Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

PRAKTIKUM KIMIA UNSUR GOLONGAN UTAMA

Nitrogen dan Fosfor

KELOMPOK 3

ANGGOTA :

1. KURNIA MEGA LESTARI (06101381722047)


2. M AGUNG SATRIYA (06101381722049)
3. TRIANI MELLADHEA (06101381722065)
4.VIVIN ROGATI MANALU (06101381722059)

DOSEN PEMBIMBING :

MAEFA EKA HARYANI.,S.PD.,M.PD.

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2019
Percobaan ke-4

I. Judul Percobaan : Nitrogen dan Fosfor


II. Tanggal Percobaan : 19 Februari 2019
III. Tujuan Percobaan :
A. Tujuan Umum
Mahasiswa memahami beberapa karakteristik nitrogen dan fosfor
B. Tujuan Khusus
Setelah melakukan kegiatan laboratoris, mahasiswa dapat
menentukan terbentuknya karakteristik (a) beberapa gas senyawa
nitrogen, NH3, N2, dan NO, dan (b) fosfina.

IV. Dasar Teori


Nitrogen ditemukan oleh Daniel Rutherford pada tahun 1772. Nitrogen
atau zat lemas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang N
dan ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas
diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau
senyawa lainnya. Dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif
bereaksi dengan unsur lainnya. Nitrogen berasal dari bahasa Latin Nitrogenium,
nitrum, nitron artinya soda, genes artinya pembentuk. Nitrogen di alam utamanya
terdapat diatmosfer (+ 79% nitrogen). Di alam, nitrogen terdapat dalam bentuk
unsur bebas sebagai N2 karena molekul ini sangat stabil; dalam bentuk senyawa,
umumnya dalam bentuk oksida nitrogen seperti NO2, NO, N2O3, N2O4, dan N2O5.

Sifat Kimia Unsur Nitrogen sebagai berikut.

1. Molekul N2 berikatan kovalen rangkap tiga, memiliki energi ikatan yang


relatif besar yaitu 946 kJ/mol sehingga sangat stabil atau sukar bereaksi
pada suhu tinggi (endoterm) dengan bantuan katalis.

2. Pada suhu ruangan N2 bereaksi sangat lambat dengan logam Li


menghasilkan Li3N. Sedangakan dengan logam-logam lain, dapat
dilakukan dengan cara mengerjakan loncatan bunga api listrik melalui gas
nitrogen yang bertekanan rendah, proses ini dikatalisasi oleh adanya
oksigen homo terbentuk nitrogen aktif (N 2 menjadi 2N) yang dapat
membentuk senyawa nitrida dengan logam-logam tertentu.

3. Nitrogen bereaksi dengan hydrogen atau aksigen pada suhu yang tinggi
seperti dalam loncatan bunga api listrik, membentuk gas NH3 dan NO3 .

Hidrida utama nitrogen ialah amonia (NH3) walaupun hidrazin (N2H4) juga
banyak ditemukan. Amonia bersifat basa dan terlarut sebagian dalam air
membentuk ion ammonium (NH4+). Amonia cair sebenarnya sedikit amfiprotik
dan membentuk ion ammonium dan amida (NH2-); keduanya dikenal sebagai
garam amida dan nitride (N3-), tetapi terurai dalam air. Gugus bebas amonia
dengan atom hidrogen tunggal atau ganda dinamakan amina. Rantai cincin atau
struktur hidrida nitrogen yang lebih besar juga diketahui tetapi tak stabil.

Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua


organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut, berada
dalam bentuk senyawa organik dan anorganik. Dalam bentuk senyawa organik,
fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo
protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik meliputi ortofosfat dan
polifosfat. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya berada dalam
bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90%
dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan
protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organisme.

Di perairan, unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai


elemen, melainkan dalamm bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat
dan polifosfat) dan senyawa organik yang berupa partikulat. Fosfor berbentuk
kompleks dengan ion besi dan kalsium pada kondisi aerob, besifat tidak larut, dan
mengendap pada sediment sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik
dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan
senyawa organik yang berupa partikulat. Senyawa fosfor membentuk kompleks
ion besi dan kalsium pada kondisi aerob, bersifat tidak larut, dan mengendap pada
sedimen sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik.
V. Alat dan Bahan
a. Tabung reaksi
b. Pembakar bunsen
c. Batang pengaduk
d. Natrium nitrit padatan
e. Larutan NaNO2 0,2 M
f. Kloroform
g. Larutan AgNO3 0,1 M
h. Larutan KCNS 0,1 M
i. Larutan NaOH 2 M
j. Larutan urea 0,2 M
k. Asam asetat 5 M
l. Larutan FeCl3 0,1 M
m. Larutan KI 0,2 M
n. Lembaran Al dan pita Mg
o. Na3PO4 – anhydrous padatan
p. HCl pekat dan indikator PP

