Anda di halaman 1dari 4

KEPERAWATAN DASAR LANJUT

ESSAY KASUS SEKSUALITAS

Julasmi Eduwan
(F0H019027)
Kelas 1A

Dosen : Ns. Nurmukhoromatis, S.Kep.,M.Kep

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU
KASUS SEKSUALITAS

Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Pandeglang kembali terjadi.
Kali ini, nasib naas dialami RA yang masih berumur tiga tahun. Bocah ini dirusak masa depannya
oleh tetangganya sendiri berinisial SU (17) saat membeli es. Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu
Mochamad Nandar mengatakan, peristiwa pencabulan terjadi pada 28 Februari 2020 kemarin siang.
Saat itu, korban membeli es di rumah pelaku. Usai melayani, pelaku mengajak korban masuk ke
dalam rumahnya dalam kondisi sepi. Lalu pelaku menidurkan korban dilantai kemudian pelaku
membuka celana korban dan memasukan kemaluan pelaku: ujar Nandar.
Seusai puas melampiaskan nafsu birahinya, korban pun pulang. Dirumahnya, orang tua
korban mendapatkan keluhkan sakit pada alat kelamin anaknya. Saat ditanya, sang anak pun
menceritakan bahwa sudah disetubuhi oleh tetangganya. Tanpa pikir panjang, orang tua korban
kemudian melaporkan aksi bejat SU kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim
Polres Pandeglang. Pelaku berhasil diamankan semalam di rumahnya tanpa perlawanan. Akibat
kejadian tersebut, korban mengalami sakit di kemaluan, dan trauma," ujar Kasat.
Petugas juga mengamankan barang bukti berupa hasil visum, akta lahir, kartu keluarga, satu
pakaian atasan berwarna loreng army, baju dalam berwarna merah jambu dan celana pendek berwarna
putih milik korban. Kini SU mendekam di sel tahanan Mapolres Pandeglang guna
mempertanggungjawabkan perbuatannya. SU dikenakan pasal 76D jo pasal 81 dan atau pasal 76E jo
pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang
perlindungan anak.

ESSAY SEKSUALITAS
TANGGAPAN

Pelecehan seksual kalimat yang sudah tidak asing lagi kita dengar di sebagiab
kalangan masyarakat Indonesia. Karena setiap tahunnya selalu ada kasus yang ditangani oleh
pihak berwajib terkait dengan pelecehan seksual maupun kejahatan seksual. Kasus pelecehan
seksual pernah dialami dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari dewasa,
remaja, hingga anak-anak seperti kasus yang saya ambil di atas.
Sebelumnya pelecehan seksual itu adalah semua perilaku yang mengarah ke perilaku
seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh pihak yang menjadi sasaran,
sehingga menimbulkan reaksi negatif, marah, ataupun menjadi seseorang yang menutup diri
dengan orang lain atau menjauhkan diri dari lingkungan sekitar setelah mendapatkan
perlakuan yang tidak diinginkan oleh orang lain.
Pada kasus di atas termasuk penyimpangan seksual pada orang dewasa yaitu bisa
disebut Pedofilia yang artinya kepuasan seksual dicapai dengan menggunakan objek anak-
anak sebagai pelampiasan hawa nafsu seksualnya kepada lawan jenis. Seseorang yang
mengidap pedofilia disebut dengan pedofil. Penting untuk kita ketahui bahwa pedofilia
adalah penyakit. Walaupun tidak semua orang pedofil melakukan kejahatan atau pelecehan
terhadap anal-anak.
Kasus diatas menerangkan bahwa seorang anak yang sedang membeli jajanan di
warung, lalu dia diajak oleh seseorang tetangga yang mungkin ia sudah kenal lama, sehingga
tidak ada keraguan di dalam hati anak itu menolak dan menerima ajakan dari orang tersebut
ke dalam rumah. Di sini kita peran kita sebagai seorang milenial penjelasan tentang sex
education terhadap anak-anak perlu di berikan kepada anak-anak.
Pendidikan seks (seks education) adalah suatu informasi mengenai persoalan
seksualitas manusia, meliputi proses terjadinya pembuahan, tingkah laku seksual, hubungan
seksual, dan aspek-aspek kesehatan secara jelas dan benar. Namun hingga sekarang sebagian
masyarakat hal itu masih menjadi hal yang tabu dan terbilang sempit. Pendidikan seks yang
dilakukan sejak dini bisa mencegah terjadinya perilaku penyimpangan seksual.