Anda di halaman 1dari 23

MAKAI AH POH BELAJAR

Pemrosesan Informasi

UNIVERSITAS NEGERI SE RANG

Disusun Oleh :

Hem Winoto (l1t)2413105)


Dwi Eti Awaliatun (l1t)2415003)
Dedy Wiranto (1102415010)
Fuji Astuti (11t)2415014)
Anisah Nurul K (1102415035)

FAKULTAS fLMU PENDIDIKN


UNfVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

l
2
WATAPENG TAR

Puji syuknr kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas berbat dan rahnntnya
sehkgga kami dapat nwnye1•sa ikan tugas Teori Belajar ‘Ternıosesan Infonnasi”
dengan baik. Makalah % dfıuat nutuk keperlaan tagas Teori Belajar.
Harapan kanı sennga nokalah tai dapat rremberîkan nnnfaat dan
nnnaırbah wawasan pembaca sehâ ıgga perrfıaca dapat ımngetahui apa bu
pe sesan iafomosi.
Seımga isi rrnkaJah xu dapat mudah dipahanâ , kami rrengucapkan
terînakasih rrengucapkan ımhon nuaf jika dalam penulisan nokalah nı
teıdapat kata-kata yang sahly kami rrenyadari nnkalah ini kurang seopuma, oJeh
karena im saran dan kritik saogat diharapkan sehirgga penlıuatan nnkalah
yang akan datang hbih baik lagi

Sennrang, April 2016


DAFTAR ISI

DAFTAR Pil. .....

1.I LATAR BELAK ANG......................................................................I


1.2 RLWfUS AN MASAI AH..............................................................2
I.3 TUJUAN PFMBELAJARAN...........................................................2

2.1 PAN DAN GAN ROBERT M GAGNE..............................................3


2.2 PENGERTIAN PEMROSES AN INFORMASI...............................4
2.3 KARAKTERISTIK PEMROSESAN INFORMAL I........................4
2.3.1 PROSES BFRFIKI R..............................................................4
2.3.2 MEKAN ISME PEN GLTIAH......................................................S
2.3.3 MO DIFIK AS I DIRI..............................................................6
2.4 TEORI PEMROSESAN INFORMASI RORFRT M GAGNE..........6
2.5 ANALISIS KELEBIHAN DAN KELEMAHAN.............................14

15

3.1 SIMPULAN...................................................................................... 15
3.2 S ARAN............................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


BeJajar merupakan tindakan dan siswa
yang korrpJeks. Sebagai
tindakan, rrnka diaJami oleh siswa sendm Siswa adalah peiwntn
terjadinya atau tidak teijadioya proses beJajar. Proses beJajar terjadi berkat sñ wa
nnrrpeJajari sesuatu yang ada di lingkungan sekâ ar. L gkungan yang d@eJajari
oleh sñ wa bempa keadan aJam, amu hal-hal yang dijadkan bahan

Tîrlakan belajar dari suatu hal tersebut sebagai perîtalaı belajar


yang na ak dari Lar. Pengeıt n dari belajar sangat beragaın, banyak dan para
alıli yang rnengaıtRan secara beıtıeda-beda definisi dari belajar. Sebagainnna kita
ketahai bahwa belajar rrerupakan hal yang pentiag dalam bldang pendktikaır Tentu
aja dalam proses belajar terdapat teori —teori yang rrenxırıculkan adanya
belajar.
Dari zanon daluıhı, pam ünuwan terus ngenf›angkan teori teori belajar
sebagai ten rreıeka nutuk nengenf›angkan pemikiran meıeka. Em
globaJisasi refah mmıbawa berbagai penıbahan yang mmxıocıılPan adanya teori —
teori yang bam mnyeıqıumakan teori teori yang telah ada
sebelaımya. Akan tetapi, kita sebagai inan tak bisa beıtolak dengan adanya
teori belajar yang telah ada sebelomnya. Adapua teori seJaL bertolak dari
sudut paıxiangan pskobgi belajar terteM
Maka psikoloji dahm pe an mqjadi beAerrbang sangat pesa£
be ulnya teori teri yang bant akan ımnyen ıumakan teori teori
yang sebehxnnya. Beıbagai teori belajar dapat dikaji dan diar&ni maafaat dengan
adanya teori tersebuL tentımya setiap teori rremiliki keistirmwaan
tersend Bahkan, tak jaıang dalam setiap teori belajarjuga ıeıdapat kriti an
krâikan uımık penyenpurnaan teori tersebuL dalam hal iri, pemılis akan mngkaji
salam teori be$jar pemrosesan iıdörrrusi.
1.2 Runuısan Masalah
Latar belakang di atas ırenghanMan peıuılis nutuk rrenımııskan nusalah,
yaitu sebagai berikuı:
a. Apakah teori pembelajaranpemrosesan iıdörmasi nenımıt Robert Cagne?
b. Bagairrnna pendekatan dalam penaosesan infornosi?
c. Apa yang dinnksud dengan nx›del peırbelajaran?
d. Seperti apakah c ciri nx›de1 pent›e1ajaran?
e. Apa yang dinnksud dengan nx›del peırbelajaran penrosesan âdörınasi?
f. Jelaskan karakterisök model pembelajaran pemrosesan inforrrnsi?
g Mennhami ciri-ciri model pembelajaran penansesan inlömosi;

