dan ditulis agak ke bawah.
Rumus Kimia dibedakan menjadi:
a. Rumus Empiris (RE) : rumus yang menyatakan perbandingan
terkecil unsur-unsur dalam suatu
senyawa.

Contoh:
- Glukosa (C6H12O6) : Rumus empirisnya (CH2O)n, n=6
- Cuka (CH3COOH) : Renya (CH2O)n, n =2
b. Rumus Molekul (RM) : rumus yang menyatakan
jumlah dan jenis unsur dalam 1
molekul
Contoh:
- Asam Sulfat, H2SO4, artinya dalam 1 molekul terdapat 2 atom
H, 1 atom S dan 4 atom O
- Urea, CO(NH2)2, artinya dalam 1 molekul terdapat 1 atom C, 1
atom O, 2 atom N, dan 4 atom H. Jika 2 molekul urea semua
dikalikan 2
- Terusi, CuSO4.5H2O, artinya dalam 1 molekul terdapat 1 atom
Cu, 1 atom S, 9 atom O dan 10 atom H

Latihan Soal

1. .Hitung jumlah dan jenis atom yang terdapat


dalam:
a 4 molekul asam cuka, CH3COOH
b 10 molekul CaCO3
c 5 molekul Tawas, KAl(SO4)2. 12H2O
2. Tentukan rumus empiris dari
a Butana, C4H10
b Gas karbit, C2H2
c Asam sulfat, H2SO4

 PERSAMAAN REAKSI
Dalam ilmu kimia untuk menuliskan zat- zat yang bereaksi dan
zat hasil reaksi digunakan persamaan reaksi, yang secara
umum digambarkan, sbb:
pA(s) + qB(l) rC(aq) + sD(g)

Zat pereaksi Zat hasil reaksi


(reaktan) (produk)
s,l,aq, dan g merupakan wujud zat:
s : solid (padat)
l : liquid (cair)
aq : aqua (larutan)
g : gas
p, q, r, s : disebut koefisien reaksi, yaitu angka yang diletakkan
di depan rumus kimia untuk menyamakan jumlah atom di
ruas kiri agar = ruas kanan. Angka koefisien berguna
mengalikan semua atom di sebelah kanannya.
Contoh: setarakan reaksi berikut:
P4 + O2 P2O5
Kita dapat selesaikan dengan 2 cara:
1. Cara LANGSUNG
Jumlah P kiri 4, seb kanan 2, supaya sama kanan dikali 2
dengan menulis angka 2 di seb kiri P2O5, shg persamaan
menjadi:

P4 + O2 2P2O5
Dengan demikian jumlah unsur ruas kanan semua diX2
menjadi 4 atom P dan 10 atom O, P sudah sama , tetapi O
belum, untuk menyamakan O lihat di kanan ada 10 atom O,
kiri 5 jadi seb kiri dikali 5 dengan memberi angka koef di seb
kiri O2, shg menjadi:

P4 + 5 O2 2P2O5
Coba anda cek kanan dan kiri samakah jumlah atom-atomnya,
jika sudah pekerjaan benar. Jadi koefisien reaksinya = 1 : 5 : 2

2. Cara ALJABAR
Cara ini agak rumit karena menggunakan persamaan
matematika, jadi gunakan cara ini jika cara langsung
sudah tidak bisa.
- Misalkan semua koefisien sabagai abjad misal a,b,c, d, dst.
- Tentukan jumlah atom di kiri dan kanan dan buatlah
persamaan ruas kiri= ruas kanan
- Buatlah permisalan misal a=1, dan carilah yang lain dengan
persamaan matematika.
- Setelah semua a,b,c,d,dst ketemu masukkan ke dalam reaksi.
Latihan Soal:
Setarakan reaksi sebagai berikut:
1. H2(g) + O2(g) H2O(g)
2. C2H4(g) + O2(g) CO2(g) + H2O(g)
3. NaOH(aq) + H2SO4(aq) Na2SO4(aq) + H2O(g)
III. Metode Pembelajaran
 Penugasan
 Latihan Soal
 Diskusi- Informasi
IV. Langkah- langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal
Guru menanyakan materi pelajaran yang telah lalu yaitu tentang materi
dan klasifikasi materi, dengan bertanya kepada beberapa siswa. Setelah
siswa terkondisi mengikuti pelajaran materi dilanjutkan.
2. Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan tentang prinsip penulisan lambang unsure,
kemudian siswa diminta mencari lambing unsure- unsure lain dari
table SPU yang dimilikinya, dilanjutkan tugas menghafalkan lambing
unsure di rumah
- Guru memberikan dua contoh rumus kimia, yaitu rumus empiris dan
rumus molekul, siswa diminta membuat kesimpulan sendiri. Setelah
diberikan satu soal menghitung jumlah atom dalam suatu senyawa
siswa diminta diskusikan jawabannya. Setelah semua siswa punya
jawaban guru memberikan penguatan lagi dan disimpulkan bersama
siswa. Setelah tidak ada pertanyaan dilanjutkan latihan soal- soal
- Guru menuliskan bentuk umum persamaan reaksi dan menjelaskan
secara garis besar cara menyetarakan reaksi. Diberikan satu soal
siswa diminta mendiskusikan bagaimana agar reaksi tsb setara.
3. Kegiatan Akhir
Guru memberikan tugas menghafal lambing unsure dan latihan soal untuk
dikerjakan di rumah
V. Alat/ Bahan dan Sumber Belajar
- Tabel SPU
- Buku Kimia SMA 1B
VI. Penilaian
o Penilaian Proses : mengamati aktifitas siswa pada sat
diskusi dan mengerjakan latihan soal
o Tes Lisan : hafalan Lambang Unsur
o Tes Tertulis : soal- soal tentang lambing unsure,
rumus kimia dan persamaan reaksi di akhir kompetensi.
Contoh soal:
1. Tuliskan nama dan lambing unsure berikut:
Nama Unsur Lambang Unsur
Belerang ……………..
Barium ……………..
Boron ……………...
………………… Perak
………………… Platina
………………… Posfor

2. Hitung jenis dan jumlah atom yang terdapat dalam:


a. 10 molekul urea, CO(NH2)2
b. 6 molekul CuSO4. 5H2O
c. 4 molekul CH3COOH
d. 5 molekul MgCl2. 6H2O
3. Setarakan reaksi- reaksi berikut:
a. C2H5OH + O2 H2O + CO2
b. Al + HCl AlCl3 + H2O
c. HNO3 + CaCO3 Ca(NO3)2 + H2CO3

Trucuk, 13 Juli 2009


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Kimia Dasar

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri Nanik Wulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Dasar Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke :3-6
Alokasi waktu : 12 X 45 menit
Standar Kompetensi : KIMIA DASAR

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi struktur atom dan sifat periodik pada


tabel periodik unsur
Indikator :
 Perkembangan model atom dideskripsikan dengan benar
 Data yang tertera dalam SPU diinterpretasikan dengan
benar
I. Tujuan:
 Siswa dapat mendeskripsikan perkembangan model atom dengan
benar
 Siswa dapat menginterpretasikan data dalam SPU dengan benar
II. Materi Ajar
 NOTASI UNSUR
A

