Anda di halaman 1dari 4

No Daftar Temuan Dampak Potensial Rekomendasi Audit Program

1. Tidak ada pemisahan fungsi pada Tidak adanya control untuk Bagian Gudang Dibentuk Bagian Administrasi Persediaan 1. Melakukan wawancara dengan Bagian
proses pemesanan barang, ditandai dalam manajemen barang masuk dan keluar. di bawah Bagian Akuntansi yang tugasnya Gudang terkait alur dan otorisasi
dengan tidak adanya Bagian Bagian Gudang bisa saja melakukan menyelenggarakan catatan mengenai Permintaan Pembelian
Administrasi Persediaan. permintaan pembelian untuk menutupi persediaan barang (dagangan) dan
Permintaan pembelian diajukan oleh kekurangan persediaan barang akibat mengajukan permintaan pembelian bila 2. Melakukan pengujian dokumen dengan
Bagian Gudang yang mana juga kecurangan yang dilakukan Bagian Gudang persediaan sudah menipis berdasarkan memeriksa dasar dilakukannya Permintaan
berfungsi menerima, memeriksa barang sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kartu persediaan atau reoder point. Hal ini Pembelian dan pihak yang memberikan
yang sudah diperiksa Bagian kerugian bagi perusahaan dilakukan untuk pencegah kecurangan otorisasi
Penerimaan serta menyimpan barang di pegawai gudang dalam
gudang pengadministrasian jumlah barang di 3. Melakukan stock opname pada
gudang. persediaan di gudang, dibandingkan
dengan pencatatan persediaan

2. Bagian Pembelian tidak memiliki Daftar > Perusahaan tidak mendapatkan harga > Perusahaan sebaiknya membuat 1. Melakukan wawancara dengan Bagian
Rekanan Mampu (Approved Vendor terbaik dalam pembelian karena proses Approved Vendor List (AVL) Pembelian terkait alur dan otorisasi
List) dan tidak melalui mekanisme pembelian tidak melalui mekanisme Pembelian
penawaran bersaing penawaran bersaing sehingga dapat > Sebelum melakukan pembelian,
merugikan perusahaan perusahaan menerbitkan Surat 2. Melakukan pengujian dokumen dengan
Permintaan Penawaran Harga ke rekanan memeriksa dasar dipilihnya rekanan dan
> Dapat menimbulkan adanya kolusi antara untuk mendapatkan harga penawaran otorisasi pembelian
Bagian Pembelian dan rekanan karena tidak terbaik untuk perusahaan
ada transparansi dasar pemilihan rekanan dan 3. Melakukan pengecekan tingkat frekuensi
tidak ada pembatalan kontrol dalam pemilihan > Melakukan Pemutahiran AVL melibatkan (seberapa sering) pembelian dilakukan
rekanan Bagian Gudang, Bagian Penerimaan pada masing - masing rekanan
Barang dan Akuntansi
4. Melakukan konfirmasi pembelian ke
rekanan
3. Purchase Requisition tidak ditembuskan Adanya Ketidakcocokan antara Purchase > Purchase Requisition ditembuskan ke Mencocokkan kesesuaian jumlah dan
ke Divisi Administrasi Hutang Dagang, di Requisition dan Purchase Order yang Divisi Administrasi Hutang Dagang, di identitas barang yang diminta dalam
bawah Bagian Akuntansi. menyebabkan terdapat barang yang tidak bawah Bagian Akuntansi karena Divisi Purchase Requisition dan yang dipesan
diminta namun dilakukan pemesanan oleh tersebut berfungsi sebagai Controller dalam Purchase Order
Bagian Pembelian proses pembelian sebelum akhirnya
dilakukan pembayaran

> Purchase Requisition tidak perlu


ditembuskan ke Bagian Penerimaan
karena tugas Bagian Penerimaan hanya
menerima dan memeriksa kesesuaian
barang yang diterima dari rekanan dengan
Purchase Order

4. Purchase Order dibuat enam rangkap Purchase Order yang diberikan dua rangkap > Purchase Order dibuat dengan 1. Melakukan pengecekan kesesuaian
yang mana dua rangkap diberikan dan tidak prenumbered kepada rekanan dapat prenumbered dokumen Purchase Order dan Purchase
kepada Rekanan dan tidak dibuat pre- disalahgunakan rekanan dengan menganggap Requisition dengan memastikan tidak
numbered adanya dua pemesanan barang sehingga > Purchase Order diberikan satu rangkap adanya pembelian yang double
terjadi double pemesanan yang menyebabkan kepada rekanan
kerugian perusahaan karena memesan barang 2. Melakukan konfirmasi pembelian kepada
di luar kebutuhan rekanan

