0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan19 halaman

Askep Post SC DNG Gemelli Svaha

Ny. EN dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar pada 20-21 Agustus 2019 untuk melahirkan kembar melalui operasi sectio caesarea. Ia melahirkan dua bayi kembar sehat dengan berat lahir masing-masing 3,65 kg dan panjang badan 52 cm serta 50 cm. Pasien menjalani persiapan operasi dan pemulihan dengan baik setelah melahirkan.

Diunggah oleh

Nila Adhiliani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan19 halaman

Askep Post SC DNG Gemelli Svaha

Ny. EN dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar pada 20-21 Agustus 2019 untuk melahirkan kembar melalui operasi sectio caesarea. Ia melahirkan dua bayi kembar sehat dengan berat lahir masing-masing 3,65 kg dan panjang badan 52 cm serta 50 cm. Pasien menjalani persiapan operasi dan pemulihan dengan baik setelah melahirkan.

Diunggah oleh

Nila Adhiliani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

EN
P2013 POST SECTIO CAESARIA DENGAN GEMELLI
DI RUANG DRUPADI RSUD SANJIWANI GIANYAR
TANGGAL 20-21 AGUSTUS 2019

I. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS PASIEN PENANGGUNG/SUAMI
Nama : Ny. EN Nama : Tn. KS
Umur : 21 tahun Umur : 26 th
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pekerjaan : Pegawai swasta
Status perkawinan : Menikah Alamat : Br. Puseh,Pejeng
Agama : Hindu Tampaksiring
Suku : Bali No Telepon : 082236199xxx
Alamat : Br. Puseh, Pejeng, Tampaksiring
No. CM : 622521
Tgl MRS : 19 Agustus 2019
Tgl Pengkajian : 20 Agustus 2019
Sumber Informasi : Pengkajian CM

B. ALASAN DIRAWAT
1. Alasan MRS
Pasien mengatakan dirinya dirawat di RS karena sudah dijadwalkan sesuai perkiraan
kelahiran dan akan dilakukan tindakan section caesaria tgl 20 Agustus 2019 karena
janinnya kembar dan posisi sungsang.
2. Keluhan saat dikaji
Saat dikaji pasien mengeluh nyeri pada luka operasi dan merasa kurang nyaman pada
bagian perut

C. RIWAYAT MASUK RUMAH SAKIT


 Riwayat Persalinan Sekarang
Pasien melakukan persalinan dengan section caesarea karena janin gemelli dan
pasisi janin sungsang.
- Bayi I
o APGAR SCORE

Nilai Jumlah
Tanda
0 1 2 9
Denyut jantung Tidak ada < 100 >100 2
Usaha napas Tidak ada Lambat Menangis kuat 2
Tonus otot Lumpuh Ekstremitas Gerakan aktif 2
fleksi sedikit

Iritabilitas reflex Tidak bereaksi Gerakan Reaksi melawan 2


sedikit
Warna Biru/pucat Tubuh kemerahan, Kemerahan 1
tangan dan
kaki biru

o Berat badan : 3650 gr


o Panjang badan : 52 cm
o Suhu : 36,5 ºC
o Lingkar kepala : 35 cm
o Lingkar dada : 34 cm
o Lingkar perut : 36 cm

- Bayi II
o APGAR SCORE

Nilai Jumlah
Tanda
0 1 2 9
Denyut jantung Tidak ada < 100 >100 1
Usaha napas Tidak ada Lambat Menangis kuat 2
Tonus otot Lumpuh Ekstremitas Gerakan aktif 2
fleksi sedikit

Iritabilitas reflex Tidak bereaksi Gerakan Reaksi melawan 2


sedikit

Warna Biru/pucat Tubuh kemerahan, Kemerahan 2


tangan dan
kaki biru

o Berat badan : 3650 gr


o Panjang badan : 50 cm
o Suhu : 36,8 ºC
o Lingkar kepala : 35 cm
o Lingkar dada : 34 cm
o Lingkar perut : 36 cm

D. RIWAYAT OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


a. Riwayat Menstruasi:
 Menarche : Umur 13 tahun Siklus : ± 28 hari, teratur (√) tidak ( - )
 Banyaknya : ± 50 cc Lamanya : ± 4 hari
 Keluhan : Nyeri ringan
 HPTP : 20 November 2018

b. Riwayat Penikahan:
 Menikah : 1 kali Lama : 3 tahun

c. Riwayat kelahiran, persalinan, nifas yang lalu:


Anak ke Kehamilan Persalinan Komplikasi nifas Anak

No Tahun Umur Penyulit Jenis Penolong Penyulit Laserasi Infeksi Pedarahan Jenis BB Pj
Kehamilan kelamin

1 2017 Aterm - - Bidan - - - - P 3600 gr 52

2 2018 Abortus - - - - - - - - - -

d. Riwayat Keluarga Berencana


 Akseptor KB : Tidak ada Lama :-
 Masalah : Tidak ada
 Rencana KB : IUD

E. POLA FUNGSIONAL KESEHATAN


1. Pola Manajemen Kesehatan-Persepsi Kesehatan
Pasien mengatakan jika dirinya atau keluarganya sakit makan akan segera
berobat ke pusat kesehatan terdekat sesuai dengan jaminan kesehatan yang dimiliki
keluarganya. Pasien mengatakan secara rutin memeriksakan kandungannya di
bidan ataupun dokter dan melakukan pemeriksaan lab yang diperlukan.

2. Pola Metabolik-Nutrisi
 Sebelum Masuk Rumah Sakit
Pasien mengatakan sebelum dirawat di rumah sakit dirinya biasanya
makan 3 kali sehari dengan porsi sedang dan lauk yang berbeda – beda setiap
harinya dengan diselingin snack atau buah jika masih merasa lapar. Pasien
minum air ± 8 – 10 gelas dalam sehari, dan segelas susu untuk ibu hamil. Pasien
mengatakan hanya merasakan mual pada tiga bulan pertama kehamilannya.
Tidak ada alergi terhadap makanan ataupun pantangan dalam makanan, pasien
menyukai daging dan sayuran, dan makanan yang kurang disukai pasien adalah
makanan pedas.
 Saat Dirawat di Rumah Sakit
Saat dirawat di rumah sakit dari tanggal 19 Agustus 2019 sekitar pukul
16.45 WITA. Pasien diminta untuk berpuasa dari jam 12 malam untuk persiapan
operasi section caesarea pada tanggal 20 Agustus 2019. Pasien selesai operasi
pada puku 13.15 dan disarankan untuk puasa selama ± 6 jam setelah operasi.

3. Pola Eliminasi
 Sebelum Masuk Rumah Sakit
Pasien mengatakan BAB satu kali dalam sehari, biasanya di pagi hari
dengan konsistensi tidak terlalu lembek dan berwarna kecoklatan. Tidak ada
keluhan dalam BAB. Pasien mengatakan BAK sebanyak ± 4-6 kali dalam sehari
dengan warna urine kuning bening, tidak ada keluhan dalan BAK.
 Saat Dirawat di Rumah Sakit
Saat dikaji pasien mengatakan terakhir BAB pada tanggal 19 Agustus
2019 pagi dengan konsistensi tidak lembek dan berwarna coklat gelap. Pasien
mengatakan tidak memiliki hemoroid dan tidak mengalami kesulitan dalam
BAB. Setelah dirawat di RS pasien belum BAB. Pasien dipasang kateter pada
tanggal 19 Agustus 2019 pukul 20.15 Wita, setelah dipasang kateter produksi
urine pasien ± 100 cc dengan warna kuning jernih dan bau khas urine.

4. Pola Aktivitas-Latihan
 Sebelum Masuk Rumah Sakit
Pasien mengatakan aktivitasnya selama hamil hanya pekerjaan rumah
yang ringan seperti menyapu, memasak, mencuci piring dan menjaga anak
pertamanya yang berusia 2,5 tahun. Kegiatan pasien dirumah ditemani dan
dibantu oleh mertuanya. Pasien tidak ada mengikuti kegiatan latihan khusus
kehamilan.
 Saat Dirawat di Rumah Sakit
Saat dirawat dirumah sakit pasien hanya berbaring di tempat tidur,
sesekali pasien miring kanan dan miring kiri atau posisi setengah duduk dengan
dibantu perawat ataupun keluarga pasien. Walaupun masih lemas, tapi pasien
dapat menyusui bayinya dengan dibantu suami dan keluarganya.

5. Pola Persepsi-Kognitif
Pasien mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan kehamilannya kali
ini dan berharap persalinannya lancer dan dia serta anak – anaknya sehat.

