Anda di halaman 1dari 49

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini,Ketua Jurusan Farmasin Politeknik Kesehatan Kementerian

Kesehatan Palembang mengesahkan bahwa:

Nama : Drs.Sarmadi,M.M.

NIP : 19610303193121001

Pangkat/Golongan : Penata Tk.I/III D

Jabatan : Lektor

Memang benar telah menyusun bahan ajar/modul Bahasa Indonesia sebagai bahan perkuliahan,
mahasiswa Jurusan Farmasi Semester IV ,Jurusan Gizi Semester I,dan Jurusan Analis Kesehatan
Semester I Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang.

Demikianlah pengesahan ini dibuat agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Palembang,10 November 2014

Direktur, Ketua Jurusan Farmasi,

Drg.Hj.Nur Adiba Hanum,M.Kes Dra.Ratnaningsih Dewi Astuti,Apt,M.Kes


NIP.1966206021989012001 NIP.196610161992032001

1
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah Puji Syukur Penulis Ucapkan Kehadirat Allah SWT,yang telah memberikan Rachmat
dan Hidayahnya kepada Penulis,sehingga dapat menyelesaikan modul /buku ajar Bahasa Indnesia
ini.Penulis membuat modul dalam rangka pemenuhan kurikulum pengajaran yang berupa ringkasan-
ringkasan kuliah yang disampaikan di Politeknik Kemenkes Palembang jurusan Farmasi,jurusan Gizi,dan
jurusan Analis Kesehatan.

Pada kesempatan yang baik ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak,yang
telah memberikan motivasi kepada penulis ,terutama Direktur Politeknik Kemenkes Palembang,yang
telah menghimbau setiap dosen harus membuat modul,serta ketua jurusan farmasi,yang telah memberi
arahan dan support sehingga modul/bahan ajar ini dapat diselesaikan sesuai waktunya.

Pada kesempatan ini juga penulis menyadari bahwa modul/bahan ajar ini jauh dari sempurna,
oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya dapat membangun modul ini sehingga menjadi sempurna
sangat penulis terima dengan senang hati .Semoga modul /bahan ajar yang sederhana ini dapat
membantu belajar bagi mahasiswa dilingkungan Poltekkes khususnya jurusan tersebut di atas.

Palembang, November 2014

Penulis

2
DAFTAR ISI

1.Halaman pengesahan........................................................................................................................1
2.Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………………………………….........2
3.Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………………………………..........3
4.Sejarah Bahasa Inonesia.....................………………………………………………………………………………………......4
5.Penulisan Huruf,kata dan tanda baca……………………………………………………………………………………….......5
6. Kalimat efektif ………………………………………………………………………………………………………….........…….......6
7.Paragraf dan Wacana……………………………………………………………………………………………………………….......7
8.Wacana dan penggolongannya………………………………………………………………………………………………........8
9.Topik dan pembatasannya……………………………………………………………………………………………………….......9
10.Kerangka karangan dan pengembangannya……………………………………………………………………………....10
11.Kutipan dan daftar pustaka………………………………………………………………………………………………………....11
12.Tata Persuratan……………………………………………………………………………………………………………………….....12
13.Kalimat efektif………………………………………………………………………………………………………………………….....13
14.Cara membuat laporan…………………………………………………………………………………………………………….....14
15.Fungsi Karya Ilmiah……………………………………………………………………………………………………………………...15
16.Jenis-jenis karya ilmiah………………………………………………………………………………………………………………...43
17.Struktur karya tulis ilmiah…………………………………………………………………………………………………………….44
18.Pidato/arahan/sambutan……………………………………………………………………………………………………………45
19.Ringkasan........................................................................................................................................46

3
1.SEJARAH BAHASA INDONESIA

KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa dapat mengetahui sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

INDIKATOR
1)Mahasisa dapat mengetahui perkembangan bahasa Indonesia
2)Mahasisa dapat menerapkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

MATERI

1.Bahasa Melayu sebagai Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia bersumber dari bahasa Melayu,yakni bahasa Melayu Riau.Bahasa melayu
dikukuhkan sebagai bahasa persatuan diikrarkan pada peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober
1928 di Jakarta.

Dalam perkembagannya bahasa Indonesia menyerap kosa kata dari bahasa daerah dan bahasa
asing.Penerapan itu terjadi karena dalam bahasa Indonesia belum ada padanannya.

2.Kongres Bahasa Indonesia

Dalam pembinaan bahasa Indonesia dilakukan kongres bahasa Indonesia pertama di Solo tahun
1938,ke-2 di Medan tahun 1954 ,yang ke-3 di Jakarta 1968,yang ke-4 tahun 1973 di Jakarta,yang ke5
tahun 1978 di Jakarta,yang ke-6 tahun 1983,yang ke-7 tahun 1993,yang ke-8 tahun 1998 dan kongres
bahasa Indonesia yang ke-9 than 2003 di Jakarta

3.Ejaan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mengalami beberapa kali penerapan ejaan,yaitu ejaan Van Opuysen 1902-1947,
ejaan Soewandi(ejaan Republik)1947-1972,dan ejaan yang disempurnakan tahun 1972- sekarang.
Ejaan Van Opuysen Ejaan Suwandi EYD
oe u u
j j y
tj tj c
dj dj j
nj nj ny

4.Kedudukan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasonal dan bahasa Negara.Bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:1)Lambang kebanggaan Nasional,2)Lambang jatidiri(identitas)
nasional ,3)Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan
bahasanya,dan 4)alat perhubungan antar budaya antar daerah.

4
Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara berfungsi sebagai:1)bahasa resmi Negara,2)bahasa
pengantar resmi di lembaga pendidikan ,3)bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional
untuk kepentingan perencanaan nasional dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan,dan 4)
bahasa resmi didalam pembangunan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

5.Kekuatan Hukum Bahasa Indonesia

Pada tahun 1928 bahasa Melayu dikukuhkan sebagai bahasa nasional dan pada tahun 1945 secara
konstitusional dikukuhkan sebagai bahasa Negara tercantum dalam UndangUndang Dasar 1945 Bab XV
pasal 36.Pembinaan bahasa Indonesia sesuai dengan ketetapan MPRS tahun 1966 yaitu,”Meningkatkan
penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat peersatu yang ampuh”,Ketetapan MPR No.983 tahun
1978,yaitu “Pendidikan dan Pengajaran bahasa Indonesia perlu makin ditingkatkan dan diperluas
sehingga mencakup semua lembaga pendidikan dan menjangkau masyarakat luas”,dan GBHN Bab 21
tahun 1988 yaitu,”Usaha pembinaan bahasa Indonesia akan ditingkatkan melalui jalur pendidikan formal
dan nonpormal “,oleh sebab itu pemerintah meningkatkan pemasyarakatan Pedoman Ejaan yang
Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah,dan mencanangkan penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar terutama dikalangan petugas pemerintah.

Slogan yang mendapat tanggapan positif dari masarakat tersebut berisi anjuran kepada masyarakat
untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar(sesuai dengn kaidah bahasa Indnesia).

PENULISAN HURUF,KATA DAN TANDA BACA,

KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa dapat memahami penulisan huruf,kata,dan tanda baca dengan benar.

INDIKATOR
Mahasiswa dapat menerapkan penggunaan huruf capital dan huruf miring,penulisan kata dan tanda
baca dengan benar.

MATERI

A.Penulisan huruf,

Dalam ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan,penulisan huruf ada 2 macam yaitu:

1.Penulisan huruf besar atau kapital 2.Penulisan huruf miring.

1.Penulisan huruf besar atau capital, sebagai berikut:

a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kalimat yang berupa petikan langsung.Tanda baca
sebelum tanda petik awal adalah tanda koma(,),bukan titik dua(:),Tanda baca akhir(tanda titik,tanda
seru,dan tanda Tanya)dibubuhkan sebelum tanda petik penutup.Misalnya :

5
1)Ani bertanya,”Kapan kita pulang?”

2)”Kemarin Engkau terlambat,” katanya.

3)Buk Guru menasihatkan,”Rajin-rajinlah belajar agar bisa naik kelas.”

b.Hurufkapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal
keagamaan:nama agama(seperti Islam,Kristen,dan Budha),kitab suci dan nama tuhan,termasuk kata
ganti –Nya.Huruf pertama pada kata ganti ku,mu,nya,sebagai kata ganti Tuhan harus dituliskan dngan
huruf capital,dirangkaikan dengan tanda hubung(-).Hal-hal yang bersifat keagamaan itu hanya terbatas
pada nama diri,sedangkan kata-kata yang menunjukkan nama jenis,seperti
jin,iblis,surga,malaikat,mahsyar,zakat,dan puasa m eskipun bertalian dengan keagamaan tidak diawali
dengan huruf capital.Misalnya:

1)Limpahkanlah rahmat-Mu,ya Allah.

2)Alquran mngajarkan manusia berakhlak mulia.

C.Huruf kapital dipakai dipakai sebagai huruf pertama nama


gelar(kehormatan,keagamaan,keturunan),jabatan,dan pangkat yang diikuti nama orang.Akan tetapi jika
dalam rangkaian tulisa itu sudah ditafsirkan bahwa penyebutan yang tanpa nama mengacu pada
orangnya ,hal itu menggunakan huruf capital.Misalnya:

1)Peperangan ini dipimpin oleh Haji Agus Salim.


2)Calon jemaah haji Palembang berjumlah 785.000,00 orang.
3)Seorang Gubernur akan diperhatikan rakyatnya.

d.Kata-kata seperti van,den,dan ibnu,yang digunakansebagai nama orang ,tetap digunakan huruf kecil
,kecuali kata-kata itu terletak di awal kalimat.Misalnya:

1)Tokoh Tanam Paksa adalah Van den Bosch.


2)Perjuangan itu dipimpin oleh Sainan bin Sagiman.

e.Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa,suku,dan bahasa.Akan tetapi ,jika hal ini
menunjukkan nama jenis(seperti petai cina,jeruk bali dan dodol garut),atau mendapat awalan dan
akhiran sekaligus(seperti kesunda-sundaan),harus ditulis dengan huruf kecil .Misalnya:

1)Dalam bahasa Sunda terdapat kata lahan.


2)Kita harus bertekad menyukseskannya
3)Saya prihatin melihat suku Asmat di Papua.

f.Huruf besar dipakai huruf pertama nama tahun,bulan,hari,hari rayadan peristiwa sejarah.
Misalnya:Kemerdekaan yang terjadi pada hari Jumat itu diperingati setiap bulan Agustus.

6
g.Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama nama khas geografi,kata-kata seperti selat,teluk,terusan
,gunung,kali,danau dan bukit,ditulis dngan huruf kecil.
Misalnya:1)Danau Toba terletak di Pulau Sumatera.2)Nelayanitu berlayar sampai ke teluk.

h.Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan,lembaga pemerintah dan
ketatanegraan ,serta dokumen resmi .Akan tetapi jika tidak menunjukkan nama resmi,kata-kata seperti
itu ditulis dengan huruf kecil.Misalya:
1)Program”Orang Tua Asuh”dikampanyekan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
2)Menurut undangundang dasar kita,semua warga Negara mempunyai hak yang sama.

i.Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama semua kata didalam nama buku,majalah,surat kabar,dan
judul karangan,kecuali kata partikel seperti: di,ke,dari,untuk,yang ,dan sejenisnya,yang tidak terletak
pada posisi awal.Misalnya: Idrus mengarang buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

j.Huruf capital dipakai dalam singkatan nama gelar dan sapaan, yng diikuti nama seseorang .Misalnya:
Dr.H.Anwar sadat.

k.Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan,sperti
bapak,ibu,saudara ,kakak,adik,dan paman yangdipakai sebagai kata ganti atau sapaan.Kata Anda juga di
awali huruf capital.Misalnya:
1)Surat Saudara sudah saya terima.
2)Samsi bertanya kepada ibunya”,Pagi tadi Ibu menjemput siapa di pelabuhan?”
3)Kita harus menghormati ibu dan bapak kita.

2.Penulisan huruf miring

a.Huruf miring dalam cetkan dipakai untuk menuliskan nama buku,majalah,dan surat kabar yang dikutif
dalam karangan.Dalam tulisan tangan atau ketikan,kata yang harus ditulis dengan huruf miring ditandai
oleh garis bawah satu yang terputus-putus,kata demi kata.Misalnya:Majalah Pusat Bahasa adalah
Bahasa dan Kesusasteraan.

b.Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf,bagian kata,atau
kelompok kata.Misalnya: Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf besar.

c.Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata,nama-nama ilmiah atau ungkapan bahasa
asing,atau bahasa daerah,kecuali yang sudah disesuikan ejaannya.Misalnya:Apakah tidak sebaiknya kita
menggunakan kata penataran daripada kata upgrading?

Catatan: Penulisan huruf miring ataupunpenandaan suatu maksud dengan memakai bentuk huruf
tertentu(ditebalkan dan sebagainya),merupakan masalah tipografi percetakan.

B.Penulisn Kata

7
a.Kata dasar ditulis seagai satu kesatuan yang berdiri sendiri,sedangkan pada kata turunan
,imbuhan(awalan,sisipan,atau akhiran),dituliskan serangkaidengan kata dasarnya.Kalau gabungan kata
hanya mendapat awlan atau akhiran kata saja,awalan atau akhiran itu dituliskan serangkai dengan kata
yang bersangkutan saja.Misalnya: Bentuk tidak baku Bentuk baku
beritahukan beri tahukan
memneritahu memberi tahu

b.Kalau bagian kata sekaligus mendapat awalan dan akhiran ,bentuk kata turunannya itu harus
dituliskan serangkai .Misalnya: Bentuk tidak baku Bentuk baku

menghancur leburkan mnghancurleburkan

pemberi tahuan pemberitahuan


C.Kata ulang pada tulisan resmi ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.Pemakaian
angka dua untuk menyatakan bentuk perulangan ,hendaknya dibatasi pada tulisan cepat atau
pencatatan sementara saja.

d.Gabungan kata,termasuk yang lazim disebut kata majemuk,bagian-bagiannya ditulis terpisah.


Misalnya: Bentuk tidak baku Bentuk baku

ibukota ibu kota

tatabahasa tata bahasa

dutabesar duta besar

e.Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata ditulis serangkai.

Misalnya: Bentuk tidak baku Bentuk baku

mana kala manakala

dari pada daripada

f.Kalau salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai suatu kata yang mengandung arti penuh
,hanya muncul dalam kombinasi ,haruslah ditulis serangkai dengan unsure lainnya.
Misalnyaaku: Bentuk tidak baku Bentuk baku

a moral amoral

antar warga antarwarga

g.Penulisan ku,kau,mu,dan nya ,ditulis serangkai dengan kata yang mendahului atau mengikutinya.
Misalnya: Sepatuku,sepatumu,dan sepatunya boleh kauambil.

