“ PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN
BILANGAN PECAHAN BERPENYEBUT TIDAK SAMA
PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN
MEDIA BERBAGAI GAMBAR BUAH SISWA KELAS 4 SDN
KRAS 2 KECAMATAN KRAS KABUPATEN KEDIRI
TAHUN PELAJARAN 2021/2022”
Disusun Oleh :
ANGGUN KRISMAYANTI
834887027
LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
(PDGK4501)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UPBJJ-UNIVERSITAS TERBUKA
MALANG TAHUN 2021
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami menyusun
dan menyelesaikan laporan pemantapan kemampuan profesional
dengan judul :" Peningkatan Kemampuan Menjumlahkan Bilangan
Pecahan Berpenyebut tidak sama pada Pembelajaran Matematika
Menggunakan Media Berbagai Gambar Buah Siswa Kelas 4 SDN
Kras 2 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri". Dalam penulisan laporan
ini ditujukan untuk pemenuhan tugas kuliah S1 PGSD Universitas
Terbuka mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP)
dengan kode mata kuliah PDGK4501.
Dalam penyusunan laporan ini tidak sedikit hambatan yang
kami temui, namun berkat bantuan, dukungan dan doa dari berbagai
pihak, akhirnya segala kesulitan dan kendala dapat teratasi. Oleh karena
itu kami menyampaikan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada :
1. Dr. Lilik Sulistyowati, M.Si selaku Direktur UPBJJ-UT Malang
2. Drs. Markan S,SH. Mhum selaku Ketua Pokjar Kota Kediri
3. Dr. Suyitno, SE., M.Pd selaku tutor pembimbing mata kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional
4. Sutinah, S.Pd.SD Selaku Kepala SDN Kras 2 Kecamatan
Kras Kabupaten Kediri
5. Ibu dan semua pihak secara moril maupun materiil yang
telah membantu dalam penyusunan laporan Pemantapan
Kemampuan Profesional ini
Semoga semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan laporan ini mendapatkan balasan dan menjadi amalan yang
diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab, itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan laporan
ini. Semoga laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) ini
bermanfaat, khususnya bagi praktisi pendidikan maupun pemerhati
pendidikan dan berbagai pembaca pada umumnya.
Kediri, 5 Desember 2021
Penulis
LEMBAR PENGESAHAN
“Peningkatan Kemampuan Menjumlahkan Bilangan Pecahan
Biasa Berpenyebut Tidak Sama Pada Pembelajaran
Matematika Melalui Media Berbagai Gambar Buah Siswa
Kelas 4 SDN Kras 2 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri”
Menyetu Kras, 5 Desember
jui 2021 Mahasiswa
Supervis
ior 1
ANGGUN
KRISMAYANTI
Dr. Suyitno, SE.,M.Pd NIM. 834887027
LEMBAR PERNYATAAN
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Pemantapan
Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Program Studi Pendidikan
PGSD S1 Universitas Terbuka merupakan hasil karya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan PKP yang saya
kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya
secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan karya
ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh laporan PKP ini bukan
hasil karya saya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian
tertentu, saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik
yang saya sandang dan sanksi-sanksi lain sesuai dengan peraturan
perundangan gang berlaku.
Kediri, 5 Desember 2021
ANGGUN KRISMAYANTI
NIM. 834887027
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................iii
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT.................................................iv
DAFTAR ISI..........................................................................................................vi
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah............................................................................1
B. Rumusan Masalah.......................................................................................3
C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran............................................4
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran..........................................4
BAB II.....................................................................................................................6
KAJIAN PUSTAKA..............................................................................................6
A. Pembelajaran Matematika SD...................................................................6
B. Materi Pembelajaran Pecahan...................................................................7
C. Media Gambar............................................................................................7
D. Penerapan Media Pembelajaran untuk Pecahan.......................................8
BAB III..................................................................................................................10
PELAKSANAAN PERBAIKAN........................................................................10
A. Informasi Subjek Perbaikan Pembelajaran...........................................10
1. Subyek Penelitian..................................................................................10
2. Tempat Penelitian..................................................................................10
3. Waktu Pelaksaan Penelitian.................................................................10
4. Muatan Pelajaran..................................................................................11
5. Pihak yang Membantu..........................................................................11
B. Deskripsi per siklus...................................................................................12
1. Prasiklus....................................................................................................14
2. Siklus 1.......................................................................................................15
3. Siklus 2.......................................................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Matematika sangatlah berguna untuk kehidupan manusia baik secara
langsung maupun secara tidak langsung. Untuk yang secara langsung
misalnya : untuk dapat melatih berfikir logis juga sistematis, serta untuk
perhitungan dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung
misalnya untuk membantu mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan
teknologi, dimana ilmu pengetahuan juga teknologi tersebut berawal dari
belajar matematika dan fisika. Mengingat begitu pentingnya matematika
dalam kehidupan, maka mutu pengajaran matematika perlu ditingkatkan
mulai dari sekolah dasar, karena sekolah dasar merupakan suatu kunci
pertama dan utama dalam menentukan keberhasilan pengajaran
matematika pada jenjang pendidikan berikutnya.
