Anda di halaman 1dari 28

Jurnal Ners Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019 Halaman 82 – 111

JURNAL NERS
Research & Learning in Nursing Science
http:// journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners

EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI


PADA LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS
PEMBANTU BAKAU ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Gusman Virgo1, Sopianto2


Dosen Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
gusmanvirgo@gmail.com
Abstrak
Kompres jahe merah merupakan salah satu cara pengobatan herbal untuk menurunkan nyeri pada penderita
Rheumatoid Arthritis (RA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres jahe merah
terhadap penurunan nyeri pada penderita RA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita RA yang
ada di Puskesmas Pembantu Bakau Aceh wilayah kerja Puskesmas Batang Tumu berjumlah 30 orang. Desain
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eskprimental atau eksprimen semu dengan rancangan one
group pretes-posttes design. Sampel yang digunakan adalah penderita RA yang berjumlah 30 orang. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan metode total sampling. Analisa data menggunakan analisa
univariat dan bivariat yang diolah dengan menggunakan system komputerisasi dan uji t-tes Dependen. Hasil
analisis data menunjukkan bahwa jahe merah efektif dalam menurunkan nyeri RA ditandai rata-rata skala
nyeri RA sebelum diberikan kompres jahe merah mean 6,77 dan sesudah diberikan kompres jahe merah mean
2,93 dengan skala nyeri RA (p-value = 0,000 < α = 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh
kompres jahe merah terhadap penurunan nyeri pada penderita RA di Puskesmas Pembantu Bakau Aceh
wilayah kerja Puskesmas Batang Tumu dan disarankan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu
Bakau Aceh untuk memberikan masukan kepada pasien RA agar dapat memanfaatkan kompres jahe merah
sebagai obat herbal untuk menurunkan nyeri pada penderita RA tersebut.

Kata Kunci: Kompres Jahe Merah, Nyeri, Penderita Rheumatoid Arthritis

Corresponding author :
Address : Jl. Tuanku Tambusai No. 23 Bangkinang
Email : gusmanvirgo@gmail.com
Phone : 085278005288

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


84|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

PENDAHULUAN yang terjadi pada proses peradangan


A. Latar Belakang yang menyebabkan kerusakan pada
Kemajuan ilmu pengetahuan dan tulang sendi (Khitchen, 2011).
Tabel 4.1 Distribusi responden RA dapat mengakibatkan perubahan
berdasarkan karakteristik umur otot, hingga fungsinya dapat menurun.
teknologi di bidang kesehatan serta Pada gejala awal bagian persendian yang
bertambah baiknya kondisi sosial paling sering terkena yaitu sendi tangan,
ekonomi menyebabkan semakin pergelangan tangan, sendi lutut, sendi
meningkatnya umur harapan hidup (Life siku, pergelangan kaki, sendi bahu
Expectancy). Majunya pelayanan kadang-kadang terjadi pada satu sendi
kesehatan, menurunnya angka kematian disebut RA mono-artikuler. Pada
bayi dan anak, perbaikan gizi, sanitasi stadium awal terjadi penurunan berat
dan peningkatan pengawasan terhadap badan, rasa capek, sedikit demam dan
penyakit infeksi juga dapat anemia. Gejala lokal yang terjadi berupa
mempengaruhi hal tersebut. Kondisi ini pembengkakan, nyeri dan gangguan
menyebabkan perubahan stuktur umur gerak, stadium lanjut terjadi kerusakan
penduduk yang ditunjukkan dengan sendi berupa deformitas (Chairuddin,
meningkatnnya jumlah penduduk 2013).
golongan lanjut usia (Nugroho, 2008). Manajemen nyeri pada RA bertujuan
Meningkatnya jumlah lansia berarti untuk mengurangi atau menghilangkan
bertambahnya masalah kesehatan kerena rasa sakit dan tidak nyaman. Secara
terjadinnya perubahan-perubahan umum manajemen nyeri RA ada dua
fisiologi pada lansia. Diantara berbagai yaitu manajemen farmakologi (obat-
masalah kesehatan pada lansia yang obatan) dan manajemen non
menjadi kondisi kronik adalah penyakit farmakologi. Menangani nyeri yang
sendi atau rheumatoid arthritis (40,38%), dialami pasien melalui intervensi
Hipertensi (38,6%), dan diikuti oleh farmakologis adalah dilakukan dalam
penyakit lain (13.64%) (Smeltzer, 2009). kolaborasi dengan dokter atau perawatan
Saat ini jumlah penderita Rheumatoid lain. Memberikan Obat Anti Inflamasi
Arthritis (RA) di dunia sekitar 2% angka Non Steroid (OAINS). Penggunaan
yang terlihat sangat kecil namun terus OAINS yang tidak efektif dapat
meningkat, khususnya pada jenis mengakibatkan gangguan pada lambung
kelamin perempuan. Penelitian dari dan ginjal (Myrnawati, 2008).
Mayo Clinik yang dilakukn di Amerika Beberapa intervensi non farmakologi
Serikat menunjukkan antara 1999 dan yang dapat dilakukan perawat secara
2008, wanita yang menderita RA mandiri dalam menurunkan skala nyeri
mencapai 56 ribu dari 100 ribu orang RA yaitu dengan melakukan kompres
dan pria hanya 32 ribu dari 100 ribu jahe merah pada pasien untuk membantu
orang. Sementara itu di Indonesia, meredakan rasa nyeri, kaku dan spasme
berdasarkan hasil penelitian terakhir dari otot (Smelzer, 2009).
Zeng QY pada tahun 2008 lalu, Para ilmuan dari Universitas Georgia
prevalensi nyeri RA mencapai 30.6% mengatakan rasa jahe memiliki efek
hinga 38.3% (Izoruhai, 2010). meredakan sakit. Tim peneliti yang
RA adalah suatu penyakit autoimun diketahui O’connor pada risetnya yang
dimana pada lapisan persendian berjudul jahe redakan nyeri otot pada
mengalami peradangan sehingga 2010 melakukan dua riset untuk meneliti
menyebabkan rasa nyeri, kekakuan, khasiat jahe selama 11 hari jahe dipakai
kelemahan, penyakit ini terjadi antara adalah jahe mentah dan jahe yang
umur 20 – 50 tahun. RA merupakan dipanaskan. Para responden dalam
penyakit inflamasi sistemik kronis yang penelitian ini dibagi dalam dua
menyerang beberapa sendi, sinovium, kelompok, yakni diberi kapsul yang

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


85|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

berisi jahe mentah atau yang dipanaskan. skala nyeri dari berat ke sedang dari
Sisanya mendapat kapsul plasebo, setiap skala sedang ke rendah dan tidak
hari mereka harus meminum suplemen mengalami dari rendah ke sedang atau
tersebut. Setiap hari para responden tinggi. Ada perbedaan signifikan tingkat
dimintakan untuk berolah raga high nyeri sebelum dan setelah pemberian
impact yang beresiko menderita nyeri kompres jahe merah pada lanjut usia
otot dilengan. Dari kelompok yang dengan RA.
mengkonsumsi jahe dan resep-resep Kejadian RA di provinsi Riau berada
tradisional di China, jahe juga dipercaya pada angka 11,6%, NAD 12,6%,
dapat menyembuhkan tubuh saat Sulawesi Selatan 9,4%, dan Sulawesi
penyembuhan. Tengah 11,8%. Sedangkan Jakarta hanya
Jahe merah mengandung 19 8,1%. Angka ini cukup mengejutkan
komponen bio-aktif yang berguna bagi karena selama ini penyakit arthritis
tubuh. Salah satu komponen terbanyak rheumatoid banyak diderita lansia.
terdapat di jahe merah adalah subtansi Berdasarkan data di Dinas Kesehatan
rasa pedas gingerol dan panas, Kabupaten Indragiri Hilir terhadap 10
berkhasiat sebagai antihelmintik, penyakit terbanyak pada lansia tahun
antirematik, dan pencegah masuk angin 2017, arthritis rheumatoid (8,9%)
(Utami, 2005). Gingerol bersifat merupakan penyakit terbanyak ketiga
antikoagulan yaitu pencagah setelah gastritis (10.1%) dan ISPA
penggumpalan darah. Khusus sebagai (47.7%) (Profil Kesehatan Indragiri
obat, khasiat jahe merah sudah dikenal Hilir, 2018).
turun-temurun diantaranya sebagai Kabupaten Indragiri Hilir memiliki
pereda sakit kepala, batuk, masuk angin. 27 puskemas, dimana puskesmas Batang
Jahe merah juga kerap digunakan Tumu terletak di desa Batang Tumu
sebagai obat untuk meredakan gangguan kecamatan Mandah yang memiliki kasus
saluran pencernan, rematik, obat lansia arthritis rheumatoid yaitu
antimual dan mabuk perjalanan, sebanyak 690 kunjungan dalam tahun
kembung, kolera, diare, sakit 2017.
tenggorokan, difteria, penawar racun, Jumlah penduduk di wilayah
gatal digigit serangga, kaseleo, bengkak puskesmas Batang Tumu sampai akhir
serta memar. Efek panas pada jahe tahun 2017 berjumlah 1.088 jiwa.
merah inilah yang meredakan nyeri, Puskesmas Batang Tumu memiliki
kaku dan spasme otot pada RA. Jahe empat puskesmas pembantu yaitu
merah juga dapat digunakan untuk puskesmas pembantu Bakau Aceh,
mengobati luka lecet dan luka tikam puskesmas pembantu Surayya Mandiri,
karena duri atau benda tajam, karena puskesmas pembantu Pelanduk,
jatuh, dan luka digigit ular juga dapat puskesmas pembantu Bantaian,
disembuhkan (Paimin Dkk, 2006). puskesmas pembantu Sepakat.
Hasil penelitian Masyhurrosyidin di Berdasarkan rekapitulasi puskesmas
Malang Jawa Timur tahun 2013 tentang Bakau aceh pada 6 bulan terakhir tahun
pengaruh kompres hangat rebusan jahe 2018, jumlah kunjungan lansia dengan
terhadap penurunan skala nyeri arthritis rheumatoid hanya 30 orang
rheumatoid arthritis pada lansia di dengan jumlah rata-rata 5 orang per
puskesmas Arjuna Malang Jawa Timur, bulan (Data kunjungan pasien, 2015).
menunjukan secara keseluruhan ada Survey awal yang dilakukan pada 5
hubungan yang bermakna antara tingkat orang lansia di puskesmas pembantu
skala nyeri sebelum dan setelah Bakau Aceh dengan melakukan
pemberian kompres hangat rebusan jahe wawancara didapat hasil, 2 orang lansia
dengan p-value 0.000. Pada data pre dan mengatakan meredakan nyeri RA
post treatment di dapatkan penurunan dengan cara memijat-mijat bagian tubuh

