BAB III
PEMBAHASAN
Dalam proses pelayanan kunjungan kapal untuk membantu menyiapkan
segala perizinan dan permohonan urusan kapal mulai dari kedatangan,
penyandaran, booking pandu/tunda, dokumen, pengawakan, keperluan kapal asing
sampai keberangkatan di Pelabuhan Panjang, Lampung oleh PT. Tri Daya Laju
Cabang Panjang, dapat dilihat dalam gambar skema alur pelayanan kapal sebagai
rujukan dalam pelaksanaan pelayanan kapal.
Gambar 02. Skema Alur Pelayanan Kapal
Ship Owner/Bright Fortune Navigation
Surat Penunjukan Keagenan
General Agen
Instansi Terkait
1.KSOP
2.PT. Pelindo II (Persero)
Persiapan Kapal 3.Bea dan Cukai
Datang 4.Imigrasi
5.Kesehatan Pelabuhan
Laporan
Pelayanan Kapal
Kapal Datang/
1.Pelayanan Kebutuhan Kapal dan Crew
Clearance In
2. Bunker BBM
Instansi Terkait
1.KSOP
Persiapan Kapal 2.PT. Pelindo II (Persero)
Berangkat 3.Bea dan Cukai
4.Imigrasi
5.Kesehatan Pelabuhan
Kapal Berangkat/
Clearence Out
Sumber : Penyusun
35
36
A. Ship Owner menunjuk Agen
Dalam pelayaran niaga menurut sifatnya terdapat dua jenis pelayaran yaitu
liner dan tramper. Pada pelayaran liner umumnya telah menunjuk agen tetap
untuk melayani kebutuhan dan muatan kapal tersebut karena kapal tersebut secara
teratur menyinggahi pelabuhan tersebut. Kapal dengan pelayaran tramper
menunjuk agen hanya pada saat kapalnya menyinggahi pelabuhan tersebut saja
sesuai dengan perjanjian carter atau pihak owner menunjuk agen yang dipercaya
untuk melayani kapal tersebut di pelabuhan singgah yang akan melakukan
kegiatan bongkar muat.
Owner/ pemilik kapal mengirimkan dokumen-dokumen yang diperlukan
melalui fax atau e-mail kepada General Agent untuk mengurus kapalnya tersebut,
adapun dokumen-dokumen yang dikirimkan sebagai berikut :
1. Surat Penunjukan Keagenan (lampiran 3)
2. Regrestry certificate (lampiran 4)
3. International tonage certificate (lampiran 5)
4. Ship particular. (lampiran 6)
5. International Ship Security Certificate (ISSC) (lampiran 7)
6. Ship Security Officer’s (SSO) (lampiran 8)
7. Insurance certificate/ asuransi kerangka kapal (lampiran 9)
8. Crew list dari kapal (lampiran 10)
9. Stowage plan (lampiran 11)
10. Cargo manifest/ bill of lading (lampiran 12) bila kapal tersebut
membawa muatan atau akan bongkar di Pelabuhan Panjang, sebagai
37
pedoman yang digunakan untuk membuat izin bongkar untuk pembuatan
permohonan kepada Kantor Pelindo, KSOP, Kesehatan Pelabuhan dan
Bea dan Cukai untuk pembuatan inward manifest.
11. Shipping Instructions (SI) (lampiran 13) bila kapal yang datang akan
muat, sedangkan SI dari pihak principal, untuk acuan pembuatan
outward manifes ke pihak Bea dan Cukai.
B. General Agent menunjuk Cabang Agen
General agent yang telah menerima penunjukan keagenan dari owner/
pemilik kapal asing menunjuk cabang agen untuk melayani kapalnya tersebut
mulai dari penyandaran, pandu, tunda, bunker sampai kebutuhan awak kapal.
Tugas general agent adalah memantau dan memonitoring semua kegiatan
yang di lakukan cabang agen. Kemudian general agen juga bertugas membuat
Surat Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) (lampiran 14) di Kementerian
Perhubungan.
C. Persiapan Kapal Datang
Sebelum kapal asing tiba di pelabuhan Panjang, pihak dari general agent
yang ditunjuk oleh Owner/ Pemilik Kapal Asing tersebut, akan mengirimkan
dokumen-dokumen yang diperlukan melalui fax atau email kepada PT. Pelayaran
Tri Daya Laju cabang Panjang untuk mengurusi kapal asing tersebut, adapun
dokumen-dokumen yang dikirimkan sebagai berikut :
1. Surat Penunjukan Keagenan
2. Regrestry certificate
3. International tonage certificate
38
4. Ship particular
5. International Ship Security Certificate (ISSC)
6. Ship Security Officer’s (SSO)
7. Insurance certificate/ asuransi kerangka kapal
8. Crew list dari kapal
9. Stowage plan
10. Cargo manifest atau bill of lading bila kapal tersebut membawa muatan
atau akan bongkar di Pelabuhan Panjang, sebagai pedoman yang
digunakan untuk membuat izin bongkar untuk pembuatan permohonan
kepada Kantor PT. Pelindo II (Persero), KSOP, Kesehatan Pelabuhan dan
Bea dan Cukai untuk pembuatan inward manifest.
11. Shipping Instructions (SI) bila kapal yang datang akan muat, sedangkan
SI dari pihak principal, untuk acuan pembuatan outward manifes ke
pihak Bea dan Cukai.
12. Surat Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) (lampiran 14) dari
Kementrian Perhubungan kepada general agent dan sub agen PT.
Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang
Dengan diterimanya dokumen-dokumen tersebut PT. Pelayaran Tri Daya
Laju cabang Panjang akan melakukan kegiatan ke beberapa instansi terkait yaitu :
1. Kegiatan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
Kelas I Panjang
Di kantor KSOP kelas I Panjang, PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang
Panjang bagian operasional akan mengajukan PKKA:
39
a. Pemberitahuan Rencana Kedatangan Kapal Asing (RKK/PKK) tersebut
di ajukan ke bidang Lalu Lintas Laut yang terdapat di KSOP sebagai
pemberitahuan dan meminta perizinan kepada Kementerian
Perhubungan bahwa pelabuhan panjang akan disinggahi kapal asing,
juga untuk memberitahukan rencana kegiatan yang akan dilakukan
kapal asing tersebut, lampirannya yaitu:
1) Formulir cheklist Pemberitahuan Rencana Kedatangan Kapal
(RKK/PKK) (lampiran 15)
2) Surat Permohonan Penerbitan (RKK/PKK) (lampiran 16)
3) Surat Penunjukan Keagenan (copy)
4) Tonnage certificate/ surat ukur (copy)
5) Ship particular (copy)
6) Cargo manifest atau B/L (copy) bila kapal asing tersebut terdapat
muatan atau akan melakukan bongkar di Pelabuhan Panjang.
7) Shipping instructions (SI) (copy) bila kapal asing tersebut akan muat
di Pelabuhan Panjang.
8) Surat Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) dari Kementrian
Perhubungan (copy)
b. Meminta nota tagihan labuh kepada bidang Lalu Lintas Laut (LALA)
dan melakukan pembayaran di bank.
c. Meminta nota tagihan rambu kepada bidang Penjagaan dan
Keselamatan Berlayar (GAMAT) dan melakukan pembayaran di bank.
40
2. Kegiatan di Kantor PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang
Panjang
Dari pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian
operasional menuju Kantor Pelindo II Cabang Panjang kebagian PPSA (Pusat
Pelayanan Satu Atap), menyerahkan Surat Pemberitahuan Rencana
Kedatangan Kapal Asing (PRKKA) (lampiran 17) untuk memberitahukan
rencana kedatangan kapal tersebut, dan mendaftarkan kapal tersebut jika
kapal tersebut belum pernah singgah di Pelabuhan Panjang agar mendapatkan
kode kapal yang dimasukan ke sistim online Pelindo II Cabang Panjang yaitu
simopel guna untuk memesan dermaga sandar, pandu dan tunda.
Lampirannya yaitu:
a. Jika kapal sudah pernah didaftarkan
1) Stowage plan
2) Cargo manifest jika kapal tersebut akan bongkar.
3) Shipping instruction jika kapal tersebut akan muat.
b. Jika kapal belum pernah didaftarkan
1) Regrestry certificate
2) Ship particular
3) Stowage plan
4) Cargo manifest jika kapal tersebut akan bongkar.
5) Shipping instruction (SI) jika kapal tersebut akan melakuan kegiatan
pemuatan.
41
Setelah diajukan maka pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang
Panjang, pihak PBM Melaksanakan rapat bersama dengan Petugas Kasatker
di Kantor Pusat Pelayanan Satu Atap ( PPSA ), didalam rapat tersebut
membahas tentang :
a. Rencana waktu dan lokasi dermaga kapal sandar
b. Menghitung waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan bongkar apabila
ada muatan.
c. Jumlah serta jenis peralatan mekanik atau non mekanik yang
diperlukan.
d. Jumlah buruh yang disiapkan.
e. Mempersiapkan permintaan-permintaan khusus jika ada.
f. Memastikan bahwa dokumen atau izin yang diperlukan telah siap.
g. Membahas tentang hal-hal yang menyangkut keamanan muatan, kapal
dan pekerja.
3. Kegiatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang.
Pihak agen PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang Panjang bagian
operasional mendatangi Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas II Panjang dengan
membawa Surat Permohonan Clearance In Kesehatan Pelabuhan (lampiran
18) yang ditujukan dan diajukan ke kantor Kesehatan Pelabuhan kelas II
Panjang agar petugas kesehatan mengetahui bahwa akan ada kedatangan
kapal untuk melakukan checking dan mengclearance in Health Book saat
kapal tiba nanti, biasanya petugas kesehatan mengclearance saat petugas
42
berada diatas kapal setelah melakukan pemeriksaan kesehatan kapal, crew
dan muatan.
4. Kegiatan di Kantor Imigrasi Kelas III Panjang
Pihak agen PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang Panjang bagian
operasional mendatangi Kantor Imigrasi kelas III Panjang atau rumah dari
petugas imigrasi untuk menyerahkan Surat Permohonan Clearence In
(lampiran 19) dengan dilampiri crew list dan petugas imigrasi memberikan
Crew Pass Control (lampiran 20) sesuai dengan jumlah crew kapal tersebut
sebagai pengganti Passpot ketika crew berada di pelabuhan dan ketika turun
kapal, karena passport akan dibawa turun kapal dan disimpan oleh pihak PT.
Pelayaran Tri Daya Laju cabang Panjang sebagai agen kapal tersebut.
5. Kegiatan di Kantor Stasiun Radio Pantai Pelabuhan Panjang
Pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang Panjang bagian operasional
mendatangi Kantor Stasiun Radio Pantai Pelabuan Panjang dengan membawa
Surat PRKKA (lampiran 21) untuk membuat nota tagihan Vessel Traffic
Services (VTS) yaitu sebagai standar keamanan navigasi internasional
tentang keselamatan jiwa di laut dan Master Cable (MC) ini adalah layanan
berita kawat dari Nahkoda berisikan tentang perkiraan kedatangan kapal,
yang nantinya nota tersebut akan dibayarkan ke kantor KSOP kelas I Panjang.