6. Pola Konsep Diri-Persepsi Diri


Pasien mengatakan tidak menggunakan alat bantu pendengaran ataupun
kacamata serta tidak mengalami masalah dalam berkomunikasi. Pasien mengatakan
bersyukur karena tidak memiliki kendala yang berat dalam kehidupannya. Saat ini
pasien berharap agar cepat bias pulang bertemu dengan anak pertamanya dan
merawat anak kembarnya yang baru lahir dirumah.

7. Pola Hubungan-Peran
Pasien mengatakan bahwa dirinya sangat menikmati peran menjadi seorang istri
serta ibu dari tiga orang anak. Pasien menjalankan perannya sebagai ibu rumah
tangga yang mengurus keluarga, dan anggota keluarganya menjalankan tugas sesuai
peran dalam keluarganya dengan baik serta saling mendukung satu sama lain.

8. Pola Reproduktif-Seksualitas
Pasien mengatakan ini adalah kehamilan ketiganya dan pertama kalinya hamil
dengan janin kembar. Sebelumnya pasien melahirkan anak perempuan pada tahun
2017 dengan parsalinan normal dibantu oleh bidan di klinik dekat rumah pasien,
lalu pada tahun 2018 pasien hamil dan mengalami keguguran saat usia
kandungannya 3 bulan dimana diduga penyebab kegugurannya adalah kelelahan.
Saat ini pasien hamil ketiga kalinya dengan section caesarea karena bayinya kembar
dan letak bayinya sungsang.
9. Pola Toleransi Terhadap Stres-Koping
Pasien mengatakan bila memiliki masalah maka dirinya akan bercerita dan
mendiskusikan masalahnya dengan suami serta orang tuanya. Pasien merasa selalu
mendapat dukungan dan bantuan dari keluarganya ketika ada masalah.

10. Pola Keyakinan-Nilai


 Sebelum Masuk Rumah Sakit
Pasien mengatakan menganut agama hindu dan sembayang sesuai
kepercayaan dalam agama Hindu. Pasien mengatakan Tuhan dan keluargannya
adalah kekuatan terbesarnya. Saat dirumah, kegiatan spiritual yang bisanya
pasien lakukan adalah sembahyang Tri Sandhya dan menganturkan
banten/canang di Pura serta sesekali melakukan tirta yatra Bersama keluarga
untuk berdoa Bersama.
 Saat Dirawat di Rumah Sakit
Saat dirawat di rumah sakit pasien hanya bisa berdoa dari tempat tidur.
Keluarga pasien menghaturkan banten/canang untuk mendoakan pasien dan
bayinya.

F. PEMERIKSAAN FISIK
- GCS : E4 V5 M6
- Tingkat kesadaran : Kompos mentis
- Tanda-tanda vital : TD: 130/90 mmHg N: 82 x/mnt RR: 20 x/mnt T: 36,2 OC
- BB : 99,5 kg TB : 165 cm LILA : 36 cm

Head to toe:
 Kepala
Wajah : Bersih, lesi (-), hiperpigmentasi (-), oedema (-)
Pucat (-)
Cloasma (-)
Sklera : Ikterik (-)
Konjungtiva : Anemis (-)
Pembesaran limphe node : Tidak ada
Pembesaran kelenjar tiroid : Tidak ada
Telinga : Simetris, bersih, alat bantu dengar (-), secret (-)

 Dada
Payudara
Areola kanan : Coklat gelap Puting : (menonjol/tidak)
Areola kiri : Coklat gelap Puting : (menonjol/tidak)
Tanda dimpling/retraksi : Tidak ada
Pengeluaran ASI : Normal
Jantung : S1 S2 tunggal, Paru : Vesikuler

Abdomen
o Linea : Nigra
o Satriae : Albican
o Luka SC : Bersih, tidak ada tanda-tanda infeksi
o Bising usus: : 10 x/menit
o TFU : 1 jari dibawah pusat (hari ke 0)
o Kontraksi : Baik
o Diasksi rectus abdominis : 2/5 jari

Genitalia
o Kebersihan : Baik
o Lokhea : Rubra
o Perineum : REEDA
 Redness : Tidak ada
 Edema : Tidak ada
 Ekimosis : Tidak ada
 Discharge : Tidak ada
 Aproximation: Tidak ada
o Hemoroid : Tidak ada