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


86|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

yang sakit dengan mengoleskan balsem, b. Untuk mengetahui skala nyeri


2 orang lagi mengatakan memijat tanpa pada lansia yang menderita RA
menggunakan balsem. Mereka sesudah diberikan kompres jahe
mengatakan rasa sakit hanya hilang merah di puskesmas pembantu
ketika proses pemijatan. Jika sakit tidak Bakau Aceh wilayah kerja
hilang maka mereka baru mengkonsumsi Puskesmas Batang Tumu.
obat penghilang rasa sakit. Sementara 1 c. Untuk mengetahui rata-rata
orang lansia lagi mengatakan langsung penuruanan skala nyeri pada
mengkonsumsi obat jika merasa nyeri. lansia yang menderita RA
Mereka juga mengeluhkan ketika selesai sebelum dan sesudah diberikan
mengkonsumsi obat, mereka merasakan terapi kompres jahe merah di
nyeri pada lambung. Setelah ditanya puskesmas pembantu Bakau Aceh
tentang manfaat kompres jahe merah, wilayah kerja Puskesmas Batang
lansia menjawab belum pernah Tumu.
melakukan pengompresan dengan jahe d. Untuk mengetahui efektivitas
merah tersebut, padahal jahe merah ini kompres jahe merah terhadap
sangat baik dalam mengurangi nyeri RA. penuruanan skala nyeri pada
Berdasarkan paparan diatas peneliti lansia yang menderita RA
tertarik untuk melakukan penelitian sebelum dan sesudah diberikan
mengukur efektivitas kompres jahe terapi kompres jahe merah di
merah terhadap penurunan nyeri di puskesmas pembantu Bakau Aceh
puskesmas pembantu tempat kerja wilayah kerja Puskesmas Batang
peneliti sendiri dengan judul “efektivitas Tumu.
kompres jahe merah terhadap penurunan D. Manfaat Penelitian
skala nyeri pada lansia yang menderita 1. Manfaat teoritis
Rheumatoid Arthritis di puskesmas Sebagai masukan pengetahuan
pembatu Bakau Aceh wilayah kerja bagi perkembangan dunia pendidikan
puskesmas Batang Tumu” ilmu keperawatan. Nyeri RA dapat
B. Rumusan Masalah mengganggu rasa nyaman pada
Rumusan masalah dalam penelitian penderitanya, maka kompres jahe
ini adalah “Apakah kompres jahe merah merah dapat digunakan sebagai
efektif dalam penurunan skala nyeri tindakan keperawatan untuk
pada lansia yang menderita Rheumatoid mengurangi intensitas nyeri pada
Arthritis di puskesmas pembantu Bakau penderita rheumatoid arthritis
Aceh wilayah kerja puskesmas Batang tersebut.
Tumu..?” 2. Manfaat praktis
C. Tujuan Penelitian Memberikan sumbangan ilmiah
1. Tujuan Umum kepada pendidik dan mahasiswa
Mengetahui efektivitas kompres terhadap kasus RA yaitu melalui
jahe merah terhadap penurunan skala kompres jahe merah dapat dijadikan
nyeri pada lansia yang menderita sebagai komplamenter yang dapat
Rheumatoid Arthritis di puskesmas diterapkan dalam praktek mandiri
pembantu Bakau Aceh wilayah kerja keperawatan oleh mahasiswa
puskesmas Batang Tumu. keperawatan suatu saat nanti dan
2. Tujuan Khusus diharapkan penelitian ini dapat
a. Untuk mengetahui skala nyeri dijadikan salah satu acuan dan
pada lansia yang menderita RA perbandingan dalam pengembangan
sebelum diberikan kompres jahe penelitian tentang keefektifan
merah di wilayah kerja uskesmas kompres jahe merah.
Batang Tumu.
BAB II

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


87|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

TINJAUAN PUSTAKA disembuhkan. Selain itu


penginderaan nyeri menjadi lebih
A. Konsep Dasar Nyeri dalam sehinga penderita sukar
1. Pengertian nyeri untuk menunjukkan lokasinya.
Nyeri adalah pengalaman sensori Dampak dari nyeri ini antara lain
dan emosional yang tidak penderita menjadi mudah
menyenangkan akibat kerusakan tersinggung dan sering mengalami
jaringan yang aktual dan potensial. insomnia. Nyeri kronis biasanya
hilang timbul dalam periode
Nyeri adalah alasan utama seseorang
waktu tertentu, ada kalanya
untuk mencari bantuan perawatan penderita terbebas dari rasa nyeri
kesehatan (Smeltzer & Bare, 2002). (Fauziah, 2012).
Sedangkan menurut Mohamad 3. Jenis – jenis nyeri
(2012), mendefenisikan nyeri sebagai a. Nyeri somatik superfisial (kulit)
suatu sensori subyektif dan Nyeri kulit berasal dari struktur
pengalaman emosional yang tidak – struktur superfisial kulit dan
menyenangkan berkaitan dengan jaringan subkutis stimulus yang
kerusakan jaringan aktual atau efektif untuk menimbulkan nyeri
potensial atau yang dirasakan dalam di kulit dapat berupa rangsangan
kejadian-kejadian dimana terjadi mekanis, suhu, kimiawi atau
kerusakan. listrik. Apabila kulit hanya yang
2. Klasifikasi nyeri terlibat, nyeri sering dirasakan
Klasifikasi nyeri secara umum sebagai penyengat, tajam,
dibagi menjadi dua, yaitu nyeri akut meringis atau seperti terbakar,
dan kronis. tetapi apabila pembuluh darah ikut
a. Nyeri akut, terjadi setelah berperan menimbulkan nyeri, sifat
terjadinya cedera akut, penyakit nyeri menjadi berdenyut.
atau intervensi bedah dan b. Nyeri somatik dalam
memiliki awitan yang cepat Nyeri somatik dalam mengacu
dengan intensitas yang bervariatif kepada nyeri yang berasal dari
(ringan sampai sedang) dan
otot tendon, ligamentum, tulang,
berlangsung singkat. Fungsi nyeri
akut adalah untuk memberi sendi dan arteri. Struktur ini
peringatan akan cedera atau memiliki lebih sedikit reseptor
penyakit yang akan datang. Nyeri nyeri sehingga lokalisasi nyeri
akut biasanya akan menghilang kulit dan cenderung menyebar ke
dengan atau tanpa pengobatan daerah sekitarnya.
setelah area yang rusak pulih c. Nyeri visera
kembali. Nyeri ini biasanya Nyeri visera mengacu kepada
berlangsung tidak lebih dari enam
nyeri yang berasal dari organ-
bulan. Awitan gejalanya
mendadak dan biasanya penyebab organ tubuh. Reseptor nyeri visera
serta lokasi nyeri sudah diketahui. lebih jarang dibandingkan dengan
b. Nyeri kronis, nyeri ini reseptor nyeri somatik dan terletak
berlangsung lebih dari enam di dinding otot polos organ
bulan. Sumber nyeri bisa berongga. Mekanisme utama yang
diketahui atau tidak. Nyeri menimbulkan nyeri visera adalah
cenderung hilang timbul dan
peregaman atau distensi abnormal
biasanya tidak dapat

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


88|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

dinding atau kapsul organ, perasaan-perasaan apa yang dapat


iskemia dan peradangan. mencetus nyeri.
d. Nyeri alih b. Kualitas (Q : Quality)
Nyeri alih didefenisikan Kualitas nyeri merupakan
sebagai nyeri berasal dari salah sesuatu yang subjektif yang
satu daerah di tubuh tetapi diungkapakan oleh klien, sering
dirasakan terletak didaerah lain. kali klien mendeskripsikan nyeri
Nyeri visera sering dialihkan ke dengan kalimat-kalimat tajam,
darmatom (daerah kulit) yang tumpul, berdenyut, berpindah-
dipersarafi oleh segmen medula pindah, seperti tertindih, perih,
spinalis yang sama dengan viksus tertusuk dan lain-lain, dimana tiap
yang nyeri tersebut berasal dari klien mungkin berbeda-beda
masa mudigah, tidak hanya dalam melaporkan kualitas nyeri
ditempat organ tersebut berada yang dirasakan.
pada masa dewasa. c. Lokasi (R : Region)
e. Nyeri neuropati Untuk mengkaji lokasi nyeri
Sistem saraf secara normal maka perawat meminta klien
menyalurkan rangsangan yang untuk menunjukkan semua
merugikan dari sistem saraf tepi bagian/daerah yang dirasakan
(SST) ke sistem saraf pusat (SSP) tidak nyaman oleh klien. Untuk
yang menimbulkan rasa nyeri. melokalisasi nyeri lebih spesifik,
Dengan demikian, lesi di SST atau maka perawat dapat meminta
SSP dapat menyebabkan klien untuk melacak daerah nyeri
gangguan atau hilangnya sensasi dari titik yang paling nyeri,
nyeri. Nyeri neuropatik sering kemungkinan hal ini akan sulit
memiliki kualitas seperti terbakar, apabila nyeri yang dirasakan
perih atau seperti tersengat listrik bersifat difusi (menyebar).
(Sudarti, 2012). d. Keparahan (S : Severe)
4. Karakteristik nyeri Tingkat keparahan pasien
Menurut Prasetyo (2010), tentang nyeri merupakan
karakteristik nyeri dapat dilihat karakteristik yang paling subjektif.
dengan menggunakan metode P, Q, Pada pengkajian ini klien diminta
R, S, T, yaitu : untuk menggambarkan nyeri yang
a. Faktor pencetus (P : Provocate) ia rasakan sebagai nyeri ringan,
Perawat mengkaji tentang nyeri sedang atau berat. Namun
penyebab atau stimulus – stimulus kesulitannya adalah makna dari
nyeri pada klien, dalam hal ini istilah-istilah ini berbeda bagi
perawat juga dapat melakukan perawat dan klien serta tidak
observasi bagian-bagian tubuh adanya batasan-batasan khusus
yang mengalami cedera. Apabila yang membedakan antara nyeri
perawat mencurigai adanya nyeri ringan, sedang dan berat. Hal ini
psigonetik maka perawat harus juga bisa disebabkan karena
dapat mengeksploirasikan memang pengalaman nyeri pada
perasaan klien dan menanyakan masing-masing individu berbeda-
beda.

