Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

DENGAN ANEMIA GRAVIDARUM

OLEH :
HANIS RICALDO (2018-12-054)
RONNA (2018-12-035)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SINT CAROLUS


PROGRAM PROFESI KEPERAWATAN
JAKARTA
2020
KASUS :

Kasus Ny. S, 40 tahun, dengan diagnose G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu, KU baik,
kesadaran composmentis. TD 120/80, suhu 36,3oC, nadi 80 x /menit, TB 158 cm, BB 62 Kg,
keluhan tidak bisa duduk bersila.
Lengkapi pengkajian, buat askep, buat flow/patoflowdiagram

ASUHANKEPERAWATAN PADA IBU DENGAN ANEMIA GRAVIDARUM

A. IDENTITAS IBU
1. Nama/ usia : Ny. S / 40 tahun
2. Tgl lahir : 1 Agustus 1980
3. Agama : Islam
4. Pendidikan : SMA
5. Pekerjaan : IRT
6. Alamat : Jakarta barat

B. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1. Anamnesa : Tgl 15 Agustus 2020
2. Riwayat haid
Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) tanggal 22 November 2019
Hari Perkiraan Lahir (HPL) tanggal 29 Agustus 2020
Menarche : 14 tahun
Siklus : 28 hari
Lamanya : 6 hari
3. Pergerakan janin dalam 12 jam terakhir > 10 kali
4. Usia kehamilan : 38 minggu
5. Imunisasi TT : sudah mendapat imunisasi TT pada saat hamil anak
pertama
6. Diagnosa : G : 1 P : 2 A: 0
7. Riwayat Kehamilan
Hamil Umur Usia Jenis Tempat Komplikasi Penolong Keadaan Nifas
ke Ibu Kehamilan Persalinan Bersalin Bayi
1. 35thn 39minggu Normal Bidan Tidak ada Bidan Sehat, panjan Tidak ada
Praktek 48 cm berat masalah,
3200 gr, jenis menyusui
kelamin laki- sampai anak
laki. Anak usia 1 tahun
langsung 2 bulan.
menangis
saat lahir
2. 40 thn 38 minggu

C. Pengkajian Keperawatan
1. Kajian Pola Persepsi Kesehatan dan Pemeliharaan Kesehatan
Data Subjektif :
Ibu mengatakan badan mudah capek, lemas, penglihatan sering berkunang-kunang, sering
pusing. Ibu mengatakan selama ini control kehamilan rutin tiap 1 bulan sekali di
puskesmas dekat rumahnya. Ibu mengatakan mempunyai riwayat penyakit darah tinggi
dan tidak memiliki riwayat, kencing manis. Pada kehamilan yang ini sudah disuntik
vaksin tetanus 1 kali. Pada saat kontrol di di cek laboratorium ternyata HB nya rendah
dan disarankan untuk control ke Rumah Sakit terdekat (di rujuk )
Data Objektif:
Ibu tampak lemas, konjungtiva anemis, Hb 9,5 gr%

2. Kajian Pola Nutrisi dan Metabolik


Data Subjektif :
Ibu mengatakan makan sehari 2 kali, kurang suka makan sayuran, jarang makan buah,
tidak suka makan daging. Makan telor, tahu, tempe, ikan, tidak minum susu ibu hamil,
BB sebelum hamil 52 kg. berat badan sekarang menjadi 62 Kg Tb 158 cm
Data Objektif:
BB saat ini 62 Kg, TB 158 cm
Turgor kulit kurang elastis, kulit pucat, konjungtiva tampak anemis, Hb 9,5.

3. Kajian Pola Eliminasi


Ibu mengatakan BAK sering lebih dari 7 kali sehari, urine berwarna kuning jernih, tidak
sakit saat BAK, tidak panas saat BAK. Ibu mengatakan sulit BAB, BAB 3 hari sekali,
keras, mengejan saat BAB.
4. Kajian Pola Aktifitas Latihan
Data subjektif :
Ibu mengatakan saat ini mudah capek dan lelah, sering pusing, penglihatan sering
berkunang-kunang, takut jatuh. Ibu mengatakan kegiatannya sehari hari mengurus anak
nya yang umur 5 tahun dan mengurus suaminya yang bekerja. Ibu mengatakan tidak
pernah ber-olahraga, tidak pernah senam ibu hamil. Ibu mengatakan kaki suka merasa
keram, tidak bisa duduk posisi bersila. Ibu mengatakan bengkak pada kedua kaki (edema
tungkai) sejak 2 minggu yang lalu
Data Objektif:
Ada bengkak pada kedua tungkai derajat 2, ibu tampak gelisah.

5. Kajian Pola Tidur


Ibu mengatakan untuk tidur tidak ada masalah, ibu bisa tidur pada siang hari 2-3 jam dan
bisa tidur malam 6-8 jam.

6. Kajian Pola Persepsi Kognitif


Ibu mengatakan kehamilan kedua ini merasa mudah lelah, mudah capek pada saat
aktivitas beberes rumahnya. Ibu mengatakan kasihan kepada anaknya yang pertama
masih kecil. Ibu mengatakan khawatir anaknya kurang mendapatkan perhatian, karena
akan ada adik baru, tidak ada yang membantu dalam mengurus rumah tangga. Ibu
mengatakan tidak menggunakan KB.

7. Kajian Pola Peran dan Hubungan Dengan Sesama


Ibu mengatakan saat ini bekerja sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan
suami. Ibu mengatakan tinggal hanya bertiga saja dengan anak yang berusia 2 tahun dan
suami. Suami pencari nafkah bekerja sebagai supir angkot. Ibu bergaul dengan tetangga.

8. Kajian Mekanisme Koping dan Toleransi Stress


Data Subjektif :
Ibu mengatakan khawatir cemas, setelah tahu kurang darah, khawatir terjadi sesuatu pada
bayinya. Ibu mengatakan khawatir pada anaknya yang pertama, takut kurang perhatian.
Ibu mengatakan apakah bisa lahir secara normal. Ibu takut jika harus lahir secara operasi
(section)
Data Objektif :
Ibu datang berobat ke RS ditemani oleh suami. Ibu sering menanayakan apakah bisa lahir
secara normal, suami sering menanyakan apakah istrinya bisa melahirkan secara normal
tanpa tindakan operasi.

9. Kajian Pola Sistem Nilai Kepercayaan


Ibu mengatakan beragama Islam, sholat 5 waktu. Ibu mengatakan berdoa memohon
kepada Tuhan untuk dimudahkan dan dilancarkan dalam lahirannya nanti.

D. PemeriksaanFisik
1. KeadaanUmum : Baik, kesadaran Compos Mentis
2. Tanda-tanda Vital
- Tekanandarah : 120/80 mmHg,
- Nadi : 84 x/mnt, nadi teraba lemah
- Suhu : 36,1oC , akral teraba dingin
- Pernafasan : 22 x/mnt
- SPO2 : 99 %
- CRT :<3 dtk
3. Pengukuran
- Tinggi Badan : 158 cm
- Berat Badan : 62 Kg
- IMT : 24,8 Kg /m2
- LILA : 31 cm
- BB sebelum hamil : 52 Kg
4. Rambut : bersih, tidak ada ketombe, tidak rontok, tidak ada benjolan
5. Wajah : Closma Gravidarum tidak ada
6. Mata
- Sklera : Tidak ikterik
- Konjungtiva : Anemis
- Kelopak Mata: Tidak edema
7. Hidung
- Mukosa : Merah Muda
- Polip : Tidak ada polip
- Secret : Tidak ada secret
8. Mulut dan gigi
- Lidah : Bersih
- Gigi : Gigi utuh, tidak ada caries
9. Telinga : Simetris, serumen tidak ada
10. Leher
- Kelenjar Getah Bening : Tidak ada
- Kelenjar Tiroid : Tidak teraba
11. Dada
- Letak Payudara : Simetris
- Aerola Mamae : Hyper pigmentasi
- Putting susu : Menonjol
- ASI : Sudah ada keluar
12. Aksila : Tidak ada teraba benjolan
13. Abdomen
a. Inspeksi
- Linea nigra : Ya
- Striae Albicans : Ada
- Bekas luka operasi : tidak ada
b. Palpasi
- Leopold I
TFU : 32 cm/ 3 jari dibawah px
FU terisi : Bulat, lunak, tidak melentik (bokong)
- Leopold II
Kanan : Keras, memanjang seperti papan (punggung)
Kiri : Bagian-bagian terkecil janin (ekstremitas)
- Leopold III
Bagian bawah : Bulat, keras melenting (Kepala)
- Leopold IV : Belum teraba
Tafsiran berat janin (TBJ) : (32 cm-13) = 19 x 155 = 2945 gram

c. Auskultasi
- DJJ : 150 x/mnt
- Frekuensi : Kuat, teratur
- Gerakan Janin : Ada

14. Pinggang dan Punggung


a. Inspeksi : Posisi tulang belakang lurus
b. Perkusi : Tidak ada nyeri
15. Genetalia
a. Vulva dan Vagina
- Kebersihan : Bersih, tidak ada lendir, tidak ada keputihan
- Varices : Tidak ada
- Luka : Tidak ada
b. Perineum : Terdapat bekas luka parut
c. Anus : Tidak ada hemoroid
16. Ekstremitas
a. Ekstremitas atas : Kedua tangan dan jari tidak ada bengkak
b. Ekstremitas bawah
- Tibia : Pada kedua tungkai terdapat bengkak grade 2
- Varises : Tidak ada
- Refleks patella : Positif
E. PemeriksaanLaboratorium
Tanggal : 10 September 2020
- Hb 9,5 gr %
- Protein Urine negative
- Keton dalam urine : Negative
- Gula Darah sewaktu 120 mg/dl
- HbSAg : Negative
- Anti HIV : Negative
ANALISA DATA

Nama /Umur : Ny. S / 40 thn


Ruang / Kamar : MATERNITY / 302

NO. DATA ETIOLOGI MASALAH


1 DS : Penurunan konsentrasi Perfusi perifer tidak
Ibu mengatakan saat ini mudah hemoglobin efektif
capek, sering pusing, penglihatan
sering berkunang-kunang, takut
jatuh.Ibu mengatakan kaki suka
terasa keram, tidakbisa duduk
bersila. Ibu mengatakan bengkak
pada kedua kaki sejak 2 minggu
yang lalu
DO :
Tekanan darah:120/80 mmHg, Nadi:
84 x/mnt, nadi teraba lemah,
Suhu:36,3oC , akral teraba dingin,
pernafasan : 22 x/mnt, SPO2 : 99
%, CRT: < 3 dtk

2 DS : Penurunan motilitas Konstipasi


-Ibu mengatakan sulit untuk BAB. gastrointestinal
BAB hanya 3 hari sekali.
-Ibu mengatakan mengejan saat
BAB
DO :
Feses keras.

3 DS : Krisis situasional Ansietas


Ibu mengatakan khawatir cemas,
setelah tahu kurang darah, khawatir
terjadi sesuatu pada bayinya. Ibu
mengatakan khawatir pada anaknya
yang pertama, takut kurang terurus
karena masih kecil usia 5 tahun. Ibu
mengatakan apakah bisa lahir secara
normal. Ibu takut jika harus lahir
secara di operasi
DO :
Ibu sering menanayakan apakah bisa
lahir secara normal, suami sering
menanyakan apakah istrinya bisa
melahirkan secara normal tanpa
operasi, Ibu tampak gelisah.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama /Umur : Ny. S / 40 thn


Ruang / Kamar : Maternity / 302

No. Diagnosa Keperawatan Nama jelas


1. Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi Hanis
hemoglobin dibuktikan dengan : Ronna
DS :
Ibu mengatakan saat ini mudah capek, sering pusing, penglihatan sering
berkunang-kunang, takutjatuh. Ibu mengatakan kaki suka terasa keram,
tidak bisa duduk bersila. Ibu mengatakan bengkak pada kedua kaki
sejak 2 minggu yang lalu
DO :
Tekanan darah:120/80 mmHg,Nadi: 80 x/mnt, nadi teraba lemah,
Suhu:36,3oC, akral teraba dingin, pernafasan: 22 x/mnt, SPO2 : 99 %,
CRT: < 3 dtk

2. Konstipasi berhubungan dengan penurunan motilitas gastrointestinal Hanis


dibuktikan dengan : Ronna
DS :
-Ibu mengatakan sulit untuk BAB. BAB hanya 3 hari sekali.
-Ibu mengatakan mengejan saat BAB
DO :
Feses keras.

3. Ansietas berhubungan dengan krisis situasional dibuktikan dengan :


DS :
Ibu mengatakan khawatir dan merasa cemas, setelah tahu kurang darah,
khawatir terjadi sesuatu pada bayinya. Ibu mengatakan khawatir pada
anaknya yang pertama, takut kurang terurus karena masih kecil usia 5 Hanis
tahun. Ibu mengatakan apakah bisa lahir secara normal. Ibu takut jika Ronna
harus lahir anak ke 2 ini dengan cara dioperasi
DO :
Ibu sering menanayakan apakah bisa lahir secara normal, suami sering
menanyakan apakah istrinya bisa melahirkan secara normal tanpao
perasi, Ibu tampak gelisah.
RENCANA KEPERAWATAN

Nama/Umur : Ny. S / 40 thn


Ruang / Kamar : Maternity / 302

Rencana tindakan Implementasi


Meliputi : Tindakan
Tanggal Diagnosa Hasil yang Keperawatan, tindakan
keperawatan diharapkan observatif, penyuluhan, Jam Tindakan Nama Evaluasi
Pelaksanaan program
Dokter
16/09/ Perfusi perifer Setelah 1. Identifikasi faktor 07.00 1. Memonitor tanda- tanda vital Hanis S:
2020 tidak efektif dilakukan resiko gangguan DS : Ronna 1. Ibu mengatakan masih
berhubungan tindakan sirkulasi (hipertensi, Ibu mengatakan pusing, badan pusing, merasa
dengan keperawatan kadar kolesterol) terasa lemah, dan penglihatan lumayan lelah, dan
penurunan selama 4 jam 2. Identifikasi penyebab berkunang-kunang penglihatan masih
konsentrasi perfusi perifer perubahan sensasi DO : berkunang-kunang jika
hemoglo meningkat 3. Monitor tanda-tanda TD 120/80 mmHg, Nadi 80 lelah. Ibu juga
bin dengan kriteria vital (tekanan darah, x /menit (frekuensi teratur, mengatakan akan
hasil : nadi, suhu, pernafasan, teraba lemah), RR 21 x /menit memeriksakan kadar
edema, suhu) (nafas teratur, pernafasan dada, Hb nya dan membawa
1. Kekuatan 4. Monitor hasil tidak sesak), Suhu 36,3oC hasilnya 1 minggu yang
nadi perifer pemeriksaan serum (akral teraba dingin, kulit akan datang.
meningkat (Hb, Ht) tampak pucat), SPO2 99%, 2. Ibu mengatakan
2. Warna kulit 5. Periksa sirkulasi perifer CRT>3” mengerti dengan
tidak pucat (nadi perifer, pengisian dengan instruksi yang
3. Tidak Kram kapiler) 08.00 2. Menganjurkan ke pada ibu Hanis diberikan oleh perawat
otot 6. Berikan asupan cairan untuk memeriksakan Hbnya 1 Ronna dan akan
4. Tidak merasa 7. Sediakan sumber minggu yang akan datang dan menerapkannya
nyeri informasi program membawa hasilnya saat dirumah untuk
ekstremitas pengobatan secara control persiapan melahirkan
5. Pengisian visual dan tertulis (obat DS :
kapiler penambah darah) Ibu mengatakan paham dengan
membaik instruksi yang diberikan, akan
6. Akral dingin 8. Fasilitasi pasien dan melakukan pemeriksaan Hb, O:
menurun keluarga melakukan dan membawa hasil TD 110/80 mmHg, Nadi
penyesuaian pola hidup pemeriksaan di kunjungan 85 x /menit (frekuensi
akibat program berikutnya ( 1 minggu) teratur, teraba lemah), RR
pengobatan DO : 20 x /menit (nafas teratur,
9. Motivasi melakukan Ibu tampak mencatat instruksi pernafasan dada, tidak
ROM aktif / pasif perawat, tampak tenang, dan sesak), Suhu 36,4oC (akral
10. Anjurkan berolahraga menganggukkan kepala teraba dingin, kulit tampak
rutin (senam hamil) pucat), SPO2 99%,
09.00 3. Menganjurkan pasien jika tidur Hanis CRT>3”, Ekspresi ibu
setengah posisi duduk atau Ronna tampak tenang dan
dengan 2 bantal untuk memperhatikan saat diberi
mengurangi rasa sesak pendidikan kesehatan
DS :
Ibu mengatakan mengerti A :
posisi tidur yang dianjurkan Perfusi perifer tidak efektif
dan akan mencobanya saat belum teratasi
dirumah
DO : P :
Ibu mampu menyebutkan Rencana tindakan 1, 3, 4, 5
posisi tidur yang dianjurkan dilanjutkan
dan mampu memperagakan
ulang cara membuat posisi
tidur yang nyaman

10.00 4. Menganjurkan ibu untuk Hanis


mengkonsumsi obat penambah Ronna
darah yang diberikan Folamil 1
x 1 tablet
DS :
Ibu mengatakan akan minum
obat secara rutin sesuai yang
dianjurkan
DO :
Ibu tampak mengkonsumsi
Folamil 1 tablet dan akan
diresepkan untuk dibawa
pulang

11.00 5. Menganjurkan untuk Hanis


mengkonsumsi TKTP (Tinggi Ronna
Kalori Tinggi Protein),
seperti:mengkonsumsi
sayuran, bayam, daging, tahu
tempe
DS :
Ibu mengerti dengan apa yang
dijelaskan dan mampu
menjelaskan kembali edukasi
yang diberikan
DO :
Ibu mampu menjelaskan
kembali makanan yang baik
dikonsumsi untuk persiapan
melahirkan.

13.00 6. Memonitortanda- tanda vital Hanis


DS : Ronna
Ibu mengatakan masih pusing,
merasa lumayan lelah, dan
penglihatan masih berkunang-
kunang jika lelah.
DO :
TD 110/80 mmHg, Nadi 85
x /menit (frekuensi teratur,
teraba lemah), RR 20 x /menit
(nafas teratur, pernafasan dada,
tidak sesak), Suhu 36,4oC
(akral teraba dingin, kulit
tampak pucat), SPO2 99%,
CRT>3”
17/09 Konstipasi Setelah 1. Kaji konsistensi feses 08.00 1. Mengkaji konsistensi feses Hanis S :
2020 berhubungan dilakukan 2. Anjurkan diet tinggi S: Ronna Ibu mengatakan masih
dengan tindakan serat Ibu mengatakan feses keras. sulit untuk BAB karena
penurunan keperawatan 3. Kolaborasi dengan Sulit untuk dikeluarkan terasa keras saat mengejan.
motilitas selama 4 jam dokter untuk pemberian O: Belum BAB selama 3 hari
gastrointestinal. konstipasi fleet enema (jika BAB masih sekali dalam 3 ini.
menurun dengan diperlukan) hari
kriteria hasil : 4. Anjurkan peningkatan 09.00 2. Menganjurkan diet tinggi Hanis O :
asupan cairan, jika serat Ronna Ibu terlihat masih jarang
1. Pola tidak ada kontraindikasi S: ke toilet untuk BAB.
eliminasi 5. Kolaborasi dengan ibu mengatakan mengerti Palpasi, ada Impaksi
dalam dokter untuk pemberian D : pasien tampak mengerti Feses.
rentang terapi (enema, jika 10.00 3. Kolaborasi dengan dokter Hanis
yang diperlukan) untuk pemberian fleet enema Ronna A :
diharapkan (jika diperlukan) Masalah konstipasi belum
(bab 1 x 11.00 4. Belum dilakukan. teratasi
sehari) 13.00 5. Menganjurkan peningkatan Hanis
2. Konsistensi asupan cairan, makanan yang Ron P :
feses lunak berserat. Lanjutkan intervensi
dan DS : 1,2,3,5.
berbentuk Ibu mengatakan minum 7-8
3. Pengeluarkan gelas dalam 1 hari.
feses tanpa DO :
bantuan Ibu mengatakan mau untuk
(tidak sering minum air dan makan
mengejan) sayur dan buah untuk
membantu agar tidak sulit
BAB.
kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian terapi (enema, jika
diperlukan)
DO :
Belum dilakukan.

18/09/ Ansietas Setelah 1. Monitor tanda-tanda 07.00 1. Memonitor tanda-tanda S:


2020 berhubungan dilakukan ansietas (verbal & non- 08.00 ansietas (verbal & non- Ibu mengatakan masih
dengan krisis tindakan verbal) 09.00 verbal) memiliki rasa khawatir
situasional keperawatan 2. Identifikasi saat tingkat 10.00 S: tentang proses persalinan
selama 2 jam ansietas berubah 11.00 Ibu mengatakan khawatir yang akan dihadapi nanti
diharapkan 3. Identifikasi 13.00 dengan keadaannya yang dengan kondisi seperti ini,
tingkat ansietas kemampuan mengambil 14.00 sedang hamil dan tidak lama tetapi setelah mendapatkan
menurun dengan keputusan lagi akan melahirkan tetapi anjuran dan pendidikan
kriteria hasil : 4. Ciptakan suasana badan terasa lemah, sering kesehatan dari perawat
terapeutik untuk pusing, dan tahu bahwa rasa khawatirnya sedikit
1. Verbalisasi menumbuhkan dirinya kekurangan Hb berkurang
khawatir kepercayaan DO :
akibat 5. Pahami situasi yang Pasien tampak gelisah, O:
kondisi yang membuat ansietas tegang, dan sering Ibu tampak gelisah,
dihadapi 6. Gunakan pendekatan menanyakan pertanyaan yang tegang, meremas tangan
menurun yang tenang dan sama saat bercerita, suara
2. Verbalisasi meyakinkan bergetar
kebingungan 7. Diskusikan 2. Menganjurkan pasien
menurun perencanaan realistis mengungkapkkan perasaan A:
3. Perilaku tentang peristiwa yang dan persepsinya, Ansietas belum teratasi
gelisah akan datang mengidentifikasi kemampuan
menurun 8. Anjurkan keluarga mengambil keputusan, dan P:
tetap bersama pasien mendiskusikan perencanaan Rencana tindakan 1, 2, 3,
9. Anjurkan realistis peristiwa yang akan 4, 7, 8, 9, 10 dilanjutkan
mengungkapkan datang
perasaan dan persepsi S:
10. Latih teknik relaksasi Ibu mengatakan dirinya takut
jika tidak bisa melahirkan
secara normal seperti anak
yang pertama. Ibu
mengatakan saat hamil anak
pertama tidak memiliki
masalah kesehatan,
kehamilan baik-baik saja Ibu
juga mengatakan tidak
memiliki biaya jika harus
dioperasi, dan belum
memiliki perencanaan jika
harus melahirkan dengan
operasi
O:
Suara terdengar bergetar,
sering meremas tangan,
gelisah, berorientasi pada
masa lalu

3. Menciptakan suasana tenag


dan mengajarkan teknik
relaksasi (nafas dalam)
S:
Ibu mengatakan mulai
merasa tenang dan nyaman,
dan bisa menerapkan teknik
relaksasi nafas dalam saat
dirumah
O:
Ibu tampak tenang, mampu
mengikuti dan mengulangi
teknik relaksasi nafas dalam
Discharge Planning

1. Edukasi pasien penyebab terjadinya anemia :


a. Asupan nutrisi tidak cukup
b. Kurang cukup istirahat
c. Adanya perdarahan.
2. Edukasi tanda – tanda anemia, seperti lemas, letih, lesus, pucat, sesak, mual, tidak
napsu makan dan mudah lelah.
3. Bila terjadi perdarahan segera lapor ke dokter.
4. Edukasi penggunaan obat yang harus dilanjutkan di rumah.
5. Edukasi tentang nutrisi :
a. Makan teratur 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Terdiri dari nasi, sayur,
lauk-pauk, buah dan susu.
b. Memilih sayuran, lauk dan buah yang mengandung Zat Besi, asam folat, B
komplek dan protein seperti kacang – kacangan, brokoli, bayam, pisang, tahu
dan tempe
c. konsumsi buah yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat
besi dalam tubuh, seperti semangka, jeruk.
d. Konsumsi vitamin yang mengandung zat besi (Fe), asam folat dan B12.