X
Suatu unsur dinotasikan dengan simbol: z

X = lambang unsur
Z = nomor atom = jumlah p=jumlah e
A = massa atom = jumlah p + n
Jadi jml n= A-Z
Proton adalah komponen penyusun inti atom yang bermuatan +
Netron adalah penyusun inti atom yang tidak bermuatan
Elektron adalah penyusun atom yang mengelilingi inti dan bermuatan –
Contoh: Hitunglah jumlah p, n dan e yang terdapat dalam
23 Na
11
Jawab : jml p =11, jml n=12 dan jml e=11
Jika suatu unsur berubah menjadi ion karena melepas atau menangkap
elektron, maka jumlah yang berubah adalah elektron saja, karena p dan n
ada di dalam inti atom.
Ion + terjadi karena atom melepas elektron
Ion – terjadi karena atom menangkap elektron.
Contoh: 40 Ca
20
40 Ca2+
20
P: 20, n:20, e:20 p:20, n:20, e:18

ISOTOP : contoh 6 X12 dengan 6X13

ISOBAR : contoh 14 dengan 6Y14


7X

ISOTON : contoh 40 dengan 19Y39


20X

Coba cari kesimpulan dari tiga istilah di atas !!!!!!

Latihan soal:
1. Tentukan jumlah proton, netron dan elektron dari
unsur berikut:
a. 29Cu63 b. 53I137
2. Lengkapilah tabel sbb:
No Notasi No. Atom No. Massa Proton Elektron netron
1. 24
11Na

2. 31 16
3. 65 30
4. 29 65
5. 75 33

 PERKEMBANGAN MODEL ATOM


Model atom mengalami perkembangan sesuai dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Illustrasi model atom :

Dalton Thomson Rutherord Bohr


Menurut teori atom modern, atom terdiri dari inti yang
bermuatan + dan elektron- elektron yang beredar mengitari
inti. Lintasan elektron dalam mengitari inti disebut Kulit Atom.
Model ini mirip dengan tata surya kita. Kulit pertama yang
paling dekat dengan inti disebut Kulit K, berikutnya L,M,N, dst
seperti gambar berikut:

Jumlah maksimun elektron tiap kulit dirumuskan 2n2 (n =


nomor kulit), jadi:
Kulit K, n =1, maksimal berisi 2 lektron
Kulit L, n =2, maksimal berisi 8 elektron
Kulit M, n =3, maksimal berisi 18 elektron, dst
 SISTEM PERIODIK UNSUR (SPU)
A. KONFIGURASI ELEKTRON
Yaitu persebaran elektron dalam kulit- kulit atomnya.
Contoh: 11Na23, mempunyai 11 elektron, dengan
persebaran 2 elektron di kulit K, 8 di kulit L dan 1 di kulit
M. Elektron yang berada pada kulit terluar disebut
ELEKTRON VALENSI, jadi elektron valensi Na= 1,
jumlah kulitnya 3.
Konfigurasi elektron unsur- unsur golongan utama
sesuai dengan letak unsur dalam SPU.

JUMLAH KULIT = PERIODA


JUMLAH ELEKTRON VALENSI = NOMOR GOLONGAN
PERIODA = KOLOM MENDATAR
GOLONGAN = KOLOM TEGAK

Nama- nama golongan khusus:


- Golongan IA disebut Golongan ALKALI
- Golongan IIA disebut Golomgam ALKALI TANAH
- Golongan VIIA disebut Golongan HALOGEN
- Golongan VIIA disebut Golongan GAS MULIA
Latihan Soal:
1. Tuliskan konfigurasi elektrron unsur berikut:
a. N (Z=7)
b. Kr (Z=36)
c. Ca (Z=20)
d. Tl (Z=81)
1. Suatu unsur mempunyai 3 kulit dan 5 elektron
valensi, berapakah nomor atom unsur tsb?
2. Tentukan konfigurasi elektron dari unsur yang
terletak pada:
a. perioda 3 , golongan VIIA
b. perioda 5, golongan IIIA
c. perioda 4 , golongan IVA
B. SIFAT PERIODIK UNSUR
Yaitu sifat yang berubah secara beraturan sesuai
kenaikan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam
satu perioda atau dari atas ke bawah dalam satu
golongan. Sifat periodik yang akan dibahas meliputi:
jari- jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron,
keelektronegatifan.

a) Jari- jari atom


Yaiyu jarak dari inti hingga kulit elektron terluar.
Semakin banyak jumlah kulitnya semakin panjang
jari- jarinya, tetapi jika jml kulit sama, makin besar
muatan intinya makin kecil jari- jarinya.
Dalam 1 golongan dari atas ke bawah jari- jari makin besar.
Dalam 1 perioda dari kiri ke kanan jari- jari makin kecil

b) Energi Ionisasi
Yaitu energi yang diperlukan untuk melepas 1
elektron dari atom netral wujud gas membentuk ion
bermuatan +1.
Jika jari- jari atom kecil, energi ionisasi besar,
karena jarak inti dg kulit terluar dekat, shg tarikan
inti makin kuat, elektron sukar lepas, dan
sebaliknya.

Dalam 1 golongan dari atas ke bawah en. ionisasi makin kecil.


Dalam 1 perioda dari kiri ke kanan en. ionisasi makin besar

c) Afinitas elektron
Yaitu energi yang menyertai penangkapan 1
elektron pada atom netral membentuk ion -1.
Dalam 1 golongan dari atas ke bawah af. elektron makin kecil.
Dalam 1 perioda dari kiri ke kanan af. elektron makin besar

d) Keelektronegatifan
Yaitu suatu bilangan yang menyatakan
kecenderungan suatu unsur untuk menarik elektron
ke pihaknya relatif thd atom lain.
Dalam skala Pauling H memp.keelektronegatifan
2,1, F=4, jadi F lebih elektronegatif dibanding H.
III. Metode Pembelajaran
 Penugasan
 Latihan Soal
 Diskusi- Informasi
IV. Langkah- langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal
Guru menanyakan materi pelajaran yang telah lalu yaitu tentang materi
dan klasifikasi materi, dengan bertanya kepada beberapa siswa. Setelah
siswa terkondisi mengikuti pelajaran materi dilanjutkan.
2. Kegiatan Inti
- Guru menjelaskan tentang prinsip penulisan lambang unsure,
kemudian siswa diminta mencari lambing unsure- unsure lain dari
table SPU yang dimilikinya, dilanjutkan tugas menghafalkan lambing
unsure di rumah
- Guru memberikan dua contoh rumus kimia, yaitu rumus empiris dan
rumus molekul, siswa diminta membuat kesimpulan sendiri. Setelah
diberikan satu soal menghitung jumlah atom dalam suatu senyawa
siswa diminta diskusikan jawabannya. Setelah semua siswa punya
jawaban guru memberikan penguatan lagi dan disimpulkan bersama
siswa. Setelah tidak ada pertanyaan dilanjutkan latihan soal- soal
- Guru menuliskan bentuk umum persamaan reaksi dan menjelaskan
secara garis besar cara menyetarakan reaksi. Diberikan satu soal
siswa diminta mendiskusikan bagaimana agar reaksi tsb setara.
3. Kegiatan Akhir
Guru memberikan tugas menghafal lambang unsure dan latihan soal
untuk dikerjakan di rumah