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


89|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Skala intensitas nyeri “muka”, Judha M.S & Fauziah A(2012) :


Gambar 2.1 Skala Intensitas Nyeri Deskriptif “Muka”

Gambar 2.2 Skala Intensitas Nyeri Numerik (0 - 10)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tidak ada Nyeri Nyeri sedang Paling nyeri hebat

e. Durasi (T : Time) 1. Skala 0 : Tidak


Perawat menanyakan pada nyeri
pasien untuk menentukan awitan, 2. Skala 1 - 3 : Nyeri
durasi dan rangkaian nyeri. ringan, secara obyektif klien
dapat berkomunikasi
Perawat dapat menanyakan :
dengan baik.
“Kapan nyeri mulai di rasakan?”, 3. Skala 4 - 6 : Nyeri
“Sudah berapa lama nyeri sedang, secara obyektif klien
dirasakan?”, “Apakah nyeri yang mendesis, menyeringai, dapat
dirasakan terjadi pada waktu yang menunjukkan lokasi nyeri,
sama setiap hari?”, “Seberapa dapat mendeskripsikannya,
sering nyeri kambuh?” atau dapat mengikuti perintah
dengan baik.
dengan kata-kata lain yang
4. Skala 7 - 9 : Nyeri
semakna. Skala nyeri menurut berat secara obyektif klien
bourbanis atau skala penilaian terkadang tidak dapat
numerik (numeric rating scale, mengikuti perintah tapi masih
NRS) lebih digunakan sebagai respon terhadap tindakan,
pengganti alat pendeskripsian dapat menunjukkan lokasi
kata. Dalam hal ini klien menilai nyeri, tidak dapat
mendeskripsikannya, tidak
nyeri dengan menggunakan skala
dapat diatasi dengan alih posisi
0-10. Skala paling efektif nafas panjang dan distraksi.
digunakan saat mengkaji 5. Skala 10 : Nyeri
intensitas nyeri sebelum dan sangat berat, klien sudah tidak
setelah dilakukan intervensi sanggup atau tidak mampu lagi
terapeutik. Intensitas nyeri untuk berkomunikasi, bahkan
memukul.
dibedakan menjadi lima dengan
Pengelompokkan skala nyeri
menggunakan skala numerik,
0 – 10 (comparative pain scale)
yaitu : (Andaners, 2010).

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


90|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

0 = Tidak ada rasa sakit (merasa tidak peduli apa efek samping
normal). atau resikonya.
10 (sakit tak terbayangkan, tak
1 Nyeri hampir tidak terasa dapat diungkapkan) = nyeri
(sangat ringan) = sangat begitu kuat tak sadarkan diri.
ringan, seperti gigitan nyamuk. Kebanyakan orang tidak
Sebagian besar waktu anda pernah mengalami skala rasa
tidak pernah berfikir tentang sakit ini. Karena sudah keburu
rasa sakit. pingsan seperti mengalami
2 (tidak menyenangkan) = kecelakaan parah, tangan
nyeri ringan, seperti cubitan hancur dan kesadaran akan
ringan pada kulit. hilang sebagai akibat dari rasa
3 (bisa ditoleransi) = nyeri sakit yang luar biasa parah.
sangat terasa, seperti pukulan 5. Faktor yang mempengaruhi nyeri
ke hidung menyebabkan a. Usia
hidung berdarah atau suntikan Perbedaan usia dalam
oleh dokter. berespon terhadap nyeri. Anak
4 (menyedihkan) = kuat, nyeri kecil memiliki kesulitan untuk
yang dalam, seperti sakit gigi memahami dan mengekspresikan
atau rasa sakit dari sengatan
nyeri, pada lansia mereka lebih
lebah.
5 (sangat menyedihkan) = kuat, untuk tidak melaporkan nyeri
dalam, nyeri yang menusuk, karena persepsi nyeri yang harus
seperti pergelangan kaki yang mereka terima, menyangkal
terkilir. merasakan nyeri karena takut
6 (intens) = kuat, dalam, nyeri akan konsekuensi atau tindakan
yang menusuk begitu kuat media yang dilakukan dan takut
sehingga tampaknya sebagian
akan penyakit dari rasa nyeri itu.
mempengaruhi sebagian indra
anda, menyebabkan tidak b. Jenis kelamin
fokus, komunikasi terganggu. Seorang laki-laki harus lebih
7 (sangat intens) = sama seperti berani sehingga tertanamkan yang
6 kecuali bahwa rasa sakit menyebabkan mereka lebih tahan
benar benar mendominasi terhadap nyeri dibandingkan
indra anda menyebabkan tidak wanita.
dapat berkomunikasi dengan
c. Kebudayaan
baik dan tak mampu
Beberapa kebudayaan
melakukan perawatan diri.
8 (benar banar mengerikan) = meyakini bahwa memperlihatkan
nyeri begitu kuat sehingga nyeri adalah sesuatu yang wajar
anda tidak lagi dapat berpikir namun ada kebudayaan yang
jernih dan sering mengalami mengajarkan untuk menutup
perubahan kepribadian yang perilaku untuk tidak
parah jika sakit datang dan memperlihatkan nyeri.
berlangsung lama.
d. Makna nyeri
9 (menyiksa tak tertahankan)
Makna nyeri mempengaruhi
= nyeri begitu kuat sehingga
anda tidak bisa mentolerirnya pengalaman nyeri dan adaptasi
dan sampai sampai menuntut terhadap nyeri.
untuk segera menghilangkan e. Perhatian
rasa sakit apapun caranya,

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


91|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Seseorang yang mampu mengalihkan bertugas mendeteksi kerusakan


perhatian, sensasi nyeri akan jaringan dan membangkitkan sensasi
berkurang. Karena upaya sentuhan panas, dingin, nyeri dan
pengalihan dihubungkan dengan tekanan. Nosiseptor merupakan
respon nyeri yang menurun. ujung saraf perifer yang bebas dan
f. Ansietas tidak bermielin atau sedikit
Ansietas sering meningkatkan bermielin. Reseptor nyeri tersebut
persepsi nyeri dan nyeri dapat dapat dirangsang oleh stimulus
menimbulkan ansietas. mekanis, suhu atau kimiawi.
g. Keletihan Sedangkan proses fisiologi terkait
Keletihan meningkatkan nyeri disebut nosisepsi. Proses
persepsi nyeri yang menurunkan tersebut terdiri atas empat fase yaitu :
kemampuan koping. a. Transduksi, stimulus atau
h. Pengalaman nyeri rangsangan yang membahayakan
Seseorang dengan pengalaman memicu pelepasan mediator
nyeri akan lebih terbentuk koping biokimia yang mensesitisasi
yang baik dibanding orang nosiseptor.
dengan pertama terkena nyeri, b. Transmisi, nyeri merambat dari
serabut saraf perifer ke medulla
maka akan mengganggu koping.
spinalis. Dua jenis serabut
nosiseptor yang terlibat dalam
i. Gaya koping proses tersebut adalah serabut C,
Klien sering menemukan cara yang mentransmisikan nyeri yang
untuk mengembangkan koping timbul dan menyakitkan, serta
terhadap efek fisiologi dan serabut A Delta yang
psikologis. Gaya koping ini mentransmisikan nyeri yang tajam
berhubungan dengan pengalaman dan terlokalisasi. Transmisi nyeri
dari medulla spinalis menuju
nyeri.
batang otak dan thalamus melalui
j. Dukungan keluarga dan sosial jaras spinitalamikus. STT
Kehadiran keluarga atau orang yang merupakan suatu sistem
dicintai akan meminimalkan diskriminatif yang membawa
persepsi nyeri (Saryono, 2011). informasi mengenai sifat dan
6. Fisiologi nyeri lokasi stimulus ke thalamus.
Bagaimana nyeri merambat dan c. Persepsi, individu mulai
dipersepsikan oleh invidu masih menyadari adanya nyeri.
belum sepenuhnya dimengerti. Akan Tampaknya persepsi nyeri
tersebut terjadi distruktur korteks
tetapi bisa tidaknya nyeri dirasakan
sehingga memungkinkan nyeri
dan hingga derajat mana nyeri muncul berbagai strategi perilaku
tersebut mengganggu dipengaruhi kognitif untuk mengurangi
oleh interaksi antar sistem algesia komponen sensorik dan afektif
tubuh dan transmisi sistem saraf serta nyeri.
interpretasi stimulus (Anggriyana, d. Modulasi, neuro dibatang otak
mengirimkan sinyal kembali ke
2011).
medulla spinalis. Serabut
7. Nosisepsi desenden tersebut melepaskan
Sistem saraf perifer terdiri atas substansi seperti opioid, serotonin
saraf sensorik primer yang khusus yang akan menghambat impuls

