Anda di halaman 1dari 22

Handout

SISTEM GERAK PADA MANUSIA

A. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan


prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret


(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori.

KOMPETENSI DASAR

3.3. Menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal (unsur


dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia
dalam kehidupan sehari-hari.

4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat


larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau
pemisahan campuran
B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


3.3.1 Mendefinisikan materi
3.3.1 Menggolongkan materi berdasarkan wujudnya
3.3.2 Menggolongkan materi berdasarkan penyusunnya
3.3.3 Mendefinisikan zat tunggal (unsur dan senyawa)
3.3.4 Mendefinisikan campuran
3.3.5 Membedakan campuran homogen dan heterogen
3.3.6 Membedakan unsur, senyawa, dan campuran
3.3.7 Menentukan larutan asam, basa, dan garam
3.3.8 Menentukan larutan asam, basa, dan garam
3.3.9 Menjelaskan metode pemisahan campuran berdasarkan
prinsip-prinsipnya
3.3.10 Menjelaskan sifat fisika dan sifat kimia.
3.3.11 Menjelaskan perubahan fisika dan perubahan kimia.
3.3.12 Mengelompokkan perubahan fisika dan perubahan kimia
dalam kehidupan sehari-hari.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

4.3.1 Membuat laporan hasil praktikum sifat larutan dengan


menggunakan indicator alami dan buatan
4.3.2 Membuat laporan hasil praktikum perubahan materi
4.3.3 Membuat laporan hasil praktikum pemisahan campuran
Mempresentasikan hasil praktikum pemisahan campuran
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui kegiatan LKPD 1 “pengamatan benda di sekitar”, peserta didik mampu menggolongkan
benda-benda berdasarkan wujudnya dengan benar
2. Melalui kegiatan LKPD 1 “pengamatan benda di sekitar”, peserta didik mampu menggolongkan
benda-benda berdasarkan penyusunnya dengan benar
3. Melalui kegiatan LKPD 2 “unsur penyusun senyawa”, peserta didik mampu mendefinisikan zat
tunggal dengan benar
4. Melalui percobaan membuat struktur senyawa melalui plastisin, peserta didik mampu
menjelaskan unsur - unsur penyusun senyawa dengan benar
5. Dengan mengamati demonstrasi yang dilakukan guru, peserta didik mampu
mendefinisikan campuran dengan benar
6. Dengan melakukan percobaan, peserta didik mampu membedakan campuran homogen
dan heterogen dengan benar
7. Melalui kegiatan LKPD 3 “campuran homogen dan heterogen”, peserta didik mampu
membedakan unsur, senyawa, dan campuran dengan benar
8. Melalui kegiatan LKPD 4 “sifat larutan”, peserta didik mampu menentukan larutan asam basa,
garam menggunakan indicator dengan benar
9. Melalui kegiatan LKPD 4 “sifat larutan”, peserta didik bersama kelompoknya mampu
membuat laporan hasil praktikum sifat larutan dengan menggunakan indicator alami
dan buatan dengan benar
10. Melalui percobaan pemisahan campuran, peserta didik mampu menjelaskan metode
pemisahan campuran dengan benar berdasarkan prinsip-prinsipnya
11. Melalui kegiatan LKPD 5 “pemisahan campuran” peserta didik mampu membuat
laporan hasil praktikum pemisahan campuran dengan benar
12. Peserta didik mampu mempresentasikan hasil praktikum pemisahan campuran dengan benar
13. Melalui percobaan pemisahan campuran peserta didik mampu melakukan pemisahan
campuran dengan benar dalam kehidupan sehari - hari
14. Dengan mengamati demonstrasi yang dilakukan guru, peserta didik mampu
menjelaskan sifat fisika dan sifat kimia dengan benar
15. Melalui LKPD “Perubahan Materi”, Peserta Didik dapat membuat laporan
praktikum perubahan materi
16. Melalui diskusi, peserta didik dapat mengelompokkan perubahan fisika dan perubahan
kimia dalam kehidupan sehari-hari dengan benar
17. Dengan diberikan LKPD, Peserta Didik dapat mendeskripsikan perubahan fisika
dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
D. PETA KONSEP