8
h.Kata depan di,ke,dan dari ditulis terpisah dari kata yangmengikutinya ,kcuali jika berupa gabungan
kata yang sudah padu benar,seperti kepada,dan daripada.Misalnya:
1)Ia telah diungsikan di tempat yang aman.
2)Saya pergi ke Jakarta menghadiri wisudanya.
3)Surat itu sudah saya sampaikan kepadanya.

i.Partikel pun dipisahkan dari kata yang mendahuluinya karena pun sudah hampir seperti lepas.Akan
tetapi ,kelompok kata seperti dibawah ini yang sudah dianggap padu benar ditulis serangkai .Misalnya:
adapun,andaipun,ataupun,bagaimanapun,biarpun,kalaupun,,kendatipun,maupun,meskipun,sekalipun,s
ungghpun,dan walaupun.Contohnya:1) Jika saya berangkat ia pun ingin berangkat.2))Siapa pun yang
telah terpilih harus kita dukung.3)Tidak satu pun orang rela haknya diambil.4)Bagaimanapun akan
dicobanya.5)Walaupun tidak beruang ia tetap bergembira.6)Kendatipun hari hujan ia tetap berangkat.7)
Biarpun banyak rintangan ia tetap menikah juga.

j.Partikel per yang berarti “mulai”,demi,atau tiap diulis terpisah dari bagian kalimat yang mengikutinya.
Misalnya:1)harga kemeja itu Rp 100.000,00 per lembar 2)Ani menjadi pegawai per 1 Maret 2004.3)Calon
Mahkamah Agung itu dipanggil satu per satu.

k.Angka lazim dpakai untuk menandai nomor jalan,rumah,apartemen,atau kamar pada alamat dan
digunakan juga menomori karangan,atau bagian-bagian karangan.Misalnya:1.Hotel Sanjaya,kamar 13.
2.Bab XV,Pasal 26 3)Surat Ali Imron,Ayat 12

l.Penulisan bilangan tingkat dapat ditulis dengan cara sebagai berikut:1)Abad XX ini dikenal abad
teknologi.2)Abad ke-20 abad perempuan 3)Abad kedua puluh ini abad kebangkitan teknologi.

m.lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf,kecuali jika
beberapa lambang dipakai secara berurutan,seperti dalam perincian atau pemaparan.Misalnya:
1)Dia memesan dua ratus batang bbit kayu jati.
2)Dua ribu calon mahasiswa tidak diterima di Poltekkes.
3)Sripo memberitakan 30 perkara,yaitu,10 pencurian,10 sengketa tanah,dan 10 berita perceraian.

n.Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.Jika perlu susunan kalimat diubah ,sehingga
yang tidak dapt dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat lagi pada awal kalimat. Contohnya:
1)Dua belas orang luka dalam keelakaan itu. 2)Sebanyak 150 orang siswa telah hadir.

o.Kecuali idalam dokumen resmi ,seperti akta dan kuitansi,bilangan tidak perlu ditulis angka dan hurup
sekaligus .Contoh yang salah: 1)Jumlah pegawai kami12(dua belas)orang.2)Kami membeli 100(seratus)
buku.

C.Pemakaian tanda baca


1.Tanda Titik:

a.Tnda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.Mislnya:1)W.S.Rendra,2)Abdul Hadi.W.M.

9
b.Tanda titik dipakai pada singkatan nama gelar,jabatan,pangkat,dan sapaan .Misalnya:
1)Prof.Dr.Ir.H.Bunyamin,S.H.,M.Sc.Ed. 2)Sdr.Abdullah Syafri 3)Kol.Nawawi,M.Hum.

c.Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah umum,yang ditulis denganhuruf
kecil.Singkatan yang terdiri atas dua huruf diberi dua titik,sedangkan singkatan yang terdiri atas tiga
huruf atau lebih hanya diberi satu tanda titik,Misalnya:
1)s.d.(sampai dengan) 2)a.n.(atas nama) 3)d.a.(dengan alamat) 4)u.p(untuk perhatian)5)dkk.

d.Tanda titik digunakan pada angka yang menyatakan jumlah ,untuk memisahkan ribuan,jutaan dst.
Misalnya: 1)tebal buku itu 1.250 halaman. 2)Dia membuka bukuhalaman 1250.3)NIP 140150999

e.Tanda titik tidak digunakan pada singkatan yang terdiri atas huruf-huruf awal kata atau suku kata dan
pada singkatan yang dieja seperti kata(akronim).Misalnya:DPR,SMA,Sekjen Depdagri,tilang

f.Tanda titik tidak dipakai dibelakang singkatan lambing kimia,satuan ukuran,takaran,timbangan,dan


mata uang.Misalnya:1)Harga kerts kuarto itu Rp 30.000,00 per pak.2)Cu adalah lambang kuprum.
3)Seorang pialang membeli 10 kg emas batangan.

g.Tanda titik tidak digunakan dibelakang judul yang merupakan kepala karangan,kepala ilustrasi
tabel,dan sebagainya.Misalnya:1)Acara Orientasi Mahasiswa 2)1.1 Latar Belakang 3)Dari Ave Maria ke
Jalan Lain ke Roma

h.Tanda titik tidak digunakan di belakang alamat pengirim dan tanggal surat dan di belakang nama dan
alamat penerima surat.Misanya:1)Jalan Sekip I RT 18 Nomor 4 Palembang 2)Palembang,3Mei 1961
3)Yth.Sdr.Andy Arman Ratulngi
JalanR.Suprapto 13 Palembang

2.Tanda Koma

a.Tanda koma harus digunakan diantar unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.Jika perin-
cian itu hanya terdiri dari dua unsure,sebelum kata dan tidak perlu dibubuhi tanda koma.
Misalnya: 1)Alat tulis yang digunakan dalam kegiatan itu adalah pena,kertas,dan tinta.
2)Satu,dua,….tiga. 3)Kegiatan itu hanya membutuhkan tenaga dan pikiran.

b.Tanda koma harus digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu dengan kalimat setara
lainnya yang didahului oleh kata tetapi,melainkan,dan sedangkan.Misalnya:
1)Dia bukan mahasiswa,melainkan pelajar. 2)Saya mau membantu,tetapi Anda berusaha. 3)Ia hidup
mewah,sedangkan saya sederhana.

c.Tanda koma harus digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat
tersebut mendahului induknya.JJika anak kalimat tersebut mengikuti induknya,tanda koma tidak diguna-
kan .Biasanya anak kalimat didahului oleh kata penghubung.Seperti :bahwa,karena,agar,sehingga,walau-
pun,apabila,jika,meskipun,dan sebagainya.Misalnya:
1)Karena sibuk,ia lupa makan.2)Ia lupa makan,karena sibuk.

10
d.Tanda koma harus digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat
pada awal kalimat.Termasuk didalamnya oleh karena itu,jadi,lagi pula,meskipun begitu,akan
tetapi,namun,meskipun demikian,dalam hubungan itu ,sementara itu,sehubugan dengan itu,dalam pada
itu ,oleh sebab itu,sebaliknya,selanjutnya,pertama,kedua,misalnya,sebenarnya,selain itu,kalau begitu,
kemudian,malah ,dan sebagainya.Misalnya:
1)Oleh sebab itu, kita tidak boleh malas .2)Jadi,kita harus bekerja keras.3)Namun,kita tetap waspada.

e.Tanda koma harus digunakan di belakang kata-kata sepertio,ya,wah,aduh,kasihan,yang terdapat pada


awal kalimat.Misalnya:1)O,kalau begitu saya setuju.2)Ya,Anda boleh mencobanya lebih dahulu.

f.Tanda koma digunaan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.Misalnya:
(lihat A.1.a.)

g.Tanda koma digunakan untuk memisahkan(1)nama dan alamat(2)bagian-bagian alamat,(3)tempat dan


tanggal,(4)nama tempat dan wilyah atau negeri yang ditulis berurutan.Misalnya:
1)Andy,Jln.Bangau 1,Bukit Duri 5 Tahap2,Blok B9 No,06,Kenten Palembang,Sumatera Selatan.
2)Palembang,23 Maret 2014

h.Tanda koma digunakan untuk menceraikan bagin nama yang dibalik susunannya dalam daftar
pustaka.Misalnya:Riswandi ,Ahmad.2004.Pengantar Ilmu Komuniksi.Yogyakarta:Graha Ilmu.

i.Tanda koma digunakan diantara nama orang dengan gelar akademik yang megikutinya.Misalnya:
Alpian Rosyani,S.H.M.H.

j.Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan.Misalnya:1)Dosen ,yng cantik itu
disenangi mahasiswa.2)Mahasiswa kami,misalnya,masih ada yang mengeluhkan nilai akhir semester.

3.Tanda Titik koma,

Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahan kalimat setara di dalam suatu kalimat majemuk
sebagai pengganti kata penghubung.Misalnya: Para pemikir mengatur strategi yang harus
ditempuh;para pelaksana melakukan tugas sebaik-baiknya;parapenyandang dana menyediakan biaya
yang diperlukan.

4.Tanda Titik Dua

a.Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian.Misalnya:Jurusan
Farmasi,Poltekkes Kemenkes Palembang mempunyai dua kelas yaitu: Kelas Reguler dan kelas khusus.

b.Tanda Titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengkhiri
pernyataan.Misalnya :Politeknik Kesehatan Palembang mempunyai enam jurusan.

11
5.Tanda Hubung

a. tanda hubung digunakan untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.Misalnya:1)Mesin-


potong tangan(mesin potong yang digunakan dengan tangan).2)Mesin potong tangan(mesin khusus
untuk memotong tangan).

b.Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan(1)se- dengan kata berikutnya yang didahului
dengahuruf capital,(2)ke- dengan angka(3)angka dengan –an dan (4)singkatan huruf capital dengan
imbuhan atau kata.Msalnya:1)Lomba Pidato SMA se-Palembang.2)Ia ditangkap karena tidak ber-
KTP.3)Siapa actor G-30-S PKI itu?

6.Tanda Pisah

Tanda pisah membatasi penyisipan kata kalimat yang member penjelasan khusus di luar bangun
kalimat ,menjelaskan adanya aposisi atau keterangan yan lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas,dan
dipakai dintara dua bilangan atau tanggal yang berarti “sampai dengan”atau diantara dua nama kota
yang berarti ke atau sampai.Misalnya:1)Buku ini -----menurut saya----akan segera terbit.2))Jalan Raya
Palembang----Prabumulih itu rusak.3)Acara itu berlangsung tanggl2-----5 Maret 2014.

7.Tanda Petik

Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan lngsng,judul syair,karangan,istilah yang mempunyai
arti khusus ataukurang dikenl.Misalnya:1)Memakai celana “cutbrai”.2)Sajak “Aku”karya Khaeril Anwar.

8.Tanda Petik Tunggal

Tanda peti tunggal mengapit terjemahan atau penjelsan kata ungkapa bahasa daerah atau asing.
Misalnya:Ia berjaga-jaga pada malam lailatul qodar’malam bernilai ‘itu.

PARAGRAF DAN WACANA

Kompetensi dasar,Mahasiswa dapat mmbuat berbagai jenis karangan dengan menggunakan bahasa
Indonesi yang baik dan benar.

INDIKATOR:

1)Mahasiswa dapat membuat paragraph yang baik memiliki kesatuan,kepaduan,dan kelengkapan.


2)Mahasiswa dapat menulis wacana eksposisi,argumentasi,persuasi,narasi,dan deskrifsi.
3)Mahasisw dapat membedakan berbagai wacana berdasarkan cirri khas tiap-tiap wacana.
MATERI:

12
1.Paragraf,Istilah paragraf sering disejajarkan dengan istilah “alenia”.Kedua istilah itu sebenarnya dapat
dibedakan.Paragraf dapat diartikan sbagai suatu karangan mini,berisi satu kesatuan ide yang dibngun
dari beberapa kalimat yang saling berhubungan,sedangkan alenia adalah penanda suatu paragraph,ada
alenia menjorok kedalam,alenia menggantung atau alenia penuh.

Panjang atau pendek paragraf tidak mencirikan bahwa paragraph itu baik atau tidak .Ada beberapa
paragraph yang panjang,baik;dan ada pula paragraph yang panjang tetapi tidak baik.Baik atau tidaknya
paragraph ditentukan oleh syart-syarat yang harus dipenuhinya.

2.Syarat-syarat pembentukan paragrap

Suatu paragraph yang baik yang juga disebut paragraph efektif harus memenuhi 3 syarat
yakni:1)Kesatuan,2)Kepaduan,3)Kelengkapan.

1)Kesatuan (unity),Satu paragraph hanya mengndung satu pokok pikiran.Paragraf dikatakan memiliki
kesatuan bila seluruh kalimat yang membangun paragraph itu membicarakan hal yang sama,satu pokok
pikiran.Bila dalam satu paragraph terdapat dua atau lebih ide pokok,maka paragraph tersebut harus
dijabarkan menjadi dua atau lebih paragraph.Jadi,paragraph memiliki kesatuan bila paragraph itu
memiliki satu pokok pikiran.

2.Kepaduan(kohesi)

Kalimat-kalimat yang membangun suatu paragraph harus padu,adanya kekompakan antar kalimat
yang satu dengan yang lainnya.Kekompakan hubungan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan
penanda kohesi atau keruntutan hubungan semantic.Beberapa penanda kebahasaan yang dapat
digunakan untuk membangun paragraph adalah sebagai berikut:

1)Penunjukan, yaitu penggunaan kata untuk menunjukkan/mengacu atau suatu acuan yang sudah
disebutkan.Misalnya:kata itu,tersebut,demikian,ini.

2)penggantian ,yaitu penanda hubungan kalimat yang menggunakan kata ganti orang(dia,mereka),hal
itu,begitu,begini,sana,sini,itulah.

3)pelesapan,yaitu menghilangkan unsure suatu kalimat pada kalimat berikutnya karena kehadiran unsur
itu diperkirakan dan untuk penghematan/efektifitas.

4)Perangkaian,pengguanaan kata-kata perangkai /transisi untuk menghubngkan antar kalimat dalam


paragraph.Misalnya:seperti,sebaliknya,walaupun demikian,oleh karena itu.