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


92|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

asenden yang membahayakan jika nyeri itu terlalu berat atau


dibagian dorsal medulla spinalis berlangsung lama dapat berakibat
(Mubarak, 2008). tidak baik bagi tubuh dan hal ini
8. Stimulus nyeri akan menyebabkan penderita
Seseorang dapat menoleransi, menjadi tidak tenang dan putus
menahan nyeri (paint tolerance) atau asa. Bila nyeri cenderung tidak
dapat mengenali jumlah stimulus tertahankan, penderita bisa
sampai melakukan bunuh diri.
nyeri sebelum merasakan nyeri (paint
Persepsi nyeri tepatnya area
threshold). Terdapat beberapa korteks (fungsi evaluative
stimulus nyeri, diantaranya: kognitive), muncul akibat
a. Trauma pada jaringan tubuh. stimulus yang ditransmisikan
b. Gangguan pada jaringan tubuh menuju jaras spinothalamikus dan
karena edema akibat terjadinya thalamiko kortikalis. Persepsi
penekanan pada reseptor nyeri. nyeri bersifat objektif, sangat
c. Tumor dapat juga menekan kompleks dan dipengaruhi oleh
reseptor nyeri. faktor-faktor yang memicu
d. Iskemia pada jaringan, misalnya stimulus nosiseptor dan transmisi
terjadi blockade pada arteria impuls nosiseptor, seperti daya
koroneria yang menstimulasi reseptif dan interpretasi kortikal.
reseptor nyeri akibat Persepsi nyeri bisa berkurang atau
tertumpuknya asam. hilang pada periode stres berat
e. Spasme otot dapat menstimulasi. atau dalam keadaan emosi.
9. Pengalaman nyeri Kerusakan pada ujung saraf dapat
1. Makna nyeri, nyeri memiliki memblok nyeri dari sumbernya.
makna yang berbeda bagi setiap 3. Toleransi terhadap nyeri, toleransi
orang, juga untuk orang yang terhadap nyeri berkaitan dengan
sama disaat yang berbeda. intensitas nyeri yang membuat
Umumnya, manusia memandang seseorang sanggup menahan nyeri
nyeri sebagai pengalaman yang sebelum meminta pertolongan.
negative, walaupun nyeri juga Tingkat toleransi yang tinggi
mempunyai aspek positif. berarti bahwa individu mampu
Beberapa makna nyeri antara lain menahan nyeri yang berat
berbahaya atau merusuk, sebelum ia mencari pertolongan.
menunjukkan adanya komplikasi Meskipun setiap orang memiliki
(misalnya infeksi), memerlukan pola penahanan nyeri yang relatif
penyembuhan, menyebabkan stabil, namun tingkat toleransi
ketidakmampuan, merupakan berbeda tergantung pada situasi
sesuatu yang harus ditoleransi. yang ada.
Faktor yang mempengaruhi 4. Reaksi terhadap nyeri, setiap
makna nyeri bagi individu antara orang memiliki reaksi yang
lain usia, jenis kelamin, latar berbeda terhadap nyeri. Ada
belakang sosial budaya, orang yang menghadapinya
lingkungan, pengalaman nyeri dengan perasaan takut, gelisah
sekarang dan masa lalu. dan cemas, ada pula yang
2. Persepsi nyeri, pada dasarnya menanggapinya dengan sikap
nyeri merupakan salah satu yang penuh toleransi (Mubarak,
bentuk refleks guna menghindari 2008).
rangsangan dari luar tubuh atau 10. Konsep jahe merah
melindungi tubuh dari segala a. Definisi
bentuk berbahaya. Akan tetapi,

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


93|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Jahe (Zingiber officinale Rosc) famili temu-temuan


adalah salah satu bumbu dapur (Zingiberaceae) dan satu famili
yang sudah lama dimanfaatkan dengan temu-temuan lainnya.
sebagai tanaman obat. Sebagai Nama Zingiber berasal dari
bumbu dapur, rimpang jahe bahasa Sanskerta “Singaberi”.
digunakan untuk mengolah Kata “Singaberi” dalam bahasa
masakan dan penganan. Sanskerta itu berasal dari bahasa
Pemakaian jahe sebagai tanaman Arab “Zanzabil” atau bahasa
obat semakin berkembang pesat Yunani “Zingiberi”. Berdasarkan
seiring dengan mulai taksonomi tanaman, jahe
berkembangnya pemakaian termasuk divisi Pteridophyta,
bahan-bahan alami untuk subdivisi Angiosperma, kelas
pengobatan (Lentera, 2002). Mono-cotyledoneae, ordo
Jahe merah adalah jahe yang Scitamineae, famili Zingiberaceae
sangat cocok untuk herbal dengan dan genus Zingiber (Lentera,
kandungan minyak atsiri dan 2002).
oleoresinnya yang lebih tinggi c. Asal-usul dan penyebarannya
dibandingkan dengan jahe lainnya Sampai saat ini belum
sehingga ampuh menyembuhkan diketahui asal-usul jahe secara
berbagai macam penyakit. Jahe pasti, namun diperkirakan berasal
merah (Zingiber officinale Rosc) dari India. Hal ini berdasarkan
memiliki rimpang berwarna informasi bahwa jahe telah
merah sampai jingga muda dan digunakan sebagai tanaman
lebih kecil daripada jahe gajah rempah dan obat sejak bertahun –
dan jahe kecil. Sama halnya tahun silam di India dan Cina. Di
dengan jahe merah selalu dipanen India, jahe sangat memasyarakat,
setelah berumur tua. Kandungan sehingga tanaman ini memiliki
kimia gingerol dalam jahe merah banyak sebutan, seperti adu, ale
mampu memblokir prostaglandin dan ada. Di Cina, jahe sudah ada
sehingga dapat menurunkan nyeri pada masa kehidupan Confucius
sendi pada penderita RA. (sekitar tahun 55-479 SM),
Jahe merah atau jahe sunti seorang filosof Cina. Hal ini
mempunyai banyak keunggulan didasarkan pada buku catatan
dibandingkan dengan jenis jahe filosof tersebut yang sering
lainnya, terutama jika ditinjau dari menyatakan bahwa jika makan
segi kandungan senyawa kimia dia selalu menggunakan jahe.
dalam rimpangnya, yang terdiri Sebagian orang berpendapat
dari zat gingerol, oleoresin dan bahwa jahe berasal dari Malaysia,
minyak atsiri yang tinggi, yang dikenal sebagai penghasil
sehingga lebih banyak digunakan tanaman rempah. Di Eropa, jahe
sebagai bahan baku obat (Lentera, dikenal sebagai tanaman rempah
2002). pertama yang diperoleh dari
b. Kekerabatan jahe pedagang-pedagang Arab. Para
Tanaman Jahe (Zingiber pedagang Arab tersebut
officinale Rosc) termasuk dalam membawanya dari India.

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


94|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Tanaman jahe di Eropa telah bagian atas berwarna hijau


dikenal sejak zaman Dioscorides muda jika dibandingkan
dan Pliny pada abad ke-1 SM. dengan bagian bawah. Luas
Di Indonesia, jahe memang daun 24,87-27,52 cm² dengan
belum ditanam secara meluas. ukuran panjang 17,42-21,99
Meskipun demikian, tanaman ini cm, lebar 2,00-2,45 cm, lebar
banyak ditemukan didaerah tajuk antara 41,05-53,81 cm
Rejang Lebong (Bengkulu), dan jumlah daun dalam satu
Kuningan, Bogor (Jawa Barat), pohon mencapai 25-31 lembar.
Magelang ( Jawa Tengah), Jahe besar memiliki ukuran
Yogyakarta dan beberapa daerah rimpang yang lebih besar
di Jawa Timur. Jahe bisa hidup dibandingkan dengan jahe
ditanah dengan ketinggian 200- yang lainnya. Jika diiris
600 meter di atas permukaan laut melintang, rimpang berwarna
dan curah hujan rata-rata 2.500- putih kekuningan. Berat
4.000 mm/tahun. Pada umumnya, rimpang berkisar 0,18-1,04 kg
dikawasan itu jahe hanya ditanam dengan panjang 15,83-32,75
di pekarangan, di sekitar rumah cm dan memiliki ukuran tinggi
atau ditanah tegalan. 6,20-12,24 cm. Akar jahe
Pemanfaatannya pun masih gajah ini memiliki serat yang
terbatas untuk konsumsi rumah sedikit lembut dengan kisaran
tangga (Lentera, 2002). panjang akar 4,53-6,30 cm dan
d. Jenis-jenis jahe diameter mencapai kisaran
Ciri utama tanaman yang 4,53-6,30 mm. Rimpang
tergolong famili Zingiberaceae memiliki aroma yang kurang
adalah berdaun tunggal dengan tajam dan rasanya pun kurang
tulang daun sejajar atau pedas, tidak seperti aroma dan
melengkung (sebagai salah satu rasa jahe merah.
ciri dari tumbuhan 2) Jahe kecil atau jahe emprit
monokotil/berbiji tunggal) dan Batang jahe kecil
memiliki rimpang yang beraroma berbentuk bulat, berwarna
khas. hijau muda dan diselubungi
Berdasarkan aroma, warna, oleh pelepah daun sehingga
bentuk, dan besarnya rimpang agak keras. Tinggi rata-rata
dikenal 3 jenis jahe, yakni : tanaman antara 41,87-56,45
1) Jahe gajah, jahe badak atau cm. Susunan daun berselang-
jahe besar seling dan teratur dengan
Batang jahe gajah warna permukaan daun bagian
berbentuk bulat, berwarna atas hijau muda. Luas daun
hijau muda, diselubungi 14,36-20,50 cm², panjang daun
pelepah daun, sehingga agak 17,45-19,79 cm, lebar daun
keras. Tinggi tanaman 55,88- 2,24-3,26 cm, dan lebar tajuk
81,38 cm. Daunnya tersusun berkisar 34,93-44,87 cm.
secara selang-seling dan Jumlah daun dalam satu pohon
teratur, permukaan daun 20-29 lembar.