Materi

dipelajari melalui

Klasifikasi Sifat Perubahan

terdiri atas mencakup dibagi menjadi

Zat Tunggal Campuran Kimia Fisika Perubahan Perubahan


Fisika Kimia
dilihat dari
dibagi menjadi
meliputi Wujud
Unsur Senyawa

dibagi menjadi
Campuran
Homogen
Gas Cair Padat
Campuran
Heterogen

Gambar 1. Peta Konsep Klasifikasi Materi dan Perubahannya


Sumber : https://www.tutorialsalim.com/2017/04/peta-konsep-mata-pelajaran-ipa-smp-kelas-vii-
kurikulum-2013.html

E. MATERI ESENSIAL
TM Materi JP
Ke-
1 Karakteristik materi, unsur, senyawa dan campuran 3

2 Campuran 2

3 Sifat dari Larutan Asam, Basa dan Garam 3

4 Pemisahan Campuran (filtrasi, sentrifugasi, kromatografi, 2


destilasi dan sublimasi)
5 Perubahan Materi 3

6 Tes 2
Pertemuan 1
KARAKTERISTIK MATERI, UNSUR, SENYAWA DAN CAMPURAN
Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang.
Ketika mengumpulkan sekelompok benda berdasarkan sifatnya, maka langkah-langkah yang
dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
Mengamati karakteristik dari benda tersebut.
Mencatat persamaan dan perbedaan sifat benda masing-masing.
Mengklasifikasikan benda yang sesuai pada setiap kelompok benda tersebut.
Memberi nama yang sesuai pada setiap kelompok benda tersebut.
Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas.
Contoh zat padat adalah beberapa jenis logam, seperti besi, emas, dan seng. Air, minyak
goreng, dan bensin merupakan contoh wujud cair. Sedangkan contoh zat berwujud gas adalah
udara, asap, dan uap air.

Gambar 2. Contoh wujud zat yang sederhana


Sumber : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-
materi.html
Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair dan gas.
Berikut ini perbedaannya.
Tabel 1. Perbedaan Sifat Zat Padat, Cair dan Gas
Padat Cair Gas
1. Mempunyai bentuk 1. Mempunyai volume tertentu, 1. tidak mempunyai volume
dan volume tetap. tetapi tidak mempunyai dan bentuk yang tertentu.
bentuk yang tetap, bergantung
pada media yang digunakan.
2. Jarak antar- partikel zat
2. Jarak antarpartikel zat cair lebih
2. Jarak antar partikel gas
padat sangat rapat. renggang. sangat renggang.
3. 3. Partikel –partikel zat cair dapat
Partikel-partikel zat 3. Partikel-partikel gas dapat
padat tidak dapat bergerak namun terbatas. bergerak sangat bebas.
bergerak bebas.
Sumber : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-
materi.html

Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diubah lagi menjadi zat yang lebih
sederhana dengan cara kimia biasa. Bagian terkecil dari unsur adalah atom.
Tabel 2. Unsur Logam dan Lambangnya
Tabel 3. Unsur nonlogam dan lambangnya

Cara pemberian lambang unsur berdasarkan Berzelius adalah sebagai berikut.


1) Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latinnya.
2) Huruf awal ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar.
3) Bagi unsur yang memiliki huruf awal sama, ditambahkan atau diberikan satu huruf kecil
dari nama unsur tersebut.

Gambar 3. Sistem Periodik Unsur


Sumber : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-materi.html
Unsur logam dan nonlogam memiliki perbedaan sifat, baik sifat fisika maupun sifat kimia.
Berikut perbedaan sifat unsur logam dan nonlogam
Tabel 4. Perbedaan sifat unsur logam dan nonlogam
Logam NonLogam

1. Berwujud 1. Ada yang berwujud padat, cair,


padat pada suhu
kamar (kecuali raksa). dan gas.
2. Dapat 2. Bersifat rapuh dan tidak dapat
ditempa dan dapat
diregangkan. ditempa.
3. Konduktor listrik dan panas.3. Nonkonduktor, kecuali grafit.

Sumber : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-materi.html

Tabel 5. Unsur logam dan nonlogam serta kegunaannya


Nama Unsur Simbol Kegunaan Secara Umum
Natrium Na Bahan untuk membuat lampu natrium dan
senyawanya digunakan untuk garam dapur.