Tujuan pembelajaran matematika sendiri menurut Kemendikbud
2013 yaitu, (1) meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya
kemampuan tingkat tinggi siswa, (2) membentuk kemampuan siswa
dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik, (3) memperoleh
hasil belajar yang tinggi, (4) melatih siswa dalam mengomunikasikan
ide-ide, khususnya dalam menulis suatu karya ilmiah, (5)
mengembangkan karakter siswa. Tujuan pembelajaran matematika
tingkat SD/MI adalah agar siswa mengenal angka-angka sederhana,
operasi hitung sederhana, pengukuran, dan juga bidang.
Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang terlalu sulit
untuk siswa dan kadang sering malah membuat pusing. Padahal
matematika itu sangat menyenangkan apabila dipelajari sebagaimana
mestinya. Matematika dipelajari pada setiap jenjang pendidikan. Pada
beberapa Sekolah Dasar (SD) masih adanya siswa yang ketinggalan
dalam materi terutama dalam menyelesaikan penjumlahan dalam
pecahan yang dilakukan pada jenjang Sekolah Dasar kelas 4.
Pembelajaran yang menekankan pada suatu konsep-konsep
matematika, yaitu penanaman konsep dasar dapat dilakukan dengan cara
menghubungkan
kemampuan kognitif dari para siswa secara konkret dengan konsep
matematika abstak, maka dalam kegiatan pembelajaran ini, media
ataupun alat peraga diharapkan dapat digunakan untuk membantu
kemampuan pola pikir dari siswa.
Apalagi sudah sejak lama sekali, dimana wabah virus corona
menjadi ancaman bagi seluruh negara di dunia, termasuk juga di
Indonesia sehingga dengan terpaksa anak-anak harus melakukan
pembelajaran di rumah hanya melalui sebuah alat komunikasi (secara
daring), tentu saja hal ini menjadi tantangan bagi para tenaga pengajar
(guru) dalam memberikan suatu materi pembelajaran, dimana disini
selain perlu adanya bimbingan dari pihak orang tua sendiri dalam belajar
juga diperlukan metode mengajar yang baik.
Berdasarkan dari hasil observasi belajar pada Pelajaran Matematika
tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama yang dilakukan
siswa kelas 4 ditemukan banyak siswa yang tidak dapat mengerjakan
soal pecahan. Beberapa permasalahan yang terkait dengan pembelajaran
matematika. Permasalahan- permasalahan tersebut adalah :
Pertama, pada pembelajaran materi penjumlahan pecahan
berpenyebut tidak sama, ternyata banyak siswa yang mengalami
kesulitan. Kedua, mereka tidak paham bagaimana caranya mengubah
penyebut agar sama. Ketiga, ada beberapa anak yang mungkin sudah
paham dan dapat menyelesaikan soal penjumlahan pecahan berpenyebut
tidak sama. Untuk yang kurang paham, hal ini dapat dilihat dari hasil tes
belajar yang dilakukan melalui pembelajaran daring.
Setelah itu peneliti bertanya kepada anak-anak kelas 4, “kenapa
dalam mengerjakan soal matematika tentang pecahan mereka kurang
mampu dalam menyelesaikannya?”. Jadi, dapat diambil kesimpulannya
bahwa guru dalam menjelaskan suatu pembelajaran dengan materi
pecahan berpenyebut tidak sama tidak menggunakan suatu media.
Oleh karena itu peneliti selaku guru kelas 4 SDN Kras 2, Kecamatan
Kras, Kabupaten Kediri mencoba mencari solusi yaitu dengan
mengadakan suatu perbaikan pembelajaran dengan tujuan agar para
siswa dapat dengan mudah menjumlahkan pecahan biasa yang
berpenyebut tidak sama.
1. Identifikasi masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka
peneliti dapat mengidentifikasi masalah berikut :
a. Sebagian siswa mengalami kesulitan dalam menjawab soal
pecahan berpenyebut tidak sama.
b. Guru kesulitan dalam menentukan media apa yang pas saat
menjelaskan materi pecahan, agar anak didiknya mampu
memahami materi yang disampaikan.
c. Cara guru menjelaskan hanya dilakukan dengan metode ceramah
dan penugasan tanpa ada media atau alat bantu yang digunakan
menjelaskan dalam proses pembelajaran.