Ekstremitas
Atas
Oedema : Tidak ada
Varises : Tidak ada
CRT : < 2 detik
Bawah
Oedema : Tidak ada
Varises : Tidak ada
CRT : < 2 detik
Tanda human : Negatif
Pemeriksaan reflek : Normal

G. DATA PENUNJANG
 Pemeriksaan laboratorium : Terlampir
 Pemeriksaan radiologi :-

H. DIAGNOSA MEDIS
P2013 Post Sectio Caesarea dengan Gemelli Hari ke 0

I. PENGOBATAN
Jenis Dosis Rute Fungsi
Terapi
NaCL 0,9% 20 tpm IV Obat yang memicu atau memperkuat kontraksi pada otot
+ oksitoksin (Hari ke 0) rahim untuk merangsang (menginduksi) persalinan dan
20 IU menghentikan perdarahan setelah persalinan.
NaCl 0,9% 20 tpm IV Sebagai pengganti dalam pemenuhan kebutuhan cairan
tubuh pasien
Vitamin A 1 @24 jam IO Obat yntuk meningkatkan vitamin A dalam tubuh, vitamin
200.000 IU (hari ke 0 A juga berpengaruh pada ASI. Pemberian vitamin A ini
dan ke 1) dapat membantu menurunkan angka kematian pada ibu dan
bayi, berkurangnya penyakit infeksi paska persalinan,
mencegah gangguan penglihatan seperti rabun senja,
mempercepat proses pemulihan dan mencegah anemia.
Cefazolin 2x1 IV Obat golongan Antibiotik yang berfungsi untuk mengobati
1gr (1@12 beberapa kondisi akibat infeksi bakteri,
jam)
Ketorolac 1 3x1 IV Obat nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang
ml (1@8 jam) bekerja dengan memblok produksi substansi alami tubuh
K/P
yang menyebabkan inflamasi. Efek ini membantu
mengurangi bengkak, nyeri, atau demam.
Paracetamol 3x1 IV Termasuk kelompok obat analgesik atau pereda rasa sakit.
500 mg (1@8jam) Digunakan untuk meredakan rasa sakit ringan hingga
K/P menegah. Obat ini juga bisa dipakai untuk menurunkan
demam.

II. ANALISA DATA


NO DATA FOKUS ANALISIS MASALAH
1 DS: Janin Gemelli dengan posisi Risiko
- Pasien mengatakan sungsang perdarahan
dilakukan tindakan section

caesarea karena janinnya
Sectio Caesarea
kembar dan posisi janin
sungsang. ↓
DO:
Postpartum
- Pasien P2013 post section
caesarea dengan gemelli

hari ke 0 Involusi Uterus
- Pasien tampak meringis

- HB: 12,3 g/dl
Risiko perdarahan
- Terdapat kontaksi uterus
- TFU: 1 jari dibawah pusat
(hari ke 0)
- Diastasis rectus abdominis:
2/5 jari
- Lokhea: rubra
- Tanda REEDA: Tidak ada
- Pemeriksaan vital sign
 TD: 130/80 mmHg
 S: 36,3 oC
 N: 88 x/mnt
 R: 22 x/mnt
2 DS: Janin Gemelli dengan posisi Nyeri Akut
- Pasien mengatakan nyeri sungsang
pada jaritan operasi

DO:
Sectio Caesarea
- Pasien tampak meringis
- Terdapat luka jaritan ↓
operasi section caesarea di
Insisi dinding abdomen
perut bawah pasien
- Pengkajian nyeri:

 P: Nyeri semakin berat Terputusnya inkonuitas
bila digerakan jaringan, pembuluh darah,
 Q: Seperti ditusuk-tusuk dan saraf - saraf di sekitar
 R: Nyeri di perut bawah daerah insisi.