Stronsium Sr Senyawa yang digunakan untuk membuat


warna merah kembang api.
Magnesium Mg Paduannya digunakan untuk bahan pesawat.

Iodin I Bahan untuk antiseptik, dan senyawanya


digunakan untuk garam beryodium.
Sumber : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-
materi.html

Tabel 6. Contoh senyawa sederhana dan unsur penyusunnya


No Senyawa Unsur Penyusun
1. Air Hidrogen + Oksigen

2. Garam dapur (Natrium Natrium + Klorin


klorida)
3. Gula tebu (Sukrosa) Karbon + Hidrogen + Oksigen

Sumbet : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-
materi.html

Pertemuan 2

1. CAMPURAN
Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih dan masih
mempunyai sifat zat asalnya. Campuran terdiri atas campuran homogen dan campuran
heterogen.

1) Campuran Homogen
Campuran homogen adalah campuran yang tidak dapat dibedakan zat- zat yang
tercampur di dalamnya. Campuran homogen banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-
hari. Larutan gula, larutan garam, dan sirop merupakan contoh campuran homogen. Dalam
larutan gula, kita tidak dapat membedakan zat-zat penyusunnya.

Gambar 4. Campuran Homogen


Sumber : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-
materi.html
Tabel 7. Perbedaan sifat unsur, senyawa , dan campuran.
Unsur Senyawa Campuran
1. Zat tunggal 1. Zat tunggal 1. Campuran
2. Tidak dapat 2. Dapat diuraikan 2. Dapat diuraikan
diuraikan 3. Tersusun dari dua komponen 3. Tersusun dari dua
3. Terdiri atas satu atau lebih komponen atau lebih
jenis komponen 4. Perbandingan massa zat 4. Perbandingannya tidak
penyusunnya tetap tepat.
Sumber : http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-
materi.html

Pertemuan 3
2. SIFAT LARUTAN
Pada dasarnya, larutan yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan
menjadi larutan yang bersifat asam, basa, atau garam. Larutan seperti cuka, sirop, penghilang
noda, sabun cuci, sabun mandi, soda kue, dan garam dapur merupakan contoh larutan asam,
larutan basa, atau garam yang banyak dijumpai setiap hari. Larutan asam dan basa
dimanfaatkan secara luas untuk industri, pertanian, kesehatan, dan penelitian di laboratorium
Larutan Asam
Asam banyak ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Contohnya, jeruk, lemon, dan
tomat. Contoh lain larutan asam adalah hujan asam. Ketika terjadi hujan, air yang dihasilkan
bersifat lebih asam dari keadaan normal. Air hujan inilah yang kita kenal dengan hujan asam.
Ciri –ciri larutan asam adalah sebagai berikut.
a) Rasanya asam ( tidak boleh dicicipi kecuali makanan).
b) Dapat menimbulkan korosif.
c) Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.

Larutan basa
Basa merupakan larutan yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh
benda yang mengandung basa ialah sabun mandi, sabun cuci, sampo, pasta gigi, obat mag,
dan pupuk. Dalam penggunaan sehari-hari, umumnya basa dicampur dengan zat lain.
Sifat dari larutan basa adalah sebagai berikut.
a) Mempunyai rasa agak pahit (tidak boleh dicoba)
b) Terasa licin di kulit dan berasa agak pahit
c) Mengubah kertas lakmus merah menjadi biru

Sifat dari Garam


Jenis senyawa garam yang paling kita kenal adalah garam dapur atau nama senyawa
kimianya natrium klorida (NaCl). Garam ini banyak digunakan dalam pengolahan makanan.
Senyawa garam dapat terbentuk karena salah satu reaksi asam dan basa atau reaksi
netralisasi. Pada reaksi netralilsasi tersebut dihasilkan garam dan air.

