Anda di halaman 1dari 6

1.

Batagur borneoensis
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudines
Subordo : Cryptodira
Famili : Geoemydidae
Genus : Batagur[1]
Spesies : B. borneoensis
Kura-kura bertubuh sedang hingga besar, panjang karapas dapat mencapai 1.000 mm, meski
kebanyakan hanya sekitar 500 mm. Rahang atas bergerigi. Kaki depan dengan lima cakar,
sedangkan kaki belakang empat cakar. Betina berukuran lebih besar dari jantan, dengan panjang
tubuh mencapai 60 cm. Ukuran rata-rata hewan jantan berkisar antara 30 hingga 40 cm.

2. Mobouya multifasciata (Kadal Kebun)


Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Subordo: Lacertilia/Sauria
Famili : Scincidae
Subfamili: Mabuyinae
Genus : Eutropis
Spesies : E. multifasciata
Kadal kebun atau juga disebut bengkarung biasa. Kadal ini berukuran agak kecil, spesimen yang
sering ditemui sehari-hari berukuran sebesar jempol kaki dengan panjang antara 18 hingga 22 cm
dengan sekitar 60% dari panjangnya adalah panjang ekor. Kepalanya berbentuk lancip dengan
leher yang sangat pendek. Penampang badannya berbentuk persegi atau kotak. Tubuh bagian atas
berwarna coklat tua atau cokelat keabu-abuan mengkilap dengan sisi tubuh berwarna keemasan,
terutama dekat leher. Terkadang juga dihiasi bintik-bintik kecil berwarna hitam dan/atau pucat di
punggung dan sisi badannya. Bagian leher bawah berwarna cokelat muda dan bagian perut
hingga anus berwarna cokelat pucat. Moncong/bibir mulut berwarna kemerah-merahan. Ekor
berwarna sama dengan tubuhnya, dengan dihiasi garis samar berwarna gelap di sisi ekor. Lengan
kaki juga berwarna sama dengan tubuh atasnya

3. Crocodillus porosis (Buaya Muara


Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Crocodilia
Famili : Crocodylidae
Genus : Crocodylus
Spesies : Crocodylus porosus
Panjang tubuh buaya ini (termasuk ekor) biasanya antara 4,5 sampai 5,5 meter, namun bisa
mencapai lebih dari 6 meter. Bobotnya bisa mencapai lebih dari 1000 kg. Moncong spesies ini
cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Buaya muara dikenal sebagai buaya
yang jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator
mississipiensis). Penyebaran buaya ini juga termasuk yang "terluas" di dunia

4. Naja sp. (ular kobra)


Kerajaan :Animalia
Divisi :Chordata
Kelas :Reptilia
Memesan :Squamata
Suborder :Serpenta
Keluarga :Elapidae
Marga :Naja
Spesies Naja memiliki panjang yang bervariasi dan sebagian besar merupakan ular bertubuh
relatif ramping. Sebagian besar spesies mampu mencapai panjang 1,84 m (6,0 kaki). Panjang
maksimum untuk beberapa spesies kobra yang lebih besar adalah sekitar 3,1 m (10 kaki), dengan
kobra hutan bisa dibilang sebagai spesies terpanjang. [10] Semua memiliki kemampuan
karakteristik untuk mengangkat bagian depan tubuh mereka dari tanah dan meratakan leher
mereka agar tampak lebih besar bagi pemangsa potensial.

5. Dermochelys coriacea (penyu belimbing)


Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudinata
Subordo : Cryptodira
Famili : Dermochelyidae
Genus : Dermochelys
Spesies : D. coriacea
mudah diidentifikasi dari karapaksnya yang berbentuk seperti garis-garis pada buah belimbing.
Karapaks ini tidak ditutupi oleh tulang, namun hanya ditutupi oleh kulit dan daging berminyak
Bentuk kepala dari penyu belimbing kecil, bulat dan tanpa adanya sisik-sisik seperti halnya
penyu yang lain. Mempunyai paruh yang lemah, tetapi berbentuk tajam, tidak punya permukaan
penghancur atau pelumat makanan. Bentuk tubuh penyu jantan dewasa lebih pipih dibandingkan
dengan penyu betina, plastron mempunyai cekungan ke dalam, pinggul menyempit dan
corseletnya tidak sedalam pada penyu betina. Warna karapas penyu dewasa kehitam-hitaman
atau coklat tua. Di bagian atas dengan bercak-bercak putih dan putih dengan bercak hitam di
bagian bawah.Berat penyu ini dapat mencapai 700 kg dengan panjang dari ujung ekor sampai
moncongnya bisa mencapai lebih dari 305 cm.
6. Chelonia mydas (penyu hijau)
Kerajaan :Animalia
Divisi :Chordata
Kelas :Reptilia
Memesan :Testudines
Suborder :Cryptodira
Keluarga :Cheloniidae
Subfamili :Cheloniinae
Marga :Chelonia
Jenis : C. mydas
Penyu hijau (Chelonia mydas L) merupakan jenis penyu yang paling sering
ditemukan dan hidup di laut tropis. Dapat dikenali dari bentuk kepalanya yang kecil dan
paruhnya yang tumpul. Ternyata nama penyu hijau bukan karena sisiknya
berwarna hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya berwarna hijau.

