Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REVIEW

“GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA”

OLEH:

NAMA : NURADHAYATI

NIM : 3173331037

Kelas : B 2017

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena penulis masih
dapat membuat tugas Critical Book Report (CBR) ini tepat pada waktunya. Makalah ini
membahas tentang perbandingan antara dua buku tentang Geografi Regional.

Adapun tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas CBR mata kuliah Geografi Regional.
Penulis berharap makalah ini menjadi salah satu referensi bagi pembaca bilamana hendak
membandingkan isi dua buku.

Kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan supaya makalah
ini menjadi lebih baik. Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih kepada pembaca atas
perhatiannya.

Medan , September 2018

NURADHAYATI

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………............... 2

Daftar Isi…………………………………………………………………………….............3

Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………………..4

1. Informasi Bibliografi…………………………………………………….............4

Bab II Pembahasan…………………………………………………………………………..5

1. Latar Belakang…………………………………………………………..............5
2. Permasalahan yang akan dikaji………………………………………………… 5
3. Konsep yang digunakan………………………………………………………... 5
4. Metode yang digunakan………………………………………………………... 5

Bab III Pembahasan secara umum buku…………………………………………………… 6

1. Sinopsis Buku……………………………………………………………........... 6
2. Kelebihan dan Kekurangan……………………………………………….......... 11
3. Analisis Book Report
…………………………………………………………………...12

Bab IV Penutup……………………………………………………………………….......... 13

1. Kesimpulan……………………………………………………………………... 13
2. Saran………………………………………………………………………......... 13

3
BAB I

PENDAHULUAN

a. Informasi Bibliografi

No Keterangan Buku I Buku II


1 Judul Pengantar Geografi Dasar-Dasar Kajian Geografi
Regional Regional
2 Penulis Drs.Mahardi S.K.,M.Si Prof.Dr.Suharyono

3 ISBN 978-602-258-222-9 978-602-258-078-2

4 Penerbit Penerbit Ombak Penerbit Ombak

5 Tahun Terbit 2014 2013

6 Urutan Cetakan Pertama Pertama

7 Dimensi Buku 14,5 x 21 cm 14,5 x 21 cm

8 Tebal Buku xxii + 234 hlm x + 320

4
BAB II

PEMBAHASAN

a. Latar Belakang Masalah

Dalam pembelajaran geografi semua orang berfikir tidak jauh-jauh dengan peta padahal
geografi membahas banyak ruang lingkup yang tentunya berfungsi dalam kehidupan sosial
maupun secara ilmu pengetahuan. Beberapa hal mengemukakan bahwa geografi dibutuhkan
adalah sebagai berikut.

Memahami sistem fisik dasar yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari, lalu mempelajari
lokasi suatu tempat dan karaktetristik fisik dan budayanya agar supaya fungsinya lebih efektif
dengan semakin bertambahnya saling ketergantungan kehidupan kita didunia, memahami
geografi pada masa lampau dan bagaimana geografi memiliki pernana penting dalam evolusi
penduduk, ide-ide mereka, tempat, dan lingkungannya, mengembangkan mental peta komunitas
anda, provinsi atau wilayah, negara dan dunia sehingga anda dapat memahami dimana tempat
dan kejadian itu berada, menjelaskan bagaimana proses sistem manusia dan alam sebagai
penyusunannya dan selalu terus menerus merubah permukaan bumi, memahami ortganisasi
keruangam masyarakat dan melihat susunannya yang sering nampak berpemcar-pencar
penduduk dan tempatnya secara acak,mengenali distribusi keruangan dalam semua ukuran, mulai
lokal sampai keseluruh dunia, agar bisa dapat memahami kekompleksan konektivitas penduduk
dan tempat tinggalnya,mengapresiasikan bumi sebagai tempat tinggal manusia dan memberikan
wawasan yng bermanfaat untuk membuat suatu keputasan dan manajemen secara bijaksana bagi
sumber daya yang digunakan didunia, memahami saling ketergantungan global dan menjadi
negara dunia yang baik.