1C Tut Peufıahasan
Adapun tujuan penbahasan nakaJah ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui tokoh pencetus teori peWeJajaran penrosesan infroırasî
b. Mengetahui teori penf›elajaran penrosesan infronasi menıxut Robert
Gagne.
c. Mengetahtui tentang pendekatan dalam penrosesan infornasî

d. Menohami karakterisö k penbeJajaran;


e. Menxhami model perrbeJajaran penrosesan infornasi;
f Merrahami ciri-ciri ırıodel penıbeJajaran pemrosesan infomos i;
PEMBAHASAN

2.1 Pandangan Robert M Gagm


Mennrut Robert M Cagne, belajar dipanrlang sebagai proses pengolahan
äifornusï Robert M. Gagne arJalah seorang pskolog pendïllkan berkebangsaan
Amerika yang terkenal dengan pemnxiannya beiupa Condition Of Learning.
Meiuirut Plaque bahwa dalam penlielajaran terjadi pmses perierirruan Informas i,
uraik kemidian dioJah, sehingga me staan keluaian dalam beniuk hasil
belajar. Dalam peinrosesan äifonrusi teijadi adanya inieraksi antara kondfii-
kondisi inemal dan kondisi-kondisi ekstemal äidivldw Kondisi inemal yaitu
keadaan dalam d hdividu yang diperlokan untuk rmocapai has2 belajar dan
proses kogniöf yang te adi dalam vide Sedangkan koinlisi ekuemal adalah
iangsangan dari lirigkungan yang nenpengaruhi äidiv u dalam proses

Robert Gagne rrerupakan


salah satu tokoh peocetus teori % Teori ini
rrennndang bahwa belajar adalah
pmses rrenperoJeh inforrrftsi, rrengolah
inforrrasi, rrenyinpan â dö rmasi, serta rrengingat kenfıali irdö rırasi yang
dîkontrol oleh otak. Asumsi yang rrendasari teori penrosesan infonnasi Robert M
Gagne adalah bahwa perrbelajaıan rrıempakan faktor yang sangat penthg dalam
perkerrbangaa PeıLent›angan rrerupakan hasil kunnılatif dari penlıelajaran.
Menurut Gagrıe tahapan pıoses penlıelajaran rrelipuri delapan fase yain: (1)
rroıivasi; (2) perrahanon; (3) permroJehan; (4) penyirrpanan; (5) ingatan
kerrbali; balik.
(6) gemralisasi; (7) perlakuan dan (8) uapan
Gagm rrenggabungh an ile-N beıhaviorisrre dan kogpitivisnw dalam
pembelaj Menaruı Clagrıe, dalam pen1›e1ajaran teŞadi proses penerima an
inforrrasi, nutuk diolah sehhıgga rrenghasiR an keluaıan dalam bentuk hasil

Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antara kondisi internal


kondâ i eksternal â xlividw Kondisi inıemal adalah keadaan dalam diri

â xlivîdu yang d rlıkan nutuk mencapai hasl belajar dan proses kognitif yang
terjadi di dalam iıvlividw Sed n kondisi ekstemal adalah rangsangan dari
iä igkungan yang rrenpengaruhi ä xlividu daJam proses penlielajararr Kondisi
eksternal % oJeh Ciagne dä ebut sebagai Sembilan perisfiwa penfielajarair