5)Pengulangan,yaitu mengulangi suatu kata/bentukan yang terdapat dalam suatu kalimat pada kalimat
selanjutnya.Tujuannya adalah untuk penekanan atau pementingan.

3.Kelengkapan

13
Suatu paragraph yang memiliki satu pokok pikiran yang dikembangkan harus memiliki kelengkapan,
ada ketuntasan pembicaraan pada paragraph itu.Suatu paragraph tidak memiliki kelengkapan bila pada
pokok pikiran yang dinyatakan ada dua masalah yang utama pembelajaran bahasa Indonesia,tetapi
dalam paragraph itu hanya dijelaskan satu masalah.

Contoh Paragraf yang baik:

Dunia tumbuhan terbagi atas empat divisi yang besar,yaitu tumbuhan


daun(talofita),lumut(briofita),paku-pakun(pteridofita),dan tumbuhan bunga(spermatofita).Setiap dvisi
itu terbagi lagi atas kelas ,kelas atas bangsa,bangsa atas marga,dan marga atas jenis .Setiap jenis mem-
punyai satu varietas atau lebih.

(paragraph di atas memiliki kesatuan,kepaduan,dan kelengkapan.)

3.Letak kalimat topik dalam suatu paragraph

Suatu paragraph memiliki topic,penjelas,kalimat topic,dan kalimat penjelas.Topik suatu paagraf


diletakkan dalam suatu kalimat topik.Letak kalmat topic dalam suatu paragraph dapat di awal dan di
akhir ,diawal dan di akhir,ti tengah atau di seluruh paragraph.

1)Contohletak kalimat topic di Awal Paragraf(deduktif):

Saat ini banyak sekali hewan yang mendiami bumi dan banyak pula yang hidup pada zaman yang
telah silam.Kekaburan orang tentang hewan yang hidup di darat dan di laut kini dapat dihindarkan.Jenis
jenis hewan itu saat ini sudah dapat ditentukan.Angka yang menyatakan berapa jumlah hewan di muka
bumi ini pertama kali dikemukakan oleh Linaeus tahun 1758,yaitu 4.236 jenis.Pada tahun 1859 Agassiz
dan Brown menghitng ada 129.370 jenis dan masih banyak yang belum diberi nama.

2)Contoh letak kalimat topic di akhir paragraph(iduktif)

Bulu domba dapat dipakai sebagai sumber bahan pakaian .Benang sutera dari ulat sutera juga sebagai
bahan pakaian .Kelenjar-kelenjar dari alat-alat hewan merupakan bahan pembuatan hormone atau obat
obatan lain.Madu tawon,kulit penyu,spons alam merupakan hasil hewan yang digunakan manusia.Pe-
yediaan daging,pengawetan dan pengalengan daging dan ikan merupakan kegiatan yang berhubungan
dengan hasil hewan.Memang hewan tidak saja tidak saja merupakan sumber protein,tetapi juga sebagai
sumber bahan pakaian atau sumber bahan keperluan lainnya.

3.Contoh Letak Kalimat Topik di awal dan di akhir paragraph(campuran)

Dalam kehidupan tiada satu hewan pun yang hidup sendiri.Mereka selalu bergantung pada faktor-
faktor lingkungan,baik yang biotik ataupun abiotik.Sebagian hewan mempunyai hubungan yang erat
dengan musuh-musuhnya,penyakit,dan sebagainya.Seluruh interaksi antara faktor-faktor itu menimbul-
kan jaringan hidup atau keseimbangan alam,termasuk didalamnya manusia.Memang semuahewan yang
hidup selalu bergantung pada faktor lingkungan,baik yang biotic maupun yang abiotik.

4.Contoh Letak Kalimat Topik di Tengah Paragraf

14
Jam dinding yang biasanya bordering pukul 04.30 untuk membangunkan saya,sekali ini membisu ka-
rena lupa diputar.Akibatnya saya terlambat bangun.Cepa-cepat saya pergi kekamar mandi,ternyata sab-
un mandi habis.Mau sarapan,nasi hangus.Sial benar nasib saya hari ini.Ditambah lagi,mau berpakaian,se
mua baju kotor sehingga saya terpaksa memakai baju bekas kemarin.Pada saat naik kendaraan ke seko-
lah mogok pula.Ketika turun dari kendaraan ,hujan lebat ehingga badan saya basah kuyup.

5.Cotoh Letak Kalimat Topik di Seluruh Paragraf(deskriptif)

Sandal ‘IITB’adalah sandal yang terbuat dari ban bekas.’ITB’ singkatan dari Ieu tilas ban (ini ban
bekas).Sandal ini sangat menarik karena dibuat dari ban bekas yang dilengkapi dengan aksesoris yang
menarik sehingga memikat hati pembelinya.Dari satu ban dapat dibuat 10 pasang sandal cantik yang la-
ku dijual seharga RP 10.000,00 per pasang.

4.Pengembangan Paragraf

Pengembangan paragraph berkaitan erat dengan kemudahan pemahaman terhadaf paragraph terse-
but.Paragraf yang dikebangkan dengan baik akan memberikan kemudahan kepada pembaca untuk me-
mahami maksud/isi paragraph tersebut.Sebaliknya pembaca akan mengalami kesulitan memahami mak-
sud suatu paragraph,karena paragraph itu tidak dikembangkan dengan baik.

Paragraf dapat dikembangkan dengan beberapa model yaitu:(1)Paragraf contoh,paragraph klasipika-


si ,(2)Paragraf depinisi,(3)paragraph perbandingan(4)paragraph klimaks dan anti klimaks,(5)paragraph
deduksi,dan (6)paragraph induksi.Berikut beberapa contoh :

1.Contoh pengembangan dengan depinisi

Reaksi redoks adalah gabungan reaksi oksidasi dan reaksi reduksi yang berjalan secara bersamaan.
Reaksi oksidasi adalah proses pelepasan electron oleh sesuatu reaktan,sehingga reaktan tersebut akan
mengalami kenaikan nilai bilangan oksidasinya.Adapun reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektr-
on oleh suatu reaktan,sehngga reaktan tersebut akan mengalami penurunan bilangan oksidasinya.

2.Contoh pengembangan perbandingan

Bila ditinjau dari segi bangunnya,paragraph dan essai itu memiliki kesamaan.Misalnya paragraph di-
awali dengan kalimat topic.Dalam essai,paragraph pertama merupkan pendahuluan yang memperkenal
kan bahan bahasan dan menetapkan fokus topik.Begitu pula tubuh karangan terdiri atas rangkaian
paragrap yang memperluas dan menunjang gagasan yang dkemukakan dalam paragrap pendahuluan.
Akhir sebuah paragraph dapat berisi penegasan kembali,kesimpulan,atau pengamatan.Demikian juga
dengan sebuah karangan,mempunyai sarana yang memberi ketuntasan gagasannya,khususnya pada wa-
cana eksposisi.

15
3.Contoh pengembangan paragraph dengan contoh

Saat ini pelbagai upaya pemerataan itu sudah dilakukan.Misalnya program-program inpres,kemitraan
usaha antara bapak angkat dan anak angkat,serta penyebaran proyek pembanguna di semua daerah.Hal
yang lebih baru dan mendasar adalah pengalihan saham dari perusahaan besar kepada koperasi serta pe
nyediaan kredit usaha kecil oleh perbankan.

5.Wacana

Secara garis besar Keraf(1995)membagi wacana dalam dua bagian,yaitu Wacana Ilmiah dan Wacana
non ilmiah .Pengertian tulisan/wacana ilmiah dapat di lihat dari dua sudut,yaitu sudut bahasa dan sudut
analisisnya.Dari sudut bahasa,tulisan ilmiah menggunakan bahasa teknis yang diwarnai dengan istilah- is
tilah sesuai dengan bidang garapan/topic yang ibicarakan.Pilihan kata(diksi)pada wacana ini tidak
mengandung ambiguitas.Dengan demikianbahasa yang digunakan pun adalah bahasa yang objektif dan
rasional.Bahasa yang demikian ini,cenderung memungkinkan dibaca oleh pembaca dengan pendidikan
dan pengetahuanang tinggi.

Dari sudut analisis,tulisan ilmiah harus menggunakan metode dan teknik analisisberdasarkan
kerangka teori atau acuan tertentu.Penyajianya pun hrus didukung oleh data yang akurat dan disajikan
secara logis dan sistematis.Penulis karya ilmiah dituntut menguasai sejumlah syarat sebagai berikut:

(1) Menguasai aspek kebahasaan: kosa kata,tata bahasa,sintaksis,dan gaya bahasa yang lugas.
(2)Menguasai topic bahasan dengan baik serta menguasai kerangka acuan atau prinsif ilmiah sesuai
dengan topic dan bidang yang ditulisnya.
((3)Memiliki kemampuan penalaran yang baik untuk menganalisis dan memecahkanpersoalan-persoalan
yang dihadapi serta mampu menyusun semua hasil analisis dan pemecahan masalahnya secara
sistematis.
(4)Menguasai kemampuan analisis bidang ilmunya untuk memecahkan objek garapan secara kritis.
(5)Menguasai dan menerapkan metode-metode dan teknik pengumpulan dan pengolahan data secara
tepat.
(6)Mengetahui,menguasai,dan menggunakan konvensi-konvensi pernaskahan yang berlaku,sehingga
dapat menyajikan tulisannya dalam bentuk dan perwajahan yang menarik.

6.Wacana dan Pengglongannya

Pengertian wacana dapat dibatasi dari dua sudut yang berlainan : Pertama dari sudut bentuk
bahasa.Kedua dari sudut tujuan umum sebuah karang yang utuh atau sebagai bentuk sebuah
komposisi.Dari sudut bentuk bahasa atau yang bertalian dengan hierarki bahasa.Yang diaksud wacana
adalah bentuk bahasa diatas kalimat yang mengandung sebuah tema.Satuan bentk yang mengandng
tema ini biasanya terdiri atas paragraph-paragraf,bab-bab,atau karangauh ,baik terdiri atas bab-bab
maupun tidak.Jadi tema merupakan ciri sebuah wacana.

Berdasarkan tujuannya,karangan yang utuh (biasa disebut jenis wacana)dapat dibedakan menjadi 5
macam ,yakni(1)eksposisi(2)argumentasi(3)persuasi(4)deskrifsi(5)narasi.

16
1.Eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan suatu objek sehingga mmperluas
pandangan atau pengetahuan pembaca.Bentuk wacana ini menyajikan penjelasan yang akurat dan padu
mengenai topic[topic yang mungkin rumit,menyampaikan pernyataan yang lengkap dan dpat dpercaya,
serta dilengkapi dengan penjelasan tentang suatu objek.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa wacana eksposisi adalah bentuk wacana yang tujuan utamanya
membeitahukan atau mnginformasikan mengenai objek tertentu.Melalui informasi itu,pengetahuan
para pembaca diharapkan bertambah luas.Apakahpembacamenerima semua informai yang disampaikan
penulisnya atau tidak,tidak jadi masalah.Karena itu jenis wacana ini tidak sama sekali mempengaruhi
dan mengubh sikap dan pendapat orang lain/pembacanya.Wacana eksposisi mengandung tiga bagian u-
tama ,yaitu sebuah pendahuluan,tubuh/isi dan simpulan.

2.Teknik Penulisan Eksposisi

Pada bagian pendahulun dikemukakan latar belakang,alasan memilih/pentingnya topik itu,permasala-


han ,tujuan,dan kerangka acuan yang digunakan.Selanjutnya untuk menulis bagian tubuh/isi eksposisi
terlebih dahulu dibuat kerangka karangan yang berupa pengembangan topic yang dipilih itu.Setelah itu,
penulis menyajikan secara rinci tiap-tiap bagian dari kerangka karangan.Bagian-bagian ini ditulis secara
sistematis,sehingga informasi yang diberikan dapat di pahami oleh pembaca.

3.Contoh Eksposisi

Variabel merupakan karakteristik atau cirri-ciri dari orang,bendabenda atau keadaan yang mempu-
nyai nilai-nilai yang berbeda,seperti usia,pendidikan,kedudukan sosial,kedudukan ekonomi,jenis kelamin
dan postur tubuh.

Ada dua bentuk variable:

1)Variabel katagorial,yaitu variabel yang membagi responden menjadi dua kategori atau beberapa
kategori.Variabel yang terdiri dari dua kategori disebut variabel dikotomi,sedangkan variabel yang terdiri
dari banyak kategori disebut politomi.

2)Variabel bersambungan

Yaitu variabel yang nilai-nilainya merupakan suatu skala,baik bersifat ordinal maupun rasio.

Contoh: Umur,jumlah pendapatan,jumlah pengeluaran rumah tangga,tingkat efektifitas,tingkat preva-


lensi,kontrasepsi mdern,tingkat sentuhan media masa,tingkat kriminalitas(Djojosuroto dan
M.L.A.Sumaryati:2004).

2)Argumentasi

Wacana ini jika ditinjau dari sudut penulis memiliki tujuan meyakinkan pendengar atau pembaca
mengenai suatu keenaran dan lebih jauh mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.Sebaliknya jika
dilihat dari sudut pembaca atau pendengar ,mereka ingin mendapatkan kepastian tentang kebenaran
itu.

17
(1)Pengertian Argumentasi

Argumentasi adalah bentuk wacana yang berusaha membuktikan suatu kebenaran.Suatu argmentasi
berusaha mempengaruhi serta mengubah sikap dan pendapat orang lain untuk menerima suatu
kebenaran yang didukung bukti-bukti mengenai objek yang diargumentasikan.

Argumentasi dilihat dari sudut berpikir adalah suatu tundakan untuk membentuk penalaran dan menu
runkan simpulan serta menerapkannya pada suatu kasus,misalnya perdebatan.

Argumentasi dibedakan dari wacana yang lain karena fungsi utamanya adalah membuktikan.Metode
pembuktian dalam argumentasi direduksi atau disusutkan sehingga menjadi atau berdasarkan suatu
ilmu yang dikenal sebagai logika.

Secara singkat dapat disimpulkan bahwa argumentasi adalah bentuk wacana yang bertujuan mengu-
bah pikiran,sikap,dan pandangan seseorang dengan menyodorkan data dan bukti.

((2)Teknik Penulisan Argumentasi

Seperti jenis tulisan lainnya,argumentasi selalu terdiri dari tiga bagian utama,yaitu pendahuluan,isi ar-
gumentasi,dan simpulan.

a.Pendahuluan,berfungsi menarik perhatian pembaca dengan menyajikan fakta-fakta pendahuluan


untuk memusatkan perhatian,untuk memahami argumentasi yang akan disampaikan nanti dalam isi
karangan. Seluruh isi argumentasi diarahkan kepada usaha penulis untuk meyakinkan pembaca
mengenai kebe-naran dari masalah yang dikemukakan,sehingga kesimpulannya benar.

c.Simpulan

Penulis harus memperhatikan bahwa kesimpulan yang diturunkan tetap menjaga pencapaian tujuan,
yaitu membuktikan kebenaran untuk mengubah sikap dan pendapat pembaca.