6. Kegiatan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)
Tipe Madya Pabean B Panjang
Dalam pemberitahuan kedatangan kapal asing ke pihak KPPBC
Panjang yaitu dengan cara online melalui sistem EDI (Electronic Data
Interchange) sehingga dapat dilakukan di kantor PT. Pelayaran Tri Daya Laju
43
Cabang Panjang tanpa mendatangi Kantor KPPBC Panjang dengan
mengisikan data-data kapal mengenai nama kapal, panjang kapal (LOA),
lebar, bendera, agen setempat, pelabuhan asal, pelabuhan singgah, pelabuhan
tujuan, tanggal dan jam keberangkatan dan draft kapal, kedalam modul
pengangkut yang ada dalam komputer yang telah mendapat format dari
kantor KPPBC dan mengisi data-data muatan kapal tersebut ke Inward
manifes.
Data tersebut akan dikirim melalui sistem EDI untuk diproses hasil dari
peroses tersebut pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang Panjang akan
mendapatkan BC 1.0 dan BC 1.1 (lampiran 22) sebagai bukti bahwa
kedatangan kapal telah sah didaftarkan ke instansi KPPBC Panjang.
Untuk perubahan BC 1.0 ketika kapal berubah jadwal rencana tanggal
atau jam kedatangan, hanya dengan mengirimkan surat perubahan ke kantor
Bea dan Cukai dengan mencantumkan tanggal atau jam yang akan dirubah,
dan perlu ketelitian dalam mengisi inward manifes, jika dalam pengisian
inward manifes terdapat kesalahan namun barang tersebut belum dibongkar
bisa dilakukan perubahan redress, dan apa bila barang telah dibongkar maka
pihak agen akan dikenakan denda.
D. Proses Pelayanan Kapal Asing Tiba / Clearence in
Proses pelayanan oleh PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang
sebagai agen terhadap kapal asing yang diageni saat kapal beberapa jam akan tiba
di pelabuhan, yang pertama dilakukan oleh PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang bagian operasional adalah menghubungi petugas yang akan melakukan
44
cheking yaitu petugas Kesehatan, petugas KPPBC dan petugas Imigrasi melalui
via telfon bahwa kapal akan tiba agar petugas-petugas checking tersebut
melakukan persiapan checking.
1. Persiapan checking
PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian operasional
setelah menghubungi petugas-petugas tersebut, akan mengirimkan email ke
kapal untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang harus disiapkan oleh kapal
untuk petugas-petugas checking, agar pada saat checking nanti perosesnya
cepat, karena semua dokumen yang akan dibutuhkan oleh petugas telah
tersedia.
Untuk dokumen-dokumen yang harus disiapkan oleh PT. Pelayaran Tri
Daya Laju Cabang Panjang sebagai agen yang akan dibawa nantinya pada
saat checking adalah :
a. Master sailing (lampiran 23) untuk ditandatangani oleh kapten dan
sebagai salah satu persyaratan dalam penerbitan Surat Persetujuan
Berlayar (SPB) (lampiran 24) nantinya di KSOP,
b. NOR (Notice of Readiness) (lampiran 25) NOR adalah pemberitahuan
dari kapten yang ditandatangani kapten untuk shippers/receivers bahwa
kapal telah sampai di Pelabuhan Panjang pada jam dan tanggal yang
telah tercantum pada NOR untuk disetujui dan ditandatangani oleh
pihak shippers atau penerima barang. Biasanya ada pihak kapal yg
sudah membuat NOR, namun pihak agen juga akan membuatnya untuk
menghindari ketika pihak kapal tidak membuatnya. Apabila dari pihak
45
kapal telah membuat NOR maka NOR dari agen tidak akan dipakai,
karena memakai NOR dari kapal. Setelah NOR ditandatangani oleh
kapten maka akan akan dibawa oleh agen untuk diserahkan kepada
pihak shippers/receivers.
c. Daftar dokumen serah/terima yang diperlukan agen (receipt of ship’s
document) (lampiran 26) daftar dokumen ini berfungsi untuk
serah/terima dokumen padasaat diatas kapal dan untuk menghindari
terjadi kesalahan atau ada dokumen yang tertinggal diatas kapal.
2. Checking kapal
Pada saat kapal tiba di Pelabuhan Panjang kapten akan langsung
menghubungi ke Stasiun Radio Pantai Pelabuhan Panjang melalui radio
komunikasi untuk memberitahukan bahwa kapal tersebut telah tiba dan
meminta kordinat lokasi yang aman untuk melakukan labuh jangkar,
Kapal akan labuh jangkar terlebih dahulu untuk menunggu petugas
checking yang akan memeriksa seluruh bagian kapal, dokumen, muatan,
crew kapal dan menunggu jadwal untuk sandar.
Setelah kapal labuh jangkar pihak agen akan menjemput petugas-
petugas checking menggunakan mobil inventaris kantor untuk diantarkan ke
pelabuhan tempat boat service dan akan menuju ketempat kapal labuh
jangkar menggunakan speed boat. Ketika para petugas checking dalam
perjalanan menuju ke kapal tersebut agen menghubungi kapten kapal lewat
radio komunikasi, bahwa petugas checking dalam perjalanan agar kapten
46
bersiap-siap dalam hal pemeriksaan kapal, muatan, crew kapal dan
menyiapkan gangway untuk petugas checking naik keatas kapal.