2J Peoge ian Peonosesan Inforzrmsi


Penzosesan Comesi wrupakan belajar yang ielatif barn dibainlingkan
dengan teori-teori belajar hJmya. Teori int ber£errbang sejalan dengan
perkerrbangan telmobgi dan tunn iriforn si. Menims teori % beJajar adalah
rrengoJah inforimsi. Seklhs teori ini mirip dengan teori kognitif yaitu iebih
rrem•nting an proses beJajar dari pada hasi£ DaJam teori penxosesan informas i,
proses rremang pentirg, namim yang bblh penting adalah system infomias i
yang dlproses itu yang akan dlpelajari siswa. Infonnasi iniJah yang akan rreoeniuk
an proses. Bagairruna proses beJajar siswa akan berlarigsung, sangat ditentukan
ohh ä dö rnusi yang dipeJaj Dalam teon pemtosesan iidornnsi tidak ada satu
proses beiajarpun yang ideai untok segaia s si dan cocok untuk senua siswa.
Pendekatan proses ä dö rnusi rnenganalisis cara anak nemipulasi inferma
si,
nx›n?ornya, dan rmnciptakan strategi rrenanganinya (Munkaia, 2006; Siegler,
2001, 200ö ; Skgier dan AlibaJi, 2005). Proses ä dö rnasi yang efekö f melip ut i
perhatian, namn, dan proses berfikir.

2J Karakte stik Pennosesan Infonmsi


Penzosesan lafonnasi di noksudnya adalah bagainnna seseorang dapat
rrerrperoJeh sejumlah iidörnusi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup
fann. Robert SiegJcr (1998) trendeslalpsban figa karakterntik
inairo dari pendekatan penms<saninforirusi: proses berplkir,
nekan0m pengubah, dan nnrJlfiPasi däi
2.3.1 Proses BeiBhir
SlegJer berpendapat bahwa berp adalah pe sesan iaformasi,
dengan penjelasan kefika anak rrerasakan, kenxidian rrelakukan penyandian,
rrerepresenraskan, dan rrenyimpan ädörimsi, maka proses inilah yang disebut
dengan proses berp4är. Walaupun kecepatan daBm rrenproses dan
imnyinpan irifomosi terbatas pada satu w
Proses berflhk nerupakan pendekatan pembelajaran yang nenggunahan
konsep dalain belajar yaitu beiupa kategori-kategori yang rrengebmpokkan
objek, kejadîan dan karakteristA beıdasarkan propeıti Konsep
ırerupakan eleman dari kognisi yang rrenlıanıu rrenyedeıhanakan dan
rre as hfonnasî
Konsep dibedakan rrenjadi 2, yaitu:
a. Konsep konloet adalah suatu pengertian yang rrenunjuk pada objek-objek
dalam ungan fîsîk. Konsep ini rrewakili golongan Anda terıentu,
rreja, kursi, tek dan sebagainya; gobngan sifat tertentu, wama, sifat,
bentuk, dan sebagaiaya; gobngan perbuatan tertentu, duduk, lari,
rreloncat, dan sebagainya.
b. Konsep yang didefinisikan adalah konsep yang mewakili realtas
hidup, tetapi bukan ungan hidup fisik. Misalnya paran adalah garis
yang beröennık bundar yang menpuayai jari-jari yang sana panj

2.3J Mekaınsae Pegubah


Siegler berpendapat dalam petwosesan irrtionwsi fokus utaımnya adalah
pada peran nnkanisme penguhah dalam perkenb Ada enpat rrekanis me
yang bekeıja nutuk rrencîptakan peıubahan dalam ketıarrpilan kogpitif anak :
a. Encoding (penyandian)
Encoding adalah pmses rrenusukkan iaformasi ke daim rreımrr Seperti
halnya teori Gagne yang menyatakan tomasi dyilih secara seJekö f,
rrnka dalam encoding rrenyandRan ö fonnasi yang relevan dengan
rrengabaika n â ıforırnsi yang tidak relevan adalah aspek utama dalam
problem solving. Narrxın, anak rrembutuhkan waktu dan usaha nutuk
nelatih encoding ini, agar dapat nnnyandi secara oıonutis. Encodingpdalah
proses nemasukkan irdö rrrasi ke dalam nermü Siegier rrengatakan
bahwa aspek utarru dari penncahan problem adalah rrenyandikan
irdö rırasi yang ıelavan dan ımngabaîkan inforıras i yang ö dak reJevm
Kaıena biasanya dihutuhk an waktu dan usaha nutuk rrenyusun
snategi baıu, anak harus rrelatihnya nutuk rrelaksanakan peyandian
secara otonoö s nnksiırolka n efektiviasnya.

