Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH TENTANG MANFAAT DAN LANGKAH – LANGKAH

INTERPROFESSIONAL EDUCATION DAN INTERPROFESSIONAL


COLLABORATION

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas dari Mata Kuliah Konsep
Dasar Keperawatan I
Dosen Pengampu: Indra Gunawan, MSN

Disusun oleh:
AZZARI RAHMADIANI : C1914201175
SITI NUR’ATIFAH : C1914201134
WIKI WINALDI RAHMAN : C1914201135
RAI FAHRUL SIDIQ : C1914201130
DENISA ALPATONAH : C1914201147
MUHAMMAD GABRIEL MAULANA : C1914201142
IRA MEIDA TRIMARYANI : C1914201148
RISKA MULYANI : C1914201174
LU’LU NUR FAIRUS SYIFA : C1914201145

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang
kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah mata kuliah Konsep Keperawatan Dasar I

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini
penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Tasikmalaya, 15 Oktober 2019

Tim Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................... i

DAFTAR ISI..................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................. 1

A. Latar Belakang ....................................................................... 1


B. Rumusan Masalah................................................................... 2
C. Tujuan..................................................................................... 2
D. Manfaat................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN.................................................................. 3

A. Interprofessional Education.................................................... 3
1. Pengertian IPE.................................................................. 3
2. Manfaat dan langkah – langkah IPE................................. 3
B. Interprofessional Collaboration..............................................
1. Pengertian IPC.................................................................. 5
2. Manfaat dan langkah – langkah IPC................................. 6

BAB III PENUTUP.......................................................................... 7

A. Kesimpulan............................................................................ 7
B. Saran...................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era kemajuan ilmu kesehatan saat ini, pendidikan merupakan suatu hal yang
penting dalam mengembangkan kualitas pelayanan kesehatan, berdasarkan hal tersebut maka
untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakan perlunya sistem pendidikan yang bermutu dan
mempunyai orientasi pada ilmu pengetahuan yang berkembang pesat seperti saat ini
(Febriyani, 2014). Peningkatan permasalahan pasien yang kompleks membutuhkan
keterampilan dan pengetahuan dari beberapa tenaga profesional (Keshtkaran et al., 2014).
Oleh karena itu kerja sama dan kolaborasi yang baik antar profesi kesehatan sangat
dibutuhkan untuk meningkatkan kepuasan pasien dalam melakukan pelayanan kesehatan.

IPC merupakan wadah kolaborasi efektif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan


kepada pasien yang didalamnya terdapat profesi tenaga kesehatan meliputi dokter, perawat,
farmasi, ahli gizi, dan fisioterapi (Health Professional Education Quality (HPEQ), 2011).
Sedangkan IPE merupakan proses satu kelompok mahasiswa yang berhubungan dengan kes
ehatan yang memiliki latar belakang jurusan pendidikan yang berbeda melakukan
pembelajaran bersama dalam masa pendidikan dengan berinteraksi untuk mencapai tujuan
yang penting dengan berkolaborasi dalam upaya promotif, preventif, kuratif, rehablitatif
(WHO, 2010, Department of Human Resources for Health). Perkembangan praktek
interprofesional dan fungsional yang terbaik dapat dicapai melalui pembelajaran antar
professional (Williams et al., 2013). Menurut Luecth et al. (1990) didalam IEPS
(Interdisciplinary Education Perception Scale) diterangkan terdapat empat komponen
persepsi tentang Interprofessional Education yaitu kompetensi dan otonomi, persepsi
kebutuhan untuk bekerja sama, bukti kerjasama yang sesungguhnya, dan pemahaman
terhadap profesi lain.
Kolaborasi dan kerjasama tersebut diharapkan pelayanan kesehatan dapat berjalan
dengan baik dan masalah kesehatan pasien juga bisa terselesaikan dengan baik. Untuk itu, tim
kesehatan perlu menjalin hubungan yang baik dan menyadari peran dan tanggung jawabnya
masing-masing. Penatalaksanaan kesehatan oleh tim kesehatan ini tidak hanya berfokus pada
pasien, namun juga pada keluarga pasien bahkan komunitas masyarakat sehingga masing-
masing profesi kesehatan memiliki perannya yang kompleks dan bertanggung jawab yang
besar. Walaupun demikian, setiap profesi tidaklah bekerja sendirian, tenaga kesehatan
lainnya sebisa mungkin saling membantu agar tercipta.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan IPE dan IPC?
2. Apa saja manfaat dan langkah – langkah IPE dan IPC?
3. Apa saja tujuan dari IPE dan IPC?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari IPE dan IPC
2. Mengetahui manfaat dan langkah – langkah IPE dan IPC
3. Mengetahui tujuan dari IPE dan IPC