 S: 4 (skala 1-10) ↓
 T: Hilang timbul
Merangsang pengeluaran
- Pemeriksaan vital sign:
histamin dan prostaglandin
 TD: 130/80 mmHg
 S: 36,3 oC ↓
 N: 88 x/mnt Nyeri Akut
 R: 22 x/mnt

Diagnosa Keperawatan Berdaarkan Prioritas:


1. Risiko perdarahan dibuktikan dengan komplikasi kehamilan (Postpartum section
caesarea dengan gemelli)
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (post operasi section caesarea)
ditandai dengan pasien mengeluh nyeri, tampak meringis, skala nyeri 4 (1-10), TD:
130/80 mmHg, Nadi: 88 x/mnt, Suhu: 36,3 oC, Respirasi: 22 x/menit.
III. RENCANA KEPERAWATAN
Tujuan dan Kriteria
Intervensi
No Diagnosa Keperawatan Hasil
(SIKI)
(SLKI)
1. Resiko perdarahan Setelah dilakukan asuhan Pencegahan perdarahan
Faktor risiko : keperawatan selama  Pantau perdarahan pada pasien
 Aneurisme .....x..... jam diharapkan dengan ketat
 Sirkumsisi tidak terjadi perdarahan,  Catat tingkat hemoglobin/
 Defisiensi dengan kriteria hasil : hematokrit sebelum dan sesudah
pengetahuan  Tidak ada hematuria kehilangan darah, seperti yang di
 Koagulopati dan hematemesis anjurkan
intravaskuler  Tidak ada kehilangan  Monitor untuk tanda dan gejala
diseminata darah yang terlihat perdarahan persisten
 Riwayat jatuh  Tekanan darah dalam  Pantau tanda vital ortostatik,
 Gangguan batas normal termasuk tekanan darah
gastrointestinal  Tidak ada perdarahan  Pertahankan bedrest selama
 Gangguan fungsi hati pervaginam perdarahan aktif
 Koagulopati inheren  Hb dan Ht dalam batas  Mobilisasi dini post partum
 Komplikasi pasca normal untuk meningkatkan kontraksi
partum (atonia uteri, uterus
retensi plasenta)  Anjurkan pasien untuk
 Komplikasi terkait meningkatkan asupan makanan
kehamilan (plasenta yang kaya vitamin K
previa, kehamilan  Beritahu pasien / keluarga pada
mola, solusio plasenta) tanda perdarahan dan tindakan
 Trauma yang tepat (memberitahukan
perawat)
Pencegahan perdarahan :
Postpartum Uterus
 Riview riwayat obstetri untuk
mengetahui faktor risiko
perdarahan pasca partum
 Terapkan kompres dingin untuk
fundus
 Tingkatkan frekuensi pijat
fundus
 Pertahankan intake cairan yang
adekuat
 Memantau tanda vital ibu setiap
15 menit atau lebih sering
 Berikan oksitosin IV atau IM per
protokol atau perintah
2 Nyeri akut Setelah dilakukan asuhan Manajemen nyeri
Batasan Karakteristik keperawatan selama Observasi
□ Mengeluh nyeri ...x….. jam diharapkan □ Identifikasi lokasi,
□ Tampak meringis nyeri berkurang dengan karakteristik, durasi,
□ Bersikap protektif kriteria hasil : frekuensi, kualitas,
(mis. Waspada, posisi Tingkat nyeri intensitas nyeri
menghindari nyeri) □ Melaporkan □ Identifikasi skala nyeri
□ Gelisah keluhan nyeri □ Identifikasi respons nyeri
□ Frekuensi nadi menurun non verbal
meningkat □ Tidak tampak □ Identifikasi factor yang
□ Sulit tidur ekspresi meringis memperberat dan
□ Tekanan darah □ Tidak gelisah memperingan nyeri
meningkat □ Tidak kesulitan □ Identifikasi pengetahuan
□ Pola nafas berubah tidur dan keyakinan tentang nyeri
□ Nafsu makan berubah □ Frekuensi nadi □ Identifikasi pengaruh
□ Proses berpikir normal budaya terhadap respon
terganggu Kontrol nyeri nyeri
□ Menarik diri □ Melaporkan nyeri □ Identifikasi pengaruh nyeri
□ Berfokus pada diri terkontrol terhadap kualitas hidup
sendiri □ Mampu □ Monitor keberhasilan terapi
□ Diaforesis mengenali onset komplementer yang sudah
nyeri diberikan
□ Mampu □ Monitor efek samping
mengenali penggunaan analgesic
penyebab nyeri Terapeutik
□ Mampu □ Berikan teknik
menggunakan nonfarmakologis untuk
teknik non- mengurangi nyeri (mis.
farmakologis TENS, hypnosis, akupresur,
□ Keluhan nyeri terapi music, biofeedback,
berkurang terapi pijat, aromaterapi,
teknik imajinasi terbimbing,
kompres hangat/dingin,
terapi bermain)
□ Control lingkungan yang
memperberat rasa nyeri
(mis. Suhu ruangan,
pencahayaan, kebisingan)
□ Fasilitasi istirahat dan tidur
□ Pertimbangkan jenis dan
sumber nyeri dalam
pemilihan strategi
meredakan nyeri
Edukasi
□ Jelaskan penyebab, periode
dan pemicu nyeri
□ Jelaskan strategi meredakan
nyeri
□ Anjurkan memonitor nyeri
secara mandiri
□ Anjurkan menggunakan
analgetik secara tepat
□ Ajarkan teknik
nonfarmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
□ Kolaborasi pemberian
analgetik, jika perlu