Para petugas checking telah berada diatas kapal langsung dilakukanya
pemeriksaan berdasarkan tugas dari msing-masing adapun tugas-tugas para
petugas checking adalah sebagai berikut :
a. Petugas Kesehatan Pelabuhan Panjang
Petugas Kesehatan Pelabuhan akan memeriksa kelengkapan dokumen
kesehatan kapal seperti :
1) Ship particular
2) Crew list
3) Last port clearence (lampiran 27)
4) Medicine certificate (lampiran 28)
5) Voyage memo/ port of call (lampiran 29)
6) Vaksination list (lampiran 30)
7) Indonesian health book/ green book (lampiran 31)
8) Narcotic list (lampiran 32)
9) Maritime health declaration (lampiran 33)
10) Nil list (lampiran 34)
11) Ship sanitation certificate (lampiran 35)
Bila kapal asing tersebut baru pertama kali datang ke Indonesia maka
kapal asing tersebut belum memiliki health book/ green book, dan Petugas
Kesehatan Pelabuhan akan membuatkanya di kantor. Kemudian petugas
47
Kesehatan memeriksa kebersihan dan kesehatan ruangan tertentu pada
kapal seperti :
1) Dapur
2) Gudang perbekalan
3) Ruang perawatan (hospital room)
4) Toilet
5) Kamar perwira
6) Kamar crew kapal (crew cabin)
7) Tempat sampah (garbage collect)
8) Air bersih (fresh water)
9) Pengaman tikus (rat guard)
10) Obat-obatan (medicines)
11) Vaksinasi (vaccination)
Setelah kapal dinyatakan bebas dari faktor risiko penyakit menular
dan penyakit potensial wabah, maka petugas Kesehatan mengeluarkan free
pratique lalu diberikan kepada kapten bahwa kapal telah bebas dari
penyakit dan sebagai bukti bahwa kapal telah diperiksa kesehatanya.
Kapten memerintahkan crew kapal untuk menurunkan bendera kuning
yang dikibarkan setelah menerima free partique. Bendera kuning ini
adalah sebagai tanda bahwa kapal belum mendapatkan surat free pratique
berarti kapal tersebut belum diperiksa kesehatanya oleh Petugas Kesehatan
Pelabuhan Panjang.
48
b. Petugas KPPBC Panjang
Untuk petugas KPPBC ini sendiri memiliki tugas mencegah adanya
penyelundupan barang dari dan keluar pelabuhan di wilayah Indonesia,
untuk itu Petugas KPPBC perlu memeriksa dokumen, barang yang dibawa
oleh crew kapal, dan muatan/palka kapal bila dicurigai terdpat indikasi
penyelundupan. Untuk dokumen yang diperiksa oleh Petugas KPPBC
antara lain :
1) ship particular
2) Voyage memo/ port of call
3) Crew list
4) Crew’s effect declaration (lampiran 36)
5) Provision declaration (lampiran 37)
6) Nil list
7) Stowage plan
8) Cargo manifest (jika ada muatan)
9) Mate receipt (lampiran 38)
10) Narcotic list
11) Bonded store (lampiran 39)
12) Copy pasport master/ capt (lampiran 40)
13) Last port clearence
Bila Petugas KPPBC menemui barang yang tidak tercantum dalam
daftar-daftar tersebut maka Petugas KPPBC akan meyita barang tersebut
karena terindikasi dalam penyelundupan.
49
c. Petugas Imigrasi Pelabuhan Panjang
Petugas Imigrasi memiliki tugas yaitu mencegah imigran gelap baik
dari luar negeri ke dalam negeri ataupun sebaliknya. Untuk Petugas
Imirasi ini sendiri akan memeriksa passport dengan melihat tanggal masa
berlaku dan mencocokan nama yang ada di crew list.
Setelah semua passport tidak ada yang mati dan sesuai dengan crew
list kemudian petugas melakukan clearance in dibalik lembar crew list
(lampiran 10) dan di passport. Crew list yang telah diclearance akan
diserahkan kepada agen untuk dokumen persyaratan permohonan
pembuatan Surat Izin Berlayar. Namun biasanya Petugas Imigrasi tidak
ikut cheking ke atas kapal bila terjadi hal demikian pihak agen yang akan
mendatangi Petugas Imigrasi di rumah atau di Kantor Imigrasi Panjang
dengan membawa crew list dan passport untuk diclearance.
d. PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang Sebagai Agen
Untuk agen sendiri akan meminta dokumen-dokumen kapal yang
diperlukan dan tercantum pada daftar dokumen (receipt of ship’s
document) (lampiran 26). Setelah dokumen-dokumen telah disiapkan oleh
kapten maka dilakukanlah serah/terima dokumen dengan menyerahkan
dokumen-dokumen tersebut satu persatu kepada agen dan agen akan
mengceklist di daftar dokumen setelah menerima dokumen tersebut, hal ini
dilakukan agar dokumen yang dibawa turun nantinya tidak ada yang salah
atau tertinggal diatas kapal.
50
Setelah serah terima dokumen selesai agen akan menandatangani
daftar dokumen tersebut sebagai tanda bukti bahwa dokumen telah
diterima oleh agen dengan baik dan menyerahkan daftar dokumen yang
telah ditandatangani oleh agen ke kapten, setelah itu agen akan
menyodorkan master sailing (lampiran 23) dan NOR (notice of readiness)
(lampiran 25) yang telah disiapkan oleh agen untuk ditandatangani dan
disetempel kapal oleh kapten.
Setelah semua petugas cheking telah selesai melakukan tugasnya para
petugas kembali ke speed boat untuk kembali ke darat, dan setelah di darat
agen akam megantarkan para petugas kembali ke kantornya masing-
masing.