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


95|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Ukuran rimpang relatif merah memiliki aroma yang


kecil dan berbentuk agak tajam dan rasanya sangat
pipih, berwarna putih sampai pedas. Jahe merah atau jahe
kuning. Panjang rimpang sunti mempunyai banyak
16,13-31,70 cm, tinggi 7,86- keunggulan dibandingkan
11,10 cm dan berat 1,11-1,58 dengan jenis jahe lainnya,
kg. Akarnya berserat agak terutama jika ditinjau dari segi
kasar dengan ukuran panjang kandungan senyawa kimia
mencapai 20,55-21,10 cm dan dalam rimpangnya, yang
berdiameter 4,78-5,90 mm. terdiri dari zat gingerol,
Rimpang jahe kecil aromanya oleoresin dan minyak atsiri
agak tajam dan terasa pedas. yang tinggi, sehingga lebih
3) Jahe merah atau jahe sunti banyak digunakan sebagai
Batang jahe merah bahan baku obat (Lentera,
berbentuk bulat kecil, 2002).
berwarna hijau kemerahan dan Pemakaian ketiga jenis jahe
agak keras karena diselubungi memiliki perbedaan yang
oleh pelepah daun. Tinggi disebabkan kandungan kimia
tanaman mencapai 34,18- dari setiap jenis jahe yang
62,28 cm. Daun tersusun berbeda. Jahe gajah dengan
berselang-seling secara teratur aroma dan rasa yang kurang
dan memiliki warna yang lebih tajam lebih banyak digunakan
hijau (gelap) dibandingkan untuk masakan, minuman,
dengan kedua tipe lainnya. permen dan asinan. Jahe kecil
Permukaan daun bagian atas dengan aroma yang lebih
berwarna hijau muda tajam dari jahe gajah banyak
dibandingkan dengan bagian digunakan sebagai rempah-
bawahnya. Luas daun 32,55- rempah, penyedap makanan,
51,18 cm² dengan panjang minuman dan bahan minyak
24,30-24,79 cm, lebar 2,79- atsiri.
31,18 cm dan lebar tajuk Sementara itu, jahe merah
36,93-52,87 cm. mempunyai banyak
Rimpang jahe ini berwarna keunggulan dibandingkan
merah hingga jingga muda. dengan jenis lainnya terutama
Ukuran rimpang pada jahe jika ditinjau dari segi
merah lebih kecil kandungan senyawa kimia
dibandingkan dengan kedua dalam rimpangnya. Di dalam
jenis jahe di atas, yakni rimpang jahe merah
panjang rimpang 12,33-12,60 terkandung zat gingerol,
cm, tinggi mencapai 5,86-7,03 oleoresin dan minyak atsiri
cm dan berat rata-rata 0,29- yang tinggi, sehingga lebih
1,17 kg. Akar berserat agak banyak digunakan sebagai
kasar dengan panjang 17,03- bahan baku obat. Namun
24,06 cm dan diameter akar demikian, seiring dengan
mencapai 5,36-5,46 mm. Jahe

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


96|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

semakin berkembangnya oleoresin harus melalui proses


pemakaian obat-obatan penyulingan terlebih dahulu.
tradisional, ketiga jenis jahe ini Selanjutnya minyak atsiri dan
sudah banyak dikonsumsi oleoresin hasil penyulingan
sebagai obat dan telah banyak tersebut dimanfaatkan sebagai
pula orang yang disembuhkan bahan baku industri pembuatan
penyakitnya oleh ketiga jenis obat – obatan.
jahe ini, baik sebagai bahan Produk hasil olahan dari
obat utama maupun sebagai rimpang jahe dapat berupa jahe
bahan pelengkap ramuan obat segar, jahe kering, jahe instan atau
(Lentera, 2002). bubuk jahe, asinan jahe, sirup
e. Pemanfaatan rimpang jahe jahe, dan sebagainya. Disamping
Bagian terpenting dari itu, sebagai obat tradisional, jahe
tanaman jahe yang dimanfaatkan secara turun temurun telah banyak
untuk berbagai macam tujuan dipakai untuk menyembuhkan
adalah akar tongkat atau lebih berbagai penyakit, misalnya
dikenal dengan nama rimpang. kurang nafsu makan, kepala
Sesuai dengan namanya, rimpang pusing, encok atau rematik, batuk
jahe merah berwarna merah kering, masuk angin, terkilir,
sampai jingga muda. Rimpang bengkak-bengkak, gatal-gatal,
jahe merah mempunyai serat yang muntah-muntah, kolera, dan
kasar. Ukuran besar dan kecil difteri.
rimpang dipengaruhi oleh Meskipun ukuran rimpang jahe
keadaan lingkungan tumbuh, merah termasuk yang paling kecil
misalnya kesuburan tanah, teknik jika dibandingkan dengan jenis
budi daya yang dilakukan dan jahe lainnya, jahe merah memiliki
karakteristik gen pembawa sifat. rasa yang sangat pedas dan aroma
Interaksi antara gen dan faktor yang tajam. Rasa pedas dari jahe
lingkungan akan menghasilkan secara umumnya disebabkan
penampilan fisik yang berbeda. kandungan senyawa gingerol
Hal ini disebabkan adanya yang mempunyai aroma yang
perbedaan daya adaptasi setiap harum. Banyaknya kandungan
jenis jahe yang masing-masing gingerol ini dipengaruhi oleh
dikendalikan oleh sifat genotip umur tanaman dan agroklimat
setiap individu tanaman. Jahe tempat penanaman jahe.
merah memiliki ukuran rimpang Sementara itu, aroma jahe
yang paling kecil jika disebabkan kandungan minyak
dibandingkan dengan ukuran atsiri yang umumnya berwarna
rimpang jenis jahe lainnya. kuning dan sedikit kental.
Rimpang jahe mengandung Kandungan minyak atsiri rimpang
minyak atsiri dan oleoresin, yang jahe berkisar 0,8-3,3%.
banyak digunakan dalam industri Kandungan oleoresin sekitar 3%,
dan secara langsung digunakan tergantung jenis jahe yang
pula di rumah tangga. bersangkutan (Lentera, 2002)
Penggunaan minyak atsiri dan

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


97|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

f. Kandungan senyawa kimia umumnya berwarna kuning,


Secara umum, komponen sedikit kental, dan merupakan
senyawa kimia yang terkandung senyawa yang memberikan aroma
dalam jahe terdiri dari minyak yang khas pada jahe.
menguap (volatile oil), minyak Besarnya kandungan minyak
tidak menguap (nonvolatile oil), atsiri dipengaruhi oleh umur
dan pati. Minyak atsiri termasuk tanaman. Artinya, semakin tua
jenis minyak menguap dan umur jahe tersebut, semakin
merupakan suatu komponen yang tinggi kandungan minyak
memberi bau yang khas. atsirinya. Namun, selama dan
Kandungan minyak tidak sesudah pembungaan, persentase
menguap disebut oleoresin, yakni kandungan minyak atsiri tersebut
suatu komponen yang berkurang, sehingga dianjurkan
memberikan rasa pahit dan pedas. tidak melakukan pemanenan pada
Rimpang jahe merah selain saat itu. Dengan demikian, selain
mengandung senyawa-senyawa umur tanaman, kandungan
kimia tersebut, juga mengandung minyak atsiri jahe juga
gingerol, 1,8-cineole, 10-dehydro- dipengaruhi oleh umur panen.
gingerdione, 6-gingerdione, Kandungan oleoresin setiap
arginine, a-linolenic acid, aspartic, jenis jahe berbeda-beda. Oleoresin
β-sitosterol, caprylic acid, jahe bisa mencapai sekitar 3%,
capsaicin, chlorogenis acid, tergantung jenis jahe yang
farsenal, farnesene, farnesol, dan bersangkutan. Jahe merah rasa
unsur pati seperti tepung kanji, pedasnya tinggi disebabkan
serta serat-serat resin dalam kandungan oleoresinnya tinggi,
jumlah sedikit. sedangkan jahe gajah atau jahe
Berdasarkan beberapa badak rasa pedasnya kurang
penelitian, dalam minyak atsiri karena kandungan oleoresinnya
jahe terdapat unsur-unsur n- sedikit. (Lentera, 2002)
nonylaldehyde, d-camphene, d-β g. Khasiat dan manfaat jahe
phellandrene, methylheptenone, merah
cineol, d-borneol, geraniol, Kandungan minyak atsiri dan
linalool, acetates dan caprylate, oleoresin yang cukup tinggi pada
citral, chavicol, dan zingiberene. rimpang jahe merah menyebabkan
Bahan-bahan tersebut merupakan jahe merah memiliki peranan
sumber bahan baku terpenting penting dalam dunia pengobatan,
dalam industri farmasi atau obat- baik pengobatan tradisional
obatan. maupun untuk skala industri
Kandungan minyak atsiri jahe dengan memanfaatkan kemajuan
merah sekitar 2,58-2,72% teknologi. Jahe merah tidak hanya
dihitung berdasarkan berat kering. dimanfaatkan bagian daging
Kandungan minyak atsiri jahe rimpangnya, tetapi juga kulit
badak berkisar 0,82-1,68% dan rimpangnya bisa dijadikan obat.
pada jahe kecil atau jahe emprit Secara turun-temurun, kulit
berkisar 1,5-3,3%. Minyak atsiri rimpang jahe merah yang

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


98|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

dipanggang hingga menjadi hitam muntah-muntah (emetic), rasa


banyak digunakan sebagai obat nyeri, penyakit jantung, bagian
mencret dan disentri. Disamping badan yang membengkak,
itu, bisa digunakan oleh para jaringan yang bertambah besar
wanita yang ingin mengatur masa (elephantiasis), meramang (piles),
menstruasinya. sedu sedan (eructation), gangguan
Berdasarkan penelitian dan lambung, disengat kalajengking,
pengalaman, jahe merah sebagai digigit ular, serta keracunan
bahan baku obat dengan rasanya makan udang atau kepiting. Jahe
yang panas dan pedas, telah merah juga merupakan bahan
terbukti berkhasiat dalam baku obat yang berfungsi
menyembuhkan berbagai jenis menambah stamina (tonikum),
penyakit. Misalnya pencahar obat untuk menghilangkan rasa
(laxative), penguat lambung nyeri otot, obat penyakit cacing,
(stomachic), peluluh masuk angin untuk menambah terang
(expectorant), peluluh cacing penglihatan, sakit kepala dan
penyebab penyakit (anthelmintic), sebagainya (Lentera, 2002).
sakit encok (rheumatism), sakit h. Efek farmakologis jahe merah
pinggang (lumbago), pencernaan Efek farmakologis jahe merah
kurang baik (dyspepsia), radang adalah dapat memperkuat khasiat
setempat yang mengeluarkan bahan lain yang dicampurkan
nanah dan darah, radang pada proses pembuatan obat.
tenggorokan (bronchitis), bengek Berdasarkan penelitian, efek
(asma), muntah-muntah dan nyeri farmakologis yang dikandung
otot, kurang daya penglihatan jahe merah dan jahe gajah
(alexteric), pengobatan balak ternyata sama saja. Perbedaannya,
(leucoderma), kurang darah efek yang ditimbulkan oleh jahe
(anemia), saban-saban gajah lebih besar, karena
(starangury), sakit kusta kandungan minyak atsiri dan
(leprosy), borok-borok (ulcers), oleoresinnya lebih tinggi. Secara
sakit demam (fevers), panas dan umum, efek zat aktif yang
serasa terbakar di badan, penyakit terkandung dalam rimpang jahe
darah, perangsang syahwat merah disajikan dalam tabel
(aphrodisiac), memperbaiki rasa, berikut ini :
memperbaiki pencernaan,

Tabel 2.1 Efek farmakologis zat aktif yang terkandung dalam rimpang jahe
merah
No Nama Zat Aktif Efek Farmakologis

1. Limonene Menghambat jamur Candida alhicans,


antikholinesterase, obat flu.