IV. IMPLEMENTASI

TGL/ NO
IMPLEMENTASI RESPON PARAF
JAM DX
Selasa, 1,2 Menjemput pasien dari DS: Pasien mengatakan masih lemas
20 Agst ruang operasi DO: Pasien tampak lemas, KU baik,
2019 kesadaran kompos mentis, GSC: E4
Pukul V5 M6
13.10

Pukul 1,2 Memperkenalkan diri dan DS: Pasien dan keluarga mengatakan
13.12 meminta ijin untuk bersedia untuk dikaji.
melakukan pengkajian DO: Pasien dan keluarga kooperatif
saat dikaji.
Pukul 1,2 Observasi vital sign DS: -
13.15 DO:
TD: 130/80 mmHg
N: 88 x/mnt
R: 22 x/mnt
S: 36,3 OC
Pukul 1,2 Mengkaji keluhan pasien DS: Pasien mengatakan mulai merasa
13. 17 nyeri pada jaritan operasi.
DO:
- Pasien tampak meringis
- Terdapat luka jaritan operasi section
caesarea di perut bawah pasien
- Pengkajian nyeri:
 P: Nyeri semakin berat bila
digerakan
 Q: Seperti ditusuk-tusuk
 R: Nyeri di perut bawah
 S: 4 (skala 1-10)
 T: Hilang timbul
Pukul 1,2 Melakukan pemeriksaan DS:
13.20 fisik postpartum DO: Hasil pemeriksaan fisik di lembar
pemeriksaan head to toe
Pukul 1,2 Memberikan pasien posisi DS: Pasien mengatakan ingin bagian
13.30 nyaman kepala ditinggikan.
DO:
- Pasien terlihat nyaman setelah
diberikan posisi semi fowler 30o
Pukul 1,2 Melatih teknik distraksi dan DS: Pasien mengatakan bahwa jika
13.30 relaksasi bayinya ada didekatnya maka dia akan
lupa pada rasa nyerinya.
DO: Pasien terlihat lebih nyaman saat
bayinya berada disampinya.
Pukul 1,2 Kolaboratif pemberian DS: -
14.10 paracetamol flash 500 mg DO:
- Paracetamol flash habis setelah 30
menit
- Tidak ada tanda-tanda alergi
Pukul 1,2 Observasi vital sign DS: -
16.00 DO:
 TD: 120/70 mmHg
 Nadi: 80 x/mnt
 Suhu: 36,2 oC
 Respirasi:20 x/mnt
Pukul 1,2 Mengkaji nyeri DS: Pasien mengatakan masih merasa
18.00 nyeri, namun sudah berkurang
DO:
 P: Nyeri semakin berat bila
digerakan
 Q: Seperti ditusuk-tusuk
 R: Nyeri di perut bawah
 S: 3 (skala 1-10)
 T: Hilang timbul
Pukul 1,2 Mengamjurkan pasien untuk DS: Pasien mengatakan kesulitan jika
19.00 miring kanan dan miring memiringkan badan sendiri.
kiri DO: Pasien melakukan miring kanan
dan miring kiri dengan dibantu
perawat dan keluarga.
Pukul 1,2 Melakukan vulva hygiene DS: Pasien mengatakan pembalutnya
19.30 sudah terasa penuh.
DO:
- Pembalut terisi penuh
- Lokhea rubra
- Tidak ada tanda-tanda REEDA
Pukul 1,2 Menganjurkan pasien untuk DS: Pasien mengatakan sudah merasa
21.30 istirahat mengantuk
DO: Pasien tampak rileks, pasien dan
keluarga bersiap-siap untuk
beristirahat.
Pukul 1,2 Kolaboratif pemberian obat DS: -
22.00 (IV) DO:
- Cefazolin - Obat masuk
- Tidak ada tanda-tanda alergi
Rabu 1,2 Observasi vital sign DS: -
21 Agst DO:
2019  TD: 110/70 mmHg
Pukul  Nadi: 76 x/mnt
06.00  Suhu: 36 oC
 Respirasi:20 x/mnt
Pukul 1,2 Kolaboratif pemberian obat DS: -
08.00 IV DO:
- Obat masuk
- Tidak ada tanda-tanda alergi
Pukul 1,2 Melakukan vulva hygiene DS: Pasien mengatakan butuh bantuan
08.30 untuk mengganti pembalut.
DO:
- Pembalut terisi 2/3 bagian
- Lokhea: Rubra
Pukul 1,2 Memberikan pasien posisi DS: Pasien meminta agar tempat
09.00 nyaman tidurnya bagian kepala ditunggikan
agar mudah menyusui bayinya:
DO: Pasien diberikan posisi semi
fowler 30o. Pasien sudah terlihat
nyaman.
Pukul 1,2 Menganjurkan pasien untuk DS: Pasien mengatakan sudah bias
11.00 miring kanan dan miring miring kanan dan miring kiri sendiri.
kiri DO: Pasien dapat melakukan miring
kanan dan miring kiri tanpa bantuan
perawat.
Pukul 1,2 Melatih teknik distraksi dan DS: Pasien mengatakan dibantu
12.00 relaksasi menemukan posisi nyaman untuk
menyusui bayinya.
DO: Pasien terlihat lebih nyaman
dengan posisi miring kanan saat
menyusui bayinya.
Pukul 1,2 Observasi vital sign DS: -
13.00 DO:
 TD: 110/70 mmHg
 Nadi: 78 x/mnt
 Suhu: 36,2 oC
 Respirasi: 20 x/mnt
Pukul 1,2 Mengkaji status nyeri pasien DS: Pasien mengatakan nyeri sudah
13.10 berkurang.
DO:
 P: Nyeri semakin berat bila
digerakan
 Q: Seperti ditusuk-tusuk
 R: Nyeri di perut bawah
 S: 1 (skala 1-10)
 T: Hilang timbul