(3)Contoh Argumentasi

Di pihak lain,kualitas hasil pendidikan kita mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi dirasakan sangat
tendah.Hal ini,bukan dikarenakan guru dan dosen kita tidak berkualitas,tetapi intensitas pengajaran dan
perkuliahan kita kurang.Kekurangan intensitas ini tidak lain karena guru dan dosen ini tidak memberikan
waktu cukup didalam memberikan pengajaran dan perkuliahan,karena mereka terpaksa mengajar atau
bekerja lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Bukan rahasia lagi jika ada guru yang mengojek,un-
tuk menambah kebutuhannya,karena dari gaji sebagai guru atau dosen,sulit untuk hidup mereka bersa-
ma keluarganya(mimbar masyarakat,No.9,juli 2006).

3)Persuasi

Wacana persuasi sebenarnya merupakan sebuah varian dari argumentasi.Wacana ini lebih cnderung
mempengaruhi manusia(sasaran)daripada mempertahankan kebenaran mengenai suatu objek tertentu.

18
Walaupun tidak seratus persen mempertahankan kebenaran,bentuk wacana ini masih termasuk dalam
wacana ilmiah,bukan wacana fiksi.

(1)Pengertian dan Dasar Persuasi

Persuasi adalah suatu bentuk wacana yang merupakan penyimpangan dari argumentasi,dan khusus
berusaha mempengaruhi orang lain atau para pembaca,agar pendengar atau pembaca melakukan sesu-
atu bagi orang yang mengadakan persuasi,walaupun yang dipersuasi sbenarnya tidak terlalu percaya
akan apa yang dikatakan itu.Jadi persuasi lebih condong menggunakan atau memanfaatkan asfek-asfek
psikologis untuk mempengaruhi orang lain.

(2)Alat pengembangan Karangan Persuasi

Menurut Akhmadi(1978),alat pengembangan persuasi ada lima,Yaitu:


Bahasa,Nada,Detail,PengaturanOrganisasi),dan Kewenangan.Alat-alat ini dpat dipakai untuk
mengembangkan sebuah karangan persuasi.Berikut ini uraian kelima alat tersebut:1.Bahasa adalah alat
komunikasi,sebagai alat,bahasa sangat luwes dalam menjalankan fungsinya.Artinya,bahasa dapat
dipakai oleh pemakainya untuk kepentingan apa saja yang selama dalam batas-batas fungsinya sebagai
alat komunikasi .untuk membuat tulisan perlu dikaitkan dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-
hari.Misalnya dalam kehidupan bermasyarakat :terjadi penipuan,kesuksesan,kedengkian dan
percekcokan.Contoh nyata mngenai pemakaian bahasa dapat diamati pada bahasa penjual obat.Obat
yang dibawanya biasanya disanksikan mutunya.Akan tetapi mengapa dia berhasil memperdayakan
orang untuk membeli obatnya? Salah satu yang tidak dapat dingkari adalah karena bahasa yang dipakai-
nya.Dia berhasil memanfaatkan bahasa sebagai alat untuk mempengaruhi orang lain.Berdasarkan uraian
d i atas dapat dikatakan bahwa bahasa adalah alat yang cukup primer dalam mewujudkan paparan
persuasi.

2.Nada,berkaitan dengan sikap pengarang dalam menyampaikan gagasannya ,dalam kehidupan


tentunya dapat dijumpai bermacam-macam nada antara lain:Marah,nada senang,nada sedih,dan nada
bersemangat .Masing-masing nada itu dapat dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi prilaku orang
lain .Seorang anak akan meninggalkan kebiasaan berdustanya,misalnya apabila dia diberi kata-kata
marah oleh orangtua atau gurunya.Seorang pegawai akan bersemangat dalam bekerja seandainya men-
dapatkan kata-kata pujian dari atasannya atau majikannya.

Pengarang harus menentukan nada dalm membuat persuasi dengan membayangkan respon yang
ada di benak pembaca.Sebuah karangan akan direspon oleh pembaca dengn rasa sedih jika persuasi ber-
nada sedih.Bila pembaca merasa takut,maka persuasi dibuat dengan nada marah/menakutkan

3.Detail

Dalam karangan persuasi,detail cukup penting dalam kedudukan sebagai alat persuasi.Yang dimaksud
dengan detail adalah uraian terhadap ide sampai ke bagian yang sekecil-kecilnya.ntuk memilih detail
pengembangan persuasi perlu dipertimbangkan hal-hal sebgai berikut:

19
(1)Penting tidaknya detail itu untuk keperluan persuasi dan pemahaman pembaca;(2)Jumlah detail yang
harus dikumpulkan untuk mendukung ide pokok;(3)macam detail yang seharusnya diangkat untuk men-
dukung ide pokok;(4)kapan setiap detail itu di hadirkan;(5)ada atau tidaknya korelasi atau hubungan,dan
relevansi detail dengan ie pokok sebaiknya diangkat.

Detael yang baik adalah detel yang esensial dalam mendukung persuasi,yakni detail yang memenuhi
criteria tersebut di atas.Dengan kehadiran detail yang baik,usaha penalaran dalam persuasi menjadi
lebih jells.

4.Organisasi

Organisasi ini meyangkut masalah pengaturan detail dalam tiga karangan.Dalam organisasi pengatur-
an detail menggunakan prinsif “Mengubah keyakinan dan pandangan.” AArtinya detail-detael itu diatur
agar mampu mengarahkan keyakinan pangangan pembaca.Cara-cara penataan detail-etael ini adalah
cara induktif,cara deduktif,cara kronologidan cara penonjolan.

5.Kewenangan

Kewenangan(authority)dapat kita sebut sebagai alas persuasi.Kewenangan dalam hal ini tidak selalu
berkaitan dengan kewenangan hukum.Kewenangan menyangkut “Penerimaa dan kesadaran”pembaca
terhadap pengarang.Seorang pengarang diyakini pembacanya sebagai orang yang berwenang apabila
dia: (a) mempunyai dasar hukummempunya jabatan-jabatan tertentu,(b)berkecimpung dalam bidang-
bidang ilmu pengetahuan tertentu,dan(c)mampu menunjukkan pola pikir yang bermutu.Kewenangan
yang dimiliki oleh seorang pemimpin formal adalahkewenangan hokum,kewenangan yang dimiliki oleh
seorang professor adalah kewenangan professional,dan orang yang tidak mempuyai kewenangan
apabila ia mampu meunjukkan pola berpikir yang bermutu dalam paparannya.Ciri kas persuasi dimulai
dari judul yang dibuat secara provokasi,yang membuat pembaca tergiur untuk melihat,bahkan memiliki
dan menggunakan produk/iklan,/promosi tertentu.Selain itu gaya penulisan juga mengandung data dan
fakta yang bertujuan supaya pembaca tertarik dan menggoda pembaca.Disamping itu penulis juga me-
nampilkan bukti-bukti secara konkrit,detil dan masuk akal.

(3)Contoh Persuasi:

Pesona Pulau Paling Eksotis

Crismas Island tampak mungil di peta,namun kenyataannya adalah pulau karang yang kokoh di
Samudera Hindia.Alam trofis di Crismas Island menghadirkan pesona eksotis yang menakjubkan dan
tak dimiiki oleh pulaulainnya.Crismas Island Resort,sebuah resort berbintang 5 denga kemewahan
ekslusifnya,menambah suasana liburan Anda di Crismas Island lebih menyenangkan dan bergairah.
Hanya 45 menit dari Jakarta,berarti kurang dari satu jam Anda sudah berada di Crismas Island melalui
jadwal penerbangan 5 kali seminggu bersama Sempati Air.

Aneka petualangan relative dapat Anda lakukan sendiri seperti melakuan kegiatan yang menan-
tang keberanian Anda:memancing di laut lepas(game fishing),berolahraga di bukit karang sekaligus me-
nikmati keindahan pemandanan di laut,menyelam didasar Samudera Hindia untuk mengagumi kekayaan

20
pesona karang dan kekayaan lain miliknya((scuba diving),atau bersantai dalam kemewhan resort ekslusif
bertarap internasional (dalam Suparno dan M.Yunus,2002).

Melalui contoh di atas,jelas terlihat bahwa wacana ini tergolong persuasi.Judulnya benar-benar di-
pilih sehingga menbuat pembaca “tergiur.” Demikian pula plihan katanya.Penulis sengaja memilih diksi,
seperti menghadirkan pesona eksotis yang menakjubkan dan tak dimiliki oleh pulau lainnya,dengan
harapan supaya pembaca makin tergiur berkunjung ke pulau itu.

4)Deskripsi

Deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan suat objek atau suatu hal sedmikian
rupa,sehngga objek itu seolah-olah berada didepan mata pembaca,seakan-akan pembaca melihat sendi-
ri objek tersebut.

Deskripsi memberi suatu citra mental mengenai suatu yang dialami.misalnya pemandangan, orang
,ruang atau sensasi.Deeskripsi dibedakan atas eksposisi dalam hal bahwa fugsi utamanya adalah
membuat para pembacanya seolah-olah melihat,menyaksikan,atau merasakan suatu benda,orang, ke-
adaan,atau barang-barang yang digambarkan dalam suatu wacana.

(1)Cara menulis wacana deskripsi yang paling utama haru s dilakukan penulis adalah mengidentifikasi
dan menyusun detil-detil objek atau sesuatu yang akan dideskripsikan itu.Ada beberapa macam yang
dapat dideskripsikan yaitu:a.Deskripsi orang yang meliputi fisiknya,keadaan sekitar orang itu,watak atau
tingkah lakunya ,dan gagasan-gagasan orang/tokoh yang dideskripsikan itu.b.Deskripsi tempat,yaitu
gambaran tentang lingkungan atau ruang tertentu.

Berdasarkan uraian tersebut di atas,maka langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam penulisan
deskripsi adalah sebagai berikut:

1.Menentukan apa yang akan dideskripsikan;2.Merumuskan tujuan deskripsi(sebagai alat bantu


karangan);3.Menetapkan bagian apa saja yang akan dideskripsikan (fisik,watak,dll);4.Merinci hal-hal apa
saja yang harus dideskripsikan,sehngga membuat pembaca tergambar mengenai apa yang diceritakan
penulis.

(3) Contoh Wacana Deskripsi

Laki-laki itu diam.Dan manakala aku mengerling baru aku ingat bahwa dia tadinya duduk di bangku
paling bekakang,dekat seorang laki-laki sebayanya yang memakai jaket biru,yang kini sudah di seberang.
Kukira dia sedang mengenangkan sesuatu,jelas tampak pada air mukanya yang terang,bersih dan berku-
mis ataupun jenggot,tapi dikotori debu.

Kata-kataku seperti takdidengrnya.Hanya kepalanya digerakkan dagunya pada belakang tangannya


atas besi-besi terali,sedangkan matanya memandang lebih tenang ke bawah(B.Yassin dalam Sastrawan
Bertanya Siswa Mejawab,2006).

21
Pengertian Narasi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan peristiwa atau kejadian,sehingga
seolah-olah dialami sendiri oleh pembaca.Secara singkat bahwa narari bertujuan menyjikan suatu peris-
tiwa kepada pembaca,mengisahan ap ng terjadi,dan bagaimana kejadian itu berlangsung.Yang perlu di-
garis bawahi untuk mebedakan narasi dari jenis wacana lainnya,adalah bahwa narasi di tulis secara kro-
nologis,sesuai dengan urutan waktu tertentu.

Cara Penulisan Narasi:

1.Menentukan tema dan amanat;2.Menetapkan sasaran pembaca:dewasa,anak-anak,atau secara


umum;3.Merancang peristiwa secara kronologis;4.Membagi peristiw ke dalm 3
tahap:Awal,perkembangan,dan akhir cerita;5.Merinci detil-detil peristiw/kejadian sebagai pendukung
cerita ;6.Menuliskan tokoh watak,latar,dan sudut pandang penulisan.

Contoh Narasi:

Ada dua tengkorak kepala yang sampai saat ini masih membuat aku harus menghela napas dalam-
dalam.Dua tengkorak kepala manusia yang paling memberikan arti bagi hidupku.

Aku harus berurusan dengan dua tengkorak kepala itu.Ini bermula dari telepon interlokal Umi,ibuku:
Aku harus berangkat ke Lhok Seumawe,Aceh.

Umi telah dua kali menginterlokalku.Kata beliau,aku telah diangkat menjadi Ketua Panitia Peminda-
an Kuburan kakekku.Aku sudah paham benar,umi jangan sampai menginterlokal yang ketiga kali.Aku
tentu tidak mau jadi anak durhaka.

Kali ini aku memilih pulang kampong lewat jalan darat.Dalam perjalanan dari Lampung hinga Aceh
Selatan ,banyak sekali jalan raya yng buruk.Lagi pula kota-kota yang kulewati tak memberikan suasana
batin bagiku(Busye,dalam Dalam Dua Tengkorak Kepala,2000).

Topik dan Pembatasannya

Kompetensi Dasar,Mahasiswa diharapkan dapat memahami topic yang menyangkut,[engertian


topic;criteria pemilihan topik,cara pembatasan topik,dan hubungan topik dengan judul.

Indikator:1.Dapat mengemukakan pengertian topik karangan;2.Mengemukakan criteria topik


karangan;3.Pembatasan topik;4.Membuat judul karangan sesuaidengan topik.

Materi: 1.Pengertian topik,Tulisan ilmiah,seperti makalah,tidak dapat dilakukan sekali jadi,tetapi


melalui tahapan: Prapenulisan,penulisan,pascapenulisan.

Kegiatan prapenulisan terdiri atas:1.menentukan topik,2.menentukan tujuan,dan 3.memilih bahan.


Secara sempit topik dapat di sebut sebagai hal pokok yang dibicarakan.Secara luas topik dapat dinyata-
kan sebagai hal pokok yang dituliskan atau diungkapkan dalam karangan.

22
2.Kriteria pemilihan topik,sekurang-kurangnya ada lima hal yng harus diperhatikan sebelum menentu-
kan topik tulisan:a.Kemanpaatan dan kelayakan,b.kemenarikan,c.kekuatan,d.dikenal dengan
baik,e.ketersediaan bahan serta tidak terlalu luas/tiak terlalu sempit.