V. Alat/ Bahan dan Sumber Belajar


- Tabel SPU
- Buku Kimia SMA 1B

VI. Penilaian
o Penilaian Proses : mengamati aktifitas siswa pada saat
diskusi dan mengerjakan latihan soal
o Tes Tertulis : soal- soal tentang menghitung p, n, e,
letak unsure dalam SPU dan sifat- sifat periodic unsure. Contoh
soal:
1. Hitunglah jumlah p, n, dan e dalam unsure berikut:
a. 19K39 b. 18Ar40 c.14Si28 d.13Al27
2. Ion X+3 mempunyai 10 elektron dan 14 netron, berapakah
nomor atom X?
3. Kelompokkan unsure- unsure berikut ke dalam isotop, isoton
dan isobar: 6C12, 7N14, 6C14, 8O16, 7N15, 8O18.
4. Diketahui beberapa unsure dan konfigurasi elektronnya:
Unsur Konfigurasi elektron
A 2 2
B 2 7
C 2 8
D 2 8 4
E 2 8 8 2
Diantara unsure tersebut
a. unsure manakah tergolong logam mulia
b. unsure manakah tergolong alkali tanah
c. tentukan unsure yang terletak dalam 1 golongan
d. tentukan unsure yang terletak dalan 1 perioda

5. Apa yang anda ketahui tentang jari- jari atom, dan


bagaimanakah kecenderungannya dalam 1 golongan dan
dalam 1 perioda?
Trucuk, 13 Juli 2009
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Kimia Dasar

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri Nanik Wulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Dasar Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke : -
Alokasi waktu : X 45 menit
Standar Kompetensi : KIMIA DASAR

Kompetensi Dasar : Memahami Konsep Mol


Indikator :
 Penjelasan tentang Mol sebagai satuan jumlah zat
dikuasai dengan benar
 Penerapan Hukum Gay Lussac dan Hukum Avogadro
dipahami dengan benar
I. Tujuan:
 Siswa dapat menjelaskan konsep Mol sebagai satuan jumlah zat
 Siswa dapat menerapkan Hukum Gay Lussac dan Hukum Avogadro
dalam perhitungan kimia dengan benar
II. Materi Ajar
MOL SEBAGAI SATUAN JUMLAH ZAT
Dalam kehidupan keseharian, kita telah mengenal satuan
tertentu yang menunjukkan sejumlah barang, contoh satuan
LUSIN menunjukkan jumlah zat 12, jadi jika gelas 2 lusin pasi
berisi 2 X 12 = 24. 3 lusin 36 barang, dst.
Dalam Satuan Internasional (SI) satuan untuk partikel (atom,
molekul, ion) digunakan MOL. Satu Mol adalah sejumlah zat
tersebut yang mengandung partikel sebanyak 6,02 x 1023.
Bilangan ini disebut tetapan Avogadro (L).
Jadi untuk 2 mol mengandung 2 x 6,02.1023 partikel=
12,04.1023 ,dst. Untuk unsur, partikelnya atom, untuk
senyawa, partikelnya molekul, untuk senyawa ion partikelnya
ion. Jadi kita dapat merumuskan:

1 lusin = 12 barang 1 mol = 6,02x1023 partikel (L)


2 lusin = 2 x 12 (tetapan) barang 2 mol = 2 x L
Jml Partikel = mol X L
Jml Partikel
MOL =
L

MASSA ATOM RELATIF & MASSA MOLEKUL


RELATIF (AR DAN Mr)
Ar suatu unsur merupakan massa 1 atom unsur tsb
dibandingkan dengan 1/12 xmassa 1 atom C-12.
Harga Ar sudah ditetapkan seperti yang tertera pada Tabel
SPU, yang merupakan Nomor Massa dan harganya tidak
perlu dihafalkan. Contoh Ar C= 12, H= 1, O= 16, Na= 23, Fe=
56, Cu= 63,5, Mg= 24, I= 131, Zn= 65, dll.
Mr suatu senyawa merupakan jumlah dari Ar unsur- unsur
penyusunnya. Contoh: jika diketahui Ar C= 12, H= 1, O= 16,
maka Mr H2O = (2x1) + (1x16)= 18
Mr CH4 = (1x12) + (1x4)= 16
Mr CO2= (1x12) + (2x16)= 44. dll
Latihan Soal.
Hitunglah Mr senyawa berikut:
a. CaCO3 b. H2SO4
c. CO(NH2)2 d. CuSO4. 5H2O
e. Al2(SO4)3 f. CH3COOH
Jika diketahui Ar Ca=40, C= 12, O= 16, H= 1, S= 32, N= 14
Cu= 63,5 , Al= 27,

MASSA MOLAR DAN VOLUME MOLAR


Massa Molar: massa 1 mol zat yang harganya= Ar atau Mr-
nya dalam satuan gram.
Massa molar C= 12 gram, massa molar CO2= 44 gram.

- Massa 1 mol C = 12 gram (Ar C)


- Massa 2 mol C = 24 gram (2 x 12)
Massa (gram) = Mol x Ar
Gram
Mol =
Ar atau Mr

Volume Molar: volume 1 mol gas yang diukur pada suhu 0oC dan
tekanan 1 atm (keadaan Standar/ STP).
Dari hasil percobaan diperoleh bahwa:

VOLUME 1 MOL SEMBARANG GAS PADA STP


ADALAH 22,4 LITER

Jadi: volume 1 mol gas CH4 pada STP = 22,4 liter


Volume 1 mol gas CO pada STP = 22,4 liter
Volume 2 mol gas CO pada STP = 44,8 liter (2 x 22,4)

VOLUME (STP) = MOL X 22,4


VOLUME
MOL =
22,4

JIKA SEMUA RUMUS DIATAS KITA GABUNGKAN, KITA AKAN


PEROLEH JEMBATAN MOL.
: X
MASSA JML PARTIKEL
MOL
(GRAM) Ar/ Mr 6,02.10 23
(atom, molekul, ion)
X :