7. Chelodina novaeguineae
Kingdom : Animalia
Filum : Chordota
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudines
Famili : Chelidae
Genus : Chelodina
Spesies : Chelodina novaeguineae
Kura-kura leher ular rote (Chelodina mccordi) merupakan jenis kura-kura yang termasuk dalam
keluarga Chelidae. Jenis ini hidup di lahan basah di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sesuai
namanya, kura-kura ini memiliki leher panjang menyerupai ular. Ini yang membedakannya
dengan jenis lainnya.

Kura-kura ini, tidak memiliki kemampuan untuk menarik kepalanya masuk ke dalam tempurung,
sebab lehernya yang panjang membuatnya tidak bisa melakukan itu. Untuk melindungi bagian
kepalanya, dia hanya melipat lehernya ke kanan dan ke kiri di bagian bawah sisi terluar
tempurung.

8. Calloselasma rhodostoma
Kingdom : Animalia
Filum : Chordota
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Viperidae
Genus : Crotalinae
Spesies : Calloselasma rhodostoma
Ular tanah (Calloselasma rhodostoma) adalah sejenis ular keluarga Beludak berbisa yang amat
agresif. Deskripsi: Ular ini memiliki bentuk kepala yang khas dari keluarga viperidae, umumnya
membentuk segitiga yang melebar ke bagian belakang kepala. Terdapat garis hitam dibelakang
mata hingga ke ujung kepala, dan terdapat garis putih di atas kepala dari ujung mata atas hingga
ke pangkal leher. Bagian atas kepala berwarna hitam. Tubuh yang tebal dan mengecil ke arah
dua sisi yakni ke arah ekor dan pangkal kepala. Terdapat pola yang membentuk segitiga
berwarna hitam pada sisik tubuh. Iris mata keabuan dengan pupil oval vertikal. Panjang ular ini ±
dapat mencapai 1m.
Habitat: Umum ditemukan di hutan dataran rendah, pada serasah, semak, kebun, bebatuan atau
bahkan sawah dimana terdapat banyak pengerat. Berdiam diri namun bila terganggu akan
menyerang dengan cepat.

9. Dendrelaphis pictus
Kingdom : Animalia
Filum : Chordota
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Colubridae
Genus : Dendrelaphis
Spesies : Dendrelaphis pictus
Famili Colubridae terdiri dari 320 genus. Salah satu genus famili Colubridae yang ditemukan di
Indonesia adalah Dendrelaphis. Genus Dendrelaphis mendiami sebagian besar wilayah Asia dan
Australia dengan ciri-ciri umum tubuh panjang dan kecil, ekor panjang, kebanyakan berwarna
coklat pada tubuh bagian atas, mempunyai mata yang besar dengan pupil yang bulat, sisik
ventral memiliki ukuran yang berbeda dengan sisik dorsal, jumlah sisik dorsal 13-15 ditengah
tubuh dan berukuran panjang kecuali Dendrelaphis caudolineatus yang mempunyai ukuran yang
lebih panjang dari spesies Dendrelaphis lainnya yang terdapat di Sumatera (Malkmus et al.,
2002; Das, 2012; Hoser, 2012). Di Sumatera terdapat 6 spesies ular dari genus Dendrelaphis
yaitu Dendrelaphis pictus, Dendrelaphis caudolineatus, Dendrelaphis formosus, Dendrelaphis
haasi, Dendrelaphis kopsteini, dan Dendrelaphis striatus (Das, 2012).