Asam + Basa Garam + Air

Garam seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain untuk industri pupuk,
obat-obatan, pengolahan makanan, dan bahan pengawe
Contoh reaksi asam dan basa yang membentuk berbagai jenis garam adalah sebagai berikut
HCl+NaOH NaCl+H2O

Asam Klorida + Natrium Hidroksid Garam NaCl + air

Indikator
Indikator adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi asam
dan basa. Indikator ada 2 jenis, yaitu indikator alami dan indikator buatan.
a) Indikator alami
Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai indicator alami. Tumbuhan yang
termasuk indicator alami akan menunjukkan perubahan warna pada larutan asam atau basa.
Beberapa contoh tumbuhan yang termasuk indikator alami adalah kunyit, bunga mawar,
kubis merah, kubis ungu, dan bunga kembang sepatu.
b) Indikator buatan
Salah satu jenis indicator buatan yang bukan dalam bentuk larutan cair adalah kertas
lakmus. Kertas lakmus ada 2 jenis, yaitu lakmus biru dan lakmus merah.
Pertemuan 4
3. PEMISAHAN CAMPURAN
a. Filtrasi (penyaringan)
Filtrasi merupakan metode pemisahan yang digunakan untuk memisahkan cairan &
padatan yang tidak larut dengan menggunakan penyaring berdasarkan perbedaan ukuran
partikel. Penyaringan dilakukan untuk memisahkan zat dari suatu campuran. Prinsip kerja
penyaringan didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur, dan pada
umumnya digunakan untuk memisahkan padatan dari cairan.

Gambar 5. Metode Filtrasi


Sumber : https://www.inirumahpintar.com/2016/10/cara-cara-pemisahan-campuran-
beserta.html

b. Sentrifugasi
Metode sentrifugasi adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk
memisahkan padatan yang sangat halus dengan jumlah campuran sedikit.
Gambar 6. Metode Sentrifugasi
Sumber : https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/8822/Macam-Macam-
Pemisahan-Campuran

c. Kromatografi
Kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola
pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahakan komponen (berupa
molekul) yang berada pada larutan. (Wikipedia)

Gambar 7. Metode Kromtografi

Sumber : https://contohsoal.co.id/kromatografi/

d. Destilasi (penyulingan )
Distilasi merupakan metode pemisahan campuran zat cair dari larutannya berdasarkan
perbedaan titik didih sehingga saat menguap, setiap zat akan terpisah.

Gambar 8. Metode Distilasi


Sumber : http://pengertiandancontohdari.blogspot.com/2016/02/pengertian-destilasi-
uap-dan-jenisnya.html

e. Sublimasi
Metode pemisahan sublimasi didasarkan pada campuran zat yang memiliki satu zat
yang dapat menyublim (perubahan wujud padat ke wujud gas), sedangkan zat yang lain tidak
dapat menyublim.

Gambar 9. Metode Sublimasi

Sumber : http://ipasmpmts.blogspot.com/2016/04/7-metode-pemisahan-campuran-
beserta.html

Pertemuan 5
4. PERUBAHAN MATERI
Sifat Fisika dan Sifat Kimia
Sifat-sifat benda secara garis besar dibedakan menjadi dua (2), yaitu sifat fisika dan sifat
kimia. Sifat fisika adalah sifat yang bekaitan dengan keadaan fisik suatu zat. Sifat fisika
termasuk di dalamnya bentuk, warna, bau, kekerasan, titik didih, titik beku, titik leleh, daya
hantar, ukuran partikel, dan massa jenis (densitas). Sifat kimia merupakan sifat zat yang
berhubungan dengan mudah atau sulitnya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia.
Hasil bagi massa zat dengan volumenya disebut massa jenis. Misalnya untuk
mennghitung massa jenis suatu zat. Massa jenis dapat dihitung dengan rumus berikut.
m
ρ =
V
Keterangan:

ρ = massa jenis (satuannya kg/m3 atau g/cm3)


m = massa zat (dalam kg atau gram)

V = volume zat (dalam m3 atau cm3)

Tabel 8. Massa Jenis Berbagai Zat


Jenis Zat Massa Jenis

(kg/m3) (g/cm3)
Hidrogen 0,09 0,00009
Oksigen 1,3 0,0013
Gabus 240 0,24
Alkohol 790 0,79
Minyak tanah 800 0,80
Es 920 0,92
Air 1000 1,0
Gula 1600 1,6
Garam 2200 2,2
Kaca 2600 2,6
Alumunium 2700 2,7
Besi 7900 7,9
Tembaga 8900 8,9
Timah hitam 11300 11,3
Raksa 13600 13,6
Emas 19300 19,3
Sumber : http://bukuelektronik.id/ipa/C-Benda-benda_yang_dapat_Mengalami_Perubahan

