Anda di halaman 1dari 7

Proses Manajemen Resiko Pada Perusahaan BRI AGRO

I. Perencanaan

Riwayat Singkat
Didirikan oleh Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) pada tanggal 27 September
1989, dengan nama Bank AGRO yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam
perkembangan sektor agrobisnis Indonesia. Sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan
agrobisnis, sejak berdiri hingga saat ini, portofolio kredit Bank AGRO sebagian besar (antara
50% - 70%) disalurkan di sektor agribisnis, baik on farm maupun off farm.
Bank AGRO yang didirikan dengan Akta Notaris Rd. Soekarsono, S.H., di Jakarta
No. 27 tanggal 27 September 1989 memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan pada
tanggal 11 Desember 1989 sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No.
1347/KMK.013/1989 dan Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia No.
22/1037/UPPS/PSbD tanggal 26 Desember 1989 dan mulai beroperasi secara komersial pada
tanggal 8 Februari 1990.
Pada tahun 2003, Bank AGRO menjadi Perusahaan Publik berdasarkan persetujuan
Bapepam-LK No. S-1565/ PM/2003 tertanggal 30 Juni 2003 sehingga namanya berubah
menjadi PT Bank Agroniaga, Tbk dan pada tahun yang sama mencatatkan sahamnya di Bursa
Efek Surabaya, sedangkan pada tahun 2007, saham Bank AGRO dengan kode AGRO sudah
mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2006, Bank AGRO meningkatkan statusnya menjadi Bank Umum Devisa
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 8/41/Kep.GBI/2006 tertanggal 8
Mei 2006.
Pada tanggal 3 Maret 2011, dengan ditandatanganinya Akta Akuisisi Saham PT Bank
Agroniaga, Tbk antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan Dapenbun di
Jakarta, sehingga BRI secara resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali pada PT. Bank
Agroniaga, Tbk.
Sebagai wujud komitmen bersama dalam sinergi bersama BRI, pada tahun 2012
bersamaan dengan ulang tahun ke-23, Bank AGRO berganti nama menjadi PT Bank Rakyat
Indonesia Agroniaga Tbk, dengan sebutan komersial BRI Agro.
BRI Agro semakin mantap melangkah bersama BRI untuk melayani dengan sepenuh
hati. Untuk menunjukkan keseriusannya, Perseroan terus melakukan sinergi dengan BRI,
tercermin dari seluruh nasabah Perseroan dapat menggunakan kartu ATM Perseroan secara
gratis untuk segala transaksi di seluruh jaringan ATM BRI yang tersebar di seluruh pelosok
negeri.
Tanpa melupakan fokus awal Perseroan, sektor agribisnis tetap menjadi pilar utama
bisnis Perseroan, tetapi Perseroan juga terus berbenah untuk menyediakan layanan yang lebih
lengkap dan prima bagi nasabah. Mulai dari Tabungan, Deposito, dan Giro serta program
berhadiah hadir untuk menjawab kebutuhan simpanan dan investasi nasabah, sedangkan
fasilitas kredit Perseroan mulai dari untuk segmen ritel, segmen menenangah maupun segmen
konsumer dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha nasabah.

VISI MISI PERUSAHAAN


Visi : Mewujudkan bank komersial terkemuka yang fokus pada sektor pertanian dalam
mendukung pengembangan agrobisnis di Indonesia.
Misi :
1. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik pada segmen Usaha kecil dan Menengah
(UKM) terutama sektor agrobisnis untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat
dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
2. Memenuhi kebutuhan pokok, jasa dan layanan perbankan yang berkualitas, didukung oleh
Sumber Daya Manusia yang profesional dan berintegritas tinggi dalam melaksanakan
Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Government).
3. Memberikan manfaat yang optimal bagi para stakeholder.

