Hal yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan splint yaitu besarnya kehilangan
jaringan pendukung (jaringan periodontal), perubahan kualitas jaringan pendukung yang
disebabkan trumatik oklusi, penyakit sistemik, trauma jangka panjang karena perawatan
periodontitis dan faktor iatrogenik.
Pada pembuatan pembuatan splint pun harus mempertimbangkan :
1. Jaringan pendukung gigi sekurang-kurangnya 1/3 gigi dan gigi yang di jadikan
sandaran harus kokoh
2. Estetis tidak terganggu
3. Oklusi tidak terganggu
4. Fonetik tidak teganggu
5. Tidak mengiritasi jaringan gingival
6. Mudah dibersihkan
Syarat pemasangan splint yaitu:
1. Splint harus melibatkan gigi yang stabil sebanyak mungkin untuk mengurangi
beban tambahan yang mengenai gigi-gigi individual seminimal mungkin
2. Splint harus dapat menahan gigi dengan kuat dan tidak memberi stress torsional
pada gigi yang dipegangnya.
3. Splint harus diperluas ke sekitar lengkung rahang, sehingga tekanan terposterior
dan tekanan fasiolingual yang terjadi dapat saling dinetralkan.
4. Splint tidak boleh menghalangi oklusi. Bila mungkin, ketidakharmonisan oklusi
yang menyeluruh harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum pemasangan splint.
5. Splint tidak boleh mengiritasi pulpa
6. Splint tidak boleh mengiritasi jaringan lunak, gingival, pipi, bibir dan lidah.
7. Splint harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dibersihkan.
Daerah embrasure interdental tidak boleh tertutup splint.