Kemanpaatan dan Kelayakan dibahas

Ketika akan menentukan topik karangan,penulis harus mempertimbangkan manfaat tulisannya bagi
pembaca.Dalam hal ini,penulis tentu saja harus melakukan analisis kebutuhan pembaca.Sebuah topik
akan bermanfaat bagi pembaca apabila topik itu berkaitan dengan kebutuhan pembacanya.Selain itu,
kemafaatan dapat pula di lihat dari sumbngan topik itu bagi pengembangan ilmu atau profesi yang dite-
kuninya.Sebagai contoh jika pembaca tulisan adalah para remaja,tentu saja topik yang menarik bagi me-
rekaadalah masalah seputar remaja.

Selain itu,topik yang di pilih harus layak di bahas.Kelayakan ini baik dipandang dari sudut pembaca
,maupun sudut penulisnya.Kelayakan dapat dikaitkan dengan kenyataan bahwa,topik itu memang
memerlukan pembahasan dan sesuai dengan bidang yang ditekuni.Contohnya topik “kerja bakti untuk
membersihkan lingkungan”,bukan topik yang layak di bahas mahasiswa,sedangkan”pelestarian sumber
daya perairan” lebih layak di bahas.

Kemenarikan

Selain bermanfaat,topik yangdipilih juga harus menarik.Diharapkan baha topik yang dipilih tidak saja
menarik bagi penulis tetapi yanglebi penting lagi bahwa topik itu menarik bagi pembaca .Kemenarikan
ini berkaitan erat dengan kemanfaatan.Pembaca akan tertrik dengan sebuah tulisan ,jika tulisan itu dira-
sakan pembaca bermanfaat bagi dirinya,sebagai contohnya,hal yang bermanfaat bagi petani dipedesaan
adalah cara meningkatkan produksi pertanian.

Keaktualan

Selain bermanfaat dan menarik,topik yang dipilih juga harus bersifat actual.Artinya topik ini merupa-
kan hal yang hangat dibicarakan .Oleh karena itu topik terkini merupakan topik pilihan utama.

Dikenal dengan baik

Topik yang di plih hendaklah topik yang meupakan tidak asing bagi penulis.Hal in menyangkut pengua
saan terhadap topik yang akan ditulisnya .Dengan di kenalnya topik ini oleh penulis,diharapkan penulis
mengetahui segala sesuatu tentang topik itu.

Ketersediaan bahan

Ketersediaan bahan ini harus diperhatikan mengingat bahan merupakan hal yang penting dalam me-
nulis.Ketersediaan bahan memungkinkan penulis mengembangkan topik itu ke dalam tulisan secara luas
dan dalam.Sebaliknya jika topik ini tidak didukung oleh ketersediaan bahan,penulis akan mengalami
kesulitan mengembangkannya.

23
Tidak terlalu luas atau terlalu sempit

Topik yang terlalu luas akanmenyulitkan penulis.Konsekwensinya penulis harus memiliki pengetahu-
an sebnyak-bnyaknya tentang topik itu.Jika tidak,tulisan menjadi tidak dalam dan luas sehingga membo-
sankan pembaca.Sebaliknya topik yang terlalu sempit harus dihindari ,karena penulis akan membahas
topik itu secara berulang-ulang sehingga pembaca juga akan mengalami kebosanan.

Cara Pembatasan Topik

Menggunakan Diagram Piramida Terbalik,cara ini dapat dilakukan tahap demi tahap,sehingga
terbentuk topk yang lebih spesipik.

Laut,Lautan Indonesia,Kekayaan Laut Indonesia,Fauna,Kerang,Pembudidayaan kerang mutiara di


Maluku Selatan.

Dari contoh di atas kita dapat memperoleh sebuah topik yang lebih kecil dan lebih spesipik,yaitu “
pembudidayaan kerang mutiara di Maluku Selatan”.

Hubungan Topik dengan Judul

Ketika kita menggunakan topik yang telah ditentukan ke dalam tulisan,kita perlu memberi judul
tulisan itu.Judul tentu saja tidaksama dengan topik.Judul merupakan nama,title atau lebel dari sebuah
tulisan atau karangan,sedangkan topik merupakan pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang
akan di garap.Judul sebuah tulisan bisa sama,kadang=kadang tidak sama,dalam krangan fiksi bisa saja
tidak sama dengan topik.Misalnya novel Siti Nurbaya,karya Marah Rusli,topiknya tidak hanya tentang
kehidupan seorang gadis bernama Siti Nurbaya,tetapi tentang cinta yang tidak sampai Karena pengaruh
adat.

Pada tulisan ilmiah judul harus menunjukkan topiknya,sebuah judul tulisan yang baik harus
memperha- tikan persyaratan sebagai berikut:

1.Judul harus sesuai dengan topik atau isi karangan beserta jngkangkauannya ;

2.Judul harus dinyatakn dalam bentuk frasa(benda) bukan dalam bentuk kalimat.

3.Judul hars diusahakn sesingkat mungkin;

4.Judul harus dinyatakan secara jelas,dalam arti judul tidak dinyatakn dalam bhsa kias dan tidak
menggunakan kata-kata yang mempunyai makna ganda;

5.Judul dapat dibuat setelah atau sebelum tulisan selesai.

KERANGKA KARANGAN DAN PENGEMBANGANNYA

KOMPETENSI DASAR

24
Mahasiswa dapat membuat,mengembangkan karangan ilmiah dengan menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar.

MATERI

1.Kerangka Karangan

Kerangka karangan atau out line adalah kerangka tulisan yang menggambarkan bagian-bagian atau
butir-butir isi karangan dalam tataan yang sistematis.Tataan yang sistematis ini menggambarkan organi-
sasi isi karangan.Gambaran isi yang demikin itu menampakkan isi butir-butir karangan dalam hubungan-
nya dengan butir-butir yang lain.Dalam krangka akan tampak butir-butir sebagai berikut: (1)sub-subtopik
karangan baik dari segi jumlah maupun dari segi jeisnya;(2)urutan sub-subtopik isi karangan
,(3)hubungan antar subtopic dalamkarangan:hubungan logis atau kronologis,dan hubungan setara atau
hubungan bertingkat.

Topik subtopic yang akan di tulis perlu di tata dengan baik,agar sub-subtopik lengkap,urutan yang se-
suai ,dan terlihat hubungan antar subtopik.Penataan sub-subtopik ini dapat dilakukan dengn pemetaan
pikiran ,Buzan(2003:31),mengemukakan pemanfaatan pemetaan pikiran(mind map)dalam menulis
dapat memunculkan kretivitas tanpa batas.Hal ini diperkuat olh
Hernowo(2003:141)”Pemetaanpikiranadalah cara yang sangat baik untuk gagasan sebelum memulai
menulis.Pemetaan pikiran bisa dikatakan jaminan hilangya rintangan yang dihadapi penulis.

Bagian yang paling sulit dalam menulis adalah mengetahui apa yang akan anda tulis ,yaitu apa
temanya,dan bagaimana cara memulainya.Dengan menggunakan pemetaan pikiran akan memudahkan
untuk menemukan apa yang akan di tulis.Dengan kata lain,pemetaan pikiran akanmembantu Anda
menemukan pikiran (topik-topik atau subtopik yang akan di tulis).

Buzan(2003:38-39)mengemukakan pemetaan pikiran (mind map)dapat dilakukan dengan sederhana,


mudah ,dan menyenangkan.Langkah-langkah kreatif dapat dilakukan sebagai berikut:

1)mulailah di tengah-tengah sebuah kertas kosong dengan sisi terpanjangnya diletakkan mendatar.
2)pilihlah sebuah gambr sebagai gagasan sentral.
3)gunakan warna selama proses ini.
4)hubungkan cabang-cabang utama dengan proses gambar sentral dan hubungkan anak cabang kedua
dan ketiga ,dan sterusnya.

6)gunakan satu kata untuk tiap cabang .


7)gunakan gambar di seluruh proses tersebut.

2.Kegunaan Kerangka Karangan

Penyusunan kerangka karangan sangat dianjurkan karena akan menghindarkan penulis dari kesalah-
an-kesalahan yang tidak perlu terjadi.Secara rinci kegunaan kerangka karangan dikemukakan oleh
Suparno dan Yunus((2002:3.8),sebagai berikut:

25
1)Kerangka karangan memungkinkan kita dapat mengarang secara terarah karena isi karangan sebenar-
nya menggambarkan arah sebuah karangan.Arah yang jelas itu tampak pada bab-bab sebuah karangan,
sub-subbab karangan ,beserta isi karangan yang perlu dituliskan,Akhadiah(1989:25),menegaskan bahwa
kerangka karangan dapat membantu penulis menyusun karangan secara teratur dan tidak membahas
satu gagasan dua kali dan mencegah penulis keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik
atau judul.

2)Kerangka karangan memungkinkan kita memasukkan dan menempatkan tulisan yang baru kita
temukan dalam bab atau subbab tertentu bahkan dalam subbab yang baru.Dngan demikian penulis
dapat memperluas isi tulisan jika diperlukan untuk memperjelas isi tulisan.

3)Kerangka karanga memungkinkan kita dapat bekerja lebih fleksibel dari segi penyelesaian bagian
karangan .Karanga tidak harus dimulai dari bagian awal.Kita dapat memulanya dari bagian tengah,bah-
kan dari belakang.Kita juaga dapat menulis bagian tertentu tidak sampai tuntas karena terkendala mate-
ri misalnya,bahkan karena hanya ingin melakukan variasi berpikir dalam proses mengarang,antara lain
karena kejenuhan.Kita dapat menuliskan karangan dengan variasi pindah ke bagian karangan lain.Deng-
an teknologi computer,fleksibelitas kerja dapat kita lakukan dengan mudah dan tanpa resiko dalam pe-
nataan isi karangan.

4)Kerangka karangan akan mmperlihatkan kepada penulis bahan-bahan atau materi yang diperlukan
da- lam pembahasan isi karangan(Akhadiah,1989:26).

5)Kerangka karangan yang berfungsi sebagai miniatur tulisan akan memudahkan pembaca melihat
wujud ,gagasan,struktur,serta nilai umum sebuah tulisan.Kerangka karangan akan menjadi daftar isi
karya ilmiah yang anda buat(Utorodewo,dkk.2004:71).

3.Syarat-syarat Kerangka Karangan

1)Tema/tesis harus dirumuskan dengan jelas,karena rumusan yang jelas membantu penulis mengung-
kapkan gagasan dengan mudah dan lancar.

2)Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan yang akan diuraikan secara tun-
tas .Rangkaian antara gagasan sentral dengan gagasan bawahan tersusun dengan baik.Gagasan bawa-
han harus mengandung dukungan dan alasan bagi gagasan sentral,dengan demikian fakta yang terhim-
pun dapat menjelaskan dengan baik gejala/topik yang di tulis.

3)Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus di tulis secara logis,agar dapat mencapai tujuan dengan
baik,rangkaian sebab-akibat harus tersusun dngan baik agar pembaca mudah menarik kesimpulan.

4)Setiap topik,sub-subtopik harus menggunakan penomoran yang konsisten,misalnya,I,A,1,atau a,dst.

4.Bentuk Kerangka Karangan

26
Bentuk kerangka karangan dapat dibedakan menjadi dua yaitu:1.Kerangka karangan
kalimat.2.Kerangka karangan topik.Menurut Suparno dan Yunus(2002:3.8)dua bentuk karangan ini dibe-
dakan berdasarkan redaksi keragka karangan tersebut.

Kerangka karangan kalimat yaitu kerangka karangan yang menggunakan kalimat lengkap untuk
merumskan setiap topik,subtopic,maupun sub-subtopik.Sebalinya kerangka karangan topik adalah
kerangka karangan yang diredaksikan dengan kata,frasa.Setiap bagian karangan diungkapkan dengan ka-
ta-kata atau frasa .Pada umumnya kata atau frasa yang digunakan adalah kata benda (nomina) atau
frasa benda(frasa nomina).

1)Contoh Kerangka Karangan Kalimat;

Judul Karangan : Pupuk Alam


Kerangka Kalimat :

1)Pupuk Alam dapat dikategorikan menjadi dua yaitu pupuk kandang dan pupuk buatan.
2)Pupuk Alam memiliki keuntungan-keuntungan.
3)Pupuk alam lebih murah daripada pupuk buatan.
4)Pupuk alam tidak merusak daya kesuburan tanah.
5)Pupuk alam tidak mematikan organisme di lahan.
6)Pupuk kandang berguna untuk mengharmonisasikan system ekologi.

2)Contoh Kerangka karangan Topik.


Judul Karangan: Budaya Baca Dalam masyarakat Modern.
Kerangka Topik:

1)Pembinaan minat baca


2)Peran lingkungan terhadap budaya baca
3)tipe-tipe budaya membaca
4)penerapan strategi membaca
5)pentingnya budaya baca

Pada umumnya penulis menggunakan bentuk kerangka topik karena dua pertimbangan:
Pertama kerangka topik lebih sederhana karena rumusannya lebih singkat.Kedua karena kesederhanaan
nya itu,kerangka topik lebih mudah di buat daripada kerangka kalimat.Namun seorang penulis dapat
memilih bentuk yang dianggap mudah.

Kerangka karangan harus sudah menunjukkan sistematika karangan yang akan diwujudkan .Dalam
kerangka karangan yang demikian urutan karangan secara berjenjang akan tampak pula.Sebagai contoh
kerangka karangan topik berikut menunjukkan jenjang sistematika tataan isi karangan dengan menam-
bah bagian-bagian yang memperjelas topik-topik yang akan di tulis.
Judul karangan : Proses Mengarang
Kerangka topik :

27
1.Kegiatan Prapenulisan
1.1 Penentuan topik karangan
1.2 Penentuan tujuankarangan
1.3 Penyusunan kerangka karangan
2.Kegiatan penulisan
2.1 Penulisan draf bagian karangan
2.2 Penulisan draf karangan utuh
3.Kegiatan pascapenulisan
3.1 Kegiatan pemeriksaan kesalahan draf karangan
3.2 Revisi draf karangan
3.3 Penyuntingan draf karangan
3.4 Penulisan karangan utuh
Dengan menggunakan kerangka karangan yang mengacu pada uraian di atas,penulis akan terbantu
dalam mengembangkan kerangka karangan.