b. Permasalahan yang akan diuji

Dalam Pengantar Geografi ini masalah yang diuji hal-hal mengenai globalisasi,
keanekaragaman budaya, teknologi dan internet,bisnis industri dan pelayanan sosial, perubahan
iklim, energi,bencana alam dan teknologi, serta transportasi.

c. Konsep yang digunakan

5
Konsep yang digunakan adalah membandingkan dua buku dengan sistematis agar mudah
dimengerti para pembaca. Membandingkan dua buku baik melalui isi, maupun tampilan
penulisan serta tata bahasa.

d. Metode yang digunakan

Metode yang digunakan penulis adalah deskripsi, pada setiap pokok pokok pembahasan
selalu di sertai definisi dan penjelasan sehingga memungkinkan pembaca untuk selalu mengerti
secara mendalam mengenai suatu pembahasan.

6
BAB III

PEMBAHASAN BUKU

a. Ringkasan buku

BUKU 1

Adanya beberapa kesan mengenai Geografi dan perkembangan sejarah geografi dari
masa Yunani Kuno sampai saat ini, maka menurut Broek(1980) hakikat geografi ada 6, yakni;
Geografi sebagai pengetahuan biofisik, Geografi sebagai relasi hubungan timbal balik antara
manusia dan alam,Geografi sebagai ilmu ekologi manusia,Geografi sebagai studi bentang lahan,
Geografi sebagai studi penyebaran gejala dipermukaan bumi, Geografi sebagai teori keruangan
bumi atau mapping sciences.

Objek kajian geogafi terkadang dipelajari oleh ilmu-ilmu lain (objek material). Hal yang
membedakan antara satu ilmu dengan ilmu lain dalam hal memcahkan masalah atau dalam
memberikan sejumlah alternatif pemecahan masalah(objek formal). Objek kajian geografi sangat
luas (objek material) mencakup aspek fisik (lingkungan),aspek manusia serta aspek hubungan
manusia dengan lingkungan.

Tugas ahli geografi tidak hanya sekedar membahas dan mengingat nama dan tempat yang
tersebar dibumi sebagaimana anggapan sebagian orang awam. Tugas utama ahli geografi adalah
ia mampu mengorganisir waktu. Untuk dapat mengorganisir keruangan ini, ahli geografi sangat
berkaitan dengan 3 pertanyaan penting tentang segala sesuatu didunia,yaitu :

1. Dimana sesuatu itu?


2. Mengapa sesuatu ada disana?
3. Apa konsekuensinya sesuatu ada disini?

Pada pembahasan pendekatan geografi ini,anda akan diajak mengkaji secara seksama
tentang perdebatan geografi yang disepakati oleh ahli-ahli geografi. Pada pendekatan itu akan
dibahas contoh penerapannya. Di Indonesia telah diadakan seminar dan lokakarya yang
diselenggarakan di Semarang 1989 dan 1990 telah disepakati pendekatan geografi ada 3 macam,
yakni : Pendekatan keruangan, pendekatan ekologikal, dan pendekatan kompleks wilayah.

7
Pada pembahasan ilmu pengetahuan sosial di SMP/MTs dan Paket B mempunyai banyak
tujuan terutama mengembangkan pengetahuan dasar kesosiologian, kegeografian,
kekonomian,kesejahteraan,dan kewarganegaraaan. Mengembangkan kemampuan
berfikir,inquiri, pemecahan masalah dan keterampilan sosial. Membangun komitmen dan
kesadaran tentang nilai-nilai kemanusiaan. Meningkatkan kemmapuan berkompetensi dan
bekerjasama dalam masyarakat yang majemuk,baik dalam skala nasional maupun internasional.