BUDAYA KERJA PERUSAHAAN


1. Melakukan doa pagi bersama sebelum bekerja
2. Disiplin waktu : hadir di kantor, pada acara rapat, pada kegiatan lainnya tepat waktu
(tidak terlambat)
3. Menggunakan fasilitas kantor hanya untuk kepentingan perusahaan secara efisien dan
optimal,
4. Menjaga kebersihan, kerapihan dan ketertiban ruang kerja & peralatan kerja seoptimal
mungkin,
5. Menyampaikan laporan secara akurat dan sesuai batas waktunya,
6. Mengangkat telepon meja paling lambat sebelum dering ketiga,
7. Melayani nasabah dengan tersenyum, memberikan sapaan dan salam serta ucapan
terimakasih,
8. Menyelenggarakan dialog secara berkala dengan staf dan bawahan untuk berbagi
informasi dan memotivasi,
9. Membantu rekan sekerja (peers) atau anak buah (sub ordinat) apabila menghadapi
kesulitan/ masalah dalam bekerja,
10. Saling menghargai diantara pekerja,
11. Mengembangkan kompetensi untuk mendukung tuntutan organisasi dan persaingan,
12. Memberikan penghargaan/ pujian secara langsung kepada pekerja yang berkinerja baik.
Fokus Strategi 2017
”Transformasi Menuju Digital “
Peran Teknologi Informasi pada industri perbankan saat ini mempunyai posisi dan
fungsi yang sangat strategis. Bukan hanya sebagai supporting, Teknologi informasi juga
sebagai strategic enabler bagi bisnis Perseroan.
Evolusi teknologi informasi Perbankan menuju Layanan Perbankan Digital (digital
banking), membuat bank-bank terus meningkatkan performance layanan digitalnya, agar
dapat memenuhi kebutuhan nasabahnya maupun mengantisipasi persaingan yang
kompetitif.
Bagi BRI Agro, tahun 2017 merupakan moment penting Perseroan dalam meletakkan
landasan infrastruktur teknologi informasinya menuju ke layanan digital.
Pengembangan strategi bisnis Perseroan telah mengarah kepada Layanan Perbankan
Digital yang diharapkan nantinya akan menjadi sebagai landasan bagi pengembangan
teknologi informasi BRI Agro di masa depan.
Di tahun 2017, BRI Agro telah berhasil mengembangkan berbagai produk berbasis
teknologi antara lain sebagai berikut:
 Cash Management System
Sebagai salah satu jenis layanan perbankan yang diperuntukkan bagi nasabah
korporasi, BRI Agro telah berhasil meluncurkan Cash Management System di tahun
2017. Dengan demikian, nasabah dapat melakukan pengelolaan cash flow secara
mandiri di lokasi usahanya tanpa perlu datang ke Unit Kerja BRI Agro.
 Mobile Banking
BRI Agro telah berhasil meluncurkan Mobile Banking berbasis SMS sebagai salah
satu layanan perbankan yang diperuntukkan bagi nasabah perorangan. Sehingga
nasabah dapat melakukan transaksi perbankannya dimana dan kapan saja serta dapat
langsung diakses melalui media telepon selular dengan kompabilitas yang ditentukan
tanpa perlu datang ke Unit Kerja BRI Agro.
 Internet Banking
Saat ini BRI Agro sedang menyiapkan layanan Internet Banking sebagai salah satu
layanan perbankan berbasis internet yang diperuntukkan bagi nasabah perorangan.
Sehingga nasabah dapat melakukan transaksi perbankan dimana dan kapan saja serta
dapat langsung diakses melalui media browser dengan jaringan internet.

II. PELAKSANAAN

Identifikasi Risiko
Proses identifikasi risiko dilakukan secara proaktif terhadap seluruh aktivitas bisnis dalam
rangka menganalisa sumber, tingkat kemungkinan timbulnya risiko dan dampaknya. Hal-hal
yang diperhatikan dalam proses identifikasi risiko adalah :
1. Melakukan identifikasi seluruh risiko secara berkala.
2. Memiliki metode atau sistem untuk melakukan identifikasi risiko pada seluruh produk
dan aktivitas bisnis BRI Agro.
3. Secara khusus melakukan identifikasi risiko terhadap produk dan aktivitas baru, sebelum
produk/ aktivitas baru diperkenalkan atau dijalankan