: 22,4 X

VOLUME
(STP)
Latihan Soal:
1. Hitunglah massa dari zat berikut:
a. 0,01 mol CaCO3 b. 6,72 liter gas CO2 pada STP
2. Hitunglah volume gas berikut pada keadaan standar:
a. 12 gram CH3COOH b. 6,02x1022 molekul H2
Ar Ca= 40, C= 12, O= 16, H= 1
 Menghitung volume pada suhu T dan Tekanan P
Jika keadaan tidak standar, maka perhitungan volume tidak lagi
menggunakan angka 22,4, tetapi menggunakan persamaan Gas Ideal,
yaitu:
P.V = n . R. T, dimana
P = tekanan (atm)
V = volume (liter)
n = mol
R = tetapan gas ideal = 0,082 lt atm/mol oK
T + suhu (Kelvin) = oC + 273
 Menghitung volume dengan Hukum Avogadro
Hukum ini menyatakan bahwa pada T, P sama, gas- gas yang
bervolume sama akan mengandung jumlah mol yang sama pula.
Sehingga dapat dibuat persamaan, sbb:
Mol 1 Volume 1
=
Mol 2 Volume 2

Contoh perhitungan:
Pada suhu dan tekanan tertentu (T,P) massa 15 liter gas NO adalah 10
gram. Pada suhu dan tekanan yang sama tentukan volume dari 3,2 gram
gas CH4 (Ar C= 12, H= 1, N= 14, O= 16)
Jawab.
Gas NO Gas CH4
Gr 15 Gr 3,2
Mol = = Mol = =
Mr 30 Mr 16
= 0,5 = 0,2
Volume = 10 L Volume = x L

Mol NO Mol CH4


=
Vol NO Vol CH4
0,5 0,2
=
10 x
X = 4 liter.

 Menentukan Rms Empiris dan Rms Molekul


Rumus empiris dapat diketahui jika prosentase atau massa masing-
masing unsure diketahu, kemudian bagilah dg Ar masing- masing ,
carilah angka banding yang paling kecil.
Rumus molekul dapat dikeathui jika Rms Empiris senyawa telah
diketahui dan harga Mr senyawanya.
Contoh: Suatu oksida logam terdiri dari 60% logam L dan sisanya O,
Jika Ar L= 48, dan O= 16, tentukan:
- Rumus empirisnya
- Rumus molekulnya jika Mr senyawa = 160
Jawab:
Perbandingan % : L : O
60 : 40
48 16
5/4 : 5/2
5 : 10
1 : 2
Jadi RE = (LO2)n
Mencari RM
(LO2)n = 160
(80 )n = 160 RM = (LO2)2 = L2O4
n = 2
PERHITUNGAN KIMIA
Membahas tentang hubungan antara mol, jml partikel, massa,
volume dalam persamaan reaksi.
PRINSIP:
PERBANDINGAN KOEFISIEN = PERBANDINGAN MOL
Contoh soal: Sebanyak 6,5 gram logam seng direaksikan
dengan larutan HCl menurut reaksi:
Zn + HCl ZnCl2 + H2
Tentukan:
a. Massa ZnCl2 yang terbentuk
b. Volume gas H2 yang terjadi pada STP
(Ar Zn= 65, H= 1, Cl 35,5)
Langkah penyelesaian:
- Tulis reaksi setara dan turunkan perbandingan koefisiennya
- Ubah satuan yang ada menjadi mol atau mmol
- Carilah mol yang ditanyakan
- Ubah satuan mol sesuai dengan pertanyaan.

- Zn + 2 HCl ZnCl2 + H2

Perb. koefisien: 1 : 2 : 1 : 1
Ubah Gr Zn jd mol

mol = gr/Ar
0,1
= 6,5/65 : 0,2 mol : 0,1 mol : 0,1 mol
mol
= 0,1

Ubah satuan sesuai pertanyaan.

a. Massa ZnCl2 = mol x Mr

= 0,1 x 136 = 13,6 gram

b. Volume H2 pada STP = 0,1 x 22,4 = 2,24 liter

PEREAKSI PEMBATAS
Terjadi jika jumlah mol zat- zat yang direaksikan tidak sesuai
dengan perbandingan koefisien, maka ada pereaksi yang sisa
dan ada yang habis. Pereaksi yang habis inilah yang disebut
pereaksi PEMBATAS dan digunakan sebagai dasar menghitung
mol yang lain. Cara mencari pembatas adalah bagilah mol
masing- masing dengan koefisiennya, yang hasil baginya lebih
kecil itulah pembatasnya.
Contoh: diketahui reaksi:
2Fe2S3 + 3O2 + 6H2O 4Fe(OH)3 + 6S
Jika kita reaksikan 2 mol Fe2O3, 2 mol O2 dan 3 mol H2O ,maka
yang habis bereaksi adalah 3 mol H2O, karena 3/6 lebih kecil
dibanding 2/2 atau 2/3. Jadi pereaksi pembatasnya adalah H 2O.
Mol Fe(OH)3 yang bereaksi = 4/6 x 3 mol = 2 mol dan mol S
yang terbentuk = 6/6 x 3 mol = 3 mol.
PENERAPAN HUKUM GAY LUSSAC
Hukum ini menyatakan bahwa:
*Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama volume
gas- gas yang bereaksi dan gas- gas hasil reaksi
berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana*

Dengan kata lain:

PERBANDINGAN VOLUME GAS = PERBANDINGAN KOEFISIEN

Jika volume gas diketahui kita dapat menentukan koefisien


reaksi, sebaliknya jika koefisien reaksi diketahui volume gas
juga dapat dicari.
Contoh soal: Pada reaksi N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Untuk menghasilkan 30 liter gas NH3, berapa liter gas
N2 dan gas H2 yang diperlukan jika semua gas diukur
pada kondisi sama.
Penyelesaian:
Perbandingan volume gas = perbandingan koefisien
reaksi:
Perbandingan koefisien= 1 : 3 : 2
Perbandingan volume = 15 lt 45 lt 30 lt

1/2x30 3/2x30
III. Metode Pembelajaran
- Diskusi- Informasi
- Penugasan
IV. Langkah- langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
 Menggali informasi yang dimiliki siswa tentang satuan
jumlah zat yang sering ditemui sehari- hari, misalnya
lusin, kodi, rim, dll.
 Guru memberikan analogi dengan satuan jumlah
partikel di kimia yaitu mol.
2. Kegiatan Inti
 Guru memaparkan tentang pengertian Ar unsure dan
Mr senyawa. Dengan 1 contoh perhitungan Mr
senyawa, siswa diberi tugas menyelesaikan beberapa
perhitungan Mr senyawa dengan diskusi bersama
teman sebangkunya.
 Analogi dengan kehidupan sehari- hari guru
menjelaskan satuan Mol dalam kimia dan hubungannya
dengan massa dan volume molar. Jika siswa tidak ada
yang bertanya kegiatan dilanjutkan dengan pemberian
latihan soal untuk dibahas bersama- sama siswa dan
guru sebagai fasilitator.
 Penjelasan hukum Gay Lussac dan Hukum Avogadro
serta penerapannya dalam perhitungan oleh guru
dengan satu contoh soal untuk disimpulkan bersama
cara penyelesaiannya.

3. Keagiatan Akhir
 Pemberian PR
 Evaluasi akhir Kompetensi dasar jika tidak ada
pertanyaan dari siswa
 Jika siswa masih ada yang bertanya maka penjelasan
diulangi oleh guru atau oleh siswa yang mampu.

