Anda di halaman 1dari 8

TUGAS TUTORIAL 1

(Pembelajaran PKn di SD)

DIKERJAKAN OLEH :

ULI NUGRAHENI (856986701)

UPBJJ BANDAR LAMPUNG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2020
SOAL :

1. Jelaskan hakikat, fungsi dan tujuan PKn di Sekolah Dasar! (skor 20)

2. Sebutkan muatan-muatan materi dalam PKn di Sekolah Dasar! (skor 15)

3. Menurut pendapat Anda, mengapa pendidikan nilai dan moral sangat penting untuk di

ajarkan di Sekolah Dasar? Kaitkan jawaban Anda dengan fenomena paradoksal antara

nilai dan fakta di masyarakat atau sekolah? (skor 20)

4. Jelaskan tuntutan pedagogis PKn sebagai pendidikan moral dan tuntutan pedagogis

terhadap guru dalam mengajarkan PKn? (skor 25)

5. Uraikan pendidikan nilai dan moral dalam standar isi PKn di Sekolah Dasar! (skor 20)

JAWABAN :

1. Penjelasan :

 Hakikat PKn di Sekolah Dasar

Menurut UU sisdiknas No.20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 bahwa pendidikan adalah

“usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya

untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,

bangsa dan Negara”. Sebagai program pendidikan dari pemerintah yang 

berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk mengembangkan dan melestarikan nilai

luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa yang diharapkan menjadi jati

diri yang diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari hari.

Merupakan mata pelajaran yang beranekaragam dari berbagai segi yaitu agama,
sosial, budaya, bahasa, usia, dan suku bangsa yang memfokuskan pada

pembentukan karakter warga negara yang baik (good citizenship) yang

memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi

Warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang sesuai

dengan nilai-nilai Pancasila baik sebagai dasar negara maupun sebagai

pandangan hidup bangsa dan UUD 1945.

 Fungsi PKn di Sekolah Dasar

Sebagai wahana kurikuler pengembangan karakter Warga Negara Indonesia yang

demokratis dan bertanggungjawab. Pentingnya peran PKn dalam proses

pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat, melalui

pemberian keteladanan, pembangunan kemauan, dan pengembangan kreativitas

peserta didik dalam proses pembelajaran maka melalui PKn sekolah perlu

dikembangkan sebagai pusat pengembangan wawasan, sikap, dan keterampilan

hidup dan berkehidupan yang demokratis untuk membangun kehidupan

demokrasi.

 Tujuan PKn di Sekolah Dasar

Berkenaan dengan konsep nilai, moral, dan norma yang terkandung dalam

Pancasila dan UUD 1945 serta penjabarannya dalam sumber hukum di bawah

UUD 1945. Untuk tingkat Sekolah Dasar, kurikulum PPKn SD 1994 itu secara

“Berjenjang berkelanjutan semakin meluas” mulai dari kelas I –VI. Secara umum

PKn di SD bertujuan untuk mengembangkan kemampuan (1) Berpikir kritis,

rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu Kewarganegaraan; (2) Berpartisipasi

secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta antikorupsi; (3) Berkembang

secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-

karakter masyarakat di Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-

bangsa lainnya; (4) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam peraturan

dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi.

2. Muatan-muatan materi dalam PKn di Sekolah Dasar:

No. Muatan materi Cakupan


Hidup rukun dalam perbedaan
Cinta lingkungan
Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia
Sumpah Pemuda
Persatuan dan
Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
1)
Partisipasi dalam pembelaan negara
Kesatuan bangsa
Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik

Indonesia
Keterbukaan dan jaminan keadilan
Tertib dalam kehidupan keluarga
Tata tertib di sekolah
Norma yang berlaku di masyarakat
Norma, hukum dan Peraturan-peraturan daerah
2) Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan
peraturan
bernegara
Sistem hukum dan peradilan nasional
Hukum dan peradilan internasional
Hak dan kewajiban anak
Hak dan kewajiban anggota masyarakat
3) Hak asasi manusia Instrument nasional dan internasional HAM
Pemajuan
Penghormatan dan perlindungan HAM
4) Kebutuhan warga Hidup gotongroyong
Harga diri sebagai warga masyarakat
negara Kebebasan berorganisasi
Kemerdekaan mengeluarkan pendapat
Menghargai keputusan bersama
Prestasi diri
Persamaan kedudukan warga negara
Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama
Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di
5) Konstitusi negara
Indonesia
Hubungan dasar Negara dengan konstitusi
Pemerintahan desa dan kecamatan
Pemerintahan daerah dan otonomi
Pemerintah pusat
Demokrasi dan sistem politik
6) Kekuasaan dan politik
Budaya politik
Budaya demokrasi menuju masyarakat madani
Sistem pemerintahan
Pers dalam masyarakat demokrasi
Kedudukan Pancasila sebagai dasar Negara dan

ideologi negara
Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara
7) Pancasila
Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan

sehari-hari
Pancasila sebagai ideologi terbuka
Globalisasi di lingkungannya
Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi
8) Globalisasi Dampak globalisasi
Hubungan internasional dan organisasi internasional
Mengevaluasi globalisasi

3. Pendidikan nilai dan moral sangatlah penting diajarkan di Sekolah Dasar yang merupakan

titik sentral pendidikan bagi nilai dan moral, baik itu dari kelas I maupun sampai kelas VI.