5.Pengembangan Kerangka Karangan

Kerangka karanga yang sudah dibuat baik dalam bentuk kerangka topik maupun kerangka kalimat
dapat dikembangkan dalam bentuk paragraf-paragraf.Bagaimana mengembangkan topik dalam bentuk
paragraph-paragraf,Anda dapat meggunakan materi yang sudah dibahas pada bagian kerangka
karangan.Pengembangan kerangka karangan ilmiah dapat dibadi menjadi dua ,yaitu pengembangan
kerangka karangan secara alamiah dan pengembangan kerangka secara
logis(Utorodewo,dkk.,2004:75).

5.1 Pengembangan kerangka karanga secara Alamiah,adalah pengurutan pokok pikiran sesuai dengan
kenyataan ,apa adanya sperti yang bisa diamati dalam kehidupan manusia.Dalam hal ini ,pengembangan
kerangka karangan dapat dilakukan dengan cara(1)pengembangan spasial atau ruang yaitu
pengembangan kerangka tulisan yangberkaitan dengan lokasi kejadian,sifatnya uraian lebih deskriftif.(2)
pengembangan kronologis adalah pengembangan berdasarkan urutan kejadian peristiwa atau tahap
kejadian(3)pengembangan berdasarkan topik yang ada yaitu pengembangan kerangka tulisan berasar-
kan hal- dan hal yngtelh diketahui bagian-bagiannya dan dijelaskn secara berturut-turut dan logis.

5.2 Pengembangan kerangka secara logis,adalah pengurutan pokok-pokok pikiran yang sesuai dengan
pena laran dan berdasarkan kepentingan tujuan penulisan.Pengembangan ini dapat diakukan dengan
cara pengembangan klimak-anti klimaks,umum-khusus,pengembangan perbandingan,sebab akibat dan
lain-lain.

6.Contoh pengembangan topik kerangka karangan

Topik:Perekonomian Sektor Informal

28
Awal tahun70-an,kota-kota di dunia ketiga ditandai dengantumbuhnya kegiatan ekonomi sector
informal yang fenominal.Kegiatan ekonomi ini muncul atas inisiatif masyarakat sendiri sebagai respon
terhadap system ekonomi yang cenderung birokratis.

Dalam hal ini,era Negara maju dominan dalam mengontrol dan mendinamisasikan kehidupan
ekonomi.Dengan demikian kelompok masyarakat yang dapat masuk dan memperbesar skala kegiatan
ekonomi adalah mereka yang mampu membangun relasi dengan birokrasi .Sebalikya kelompok yang
tidak membangn dengan birokrasi,merespon ekonomi dengan cara mereka sendiri.Yakni dengan
menciptakan kegiatan ekonomi yang bergerk diluar jalur pengakuan resmi birokrasi Negara.Dengan
kata lain kegiatan sector informal ini merupakan strategi dari ebagian arga Negara untuk mengisi
peluang yang masih ter-sisa dari pertumbuhan ekonomi yang dimotori Negara itu.

Melihat kenyataan ini,tidak keliru bila sektor informal diletakkan sebagai kegiatan ekonomi
pinggiran.Karena meskipun kegiatan itu ditekuni banyak orang karena ini merupakan usaha keci-kecilan
,yang dudug oleh individu-individu yang memiliki tingkat pendidikan ketrampilan yang rendah serta mo-
dal usaha kecil.

Apabila dikomparasikan dengn kegiatan ekonomi sektor formal dari segi skala usaha,maka jumlah
produksi,usaha,jangkauan pasar dan pemasukan pajak untuk pemerintah memang tidak sebanding.Na-
mun bila dilihat dari jumlah tenaga yang diserap,kegiatan ekonomi ini ternyata menyerap tenaga kerja
yang lebih banyak dan dapat memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan subsistem ekonomi
rumah tangga bagi mereka yang menggelutinya.

Selain sektor informal ini mempunyai kaitan dengan kegiatan ekonomi sektor -formal ,untuk pasar
dalam negeri ,hasil produksi sektor formal dijual di supermarket,departemen store, toko besar lain-nya
juga dipasarkan disektor informal lainnya meskipun mungkin dengan kualitas barang yang
rendah.Kemunculan sektor formal perlu dikorelasikan dengan migrasi dari desa ke kota karena sektor
pertanian di desa telah terbatas dalam menyeaf tenaga kerja .

Kegiatan ini timbul akibat dari transformsi ekonomi di pedesaan,ditambah dengan kegiatan
ekonomi formal di kota yang tidak dapat menyerap tenaga kerja.Dengan kata lain ini terbentuk sebagai
implikasi dan keterbatasan situasi dan kondisi ekonomi formal dipedesaan ,sekaligus juga diperkotaan
yang tidak dapat menampung tenaga kerja

KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA

KOMPETENSI DASAR
Menulis kutipan langsung dan tak langsung serta menulis daftar pustaka.
INDIKATOR,Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa dpat:
1)membuat kutipan langsung yang kurang dari 40 kata
2)membuat kutipan langsung yan lebih dari 40 kata,
3)membuat kutipan tidak langsung kurang dari 40 kata,

29
4)membuat kutipan tidak langsung yang lebih dari 40 kata,
5)menulis berbagai jenis daftar pustaka.

MATERI

1.Kutipan

Kutipan adalah pengambilan bagian dari pernyataan,buah pikiran,definisi,rumusan,atau hasil dari


tulisan orang lain,yang bertujuan ilustrasi atau memperkuat argumentasi dari tulisan kita.

Kutipan ada dua macam,yaitu Kutipan Langsung dan kutipan tidak langsung.Kutipan langsug adalah
tanda cuplikan tulisan orang lain tanpa perubahan ke dalam karya tulis kita.Hal yang harus
kitaperhatikan ketika mengutip langsung adalah sebagi berikut:
1)Tidaak boleh mengadakan perubahan terhadap teks asli yang di kutip,
2)Harus menggunakan tanda [sic!],jika ada kesalahan dalam teks asli.
3)Menggunakan tiga titik berspasi[…],jika ada bagian kutipan yang dihilangkan.
4)Mencantumkan sumber kutipan ,sesuai dengan gaya selingkungnya.

Selain seperti di atas,perlu juga kita perhatikan butir-butir sperti di bawah ini: Pengutipan atau peru-
jukan dilakukan dengn menggunakan nama akhir dan tahun di antara kurung.Jika ada dua penulis peru-
jukan dilakukan dengan menyebut nama akhir kedua penulis tersebut.Jika penulisnya lebih dari dua,pe-
nulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama yang pertama diikuti dengan dkk.Jika nama penulis
tidak disebutkan,maka yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan,nama dokumen yang
diterbitkan atau Koran .Untuk karya terjemahan ,perujukan dilakukan dengan cara menyebutkan nama

penulisaslinya.Rujukan dari dua sumber atau lebih ditulis oleh penulis yang berbeda dicantumkan dalam
satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.

A.Kutipan Langsung
Kutipan langsung pendek atau kurang dari empat baris atau ada yang mengatakan kurang dari 40 kata
dilakukan dengan cara:1)diintegrasikan dengan teks;2)diapit oleh tanda petik;3)diberi jarak antar baris
yang sama dengan teks;4)disebutkan sumber kutipan.

Contoh: Chaer dan Abdullah(1995:15)mengatakan “bahasa adalah sebuah system ,bahasa itu dibentuk
oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dikaidahkan”.

“Bahasa adalah sebuah system,bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola
secara tetap dan dikaidahkan”(Chaer dan Agustina ,1995:15).

B.Kutipan Tidak Langsung.

Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang dikemukakan dengan menggunakan kata-kata sendiri .
Untuk itu pengutip harus memahami inti sari dari bagian yang dikutip secara tidak langsung.Kutipan
tidak langsung dapat dibuat secara pendek maupun panjang dengan cara:

30
1)diintegrasikan dengan teks ,2)diberi jarak antar baris yang sama dengan teks,3)tanpa diapit tanda
petik,dan 4)dicantumkan sumber rujukan.

Contoh: Eriyanto(2001:61)mengemukakan bahwa analisis paradikmatik kritis menitikberatkan


penginterpretasian teks pada peneliti itu sendiri.

2.Daftar Pustaka

Daftar pustaka diletakkan bagian akhir sebuah tulisan .Daftar pustaka merupakan rujukan
penulis selama ia melakukan dan menyusun penelitian ataulaporannya.Dafar pustaka berisi
buku,makalah,artikel atau bahan cetakan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun secara tidak
langsung.

Daftar pustaka berfungsi untuk 1)membantu pembaca mengenai ruang lingkup studi penulis,2)
membei informasi kepada pembaca untuk memperoleh pengetahuan yang lebih lengkap dan mendalam
daripada kutipan yang digunakan oleh penulis,dan 3)membantu pembaca memilih referensi dan materi
dasar untuk studinya.

Daftar pustaka dapat disusun dengan berbagai format.Ada format yang diuraikan dengan meng-
gunakan MLA(The Modern Language Asosiation )dan format APA (American Psyhological Assosiation),
akan tetapi ada berbagai format daftar pustaka yang berlaku selingkung bidang ilmu .Misalnya ada
format daftar pustaka untuk bidang ilmu biologi ,kedokteran,hokum,dan lai-lain.Disini akan dibahas tek-
nik penuisan daftar pustaka yang berlaku secara umum dalam penulisan karya ilmiah di Indonesia.

Teknik penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut:

1.Baris pertama dimulai pada margin sebelah kiri,baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan tiga
ketukan ke dalam.

2.Jarak antar baris adalah 1,5 spasi.

3.Daftar pustaka diurut berdasarkan abjad huruf pertama nama keluarga penulis(akan tetapi cara meng-
urutkan daftar pustaka amat bergantung pada ilmu.Setia p bidang ilmu memiliki memiliki gaya
selingkung ).

4.Jika penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikutif ,nama penulis tidak perlu ditulis
hanya di garis panjang.

Unsur yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka:

1.nama penulis ditulis urutan namaakhir,nama awal dan nama tengah,tanpa gelar akademik.

2.Tahun penerbitan,judul buku termasuk anak judul(subjudul),kota tempat penerbitan dan nama
penerbit.Jika penulisnya lebih dari satu cara penulisannya sama dengan penulisan pertama,nama penu-
lis yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan:nama akhir diikuti koma,nama awal(disngkat atau

31
tidak disingkat ,tetapi harus konsesten dalam satu karya ilmiah)diakhiri dengan titik.Apabila sumber
yang dirujuk di tulis oleh tim(lebih dari tiga penulis),semua bisa ditulis dalam rujukan.

Rujukan dari buku

Tahun penerbitan setelah penulis,diakhiri dengan titik.Judul buku ditulis dengan huruf miring
,dengan huruf dengan huruf besar pada awal setiap kata,kecuali kata hubung.Tempat penerbitan dan
nama penerbit dipisahkan dengan titik dua(:).

Contoh:

Arikunto,S.199.Prosedur Penelitian:Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:Bina Aksara.

Jika ada dua atau tiga penulis,maka cara penulisannya sama dengan buku yang dirujuk oleh satu penulis.
Contohnya:

Sumarsono &Partomo,P.2004.Sosiolinguistik.Jakarta:Bina Aksara.

Akhadiah,S.,Arsjad,M.G,&Ridwan.1989.Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.Jakarta:Pe-


nerbit Erlangga.

Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber yang ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam
tahun yng sama pula,data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a b c dan seterusnya yang urutannya
di- tentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul bukunya. Contohnya:

Cornel,L.&Week,K.1985a.Carier Ladder Pland:Trends and Emerging Issues-1985.Atlanta:Career Ladder


Clearinghouse.

Cornel,L.&Weeks,K.1985b.Planning Career Ladders:Lesson From the States.Atlanta:Career Laddrs


Clearinghause.

Rujukan dari buku karya terjemahan

Nama penulis asli ditulis paling depan,diikuti tahun penerbitan karya asli,judul terjemahan,nama
penerjemah,tahun terjemahan,nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan.Apabila tahun
penerbitan buku asli tidak dicantumkan ditulis dengan kata tanpa tahun.Contohnya:

Nunan,D.1987.Mengembangkan Pemahaman Wacana:Teori dan Praktik.Terjemahan Elly W.Silangen.


1992.Jakarta:Rebia Indah Prakarsa.

Rujukan berupa skripsi,tesis atau disertasi

Nama penulis ditulis paling depan,diikuti tahun yang tercantum pada sampul,judul skripsi ,tesis
atau dsertasi tidak diterbitkan ,nama kota tempat perguruan tinggi,dan nma fakultas serta nama pergu-
ruan tinggi.Contoh:

32
Ardianni,R.2005.Keterbacaan Wacana dalam Buku Teks Mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 2
Madrasyah Tsanawiyah Negeri di Palembang.Skripsi tidak diterbitkan .Indralaya :Fakultas Keguruan dan
IIlmu Pendidikan Universitas Sriwijaya.

Rujukan dari Internet berupa Karya Individual

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak,diikuti secara berturut-turut oleh tahunjudul
karya tersebut (dicetak miring)dengan diberi keterangan dalamkurung(online)dan diakhiri dengan
alamat sumber rujukan tersebut disertai keterangan kapan diakses diantara tanda kurung contoh:
Hitchcock,S.Carr,L.&Hall,W.1996.A Survey of STM Online Journals,1990-195: The Calm before the
Strom,(Online),(http:// Journal,ecs.soton.ac.uk/survey.html,diakses 12 juni 1996).

Rujukan dari internet berupa bahan diskusi

Nama penulis ditulis seperti rujukan bahan cetak,diikuti secara berturut-turut oleh tanggal,bulan,
tahun,topik bahan diskusi ,nama bahan diskusi(dicetak miring)dengan diberi keterangan(online)dan
diakhiri alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangankaan diakses,diantara tanda
kurung.Contoh:

Wilson,D.20 November 1995.Summary of Citing Internet Sites.NETRAIN Discussion List(online),


(NETRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu,diakses 22 November 1995).

Rujukan dari Internet berupa E-mail Pribadi

Nama pengirim(jika ada)dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim)diikuti
tanggal bulantahuntopik isi bahan(dicetak miring),nama yang dikirimi disertai keterangan dalam
kurung(alamat e-mail yang dikirim)contoh:
Naga,DaliS.(ikip-jkt@indo.net.id).1 Oktober 1977.Artikel untuk JIP.E-mail kepada Ali
Saukah(jippsi@mlg.ywen.or.id)).