V. Alat/ Bahan/ Sumber belajar


- Buku Kimia SMA IB penerbit Erlangga
- Peta SPU

VI. Penilaian
- Penilaian proses: pengamatan dan memberikan tanda khusus
kepada siswa yang aktif mengerjakan soal atau yang tampil ke
depan untuk menyelesaikan soal.
- Tes tertulis: berupa soal menghitung Mr senyawa, soal
hitungan kimia, soal penerapan hokum dasar kimia.
Contoh soal:
Kerjakan soal berikut dengan jelas dan benar!
1. Jika diketahui Ar H= 1, O= 16, N= 14, S= 32, Al= 27,
hitunglah Mr senyawa berikut:
a. CH3COOH b. (NH4)2SO4
c. Al2(SO4)3.2H2O d. NH4NO3
2. Pada reaksi:
Fe + HCl FeCl3 + H2
Jika 5,6 gram Fe direaksikan dengan larutan HCl,
berapa volume gas H2 yang terbentuk pada keadaan
standar. (Ar fe= 56)
3. Jika 5 mol NH3 dan 6 mol O2 direaksikan sesuai dengan
persamaan reaksi:
4NH3 + 5O2 4NO + 6H2O
Maka tentukan:
a. pereaksi pembatasnya
b. mol gas NO yang terbentuk
c. massa H2O yang terbentuk (Ar H=1 , O= 16)
4. Pada pembakaran 100 ml gas CxHy dengan 500 ml
gas oksigen, diperoleh 300 ml uap air dan 200 ml gas
karbondiosida. Jika semua gas diukur pada suhu dan
tekanan yang sama, tentukan rumus CxHy tersebut.
Kunci jawaban:
1. a. 60 b. 132 c. 374 d. 80 ……………..nilai 10
2. Reaksi: 2 Fe + 6 HCl 2 FeCl3 + 3 H2 ...nilai 2
Koefisien: 2 : 6 : 2 : 3 ……nilai 2
Mol Fe= 5,6/56……………………………………………………nilai 2
= 0,1 mol : 0,3 mol : 0,1 mol : 0,15 mol ..nilai 2
Volume gas H2 yang terbentuk pada STP adalah
= mol X 22,4
= 0,15 X 22,4 = 3,36 liter………………………nilai 2

3. Reaksi: 4NH3 + 5O2 4NO + 6H2O


Koef : 4 : 5 : 4 : 6 ………nilai 2
Mol : 4/5 > 6/5 ……………………………………….nilai 2
Pembatasnya: O2 ……………………………………….nilai 2
Mol NO = 4/5 X 6 mol = 4,8 mol …………………………..nilai 2
Massa H2O = mol X Mr
= 6/5X 6 mol X 18
= 129,6 gram ………………………………….nilai 2
4. Reaksi: CxHy + O2 CO2 + H2O ….nilai 2
Volume: 100ml : 350 ml : 200 ml : 300 ml...nilai 2
Perband. 2 : 7 : 4 : 6 ……nilai 2
Koefisien: 2CxHy + 7O2 4CO2 + 6H2O ….nilai 2
Jadi rumus CxHy adalah C2H6……………………………nilai 2

Total Nilai Kognitif = 40/4 = 10


Trucuk, 13 Juli 2009
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Kimia Dasar

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri Nanik Wulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Dasar Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke : -
Alokasi waktu : X 45 menit
Standar Kompetensi : KIMIA DASAR

Kompetensi Dasar : Memahami Terjadinya Ikatan Kimia


Indikator :
 Pembentukan ikatan ion berdasarkan serah terima
elektron dari unsur yang berikatan dapat menghasilkan
senyawa ion dideskripsikan dengan benar.
 Pembentukan ikatan kovalen berdasarkan penggunaan
pasangan elektron bersama unsur yang berikatan
dideskripsikan dengan benar.
 Pembentukan ikatan logam sebagai akibat adanya
elektron bebas pada logam dijelaskan dengan benar
 Pemberian nama senyawa berdasarkan jenis senyawa
dan ikatan yang terjadi dituliskan dengan benar.
I. Tujuan:
 Siswa dapat mendeskripsikan terjadinya ikatan ion dengan benar
 Siswa dapat mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen dengan
benar.
 Siswa dapat menjelaskan terjadinya ikatan logam
 Siswa dapat menuliskan nama senyawa dengan benar.

II. Materi Ajar


KESTABILAN UNSUR- UNSUR GAS MULIA.
Unsur golongan gas mulia merupakan unsur yang paling
stabil, hal ini disebabkan karena jumlsh elektron pada kulit
terluar adalah 8, kecuali He 2 elektron. Struktur dengan 8
elektron terluar disebut Kaidah OKTET, sedangkan struktur
dengan 2 elektron terluar disebut Kaidah DUPLET . Karena
struktur ini menyebabkan stabil, maka unsur- unsur lain
cenderung ingin seperti gas mulia dengan cara melepas/
menangkap elektron atau menggunakan elektron secara
bersama- sama, sehingga terbentuklah ikatan kimia.
Konfigurasi elektron unsur- unsur Gas Mulia:
2He 2
10Ne 2 8
18Ar 2 8 8
36Kr 2 8 18 8
54Xe 2 8 18 18 8
86Rn 2 8 18 32 18 8
Elektron yang berperan dalam pembentukan ikatan adalah
Elektron VALENSI.

IKATAN ION
Yaitu ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik- menarik
listrik (elektrostatis) antara ion + dan ion -.
Contoh pembentukan senyawa antara atom 12Mg dengan 17Cl
adalah sebagai berikut:
12Mg : 2 8 2 melepas 2 el menjadi ion Mg2+

17Cl : 2 8 7 menangkap 1 el menjadi ion Cl-

Terjadilah gaya tarik menarik antara ion Mg2+ dan ion Cl-,
sehingga terbentuklah senyawa MgCl2, karena jumlah
elektron yang dilepaskan harus = elektron yang diterima.
Dengan cara yang sama tuliskan rumus senyawa yang
terbentuk antara :
- unsur 13Al dengan unsur 9F
- unsur 12Mg dengan unsur 8O
Ikatan ion umumnya terjadi antara unsur logam dengan non
logam atau antara unsur yang mudah melepas elektron
dengan unsur yang mudah menangkap elektron.
IKATAN KOVALEN
o Rumus Lewis (rumus titik elektron)
Sebelum membahas ikatan kovalen , siswa perlu
mengerti bagaimana penulisan rumus lewis. Rumus ini
menggambarkan jumlah elektron terluar dengan tanda
tertentu, misal: x,o,-, dll. Contoh rumus Lewis dari 6C :
2 4, elektron terluar sebanyak 4, jadi gambarnya C
o Ikatan kovalen terjadi karena penggunaan elektron
secara bersama- sama antara 2 atom. Ikatanini banyak
terjadi pada sesama unsur non logam yang keduanya
cenderung menangkap elektron. Setelah terjadi ikatan
semua unsur harus mempunyai 8 elektron kecuali H (2
elektron).
Contoh :
- Ikatan pada senyawa O2 (8O)
8O : 2 6 O dg O
Keduanya sama- sama butuh 2 eletron untuk
mencapai kaidah oktet, karena sama- sama
butuhnya, keduanya menyumbangkan masing-
masing 2 elektron kemudian dipakai bersama-sama,
menjadi:

O O

Gambar ikatannya

O O O O
Dinamakan ikatan KOVALEN RANGKAP DUA
Dengan cara yang sama gambarkan ikatan yang
terjadi pada senyawa:
a. CO2 (6C, 8O)
b. HCN (1H, 6C, 7N)
c. N2 (7N)

o IKATAN KOVALEN KOORDINASI


Terjadi jika pasangan elektron yang dipakai bersama
hanya sumbangan salah satu unsur saja, unsur yang
lain tidak menyumbangkan elektron sama sekali.
Jadi: A: berikatan dengan B
A: B elektron hanya sumbangan dari
A, B tidak menyumbang. Gambar
ikatannya: A B
Soal: Gambarkan ikatan pada senyawa SO3 (16S, 8O )

O
O S O
IKATAN LOGAM
Ikatan logam adalah ikatan atom dalam suatu unsur logam.
Logam- logam mempunyai elektronegatifan yang rendah
sesuai dengan letak logam di sebelah kiri dalam SPU.
Akibatnya elektron valensi dalam atom logam bebas bergerak
ke mana- mana pada ruangan disekitar kumpulan atom tsb.
Jadi unsur logam merupakan kumpulan ion positif yang
berenang dalam lautan elektron valensi. Antara ion positif dan
elektron terjadi tarik – menarik yang menghasilkan ikatan
logam.

TATA NAMA SENYAWA


 Tata nama senyawa yang terdiri dari dua unsur (BINER)
1. Nama senyawa diakhiri kata- ida
2. Unsur yang lebih bersifat logam disebut dahulu
3. Unsur non logam yang diberi akhiran ida
Contoh: NaCl : natrium klorida
Mg3N2 : magnesium nitrida
Jika senyawanya terdiri dari logam dan non logam
jumlah atom tidak disebutkan.
4. Unsur logam yang mempunyai valensi lebih dari satu,
bilangan valensinya ditulis dalam kurung dengan angka
romawi.
Contoh : FeCl3 : besi (III) klorida
FeCl2 : besi (II) klorida
5. Senyawa yang tersusun dari non logam dan non logam,
jumlah atom disebutkan dengan istilah:
1= mono, 2= di, 3= tri, 4= tetra, 5= penta,
6= heksa,dst.
Contoh:
- N2O3 : dinitrogen trioksida
- PCl5 : posfor triklorida.
BIL. OKSIDASI: muatan yang akan dimiliki suatu unsure

dalam suatu senyawa.
Aturannya:
1. bil. oksidasi unsure bebas = 0
2. bil. oksidasi unsure H dalam senyawanya +1,kecuali
dalam hidrida (NaH, CaH2 = -1)
3. bil. Oksidasi unsure O dalam senyawanya -2, kecuali
peroksida, H2O2= -1
4. Unsur logam dlm senyawanya memp. Bil. oksidasi +
sesuai dengan valensi logamnya.
5. Bil. oksidasi ion tunggal= muatannya
6. Jumlah semua bil. oksidasi dlm senyawa netral = 0
7. Jumlah semua bil. oksidai dlm ion poliatom= muatannya

BEBERAPA KATION DAN ANION


KATION
Rumus Ion Nama Ion
H+ Hidrogen
Na+ Natrium
K+ Kalium
Ag+ Perak
Cu+ Tembaga (I)
NH4+ Amonium
Ca2+ Kalsium
Mg2+ Magnesium
Ba2+ Barium
Cu2+ Tembaga (II)
Fe2+ Besi (II)
Ni2+ Nikel
Zn2+ Seng
Mn2+ Mangan (II)
Al3+ Aluminium
Cr3+ Krom (III)
Fe3+ Besi (III)
Sn4+ Timah (IV)
Pb4+ Timbal (IV)
dll

ANION

Rumus Ion Nama Ion


F- Fluorida
Cl- Klorida
Br- Bromida
I- Iodida
OH- Hidroksida
NO3- Nitrat
NO2- Nitrit
ClO3- Klorat
ClO4- Perklorat
MnO4- Permanganat
CN- Sianida
O2- Oksida
S2- Sulfida
SO42- Sulfat
SO32- Sulfit
CO32- Karbonat
Cr2O72- Dikromat
CrO42- Kromat
S2O32- Tiosulfat
PO43- Posfat
dll

Metode Pembelajaran
- Diskusi- Informasi
- Penugasan
- Praktikum

Langkah- langkah Pembelajaran


1. Kegiatan Awal
Menggali informasi yang telah dimiliki siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang struktur atom dan SPU. Sesudah siswa
terkondisi ingatannya, masuklah materi ikatan kimia
2. Kegiatan Inti
o Meminta slah satu siswa menunjukkan unsur- unsur gas mulia dalam
SPU
o Meminta beberapa siswa lain menuliskan konfigurasi unsur gas mulia
o Guru mulai menjelaskan apa penyebab gas mulia merupakan unsur
yang stabil, shg unsur lain ingin sepertinya
o Menjelaskan secara singkat terjadinya ikatan ion, ikatan kovalen
dengan dibantu alat peraga MOLIMOOD
o Siswa diberi soal untuk menggambarkan ikatan yang terjadi pada
suatu senyawa dengan menggunakan molimood secara
berkelompok, guru membimbing
o Menjelaskan tentang tata nama senyawa
o Pemberian latihan soal- soal
3. Kegiatan Akhir
o Bersama siswa guru membuat kesimpulan tentang ikatan kimia
dan tata nama senyawa

Alat/ Bahan/ Sumber belajar


- Peta SPU
- Alat Peraga Molimood
- Buku Kimia SMA IB
-
Penilaian
- Ujian tertulis (pengetahuan)
- Ketrampilan menggunakan molimood (ketrampilan)
- Observasi (sikap)
Soal tes tertulis:
Jawablah pertanyaan berikut dengan bena!
1. Jelaskan mengapa unsur gas mulia stabil?
2. Gambarkan skema terjadinya ikatan ion antara :
a. 11Na dengan 35Br b. 20Ca dengan 8O
c. 19K dengan 16S d. 13Al dengan 8O

3. Gambarkan dengan rumus lewis terjadinya ikatan pada senyawa:


a. CS2(6C, 16S) b. CH4(6C, 1H)
H
S C S H C H
H
4. Tentukan senyawa- senyawa berikut termasuk senyawa ion atau
senyawa kovalen:
a. HCl d. CaCl2
b. NaI e. CH4
c. AgBr
5. Tuliskan nama senyawa berikut:
a. Na2O d. N2O5
b. MgCl2 e. K2O
c. Fe2O3

Trucuk, 13 Juli 2009


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Kimia Dasar
Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri Nanik Wulandari, S.Pd.
NIP. 131869849 NIP. 500122746