VI. Prosedur Percobaan


1. Ke dalam tabung reaksi campurkan 0,1 gram kristal natrium nitrit ,
sepotong kecil aluminium dan 2 ml larutan NaOH 2 M dan sumbat
tidak terlalu rapat dengan kertas untuk mengurangi kecepatan
keluarnya gas hasil kemudian panaskan.Identifikasi gas yang keluar
dari hasil pemanasan tersebut dengan membuka sumbat kertas dan (a)
mengenali baunya, (b) mendekatkan ujung batang pengaduk kaca
(yang telah dicelupkan kedalam HCl pekat) ke atas mulut tabung (c)
mendekatkan kertas lakmus merah basah oleh air pada mulut tabung
dan (d) menutup mulut tabung dengan kertas yang telah dibasahi
dengan indikator PP dan mengamatinya.(Kerjakan dalam almari asp).
2. Kedalam larutan 1-2ml natrium nitrit 0,2 M tambahkan beberapa tetes
asam asetat 5 M, kemudian ditambahan 1-2 ml larutan urea 0,2 M.
Amati reaksi yang terjadi dan apabila reaksi telah berhenti tambahkan
beberapa tetes larutan FeCl3. Catat segala perubahan yang terjadi.
Yakinkan hasil amatan anda dengan membandingkan warna hasil
reaksi tersebut dengan warna dari campuran beberapa tetes larutan
FeCl3 dan larutan urea dalam tabung reaksi lain.
3. Kedalam larutan 1-2ml natirum nitrit 0,2M tambahkan 1-2 ml larutan
KI 0,2 M dan kemudian asamkan dengan beberapa tetes asam
asetat.Tambahkan 2ml kloroform, kocok baik-baik dengan menutup
mulut tabung dengan ibu jari. Rasakan adanya tekanan gas dari dalam
tabung, biarkan tabung terbuka dan teliti ada tidaknya perbedaan
warna gas pada bagian dalam tabung. Dengan bagian mulut
tabung,agar lebih jelas tabung uji diberi latar belakang kertas putih.
Catat pula warna larutan kloroform.
4. Masukkan 0,2 gram Kristal natrium fosfat anhydrous ke dalam tabung
uji reaksi kecil, tambahkan pita Mg 6 mm, dan panaskan dengan nyala
Bunsen sehingga campuran nampak kemerahan. Biarkan campuran
dingin dan kemudian tambahkan air dan segera uji gas yang keluar
dengan menempatkan kertas yang telah dibasahi dengan larutan perak
nitrat pada mulut tabung. (kerjakan dalam almari asap).

VII. Hasil Pengamatan


No Perlakuan Amatan dan Simpulan / Persamaan reaksi
1. NaNO2 + Al + NaOH(aq) -NaNO2 + Al + NaOH(aq) dipanaskan
(padatan putih) (abu-abu) (tb)
dipanaskan, dibau
+ HCl pekat pada batang -Bau ammonia + HCl (tb) → terdapat
pengaduk gas
+Kertas lakmus merah -kertas lakmus merah berubah menjadi
biru
+ kertas basah indikator PP -kertas berubah warna menjadi
ungu/violet

2. NaNO2(aq) + CH3COOH + NaNO2(aq) (tb) + CH3COOH(aq) (tb) +


(NH2)2CS (aq) + FeCl3 (NH2)2CS(aq) (tb) + FeCl3(aq) (kuning)
menghasilkan larutan berwarna kuning
dan gelembung dari tabung terasa
panas.

3. NaNO2(aq) + KI(aq) + NaNO2(aq) (tb) + KI(aq) (tb) +


+ CHCl3(aq) CH3COOH(tb) + CHCl3(aq) (tb)
menghasilkan gelembung dan terbentuk
larutan dengan 2 lapisan. Lapisan
bawah berwarna violet dan lapisan atas
berwarna kuning pekat

VIII. Persamaan Reaksi :


1. NaNO2(s) + Al(s) + OH-(aq) + H2O(l) → NH3 + [Al(OH)4]-
 Penambahan HCl pekat
NH3(g) + HCl(aq) → NH4Cl(aq)
 Diletakkan lakmus di mulut tabung
H2O(l) + NH3(s) ↔ OH- + NH4+

2. NaNO2(aq) (tb) + CH3COOH(aq) (tb) → CH3COONa(aq) (tb) +


HNO2(aq) (tb)
 Penambahan urea
8NaNO2(aq) (tb) + 8CH3COOH(aq) (tb) + 6CO(NH2)2(aq) (tb) →
3CO2(g) + 10N(g) + 6H2O(l) + 8CH3COONa(aq)
 Penambahan FeCl3
3CH3COONa(aq) (tb) + FeCl3(aq) (kuning) → FeCH3(COO)3(aq)
(kuning) + 3NaCl(aq) (tb)
3. 2NaNO3(aq) (tb) + 2KI(aq) + 4CH3COOH(aq) (tb) → I2(g) + 2NO(g)
+ 2CH3COONa(aq) + 2 H2O(l)

