Anda di halaman 1dari 4

Erik : Dokter

Bella : Perawat

Dwi : Apoteker

Widya : Pasien

Siska : Keluarga pasien

Pertama boleh dijelasin tentang pengertian dan tujuan dari MESO

 Setting di rumah

Pada hari Sabtu saat sedang bersantai Widya tiba-tiba mengeluh sakit kepala parah dan
kesulitan bernapas

W : “ Siska sis, haduh kepala kakak sakit banget “ dengan nafas tersenggal-senggal dan
memegang kepala.

S : segera berlari keruang tengah ”Kak, kakak kenapa kak?”

W : “ Kepala kakak sakit banget sis, telinga kakak juga terasa berdenging”

S :” Kita kerumah sakit saja kak, ayo kak saya bantu berdiri”

Saat perjalanan menuju rumah sakit Widya merasaka mual dan nyeri dada

S : ” Kak kenapa kak? Sabar kak sebentar lagi kita sampai di rumah sakit

 Setting RS

Sesampainya dirumah sakit Widya langsung ditangani oleh perawat bella

B : “Mbak mbak bisa mendengar saya ? “ sambil menepuk pundak Widya

S : “Sus tolong kakak saya sus.”

B :“ Tenang ya dek, saya akan memeriksa keadaan kakak adek. Apa yang anda rasakan
mbak ?”

Saat perawat bertanya ke Widya tetapi, widya sudah kesulitan untuk menjawab pertanyaan
dari perawat

S :” Sus, kakak saya mengeluh kepalanya sakit parah, saat bernapas juga terasa sulit dan
kakak juga mengatakan bahwa telinga berdengung. Terus dalam perjalanan ke sini
kakak saya juga mual dan nyeri di dadanya”

B : “ Apa ada lagi yang dirasakan kakak adek ?”


S : “Tidak ada sus.”

B :” Baik kalau gitu tunggu sebentar biar saya periksa dulu ya kakak adek.”

Kemudian perawat melakukan pemeriksaan kepada pasien , datanglah dokter Erik ke IGD

B :” Dokter pasien ini mengalami sakit kepala, sulit bernafas,telinga berdengung,mual


dan nyeri pada dada dok, TD pasien 200/100 dok, suhu badan pasien 36º C.”

E :” Baik sus, biar saya periksa dulu keadaannya”

Dokter memeriksa keadaan pasien

E :” Ini obat yang harus diberikan kepada pasien sus, minta tolong di ambilkan ke
instalasi farmasi dan tolong pindahkan pasien ke ruang rawat inap ya sus !.”sambil
memberikan resep obat

Kemudian pasien dipindahkan ke ruang rawat inap dan perawat segera mengambil obat ke
ruang instalasi farmasi

B :” Bu, saya mau menebus obat ini.”menyerahkan resep kepada apoteker

D :” Baik sus, tunggu sebentar saya siapkan obatnya dulu.”

Menyiapkan obat

D : “ Ini sus obatnya.”

B :” Terima kasih bu.”

D :”Sama-sama.”

Beberapa hari kemudian, apoteker Dwi melakukan visite kepada pasien

D :” Selamat pagi mbak, saya apoteker Dwi yang bertugas untuk visite hari ini.
Bagaimana keadaan mbak sekarang ?

W :” Lebih mendingan bu.”

D :” Alhamdulillah kalau gitu, apa obatnya rutin diminum mbak ?”

W :” Rutin buk. Tapi saya kok merasakan lebih sering batuk ya bu?”

D :” Batuknya mulai kapan mbak?”

W :” Satu hari setelah minum obat yang diberikan perawat bu.”

D :” Batuknya berdahak atau tidak mbak?”

W :” Selama ini tidak ada dahaknya buk.”


S :” Iya ibu kakak Widya sekarang lebih sering batuk, bahkan pada malam hari selama
tidur kakak juga batuk-batuk terus.”

D :” Begitu ya, mbak apakah sering juga diresepkan obat ini (captopril)?”

W :” Sering bu, saya sudah lama mengkonsumsi obat ini.”

D :” Apakah selama batuk makin terasa nyeri dadanya mbak ?”

W :” Sesekali bu nyerinya terasa.”

D :”Baik mbak saya akan beritahu dokter tentang batuk yang anda rasakan. Mbak
istirahat yang cukup ya biar cepat sembuh dan pulang kerumah.”

W :”Baik bu, terima kasih”

D :”Sama-sama mbak, saya tinggal dulu ya.”

S :” Terima kasih bu.”

Apoteker segera bertemu dengan dokter untuk memberi tahukan tentang keluhan yang
dirasakan pasien.

D :” Selamat siang dokter, saya Dwi apoteker yang bertugas untuk shift hari ini.”

E :” Iya ada apa bu ?”

D :” Dok saya mau memberi tahu bahwa pasien atas nama mbak Widya umur 25 tahun
bangsal melati nomor kamar 25 menerima obat catopril dan mbak Widya mengalami
batuk yang cukup sering dok dan mbak widya juga merasakan nyeri dada sesekali
selama batuk dok. Apakah boleh saya menyarankan untuk mengganti obat dengan
obat yang lain, atau dapat ditambahkan dalam resep untuk obat batuknya dok? Saya
khawatir efek samping batuknya dapat membuat mbak Widya semakin sulit
bernafas.”

E :” Batuknya mulai kapan ya bu?”

D :” Pasien merasakan batuk sehari setelah mengkonsumsi obat dok.”

E :” Baik bu,saya akan menuliskan resep yang baru untuk diberikan kepada pasien.”

D :” Baik dokter.”

E :” Minta tolong untuk dipantau terus kondisi pasien dan jangan lupa untuk
berkomunikasi dengan perawat yang merawat pasien bu. Oh iya bu jangan lupa juga
untuk mengisikan formulir kuning untuk pelaporan ESO ”

D :” Baik dok, akan saya lakukan.”

E :” Terima kasih bu.”


D :” Sama-sama”

Kalau cukup endingnya boleh kayak kita jelasin formulir kuning (untuk pelaporan MESO)
bisa berupa foto atau apa aja seenaknya.

Gimana menurut kalian?

Ini contoh Formulirnya