Anda di halaman 1dari 7

TUGAS FARMASI RUMAH SAKIT

OLEH:

YUNITA MANGAMPA ( N014192047 )


APOTEKER KELAS B

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2020
1. Apa itu medication Management Service ?

Jawab :  

Medication Management Service(MMS) atau Layanan manajemen obat


adalah kegiatan profesional yang diperlukan untuk memenuhi standar perawatan
dalam memastikan pengobatan dari setiap pasien (apakah itu resep, tanpa resep,
alternatif, tradisional, vitamin, atau suplemen nutrisi) yang dinilai secara individual
untuk menentukan bahwa setiap obat tersebut telah sesuai untuk kondisi medis
yang sedang dirawat, bahwa obat tersebut efektif dan mencapai tujuan yang
ditetapkan, bahwa obat itu aman untuk pasien dengan komorbiditas dan obat-obatan
lain yang diminum pasien serta pasien dapat dan mau mengambil obat-obatan
sebagaimana dimaksud (Cipolle, et al, 2004).

2. Apa beda The Prescription-Focused Approach dengan The Patient-Centered


Approach ?
Jawab :

Ada dua pendekatan berbeda dalam memberikan layanan manajemen


obat dalam praktek yaitu Prescription-Focused Approach atau pendekatan yang
berfokud pada resep dan The Patient-Centered Approach atau pendekatan
yang berfokus pada pasien.

Perbedaan dari 2 pendekatan ini yaitu untuk Prescription-Focused


Approach merupakan kegiatan penyerahan obat kepada pasien sesuai resep.
Kegiatan ini seperti penggantian generik, rekonsiliasi formularium obat,
penyediaan informasi obat, edukasi penyakit yang difokuskan pada produk obat,
aturan klinis berbasis populasi untuk penggunaan produk obat, dan beberapa
pemantauan khusus obat. Intervensi ini dilakukan ketika resep diterima, atau
diberikan sebagai hasil analisis data klaim resep. Secara singkat kegiatan ini
dimulai dengan resep dan hampir secara eksklusif berfokus pada produk obat
tertentu. Sedangkan Patient-Centered Approach merupakan Pendekatan yang
memberikan layanan manajemen pengobatan yang benar-benar terpisah dari
proses dispensing obat. Pendekatan ini mencakup praktisi terlatih khusus yang
biasanya seorang apoteker yang bekerja di klinik, home care, di ruang yang
terpisah dari area penyerahan obat di apotek, di fasilitas kesehatan mental, atau
sebagai konsultan untuk praktik kelompok dokter atau fasilitas hidup berbantuan
untuk lansia atau penyandang cacat. Pendekatan ini juga mencakup pasien
.Praktisi bekerja secara face to face, atau melalui telepon, atau biasanya
berdasarkan perjanjian,yang secara sistematis memberikan pelayanan yang
konsisten, dan menerapkan secara spesifik standar perawatan untuk setiap
pasien yang ditemui. Layanan ini didasarkan pada pharmaceutical care. Patient-
Centered Approach ini dimulai dengan memahami riwayat pengobatan setiap
pasien: mulai dari kekhawatiran, preferensi, keyakinan, dan perilaku mereka
terkait dengan obat yang mereka konsumsi. Layanan ini melibatkan pasien mulai
dari penilaian awal kebutuhan terkait obat-nya untuk mengidentifikasi masalah
terapi obat, menetapkan tujuan terapi hingga mengembangkan rencana
perawatan, dan untuk menyelesaikan evaluasi tindak lanjut untuk menentukan
outcome terapi pada pasien (Cipolle, et al, 2004).