Sementara tujuan pembelajaran IPS Geografi adalah sebagai berikut: “ Mengembangkan


pengetahuan dasar kegeografian” disamping itu ada 3 esensi kompetensi dasar pengajaran

Geografi merupakan ilmu yang menggambarkan tentang keadaan bumui. Perumusan


yang sederhana ini telah mengalami perubahan, kemajuan zaman, kemajuan pandangan, dan
kegunaan ilmu itu sendiri,serta bidang kajian geografi semakin bertambah luas yang mencakup
aspek fisik, aspek manusia serta ketertarikan manusia dengan lingkungannya

Ada 3 dasar penggolongan definisi regional yakni;

1. Kelompok pertama mengenai gejala-gejala kemanusiaan (human phenomena)


2. Kelompak kedua mendasarkan pada gejala-gejala alamiah (natural phenomena)
3. Kelompok ketiga mendasarkan batasannya pada gejala-gejala geografi ( geographycal
phenomena)

Geografi regional bertujuan untuk menghadirkan fakta-fakta esensial dari gagasan-


gagasan tentang lingkungan alam dan budaya melalui cara-cara bagaimana pembaca
menggunakan konsep,gagasan, dan generalisasi tentang lingkungan dunia secara komprehersif.

Pengertian mengenai wilayah(region) dibagi menjadi 3 golongan yaitu; Konsep wilayah


yang ditinjau dari segi tipenya, Konsep wilayah berdasarkan Rank/Hirarki,Konsep wilayah
berdasarkan kategori.

Pengertian wilayah adalah usaha untuk membagi-bagi permukaan bumi atau bagian
permukaan bumi tertentu untuk tujuan tertentu pula. Pembagian dapat berdasarkan kriteria-
kriteria tertentu yakni; administrasi,politik, ekonomi,sosial,fisik,geografis, dan sebagainya.

8
Pendekatan atau Pengorganisasian Kajian Geografi Regional yang dipakai antara ahli
geografi satu dengan lainnya adalah berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan kriteria apa yang
dipakai dalam mengartikan suatu region yang dimaksud.

Pada saat kita mengidentifikasi wilayah biasanya lebih banyak kita berkaitan dengan
beberapa karakteristik “feature” suatu wilayah dibandingkan dengan hanya, karakteristik suatu
“feature” wilayah saja. Wilayah kenampakan tunggal (Singel feature Region) misalnya sebagai
contoh seperti daerah penyaluran para pedangan eceran dan penyebaran para konsumennya bagi
para ahli geografi dianggap kurang menantang untuk tujuan penelitian bila dibandingkan dengan
tipe wilayah kenampakan jamak (Multiple features region).

Menurut Aristoteles suatu tempat dapat didefinisikan sebagai bagian ruang geografi yang
ditempati oleh seseorang atau sebuah benda. Sesuai dengan definisi ini suatu tempat merujuk
pada suatu bagian keruangan yang batasannya pasti yang didasarkan pada suatu kandungan
tertentu sebagai contoh tempat suatu buku adalah ruang dimana buku ini menempatinya ,tempat
suatu kota adalah wilayah yang berisi bangunan-bangunan,jalan,dsb

Kriteria yang dipilih untuk mendefinisikan suatu wilayah ditentukan oleh konsep yang
digunakan. Penetapan wilayah barangkali kriterianya didasarkan pada unsur seperti: fisik,
budaya,sosial, politik atau karakteristik urban. Oleh sebab itu pemilihan serangkaian kriteria
tertentu terhadap suatu wilayah akan berbeda dengan wilayah sekitarnya.

Secara umum negara-negara didunia ini dikelompokkan menjadi negara kaya dan negara
miskin. Berbagai penulis menggunakan istilah seperti: negara maju dan negara tidak maju,
negara maju dan negara berkembang, negara lebih maju dan negara kurang maju, negara industri
dan negara non-industri, dan negara selatan yang didasarkan pada negara-negara makmur
terkonsentrasi dibelahan bumi utara, sebaliknay negara miskin terletak dibelahan bumi selatan.
Menurut Bank Indonesia sebagai agen yang memonitorin keadaan ekonomi sebagaimana
dikemukakan oleh De-Blij dan Muller mengklarifikasi negara-negara didunia kedalam empat
kelompok,yaitu: 1)Berpendapatan menengah atas 2) berpendapatan menengah atas 3)
berpendapatan menengah bawah 4) berpendapatan rendah.

