Anda di halaman 1dari 2

Tema KB 3 : MODEL-MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM

2013
Judul Jurnal/Artikel : TEORI KOGNITIVISME SERTA APLIKASINYA DALAM
PEMBELAJARAN
Identitas Sumber/Jurnal : Nurhadi. “Teori Kognitivisme Serta Aplikasinya Dalam
Pembelajaran”. Jurnal Edukasi dan Sains. Volume 2. Nomor 1 (Juni 2020), 77-95

A. Permasalahan
Kelemahan Teori Kognitivisme dalam Implementasi Kurikulum 2013
Setiap teori pembelajaran pastilah di bandingkan dengan teori pembelajaran yang lain, teori
kognitivisme juga memiliki kelemahan seperti yang dijelaskan oleh (Nurhadi, 2020:91), yang
menyatakan bahwa “Teori tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan; sulit di praktikkan
khususnya di tingkat lanjut; beberapa prinsip seperti intelegensi sulit dipahami dan
pemahamannya masih belum tuntas. Pada dasarnya teori kognitif ini lebih menekankan pada
kemampuan ingatan peserta didik, dan kemampuan ingatan masing-masing peserta didik,
sehingga kelemahan yang terjadi di sini adalah selalu menganggap semua peserta didik itu
mempunyai kemampuan daya ingat yang sama dan tidak dibeda-bedakan”.

B. Tanggapan/Diskusi
Belajar adalah suatu proses pembelajaran yang muncul karena pengalaman, belajar bukan hanya
mengingat akan tetapi lebih luas dari itu. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan
melainkan perubahan kelakuan. Kegiatan belajar dapat dialami oleh orang yang sedang belajar
dan juga dapat diamati oleh orang lain. Untuk menciptakan dan menghasilkan kegiatan belajar
dan pembelajaran yang berprestatif dan menyenangkan perlu diketahui berbagai landasan yakni
prinsip-prinsip maupun teori belajarnya.
Teori kognitif juga menganggap bahwa belajar adalah pengorganisasian aspek-aspek kognitif
dan persepsi untuk memperoleh pemahaman. Dalam model ini, tingkah laku seseorang
ditentukan oleh persepsi dan pemahamannya. Sedangkan situasi yang berhubungan dengan
tujuan dan perubahan tingkah laku sangat ditentukan oleh proses berfikir internal yang terjadi
selama proses belajar. Pada prinsipnya, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang
tidak selalu dapat dilihat sebagai tingkah laku yang tidak selalu dapat diamati. (Warsita, 2016:
69).
Namun dalam teori pembelajar kognitivisme juga terdapat kekurangan atau kelemahan, karena
sejatinya setiap teori itu saling melengkapi antara teori yang satu dengan teori yang lainnya.
Setiap teori pembelajaran pastilah di bandingkan dengan teori pembelajaran yang lain. Selain itu
setiap teori pembelajaran juga melengkapi dan menambah dari kekurangan teori-teori
pembelajaran yang telah diungkapkan oleh para ahli sebelumnya.
Menurut Warsita (2008:43) Setiap teori belajar tidak akan pernah sempurna, demikian pula
dengan teori belajar kognitif. Selain itu setiap teori pembelajaran juga melengkapi dan
menambah dari kekurangan teori-teori pembelajaran yang telah diungkapkan oleh para ahli
sebelumnya. Kelemahan Belajar Kognitif adalah :
1. Pada dasarnya teori kognitif ini lebih menekankan pada kemampuan ingatan peserta didik,
sehingga kelemahan yang terjadi di sini adalah selalu menganggap semua peserta didik itu
mempunyai kemampuan daya ingat yang sama dan tidak dibeda-bedakan.
2. Adakalanya juga dalam metode ini tidak memperhatikan cara peserta didik dalam
mengeksplorasi atau mengembangkan pengetahuan dan cara-cara peserta didiknya dalam
mencarinya, karena pada dasarnya masing-masing peserta didik memiliki cara yang
berbeda-beda.
3. Apabila dalam pengajaran hanya menggunakan metode kognitif, maka dipastikan peserta
didik tidak akan mengerti sepenuhnya materi yang diberikan
4. Jika dalam sekolah kejuruan hanya menggunakan metode kognitif tanpa adanya metode
pembelajaran lain maka peserta didik akan kesulitan dalam praktek kegiatan atau materi.
5. Dalam menerapkan metode pembelajran kognitif perlu diperhatikan kemampuan peserta
didik untuk mengembangkan suatu materi yang telah diterimanya.

C. Kesimpulan
Dari uraian diatas maka dapat saya simpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan
pengetahuan. Dalam proses pembelajaran terdapat teori-teori yang dapat membantu keberhasilan
pembelajaran, namun dalam setiap teori pembelajaran terdapat kekurangan atau kelemahan.
Namun kelemahan tersebut dapat ditutupi oleh teori yang lainnya, sehingga tujuan dari
pembelajaran tersebut dapat tercapai.