D. Manfaat
Diharapkan dari pembuatan makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber bacaan dan
literatur bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Interprofessional Education
1. Pengertian Interprofessional education (IPE)
Center for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE,2002)
menyebutkan, IPE terjadi ketika dua atau lebih profesi kesehatan belajar bersama,
belajar dari profesi kesehatan lain, dan mempelajari peran masing-masing profesi
kesehatan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas kesehatan. IPE
adalah suatu pelaksanaan pembelajaran yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang
berbeda untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan dan pelaksanaannya
dapat dilakukan dalam smua pembelajaran, baik itu tahap sarjana maupun tahap
pendidikan klinik untuk menciptakan tenaga kesehatan yang profesional (Lee et
al,2009). IPE adalah metode pembelajaran yang interaktif, berbasis kelompok, yang
dilakukan dengan menciptakan suasana belajar berkolaborasi untuk mewujudkan
praktik yang berkolaborasi, dan juga untuk menyampaikan pemahaman mengenai
interpersonal, kelompok, organisasi dan hubungan antar organisasi sebagai proses
profesionalisasi (Clifton et al,2006).
Sebuah rekomendasi dari WHO (2010) yang bertema “Framework For Action
On Interprofessional Education & Collaborative Practice” menjelaskan bahwa IPE
merupakan strategi pembelajaran inovatif yang menekankan pada kerjasama dan
kolaborasi interprofesi dalam melakukan proses perawatan untuk meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan pasien. Lebih jauh WHO (2010) menjelaskan bahwa
kerjasama interprofesi merupakan kemampuan yang harus selalu dipelajari dan dilatih
melalui IPE. Kemampuan kerjasama interprofesi yang baik dapat dilihat dari
kemampuan mahasiswa untuk menjadi team leader dan mampu mengatasi hambatan
dalam kerjasama interprofesi. Topik dan konten yang dapat dipelajari dalam IPE
meliputi epidemiologi, promosi kesehatan, keterampilan klinis, pengambilan
keputusan klinik, rencana perawatan, analisis kritis, etik, komunikasi, patient safety
dan lain-lain. Dengan pengalaman pembelajaran IPE ini mahasiswa akan dapat saling
bertukar pengalaman tentang pengetahuan, keterampilan terkait peran dan tugas
masingmasing profesi dalam menangani pasien sehingga akan muncul sikap saling
menghargai antar profesi yang nantinya akan meningkatkan mutu pelayanan kepada
pasien. Praktek kolaborasi antar profesi di definisikan sebagai beragam profesi yang
bekerja bersama sebagai satu tim yang memiliki tujuan untuk meningkatkan
kesehatan pasien/klien dengan saling mengerti batasan yang ada pada masing-masing
profesi kesehatan. Interprofessional Collaboration (IPC) adalah proses dalam
mengembangkan dan mempertahankan hubungan kerja yang efektif antara pelajar,
praktisi, klien, keluarga dan masyarakat untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