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Mata Pelajaran : Kompetensi Dasar Kejuruan Kimia Industri


Kelas/ Semester : X/ Genap
Pertemuan ke : -
Alokasi waktu : X 45 menit
Standar Kompetensi : KIMIA DASAR

Kompetensi Dasar : Memahami Konsep Laju Reaksi


Indikator :
 Pembentukan ikatan ion berdasarkan serah terima
elektron dari unsur yang berikatan dapat menghasilkan
senyawa ion dideskripsikan dengan benar.
 Pembentukan ikatan kovalen berdasarkan penggunaan
pasangan elektron bersama unsur yang berikatan
dideskripsikan dengan benar.
 Pembentukan ikatan logam sebagai akibat adanya
elektron bebas pada logam dijelaskan dengan benar
 Pemberian nama senyawa berdasarkan jenis senyawa
dan ikatan yang terjadi dituliskan dengan benar.
I. Tujuan:
 Siswa dapat mendeskripsikan terjadinya ikatan ion dengan benar
 Siswa dapat mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen dengan
benar.
 Siswa dapat menjelaskan terjadinya ikatan logam
 Siswa dapat menuliskan nama senyawa dengan benar.
II. Materi Ajar
A. KEMOLARAN
Kemolaran atau molaritas adalah salah satu dari satuan konsentrasi larutan
yang didefinisikan sebagai banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter
larutan. Sehigga M dapat dinyatakan sebagai:

mol mmol Gram X 1000


M = Atau M = atau M =
L mL Mr X mL Lar

Contoh Soal:
1. Ca(OH)2 (Mr =74) sebanyak 7,4 gram dilarutkan dalam air
sampai volumenya 2 liter. Tentukan Molaritas larutan
Ca(OH)2!
Jawab: gr 7,4
Mol Ca(OH)2 = = = 0,1 mol
Mr 74

M = mol/ L = 0,1/2 = 0,05 M

2. Hitunglah massa H2SO4 (Mr =98) yang terdapat dalam 200


mL larutan H2SO4 0,2 M.
Jawab:
Mmol H2SO4 = mL X M = 200 X 0,2 = 40 mmol
Massa H2SO4 = mmol X Mr = 40 X 98 = 3920 mg = 3,92
gram.

B. PENGERTIAN LAJU REAKSI


Misalkan suatu reaksi : pA + qB rC + sD
Dalam reaksi di atas, A dan B bertindak sebagai pereaksi, makin lama
jumlah A dan B makin berkurang. Sedangkan C dan D bertindak sebagai
hasil reaksi, makin lama jml C dan D makin bertambah. Jadi pereaksi makin
berkurang dan hasil reaksi makin bertambah.
Jadi laju reaksi didefinisikan sebagai:
„Berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya hasil reaksi tiap
satuan waktu“
perubahan konsentrasi
Laju reaksi dapat dirumuskan:V =
Detik
M
V =
Dt
Untuk reaksi di atas:

d[A] d[C]
V =- atau V = +
dt dt
Sesuai dengan koefisien reaksi berlaku:

VA : VB : VC : VD = p : q : r : s

Contoh :
20 gram besi direaksikan dnegan larutan HCl sebanyak 500 mL. Jika dalam
waktu 5 menit terdapat 8,8 gram besi, tentukan laju berkurangnya besi.
Diketahui Ar Fe= 56.
Jawab:
Massa Fe yang bereaksi = (20 – 8,8) gram = 11,2 gram
Mol Fe yang bereaksi = 11,2/56 = 0,2 mol
[Fe] yang bereaksi = mol/ L = 0,2/0,5 = 0,4 M
Waktu = 5 menit = 5 X 60 = 300 detik
Jadi V Fe = - 0,4 M/ 300 dt = -0,00113 M/dt
Tanda – menunjukkan bahwa Fe semakin berkurang dan laju
pengurangannya = 0,00113 M/dt
C. PERSAMAAN LAJU REAKSI
Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi bukan oleh konsentrasi
hasil reaksi. Makin besar konsentrasi pereaksi, laju akan makin besar,
begitu juga sebaliknya. Sehingga persamaan laju reaksi bergantung pada
konsentrasi pereaksi dan berbanding lurus dengan konsentrasi.
Untuk reaksi: pA + qB rC + sD
Secara Umum persamaan laju dinyatakan sbb:

X Y
V = k [A] [B]

Dengan : v = laju reaksi (M/dt)


k = tetapan laju reaksi
x = orde (tingkat) reaksi zat A
y = orde (tingkat) reaksi zat B
x+ y = orde reaksi total
Penentuan orde (tingkat) reaksi harus dari data percobaan, tidak dari
persamaan reaksi. Hasil perhitungan orde reaksi dari suatu percobaan bisa
saja = koefisien reaksi. Jika hal ini terjadi reaksi ybs disebut reaksi
sederhana (elementer).
Cara Menentukan Orde reaksi:
Misalkan suatu reaksi: 2A + B C, diperoleh data sbb:
No [A] Molar [B] Molar V (M/dt)
1. 0,1 0,1 0,01
2. 0,1 0,2 0,02
3. 0,2 0,2 0,08
a. Tentukan orde reaksi total
b. Tentukan harga k
c. Tuliskan persamaan lajunya
Penyelesaian:
Misal orde A adl x dan orde B adalah y
a. Mencari harga x : pilih data A beda B tetap, misal data 2,3

Data 3 V3 k3 A3 x B3 y

= =
Data 2 V2 k2 A2 B2

Karena k2=k3 dan [B2 ] =[B3 ] , maka persamaannya tinggal


x
0,08 0,2
= 4 = 2x
0,02 0,1 x=2

Mencari harga y : pilih data B beda, A tetap, misal data 1,2, dengan cara
sama diperoleh persamaan:
y
0,02 0,2
= 2 = 2y
0,01 0,1 y=1

Jadi orde reaksinya = 2 + 1 = 3

b. Menghitung harga k
Harga dapat dihitung dengan memasukkan salah satu data kedalam

persamaan laju, v = k [A] x [B]y , misal kita masukkan data 1, menjadi:

0,01 = k (0,1)2(0,1)1

0,01 = k. 10-2.10-1

0,01 = k. 10-3
10-2
K =
10-3
K = 10 M-2dt-1

c. Persamaan Lajunya adalah:


v = k [A] x [B]y
v = 10 [A] 2 [B]
Latihan Soal:
1. Diketahui data percobaan untuk reaksi:
2NO + Cl2 2NOCl
N0 [NO] Molar [Cl2 ] Molar Waktu (dt)
1. 0,01 0,1 72
2. 0,01 0,2 18
3. 0,02 0,3 2
Tentukan orde reaksi NO dan Cl2

2. Diketahui suatu reaksi A + B AB,


diperoleh data sbb:
N0 [A] Molar [B] Molar Laju Reaksi (M/dt)
1. 0,01 0,05 0,01
2. 0,02 0,20 0,16
3. 0,03 0,15 0,27
4. 0,04 0,10 0,32
Tentukan harga k!
◘ GRAFIK ORDE REAKSI:
Orde reaksi merupakan pangkat dari konsentrasi, shg bentuk grafik
merupakan grafik perpangkatan. Misal untuk reaksi A B
Dengan persamaan laju V = k [A]x
a. Orde Nol b. Orde 1 c. Orde 2
V = k [A]o V = k [A]1 V = k [A]2
v v v

[A] [A] [A]

D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI


Laju reaksi dapat berjalan lebih cepat atau lebih lambat karena faktor
berikut:
1. Konsentrasi zat pereaksi (C)
Konsentrasi berkaitan dengan jumlah partikel yang bereaksi, makin
besar konsentrasi berarti makin banyak partikelnya shg makin banyak
tumbukan yang terjadi. Hal ini berarti reaksi berjalan makin cepat.