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia


Perubahan materi dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu perubahan fisika
dan perubahan kimia
Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan
materi baru, yang berubah hanya bentuk dan wujud materi

Ciri-ciri perubahan Fisika adalah meskipun materi tersebut mengalami perubahan


bentuk dan wujud, tetapi sifat fisikanya masih dimiliki. Perubahan fisika hanya bersifat
sementara karena setelah berubah dapat dikembalikan ke materi asalnya.

Sebagai contoh, es yang mencair. Baik dalam bentuk es maupun dalam bentuk cair
keduanya tetaplah air, yaitu H2O (Gambar4). Contoh perubahan fisika antara lain menguap,
mengembun, mencair, membeku, menyublim, melarut, serta perubahan bentuk lainnya.
2H2O (l) O2 (g) + 4H (aq) +4 e Air (H2O ) dialiri arus listrik
(dielektrolisis) terurai
menjadi gas oksigen dan
gas hidrogen

Berikut ini adalah contoh bentuk perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari.
1. Perubahan air menjadi es batu (membeku).
2. Perubahan uap air menjadi air (mengembun).
3. Perubahan air menjadi uap air (menguap).
4. Lilin yang meleleh.
5. Perubahan dari kayu menjadi meja.
6. Perubahan kain menjadi baju dan celana.
7. Gula larut ke dalam air.
8. Garam dilarutkan ke dalam air.
9. Bola lampu yang menjadi panas karena menyerap energi listrik.

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan materi baru


dengan sifat yang berbeda dengan materi semula.

Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Suatu materi yang mengalami perubahan
kimia tidak dapat dikembalikan lagi kepada keadaan semula. Zat baru yang terbentuk dalam
perubahan kimia disebabkan adanya perubahan komposisi materi. Perubahan tersebut dapat
berupa penggabungan sejumlah zat atau perurai suatu zat.
Ciri-ciri Perubahan Kimia:
1) Terbentuknya gas.
2) Terbentuknya endapan.
3) Terjadinya perubahan warna.
4) Terjadinya perubahan suhu.

Gambar 10. Contoh perubahan fisika dan kimia


Sumber : https://www.infopelajaran.com/2016/06/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh.html

Tabel 9. Perbedaan perubahan Fisika dan kimia

Sumber : https://www.infopelajaran.com/2016/06/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh.html

Beberapa contoh perubahan materi di alam ditunjukkan pada tabel 10 berikut ini.
Tabel 10. Contoh-Contoh Perubahan Materi di Alam
No Perubahan Fisika Perubahan Kimia
1. Beras diubah menjadi tepung Singkong menjadi tape.
beras.
2. Kayu diubahmenjadi kursi. Pembakaran kayu.

3. Gula dilarutkan dalam air. Makanan berubah menjadi basi.

4. Bola lampu listrik menyala. Susu diubah menjadi keju.

5. Air berubah menjadi es. Besi berkarat.

Latihan

Jawablah Pertanyaan di bawah ini!

1. Materi adalah sesuatu yang memiliki ...dan menempati ... .


a. bentuk, ruang
b. massa, udara
c. massa, ruang
d. wujud, ruang

2. Perhatikan gambar berikut!

Karakteristik yang benar dari ketiga zat tersebut adalah....


Pilihan Benda 1 Benda 2 Benda 3
Jawaban Volume Bentuk Volume Bentuk Volume Bentuk
A. tetap berubah tetap tetap berubah berubah
B. tetap berubah tetap berubah berubah berubah
C. tetap tetap tetap berubah berubah berubah
D. tetap tetap berubah berubah tetap berubah

3. Perhatikan tabel berikut!


Perubahan warna
larutan Kertas lakmus
Kertas lakmus biru
merah
P Biru Biru
Q Merah Merah
R Biru Biru
S Merah Biru
Pasangan larutan yang bersifat basa adalah….