5
b. Otonotisitas
Istilah otonotfiä as (autonutic ity) adalah kemairpuan untuk irenpro ses
iafornusi dengan sett it atau ianpa usaha. Seiring dengan bertambahnya
usia dan pengalaman, penrosesan iafornosi rrienjadi nnkia otonotis, dan
anak bisa rrendeteksi hubungan-hubungan bani antara Ide dan kejadian
(K@ 2002).
c. Konstruksi Snategi
Konstruksi strategi adalah penenuan prosedur bani urfuk nerrproses
iidö riros? Dalam hal int Skgler rrenyatakan bahwa anak perlu mnyaj ikan
ä dö rnosi k urfuk suatu problem dan rrengkoonlinaslk an ä dö rmas i
i
tersebut dengan pengetahaan sebelannya yang relevan untuk merrecahkan
nosalak
d. Generalisasi
Agar nnndapat nnnfaat penuh dari snaiegi barn ä n, diperlukan generolisa
si. perlu nnlakukan geoeralisasi, atau rmngaplikasikan, strategi
pada problem lat Transfer terjadi saat anak
rrengapllkas hanpengalarran dan pengetahoan
sebelurnnya imiuk rrenpelajari atau rreaecahkan problem
dalam sitoasi yang bar

2.3 d ModiBfiasi Diri


Modibkasi diri dalam penrosesan à dò mosi secara nnndahm
tertuang dalam rretakognlsi, yang berarti kognisi atau kognisi atau
nwngetahui tentang imngetahuì, yang di dalanmya terdapat dua hal ya?u
penge kogniti f
dengan aktiviias kognitif.
Pengetabuan kogió if rrelliatkan usaha nx›nitoring dan refieksi pada
pemìkiian seseorang pada saat sekarang, sedangkan aktivitas kogriitif teijadi
saat nnx?l secara sadar mnyesuaikan dan imngelola snategi pemik tran
rrereka pada saat rrenncahkan nosalah dan rremiPà kan suatu fiijuan

2.4 Teori Pennnsesan IiJomwsi dan Robert Gag e


Asurmi yang rreodasari teori int adalah bahwa pent›elajaran rrerupakan
fäktor
yang sangat penting dalam perkenliangaa Per eWangan mmpakan hasil
6
kuınoJatif dari penf›e1ajaraır Meıxıns Gagne bahwa dalam perrbelajaran ıeŞadi
proses penerirruan iıdö nnasi, nutuk kemınlian dloBh sehingga menghasilk an
keloaran daianı bentuk hasil belajar. Dalam penxosesan iafornosi ıeŞadi adanya
interaksi antara koıxlisi-kondisi intemal dan kondisi-kondisi eksternal rusty id u.
KorrJîsi Nemal yahu keadaan dalam drı irıdividu yang dîper n umuk rrencapai
hasil belajar dan proses kogoitif yang terjadi dalam â xlivîlm Sedangkan
kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang menpengaruhi hdividu
dalam proses pembeiaj
Menıaut Robert M gagne dalam Rusrran (2014: 139- 140) dalam pmses
pembelajaıan ımdel penrosesan â dö rmasi terdiri dari delapan fase, yakni sebagai

1. Motivasi, fase awal inenxilai penbelajaran dengan adanya dorongan nutuk


trelakukan suatu ó ndakan dalam rrencapai tujuan tertentu (nnfivas i
iastrinsik dan ekstiinsR);
2. Pemfiannn, fase rei à xlividu rrenerima dan rrennhami Armsi yang
diperoleh dari penlielajaian. Pennhannn didapat rrelatii perhatbn;
3. Penerohhan, à xlivldu rrenf›erikan nolma/rrenpersepsikan segala
Armsi yang pada dirinya sehà igga teijadi proses penyirrpanan dalam

4. Penahanan, mnahan âd0rmasi yang sampai pada dirliya sehingga terjadi


proses penyârpanan dalam menx›ri siswa;
5. lngatan kembaJi, mengeluar an kerrbali informasi yang telah disirrpan, bila
ada rangsangan;
6. Generalisas t menggunakan hasil pembelajaran untuk keperluan tertentu;
7. Perlakuan, perwqjudan perubahan peribku iodividu sebagai hasil

8. Urrpan balik, iıxlividu rrerrperoJeh feedback dari periBku yang refah


dilakukannya.