3. Memorandum/ pemeriksaan dokumen kapal
Memorandum pemeriksaan dokumen yang dilakukan oleh petugas
KSOP kelas I Panjang pemeriksaanya itu sendiri meliputi tempat
diterbitkanya sertifikat, tanggal terbit, dan masaberlaku sertifikat. Petugas
yang memeriksa dokumen ini akan mencatatnya kedalam lembaran
pemeriksaan, dokumen-dokumen kapal yang akan diperiksa oleh petugas
adalah :
a. International tonage certificate
b. International Ship Security Certificate (ISSC)
c. SSO (Ship Scurity Officer)
d. Crew list yang telah di clearance oleh Petugas Imigrasi
e. PKKA (Persetujuan Keagenan Kapal asing)
51
f. Ship safety contruction certificate (lampiran 41)
g. Cargo ship safety equipment certificate (lampiran 42)
h. Ship safety radio certificate (lampiran 43)
i. Dokument of complince (lampiran 44)
j. Safety management certificate (lampiran 45)
k. IOPP (International Oil Pollution Prevention) (lampiran 46)
l. IAPP (International Air Pollution Prevention) (lampiran 47)
m. ISP (International Seawage Prevention) (lampiran 48)
n. International load line certificate (lampiran 49)
o. IMSBC (International Maritime Solide Bulk Cargoes) (lampiran 50)
p. Minimum safe manning certificate (lampiran 51)
q. Last port clearance
r. PSC (Port State Control) (lampiran 52)
s. International life raft certificate (lampiran 53)
t. CO2/ fire extinguser certificate (lampiran 54)
u. Certificate of classification (lampiran 55)
Bila petugas telah selesai melakukan pemeriksaan dokumen tersebut
petugas akan memberikan belangko hasil pemeriksaan dokumen
(memorandum) (lampiran 56) yang telah ditandatangani oleh petugas
pemeriksa kepada pihak agen untuk ditandatangi, setelah agen
menandatangani blangko hasil pemeriksaan, maka agen akan diberikan satu
copyan belangko hasil pemeriksaan tersebut oleh petugas. Untuk dokumen
kapal itu sendiri akan disimpan oleh petugas KSOP kelas I Panjang dan
52
akan diserahkan kembali kepada agen bersamaan dengan Surat Persetujuan
Berlayar (SPB) setelah melakukan clearence kapal tersebut.
4. Kegiatan Bandar/Izin Gerak Untuk Sandar
Kegiatan bandar adalah, kegiatan pergerakan kapal di area pelabuhan
dan harus dalam pengawasan Syahbandar baik dari tempat berlabuh menuju
ke dermaga atau sebaliknya, dan perpindahan kapal (shifting).
Hal ini memerlukan izin dari pihak Syahbandar karena semua
kegiatan pergerakan kapal yang berada di area pelabuhan harus dalam
pengawasannya. Untuk kegiatan bandar pihak agen PT. Pelayaran Tri Daya
Laju Cabang Panjang bagian operasional akan memasukan surat
permohonan kegiatan bandar (lampiran 57) ke Kantor KSOP kelas I
Panjang pada saat kapal akan sandar, karena kegiatan bandar ada masa
berlakunya yaitu 1×24 jam, dan telah melengkapi semua lampirannya.
Adapun lampirannya yaitu:
a. Formulir cheklist surat kegiatan bandar/ izin gerak (lampiran 58)
b. Surat Permohonan Kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas
Pelabuhan Kelas. I Panjang
c. Surat Persetujuan Kegiatan Bongkar Muat (SPKBM) (copy) (lampiran
59)
d. Surat Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA)
e. International Ship Security Certificate (ISSC)
f. Ship Security Officer’s (SSO)
g. Sertifikat Kerangka kapal (copy)
53
h. Surat Penunjukan Keagenan
Setelah semua lampirannya lengkap maka langsung di masukan ke
loket. Setelah diproses dan semua berjalan dengan lancar tanpa ada
kekurangan maka surat persetujuan pergerakan kapal (lampiran 60) akan
terbit. Hal ini menandakan bahwa kapal yang diageni PT. Pelayaran Tri
Daya Laju Cabang Panjang telah mendapatkan izin sandar dari pihak KSOP
kelas I Panjang.
5. Pengurusan Pelayanan Kapal Asing Sandar
Setelah PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian
operasional selesai membuat kegiatan bandar lalu akan mendatangi Kantor
Pelindo II Cabang Panjang untuk menentukan jam atau jadwal kapan kapal
akan dipandu dan tunda untuk penyandaran kapal (mengeplot), jadwal
kapal sandar biasanya sesuai dengan hasil rapat bersama yang dilakukan
oleh pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang dan pihak bongkar
muat. Setelah waktu penyandaran kapal sudah ditentukan PT. Pelayaran Tri
Daya Laju Cabang Panjang bagian operasional akan meng-email pihak
Pelindo bagian padu (pilot) dan tunda bahwa kapal yang diageni siap untuk
disandarkan dan dilampiri surat persetujuan kegiatan bandar (olah gerak)
(lampiran 60) yang telah disetujui oleh Syahbandar.
6. Proses Penyandaran
Proses penyadaran dari anchorage area ke dermaga pelabuhan wajib
pandu dan tunda, pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang
bagian operasional akan memonitor lewat radio dari kantor untuk pandu dan
54
tunda, dari komunikasi pihak pandu, tunda, dan kapten kapal pihak PT.
Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang akan mengetahui bahwa kapal
yang diageni dalam proses penyandaran.
Jika kapal sedang dalam proses penyandaran pihak PT. Pelayaran Tri
Daya Laju Cabang Panjang bagian Oprasional akan datang ke dermaga
untuk mengawasi proses sandar. Untuk penyandaran pandu, kapten kapal,
jetty master, mooring man dan pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang bagian oprasional saling berkoordinasi mengenai posisi sandar di
dermaga yang tepat dan aman.
7. Kapal Sandar
Setelah kapal dalam kondisi sandar yang baiak dan semua tali telah
terpasang, pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian
operasional akan segera naik ke kapal setelah pandu turun dan langsung
menemui perwira kapal tersebut untuk meminta ship condition yaitu status
kapal mulai dari waktu jangkar di naikan (anchorage up), waktu pandu naik
(pilot on board/POB), tali pertama dipasang (first line), semua tali terpasang
(all fast), pandu turun (pilot off), agen naik (agent on board/AOB),
persediaan bahan bakar, persediaan air, draft depan dan belakang.