2. Manfaat dan langkah - langkah IPE


World Health Organization (2010) menyajikan hasil penelitian di 42 negara
tentang dampak dari penerapan praktek kolaborasi dalam dunia kesehatan
menunjukkan hasil bahwa praktek kolaborasi dapat meningkatkan keterjangkauan
serta koordinasi layanan kesehatan, penggunaan sumber daya klinis spesifik yang
sesuai, outcome kesehatan bagi penyakit kronis, dan pelayanan serta keselamatan
pasien. WHO (2010) juga menjelaskan praktek kolaborasi dapat menurunkan
komplikasi yang dialami pasien, jangka waktu rawat inap, ketegangan dan konflik di
antara pemberi layanan (caregivers), biaya rumah sakit, rata-rata clinical error,dan
rata-rata jumlah kematian pasien. Framework for Action on Interprofessional
Education & Collaborative Practice, WHO (2010) menjelaskan IPE berpotensi
menghasilkan berbagai manfaat dalam beberapa aspek yaitu kerjasama tim meliputi
mampu untuk menjadi pemimpin tim dan anggota tim, mengetahui hambatan untuk
kerjasama tim; peran dan tanggung jawab meliputi pemahaman peran sendiri,
tanggung jawab dan keahlian, dan orang-orang dari jenis petugas kesehatan lain;
komunikasi meliputi pengekspresikan pendapat seseorang kompeten untuk rekan,
mendengarkan anggota tim; belajar dan refleksi kritis meliputi cermin kritis pada
hubungan sendiri dalam tim, mentransfer IPE untuk pengaturan kerja; hubungan
dengan pasien, dan mengakui kebutuhan pasien meliputi bekerja sama dalam
kepentingan terbaik dari pasien, terlibat dengan pasien, keluarga mereka, penjaga dan
masyarakat sebagai mitra dalam manajemen perawatan; praktek etis meliputi
pemahaman pandangan stereotip dari petugas kesehatan lain yang dimiliki oleh diri
dan orang lain, mengakui bahwa setiap tenaga kesehatan memiliki pandangan yang
samasama sah dan penting. Proses IPE membentuk proses komunikasi, tukar pikiran,
proses belajar, sampai kemudian menemukan sesuatu yang bermanfaat antar para
pekerja profesi kesehatan yang berbeda dalam rangka penyelesaian suatu masalah
atau untuk peningkatan kualitas kesehatan (Thistlethwaite dan Moran,2010)
Praktik pembelajaran IPE dilaksanakan dengan menerapkan beberapa
metode yang sudah ada atau telah diterapkan di Negara lain, dimulai dengan
diberikannya suatu masalah kepada mahasiswa yang akan melakukan IPE yaitu
dihadapkan langsung dengan pasien dengan kasus tertentu kemudian mahasiswa
melakukan peran masing-masing untuk penanganan pasien, kemudian dilakukan
diskusi dalam kelompok atau disebut dengan tutorial untuk membahas manajemen
penanganan kasus pada pasien, sehingga mahasiswa didorong untuk menjelaskan
sesuai dengan disiplin ilmu mereka 11 dan diharapkan hasilnya dapat memberikan
tindakan yang sesuai pada pasien (Modul Kegiatan IPE). Penelitian yang dilakukan
oleh Mitchell (2010) menyatakan tentang pengaruh model pembelajaran tutorial yang
melibatkan mahasiswa keperawatan dan kedokteran terhadap peningkatan hasil
pendidikan interprofessional. Hasilnya pembelajaran dengan tutorial efektif untuk
meningkatkan kemampuan komunikasi interprofessional. Dengan adanya komunikasi
yang baik juga dapat meningkatkan kerjasama interprofessional.

3. Tujuan interprofessional education (IPE)


Tujuan IPE adalah praktik kolaborasi antar profesi, dimana melibatkan
bebagai profesi dalam pembelajaran tentang bagaimana bekerja sama dengan
memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk
berkolaborasi secara efektif (Sargeant, 2009). Implementasi IPE dibidang kesehatan
dilaksanakan kepada mahasiswa dengan tujuan untuk menanamkan kompetensi-
kompetensi IPE sejak dini dengan retensi bertahap, sehingga ketika mahasiswa berada
dilapangan di harapkan dapat mengutamakan keselamatan pasien dan peningkatan
kualitas pelayanan kesehatan bersama profesinkesehatan yang lain (Buring et al,
2009).
B. Interprofessional Collaboration
1. Pengertian interprofessional collaboration (IPC)
The Canadian interprofessional health collaborative menyebutkan
interprofessional collaborative adalah kemitraan antara tim penyedia layanan
kesehatan dan klien dalam pendekatan kolaboratif dan terkoordinasi partisipatif untuk
pengambilan keputusan bersama seputar masalah kesehatan dan sosial. Praktik
interprofessional collaboration telah didefinisikan sebagai proses yang mencakup
komunikasi dan pengambilan keputusan memungkinkan pengaruh sinergis dari
pengetahuan dan keterampilan yang dikelompokkan.
Elemen praktik kolaboratif termasuk tanggung jawab, akuntabilitas,
koordinasi, komunikasi, kerjasama, otonomi, saling percaya dan saling menghormati.
Kemitraan inilah yang menciptakan tim interprofesional yang dirancang untuk bekerja
pada tujuan bersama untuk meningkatkan hasil pasien. interaksi kolaboratif
menunjukkan perpaduan budaya profesional Dan tercapai meskipun berbagai
keterampilan dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien ada
karakteristik penting yang menentukan efektivitas tim, termasuk anggota yang melihat
peran mereka sebagai penting bagi tim komunikasi terbuka keberadaan otonomi, dan
kesetaraan sumber daya. penting untuk dicatat bahwa kolaboratif interprofessional
yang buruk dapat berdampak negatif pada kualitas perawatan pasien. dengan
demikian keterampilan dalam bekerja sebagai tim interprofessional diperoleh melalui
pendidikan interprofessional, penting untuk perawatan berkualitas tinggi.
Guna membentuk suatu team work atau kerjasama tim yang ideal dibutuhkan
kooperasi dan kolaborasi. Kooperasi (kerjasama) berarti bekerja sama dengan orang
lain untuk mencapai tujuan bersama (tetapi bukan tujuan yang semestinya) Contoh
kerjasama yaitu misalnya Anda berkeluarga lalu cara bekerja sama dengan istri Anda
dengan meletakkan pakaian kotor di mesin cuci turut membantu mencuci piring dan
sebagainya.
Lalu apa makna kolaborasi? Kolaborasi dalam bahasa inggris collaboration,
berasal dari kata collaborate yang berarti bekerja antara satu dengan yang lain,
berkooperasi satu sama lain. Menurut kamus besar bahasa indonesia online,
kolaborasi adalah suatu perbuatan berupa kerjasama dengan musuh, teman dan
sebagainya. Menurut Arthur T. Himmelman, kolaborasi berupa pertukaran informasi,
berbagai segala sumber pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas satu dengan yang
lain demi tercapainya tujuan bersama.
Kolaborasi adalah kerjasama yang lebih terfokus pada tugas atau misi biasa
terjadi dalam bisnis, perusahaan atau organisasi lainnya. Misalnya, untuk
menampilkan suatu pentas seni yang luar biasa perlu kolaborasi antara penari,
penyanyi, pemusik, dsb. Kolaborasi adalah proses yang membutuhkan hubungan dan
interaksi antara profesional kesehatan terlepas dari apakah atau tidak mereka
menganggap diri mereka sebagai bagian dari tim. (Kolaborasi kesehatan).

2. Manfaat dan langkah - langkah IPC


World Health Organization (2010) menyajikan hasil penelitian di 42 negara
tentang dampak dari penerapan praktek kolaborasi dalam dunia kesehatan
menunjukkan hasil bahwa praktek kolaborasi dapat meningkatkan keterjangkauan
serta koordinasi layanan kesehatan, penggunaan sumber daya klinis spesifik yang
sesuai, outcome kesehatan bagi penyakit kronis, dan pelayanan serta keselamatan
pasien. WHO (2010) juga menjelaskan praktek kolaborasi dapat menurunkan
komplikasi yang 8 dialami pasien, jangka waktu rawat inap, ketegangan dan konflik
di antara pemberi layanan (caregivers), biaya rumah sakit, rata-rata clinical error, dan
rata-rata jumlah kematian pasien.

3. Tujuan interprofesional collaboration (IPC)


Kegiatan ipc ini membantu rekan professional kesehata yang bebeda ,
meningkatkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi kepada pasien, dan saling
percaya kepada professional kesehatan lainnya
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Interprofessional education merupakan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan
kemampuan mahasiswa dalam berkolaborasi dan berkomunikasi secara efektif dengan tenaga
kesehatan yang lain dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal.
Sedangkan, interprofessional collaboration merupakan salah satu hal yang sangat
diperlukan dalam menangani masalah kesehatan. Elemen praktik kolaboratif termasuk
tanggung jawab, akuntabilitas, koordinasi, komunikasi, kerjasama, otonomi, saling percaya
dan saling menghormati Tanpa adanya kolaborasi dari tim kesehatan, pengobatan tidak dapat
berjalan secara optimal. Dalam kolaborasi tim kesehatan, masing-masing tenaga kesehatan
mempunyai peran dan tanggung jawabnya masing-masing.
B. Saran
Penulis berharap agar semua mahasiswa keperawatan dapat memahami dan mendalami
materi IPE dan IPC supaya kolaborasi antara petugas kesehatan dapat berjalan lebih baik
untuk keselamatan pasien nantinya.
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.ums.ac.id/63283/4/BAB%20I.pdf
Riyanto, Theo, Martinus Th. 2008. Kelompok kerja yang efektif. Yogyakarta: kanisius
http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/5783/BAB%20II.pdf?
sequence=6&isAllowed=y
http://XKmXdGHKIzYvgTc24S4DQ&q=contoh%20kasus
%20ipe&ved=2ahUKEwiFgrmH0Z_lAhXBNY8KHSuIAEQQsKwBKAF6BAgCEAI&biw=1366&bih=
657