Teori pemiosesan â d0nm si adalah teori kognitif tentang belajar yang


menjelaskan pemrosesan, penyirrpanan, dan pennnggilan kenbali pengetahuan
dari otak (Slavin, 175). Teori ini menjelaskan bagainena seseorang

7
rrenperoleh sejumlah lrifó nru si dan dapat dfigaidalam wakni yang cukup lama.
Oleh iiu perlu rrenerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat
rrenudahkan senua iaformasi diproses di dalam otak rrelalui beberapa odera.
Konponen peitarra dari sistem merrori yang dijuirpai ouch ñ iforrnasi yang rresuk
adalah registrasi penginderaaa Registrasi penginderaan rreneriim sejumlah besar
á dó rnusi dari indera dan rrenyiirpannya dalam waktu yang sangat sai, tílak
Jebih dari dna detik. Bila ó dak teijadi suatu proses terhadap ó formasi yang
disirrpan dalam register pengirideraan, dengan cepat á dó rowsi idi akan
htlang Keberadaan register penginderaan rrenpunyai dna irrplikosi penó ng dalam

Pertnmn, orang hanis perhatian pada suatu hformasi bila informa si


itu diirga6 Kedua, seseorang rrerrerlukan wakni untuk menliawa hernia
á ifornusi yang dilihat dalam waktu stat rrasuk ke dalam kesadaran, (Slavin,
2000: 176). Inteipietasiseseorang ieríiadap raogsangan dlkatakan sebagai persepsi.
Persepsi dari stinxü us tidak langsiing seperti penerinnan sñ nxilus, karena persepsi
dipengamhi status rrentat pengalarran rmsa lahi, pengetahaan, rroó vasi, dan
banyak faktor lain lnfonms i yang dipersepsi dan rrendapat peibatian,
akan dioansfer ke konponen kedua dari sistem rremori, yaiiu menx›ri jangka
Meimri jarigha pendek adalah sistem penyinpanan á dó rnos i dalam
jumlah ierbatas hanya da&m beberapa detik. Satu cara urfuk rrenyiirpan á iformas i
dalam rreimri jangka pendek adalah rrenKirkan tentang kurusi itu atau
rrengungkapkannya beAaJi-kali.
Dalam suatu kegiatan belajar, seseorang rremriaa Norirasi dan Eenxidian
rrengoiah iidó rirasi tersebut di dalam m•rrorr Peinrosesan lidó rmasi dalam
rrennri maniisia díproses dan dñ irrpan dalam 3 (t ) tahapan, yaitu Sens ry
Memory, Short-terr Memory dan Long-terr Memory. Model pemrosesan
á dó rrresi ini dapat d aman dengan diagram sebagai berikut
Gaher Modtl pemrostsau iafonaasi
l. Semory Meoory (SM)
Informasi nosuk ke dalam sistem pengolah iaforogsi ırnnusia rrnla lui
berbagai saldıran sesuai dengan Ixleranya. Sistem persepsi bekerja pada
iafornosi itti nutuk rrenciptakan apa yang Rita pahami sebagai persepsi.
Karena keterbatasan kemaırpuan dan banyaknya â dö rırusi yang nosuk,
tidak sen inforımsi basa diolah Infornxısi yang baıu saja diterirra ini
dîsirnpan dalam suatu nıang serrentara {buffer) yang dîsebut sen fry
memory . lama si suatu â dö rnosi dapat tersirrpan di dalam sensory
memory snngat s at, kurang dari 1f2 sekon nutuk irıforrrasi visual dan
sekitar 3 sekon uatuk â dö rnnsi anda. Tahap penrosesan irdö rrrasi tahap
pertarru ini sangat pent tg karena rrenjadi syarat nutuk dapat nelakukan
penxosesan irıformas i di tahap berö mtnya, sehirgga pedıaö an penbeJajar
tedıadap inforırnsi yang bam diterirranya iri rrenjadi sangat dlperlukm
Perrbelajar akan rrerrberikan perhatian yang leblh teıhadap â dö rnusi jika
inforırus i tersebut rremih4î arar atan eri khas yang rrenarik dan jlka
infornosi tersebut maınpu rrengaktîtFan pola pengetahoan yang telah
dimiliki sebelıonnya Prior knowledge j.
Shorf-f erm Memory {STM) atan “Won ng Memory”
Short-term memnry atan workin$ mrmory bedıubungan dengan apa yang
sedang dipJkiıkan seseorarıg pada suatu saat ketika rrenerima sö ırxılus dari
lâ ıgkungan Durasi suatu â dö rnosi tersirrpan di dalam ıfiort-rex
memory adalah 15 20 sekon Durasi penyirrpanan di dalam short-terrn
memnry akan benanö ah lane, bisa rrıenjadi saırpai 20 rreoit, jia terdapat
pengulangan â dö rnnsi. Inforırasi yang tmsuk ke dalam short-term
memory berangsur-angsur ımnghilang ketika âdö rnesi tersebut ö dak lagi