10. Varanus comodoensis


Kingdom : Animalia
Filum : Chordota
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Varanidae
Genus ; Varanus
Spesies : Varanus comodoensis
Panjang tubuhnya mencapai 3,1 meter dan beratnya mencapai 165 kg. hewan ini
merupakan jenis biawak terbesar di dunia. Hewan ini memiliki panjang ekor yang
hampir sama dari panjang tubuhnya. Memiliki gigi yang seperti gerigi, panjangnya
sekitar 2,5 cm.

11. Gecko gecko


Kingdom : Animalia
Filum : Chordota
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Subordo : Sauria
Famili : Gekkonidae
Genus ; Gekko
Spesies : Gecko gecko
Beberapa spesies tokek membuat mencicit atau mengklik suara yang terdengar seperti
"gecko," maka disebut tokek. ... Dari segi bentuk anatomi dan morfologi tubuhnya
binatang tokek memiliki tubuh pendek, lebar, gemuk dengan jari kaki yang besar, cakar
melengkung ke belakang. Tokek adalah satu-satunya kadal yang memiliki suara. Beberapa
spesies tokek membuat mencicit atau mengklik suara yang terdengar seperti "gecko," maka
disebut tokek. Kebanyakan tokek aktif di malam hari (mereka adalah yang paling aktif di malam
hari); mereka memiliki mata besar dan visual (penglihatan) yang sangat baik. Dari segi bentuk
anatomi  dan morfologi tubuhnya binatang tokek memiliki tubuh pendek, lebar, gemuk dengan
jari kaki yang besar, cakar melengkung ke belakang.
       Kebanyakan kaki lengket tokek memiliki bantalan, terdiri dari mikroskopis Velcro-seperti
bulu bengkok (disebut setae) di bawah kaki bulunya memungkinkan mereka untuk memanjat
dengan baik, bahkan pada permukaan yang halus atau terbalik. Tokek gurun memiliki kaki yang
berumbai yang memudahkan mereka berjalan di pasir dengan sangat mudah. Tokek terbang
(genus Ptychozoon) memiliki kelepak lebar memanjang dari kulit perut dan memiliki jari-jari
kaki berselaput, kaki, dan ekor yang membantu mereka meluncur dengan anggun di udara

12. Varanus auffenberg


Kingdom : Animalia
Filum : Chordota
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Subordo : Sauria
Famili : Varanidae
Genus ; Varanus
Spesies : Varanus auffenberg
Biawak mungil ini mempunyai pola warna yang menawan, perawatannya pun
cukup mudah. Varanus Auffenbergi Dwarf ini warna tubuh biru agak abu-abu
dengan pola totol warna krem yang tidak beraturan. Biasanya kalau sesudah
dijemur warnanya lebih cerah, sedangkan waktu suhu dingin, warnanya
berubah menjadi redup atau gelap. Habitat asli biawak adalah di Hutan
sabana. Di kepulauan rote dan kepulauan kecil di Nusa Tenggara banyak
ditemukan Biawak Varanus ini. Di habitat aslinya makanan utama biawak
varanus adalah serangga, telur dan hewan pengerat yang berukuran kecil.
Untuk para penghobi biawak kebanyakan memberinya pakan hidup berupa
jangkrik sebanyak 5 ekor perhari. Selingan makanannya bisa berupa filet
ayam. Makanan tersebut diberikan secara bergantian. Tak lupa juga
memberikan tambahan vitamin E dan Kalsium, untuk menjaga kulit biawak
varanus tetap mulus dan sehat. Kalsium yang diberikan bisa berasal dari
cumi-cumi yang telah di iris kecil-kecil. Walaupun biawak varanus ini mudah
dipelihara, tetapi soal pengembangbiakannya tidak semua orang bisa
melakukannya. Indukan biawak varanus kebanyakan hanya bisa
menghasilkan 4-6 telur saja. Agar menetas, telur biawak varanus ini
memerlukan kehangatan suhu pada sekitaran 29 °C sampai dengan 30 °C.
Setelah 124 hari telur akan menetas dan keluarlah anakan dengan panjang
tubuh sekitar 6 Cm, panjang ekornya 9 Cm dan bobotnya biasanya 4 Gram.
Supaya anakan bisa tetap sehat dan bertahan hidup hingga dewasa, hendaklah
penghobi memperhatikan menu makanan yang diberikan.