3. Tulislan 7 kategori Drug Therapy Problems !


Jawab :

Kategori dan Penyebab Utama Drug Related Problem (DRPs) (Cipolle et al, 2004) :

Kategori Penyebab Utama


Terapi obat yang tidak diperlukan  Tidak adanya indikasi medik
(Unnecessary drug related) yang valid untuk terapi pada saat
itu
 Berbagai obat digunakan untuk
kondisi yang hanya
membutuhkan satu obat
 Kondisi medis yang lebih tepat
menggunakan terapi non obat
 Terapi untuk pencegahan efek
samping
 Penyalahgunaan obat
Perlu terapi obat tambahan (Need for  Kondisi yang membutuhkan
additional drug related) terapi baru
 Terapi obat pencegahan untuk
mengurangi risiko timbuknya
risiko baru
 Membutuhkan tambahan terapi
untuk mencapai efek sinergis
dan aditif
Obat tidak efektif (Ineffective drug)  Obat tidak efektif untuk kondisi
pasien
 Kondisi medis tidak dapat
disembuhkan dengan obat yang
diberikan
 Bentuk obat sediaan tidak sesuai
 Obat tidak efektif untuk indikasi
Dosis terlalu rendah (Dosage too low)  Dosis terlalu rendah untuk
menghasilkan respon yang
diinginkan
 Interval dosis terlalu besar untuk
menghasilkan respon yang
diinginkan
 Interaksi obat mengurangi jumlah
obat aktif yang tersedia
 Durasi terapi obat terlalu singkat
untuk menghasilkan respon yang
diinginkan
Efek samping obat (Adverse drug  Obat yang menyebabkan reaksi
reaction) tidak diinginkan yang tidak
berhubungan dengan dosis
 Diperlukan obat yang aman
karena faktor resiko
 Interaksi obat menyebabkan
reaksi yang tidak diinginkan
 Regimen dosis diberikan atau
berubah terlalu cepat
 Obat menyebabkan reaksi alergi
 Obat merupakan kontraindikasi
karena adanya faktor resiko
Dosis terlalu tinggi (Dosage too high)  Dosis terlalu tinggi
 Frekuensi obat terlalu sering
 Durasi obat terlalu panjang
 Interaksi obat menyebabkan
reaksi toksik
 Dosis obat diberikan terlalu cepat
Ketidakpatuhan (Noncompliance)  Pasien tidak memahami instruksi
 Pasien lebih memilih tidak
meminum obat
 Pasien lupa meminum obat
 Obat terlalu mahal bagi pasien
 Pasien tidak dapat menelan taua
mengelola obat tersebut sendiri
dengan tepat
 Obat tidak tesedia untuk pasien

4. Apa saja usaha-usaha untuk mengurangi Drug Related Morbidity and Mortality ?
Jawab :

a. Solusi yang ditawarkan pada tingkat kebijakan atau sistem


Pada tingkat sistem pemerintah membuat hukum, peraturan, dan
kebijakan untuk mencoba mengatur penggunaan obat-obatan. Mengontrol
zat-zat yang diusulkan, mengontrol kebutuhan akan resep, mengontrol yang
dapat meresepkan, dan mengotrol proses aplikasi semua produk obat baru
contohnya bagaimana mengelola penggunaan obat di tingkat sistem
b. Solusi yang diterapkan pada tingkatan institusional, praktek atau level
professional
Upaya pada tingkat ini melibatkan pendekatan organisasi, pendekatan
praktisi pada tingkat latihan, dan upaya yang diarahkan menuju pengelolaan
populasi pasien. Contoh rumah sakit sebagai organisasi kesehatan telah
berusaha untuk mengelola biaya obat mereka dan penggunaan terapi obat
melalui komite farmasi dan terapi yang juga dikenal sebagai komite P&T.
c. Solusi yang disampaikan pada tingkat pasien tertentu
Sistem pelayanan kesehatan dapat menimbulkan sejumlah masalah bagi
pasien dan orang yang meresepkan. Misalnya karena dibatasi dengan terlalu
ketat, bisa jadi tidak ada obat atau obat tertentu yang tersedia untuk pasien.
Selain itu, produsen atau apotekbisa mengalami kekurangan pasokan
sehingga produk tidak tersedia secara tepat waktu.

(Cipolle et al,
2004).

DAFTAR PUSTAKA

Robert J Cipolle et al. 2004. Pharmaceutical Care Practice: The Patient-centered


Approach to Medication Management Services, Third Edition. United State
of America : McGraw-Hill Education.