diperlokarr Jka â dö rmasi dalam short-term nıemöry tenis dignnaka n,


nnka lama-kelaıraan ö fornnsi tersebut akan masuk dalam tahapan

ke
penyiırpanan â dö rnosi berilaıtnya, yaitu long-ternı
3. hong-term Memory {LT34)
kung-rex rnemory rre n :ıpakan ınerrory penylnpanan
yang relafif penmnen, yang dapat rrenyimpan
dalammıngkîn tidak
Idorıresi meskjııın â dö rıresi tersebut
diperlukan lan Infornosi yang tersirrpan di long-terrn
mrmory diorgaıiislr ke dalam bentuk struktar terte atau yang
pengetahoan
rJîsebut dengan temin. Achenınımngeionpokkan eJerren-eleman irdö rmas i
sesuai dengan bagain»na nantinya â dö rowsi tersebut akan diganakan,
sehirgga schemn rremfasilitasi akses iaforrrusi di waktu rrendatang ketRa
akan dean (proses rrenmnggil kembali iafonnasi). Dengan demikian,
keahlian seseorang bemsal dari pengetaluıan yang tersiırpan daim bentuk
schema dalam fong-term memory, bukan dari kennırpuannya nutuk
di
rrelibatkan diri dengan eJeımn-elenwn iıdö rırnsi yang belom terorganisasi di
dalam feng-trmı memory.
Penyirrpanan iıdö rnusi dalam feng-rrx memory dapat d amakan seperti
peristiwa yang teıjadi pada peıuılisan data ke dalam disket atau hardisk
korrputer atau pun perekaımn suara ke dalam kaset. KapasNs penyirrpanan
dalam long-ternı memory dapat dlkatakan tak terbatas besamya dengan
durasi penyirrpanan seumur hidup. Kapasitas penyirrpanan disebut tak
terbatas dalam arti bahwa tidak ada seseorang pun yang pernah
kelmrangan
unnık
” nxmyirnpan inforausi baıu, berapa pım oıang tersebut.
Durasi penyirrpanan seumıır hidup diartikan sebagai inforırosi yang sudah
rrosuk di dalam long-term rrerrory tîlak akan pernah hiBng, rreskipım bisa

10
saja ıeıjadi irıforımsi tersebut ödak berhasil dInnbi1 keırbalı (mrrıernf)
karena beberapa alasm

Mennrut teoö Gagne,hasil pen1›e1ajaran wrupakan dloaıan dari perrmsesan


yang berupa kecakapan manevra (Hurran Capabilities) yang terdiri atas:

1. Infonmsi Verbal
Infonnasi verbal adalah hasil penlıelajaran yang berupa â dö rnnsi yang
dinyatakan bentuk verbal (knta-kata atan kaJirmt) baik secara tertııli
dalam s
atan lisa lnfornnsi verbal adalah bempa penâıerian narra atau label
terhadap benda atan fakta, perrberian defö isi atan pengertian, atan
perunxısan nwngenai berbagai hal dalam bentuk verö aL
2. Kecakapan Intefektual
Kecakapan inıelektua 1 adalah kecakapan indivîdudalam rrelakukan Merak si
dengan fegkungan yang rrenggunakan sirrbol-sinf›ot Misalnya sinbol-
sö ıI›o1 dalam bentuk nutematR, seperti penanbaban, pengtırangan,
pembagian, perkalian dan sebagainya. Kecakapan intelektua 1 â ö rrencakup
kecakapandalam rrenf›edakan (diskrirrıinasi). Konsep inıeJektııal sangat
diperlokan dalam rrengbadapi penmcahan nosalak
3. Strategî Kogpitif
Strateji kognitif ialah kecakapan indivîlu nutuk nnlakukan pengendali an
dan ımngeloJa keselımıhan akö fitasnya. Dalam proses penfıelajaran, strategi
kognitif % kennırpuan rrengendalikan ingatan dan cara-cara beWir agar
teŞadi akö fiıas yang efektif Kalan kecakapan intelektual JebJh banyak
terarah kepada proses peırâ kiıan pelajar. Strateji kognitif ini ıreırberik an
kemudahan bagi para pelajar unmk rrernilîh iıdö rrrnsi verbal dan
kecakapan yang nutuk
iatelektual sesuai dîerapkan selam proses penI›e1ajaran dan

