Anda di halaman 1dari 13

INTERNASIONAL MARKETING MANAGEMENT

MANAGING A PRODUCT GLOBAL LINE

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5
VI B MBI

1. NGESTI KASIATAMA (1715744001/01)


2. NI LUH ADE AYUNDA ANANTA DEWI (1715744026/06)
3. NI KADEK YUNI LARASSWATI (1715744121/22)
4. NI KOMANG TRIANDEWI (1715744134/27)

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA


MANAJEMEN BISNIS INTERNASIONAL
POLITEKNIK NEGERI BALI
Managing A Product Global Line

Penggunaan utama dari konsep siklus hidup produk dalam pemasaran strategis
adalah dalam mengelola lini produk dan mengidentifikasi kebutuhan, sifat dan
waktu rencana pengembangan produk. Premis penggunaan konsep ini didukung
oleh istilah 'siklus hidup'. Dengan tidak adanya strategi yang sesuai, terutama jika
perusahaan tidak mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya, dinamika siklus
hidup sedemikian rupa sehingga seiring waktu, penjualan dan laba akan terkikis dan
akhirnya menghilang.

Pada bab ini akan membahas malasah yang berkaitan dengan produk individu ,
namun dalam sebagian besar perusahaan akan melakukan manufacture atau
menjual banyak produk/variasi produk untuk mempertahankan siklus hidup produk
tersebut. seperti dalam suatu perusahaan akan memberikan sebuah pelayanan
terbaik untuk mendukung strategi produk. Dalam hal ini, biaya layanan harus
dipandang sebagai investasi dalam volume masa depan bukan hanya sebagai
pengeluaran rutin.

Apa itu Product Global?

Produk global adalah produk yang dipasarkan secara internasional dengan nama
merek, fitur, dan spesifikasi yang sama di seluruh negara. Produk global berbeda
dari produk atau merek regional, yang khusus untuk wilayah tertentu.

Apa itu Product Line Management?

Product Line Management adalah skema organisasi dan sistem manajemen


alternatif untuk fokus pada lingkup programatik operasi untuk mencapai tujuan
tertentu.

Apa itu Product Line?

Lini produk adalah sekelompok produk terkait yang semuanya dipasarkan dengan
satu nama merek yang dijual oleh perusahaan yang sama. Perusahaan menjual
berbagai lini produk dengan berbagai merek mereka, berusaha membedakannya
dari satu sama lain untuk kegunaan yang lebih baik bagi konsumen.
Perusahaan sering memperluas penawaran mereka dengan menambah lini produk
yang ada karena konsumen lebih cenderung membeli produk dari merek yang sudah
mereka kenal

Lini produk sering menjadi bagian dari strategi pemasaran. Perusahaan terus
menambahkan lebih banyak produk untuk menarik pembeli. Secara khusus, mereka
ingin menarik pembeli yang akrab dengan merek.

Ada strategi pemasaran ketika Anda menggabungkan semua tujuan dan sasaran
pemasaran Anda ke dalam satu rencana komprehensif.

Misalnya,

 perusahaan yang memiliki lini produk dalam perawatan dan perawatan


rambut mungkin menambahkan lini baru dalam perawatan pribadi.

 Pengembangan produk local menghasilkan strawberi dan cream


Frappuccino khusus untuk pasar inggris, Green tea frappucino adalah
frappucino dengan penjualan terbesar di Taiwan dan Jepang sebelum
produk tersebut ditawarkan ke tempat lain.

 Pronto cafes adalah salah satu pesaing starbuck di Jepang, menjual kopi di
siang hari dan minuman alcohol dimalam hari. Jadi outlite starbuck di Kobe
jepang dengan tenang menjual bird an anggur. Berbeda hal nya dengan
menjual bird an anggur di starbuck USA akan jauh lebih sulit karena
undang-undang lisensi alcohol yang lebih ketat di Amerika.

 Perusahaan yang membuat perangkat lunak telekomunikasi dapat


memperkenalkan aplikasi baru untuk melacak ponsel. Pelanggan yang
sudah tahu merek akan lebih bersedia untuk membeli dari lini baru mereka.

Di sebagian besar perusahaan, Manajer Lini Produk mengawasi lini produk. Orang
ini bertugas menentukan apa yang tetap dan apa yang berjalan. Dengan kata lain,
produk mana yang harus dibuang dan mana yang akan ditambahkan ke kisaran.

Seperti halnya dengan setiap keputusan produk individu, perusahaan dapat


menawarkan garis yang persis sama di pasar dalam negri dan luar negri , atau jika
dalam keadaan menuntut akan membuat perubahan yang sesuai. Dalam beberapa
kasus lini produk luar negri mungkin lebih luas daripada yang didalam negri.
Dalam memanagent produk global terdapat strategi yang perlu di lakuakan seperti:
Developing a global product, New product development processes for global
market, and The organization of Head-Office-Sponsored Research and
Development

1. Developing A Global Product

perusahaan semakin mengalami tekanan untuk pengurangan biaya agar tetap


kompetitif. namun ada sedikit peluang untuk menghasilkan produk yang
sepenuhnya terstandarisasi. sebagai hasilnya, banyak perusahaan sekarang
menggunakan strategi baru, pengembangan produk global. dengan produk-produk
global, sebagian dari desain akhir dibuat standar. namun, desainnya tetap fleksibel
sehingga produk akhirnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar individu. ini
merupakan langkah untuk melakukan standarisasi sebanyak mungkin bidang-
bidang yang melibatkan komponen atau bagian umum. ini salah satu pengejaran
paling penting dalam strategi pengembangan produk adalah gerakan menuju
modularitas. Proses ini melibatkan pengembangan komponen-komponen standar
yang dapat dengan mudah dihubungkan dengan komponen-komponen standar ke
pengembangan dari standar. dengan melakukan hal ini perusahaan global dapat
mewujudkan penghematan biaya yang signifikan dari standardisasi sambil
memberikan beberapa cutomization untuk pasar yang berbeda.
Tahapan Proses Pengembangan Produk
Pengembangan produk baru bukan merupakan hal yang mudah bagi perusahaan
yang menjalankannya. Proses pengembangan produk untuk setiap perusahaan juga
berbeda, tergantung produk serta tingkat kompleksitasnya, dan umumnya kegiatan-
kegiatan ini lebih membutuhkan daya analisis intelektual dan manajemen
organisasi.
A. Analisis Kebutuhan Pelanggan
Kebutuhan konsumen merupakan titik pendahuluan untuk pengembangan produk,
baik untuk pasar domestik ataupun global. Produk-produk baru merangsang
perusahaan untuk mencapai sasaran unit bisnis dan korporat. Untuk menentukan
lingkup produk baru yang akan dipertimbangkan, manajemen sering merumuskan
garis-garis besar perencanaan produk baru. Keputusan ini menjadi garis-garis besar
penting untuk proses perencanaan produk baru. Analisis kepuasan pelanggan
menentukan peluang untuk produk dan proses baru.

B. Pemunculan gagasan
Pencarian macam-macam gagasan yang menjanjikan merupakan titik pangkal
dalam proses pengembangan produk baru. Penggalian gagasan terentang mulai dari
perbaikan tambahan atas produk yang ada sekarang sampai ke produk yang sama
sekali baru bagi dunia. Beraneka gagasan produk berasal dari banyak sumber.
Membatasi pencarian gagasan-gagasan produk baru hanya pada aktivitas litbang
interval merupakan pendekatan yang sangat sempit. Sumber gagasan produk baru
meliputi para personalia perusahaan, pelanggan, pesaing, investor luar, akuisis dan
anggota saluran.

C. Penyaringan Ide dan Evaluasi


Pengevaluasian ide-ide baru merupakan bagian penting dari perencanaan produk
baru. Produk yang berhasil adalah produk yang memuaskan kriteria manajemen
untuk keberhasilan komersial. Manajemen memerlukan suatu prosedur
penyaringan dan evaluasi yang akan menghapus ide-ide yang tidak akan
menjanjikan sesegera mungkin. Tujuannya adalah untuk mengeliminasi ide-ide
yang paling tidak menjanjikan sebelum terlalu banyak waktu dan dana yang
dikucurkan ke dalamnya.

D. Analisis Bisnis

Analisis bisnis mengestimasi kinerja komersial produk yang diusulkan. Perolehan


suatu proyeksi finansial yang akurat tergantung pada mutu ramalan pendapatan dan
biaya. Analisis bisnis normalnya dipecahkan pada beberapa tahap dan proses
perencanaan produk baru. Setelah manajemen memutuskan konsep produk dan
strategi pemasarannya, manajemen dapat mengevaluasi daya tarik bisnis proposal
tersebut. Untuk memperkirakan penjualan, perusahaan dapat melihat angka
penjualan historis produk sejenis dan melakukan survei untuk mengetahui opini
pasar. Perusahaan tersebut dapat memperkirakan penjualan minimum dan
maksimum untuk memperkirakan jangkauan risiko. Setelah mempersiapkan
ramalan penjualan, manajemen dapat memperkirakan biaya dan laba yang di
harapkan dari produk tersebut, yang memasukkan biaya-biaya pemasaran,
penelitian, pengembangan, akuntansi, dan keuangan.
E. Pengembangan Strategi Pemasaran
Tujuan pengembangan strategi pemasaran adalah penyempurnaan rencana lebih
lanjut pada tahap-tahap berikutnya yaitu bagaimana strategi pemasaran untuk
mengenalkan produk baru ke pasar. Dalam tahap ini perusahaan melakukan
pengembangan rencana strategi, dimana strategi pemasaran lebih dulu mengalami
penyaringan. Dalam melakukan pengembangan strategi pemasaran ada 3 bagian
pokok, yaitu:

1. Menjelaskan ukuran struktur, perilaku pasar sasaran, posisi produk yang


direncanakan, penjualan, pangsa pasar, dan laba yang diinginkan dari lima
tahun pertama.
2. Menggambarkan harga, strategi distribusi, dan anggaran perusahaan yang
di rencanakan untuk produk tersebut dalam tahun pertama.
3. Menjelaskan jumlah penjualan, sasaran laba, dan strategi pemasaran
selanjutnya.

F. Pengembangan Produk
Setelah berhasil merampungkan tahap analisis bisnis, perencanaan produk bergerak
menuju tahap pengembangan dan pengujian (development and testing).
Pengembangan dan pengujian berkenaan dengan pembuatan karakteristik fisik
barang dan jasa baru yang dapat diterima bagi para pelanggan. Tujuannya adalah
mengkonversikan gagasan ke dalam produk aktual yang aman, memberikan
manfaat bagi para pelanggan, dan dapat diproduksi secara ekonomis oleh
perusahaan.

G. Pengujian Produk dan Pasar


Pada tahapan ini, pengujian produk merupakan kelanjutan dari tahapan
pengembangan produk. Tahapan-tahapan pengujian produk diantaranya:

1. Pengujian tentang konsep produk.


2. Pengujian desain produk.
3. Pengujian kesukaan konsumen terhadap produk.
4. Pengujian laboratorium terhadap produk.
5. Pengujian operasi pabrik dan tes penggunaan produk. Setelah manajemen
perusahaan merasa puas dengan produknya (setelah melakukan perubahan)
maka untuk lebih lanjut adalah pengujian pada tujuannya yaitu untuk
mengetahui reaksi konsumen.

H. Komersialisasi
Pada tahapan ini, semua fasilitas sudah disiapkan sedemikian rupa, baik fasilitas
produksi maupun pemasarannya. Perusahaan yang sudah memasuki tahapan ini,
harus sudah mempersiapkan strategi penetapan harga dan keuntungan yang
diharapkannya. Di dalam tahapan ini, perusahaan sudah melaksanakan riset
pemasaran terlebih dahulu, terutama yang menyangkut kebutuhan, keinginan,
selera, kepuasan para konsumen yang akan dituju.

2. New Product Development Process For Global Market

Banyak perusahaan sekarang mengembangkan produk baru dengan


mempertimbangkan pasar global. Produk global ini didasarkan pada Core (inti) dan
Derivatives turunannya. produk inti (the product core) mungkin sama untuk semua
produk di semua wilayah. Lalu setiap daerah dapat meluncurkan produk turunan
(derivative product) khusus untuk kondisi regional suatu wilayah. strategi inti ini
memungkinkan untuk memaksimalkan daya tarik dan mempertahankan basis
produk dengan demikian mengurangi biaya pengembangan dasar.
Pergeseran dari pengembangan lokal ke global mensyaratkan bahwa
perusahaan mempertimbangkan kondisi unik atau khusus untuk pasar utama pada
awal pengembangan produk, daripada berusaha untuk membuat berbagai adaptasi
dengan model atau prototipe awal. Pengembangan produk baru (NPD – New
Product Development) kadang seringkali memiliki special purpose, yaitu
merupakan bagian dari global strategy perusahaan, misal produk baru sebagai
tactical product, atau produk baru sebagai second brand yang memiliki tujuan untuk
melindungi produk utama. Mengembangkan produk baru, bukan sesuatu hal yang
mudah, banyak sekali produk baru yang di rilis atau diluncurkan perusahaan gagal,
mati ditengah jalan, bahkan beberapa sebelum masa bertumbuh.
Untuk meminimalkan resiko kegagalan pengembangan produk baru. There
are several processes for developing new products into the global market.

A. Idea Generation (Penciptaan Ide)


Setiap produk baru dimulai dengan sebuah ide. Sumber ide - ide produk
baru bermacam -macam. Dalam men-generate ide atas produk baru,
perusahaan harus mengikuti sistematika proses penciptaan ide produk
baru. Bagaimana perusahaan mendapatkan ide? Perusahaan bisa
memanfaatkan salah satu yang disebut 4C (company, customer,
competitor, and collaborator). Karena Sumber dari ide produk biasanya
bisa dari berbagai hal, seperti :
 Dari departemen riset dan pengembangan (RnD) perusahaan
tersebut.

 Internal resource, biasanya dari program khusus yang


dirancangkan perusahaan seperti CIP (Crazy Idea Program),
sebuah program untuk merangsang semua elemen perusahaan
untuk mengeluarkan ide-ide gila mereka.

 Competitor. kompetitor bisa menjadi sumber kita untuk


mengembangkan ide akan sebuah produk baru, misal dengan
konsep ATM, yaitu amati, tiru dan modifikasi (yang lebih baik
atau memiliki benefit lebih).

 Dari mitra kerja, seperti distributor, channel distribusi (trader),


yang seringkali menerima masukan, keluhan atau kritikan dari
para pembeli atau pemakai.

 Dari para pelanggan atau konsumen, biasanya memang dari


program perusahaan berupa survey untuk meningkatkan
pelayanan dan mutu produk, baik yang dilaksanakan
departemen RnD maupun departemen Pemasaran.
B. Idea Screening (Penyaringan Ide)
Jelas tidak semua ide-ide produk baru adalah pemenangnya. Setelah ide-
ide produk baru telah diidentifikasi, mereka harus disaring.
Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan
mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin. Screening
atas ide produk dimaksudkan untuk mendapatkan ide produk yang
benar-benar layak untuk diproses ke tahap selanjutnya, untuk
mengurangi biaya proses, untuk meminimalkan resiko gagal produk,
dan untuk memilih hanya ide produk yang benar-benar bagus dan bisa
dikerjakan oleh perusahaan saja yang akan diproses lebih lanjut.

C. Concept Developing and testing (pengembangan dan pengujian


konsep)
Suatu ide atau gagasan ditetapkan, selanjutnya dikembangkan menjadi
beberapa alternatif konsep produk. Pertama dengan Pengembangan
konsep, yaitu tahapan untuk mengembangkan lebih lanjut dari ide yang
terpilih menjadi suatu konsep produk untuk diproses lebih lanjut di
tahap berikutnya. Suatu konsep produk adalah versi terinci dari ide
produk. Pada tahapan ini, membuat serta menguji ide yang telah
terbentuk hingga menjadi sebuah produk yang berkualitas dan sesuai
dengan harapan.
D. Pengembangan Strategi Pemasaran (Marketing Strategy
Development)
Setelah konsep produk baru sudah ditemukan atau sudah dipilih, maka
langkah selanjutnya dalam proses pengembangan produk baru adalah
menyusun dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat.
Strategi pemasaran yang dikembangkan dimulai dari strategi awal
yaitu peluncuran produk ke pasar, hingga produk bisa diterima pasar
dan mulai menunjukan pertumbuhannya.
E. Analisis usaha (business analysis)
setelah menentukan konsep produk dan strategi pemasaran, tahap
berikutnya adalah proses evaluasi seberapa tinggi daya tarik bisnis atas
produk baru yang telah ditetapkan tersebut. Manajemen harus menilai
penjualan, biaya, dan perkiraan laba untuk menentukan apakah mereka
telah memenuhi tujuan perusahaan. Jika telah memenuhi, produk bisa
bergerak maju ke langkah pengembangan produk

F. Pengembangan produk (product development)


pada tahapan ini kita mulai mengembangkan produk yang telah di
konsep menjadi sebuah produk yang sesuai dengan hasil analisis yang
telah dilakukan sebelumnya atau dengan pengembangan produk riil
atau produk yang sesungguhnya.

G. Uji Pemasaran Market Testing


Uji pemasaran pada dasarnya adalah sebuah percobaan lapangan dimana
produk baru dipasarkan disejumlah kota terpilih untuk menilai potensi
penjualan dan sejulah ukuran kinerja lainnya. sebelum produk benar-
benar diluncurkan ke pasar bersamaan dengan strateginya, maka harus
dilakukan uji pemasaran di pasar yang riil, pasar sesungguhnya, namun
dalam skala kecil.
Dengan uji pemasaran ini, maka perusahaan dan pemasar akan
mendapatkan gambaran dan pengalaman dengan pemasaran produk
tersebut, sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar dalam skala
yang besar, yang mana akan menelan biaya yang tidak sedikit. Selain itu
tahap ini juga biasa digunakan untuk mengetahui pendapat konsumen
mengenai produk.

H. Komersialisasi (Commercialization)
Hasil dari tes pemasaran ini seharusnya sudah bisa memberikan
gambaran bagaimana prospek produk baru tersebut. Atas hasil tes
pemasaran tersebut, manajemen perusahaan akan memutuskan apakan
akan meluncurkan produk baru tersebut, menunda atau bahkan
membatalkannya.
Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi
peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar. Dalam
melemparkan suatu produk, perusahaan harus memutuskan: kapan,
dimana, pada siapa, dan bagaimana produk baru tersebut akan
diluncurkan ke pasar. Dalam komersialisasi ini penting sekali
perusahaan untuk memperhatikan Time to Entry atau kapan waktu yang
tepat untuk masuk ke pasar.

3. The Organization of Head-Office Sponsored Research and


Development

Penelitian pengembangan (Research and development / R&D) adalah metode


penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji
keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan
penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk
tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian
untuk menguji produk tersebut. Jadi penelitian pengembangan bersifat longitudinal
(bertahap bisa multy years). Sesuai dengan namanya, Research & Developmnet
difahami sebagai kegiatan penelitian yang dimulai dengan research dan diteruskan
dengan development.Organisasi Penelitian dan Pengembangan yang Disponsori
oleh Kantor Pusat
Sebagian besar perusahaan yang saat ini terlibat dalam R&D pada skala global
awalnya melakukan upaya pengembangan mereka secara ketat dalam fasilitas
terpusat di pasar domestik perusahaan. Bahkan saat ini, porsi terbesar dari dana
litbang yang dikeluarkan oleh perusahaan internasional pergi untuk mendukung
upaya dalam fasilitas yang berlokasi di dalam negeri. Sebagai hasilnya, sebagian
besar ide produk baru pertama kali dikembangkan dalam konteks pasar domestik.
Pengenalan awal di domestik diikuti oleh pengenalan fase-ke pasar luar negeri
perusahaan.
Ada beberapa alasan untuk pendekatan tradisional ini. Pertama, R&D harus
diintegrasikan ke dalam strategi pemasaran keseluruhan perusahaan. Ini
membutuhkan kontak yang sering dan penghubung antara fasilitas Litbang dan
kantor utama perusahaan. Kontak semacam itu dijaga lebih mudah dengan jarak
dekat. Banyak perusahaan memusatkan R&D karena mereka khawatir duplikasi
upaya akan terjadi jika tanggung jawab ini tersebar di beberapa anak perusahaan.
R&D terpusat dianggap memaksimalkan hasil dari dana penelitian yang langka.
Alasan penting terakhir untuk sentralisasi adalah perusahaan sangat penting bagi
perusahaan, dan dalam hal pengalaman berbasis perusahaan internasional di pasar
domestiknya.

Trensi Gambar Global Menunjukkan Hukum & Ketertiban:


Niat kriminal adalah penundaan semakin berkurang. Episades of Lost dapat
muncul di Beitnin di Amerika Serikat, jadi apa yang harus dane hanya beberapa
hari setelah mereka mengudara di Amerika Serikat. Apakah itu untuk audiens
Frerich? Meja-meja detektif di Enguetes Criinelles masih berantakan, tetapi bagian
belakangnya menyatakan arsitektur modern Paris yang ramping dan peluncuran
global. Produser film bergerak adalah perubahan teknologi dan kebutuhan untuk
memotong biaya telah mendorong industri film menuju stasiun produk olobal.
Menition of the mob dihilangkan, dan harus menjelaskan kode hukum Napoleon
Perancis. Meskipun adaptasi sering diperlukan untuk industri televisi bernilai $
110, kecepatan ke pasar juga penting.
Eropears harus menunggu sampai bertahun-tahun untuk menemukan qut
yang terjadi pada acara televiaion A.S. yang populer di AS, Namun, sekarang temet
memiliki pemirsa yang berbagi rangkuman piot online dan mungkin ideal, tetapi
kadang-kadang sulit. Masih jutaan di Unaerd Stav mencari cara untuk memotong
biaya pengembangan produk baru dengan menghindari mengembangkan film baru
dari awal. Untuk melakukannya, mereka mencari ide-ide di luar. DreamWorks
telah memimpin gerakan Hollywood untuk membuat kembali filim Asia. Ini
menghabiskan $ 1 juta untuk hak atas film horor Jepang Ringu. yang dipilih untuk
mengemas teater dalam versi Asia Hollywood, The Ring, menjaring $ 200 juta di
seluruh dunia dan $ 129