De Blij dan Muller dalam bukunya yang berjudul Geography: Realms,Regions, and
Concepts menyatakan ada sejumlah konsep dasar yang digunakan untuk memahami geografi

9
regional dunia, yaitu sebagai berikut: Perspektif Geografis, yaitu cara pandang ahli geografi yang
berkaitan dengan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan disuatu wilayah
yang menitikberatkan pada keruangan dantempat . Region dan Realm. Skala wilayah, Latar
belakang fisik. Region kebudayaan. Realm penduduk dan Pola Pembangunan.

BUKU II

Demikian dengan banyaknya batasan pengertian(definisi) geografi telah dikemukakan


orang sejak masa geografi klasik pada zaman Yunani hingga munculnya Geographia Generalis
yang ditulis Bernadus Varenius pertengahan abad 17 , pada masa geografi modern abad 19 dan
20 pada masa-masa geografi mutakhir sejak tahun 1960-an. Definisi yang membatai geografi
sebagai ilmu gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dan penduduknya disusun menurut letaknya
dan menerangkan baik terdapatnya bersama-sama maupun berhubungan timbal baliknya gejala-
gejala dan sifat-sifat itu dikemukakan oleh Ferdindand Von Richthofen di Jerman pada tahun
1883.

Geografi regional merupakan bagian geografi yang memutuskan perhatiannya pada


kajian kewilayahan muka bumi yang keadaannya dinamis,berubah dari waktu ke waktu,dan
menyangkut dimensi tempat, ruang dan waktu , baik yang terkait dengan keadaan lingkungan
alam maupun kehidupan manusianya.

Keadaan geologi menjadi dasar perkembangan dan persebaran aneka macam


bentuklahan,jenis tahan, sumber-sumber mineral dan tenaga serta untuk sebagian juga
berpengaruh atas jenis tumbuhan dan hewan,misalnya oleh sebab adanya relief dasar laut,
pegunungan, jenis tanah dan keadaan sejarah kulit bumi.

Kajian mengenai bentuklahan makin banyak mendapat perhatian para


geografiwan,khususnya dalam memenuhi kebutuhan pembangunan,disamping juga karena
adanya perubahan bentuk muka bumi yang makin cepat dan juga dengan dipakaiya teknik
penginderaan jauh dan sistem informasi geografis yang semakin memudahkan pengukuran
analisa serta kegunaan yang beranekaragam. Kajian geomorfologi pada awalnya berkembang

10
terutama di Amerika berkaitan dengan adanya kerusakan lahan secara besar-besaran sejak
kedatangan Eropa abad 15 dan 16.

Studi regional atau pendekatan berdasar pada konsep regional merupakan bagian penting
dalam studi geografi. Sejarah yang merupakan ilmu yang pertama-tama mempelajari peristiwa
kehidupan manusia sepanjang masa mendapatkan kenyataan bahwa peristiwa itu berlangsung
ditempat tertentu. Disiplin ilmu yang mempelajari suatu jenis proses atau sekelompok proses
mungkin akan mempertimbangkan adanya fenomena yang dihasilkanoleh sebab hubungan
khusus dengan keadaan tempat tertentu.

Mengingat penggunaan sebutan region,wilayah, atau kawasan masih tampak belum baku
dan dapat menimbulkan salah satu tafsir yang kiranya dapat dihindarkan,pada bagian ini
beberapa pengertian dasar dan prosedur dalam mempelajari region atau kawasan disajikan secara
agak rinci. Uraian ini merujuk pada yang termuat pada tulisan Derwent Whittlesey “The Region
Concept and The Regional Methode”dalam buku James and Jones (Ed) berjudul American
Geography Inventory and Prospect.

Pada masa perkembangannya, geografi regional merupakan kajian tertentu yang


melibatkan kajian-kajian geografi sistematik yang dipusatkan pada suatu wilayah tertentu. Kalau
sejak tahun 1970-an dan akhir-akhir ini para geografiawan kembali pada kecenderungan kajian
terpadu, setelah solah-olah terkotak-kotak atas geografi fisik dan geografi manusia sejak masa
Humboldt dan Ritter,maka geografi regional mempunyai arti yang cukup penting untuk
memahami karakteristik,potensi dan permasalahan wilayah.