Jika C maka V dan jika C maka V

2. Suhu atau Temperatur (T)


Kenaikan suhu berarti energi partikel akan bertambah, shg makin cepat
pergerakan partikel / tumbukan antar partikel. Suhu makin tinggi, k
makin besar dan laju juga makin cepat.

Jika T maka V dan jika T maka V


Secara Umum: Tiap kenaikan suhu 10oC, maka laju

meningkat 2X lebih besar dari semula.


Contoh soal:
Setiap kenaikan suhu 10oC laju meningkat 2 X lebih cepat, maka jika pada
suhu 20oC laju reaksinya 2,5.10-3 M/dt, hitunglah laju reaksi pada suhu
80oC.
Jawab:
V 2v 4v 8v 16v 32v 64v

20o 30o 40o 50o 60o 70o 80o


Jadi lajunya pada suhu 80oC = 64 x 2,5.10-3 = 1,6.10-1M/s

3. Luas Permukaan (A)


Makin besar luas permukaan bidang sentuh, makin besar tumbukan
yang akan terjadi, sehingga laju reaksi makin cepat. Jadi zat yang
berbentuk bongkahan besar dengan yang berbentuk serbuk, akan lebih
cepat bereaksi yang bentuk serbuk, karena luas permukaannya besar.

Jika A maka V dan jika A maka V

4. Katalisator
Katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat atau memperlambat
reaksi. Katalis yang sifatnya mempercepat reaksi disebut katalisator.
Sedangkan yang sifatnya memperlambat reaksi disebut inhibitor.
Katalisator dapat mempercepat reaksi dengan cara : menurunkan harga
energi aktivasi (Ea), yaitu energi minimal yang diperlukan agar reaksi
dapat berlangsung.
Lihatlah grafik sbb:
Energi
(KJ)
Reaksi tanpa katalisator
Reaksi dengan katalisator

Koordinat reaksi

◘ Jenis katalis
Berdasarkan wujudnya katalis dibedakan menjadi:
a. katalis Homogen: jika wujud katalis = wujud zat pereaksinya
Katalis NO2 (gas) digunakan untuk reaksi SO2 dan O2 (gas)
b. katalis heterogen: jika wujud katalis berbeda dari wujud zat pereaksinya.
Contoh: katalis Ni (padat) digunakan untuk reaksi C2H4 dan H2 (gas)
◘ Pemakaian Katalis di Industri
Dalam industri kimia penggunaan katalis sangat penting karena akan
mempercepat proses, shg secara ekonomi sangat menguntungkan.
Contoh:
1) Dalam industri pembuatan amoniak atau pupuk UREA menurut
proses Haber digunakan katalis Besi (II) Oksida menurut reaksi:
+FeO
N2 + 3H2 2NH3
Amoniak (NH3) digunakan sebagai bahan dasar pembuatan urea
2) Dalam industri pembuatan Asam Sulfat menurut proses Kontak
digunakan katalis vanadium pentaoksida (V2O5) menurut reaksi:

2SO2 + O2 2SO3
SO3 sebagai bahan dasar untuk pembuatan asam sulfat.

III. Metode Pembelajaran


- Diskusi- Informasi
- Penugasan
- Praktikum
IV. IV. Langkah- langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
Menggali informasi yang telah dimiliki siswa dengan meminta siswa
memberikan contoh- contoh reaksi yang berjalan cepat maupun yang
lambat, dengan melihat kejadian sehari- hari. Guru menjelaskan
bahwa pertemuan kali ini akan membahas tentang laju atau
kecepatan reaksi dan faktor- faktor yang mempengaruhinya.
2. Kegiatan Inti
o Guru memaparkan contoh jika suatu kendaran melaju dengan
kecepatan tertentu. Kecepatan kendaran diukur sebagai jarak yang
ditempuh tiap satuan waktu. Setelah siswa memahami konsep itu,
maka guru menganalogikan hal itu dengan kecepatan reaksi dalam
ilmu kimia.
o Guru memberikan konsep persamaan laju reaksi dan cara
perhitungannya, siswa diminta memperhatikannya. Setelah siswa
jelas diberikan latihan soal sebagai tugas untuk menyelesaikannya.
o Siswa dengan kelompoknya melakukan percobaan faktor- faktor
yang mempengaruhi laju reaksi, dan melakukan pengamatan dengan
teliti.
3. Kegiatan Akhir
Siswa diminta membuat laporan hasil praktikum dan menyelesaikan
latihan soal yang diberikan guru.

V. Alat/ Bahan/ Sumber belajar


- Buku Kimia Erlangga 2A
- Alat- alat Laboratorium

VI. Penilaian
 Ujian tertulis (pengetahuan)
 Ketrampilan melakukan percobaan & pengamatan
(ketrampilan)
 Observasi (sikap)
Soal Pengetahuan:
Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Tentukan molaritas dari 9,8 gram H2SO4 dalam larutan yang
bervolume 2 liter. (Ar H=1, S=32, O=16)
2. Hitunglah massa NaOH yang terdapat dalam 250 ml larutan NaOH
0,5 M (Ar Na= 23, O= 16, H= 1)
3. Suatu reaksi: A + B C, diperoleh data sbb:
N0 [A] Molar [B ] Molar V (M / dt)
1. 0,1 0,1 0,015
2. 0,2 0,1 0,060
3. 0,3 0,2 0,540
a. Tentukan masing- masing orde A dan B
b. Tentukan harga k
c. Tentukan persamaan laju
4. Gambarkan grafik untuk reaksi orde dua!
5. Bila suhu suatu reaksi dinaikkan 10oC, maka kecepatan reaksinya
akan menjadi dua kali lipat. Kalau pada toC reaksi berlangsung
selama 160 menit, hitunglah berapa waktu yang diperlukan untuk
reaksi pada suhu (t + 40)oC
6. Sebutkan faktor- faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan masing-
masing berikan penjelasan singkat!

Trucuk, 13 Juli 2009


Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala SMK N I Trucuk Kimia Dasar

Drs. Wardani Sugiyanto,M.Pd Tri Nanik Wulandari, S.Pd.


NIP. 131869849 NIP. 500122746