4. Stkap
Sap ialah hasâ penöelajaran yang bempa kecakapan âxlividu uauk
rremilih berbagai öndakan yang akan dilakukarr Dengan kata. lara, sîkap
dapat diarökan sebagai keadaan ni âxlividu yang akan rrenlıer
didalam
arah
kecendenıngan bertindak dalam rrenghadapi suatu objek atau rangsangan.
11
Dalam skap ıeıdapat pemikiran, peradaan yang rrenyertai penâ kiıan, dan
kesiapan nutuk bertindak.
s. Kecakapan Motoı4k
Kecakapan rrotorîk ialah hasil pent›elajaran yang berupa kecakapan
pergerakan yang dlkontrololeh otot dan fisîk.
Dalam petwosesan îdormasi terdapat harrbatan-hambatan Benlasarkan
(Cenmk & Craik, dalam Craik & Lockhart, 2002), hant›atan teori
peımosesan iıdö rtrosi antara lara:
• Tidak senxıa irxlîvidu ımmpu mlatih nnrnori secara nnksirm 1
• Proses intemal yang ö dak dapat dîanoti secara langsung
• That kesulitan mengungkap kerrhali infonnasi-infornusi yang telah
disînpan dalam stan
• Kenoırpuan otak tip individu ö dak sama.

Proses itdö rnosi dalam iogatan dîrntılai dari proses penyandian irdö rmas i
{encoding), diikuti dengan penyiırpanan îıforrrnsi {stroge ) dan diakhiri dengan
rrengun apkan keırbali itdö rnos-informasi yang telah disînpan dahm ingatan
(r » 3. g Tabi belajar perrerosesan inforırusi mendeslaipsikan ö ndakan
belajar rrerupakan proses intemal yang rrencakup beberapa tahapaır
Ancodıng adalah proses rrenosukkan infornusi ke dalam rock Sistem
syaraf rrenggunakan kode intemal yang rrerepresenrasdan stinxılus eksremal.
Dengan cara ini representasi obje /kejadian eksternal dlkodekan menjadi
irdö rmas i intemal dan siap rJîsiırpaır
Smoge adalah infomosi yang diaırbilkan dari rremori jarıgka pendek
kemınlian diteruskan urfok diproses dan digab an ke dalam ımrrori jia
panjang Namua tîlak sen irıforıresi dari rrennri jangka perö ek dapat
riisânpan. Kunci penting dahm penyirrpanan di mennri jia
panjang adalah adanya ımtivasi yang culmp nutuk rrendorong
adanya latihan bemlang hal-hal dari ımmori jangka pendek.
Retrieval adalah nsil akhir dari proses rremorr Mengacu pada
penonfaatan infornusi yang dö iırpan dapat diaırbil kerrba t infomusi
yang dâ impan tidak hanya tersedia tetapi juga dapat dperoJeh karena rreskipun
secara teoritis

12
ä dö rnosi yang dlsirrpan iersedia tetapi tilak selalu nxidah untuk rrenggunakan
dan rrenenpatkannya.

Teori belajar penxosesan irdö rrrasi rrendes£rlpskan tinrlakan belajar


rrerupakan proses intemal yang rrencakup beberapa tahapm Serrbilan tahapan
dalam perä tiwa pent›e1ajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi
rrendukung proses-proses iniemal dalam kegiatan belajar adalah:
1. Menarik perhatian
2. Menlieritahukan tujuan pent›e1ajaran kepada sä wa
3. Merangsang ä igatan pada pra syarat belajar
4. MenyajJkan bahan peransang
5. Meafierikan birrbiagan belajar
6. Mendorong unjuk keija
7. Meafierikan balikan irdö rmative
8. Menilai unjuk ke a
9. Me tkan retensi dan alh belajar Keurggabn strategi penfielajaran
yang beipjak pada teori peinrosesan inforirusi:
a. Cara berplkiryang berorientasi pada proses Jeboh rrenoqjol
b. Penyajian pengetahinn rrerrenuhi aspek
c. Kapabiö tas belajar dapat riisajikan lebih lengkap
d. Adanya keterarahan selriruh keg tan beBjar kepada tqjuan yang
ingin dicapai
e. Adanya transfer belajar pada lingk ungan kehidupan yang
sesungguhnya
f Kontrol belajar rremimgk iokan beBjar sesuai iraina irusing- ms ing
iix1iv?lu
g Balikan ö fornoti v rrenlierikan ranbu-rairbu yang jelas tentang
mat unjuk keija yang teJah dicapai dibandin an dengan unjuk keija
yang dharapkm