TATA PERSURATAN

Komtetensi Dasar

Mahasisa diharapkan dapat memahami konsep-konsep dan penerapannya dalam menulis surat
dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Indikator

33
Setelah mempelajari bagian inimahasisa diharapkandapat:1)memahami arti surat;2)memahami
berbagai jenis surat;3)memahami bentuk surat;4)memahami bagian-bagian surat dan
fungsinya;5)memahami bahasa surat;6)menulis surat dengan bahasa yang baik dan benar;7)menulis
surat lamaran kerjadengan baik.

MATERI

1. Surat adalah sarana komunikasi secara tertulis sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Maksud yang
disampaikan melalui surat dapat berupa permintaanpertanyaan,pertimbangan,lamaran dan sebagainya.
Pihak lain yang dimaksud dapat diartikan atas nama perseorangan(pribadi)dan dapat pula atas nama
jabatan dalam suatu organisasi.

Fungsi surat adalah sebagai berikut:1)wakil pribadi,kelompok,dan organisasi lain;2)dasar dan


pedoman untuk bekerja ,misalnya surat keputusan dan surat tugas;3)bukti tertulis;4)alat pengingat atau
arsip dan 5)dokumen historis.

2.Jenis-jenis surat:

1.Surat menurut wujudnya yaitu surat bersampul,kartu pos,warkat pos,telegram dan


teleks,memo,nota,dan surat tanda bukti.

2.Surat menurut ruang lingkup kegiatannya adalah:

a.surat intern,yaitu surat yang dipakai untuk hubungan dalam lingkungan sendiri atau lingkungan
suatu kantor;b.surat ekstern,yaitu surat yang dipakai untuk kegiatan –kegiatan keinstansi/pihak-pihak di
luar kantor.

3.Surat menurut pemakaiannya,yaitu surat pribadi dan surat resmi(dinas pemerintah dan swasta).

4.Surat menurut sifatnya dibagi atas tiga golongan,yaitu surat biasa,surat konfedensial(terbatas)dan
surat rahasia,perbedaan itu didasarkan pada segi keamanan isinya.

3.Bentuksurat

Yang dimaksud denga bentuk surat adalah pola atau patron sebuah surat yang ditentukan oleh
tata letak (lay out)bagian-bagian surat .Penempatan bagian –bagian surat pada posisi tertentu yang
akan membentuk model (style)yang tertentu pula.

34
Bentuk dalam surat menyurat Indonesia sangat beragam .Keragaman itu sangat bergantung pada
hasil kesepakatan (konvensi).Kesepakatan yang diambil hendaknya mempertimbangkan teknis pengetik-
an dan penampilan surat secara keseluruhan,oleh karena itu bentuk surat yang ideal seyogianya didasar-
kan atas penalaran seni dan tata ruang sehingga tercipta kepaduan seni dan kebenaran ilmu.

Bentuk surat dibedaan dulu antara surat berprihal dan surat berjudul.yang dimaksud dengan
surat berprihal adalah surat yang memakai notasi prihal dan tidak berjudul,sedangkan surat berjudul
adalah surat yang memakai judul dan tidak berprihal.Jadi perbedaannya terletak pada system penulisan.

Seluruh surat berperihal harus ditulis dengan menggunakan tiga bentuk utama,yaitu:

1)bentuk resmi Indonesia(official style)

2)bentuk lurus (block,dan 3)bentuk bertakuk (indentyle).

Selanjutnya pada halaman-halaman berikut ini dapat dilihat gambar bentuk surat berperihal dan
dan gambar bentuk surat berjudulmasingmasing disertai uraian singkat tentang posisi bagianbagia su-
ratnya.

4.Bagian surat,fungsi dan cara menuliskannya

Setiap surat terdiri atas bagianbagian.Dari gabungan-gabungan surat itulah terbentuk sebuah
surat.Penempatan bagianbagian surat pada posisi tertentu akan membentuk model(style)yang tertentu
pula.Bagianbagian surat resmi pada umumnya adalah:1kepala (kop);2.nomor3.tangal 4.lampiran5.peihal
6.alamat tujuan 7.salam pembuka,8.isi,9.salam penutup,10.nama organisasi/unit organisasi yang
mengeluarkan surat,11.jabatan penanda tangan ,12.tanda tangan dan nama penanggungjawab,13.tem-
busan ,14.inisial pengonsep dan pengetik,15.sifat.

Beberapa instansi ada yang menambakan sifat atau klasifikasi surat umpamanya sifat
biasa,segera,penting,atau rahasia dalam surat yang umumnya memakai bentuk resmi Indonesia.Notasi
itu biasana ditempatkan setelah nomor surat.Pada bagian akhir sebuah surat ,sebelum inisial,dapat
dicantumkan tambahan untuk menambahkan sesuatu yang mungkin terlupa.Tambahan itu dapat ditulis
dengan notasi catatan,NB(nota bene)atau P.S.(post Sriftum).Khusus di dalam undangan pada bagian
akhir surat lazim dituliskan RSVP(Renpondes siIVouz Plait).Misalnya,RSP 1963889 berarti melalui
telepon itu orang yang diundang dapat memberi respon apakah ia akan hadir atau tidak.

Setiap bagian surat mempunyai fungsi tertentu.Di bawah ini diuraikan fungsi masing-masing
bagian cara penempatan,dan teknik penulisannya.

1.Kepala (kop)

35
Surat resmi umumnya ditulis pada kertas yang memakai kepala surat .Biasanya kepala surat
disusun dengan tata letak yang menarik terutama kepala surat perusahaan.

Pada kepala surat hal-hal yang merpakan identitas organisasi,yaitu (1).nama organisasi atau
lembaga;(2)alamat kantor pusat dan cabang(3)nomor telepon;(4)nomor faksimli;(5)nomor kotak pos
atau tromol pos(6)alamat kawat;(7)lambing atau logo.Khusus surat perusahaan pada kepala suratnya
juga sering diantumkan nama usaha atau bidang kegiatan dan nama banker sebagai referensi.

Guna kepala surat adalah untuk identitas organisasi,mengetahui nama dan alama kantor suatu
organisasimemberi informasi tentang organisasidan alat promosi bagi perusahaan.

2.Nomor

Guna nomor untuk mempermudah mencari surat-surat itu kembali jika sewaktu-waktu
dibutuhkan,untuk mempermudah dalam penunjukan dalam surat menurat,untuk mempermudah dalam
pengarsipan ,untuk mengetahui jumlah surat yang telah dibuat.

3.Tanggal

Penulisan tanggal surat henaklah di tulis dengan penuh tidak boleh disingkat dan unntuk penulisan
bulan tidak boleh memakai angka.Penulisan nomor tanggal surat tidak perlu disertai kota tempat surat
itu ditulis apabila surat itu ditulis pada kertas yang berkepala surat.

4.Lampiran

Kata lampiran dapat disingkat lamp.;ditulis jika ada yang dilampirkan .Kata bilang yang menyatakan
jumlah yang dilampirkan itu ditulis dengan huruf awal kapital tanpa diakhiri tanda baca.Contoh:

Lampiran:Tiga Lembar

Lampiran:Satu Berkas

5.Perihal atau Hal

Berfungsi sebagai penunjuk mengenai pokok atau isi surat,perihal sama pengertiannya dengan judul
pada karangan lain.Perihal dalam surat dinas biasanya ditulis setelah nomor dan lampiran surat.

Contoh:

Nomor : ……………………………..

Perihal : Undangan Seminar

6.Alamat Tujuan

36
Petunjuk menulis alamat tujuan adalah sebagai berikut:

a.Dalam penulisan alamat tujuan ,kata kepada dan sejenisnya tidak wajib ditulis ,asalkan alamat tujuan
ditempatkan pada posisi yang tepat.

b.Ungkapan yang terhormat(yth)juga tidak selalu dipakai dalam penulisan alamat tujuan .Ungkapan
yth.dipakai:

(1)Jika surat ditujukan kepada seseorang yang dihormati;Jika seorang bawahan mengirim surat
kepada atasannya ;atau jika sebuah perusahaan mengirim surat pada relasinya;

(2)Jika surat ditujukan kepada seseorang dengan menuliskan nama jabatannya yang diikuti nama
organisasi atau unit organisasi.

Contoh:

I. Yth.Direktur Poltekkes Palembang

II.Yth.Kabag Personalia PT Adil Makmur

Akan tetapi,jika surat ditujukan pada organisasi ungkapan yth.tidak dipakai;dan pada amplopnya
langsung dituliskan nama organisasi beserta alamatnya.Contoh:

PT Aero Wisata

Jln.Perintis No.24

Jakarta 12359

c.Pada akhir setiap baris termasuk setelah baris terakhir yang biasanya berisi nama kota,nama
daerah,termasuk nama Negara tidak diberi tanda titik,kecuali bila ada singkatan.

d.Dalam penulisan alamat tujuan dapat dipakai singkatan yang lazim dengan mengindahkan ketentuan
penulisan singkatan yang berlaku(lihat pedoman EYD).

e.Kode pos hanya ditulis alamat luar .Kode pos perlu dicantumkan untuk memudahkan petugas pos
mengetahui wilayah/lokasi alamat yang dituju.

Agar lebih jelas dibawah ini diberikan beberapa contoh penulisan alamat tujuan pada sampul surat.

a.Perseorangan:

Yth.Sdr.Wawan Rusmanto

Jln.Persatuan No.36

37
Ciputat,Kebayoran Lama

Jakarta 12390

b.Kepada pejabat pemerintah

Yth.Direktur Poltekkes Palembang


u.p. Kepala Litbang
Jln.Jenderal Sudirman,Palembang 30126

c.Kepada Pimpinan Organisasi/perusahaan


Bagian Pemasaran CV Brantas Jaya
Jln.Jend.Sudirman 10
Makassar 14275
Sulawesi Selatan

d.Kotak Pos

Kotak Pos 57/JKS


Jakarta 12160

7.Salam Pembuka

Salam pembuka hanya dipakai dalam surat berita.Gunanya agar surat tidak terasa kaku.Secara teori
pemakaian salam pembuka sifatnya tidak wajib.Surat berita tanpa salam pembuka sama sekali tidak
salah .Namun dalam praktik pemakaian kita menemukan bahwa surat pribadi selalu memakai salam
pembuka ,surat niaga umumnya memakai salam pembuka ,dan surat dinas pemerintah jarang memakai
salam pembuka.Namun tidak ada yang melarang penggunaan salam pembuka pada surat dinas,boleh
dipakai boleh tidak.

Beberapa contoh salam pembuka pada surat resmi:

1.Dengan hormat ,
2.Bapak…… yang terhormat,
3.Saudara……Yang Kami hormati
4.Salam Sejahtera,
5.Assalamualaikum wr.wb.

8.Isi Surat

38
Isi surat terdiri dari tiga alenia yang ideal,yaiti Alenia pembuka isi dan penutup,semua isi surat
hendaknya disesuaikan dengan tujuan surat serta pembuatan surat harus sesuai sopan,singkat dan tepat

Surat Lamaran Kerja

Surat lamaran kerja yaitu surat permohonan seserang yang ditujukan pada instansi atau jawatan
untuk mendapatkan pekerjaan atau jabatan sesuai dengan kualifikasi pendidikan atau ketrampilan yang
dimiliki.

Syarat Penyusunan Surat Lamaran Pekerjaan:

1.Surat lamaran yang ditulis tangan harus ditulis oleh tangan oleh pelamar sndiri pada kertas yang
berkualitas baik ,tidak boleh timbal- balik dan tidak harus pada kertas bergaris.
2.Penampilan surat lamaran harus necis tidak boleh ada coretan atau koreksian.
3.Isi surat lamaran harus menggambarkan sikap optimis,bahwa pelamar akan mampu bekerja baik. 4.Isi
lamaran tidak boleh nada memelas atau minta dikasihani .
5.Sapaan yang dipergunakan :

a.Bapak/Ibu jika pelamar pada instansi pemerintah atau perusahaan swasta nasional.
b.Tuan ,jika melamar pada perusahaan swasta asing.

KALIMAT EFEKTIF

KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa dapat menyusun kalimat bahasa Indonesia dengan singkat,tepat dan padat(efektif).

INDIKATOR

Mahasiswa dapat membuat kalimat efektif dalam kalimat bahasa Indonesia.

MATERI

Pengertian Kalimat efektif ialah kalimat yang singkat,tepat padat(mengena pada sasaran).

Syarat-syarat Kalimat efektif:

1.Kesatuan gagasan:Sebuah kalimat dapat diwakili oleh satu ide pokok atau lebih,tetapi tetap
berhubungan(SPOK)

39
Kesatuan gagasan dapat dibagi lagi menjadi:
a.Kesatuan tunggal,contohnya: Semua penduduk desa itu mendapatkan penjelasan mengenai rencana
pembangunan lima tahun.

b.Kesatuan pilihan,contohnya:Kamu boleh menyusul saya ke tempat itu atau tinggal saja disini.

c.Pertentangan,contohnya: Ayah bekerja di perusahaan pengangkutan itu ,tetapi ia tidak senang dengan
pekerjaan itu.

d.Gabungan,contohnya:Dia telah meninggalkan rumahnya pukul 6 pagi,dan telah berangkat dengan


pesawat satu jam yang lalu.

2.Koherensi yang kompak dan baik:Hubungan timbal-balik yang jelas antara unsure-unsur dalam
kelompok kata yang dapat membentuk kalimat.
Contoh:(tidak Baik) ,Adik saya yang paling kecil memukul dengan sekuat tenaganya kemarin pagi di
kebun anjing.

(baik) Adik saya yang paling kecil memukul anjing di kebun kemarin pagi,dengan sekuat tenaganya.

3.Penekanan :Suatu usaha untuk memberikan pengertian terhadap kata-kata yang dipentingkan
Contoh:Harapan kami agar soal ini agar dapat dibicarakan lagi pada kesempatan lain.

Penekanan dapat dilakukan dengan cara:


a.Mengubah posisi dalam kalimat.Contohnya: Pada kesempatan lain kami berharap dapat dibicarakan
lagi sal ini.
b.Mempergunakan repetisi,yaitu pengulangan kata yang dianggap penting dalam sebuah kalimat.
Contohnya:Kemajuannya menyangkut kemjuan di segala bidang,kemajuan kesadaran politik,kesadaran
bermasyarakatkeadaran ekonomi,kesadaran berkebudayaan,dan kesadaran beragama.

c.Mempergunakan partikel lah,pun,kah


contoh: Saudaralah yang harus bertanggungjawab dalam soal ini.

Kami pun turut dalam kegiatan itu. Benarkah seperti yang dikatakannya itu?

4.Variasi:Menganeka-ragamkan bentuk-bentuk bahasa agar terpelihara minat orang.