V. EVALUASI
NO HARI/
CATATAN PERKEMBANGAN PARAF
DX TGL/JAM
1 Rabu, 21 S: Pasien mengatakan tidak mengalami perdarahan berlebihan
Agustus setelah persalinan.
2019
Pukul O:
13.10 - Pasien P2013 post section caesarea dengan gemelli hari ke 1
- Pasien tampak lebih nyaman
- HB: 12,3 g/dl (20 Agustus 2019)
- Tanda REEDA: Tidak ada
- TFU: 2 jari dibawah pusat (Hari ke 1)
- Lokhea: rubra
- Tidak ada tanda-tanda REEDA
- Tanda-tanda vital
 TD: 110/70 mmHg
 Nadi: 78 x/mnt
 Suhu: 36,2 oC
 Respirasi: 20 x/mnt

A: Risiko perdarahan

P:
- Lanjutkan intervensi monitor tanda dan gejala perdarahan
- Lanjutkan intervensi memantau vital sign secara komprehensif.
- Catat tingkat hemoglobin / hematokrit sebelum dan sesudah
kehilangan darah, seperti yang di anjurkan.
- Pertahankan intake nutrisi yang adekuat
- Pertahankan intake cairan yang adekuat
- Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi
2 Rabu, 21 S: Pasien mengatakan nyeri sudah jauh berkurang.
Agustus
2019 O:
Pukul - Pasien tidak tampak meringis
13.10 - Pengkajian nyeri
 P: Nyeri semakin berat bila digerakan
 Q: Seperti ditusuk-tusuk
 R: Nyeri di perut bawah
 S: 1 (skala 1-10)
 T: Hilang timbul
- Tanda-tanda vital
 TD: 110/70 mmHg
 Nadi: 78 x/mnt
 Suhu: 36,2 oC
 Respirasi: 20 x/mnt

A: Nyeri Akut

P:
- Lanjutkan latihan teknik distraksi dan relaksasi
- Kolaborasi pemberian obat paracetamol 500 mg (bila nyeri)
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif

Anda mungkin juga menyukai