Anda di halaman 1dari 3

Karakteristik umum

1) Bacillariophyta umumnya dikenal sebagai diatom adalah sekelompok uniseluler


(meskipun terkadang kolonial), diploid, ganggang berpigmen emas atau coklat,
2) Umumnya bersifat fototrof tetapi sebagian hidup sebagai endosimbiosis protista lain
dan sejumlah kecil telah kehilangan kapasitas fotosintesis dan telah menjadi
heterotrof. Contohnya : stramenopil fototrofik terkait (heterokont)
3) Bersifat Motil namun beberapa ada yang Non-motil , melekat, atau tergantung
4) Fotosintesis memiliki kloroplas yang dibatasi oleh empat membran dan mengandung
tylakoid yang dikelompokkan menjadi tiga.
5) Diatom memiliki siklus hidup diplontik yang sederhana, bertambah banyak dengan
pembagian mitosis selama fase vegetatif diploid dan menghasilkan sel haploid hanya
sebagai hasil dari gametogenesis.
6) Ciri khas dari sebagian besar diatom adalah ukuran sel rata-rata berkurang selama fase
vegetatif dan harus dipulihkan melalui pembentukan sel khusus – (auxospore).
7) Pigmen cahaya utama berupa fucoxanthin, klorofil a, dan berbagai bentuk klorofil c.
8) Dinding sel yang diisilisasi, yang disebut sebagai (frustule) yang tidak seperti apa pun
yang ditemukan pada organisme lain.
9) Berdasarkan tipe dinding tersebut, Diataom dibagi menjadi 2 bangsa yaitu Centrales
dan pennales.
10) Reproduksi seksual yaitu Oogami
11) Hidup di habitat air tawar dan laut; hanya beberapa yang hidup di darat. Spesies
akuatik dapat bersifat planktonik atau bentik. Sebagian besar diatom adalah hidup
bebas
12) Diatom yang hidup bebas terjadi di dua jenis komunitas utama: a) plankton, yang
terdapat di perairan terbuka dan benthos yang ditemukan di permukaan permukaan
bawah air (Putaran 1981a).

Diatom disebut juga golden brown algae karena memiliki pigmen warna kuning lebih banyak
daripada pigmen warna hijau. Pigmen tersebut yang menjadikan suatu perairan
Euphorbia

padat diatomnya akan terlihat berwarna agak coklat muda (Sachlan 1982:70;Bold &
Wayne 1978:497). Ciri paling khas dari diatom adalah.
Morphology

Diatom merupakan fitoplankton yang bersifat uniseluler , namun seringkali ditemukan dalam
bentuk koloni. Diatom secara istilah berarti 2 bagian yang tidak dapat dibagi lagi yang
mencerminkan struktur sel diatom.

1) Dinding sel (frusule) pada diatom mengandung silica yang terdiri dari 2 katup (valve).
Valve menyerupai tutup (epiteka) dan yang menyerupai wadah (hipoteka). Terdapat bagian
sabuk di bagian tengah frustule (Girdle). Terdapat karakter sekunder yang juga dapat
digunakan dalam mengindetifikasi diantaranya adalah jumlah dan susunan cincin di antara
valve pada bagian grdle(interculary band), keberadaan duri (spine) dan tonjolan pada rafe
serta keberadaan nodus yang memisahkan rafe menjadi 2 bagian. (David 1995 : 157)

Diatoma frustule: the epitheca is


at the top, overlapping the
hypotheca. Scale bar = 2 μm.

Berdasarkan pola dan struktur pada frustule , diatom dibagi menjadi 2 ordo yaitu
Centrales dan Pennales.
a) Diatom pennales dari
Lyrella cell

Peripheral and central


focuses of Lyrella cell.

b) Valve and peripheral


focuses of Fallacia.