2. 1,8-cineole Mengatasi ejakulasi prematur, anestetik


antikholinesterase, perangsang aktivitas syaraf

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


99|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

pusat, merangsang ereksi, merangsang


keluarnya keringat, penguat hepar.

3. 10-dehydroginger- Merangsang keluarnya ASI, menghambat kerja


dione, 10-ginger-dione, enzim siklo-oksigenase, penekan prostaglandin.
6-gingerdion, 6-
gingerol
4. Alpha-linolenic acid Anti-pendarahan di luar haid, merangsang
kekebalan tubuh, merangsang produksi getah
bening.
5. Arginine Mencegah kemandulan, memperkuat daya tahan
sperma.
6. Aspartic acid Perangsang syaraf, penyegar.
7. Betha-sitoserol Perangsang hormon androgen, menghambat
hormon estrogen, mencegah hiper-lipoprotein,
melemahkan potensi sperma, bahan baku feroid.
8. Caprylic-acid Anti jamur Candida albicans.

9. Capsaicin Merangsang ereksi, menghambat keluarnya


(seluruh bagian enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase,
tanaman) meningkatkan aktivitas kelenjar endokrin.

10. Chlorogenic acid Mencegah proses penuaan, merangsang


(seluruh bagian regenerasi sel kulit.
tanaman)
11. Farnesol Bahan pewangi makanan, parfum, merangsang
regenerasi sel normal.

(Sumber: Anonim, Buletin APTOI, edisi 17, 2002)


Jahe merah memiliki rasa imunologis tampak berperan
panas dan pedas. Tanaman ini penting dalam memulai dan
berkhasiat sebagai pencahar, timbulnya penyakit ini (Zairin,
anthelmintic, antirematik, dan 2012).
peluruh masuk angin (Lentera, RA adalah gangguan kronik
2005). yang menyerang berbagai sistem
11. Konsep Dasar Rheumatoid Artritis organ. Penyakit ini adalah salah
(RA) satu dari sekelompok penyakit
a. Pengertian RA jaringan penyambung difusi yang
RA adalah penyakit inflamsi
diperantai oleh imunitas
sistemik kronis yang tidak
(Lukman, 2011).
diketahui penyebabnya.
b. Epidemiologi
Karakteristiknya adalah terjadinya RA merupakan suatu penyakit
kerusakan dan proliferasi pada yang telah lama dikenal dan
membaran sinovial, yang tersebar luas diseluruh dunia serta
menyebabkan kerusakan pada melibatkan semua ras dan
tulang sendi, ankilosis dan kelompok etnik. Walaupun belum
deformitas. Mekanisme dapat dipastikan sebagai

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


100|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

penyebab, faktor genetik, memainkan peran penting.


hormonal, infeksi, dan heat shock Sementara itu, faktor sosial
protein (HSP) telah diketahui ekonomi, psikologi dan gaya
berpengaruh kuat dalam hidup dapat mempengaruhi
menentukan morbiditas penyakit progestivitas dari penyakit. Dari
ini. HSP adalah sekelompok penelitian mutakhir, diketahui
protein yang berukuran sedang patogenesis RA dapat terjadi
(60-90 kDa) yang dibentuk oleh akibat rantai peristiwa imunologis
sel seluruh spesies sebagai suatu yang terdapat dalam genetik.
respon terhadap stres. Mekanisme Terdapat kaitan dengan pertanda
hubungan antara sel T dengan genetik seperti HLA-Dw4 dan
HSP belum diketahui dengan jelas HLA-DR5 pada orang kulit putih.
(Ningsih, 2011). Namun pada orang Amerika
c. Insiden berkulit hitam, Jepang, dan Indian
RA terjadi kira-kira 2,5 kali Chippewa, hanya ditemukan
lebih sering menyerang wanita kaitan dengan HLA-Dw4
daripada pria (Price, 1995). (Lukman, 2011).
Menurut Noer S (1996) e. Manifestasi klinis
perbandingan antara wanita dan Ada beberapa manifestasi
klinis yang lazim ditemukan pada
pria sebesar 3:1, dan pada wanita
klien RA. Manifestasi ini tidak
usia subur perbandingan
harus timbul sekaligus pada saat
mencapai 5:1. Jadi perbandingan
yang bersamaan. Oleh karenanya
antara wanita dan pria kira-kira
penyakit ini memiliki menifestasi
1:2,5-3. Insiden meningkat klinis yang sangat bervariasi.
dengan bertambahnya usia, 1) Gejala-gejala konstitusional,
terutama pada wanita. misalnya lelah, anoreksia,
Kecenderungan insiden yang berat badan menurun dan
terjadi pada wanita dan wanita demam. Terkadang dapat
subur diperkirakan karena adanya terjadi kelelahan yang hebat.
2) Poliartritis simetris, terutama
gangguan dalam keseimbangan pada sendi perifer, termasuk
hormonal (estrogen) tubuh, sendi-sendi di tangan, namun
namun hingga kini belum dapat biasanya tidak melibatkan
dipastikan apakah faktor sendi-sendi interfalangs distal.
hormonal memang merupakan Hampir semua sendi
penyebab penyakit ini. Penyakit diartrodial dapat terserang.
3) Kekakuan di pagi hari selama
ini biasanya pertama kali muncul
lebih dari satu jam, dapat
pada usia 25-50 tahun, puncaknya bersifat generalisata tetapi
adalah antara usia 40-60 tahun terutama menyerang sendi-
(Nurna, 2011). sendi. Kekakuan ini berbeda
d. Penyebab dengan kekakuan sendi pada
Penyebab RA tidak diketahui. osteoartritis, yang biasanya
Faktor genetik, lingkungan, hanya berlangsung selama
hormon, imunologi dan faktor- beberapa menit dan selalu
kurang dari satu jam.
faktor infeksi mungkin

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


101|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

4) Artritis erosif, merupakan ciri pendekatan yang terpadu dalam


khas artritis reumatoid pada terapi farmakologis dan
gambaran radiologik. nonfarmakologis.
Peradangan sendi yang kronik
1) Farmakologis
mengakibatkan erosi di tepi
a) Terapi DMARD’s dapat
tulang dan dapat dilihat pada
memperlambat atau
radiogram (Nurna, 2011).
mencegah perkembangan
f. Patofisiologi
kerusakan dan hilangnya
Pada RA reaksi autoimun
fungsi sendi.
terutama terjadi pada jaringan b) Glukokortikoid adalah obat
sinovial. Proses fagositosis anti inflamasi manjur dan
menghasilkan enzim-enzim dalam biasanya digunakan pada
sendi. Enzim-enzim tersebut akan pasien dengan RA untuk
memecah kolagen sehingga menjembatani waktu
sampai DMARD’s efektif.
terjadi edema, proliferasi
c) Analgesik, dapat digunakan
membran sinovial dan akhirnya untuk mengurangi rasa
membentuk panus. Panus akan sakit.
menghancurkan tulang rawan dan d) Obat anti peradangan
menimbulkan erosi tulang, nonsteroid (NSAID) dapat
akibatnya menghilangkan digunakan untuk
permukaan sendi yang akan mengurangi rasa sakit sendi
terutama efektif pada
mengganggu gerak sendi. Otot
penderita RA sedang
akan turut terkena karena serabut (Zairin, 2013).
otot akan mengalami perubahan 2) Nonfarmakologis
generatif dengan menaghilangnya a) Pendidikan kesehatan
elastisitas otot dan kekuatan b) Istirahat
kontraksi otot (Lukman, 2011). c) Latihan fisik
g. Pemeriksaan Diagnostik d) Diet atau gizi
Pola gejala RA sangat khas, e) Pemberian kompres air
hangat
tetapi untuk memperkuat
f) Konsumsi air rebusan jahe
diagnosis perlu dilakukan : merah
1) Pemeriksaan darah
a) Laju endapan eritrosit B. Penelitian Terkait
meningkat
b) Sebagian besar ada yang 1. Penelitian yang dilakukan oleh Susi
menderita anemia Susantra (2012) dengan judul
c) Sel darah putih berkurang “Pengaruh Kompres Jahe Merah
d) Kadang faktor reumatoid Hangat Terhadap Penurunan Skala
dalam darah meningkat Nyeri penderita Oartritis di wilayah
2) Pemeriksaan cairan sendi kerja Puskesmas Lubuk Buaya
3) Biopsy nodul Padang”. Penelitian ini merupakan
4) Roentgen, bisa menunjukkan penelitian quasi eksperiment dengan
adanya perubahan khas pada desain pretest and posttest control
sendi group design. Hasil penelitian ini
h. Penatalaksanaan menunjukkan sesudah diberikan
Perawatan yang optimal pasien terapi kompres jahe hangat, sebagian
dengan RA membutuhkan kelompok intervensi mengalami