Pada dasarnya kajian geografi memang menyangkut baik aspek lingkungan alam maupun
kehidupan manusia,karena walaupun fokus kajian pada lingkaran alam tentu kajiannya perlu
dikaitkan dengan kegunaannya atau kepentingan kehidupan, bahkan juga perlu memperhatikan
peranan dan kecenderungan perilaku manusia yang berpengaruh atas perubahan kondisi
lingkungan alam sekitar.

Kondisi lingkungan alam yang bersangkutan berbeda seperti keadaan benua Afrika yang
terbentuknya kompak dan penuh rintangan alam yang berbeda dengan keadaan alam di Asia
Selatan,Asia Tenggara, ataupun keadaan di Amerika.

11
Potensi sumber kekayaan alam yang berbeda antara wilayah satu dengan yang lain seperti
Asia Tenggara dan India yang merupakan sumber asal rempah-rempah yang sangat dibutuhkan
oleh Eropa sejak terputusnya pasokan akibat jatuhnya Konstatinopel ke tangan orang Islam pada
tahun 1453 sehingga sebagian Asia Tenggara di kuasai eksploitasi jazirah Arab yang beriklim
gurun dan panas.

Sebagai region dalam hirarki yang paling tinggi, meskipun kawasan negara berkembang
yang biasa disebut juga Dunia Ketiga dapat dipandang juga sebagai region tersendiri yang
mencakup lebih dari satu benua Asia, meliputi sub-kawasan benua dan negara yang hampir
semua kecuali Jepang dan bagian wilayah Rusia tergolong dalam kelompok wilayah negara yang
sudah beranjak beralih ke negara maju.

Australia dan Eropa yang letak dan lingkungan alamnya sangat berbeda namun memiliki
kemiringan dalam hal landskap budayanya, merupakan bagian-bagian wilayah muka bumi yang
terpisah jauh dan masing-masing sebagai realm tersendiri dengan karakteristiknya, potensi-
potensi dan permasalahannya berbeda. Eropa yang merupakan bagian ujung barat.

Daratan Afrika yang dulu menyatu dengan daratan/benua-benua lain juga kaya akan
temuan-temuan paleo-antropologis yang menggambarkan adanya makhluk purba yang
mengarahkan pada teori evolusi tentang “penduduk” tertua benua tersebut dan juga peradaban
sangat tua yang telah ada di Afrika. Namun meski letaknya juga paling dekat denganEropa yang
merupakan pelopor negara maju baru sesudahnya pertengahan abad ke 19 wilayah Afrika secara
umum menjadi negeri jajahan Eropa dan mendapatkan kemerdekaannya lebih kemudian dari
wilayah Asia dan Amerika. Kini hampir semua negara di Afrika tergolong dalam kelompok
negara berkembang.

Benua Amerika yang sejak lahir abad ke 15 dan abad 16 telah menjadi wilayah jajahan
Eropa telah lebih dahulu memperoleh kemerdekaannya,walaupun oleh sebab proses
sejarah,penduduk dan keadaan lingkungan alamnya Amerika Utara lebih dahulu mendapatkan
kemerdekaannya dan kini tergolong sebagai kelompok negara maju,sementara wilayah Amerika
Tengah dan Selatan yang telah berhasil membebaskan diri dari penjajahan sejak 1800an kini
tegolong sebagai negara berkembang