Hal ini dilakukan pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang
karena setiap kapal yang diageni berada di pelabuhan adalah tanggung
jawab agen yang ditunjuk di pelabuhan tersebut, setelah pihak PT.
Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian oprasional mendapatkan
ship condition maka langsung mengirimkan ship condition tersebut melalui
55
e-mail ke general agent, pemilik kapal atau pihak lain yang menunjuk PT.
Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang sebagai agen kapal tersebut.
Dalam posisi sandar kapal akan melakukan kegiatan bongkar muat,
dalam proses bongkar muat pihak perusahaan bongkar muat lah yang
menangani kegiatan tersebut dan saling berkordinasai dengan pihak agen
yaitu PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang.
Setiap pagi perusahaan bongkar muat akan melaporkan kegiatannya
kepada PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang tentang hasil
pembongkaran atau pemuatan kapal tersebut untuk dilaporkan kepada phak
yang menunjuk PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang sebagai agen
dari kapal tersebut.
Kapal dalam kegiatan bongkar muat PT. Pelayaran Tri Daya Laju
Cabang Panjang sebagai agen akan memberikan pengurusan pelayanan
terhadap kapal tersebut sesuai permintaan kapten atau permintaan dari
pemilik kapal, pengurusan pelayanan PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang
Panjang trhadap kapal asing yang dilayaninya saat kapal dalam posisi
sandar meliputi :
a. Pengisian Bahan Bakar (Bunkering)
Dalam permintaan pelayanan bahan bakar kapal, pihak kapal telah
menghubungi pemilik kapal atau yang mewakilinya dan kemudian
menunjuk bunker agent untuk mengurusi pengisian kebutuhan bahan bakar
tersebut. Bunker agent mempersiapkan segala pengurusan izin bunker bagi
kapal tersebut, kemudian pengisian bahan bakar dilakukan sesuai dengan
56
permintaan kapal melalui pipa (hose) yang tersambung dengan
mobil/kapal yang mengangkut bahan bakar.
b. Pengisian Air Tawar (fresh water)
Pihak kapal melalui kapten membuat surat permintaan (master
request) yang diketahui oleh pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang untuk mengisi air tawar ke kapalnya dengan jumlah tertentu. PT.
Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian oprasional akan segera
mengajukan permintaan pelayanan air tawar kepada pihak pelabuhan.
Setelah itu pengisian air tawar tersebut segera dilakukan oleh pihak
pelabuhan sesuai dengan jumlah yang diminta oleh pihak kapal.
c. Perbekalan
Permintaan pengiriman barang-barang perbekalan kapal pada
umumnya telah dilakukan oleh pihak kapal sebelum kapal tiba di
pelabuhan. Prinsipal/ pihak yang menunjuk PT. Pelayaran Tri Daya Laju
cabang Panjang sebagai agen, akan memberitahukan bahwa kapal
membutuhkan perbekalan, kemudian pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju
cabang Panjang akan menominasi dan meminta kepada supplier (ship
chandler) untuk mengirim kebutuhan perbekalan kapal tersebut seperti
sayuran, buah-buahan, spare parts, peta laut, dan berbagai macam
kebutuhan kapal lainnya.
d. Crew Kapal
Pengurusan pelayanan PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang
terhadap kapal asing bukan hanya pengurusan pelayanan kebutuhan kapal
57
saja, namun juga bertanggung jawab terhadap crew kapal. pihak kapal
mengirimkan permintaan untuk pengurusan pelayanan terhadap crew
kapal. Pengurusan pelayanan PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang terhadap crew kapal sebagai berikut :
1) Sign on dan sign off crew
Pengurusan sign on crew yaitu pengurusan bagi crew yang baru
akan naik dan bekerja disuatu kapal sedangkan pengurusan sign off
crew yaitu pengurusan bagi crew yang akan turun dari kapal karena
kontrak kerjanya telah habis. Dalam pengurusan sign on dan sign off
crew ini PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang sebagai agen
akan berperan dalam pengurusan ke kantor Imigrasi mengenai izin bagi
warga negara asing untuk memasuki dan tinggal diwilayah Indonesia.
Selain itu pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang juga
mengatur masalah transportasi baik dari kapal ke hotel maupun ke
bandara sesuai dengan jadwal penerbangan pesawat bagi crew kapal
tersebut.
2) Pengurusan crew berobat ke dokter
Apabila ada crew yang mengalami sakit maka PT. Pelayaran Tri
Daya Laju Cabang Panjang sebagai agen akan mengantarnya ke dokter
atau rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya.
3) Pesiar crew
58
Untuk kegiatan rekreasi atau pesiar bagi crew, biasanya PT.
Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang sebagai agen hanya mengatur
dan mengurusi masalah transportasi.
Namun biasanya pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang
sebagai agen yang ditunjuk untuk pengurusan pelayanan kapal asing, untuk
pengisian bahan bakar, air tawar dan perbekalan. PT. Pelayaran Tri Daya
Laju Cabang Panjang tidak melakukanya sendiri, melainkan akan melalui
jasa perantara untuk pelayanan kapal.
Jasa perantara ini adalah seseorang yang dipercaya dan ditunjuk oleh
agen untuk mewakili dan mengatasnamakan agen tersebut dalam proses
pengurusan pelayanan kapal dalam pengisian bahan bakar, air tawar, dan
perbekalan kapal.
E. Ship Owner memerintahkan untuk memberangkatkan kapal
Jika kapal sudah selesai melakukan kegiatan bongkar muat dan semua
urusan telah selesai maka pihak agen akan memberitahukan pihak owner bahwa
kapal siap untuk diberangkatkan. Pihak owner pun memerintahkan untuk
memberangkatkan kapal/ clearence out jika semua urusan sudah terselesaikan dan
kapal telah memiliki pelabuhan tujuan berikutnya.
