0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan2 halaman

Mikosis

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi dan penatalaksanaan infeksi jamur (mikosis). Mikosis dibedakan menjadi tiga kelompok utama yaitu infeksi jamur superfisial, subkutan, dan sistemik. Infeksi jamur superfisial terbagi lagi menjadi dermatofitosis dan non-dermatofitosis. Sedangkan penatalaksanaannya dibedakan menjadi obat fungistatik yang hanya menghambat pertumbuhan jamur dan fungisidal yang memb

Diunggah oleh

Ainun Nurain Afd
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
333 tayangan2 halaman

Mikosis

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi dan penatalaksanaan infeksi jamur (mikosis). Mikosis dibedakan menjadi tiga kelompok utama yaitu infeksi jamur superfisial, subkutan, dan sistemik. Infeksi jamur superfisial terbagi lagi menjadi dermatofitosis dan non-dermatofitosis. Sedangkan penatalaksanaannya dibedakan menjadi obat fungistatik yang hanya menghambat pertumbuhan jamur dan fungisidal yang memb

Diunggah oleh

Ainun Nurain Afd
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MIKOSIS = infeksi jamur.

Klasifikasi utama :

1. Infeksi jamur superfisial. Terbagi 2 lagi : dermatofitosis, non dermatofitosis

2. Infeksi jamur subkutan

3. Infeksi jamur sistemik

🔸*Superfisial* : menyerang kulit/mukosa. *Dermatofitosis* : jamur yang menginfeksi genus


microsporum, trichophyton, epidermophyton. *NON Dermatofitosis* : disebabkan jamur selain
dermatofita tsb. Penyakitnya : pityriasis, tynea (terdapat bbrp macam tinea).

🔸*Subkutan* : infeksi jaringan dibawah kulit. (akibat infeksi dibawah kulit tsb terjadi pembengkakan,
abses atau kelainan bentuk/deformitas). *Misetoma* yg dpt disebkan jamur gol Schyzomycophyta dan
Eumycophyta. *Kromomikosis* (disebabkan jamur gol dematiceae). *Sporotikosis* (disebabkan
sporotrichum schenckii). *Zikomikosis* (disebabkan jamur gol zygomicetes)

🔸*Sistemik* : infeksi telah menyebar ke organ tubuh lain melalui aliran darah, berarti sudah
mempengaruhi organ dalam (otak, paru, jantung, hati, ginjal, dll). Contoh, Kandidiasis yang terjadi pada
kulit dan telah menginfeksi paru, selaput lendir lain dan vagina (yang dpt dipengaruhi adanya penyakit
tertentu sperti diabetes, daerah kulit yang lembab).

☑️PENATALAKSANAAN.

Ada istilah fungistatik dan fungisidal.

Fungistatik artinya hanya menghambat perkembangan jamur sedangkan fungisidal artinya bekerja
membunuh jamur tsb. Sebagai fungistatik dapat digunakan golongan azole seperti mikonazol,
clotrimazol, ketokonazol, oxikonazol dan ekonazol serta itrakonazol dan flukonazole (terapi sistemik).
Sebagai fungisidal dapat digunakan golongan allylamine seperti terbinafine. Lainnya seperti griseofulvin,
amfoterisin B, nistatitin (terutama infeksi candida albicans pada membran mukosa. Penyakitnya dikenal
dg istilah kandidiasis). Pilihan pertama terapinya disesuaikan dg jenis infeksi jamurnya.
KANDIDIASIS

Ibuk minta kasus ini wajib dibahas karena kasusnya yang paling sering terjadi dapat dialami oleh siapa
saja. Penyebabnya jamur Candida albicans. Infeksi biasanya terjadi di kulit, mulut, dan organ intim
bahkan dapat menyebar ke organ tubuh dalam lainnya jika tidak ditangani cepat (terjadi sepsis).

untuk terapi, berbagai rute pemberian tersedia, sewsuaikan dg kondisi pasien dan jenis infeksinya.
Kandidiasis di mulut (biasa terjadi pada anak2 dimana lidah terlihat putih menebal dan ujung mulut
kering disertai sulit menelan) maka dapat diberikan drop yang mengandung nistatin. Pertimbangkan
juga tingkat infeksi yg terjadi. Jika diperlukan bisa dikombinasikan kedua rute (sediaan topikal dan
peroral)

Anda mungkin juga menyukai