Pengukuran Risiko
Proses pengukuran risiko dilakukan dalam rangka mengetahui besarnya eksposur
risiko sebagai acuan untuk melakukan pengendalian risiko serta untuk keperluan perhitungan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum.
Sistem pengukuran risiko digunakan untuk mengukur eksposur risiko Perseroan
sebagai acuan untuk melakukan pengendalian.
Pengukuran risiko dilakukan secara berkala baik untuk produk dan portofolio maupun
seluruh aktivitas bisnis Perseroan.
Pengukuran risiko untuk risiko kredit telah menggunakan sistem scoring dan rating,
risiko likuiditas menggunakan metodologi Liquidity Gap, risiko pasar (Interest Rate Risk on
Banking Book) menggunakan Repricing Gap dan risiko operasional menggunakan RCSA
(Risk Control Self Asessment)

Profil Resiko
Bank melakukan penilaian profil risiko secara bulanan yang kemudian dibahas dalam
rapat Direksi. Setiap triwulan, penilaian profil risiko dipresentasikan dalam Komite
Manajemen Risiko sebelum dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penilaian jenis
risiko merupakan kombinasi dari risiko-risiko yang melekat pada setiap aktivitas fungsional
(risiko inheren) dan system pengendalian risiko. Penilaian profil risiko dilakukan terhadap 8
(delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas,risiko operasional, risiko
hukum, risiko reputasi, risiko strategis, dan risiko kepatuhan, yang terdapat pada aktivitas
fungsional Bank dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi Bank.
Penetapan peringkat profil risiko dilakukan sesuai Internal Capital Adequacy
Assessment Process (ICAAP) serta mengacu pada regulasi. Proses ini meliputi penilaian
terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko atas tiap jenis risiko yang
wajib dikelola BRI Agro.
Penilaian profil risiko bank pada posisi Q4- 2017 secara agregat adalah Low to
Moderate. Namun demikian dari hasil penilaian profil risiko bank pada posisi Q4-2017, BRI
Agro perlu melakukan evaluasi yang terintegrasi terintegrasi secara menyeluruh terhadap
risiko-risiko yang dihadapi.
Peringkat Profil Risiko tahun 2017 hasil self assessment adalah stabil dibandingkan
dengan profil risiko tahun 2016 yaitu Low to Moderate.
III. PENGENDALIAN

Laporan Enterprise Risk Management


Laporan Enterprise Risk Management bertujuan untuk melaporkan kondisi risiko
keseluruhan secara akurat dan tepat waktu yang diperlukan Direksi BRI AGRO untuk
mengambil keputusan yang cepat dan efektif. Dalam laporan disajikan eksposur risiko-
risiko yang wajib dikelola BRI AGRO dalam format yang sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. Jenis-jenis laporan yang disajikan antara lain :
1. Profil Risiko Enterprise Wide
2. Risk Based Bank Rating / Tingkat Kesehatan Bank Berbasis Risiko

Validasi Dan Evaluasi

1. Validasi

Metodologi manajemen risiko BRI Agro harus mampu menilai dan mengukur risiko
produk, jasa, dan aktivitas yang dilakukan oleh BRI Agro. Metodologi tersebut harus
divalidasi dan direview oleh pihak yang independen, baik internal maupun eksternal.
Prosedur dan proses validasi harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan Otoritas
Jasa Keuangan serta didukung oleh sarana yang memadai berupa IT, sumber daya manusia,
SIM, dan sistem akuntansi.

RMC BRI Agro berwenang untuk memvalidasi metodologi manajemen risiko dan
menyampaikan kepada Direksi Bank untuk mendapatkan pengesahan. RMC dapat
membentuk suatu tim kerja yang terdiri dari unit kerja terkait untuk mengevaluasi dan
menganalisis metodologi yang diusulkan.

2. Evaluasi
BRI Agro harus mengevaluasi secara berkala prosedur, metodologi dan
mendokumentasikan setiap asumsi yang digunakan jika menggunakan metode internal.
Rekomendasi perubahan prosedur, metodologi dan asumsi yang dibuat berdasarkan
hasil evaluasi di atas harus disampaikan dalam Rapat RMC. Direksi BRI Agro berwenang
memutus perubahan metodologi dan prosedur tersebut.