13
2J Analisis Keletä hazi dan Kelenntian Pennosesan Infomiasi
A. Analisis Keleblhan
Dengan nnnggunakan teori perrprosesan Norirosi akan rrenliant u
rreningkatkan keaktifan siswa untuk berfikir dalam kegiatan
penf›elajarm Siswa akan benisaha rrengaitkan suatu kejadän atau proses
peolielajaran yang nenarik dengan materi yang disairpaikaq kaiena
dalam teori perrprosesan ö fornnsi guru atau pendidik di tnntut imtuk
taeatif dalam rrent›erikan pengajaran terhadap pesena didik. Yang
diimksud kreatif tersebut adalah mnrpu imnyajikan nuteri
penf›elajaran dengan rrenggunak an abt bantu dan rretode penyairpa ian
yang dapat menarik siswa sehä igga, slswa akan irudah rrengingat dan
wnohami mteri yang di sairpaikair

B. Aiwllsis Kelenxdwzi
lika seorang garu tidak nbisa menyairpaikan rreteri penlielajaran dengan
mtode dan alat bantu yang dapat nnnarik siswa, neka proses
penf›elajaran akan terasa rrenf›osankan Sehä igga ö dak akan rrenarik
peitiatim sö wa yang m•ngakIbatkan ö dak tercapNya tujuan
penf›elajarm Selain itu apablia rrengbadapi siswa atau peseita dMk
yang benar-benar ö dak imrrpu diajak untuk aktif berfikir neka akan
te adi keö dak singtoonan antara pendidik dan pesena dä llk sehligga
tqjuan penI›elajaran ö dak akan tercapa?

14
3.1 S ulan
Salah satu tokoh pemıosesan iaforırasi adalah Robert Gagne, yang
nnnyatakan bahwa belajar rrerupakan seperangkat proses yang bersâ at inıernal
bagi setlap ö xlivîlu yang rrempakan hasil nansfomosi rangsangan yang
berasal dari perâ tiwa ekstemal di lirıgkungan iıxlivldu yang bersangk Karena
îulah teori akan nnnt›antu lila nutuk nnımhami proses belajar yang teŞadi
dalam diri pesena didik, rrengerti kondiri dan faktor-faktor yang
ımmpengaruhinya, rrengetahui hal-hal yarıg dapat m•nghambat dan
ıneırperJancar proses belajar peserta , sehingga dengan pengetahoan itu
seorang guru akan Jebih bjaksana dan tepat dalam rrenentuk an proses
belajar.
Teori penprosesan ö forımsi menyatakan bahwa hanya sedît0t iaforırasi yang
dapat diolah dalam rremori keıja seö ap saat. Terlalu banyak elerren bisa sangat
rrerrÖ ebani rrennri keıja sehiagga rnenunınkan keefektifan pengolaban âû ö rmas
i. Jika pemrima dihaıuskan merrbagi pertıatian rrerekn diantara, dan
rrenginıegrasikan secaıa rreraal dua atan Jebih surrber-sumber iıdö rnu si yang
berkaltan misaluya, teks dan diagram, proses ki nxınghin rrenempaıkan suatu
ketegangan yang ö dak perlu pada mnx›ri keŞa yang terbatas dan rrengha
mbat pemeroJehan â dö mu si
Proses iıdö rrmsi dalam ingatan dînolai dari pmses penyandian informas i
(rncodıng), dlkuti dengan penyiırpanan ö fornosi (srroge) dan diakhiri dengan
rrengun apkan keırfıali infornus-inforınasi yang telah dîsînpan daBnı ingatan
{retrival). Dan proses iti leb2ı rremıajukkan pengolahan pada proses yang teŞadi
dalam rreımry. Sehirgga kenxıdian kekuatan rrenx›ry hi dibagi rrenjadi dua yaitu
rrenx›ry j peodek dan rrennry ja a panj Ini kenxıdian nxaıcııl bahwa
dalam suatu rrerrory ada yang nnırpu rrenaırpung iafornosi dalam jangk a

15
DAFTAR PUSTAKA

Arif Mustofa, M. Thebrorñ , 2012. ‘Tiehjar & Pembelajaran: Pengembangan


Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasiona} (Jakarta:
Ar ltiizz Media
Budiningsih C. Ask 2005. Belajar dan Pembelajaran, cet. I Jakarta: Rineka Cipta
Gagne, M. Robes 1970. 77ie Conditions of Learning, Uniteil States of ArreJa
Leslie J. Briggs, Robert M. Gagne, Principles of In.itructional DesignI, 1978. New
York Chicago San Francisco Dallas
RarreyuJñ , 2002. finnu Pendidikan Islam, Oakaita: Kalam MiiJia
Sudjana, Nama. was. D . -dasar Proses Belajar, Bandung: Sinar Bani Algesindo
S yah, Muhibbin Psikologi Belajar, Jakarta: Raja Grapâ xlo Persada

16