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


102|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

nyeri OA ringan, yaitu sejumlah 12 “Pengaruh Minuman Jahe Merah


orang (62,5%), sedangkan pada Terhadap Penurunan Nyeri Haid
kelompok kontrol yang tidak pada Mahasiswa D-IV Kebidanan
diberikan terapi sebagian besar masih STIKes NGUDI WALUYO Tahun
mengalami nyeri sedang, yaitu 2014”. Penelitian ini merupakan
sejumlah 11 mahasiswa (68,8%). penelitian quasi eksperiment dengan
2. Penelitian yang dilakukan oleh Izza desain pretest and posttest control
(2014) yang berjudul “Perbedaan group design. Hasil penelitian ini
Efektifitas Pemberian Kompres Air menunjukkan sesudah diberikan
Hangat dan Pemberian Kompres Jahe terapi minuman jahe merah, sebagian
Merah Terhadap Penurunan Nyeri besar mahasiswa kelompok
Sendi pada Lansia Di Unit intervensi mengalami nyeri haid
Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo ringan, yaitu sejumlah 10 mahasiswa
Ungaran”. Tujuan penelitian ini (62,5%), sedangkan pada kelompok
adalah untuk menganalisa bahwa ada kontrol yang tidak diberikan terapi
perbedaan efektifitas pemberian sebagian besar masih mengalami
kompres air hangat dan pemberian nyeri sedang, yaitu sejumlah 11
kompres jahe merah terhadap mahasiswa (68,8%).
penurunan nyeri sendi pada lansia. C. Kerangka Teori
Metode yang digunakan adalah quasi
eksperiment design (eksperimen Kerangka teori merupakan kerangka
semu) dengan rancangan non untuk menjawab pertanyaan penelitian.
equivalent control group design Kerangka teori adalah kesimpulan dari
dimana pengelompokan anggota tinjauan pustaka yang berisi tentang
sampel pada kelompok kontrol
konsep-konsep teori yang berhubungan
(pembanding) tidak dilakukan secara
random atau acak. Adapun hasil dengan penelitian yang dilaksanakan.
penelitiannya adalah ada perbedaan Berdasarkan pemaparan sebelumnya,
skala nyeri lansia yang mengalami maka kerangka teori yang mendasari
nyeri sendi setelah dilakukan terapi penelitian ini adalah sebagai berikut :
kompres air hangat dan kompres air
jahe merah dengan jumlah rata-rata
penurunan nyeri 1 skala untuk
kompres air hangat dan 2 skala untuk
kompres jahe merah.
3. Penelitian yang dilakukan oleh
Arfiana (2014) dengan judul

Arthritis Rhematoid

Nyeri

Farmakologi Non Farmakologi

Jurnal Ners Universitas


- Bimbingan antisipasi Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)
- Stimulasi kutaneus
- Biofeedback - mandi air hangat
- Hypnosis diri - kompres
- distraksi
103|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Skema 2.1 kerangka teori

D. Kerangka Konsep penurunan skala nyeri arthritis


Kerangka konsep akan membantu rhemahtoid pada lansia. Sedangkan yang
peneliti menghubungkan hasil peneliti menjadi variabel independen yaitu
dengan teori (Nursalam, 2011) kerangka kompres hangat jahe dan variabel
konsep menggambarkan hubungan dependennya adalah penurunan skala
variabel-variabel yang akan diteliti. nyeri RA.

Secara konsep dalam penelitian ini


peneliti ingin mengetahui pengaruh
kompres hangat jahe terhadap
Pretes Intervensi Postes

Kompres jahe merah

Skala nyeri RA Skala nyeri RA:

Menggunakan : Visual analoge


scele (VAS)
Visual analoge scele
(VAS)

Karakteristik lansia

Skema 2.2kerangka konsep

E. Hipotesis Penelitian

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


104|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Ha : Kompres jahe merah efektif terhadap penurunan skala nyeri pada lansia yang
menderita Rheumatoid Arthritis di Puskemas Pembantu Bakau Aceh wilayah kerja
Puskesmas Batang Tumu.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian
Bab ini menyajikan mengenai hasil penelitian tentang Efektivitas Kompres Jahe Merah
Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Lansia Yang Menderita Rheumatoid Arthritis Di
Puskesmas Pembantu Bakau Aceh Wilayah Kerja Puskesmas Batang Tumu tahun 2018.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 – 10 Mei 2018 dengan jumlah responden adalah 30
orang penderita RA di Puskesmas Pembantu Bakau Aceh Wilayah Kerja Puskesmas Batang
Tumu. Hasil penelitian ini dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat
dengan hasil sebagai berikut:

1. Analisa Univariat
a. Karakteristik responden
Karakteristik responden yaitu meliputi umur dan jenis kelamin, karakteristik
responden disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1 :Data jenis kelamin, penderita RA di Puskesmas Pembantu Bakau
Aceh wilayah kerja Puskesmas Batang Tumu tahun 2017
No Karakteristik responden Jumlah (n) Persentase (%)
1 Umur (60-69 tahun)
(60 tahun) 10 33,3%
(62 tahun) 3 10,0%
(63 tahun) 3 10,0%
(64 tahun) 3 10,0%
(65 tahun) 10 33,3%
(67 tahun) 1 3,3%
Jumlah 30 100%
2 Jenis kelamin
Perempuan 9 30,0%
Laki-laki 21 70,0%
Jumlah 30 100%
laki-laki yaitu sebanyak 21 orang
(70%).
Berdasarkan tabel 4.1 diatas
bahwa semua umur responden b. Nyeri RA sebelum diberikan
berada pada rentang 60-69 tahun kompres jahe merah
yaitu sebanyak 30 orang (100%),
sebagian besar jenis kelamin
responden berada pada kategori

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


105|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

Tabel 4.2 Distribusi responden berdasarkan skala nyeri RA sebelum


diberikan kompres jahe merah di Puskesmas Pembantu Bakau
Aceh wilayah kerja Puskesmas Batang Tumu tahun 2016

No Skala nyeri sebelum diberikan Jumlah (n) Persentase (%)


kompres jahe merah
1 4-6 (nyeri sedang) 13 43,3%
2 7-9 (nyeri berat) 15 50,0%
3 10 ( sangat nyeri) 2 6,67%
Jumlah 30 100%
Berdasarkan tabel 4.2 diatas c. Nyeri RA sesudah diberikan
dapat dilihat bahwa sebagian kompres jahe merah
besar responden mengalami nyeri
berat sebelum diberikan kompres
jahe merah yaitu sebanyak 15
orang (50%).

Tabel 4.3 Distribusi responden berdasarkan skala nyeri RA sesudah diberikan


kompres jahe merah di Puskesmas Pembantu Bakau Aceh wilayah
kerja Puskesmas Batang Tumu tahun 2016

No Nyeri Setelah Intervensi Jumlah (n) Persentase (%)


1 1-3 (nyeri ringan) 14 46,6%
2 4-6 (nyeri sedang) 11 36,7%
3 10 (nyeri berat) 0 0%
Jumlah 30 100%

Berdasarkan pada tabel 4.3 sesudah diberikan kompres jahe


dapat dilihat bahwa sebagian merah yaitu sebanyak 14 orang
besar tingkat nyeri responden (46,6%).
berada pada kategori nyeri ringan

B. Analisa Bivariat

Tabel 4.4 Rerata skala nyeri RA sebelum dan sesudah diberikan kompres jahe merah
di Puskesmas Pembantu Bakau Aceh wilayah kerja Puskesmas Batang
Tumu tahun 2016 (n = 30)

Variabel Mean Min-Max SD 95% CI


Skala nyeri RA sebelum diberikan 6,77 4-10 1,675 (3,373-
kompres jahe merah 4,294)
Skala nyeri RA sesudah diberikan 2,93 0-6 2,132
kompres jahe merah
Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa rata – mean 6,77 dengan standart deviasi
rata penurunan skala nyeri RA sebelum 1,675. Pada responden sesudah
diberikan kompres jahe merah adalah diberikan kompres jahe merah adalah

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


106|| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA
LANSIA YANG MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU
ACEH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG TUMU

mean 2,93 dengan standart deviasi 2,132.


Tabel 4.5 Efektifitas skala nyeri RA sebelum dan sesudah diberikan kompres jahe
merah di Puskesmas Pembantu Bakau Aceh wilayah kerja Puskesmas
Batang Tumu (n = 30)

Variabel Mean Selisih Min- SD 95% P


Mean Max CI Value

Skala nyeri RA sebelum 6,77 4-10 1,675


diberikan kompres jahe
merah (3,373-
4,294)
Skala nyeri RA setelah 2,93 0-6 2,132 0,000
diberikan kompres jahe
384
merah

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


108| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA LANSIA YANG
MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU ACEH WILAYAH KERJA
PUSKESMAS BATANG TUMU

Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa sedangkan laki-laki sebanyak 9 orang (30%).
rata – rata skala nyeri RA sebelum diberikan Menurut asumsi peneliti hal tersebut
kompres jahe merah adalah mean 6,77 dengan dikarenakan jumlah asupan kalsium yang
standart deviasi 1,675. Pada responden sesudah dibutuhkan perempuan lebih tinggi
diberikan kompres jahe merah adalah mean dibandingkan laki-laki terutama pada wanita
2,93 dengan standart deviasi 2,132 (P = 0,000). usia subur. Kurangnya asupan kalsium per hari
Kesimpulan kompres jahe merah efektif dalam menyebabkan tulang mudah keropos terutama
menurunkan nyeri RA. pengeroposan pada sendi. Selain itu aktivitas
rutin perempuan setiap hari seperti beres-beres
BAB V rumah yang mengharuskan banyaknya gerakan
PEMBAHASAN pada sendi menyebabkan cairan sinovial yang
Pembahasan mengenai hasil penelitian akan ada pada sendi menjadi berkurang sehingga
diuraikan dalam bab ini. Hasil penelitian akan sendi terasa nyeri saat digerakkan terutama pagi
dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya hari setelah bangun tidur.
dan teori-teori yang mendukung atau berlawanan
dengan hasil penelitian. Hal ini sesuai dengan teori Nurna (2011)
yang menjelaskan RA terjadi kira-kira 2,5 kali
A. Pengaruh Kompres Jahe Merah Terhadap lebih sering menyerang wanita dari pada pria.
Penurunan Nyeri Pada Penderita RA
Menurut Noer S (1996), perbandingan antara
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
wanita dan pria sebesar 3:1 dan pada wanita
sebagian besar responden berada pada usia
usia subur perbandingan mencapai 5:1. Insiden
lansia (60-69 tahun) yaitu sebanyak 30
meningkat dengan bertambahnya usia, terutama
responden (100%). Menurut asumsi peneliti
pada wanita. Kecenderungan insiden yang
tingginya angka RA pada usia 60-69 tahun
terjadi pada wanita dan wanita subur diperkiran
dikarenakan pada saat usia tersebut cairan
karena adanya gangguan dalam keseimbangan
sinovial dalam sendi sudah berkurang akibat
hormonal (estrogen) tubuh, namun hingga kini
pemakaian yang berlebihan di waktu muda
belum dapat dipastikan apakah faktor hormonal
seperti olah raga berlebihan, bekerja berlebihan,
memang merupakan penyebab penyakit ini.
gerakan sendi yang berlebihan, serta berat
badan yang berlebihan menyebabkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
kelenturan sendi menjadi berkurang. Akibatnya terjadi penurunan nyeri pada penderita RA di
sendi menjadi terasa sangat nyeri saat Puskesmas Pembantu Bakau Aceh wilayah
digerakkan karena pelumas yang ada sudah kerja Puskesmas Batang Tumu setelah
berkurang akibat pemakaian yang berlebihan diberikan kompres jahe merah, dimana sebelum
tersebut. Hal ini sesuai dengan teori Price diberikan kompres jahe merah rata – rata nyeri
(1999), menjelaskan bahwa usia diatas 40 tahun responden 6,77 dengan standar deviasi 1,675
5 kali lebih besar terkena RA dibandingkan usia dan setelah diberikan air rebusan jahe merah
muda. Penyakit RA biasanya pertama kali rata-rata nyeri responden turun menjadi 2,95
muncul pada usia 25-50 tahun, puncaknya dengan standar deviasi 2,132. Hal ini
adalah antara usia 60-80 tahun. menunjukkan bahwa kompres jahe merah
berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada
Menurut teori, lebih dari 70% lansia
penderita RA.
mengeluh nyeri sendi terutama di pagi hari
(Lumbantobing, 2004). Hal ini merupakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa
salah satu hubungan dari proses penuaan yang pemberian kompres jahe merah dapat
menyebabkan timbulnya berbagai masalah baik menurunkan skala nyeri rata-rata 2,93 dengan
secara fisik, biologis, mental maupun sosial standar deviasi 2,132. Hal ini sesuai dengan
ekonomi (Wayan, 2006). teori bahwa kompres jahe merah mengandung
gingerol diduga dapat memblok produksi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
prostaglandin sehingga dapat menurunkan
sebagian besar responden berjenis kelamin
nyeri sendi pada penderita RA.
perempuan yaitu sebanyak 21 orang (70%),

