Anda di halaman 1dari 12

MANJEMEN PROYEK

Proyek membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan


pengawasan secara teliti karena menyangkut
berbagai macam kegiatan. Proyek didefinisikan
sebagai suatu sistem yang kompleks yang
melibatkan koordinasi dari sejumlah bagian yang
terpisah dari organisasi dan didalamnya terdapat
skedul dan syarat-syarat dimana kita harus
bekerja.
Secara umum proyek membutuhkan sistem
perencanaan, penjadwalan (scheduling) dan
pengawasan yang berbeda dengan manajemen
operasi (kegiatan produksi barang dan jasa yang
berulang).
Perencanaan proyek
Perencanaan proyek dimaksudkan untuk
menjembatani antara sasaran yang akan
dicapai dengan keadaan pada saat awal.

Unsur-unsur dalam perencanaan proyek


diantaranya :
• Sasaran Waktu, Biaya dan Mutu
• Organisasi
• Jadwal dan Jaringan kerja (network)
• Anggaran
Studi Kelayakan
 Analisa Pasar

 Analisa Teknis

 Aspek Ekonomi dan Finansial

 Aspek Sosial dan Politik

 Analisis Dampak Lingkungan

 Organisasi Proyek
TEKNIK DALAM PENJADWALAN PROYEK
1. Dengan Gantt chart
Misalnya suatu perusahaan akan memindahkan
kantor pemasarannya ke suatu lokasi yang baru.
Elemen kegiatan proyek beserta estimasi
waktunya sebagai berikut :

Elemen kegiatan Kegiatan Estimasi waktu


Pendahulu (hari)
A. Menyusun rencana tata letak - 4
B. Memesan furniture A 12
C. Memasang sistem komunikasi A 8
D. Menata furniture B 4
E. Mengangkut barang-barang C 4
F. Menata barang-barang D,E 6
G. Pemindahan personil F 2
Bentuk Gantt chart jadwal kegiatan proyek tsb adalah :

0 4 8 12 16 20 24 28

A. Menyusun rencana tata letak

B. Memesan furniture

C. Memasang sistem komunikasi

D. Menata furniture

E. Mengangkut barang-barang

F. Menata barang-barang

G. Pemindahan personil
2. Critical Path Method and Program Evaluation and Review
Technique.
CPM dan PERT merupakan teknik yang paling banyak digunakan
dalam perencanaan dan pengendalian proyek. Walaupun disini
terdapat beberapa perbedaan diantaranya adalah dalam jenis
taksiran waktu kegiatan. Untuk CPM menggunakan satu jenis
taksiran waktu kegiatan sedangkan PERT menggunakan tiga
taksiran waktu. Meskipun CPM dan PERT berbeda dalam
beberapa hal namun tujuannya sama. Untuk menghindarkan
kebingungan dan untuk tujuan praktis, maka dalam
pembahasan ini tidak akan membedakan antara CPM dan PERT.
Simbul yang digunakan dalam PERT :
= Kegiatan (activity)

= Kegiatan semu (dummy activity)

= Peristiwa (event)
PERT menggunakan estimasi waktu penyelesaian kegiatan :

1. t0 = prakiraan waktu paling optimis

2. tm = prakiraan waktu paling mungkin

3. tp = prakiraan waktu paling pesimis

Sehingga waktu yang diharapkan untuk suatu kegiatan


dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari ketiga
jenis waktu diatas,yaitu :

( t0 + 4tm + tp )
t =
6
Perhitungan Waktu Proyek
Salah satu hal penting dalam analisis proyek adalah
mengetahui kapan proyek dapat diselesaikan. Untuk
itu maka perlu diketahui lebih dulu waktu yang
diperlukan untuk masing-masing kegiatan,
hubungannya dengan kegiatan lain, dan kapan
kegiatan-kegiatan tersebut dimulai dan berakhir.
Dalam Perhitungan waktu proyek dikenal berbagai
istilah, sebagai berikut :
 Earliest activity Start time (ES) menunjukkan saat paling
awal suatu kegiatan dapat dimulai.
 Earliest activity Finish time (EF) menunjukkan saat paling
awal selesaainya suatu kegiatan
 Latest activity Start time (LS) menunjukkan saat paling
lambat suatu kegiatan harus dimulai.
 Latest activity Finish time (LF) menunjukkan saat paling
lambat suatu kegiatan harus sudah selesai.
Contoh Diagram Jaringan Kerja
Suatu perusahaan merencanakan pemasangan instalasi
air (Water treatmnent) dipabriknya. Proyek terdiri
dari 8 kegiatan dan 1 kegiatan semu ditandai dengan
huruf A....B......I , dan estimasi waktu dari berbagai kegiatan
sbb.:
Kegiatan yg Waktu Waktu Waktu Waktu yang
Kegiatan Peristiwa
mendahului Optimis Paling mungkin Pesimis diharapkan
A - 1–2 2 6 10 6
B A 2–3 6 8 22 10
C A 2–4 4 12 20 12
D B 3–5 4 12 26 13
E* C 4–5 - - - -
F C 4–6 6 12 18 12
G E,D 5–7 4 8 12 8
H F 6–7 2 8 14 8
I G,H 7-8 4 6 20 8
Diagram Network
D
3 5
13 G
B
10 8 I
A E* 7 8
1 2 8
6 C H
12 F 8
4
6
12

Jalur Kritis (Critical path) :

Peristiwa Waktu (minggu)


1, 2, 3, 5, 7, 8 ........................................ 6 + 10 + 13 + 8 + 8 = 45
1, 2, 4, 5, 7, 8 ........................................ 6 + 12 + 0 + 8 + 8 = 34
1, 2, 4, 6, 7, 8 ........................................ 6 + 12 + 12 + 8 + 8 = 46
Jalur kritis meliputi peristiwa 1 - 2 - 4 - 6 - 7 - 8
Dengan waktu penyelesaian 46 minggu.
Penentuan Jalur Kritis dengan Metoda Algoritma :
Langkah 1 Menentukan nilai EF :
a. Krn proyek dimulai dari peristiwa 1 dgn waktu 0, maka EF
peristiwa 1 adalah = 0
b. Pristiwa 2 bisa dimulai setelah kegiatan A selesai maka
EF peristiwa 2 adalah EF peristiwa 1 ditambah kegiatan
A shg EF peristiwa 2 = 0 + 6 = 6
c. Jika ada peristiwa yang didahului oleh dua kegiatan,
maka yang diambil adalah waktu yang terlama.
d. Lakukan proses serupa sampai pada EF terakhir.
Langkah 2 Menentukan besarnya LF
Pada prinsipnya sama hanya utk LF bergerak mundur, dan
jika suatu peristiwa mendahului dua kegiatan, maka LF
dipilih waktu yang paling cepat/pendek.
Jalur kritis peristiwa yang dihubungkan dengan kegiatan
dengan waktu longgar =0 atau EF = LF
EF=29
EF= 16
LF= 30
LF= 17
D 5
3 13
G
EF=38 EF= 46
EF= 0 EF= 6 B 8
LF= 46
LF= 0 LF= 38
LF= 6 10 E* I
A 7 8
1 2 8
6
C EF=18 EF=30 H
12 LF= 18 LF= 30 8
F 6
4
12