A. P dan Q
B. P dan R
C. Q dan R
D. R dan S

4. Metode sentrifugasi sering dilakukan sebagai pengganti filtrasi jika partikel padatan yang
terdapat dalam campuran memiliki ukuran sangat halus dan jumlah campurannya lebih
sedikit. Adapun penerapan prinsip metode pemisahan campuran sentrifugasi dalam
kehidupan sehari-hari adalah....
A. Pemisahan plasma darah dan sel darah merah
B. Peenguraian tinta untuk menentukan warna penyusunnya
C. Penjernihan air dari pengotornya
D. Memisahkan air dengan alcohol
5. Perhatikan gambar berikut!

Untuk memisahkan komponen suatu warna, maka digunakan metode pemisahan campuran
seperti gambar di atas yang memiliki prinsip....
A. pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang
tidak larut berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur.
B. pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara
partikel-partikel yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri
C. pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara
partikel-partikel yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri
D. pemisahan partikel berdasarkan ukuran partikelnya yan g mana partikel yang lebih
besar akan tertahan sedangkan partikel yang kecil bercampur bersama filtrat

6. Tembaga merupakan salah satu unsur logam yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
(1)warnanya jingga kecoklatan
(2) dapat bereaksi dengan oksigen
(3) mudah di tempa, dan di rubah bentuknya
(4) dapat menghantarkan arus listrik
Dari pernyataan di atas, manakah yang merupakan sifat fisika dan sifat kimia tembaga
secara berturut-turut....

A. (1), (2) dan (3), (4)


B. (2), (3) dan (1), (4)
C. (3), (4) dan (1), (2)
D. (1), (3) dan (2), (4)

7. Seorang siswa memasukkan satu sendok makan garam dapur ke dalam segelas air.
Setelah diaduk air terasa asin. Dalam hal ini, zat yang dimasukkan dapat digolongkan
sebagai….
A. Unsur
B. Senyawa
C. Molekul
D. Campuran heterogen
8. Diketahui beberapa karakteristik berikut:
(1) dapat dipisahkan secara fisika
(2) dapat dipisahkan dengan reaksi kimia sederhana
(3) sifat-sifat penyusunnya tidak tampak
(4) merupakan zat tunggal
Yang merupakan karakteristik dari senyawa adalah....

A. (1) dan (2)


B. (2) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (1) dan (4)
9. Saat melakukan demonstrasi di depan kelas, diperoleh data sebagai berikut.
(1) Cokelat meleleh saat dipanaskan.
(2) Uap air didinginkan menjadi air.
(3) Larutan asam dinetralkan dengan penambahan basa.
(4) Garam adalah zat yang mudah larut dalam air panas.
Data yang menunjukkan perubahan fisika dan perubahan kimia berturut-turut adalah….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (3) dan (2)
D. (3) dan (4)

10. Beberapa contoh perubahan materi:


1) Bensin menguap
2) Besi berkarat
3) Membuat keju dari margarin
4) Garam dilarutkan dalam air
Di antara perubahan tersebut yang menghasilkan zat baru adalah ….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
DAFTAR PUSTAKA

https://www.tutorialsalim.com/2017/04/peta-konsep-mata-pelajaran-ipa-smp-kelas-vii-
kurikulum-2013.html
http://burunglovebirdkicau.blogspot.com/2017/08/cara-mengklasifikasikan-materi.html
http://bukuelektronik.id/ipa/C-Benda-benda_yang_dapat_Mengalami_Perubahan
https://www.infopelajaran.com/2016/06/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh.html
https://materibelajar.co.id/pemisahan-campuran/
https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/8822/Macam-Macam-Pemisahan-
Campuran
https://www.inirumahpintar.com/2016/10/cara-cara-pemisahan-campuran-beserta.html
https://homesolution.co.id/pengertian-sublimasi-tujuan-dan-contoh/
http://pengertiandancontohdari.blogspot.com/2016/02/pengertian-destilasi-uap-dan-
jenisnya.html
http://ipasmpmts.blogspot.com/2016/04/7-metode-pemisahan-campuran-beserta.html
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Siswa Mata Pelajaran IPA. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Mata Pelajaran IPA. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan