Anda di halaman 1dari 11

04/04/2008

THANATOLOGI
oleh
dr.H.Agus Moch Algozi,SpF(K),DFM,SH

Ilmu Pengetahuan yang mempelajari perubahan-peruba


han; ada tubuh orang meninggal termasuk tanda kema-
tian.

Thanatologi  Thanatos  Dewa Kematian anak dari


Knight yang hidup bersama saudara kembarnya Hypnos
atau Sommus yaitu Dewa Tidur

Berguna untuk:
1. Menentukan korban benar-benar mati
2. Berapa lama telah mati
3. Membedakan perubahan post mortal dengan
kelainan ante mortem

1
04/04/2008

Hidup adalah integritas dari 3 sistem utama yang inter-


dependen:
1. Peredaran darah
2. Pernafasan
3. Persyarafan
Mati: dikatakan telah mati, apabila:
1. Faal sistem pernafasan, dan
2. Faal peredaran darah telah berhenti secara lengkap dan
permaner
3. Ditambal. Faal sistem persyarafan berhenti (termasuk mati
otak atau mati batang otak)
Mati terdiri atas:
1. Somatik death, systematic death clinical death
2. Cellelar death atau molecular death

Somatik death: kematian jasmani


1. Karena anoksia yang menyeluruh dan lengkap
2. Berhentinya proses kimiawi yang aerobik dari cel

Dimulai dengan:
1. Hilangnya pergerakan dan sensibilitas
2. Berhentinya pernafasan
- inspeksi - winslow test
- auscultasi daerah thrax dan larinx - mirror test
3. Berhentinya sirkulasi
- palpasi nadi - auscultasi
- magnus test - icard test (injeksi – sol Fluoreschin)

2
04/04/2008

Cellular Death; Molecular Death


Desintegrasi progresive dari jari tubuh, proses tidak terjadi seren-
seren-
tak pada semua sel.
Tergantung sensivitas terhadap anoxia:
1. Sel ganglion, SPP, mati dalam beberapa menit
2. Sel jaringan ikat dalam beberapa jam
3. Otot 3 jam setelah somatik death
4. Otot iris – setelah 4 jam

Transplantasi cornea cukup baik setelah 6 jam kematian.

MATI SURI
Terjadi bila proses vital menurun sampai taraf minimum
Dapat ditemukan pada proses kematian yang disebab-
disebab-
kan:
1. Listrik / petir
2. Tenggelam
3. Kedinginan
Sikap: beri pertolongan sampai hidup kembali atau be-
be-
benar mati

3
04/04/2008

CELLULAR DEATH
Timbul tanda-
tanda-tanda kematian pasti:
1. Penurunan suhu mayat
2. Lebam mayat
3. Kaku mayat
4. Perubahan pada kulit
5. Perubahan pada mata
6. Proses pembusukan
a. mummifikasi
b. adipocere

1. Penurunan Suhu Mayat


Waktu kematian: produksi panas berlangsung terus hingga
suhu mayat menurun.
Faktor yang berpengaruh:
1. Suhu sekitar
2. Aliran udara / kelembaban.
3. Pakaian
4. Keadaan tubuh korban
5. Aktifitas tubuh
6. Sebab kematian

4
04/04/2008

2. Lebam Mayat
Korban meninggal -> peredaran darah berhenti -> stagnasi ->
akibat gravitasi -> darah mencari tempat yang terendah ->
terlihat bintik-bintik merah kebiruan.
Timbul : 15 – 20 menit
Lokalisasi : tempat yang terendah
Kecuali : bagian tubuh yang
- tertekan dasar
- tertekan pakaian

Lebam Mayat Memar


Lokalisasi Bagian terendah Sembarang tempat
Ditekan Biasanya hilang Tidak hilang
Pembengkakan - +
Diincisi Intravascular Extravascular
Intravital - +

Lebam mayat dapat ditemukan pada:


- Kulit dan
- Alat-alat tubuh

4 jam setelah meninggal -> extravasasi pigment darah -> letak


lebam mayat tidak berubah, bila posisi mayat tidak dirubah.
Warna lebam mayat:
- Normal : Merah kebiruan
- Keracunan CO : Cherry red
- Keracunan CN : Bright red
- Keracunan nitro benzen : Chocolate brown
- Asphyxia : Dark red

5
04/04/2008

3. Kaku Mayat
Ditemukan pada:
- Otot polos bergaris dan
- Otot polos
Mekanisme :
• ATP terurai menjadi ADP
• Tanpa resintesa ADP-ATP sebab persendian glycogen habis
Timbul secara serentak pada semua otot
Terlihat :
• MM Orbic Occuli
• Rahang Atas
• Leher-Extr Atas
• Thorax-Abdomen
• Extr Bawah

6 Line 1
4
2
0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23

A. Primary Flacidity : 2-3 jam


B. Rigor Mortis
1. Belum lengkap : 3 jam
2. Lengkap : 12 jam
3. Mulai menghilang : +/- 6 jam
C. Secondary Flacidity

6
04/04/2008

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Rigor Mortis


1. Suhu sekitar
a. Suhu tinggi – cepat timbul dan cepat hilang
b. Dibawah 10 C – Rigor Mortis
2. Keadaan otot: convulsi -> cepat timbul dan cepat
hilang
3. Umur dan gizi
Anak-anak  lebih cepat
a. Anak-
b. Gizi jelek  lebih cepat

Mirip Rigor Mortis


1. Heat Stiffening
a. Coagulasi protein otot c. Posisi korban: Pugilistic
b. Rigor Mortis tidak terjadi d. Sampai proses pembusukan
2. Freezing
a. Cairan Synovial membeku
b. Digerakkan : krepitasi +
c. Suhu naik  otot-otot lemas, karena bekuan synovial
mencair.
3. Cadaveric Spasm
Kontraksi otot dalam stad. Primary Flaccidity
Dapat terjadi pada:
a. Semua otot tubuh
- somatic death sangat cepat disertai emosi hebat
b. Otot lengan
- bunuh diri dengan senjata api - mendaki gunung tinggi
- bunuh diri dengan pisau - tenggelam
- menggenggam robekan pakaian pembunuh

7
04/04/2008

4. Perubahan pada kulit


a. Elastisitet kulit hilang
b. Lebam mayat
c. Cutis Anserina: kontraksi MM. Erectores Pilae
5. Perubahan pada mata
a. Refleks cornea –
b. Refleks cahaya –
c. Cornea keruh: tertutup lapisan tipis secret mata
d. Bulbus Oculi melunak: tekanan intra oculer me-
me-
nurun.
e. Perubahan bentuk pupil
f. Sementasi daerah retina
g. Meningkatnya con K ??????????

6. Proses pembusukan
Pengaruh: enzym + micro organism
Timbul: 18 – 24 jam sesudah kematian
Tanda--tanda:
Tanda
a. Warna kehijauan pada daerah caecum
b. Wajah dan bibir membengkak
c. Scrotum / vulva membengkak
d. Distensi dinding perut
e. Marbling pada vena-
vena-vena kulit
f. Buliae
g. Darah keluar dari hidung / mulut
h. Bola mata menonjol
i. Kuku / rambut terlepas

8
04/04/2008

Proses pembusukan pada alat tubuh


1. Yang cepat membusuk
a. otak c. lambung dan usus
b. limpa d. uterus hamil
2. Yang lambat membusuk
a. jantung c. paru
b. ginjal d. diaphragma
3. Yang sangat lambat membusuk
a. prostat
b. uterus tidak hamil

Faktor yang mempengaruhi pembusukan


1. Dari luar
a. sterilitas c. kelembaban
b. suhu sekitar d. medium
2. Dari dalam
a. umur c. sebab kematian
b. keadaan tubuh d. jenis kelamin

9
04/04/2008

Mummifikasi
Syarat:
1. Suhu udara tinggi
2. Udara kering
3. Aliran udara
Waktu : 1 – 3 bulan
Gejala:
1. Kurus, kering, kaku dan mengkerut
2. Coklat kehitaman
3. Kulit melekat erat
Kepentingan:
1. Identifikasi
2. Tanda kekerasan masih tetap

Adipocere
Terjadi:
Asam lemak tak jenuh -> hydrogenasi -> asam lemak jenuh
Asam lemak jenuh + alkali -> sabun
Syarat:
1. Mengandung air
2. Mengandung alkali
Waktu : beberapa bulan hingga beberapa tahun
Gejala:
1. Berwarna putih
2. Teraba seperti sabun
3. Berbau tengik
Kepentingan:
1. Identifikasi
2. Tanda kekerasan masih tetap

10
04/04/2008

1. CYCLUS LARVA LALAT


Telur (8-24 jam) -> larva (9-12 hari) -> kepompong (12 hari)
-> lalat dewasa
misal larva umur 4 hari, maka saat kematian adalah 5 -6 hari
yang lalu
2. Syarat
Tidak ada kepompong diambil larva yang paling besar
Cara pemeriksaan larva:
Larva dimasukkan ke air panas, kemudian dimasukkan ke
pengawet alkohol 90% atau formalin 10%
Ditujukan kepada bagian biologi atau entomalogy
3. Untuk tujuan transplantasi organ
Penentuan mati didasarkan pada mati batang otak. Sebelum dilakukan
pengambilan organ, semua tindakan medis diteruskan agar organ tetap
baik

11