5. Bagian Penerimaan hanya melakukan > Barang yang diterima dimungkinkan tidak Bagian Penerimaan memeriksa baik 1.Melakukan penyecekan dokumen
fungsi penerimaan dan penghitungan dalam kondisi yang bagus atau rusak sehingga kuantitas, kualitas, spesifikasi maupun Reporting Report dan Purchase Order
barang. Receiving Report dibuat hanya tidak dapat diproses dan menimbulkan kondisi barang yang diterima sehingga
berdasarkan Purchase Order dan kerugian bagi perusahaan barang yang masuk ke gudang dan 2. Melakukan inspeksi ke Bagian
penghitungan fisik barang yang Reporting Report yang dibuat memang Penerimaan terkait penerimaan barang
diterima > Spesifikasi barang tidak sesuai dengan yang sesuai dengan yang diinginkan dalam yang dipesan
diminta di Purchase Order sehingga barang Purchase Order
kurang optimal untuk diproses dan 3. Melakukan inspeksi ke gudang terkait
menyebabkan kerugian bagi perusahaan persediaan rusak dan melihat tanggal
peneriman atas barang rusak tersebut
6. Receiving Report tidak dikirimkan > Adanya potensi barang hilang atau > Receiving Report dibuat tiga rangkap di 1. Melakukan wawancara ke Bagian
melalui Bagian Gudang sehingga tidak kecurangan pegawai ketika pemindahan Bagian Penerimaan. Satu rangkap Penerimaan dan Gudang terkait alur
ada pengecekan kembali dan barang dari Bagian Penerimaan ke Bagian diberikan ke Bagian Pembelian guna penerimaan dan penyimpanan barang
penandatanganan oleh Bagian Gudang Gudang karena tidak dilakukan pengecekan memberi tahu bahwa barang yang dipesan
di Receiving Report kembali oleh Bagian Gudang telah diterima dan sesuai dengan Purchase 2. Melakukan inspeksi ke Bagian
Order Penerimaan ketika penerimaan barang,
Tidak adanya penjelasan tentang > Receiving Report tidak menunjukkan secara serta mencocokkan Receiving Report
dimana barang disimpan, apakah di pasti barang yang benar - benar disimpan > Receiving Report rangkap kedua dan dengan barang yang disimpan di gudang
Bagian Penerimaan atau di Bagian dalam gudang karena hanya berdasarkan ketiga diserahkan ke Bagian Gudang untuk
Gudang kondisi di Bagian Penerimaan sehingga ada dilakukan pengecekan kembali dan 3. Melakukan pencocokan dokumen
potensi terjadi kesalahan pencatatan menandatanganinya, kemudian Receiving pencatatan persediaan dan barang yang
Receiving Report tidak diberikan ke persediaan Report yang telah ditandatangani, tersimpan di gudang
Bagian Persediaan guna dilakukan diserahkan ke Bagian Persediaan untuk
update pencatatan persediaan yang update pencatatan persediaan dan ke
masuk Bagian Administrasi Hutang Dagang

7. Adanya kewenangan berlebih di Bagian Adanya potensi kecurangan di Bagian > Proses matching Purchase Requisition, 1. Melakukan pencocokan dokumen
Pembelian yakni melakukan fungsi Pembelian terhadap pembelian baik dari Purchase Order, Receiving Report dan Receiving Report di Bagian Pembelian
pemesanan pembelian ke rekanan, memilih rekanan, memodifikasi invoicedan invoice dilakukan oleh Divisi Administrasi dengan barang yang benar - benar diterima
menerima dan mencocokkan Purchase Receiving Report dan proses matching yang Hutang Dagang dan disimpan
Requisition, Purchase Order, Receiving dapat di manipulasi untuk melakukan
Report dan Invoice pembayaran yang mungkin tidak sebenarnya > Bagian Pembelian hanya melakukan 2. Melakukan pengecekan kesesuaian
karena adanya modifikasi Reporting Report konfirmasi atas invoice ke Bagian dokumen Receiving Report dan Invoice
dan invoice yang diterima Administrasi Utang Dagang terkait faktur yang diterima
telah sesuai negosiasi, barang yang
diterima telah sesuai dan apakah diskon, 3. Melakukan pengecekan keabsahan
potongan dan retur telah dimasukkan ke invoice dan konfirmasi ke rekanan
dalam faktur
4. Melakukan pengujian kebenaran
matematis dalam dokumen - dokumen
pembelian tersebut

8. Perusahaan tidak memiliki Inventory > Perusahaan tidak memiliki data persediaan Perusahaan membentuk Bagian Melakukan stock opname persediaan dan
Record yang akurat dan up to date Persediaan untuk membuat Inventory melakukan pencocokan barang di gudang
Record guna update data persediaan dan dan saldo di pencatatan
> Adanya kemungkinan perusahaan melakukan permintaan pembelian ketika
mengalami kehabisan barang karena barang persediaan telah mencapai titik minimum
telah mencapai titik minimum dan perusahaan
tidak mengetahuinya

> Total Control tidak berjalan dengan baik


9 Perusahaan tidak melakukan Pengendalian terhadap utang dagang menjadi Membuat Voucher Register sebagai alat 1. Melakukan pengecekan jangka waktu
pencatatan melalui Voucher Register rendah sehingga adanya potensi loss karena pengendalian intern Bagian Administrasi dari pengiriman invoice sampai dengan
Bagian Administrasi Utang tidak Utang Dagang pembayaran
memperhatikan periode diskon dan
pembayaran melewati batas waktu pemberian 2. Melakukan pengecekan apakah ada
diskon sehingga fasilitas diskon tidak invoice yang belum dibuatkan voucher, dan
dimanfaatkan dengan baik sebaliknya satu invoice dibuatkan lebih dari
satu voucher

3. Melakukan pengecekan kebenaran


matematis antara invoice, voucher dan
jurnal