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


109| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA LANSIA YANG
MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU ACEH WILAYAH KERJA
PUSKESMAS BATANG TUMU

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori hanya berdasarkan kandungan yang ada
Darman (2009) yang menjelaskan bahwa jahe didalamnya sesuai dengan referensi yang ada.
merah adalah jahe yang sangat cocok untuk
dijadikan herbal dan lebih banyak digunakan BAB VI
sebagai obat, karena kandungan minyak atsiri
dan oleoresinnya paling tinggi dibandingkan PENUTUP
dengan jenis jahe yang lainnya sehingga lebih
A. Kesimpulan
ampuh menyembuhkan berbagai macam Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas
penyakit salah satunya penyakit RA. pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan
Pengobatan tradisional herbalis adalah suatu bahwa penelitian yang telah dilakukan terhadap
ilmu dan seni mengatasi berbagai macam 30 orang responden yang mengalami nyeri RA
penyakit dengan menggunakan tumbuhan yaitu ada pengaruh skala nyeri sebelum dan
berkhasiat yang tidak menimbulkan efek sesudah diberikan kompres jahe merah pada
negatif seperti jahe merah. klien yang mengalami nyeri RA di Puskesmas
Jahe merah mengandung beberapa senyawa, Pembantu Bakau Aceh wilayah kerja
termasuk gingerol, shogaoldanzingeron Puskesmas Batang Tumu.
memberikan aktivitas farmakologi dan B. Saran
fisiologis seperti efekanti-oksidan, anti- 1. Aspek Teoritis
inflamasi, analgesik, anti-karsino genik dan Peneliti menyarankan untuk dapat
kardiotonik (Surh et al. 1998; Masuda et al. dilakukan penelitian lebih lanjut tentang RA
1995). dengan menggunakan metode yang berbeda,
Penelitian lain yang mendukung hasil variabel-variabel yang berbeda dan desain
penelitian yaitu yang dilakukan oleh Izza penelitian yang berbeda pula.
(2014) yang berjudul “Perbedaan Efektifitas 2. Aspek Praktis
Pemberian Kompres Air Hangat dan Pemberian a. Bagi institusi pendidikan
Kompres Jahe Merah Terhadap Penurunan Hendaknya melengkapi dalam
Nyeri Sendi pada Lansia Di Unit Rehabilitasi menyediakan buku-buku yang
Sosial Wening Wardoyo Ungaran menemukan berhubungan dengan RA. Sehingga
bahwa kompres jahe merah lebih efektif mahasiswa dan mahasiswi mudah
menurunkan nyeri sendi pada lansia. mencari sumber referensi disaat yang
Selanjutnya Penelitian yang dilakukan oleh diperlukan.
Arfiana (2014) dengan judul “Pengaruh b. Bagi penderita
Diharapkan bagi penderita untuk dapat
Minuman Jahe Merah Terhadap Penurunan
memanfaatkan kompres jahe merah ini
Nyeri Haid pada Mahasiswa D-IV Kebidanan
untuk mengurangi nyeri RA.
STIKes NGUDI WALUYO Tahun2014” yang
mendapatkan hasil rata-rata penurunan nyeri
haid sebesar 1,56 dengan standar deviasi 0,89. DAFTAR PUSTAKA
Berdasarkan teori dan hasil penelitian diatas,
peneliti berpendapat bahwa ada Pengaruh Jahe Adipedia. 2014. Pengaruh Minuman Jahe Merah
Merah Terhadap Penurunan Nyeri Pada Terhadap Penurunan Nyeri Haid pada
Penderita RA dibuktikan dengan uji statistik Mahasiswa D-IV Kebidanan STIKes
hasil analisa nilai T-test menunjukan bahwa NGUDI WALUYO Tahun 2014.
probabilitas lebih kecil dari level of significant
5% (0,00<0,05), berarti dapat disimpulkan AND. 2011. Tanaman Obat Untuk Mengatasi
bahwa hipotesis diterima. Rematik & Asam Jakarta : Sinar Baru

Anonim, 2010. Manfaat Tanaman Jahe Merah. Di


B. Keterbatasan Penelitian peroleh di http.www. Herbal Top. Di akses
Dalam penelitian ini peneliti mengalami
pada tanggal 16 Februari 2016
keterbatasan yaitu peneliti tidak melakukan
pengujian farmakologi pada jahe merah dan Arfiana. 2014. Penghilang Nyeri Penderita
Rheumatoid Arthritis. di peroleh di http.
Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)
110| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA LANSIA YANG
MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU ACEH WILAYAH KERJA
PUSKESMAS BATANG TUMU

Herbal Sehat. Di akses pada tanggal 16 _________2010. Metodologi Penelitian


Februari 2016 Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Corwin. 2009. Tanaman Obat Untuk Mengatasi _________2013. Pendidikan dan Perilaku
Rematik & Asam Urat. Tangerang: PT Agro Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta
Media Pustaka.
Nugroho. 2008. Pendidikan Kesehatan. Jakarta:
Darlimartha. 2008. Penyakit Arthritis Rheumatoid. Salemba Medika
Yogyakarta: Nuha Medika
Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan
Herry & Fotter. 2005. Fundamental Keperawatan. Metodologi Penelitian ilmu Keperawatan:
Jakarta: EGC Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen
Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba
Herry & Fotter. 2007. Fundamental Keperawatan. Medika.
Jakarta: EGC
Paimin. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Izoruhu. 2010. Perkembangan Ilmu Kesehatan Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Rematoid. Tanggerang: Sinar Surya
Profil Kesehatan Indragiri Hilir.2010. Kesehatan
Izza, Syarifatul.2014. Skripsi Perbedaan Lansia
Efektifitas Pemberian Kompres Air Hangat
Dan Pemberian Kompres Jahe Merah Prasetyo. 2010. Teori Pengukuran Nyeri Dan
Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Pada Karakteristik Nyeri. Yogyakarta: Nuha
Lansia Di Unit Rehabilitas Sosial Wening Medika.
Wardoyo Ungaran. Diperoleh tanggal 15
April 2016 dari http:/Info.Terkini.com. Price S.A. dan Wilson L.M. (1995). Patofisiologi
Proses-proses Penyakit. Penerjemah: Peter
Khitchen. 2011. Lansia dan keperawatan lansia. Anugerah. Jakarta: EGC.
Jakarta: Rineka
Saryono & Widianti Tri Anggriyana. 2011.
Machfoedz, Dkk. 2007. Pendidikan Kesehatan Catatan Kuliah Kebutuhan Dasar Manusia
Bagian Dari Promosi Kesehatan. (KDM). Cetakan ke-2. Yogyakarta: Nuha
Yogyakarta: Fitramaya Medika.

Mynarnawatin. 2008. Teori Pengukuran Nyeri Smeltzer. 2009. Penanganan Kesehatan Rematoid
Dan Nyeri Persalinan. Cetakan 1. Arthritis. Jakarta: Graha Ilmu
Yogyakarta: Nuha Medika.
Suzanne. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi
Mubarak. 2008. Buku Ajar Kebutuhan Dasar 3 Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius.
Manusia dan Aplikasi dalam Praktik.
Jakarta: EGC. Tamsuri, Anas. 2012. Konsep & Penatalaksanaan
Nyeri. Cetakan 1. Jakarta: EGC.
Notoadmodjo, S 2005. Metodologi Penelitan
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Tamsuri, Anas. 2007. Konsep & Penatalaksanaan
Nyeri. Cetakan 1. Jakarta: EGC.
_________ 2007. Promosi esehatan dan Ilmu
Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. Tamher & Heryati. 2008. Kesehatn Lansia.
Jakarta: Salemba Medika
_________ 2010. Ilmu Perilaaku Kesehatan.
Jakarta: Rineka Cipta. Utami, 2007. Manfaat Jahe Merah Dalam
Pengobatan Rhematoid Arthritis. Diperoleh
_________2010. Promosi KesehatanTeori dan di http.www. Tenaman Herbal Rheumatoid
Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta. Arthrits pada tanggal 16 Februari 2016

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)


111| EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA LANSIA YANG
MENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS PEMBANTU BAKAU ACEH WILAYAH KERJA
PUSKESMAS BATANG TUMU

Wijayakusuma. 2007. Kembali Kealam. Di peroleh


di Http. www. Herbal Indonesia Untuk
Rheumatoid Arthritis di akses pada tanggal
16 Februari 2016.

Winarsih, Sri. (2007). Budi Daya Mahkota Dewa


Sang Dewa Obat. Jakarta: CV Sinar
Cemerlang Abadi

(Diakses pada tanggal 29 maret 2018 pukul 19:00


Wib).

Jurnal Ners Universitas Pahlawan ISSN 2580-2194 (Media Online)