F. Persiapan Agen untuk Keberangkatan Kapal/Clearence out
Apabila kegiatan kapal asing yang melakukan bongkar muat, hampir
selesai sekitar 10-12 jam menjelang selesai dan telah menerima perintah
clerarence out dari ship owner maka PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang sebagai agen pada bagian operasional akan mengurus clearence out kapal
59
tersebut ke beberapa instansi terkait. Adapun instansi-instansi yang terkait dalam
pengurusan clearance out adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang
Yang dilakukan PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian
operasional di Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas II Panjang ini adalah
meng clearance out buku kesehatan kapal (healath book) dengan membawa
Surat Permohonan Clearance Out (lampiran 61) untuk Kantor Kesehatan
Pelabuhan Panjang dan diserahkan kepada petugas, petugas akan
memperoses surat tersebut dan akan mengclearance buku kesehatan kapal
tersebut. Setelah proses clearance out buku kesehatan kapal selesai, buku
tersebut akan dibawa oleh pihak PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang bagian operasional ke Kantor KSOP kelas I Panjang untuk
pengurusan port clearace / penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).
2. Kegiatan di Kantor Imigrasi Kelas III Panjang
PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang Panjang pada bagian operasional
akan mengclearance crew list di Kantor Imigrasi kelas III Panjang atau di
rumah Petugas Imigrasi dengan membawa Surat Permohonan Clearance
Out (lampiran 62), passport dan crew list. Petugas Imigrasi akan memeriksa
passport berdasarkan crew list, kemudian akan mengclearance crew list dan
menandatangani passport tersebut. Crew list yang telah diclearance oleh
Petugas Imigrasi kelas III Panjang akan dibawa oleh PT. Pelayaran Tri Daya
Laju Cabang Panjang bagian operasional ke Kantor KSOP kelas I Panjang
untuk disahkan oleh Syahbandar.
60
3. Kegiatan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan
(KSOP) Kelas I Panjang
Sebelum memasukan surat permohonan penerbitan SIB untuk kapal
asing terlebih dahulu melalui pemeriksaan Port State Control (PSC) untuk
kapal yang belum memiliki PSC dari asia atau sudah kadaluarsa. PSC yaitu
pemeriksaan di pelabuhan untuk memverifikasi bahwa kondisi kapal,
peralatan dan sumber daya yang mengoperasikannya sesuai dengan
persyaratan peraturan internasional. Jika petugas PSC menemui sesuatu
yang tidak sesuai dengan pesyaratan, maka petugas akan memberikan
sangksi berupa denda atau menahan kapal sampai persyaratan tersebut
sesuai dengan peraturan.
Setelah PSC selesai lalu dilanjutkan dengan surat Permohonan
Penerbitan Surat Pesetujuan Berlayar (SPB) (lampiran 63) dan surat
Permohonan Pengesahan crew list (lampiran 64) ke Kantor Kesyahbandaran
dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang, adapun lampiran surat
tersebut adalah :
a. Untuk surat penerbitan SPB
1) Formulir ceklist persyaratan penerbitan SPB (lampiran 65)
2) Master sailng declaration
3) GM Calculation/ stabilitas kapal (jika masih ada muatan di kapal)
(lampiran 66)
4) Stowage plan (kalau muat)
5) PSC
6) Blangko laporan pemeriksaan kelengkapan kapal (lampiran 67)
61
7) Cargo manifest
8) Crew list
9) Blangko hasil pengawasan kelaiklautan (lampiran 68)
10) Buku kesehatan dan surat pesetujuan berlayar dari Kantor
Kesehatan Pelabuhan
11) Kuitansi lunas (labuh, VTS, rambu) (copy)
b. Untuk pengesahan crew list
1) Formulir ceklist pengesahan crew list (lampiran 69)
2) Crew list (lampiran 70)
Setelah surat tersebut telah dilengkapi dengan lampiran-lampiran
tersebut lalu surat permohonan tersebut dimasukan ke loket surat masuk di
Kantor KSOP kelas I Panjang dan langsung di proses. Setelah diproses SPB
dan Pengesahan crew list akan terbit bersama dengan dokumen kapal.
4. Kegiatan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai
(KPBC) Tipe Madya Pabean B Panjang
PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian operasional
mengurus perizinan ke kantor KPBC apabila kapal tersebut melakukan
kegiatan muat barang untuk eksport atau kapal masih terdapat muatan dan
akan dibongkar ke pelabuhan selanjutnya, maka PT. Pelayaran Tri Daya
Laju cabang Panjang akan membuat outward manifest melalu modul RKSP.
Apabila kapal telah selesai dalam kegiatan bongkar muat pihak PT.
Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang bagian operasional akan
melaporkan hasil pemuatan dan pembongkaran kepada pihak KPBC.
62
Dokumen hasil pemuatan atau pembongkaran dari Agen untuk KPBC
Panjang adalah sebagai berikut :
a. Cargo manifest atau B/L
b. NOR
c. Labour time sheet (lampiran 70)
d. Statement of facts (SOF) dari PBM (lampiran 71)
e. Daily Report dari PBM (lampiran 72)
G. Pengurusan Pelayanan kapal Asing Berangkat (Sailing)
Sebelum beberapa jam keberangkatan kapal PT. Pelayaran Tri Daya Laju
Cabang Panjang sebagai agen, bagian operasional akan mendatangi/menghubungi
pihak Pelindo II cabang Panjang untuk mengeplot waktu perkiraan pandu dan
tunda, waktu perkiraan kapal selesai kegitan dapat agen ketahui dari pihak
bongkar muat, karena pihak bongkar muat akan selalu memberi informasi dan
saling berkordinasi tentang hasil muatan yang dibongkar maupun dimuat. Bila
waktu pandu dan tunda telah ditentukan, PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang bagian operasional akan mengirimkan SPB ke Pelindo bagian pemanduan
dan penundaan melalui e-mail.
Apabila kegiatan bongkar muat telah selesai hal-hal yang dilakukan oleh
PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang Panjang sebagai agen, bagian operasional
akan menyerahkan dokumen-dokumen ke kapal sesaat sebelum kapal akan
berlayar. Adapun dokumen-dokumen yang diserahkan oleh agen adalah :
1. Dokumen asli kapal yang sebelumnya di bawa agen untuk memorandum
2. Surat Persetujuan Berlayar
63
3. Statement of fact (SOF) dari agen (lampiran 73)
4. Mate’s receipt (untuk kapal muat)
Setelah penyerahan dokumen selesai PT. Pelayaran Tri Daya Laju Cabang
Panjang bagian operasional akan menghubungi pihak pandu dan tunda bahwa
kapal siaap untuk dipandu dan tunda keluar pelabuhan sailing. Apabila perwira
Pandu telah naik ke kapal maka agen segera turun dari kapal kemudian
berkoordinasi dengan jetty master dan mooring man untuk melepas tali pengikat
yang menyandarkan kapal ke dermaga.
Kegiatan lepas sandar kapal dilakukan dengan memperhatikan faktor
keselamatan baik bagi kapal maupun bagi fasilitas pelabuhan. PT. Pelayaran Tri
Daya Laju Cabang Panjang yang menjadi agen kapal tersebut, bagian operasional
akan mencatat semua kegiatan keberangkatan kapal dalam ship condition
misalnya sisa bahan bakar, air tawar, sarat muka dan belakang, waktu POB, dan
waktu berlayar kapal (sailing), data-data tersebut kemudian dilaporkan kepada
principal atau pihak yang menunjuk sebagai agen melalui e-mail.
Jika kapal tersebut hanya melakukan pembongkaran, maka kapal tersebut
bisa langsung menuju pelabuhan tujuan, sedangkan bila kapal melakukan kegiatan
muat dan barang tersebut akan dieksport, maka kapal akan labuh jangkaran
terlebih dahulu di anchorage area untuk menunggu pihak EMKL/ eksportir
mengurus perizinan eksport barang dan juga PT. Pelayaran Tri Daya Laju cabang
Panjang telah selesai membuat outward manifest. Bila perizinan tersebut telah
selesai kapal akan langsung berangkat (sailing) ke pelabuhan tujuan selanjudnya.
64
H. Perhitungan Biaya dan Jasa dalam Pelayanan Kapal Asing
Untuk biaya dan jasa yang harus dibayar dalam pelayanan kapal asing
dapat dibagi menurut beberapa instansi yang terkait dengan perhitungan sebagai
berikut:
1. Perhitungan jasa di pelindo:
a. Labuh = USD 0,180 × GT kapal
b. Tambat = USD 0,194 × GT kapal/hari
c. Pandu = biaya tetap = USD 67,50 × 2
= biaya variabel = USD 0,023 × GT kapal
d. Tunda = biaya tetap = USD 843,75 × Hrs
= biaya variable = USD 0,0090 × GT kapal/Hrs
2. Pehitungan biaya di KSOP:
a. VTS (Vessel Traffic Station):
1) Untuk kapal hingga 5.000 GT = USD 20
2) Untuk kapal diatas 5.000 GT - 10.000 GT = USD 25
3) Untuk kapal diatas 10.000 GT atau lebih = USD 30
b. Labuh = USD 0,110 × GT kapal
c. Rambu = USD 0,034 × GT kapal
Semua biaya-biaya yang keluar untuk pelayanan kapal asing akan dikirim
ke owner via email dalam bentuk softcopy kwitansi atau bukti lunasnya.
65
I. Laporan Kegiatan dan Biaya ke Owner
Sebagai pertanggung jawaban dari pihak agen ke owner maka dibuatlah
SOF dan laporan rincian biaya (lampiran 74) selama kapal melakukan kegiatan di
pelabuhan.
J. Masalah dan Hambatan yang Dihadapi
Dalam melaksanakan kegiatan keagenan dalam melayani kapal, hal-hal
yang menjadi hambatan diantaranya sebagai berikut :
1. Pada saat hari libur atau di luar jam kerja, pembuatan dokumen di KSOP
Kelas 1 Panjang seperti PKK/RKK, kegiatan bandar, memorandum,
penerbitan SPB dan sebagainya akan mengalami kendala yaitu petugas
tidak ada di tempat. Jadi salah satu solusinya pihak agen akan datang ke
rumah petugas tersebut atau pihak agen menghubungi petugas dan
memintanya untuk datang ke kantornya agar agen dapat mengurus
keperluanya dalam pembuatan dokumen tersebut.
2. Masih terjadinya pungutan liar di luar ketentuan oleh oknum petugas
yang dibebankan kepada agen sehingga agen harus menyiapkan biaya
tambahan untuk petugas tersebut, jika biaya tambahan tersebut tidak
diberikan maka petugas memperhambat dalam pengurusan dokumen dan
biasanya surat permohonan hilang.
3. Sering terjadinya kurang komunikasi antara pihak agen dan pihak
Bongkar Muat tentang perkiraan selesainya kegiatan bongkar muat,
karena pihak agen mengurus penerbitan SPB 5 - 7 jam sebelum
keberangkatan kapal. Apabila pihak bongkar muat memberitahukan
66
kepada agen satu jam sebelum keberangkatan kapal, otomatis
keberangkatan kapal akan tertunda karena menunggu pihak agen selesai
mengurus penerbitan SPB.
4. Area pelabuhan yang belum steril, seperti masih adanya orang-orang
yang tidak berkepentingan masuk ke area pelabuhan. Hal tersebut akan
menghambat kelancaran kegiatan bongkat muat yang sedang
berlangsung.