Yang bertujuan agar mereka sebagai peserta didik dapat berperilaku yang baik dalam

kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan nilai dan moral dapat menjadikan anak memiliki kepribadian sopan santun

saat berperilaku kepada orang yang lebih tua darinya maupun teman sebayanya. Dalam

pembelajaran pendidikan nilai dan moral guru dapat memberi contoh dan menjadi contoh

bagaimana berperilaku yang baik yang mencerminkan manusia bermoral.  Karena peserta
didik dengan karakter usianya akan cenderung meniru atau mencontoh apa yang ia lihat

dalam kegiatan sehari-harinya. Untuk itu sebagai guru hendaknya selalu memperhatikan

setiap ucapan dan tindakannya, agar peserta didik tidak salah meniru. Contoh fenomena

paradoksal di sekolah yaitu masih sering terjadi kasus bullying, tidak sedikit peserta didik

yang menjadi bahan olok-olokan temannya atau bahkan malah menjerumus pada tindak

kekerasan. Salah satu contoh bentuk bullying yang sering terjadi yaitu body shamming

yang terkadang secara tidak sengaja dilakukan ataupun diucapkan pada korban bullying.

Perkataan yang sederhana namun untuk korban bullying ini akan memberi efek yang luar

biasa, apalagi jika hal ini terjadi berulang-ulang. Fenomena paradoksal antara nilai dan

fakta di masyarakat seperti ketidaksesuaian antara nilai yang diajarkan di dunia

pendidikan dengan nilai yang diimplementasikan dalam dunia nyata di masyarakat. Guru

mengajar mereka untuk jujur, bertanggung jawab, peduli, dan rela membantu. Sayangnya

ajaran ini tidak tercermin dalam masyarakat kita. Setiap saat kaum muda terdidik ini

dihadapkan dengan paradoks nilai lewat media cetak maupun elektronik. Televisi, surat

kabar, dan radio sering memperlihatkan pejabat publik yang berbohong, koruptor yang

dihormati dan dipuji, aparat yang minta suap, dan kebobrokan peradilan yang dilakukan

oleh hakim, polisi, jaksa, dan pengacara yang kolutif yang bertolak belakang dengan nilai-

nilai luhur diajarkan. Parahnya, kebobrokan yang kasat mata ini terkesan dibiarkan oleh

negara yang telah diberi wewenang oleh rakyat untuk mengambil tindakan tegas namun

tidak pernah dilaksanakan.

4. Tuntutan pedagogis PKn sebagai pendidikan moral yaitu merupakan mata pelajaran

dengan visi utama sebagai pendidikan demokrasi yang bersifat multidimensional. Ia

merupakan pendidikan nilai demokrasi, pendidikan moral, pendidikan social, dan masalah
pendidikan politik. Namun, yang paling menonjol adalah sebagai pendidikan nilai dan

moral. Oleh karena itu, secara singkat PKn dinilai sebagai mata pelajaran yang

mengusung misi pendidikan dan moral. Tuntutan pedagogis terhadap guru dalam

mengajarkan PKn yaitu program pembelajaran nilai dan moral Pancasila dan UUD 1945

yang bermuara pada terbentuknya watak Pancasila dan UUD 1945 dalam diri peserta

didik. Watak ini pembentukannya harus dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi

keterpaduan konsep moral, sikap moral dan perilaku moral demokrasi yang bersumber

dari Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian pula kita dapat menegaskan kembali

bahwa PKn merupakan suatu bentuk mata pelajaran yang mencerminkan konsep, strategi,

dan nuansa confluent edutaion yang memusatkan perhatian pada pengembangan manusia

Indonesia seutuhnya.

5. Muatan isi mata pelajaran Pendidikan  Kewarganegaraan memfokuskan pada

pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan

kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan

berkarakter yang diamankan oleh Pancasila dan UUD 1945. Secara umum PKn diSD

bertujuan untuk mengembangkan kemampuan:

 Berfikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu

kewarganegaraan.

 Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas

dalam kegiatan    bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi.

 Berkembang secara positif dan demokrasi untuk membentuk diri berdasarkan

karakter-karakter      masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan

bangsa-bangsa lainnya;
 Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam persatuan dunia secara langsung

atau tidak langsung    dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Struktur kurikulum di SD meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu

jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai dengan Kelas VI. Struktur

kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar

kompetensi mata pelajaran.