12
Kelebihan dan Kekurangan

1. Bahasa

No Penilaian BUKU 1 BUKU 2

1 Pengetikan Pengetikan pada buku pertama Pengetikan sangat baik dan


tidak terlalu banyak kesalahan. memiliki jarak yang cocok
Perbedaan paragraf satu dengan bagi pembaca sehingga
yang lainpun menjorok kedalam pembaca tidak kewalahan
dengan rapi antara diatas dalam membaca tulisan
dengan dibawah. yang terlalu berdekatan.
Namun ada beberapa
paragraf yang seharusnya
menjorok kedalam agar
menjadi pembeda sebagai
paragraf tapi tidak
demikian.
2 Penggunaan Penggunaan ejaan sangat Penggunaan ejaan kurang
Ejaaan mudah dimengerti meskipun mudah dimengerti karena
ada beberapa kalimat awam banyak kalimat kalimat
bagi para pembaca namun yang langsung berubah atau
secara keseluruhan penggunaan tidak ada pengulangan agar
ejaan pada buku ini sangat baik ada kaitan dengan kalimat
sebelumnya.
3 Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan Gaya bahasa yang
adalah bahasa formal yang digunakan sangatlah berat.
biasa digunakan sehari-hari.
4 Struktur Bahasa Struktur bahasa yang digunakan Meskipun struktur
sederhana dan tidak telalu bahasaya cukup rumit
banyak hal-hal awam dibeberapa paragraf, namun
didalamnya. buku ini memiliki cara

13
penyampaian yang mudah
dimengerti
5 Sistematika Setiap bab dimulai dibagikan Setiap awalan bab selalu
Buku dengan baik sehingga pembaca dimulai dengan
mudah mencari bab-bab yang pendahuluan dan tujuan
dibutuhkan. sehingga pembaca langsung
dapat mengetahui apa saja
isi dari bab bab yang ada di
buku tersebut.
6 Gaya Gaya penyampaian sedikit Gaya penyampaian sangat
Penyampaian memiliki kiasan sehingga mudah dimengerti karena
pembaca perlu ekstra berfikir selalu disertai contoh setiap
ketika membaca kalimat- ada sesuatu yang
kalimat yang ada dibuku dijelaskan.

a. Analisis Critical Book

c.1. Tujuan penulisan buku

Inti dari penulisan kedua buku ini adalah sama sama menjelaskan hakikat sampai
deskripsi ataupun penjelasan secara detail mengenai Pengantar Geografi Regional, apa saja yang
terjadi serta penyebab-penyebab suatu kejadian yang ada pada Pengantar Geografi Regional

c.2. Isi

Isi dari kedua buku ini adalah sama-sama menjelaskan apa yang terjadi tentang pada
Pengantar Geografi Regional . Kedua buku ini benar-benar menjelaskan Pengantar Geografi
Regional secara detail bahkan disertai gambar agar pembaca mudah memahami. Disetiap
gambarpun ada beberapa yang ditambahkan keterangan ataupun penjelasan dari para penulis
untuk mendukung pemahaman dari para pembaca.

c.3. Penilaian kualitas isi

14
Penilaian pada buku pertama sangat baik karena lebih mudah dipahami dan penyampaian
yang dilakukan penulis mudah sampai kepada pembaca. Isinya sangat terstruktur dari definisi,
cara kerja sampai contoh dijelaskan secara runtut agar pembaca mudah mengerti meskipun masi
terdapat banyak kiasan atau kata kata yang masih awam ditelinga. Dan penilaian pada buku
kedua pun baik karena setiap buku memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, namun pada
buku kedua ini penjelasannya kurang runtut namun karena sering ditambahkan gambar dan
grafik dapat memungkinkan pembaca mengerti lebih mudah.

15
BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Kedua buku ini ditulis untuk memudahkan pemahaman dan memperjelas inti dari kajian
regional baik untuk tataran akademis,masyarakat umum dan pejabat fungsional yang
berkepentingan dengan pemahaman kajian wilayah regional dan dunia.

Secara keseluruhan kedua buku ini sangat bisa direkomendasikan dalam mempelajari
Pengantar Geografi Regional namun, buku pertama lebih menarik dari segi penyampaian materi
karena hal itu dapat mempermudah pembaca mengerti hal yang dimaksud

SARAN

Jika ada cetakan kesekian pada buku pertama dan kedua diharapkan lebih memberikan
penjelaskan materi lebih spesifik namun dengan penyampaian yang mudah dipahami, serta
memilih kalimat-kalimat atau kata-kata yang lebih mudah dipahami.

16