A.Variasi dengan sinonim kata.Contohnya: Seribu puspa di taman bungaseribu wangi menyegar cita.
B.Panjang pendeknya kalimat:untuk memperjelas pikiran pengarang,serta memberikan tekanan bagian-
bagian yang diinginkan.

5.Paralelisme:Kesejajaran sebuah kalimat untuk membantu kejelasan unsure gramatikal demi memper-
tahankan bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama.
Contoh:Reorganisasi administrasi departemen-departemen,penghentian pemborosan dan
penyelewengan-penyelewengan serta memobilisasi ptensi-potensi nasional,merupakan masalah-
masalah yang meminta perhatian kita(semua kata benda).

40
6.Penalaran atau logika,yaitu suatu proses berpikir yang sesuai dan masuk akal.
Contoh:-Rumah adalah dimana orang-orang tinggal(salah).

Rumah adalah tempat tinggal manusia ang di buat dari……..(benar).

7.Generalisasi:yaitu suatu peristiwa yang diambil berdasarkan kesamaan secara umum.


Contoh: Besi,tembaga,kuningan,emas,perak,apabila dipanaskan volumenya membesar.

CARA MEMBUAT LAPORAN

Pengertian Laporan:Suatu cara komunikasi bagi penulis untuk menyampaikan informasi kepada
seseorang atau badan karena tanggungjaab yang dibebankan kepadanya.

1.Dasar-dasar laporan

a.Pemberi laporan :Orng yang ditunjuk dalam melakukan suatu pekerjaan.Misalnya:Dari instansi
menugaskan seseorang untuk menyelidiki sebabsebab bencana alam di suatu tempat.
b.Penerima laporan:Atasan dalam suatu instansi yang menunjuk dalam penugasan tesebutC.Tujuan
Laporan: Sesuai dengan masalah yang diteliti serta untuk mengambil sebuah keputusan yang efektif
demi kemajuan dan perkembangan suatu masalah,serta perbaikan masalah tersebut.

2.Sifat laporan: Disesuaikan dengan fungsinya,oleh karena itu harus ditulis dengan bahasa yang baik dan
jelas ,sehingga menimbulkan pengertian yang tepat dan masuk akal ,serta semua faktanya harus
diurutkan ,agar laporannya dapat disajikan secara menarik.

Macam-macam Laporan

a.Berbentuk formulir(isian)
Biasanyalapran rutin sehingga pelapor hanya mengisi pin-poin tertentu yang telah disediakan dalam
formulir.Conthnya:Laporan rutin pemakaian listrik disebuah kantor.

b.Laporan Berbentuk surat

Laporan ni dibuat karena sifat laporan tidak berbentuk tabel,sehingga cukup dibuat seperti surat yang
lebih panjang dan berurutan masalah –masalah yang dibuat dalam laporan tersebut.
Contoh:Laporan hasil perjalanan sesorang.

C.Laporan berbentuk memorandum,

Yaitu laporan singkat dalam bagian-bagian organisasi,atau antara atasan dengan bawahan dalam suatu
hubngan kerja.Contoh :memo dari direktur kepada ketua jurusan.

41
d.Laporan Perkembangan

Yaitu lapran yang dibuat untuk memantau suatu masalah yang telah dilaksanakan,sejauh mana tingkat
keberhasilannya.Contoh:Laporan perkembangan mahasiswa dari semester ke semester berikutnya.

e.Laporan Berkala,

Yaitu,suatu laporan yang dibuat untuk berdasarkan triwulan,enam bulan,tahunan,dll.

f.Laporan Laboratorium

Yaitu Laporan yang dibuat untuk menyampaikan perkembangan hasil dari percobaan laboratorium.

g.Laporan Formal,

Yaitu,laporan yanh di buat sesuai dengan persyaratan tertentu yang telah dibataskan secara umum.

- Laporan semi formal,apabila ada criteria yang ditinggalkan


- Laporan nn formal,kalau semua persyaratan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan
- Laporan frmal,semi formal,non formal,merupakan laporan yang bersifat resmi karena nadanya
resmi dan menggunakan bahasa standar(bahasa Indonesia).

Struktur Laporan Formal:


1.Halaman Judul topik laporan,

2.Surat Penyerahan,sebagai pengantar pada isi laporan,

3.Daftarisi

4.Ikhtisar atau Abstrak

5.Pendahuluan

6.Isi Laporan

7.Kesimpulan

8.Saran(rekomendasi)

9.Apendik/Daftar lampiran

10.Bibliografi/daftar pustaka

FUNGSI KARYA ILMIAH

1.Sebagai sarana untuk mengembangkan IPTEK dan seni;yaitu menjelaskan sesuatu hal yang
sebelumnya tidak diketahui,tidak jelas dan tidak pasti sehingga sebaliknya.

42
2.Karya ilmiah dapat membantu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dimasa
yang akan datang.

3.Karya ilmiah dapat berungsi untuk mengontrol ,mengawasi dan mengoreksi benar tidaknya suatu
pernyataan.

Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah:

1.Penulis dapat terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif,karena harus membaca
buku lebih banyak.

2.Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber,mengambil sarinya dan
mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.

Ilmiah Populer;suatu tulisan yang lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain
daripada menulis gagasan,pendapat sendiri dan menggunakan bahasa ang sederhana.

Semu Ilmiah:Suatu tulisan yang mengandung unsure tipuan yang membuat orang percaya.Conth: Kotak
ajaib yang dapat menyuburkan tanah pertanian(yag diceritakan pengarhnya bukan ktaknya).

Prinsif Ilmiah:

1.bjektivitas;segala sesuatu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


2.Segala sesuatu yang disampaikan peneliti berdasarkan data.
3.Prosedur studinya (penyimpulannya),penemuannya berdasarkan induktif dan deduktif.
4.Cara pembahasan data berdsarkan rasio dan masuk akal.

Beda Abstrak dengan ikhtisar,

Abstrak hanya mengandung topik persalan,sedangkan ikhtisar mengandung tpik persalan dan tujuan.
42

Data Primer;yaitu suatu datayang didapat langsung dari sumbernya,sedangkan data Skunder data yang
diperoleh orang lain(tidak langsung)yang bukan merupakan sumbernya.

Tesis,ialah karangan yang disampaikan berdasarkan argumentasi yang logis untuk dipertahankan
kebenarannya.

Disertasi,ialah karangan yang ditulis berdasarkan hasil penelitian untuk dipertahankan kebenarannya
didepan senat,guna mencapai gelar doctor.

43
Jenis-jenis Karya Ilmiah;

1.Research Paper;ialah segala macambentuk karya tulis yang didapat dari studi scientipic atau bukan
,langsung atau tidak langsng dari data primer atau data skunder dapat juga berupa tugas mata kuliah
dari seorang dosen.Contoh:Makalah untuk didiskusikan.

2.Scientipic Paper;Karya Tulis hasil studi ilmiah yang berisi masalah dan pemecahannya secara ilmiah.

3.Working paper ,yaitu kertas kerja yang dibuat untuk dibaca dalam seminar.

4.Thinking Paper,yaitu karya tulis yang dipakai untuk saran pemecahan suatu masalah yang kontoersial.

5.Position Paper,suatu karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak sebagai alternatif
pemecahan masalah yang controversial karena yang bersangkutan dianggap tahu masalah tersebut.

6.Analitical paper,suatu karya tulis yang dibuat masalahnya telah ditentukan sebelumnya,biasanya
berupa tugas yang diberikan kepada mahasiswa tentang scientific.

7.Report(apran),yaitu suatu laporan yang ditulis untuk menemukan fakta-fakta mengenai suatu subjek
yang dipelajari dan disajikan secara detail dan bjektif jelas dan berurutan.

8.Reaction Paper;Suatu karya tulis yang dibuat untuk pemenuhan atas reaksi terhadap suatu bacaan
biasanya berupa kutipan-kutipan.
9.Kritical Essay;suatu karya tulis yang dibuat untuk menilai suatu objek dapat berupa karya sastra,film,
program TV atau lukisan.

10.Skripsi,KTI,Tesis; yaitu suatu karya ilmiah yang dibuat oleh seorang mahasiswa yang akan mengakhiri
studinya di perguruan tinggi.

Struktur Karya Tulis Ilmiah :

1.Halaman Judul
2.Halaman Persetujuan
3.Halaman Persetujuan
4.Biodata
5.Halaman Persembahan/Motto
6.Ringkasan/Abstrak

44
7.Kata Pengantar
8.Daftar Isi
9.Daftar Tabel
10.Daftar Lampiran

BAB I PENDAHULUAN:

A.Latar Belakang,

B.Permasalahan
C.Tujuan Penulisan/Penelitian
D.Manfaat Penulisan/Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA:

A.Pengertian/Definisi
B.Faktor-faktor Yang Mendukung Penulisan
C.Sistem penulisan
D.Akibat/Penelitian terdahulu

BAB III GAMBARAN UMUM METODE PENELITIAN:

A.Gambaran Umum Objek Penelitian

B.Metode Penelitian;
-Cara Penelitian , - Sampel, - Cara Pengumpulan data, - Prsedur kerja,Variabel, -Penglahan data dan
Analisis data.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN:

a.Hasil Penelitian
b.Metode Penelitian/Pembahasan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN:

a.Kesimpulan b.Saran-saran

Daftar Pustaka

PENGERTIAN PIDATO/SAMBUTAN

Pidato/Sambutan ,yaitu berbicara dihadapan massa tertentu sesuai dengan tujuan yang
diinginkan.
Pidato/sambutan dapat disampaikan secara lisan,tertulis,karena jabatan atau kedudukannya sebagai
structural atau akademisi dan lain-lain.

45
Hal-hal Yang Lazim Disampaikan Dalam Sambutan,Arahan,antara lain:

-Pembukaan;salam,permintaan izin kepada hadirin,ucapan syukur,ucapan terima kasih.


–Ungkapan Rasa,misalnya: bangga,senang,haru,hormat.
– Dukungan moral terhadap acara atau kegiatan yang dimaksud.
– Makna/hikmah dari kegiatan.
–Ajakan-ajakan ,ucapan selamat,harapan-harapan.
–Penutup,permohonan maaf,ucapan terima kasih.
–Kalau kita mewakili seseorang hendaknya kita minta izin kepada hadirin sebagai mewakili.

Metode-metode pidato/sambutan/arahan :

1.Metode impromtu(serta merta),biasanya disampaikan berdasarkan kebutuhan sesaat,tanpa persiapan


sama sekali.

2.Metode Menghapal,biasanya sipembicara hanya menghapalkan apa isi pidato yang akan disampaikan.

3.Metode Naskah,biasanya disampaikan dalam pidato-pidato resmi kenegaraan atau pidato


pertanggungjawaban.

4.Metode Ekstemporan(tanpa persiapan naskah),biasanya uraian yang akan disampaikan menggunakan


catatan kecil,sekaligus urutan bagi uraian tersebut.

Persiapan/Langkah-langkah Pidato:

1.Meneliti Masalah:
a.Menentukan maksud b.Menganalisa pendengar dan suasana c.Memilih dan menyempitkan topik
2.Menyusun Uraian: a.Mengumpulkan bahan, b.membuat kerangka uraian.c.Menguraikan secara detail
3.Mengadakan Latihan: Melatih dengan suara nyaring.

RINGKASAN,

Ringkasan ialah Penyajian singkat dari karangan asli tetapi dengan tetap mempertahankan urutan isi
dan sudut pandang pengarang asli.

Ikhtisar ialah penyajian singkat dengan tidak perlu berurutan dan tidakperlu memberikan isi secara pro-
porsional penulis dapat langsung dengan masalah dan problematik pemecahannya.

Tujuan membuat ringkasan untuk memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan.

46
Cara Membuat Ringkasan yang baik:

1.Membaca naskah asli beberapa kali agar mengetahui kesan umum dan maksud pengarang

2.Mencatat gagasan utama

3.Membuat reproduksi ;yaitu menyusun kembali satu karangan singkat berdasarkan gagasan utama.

4.Ringkasan dibuat sesuai permintaan atau minimal 10 sampai dengan 20 persen dari jumlah kata,baris
dan kalimat.

47
RANGKUMAN EVALUASI:

1.jelaskan penggunaan huruf kapital,huruf mirng dalam sebuah tulisan ilmiah dan berikan contoh?
2.Jelaskan penggunaan tanda baca menurut Ejaan Yang Disempurnakan dalam Bahasa Indonesia?
3.Jelaskan ejaan-ejaan yang pernah digunakan dalam bahasa Indonesia,berikan contoh?
4.Jelaskan fungsi bahasa Indonesia dalam menjalin persatuan dan kesatuan serta apa dasar hukumnya?
5.Jelaskan slogan dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia,serta berikan contohnya?
6.Apa yang harus diperatikan jika ingin mencari topik untuk menulis karangan ilmiah?
7’Buatlah kerangka karangan berupa kerangka topik,atau kerangka kalimat berdasarkan topikyang telah
anda temukan?
8.Buatlah contoh masing-masing kutipan langsung,tidak langsung,baik yang kurang dari 4 baris ataupun
lebih dari 4 baris?

9.Buatlah surat lamaran kerja atas nama anda sendiri,berdasarkan iklan yang ada di koran sumatera
ekpress?

10.Buatlah sebuah essai berpola PDS dengan memilih topik yang sesuai dengan bidang studi saudara?

11.Jelaskan cara kita menyampaikan pidato/sambutan dengan baik?

12.Jelaskan bagaimana menurut pendapat Anda cara meringkas buku/bacaan dengan baik

13.Buatlah sebuah paragraf dengan pengembangan deduktif dan induktif?

48
DAFTAR PUSTAKA

.Keraf ,Gorys .1989.Komposisi.Ende Nusa Inda Flores

.Muljana ,Slamet.Kaidah Bahasa Indonesia.Ende=Flores : Nusa Indah.1979.

.Rachmat,Jalalluddin.Metode Penelitian Komunikasi.Bandung:CV Remadja Karya.1985.

.UPT MPK Sriwijaya,Universitas.Buku Ajar Bahasa Indonesia.2008.

.Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan.yogjakarta: Pustaka W idyatama.2009.

.Soeseno,Slamet.Teknik Penulisan Ilmiah Populer.Jakarta:PT Gramedia.1986.

.Siswoyo.Karya Ilmiah.Jakarta:PT Erlangga.1982.

.Teknik Menulis Karya Ilmiah.Dwi Loka,Bambang dan Riana,Rati.Semarang:Rineka Cipta.2000.

.Nasution,S.Metode Reseach.Jakarta:Bumi Aksara.2008.

49