IX. Pembahasan

Pada percobaan nitrogen dan fosfor, dilakukan tiga macam percobaan


pertama campuran kristal NaNO2 dengan sepotong kecil pita aluminium serta
larutan NaOH 2 M dipanaskan menghasilkan bau khas yang tajam. Pemanasan
berfungsi untuk mempercepat reaksi. Hasil positif didapatkan dengan adanya gas
dengan bau khas yang tajam. Gas tersebut merupakan amonia (NH3) yang bersifat
basa lemah. Ketika larutan ammonia di dekatkan dengan batang pengaduk yang
telah dicelupkan dalam larutan HCl pekat, terdapat gas di dalam larutan yang
menuju ke luar tabung reaksi. Selanjutnya diletakkan lakmus merah di dekat
mulut tabung, kertas lakmus merah berubah menjadi warna biru. Hal ini
disebabkan karena larutan ammonia bersifat basa, begitu juga dengan
menggunakan kertas saring yang dibasahi oleh indicator PP. Proses penutupan
mulut tabung harus cepat agar gas yang dihasilkan tidak cepat hilang. Hasilnya
adalah terdapat warna violet/ungu yang terbentuk diatas kertas saring.
Pada percobaan kedua, dilakukan pencampuran NaNO2 + CH3COOH + Urea
dan pencampuran selanjutnya NaNO2 + CH3COOH + urea + FeCl3. Dari kedua
pencampuran tersebut diperoleh hasil yang berbeda. Untuk pencampuran pertama,
warna larutan tidak berubah, tetap berupa larutan tidak berwarna dan terdapat gas.
Sedangkan pada larutan kedua, setelah ditambahkan FeCl3 larutan menjadi
berwarna kuning dan gelembung dari tabung terasa panas. Gas atau gelembung
yang dihasilkan berupa gas N2. Secara teori, pada percobaan ketiga dengan
penambahan larutan KI pada NaNO2 mengakibatkan terjadinya 2 fase tetapi
setelah penambahan kloroform terjadinya perubahan lagi yaitu terdapat tiga fase
dimana bagian atas berwarna coklat, dan bagian tengah dan bawah masing-masing
berwarna kuning dan violet.
Secara pengamatan dari praktikum yang ketiga, mula-mula larutan NaNO2(aq)
dicampur KI(aq) menghasilkan larutan yang tak berwarna, karena warna larutan
NaNO2 dan KI juga tak berwarna, kemudian dicampurkan kembali dengan larutan
CH3COOH yang tak berwarna berubah menjadi warna orange kecoklatan,
terakhir dicampurkan dengan CHCl3 yang tak berwarna yang akhirnya
menghasilkan dua larutan yang terpisah (tak bercampur) dan warna larutannya
pun berbeda, dibagian atas berwarna kuning pekat dan pada larutan dibawahnya
berwarna violet. Perbedaan warna dari keuda larutan adalah karena perbedaan
kepolaran pada pelarutnya. Selain dua lapisan larutan yang terbentuk, terbentuk
pula gas yakni gas NO yang tidak berwarna dan sangat mudah teroksidasi oleh
udara menjadi NO2 yang berwrna coklat. Pada uji terhadap fosfor tidak dilakukan
dalam percobaan ini dikarenakan keterbatasan alat dan bahan praktikum,
X. Kesimpulan
1. Nitrogen dan Fosfor termasuk golongan non logam sehingga tidak bisa
mengahantarkan arus listrik.
2. Hasil positif pada uji nitrogen didapatkan dengan adanya bau khas yang
tajam. Gas tersebut merupakan amonia (NH3) yang bersifat basa lemah.
3. Pemanasan merupakan salah satu cara untuk mempercepat reaksi.
4. Pada uji nitrogen yang pertama, kertas lakmus didekatkan kemulut tabung
dimana kertas lakmus merah berubah menjadi warna biru. Hal ini
disebabkan karena larutan bersifat basa.
5. Asam asetat digunakan untuk pemberi suasana asam.
6. Pelarut polar dan nonpolar akan mempengaruhi terbentuknya fase pada
suatu larutan .

DAFTAR PUSTAKA

Cotton dan Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI Press.

Gulo, F dan Desi. 2016. Panduan Praktikum Kimia Anorganik I. Indralaya:


Universitas Sriwijaya.

Hasanah, N. 2017. Laporan Praktikum Kimia Anorganik 1. (Online).


ttps://www.scribd.com/document/353510169/laporan-praktikum-kimia-
anorganik-1. (Diakses pada tanggal 30 September 2018).

Setiono, dkk. 1985. Vogel. Jakarta: PT Kalman Media Pusaka.

Sutresna, N. 2008. Kimia. Bandung : Grafindo Media Pratama.


Vidiastuti, Ririn. 2013. Nitrogen dan Fosfor. (Online).
https://www.scribd.com/doc/ 177790171/4- Nitrogen-Dan-Fosfor.
(Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018).

Lampiran

Terbentuk gas setelah Kertas Lakmus Terbentuk warna


didekatkan dengan berubah menjadi violet pada kertas
batang pengaduk warna biru (basa) saring
Uji nitrogen dengan FeCl3 Uji nitrogen terbentuk dua
fase
dan tanpa FeCl3