2. Analisis Masalah
a. Dari 11 siswa kelas 4 hanya 6 siswa yang dapat mencapai tingkat
penguasaan materi sedangkan 5 siswa lainnya kurang mampu
dalam menyelesaikan soal.
b. Siswa malas belajar karena kurangnya motivasi yang diberikan guru.
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Peneliti memberikan alternatif pada permasalahan yang ada yaitu :
a. Penggunaan media gambar buah yang dapat membangkitkan
minat siswa dalam melakukan pembelajaran.
b. Meningkatkan ketuntasan siswa dalam mengerjakan dan
memahami materi tentang pecahan dengan penyebut yang tidak
sama.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan hasil identifikasi masalah yang ditulis di atas, maka
permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana meningkatkan kemampuan menjumlahkan bilangan
pecahan berpenyebut tidak sama pada siswa kelas 4?
2. Apa yang menjadi kendala dalam meningkatkan pembelajaran
matematika pecahan berpenyebut tidak sama?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan umum Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk
meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas 4 Sekolah Dasar
dengan materi penjumlahan pecahan biasa berpenyebut tidak sama
melalui media gambar buah.
Tujuan khusus penelitian adalah :
1. Meningkatkan hasil belajar matematika dengan materi
penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama menggunakan
media berbagai gambar buah siswa kelas 4 SDN Kras 2
Kecamatan Kras Kabupaten Kediri.
2. Meningkatkan peran aktif dari siswa dalam melakukan
pembelajaran matematika,materi penjumlahan pecahan biasa
berpenyebut tidak sama melalui media berbagai gambar buah
kelas 4.
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Hasil dari Perbaikan Tindakan Kelas ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi Guru :
a. Memberikan pengalaman mengajar sehingga guru dapat
merancang kegiatan pembelajaran dan dapat juga mengelola
kelas dalam pembelajaran matematika tentang penjumlahan
pecahan biasa berpenyebut tidak sama melalui media
berbagai gambar buah.
b. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara lebih baik
atau hasil lebih memuaskan.
2. Bagi Siswa :
a. Diharapkan dapat meningkatkan peran serta siswa secara
aktif dalam pembelajaran matematika (pecahan) sehingga
dapat meningkatkan hasil belajarnya.
3. Bagi Sekolah :
a. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dari
layanan pendidikan kepada masyarakat belajar.
b. Meningkatkan kualitas inovasi yang dapat
dilakukan dalam pembelajaran di sekolah.
4. Bagi Pengembangan Keilmuan :
a. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu alternatif
dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pembelajaran Matematika SD
Pembelajaran Matematika adalah proses pemberian pengalaman
belajar pada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana
sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan
matematika yang dipelajari. Karena matematika mempunyai 2 ciri-ciri
yang penting, yaitu (1) memeiliki objek kejadian yang abstrak dan (2)
berpola pikir yang deduktif juga konsisten. Dipandang dari segi sistem
proses belajar mengajar, matematika sekolah merupakan masukan
instrumental,yang memiliki objek dasar abstrak dan berlandaskan
kebenaran konsistensi, untuk mencapai tujuan pendidikan.
Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki obyek
yang abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu
kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran
sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep
matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran
matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induksi
dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan
dengan penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah
dimiliki oleh siswa (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006).
Sebagai pengetahuan, matematika mempunyai ciri-ciri khusus
antara lain: abstrak, deduktif, konsisten, hierarkis, dan logis.
Keabstrakan matematika karena objek dasarnya abstrak, yaitu fakta,
konsep, operasi dan prinsip. Ciri keabstrakan matematika beserta ciri
lainnya yang tidak sederhana, menyebabkan matematika tidak mudah
untuk dipelajari, dan pada akhirnya banyak siswa yang kurang tertarik
pada matematika. Ini berarti perlu adanya “jembatan” yang
menghubungkan keilmuan matematika dapat terjaga dan matematika
dapat lebih mudah dipahami.
Sebagian besar guru matematika menyadari akan pengalaman
pembelajaran matematika pada umumnya yang bersifat tradisional. Guru
matematika berceramah menerangkan konsep,memberikan contoh soal
dan latihan soal, kemudian mengadakan ulangan harian. Pendidikan
matematika di Indonesia pada umumnya masih berada pada pendidikan
matematika konvesional yang banyak sekali ditandai dengan
sktrukturalistik dan mekanistik (M.Nur.2005).
Kebanyakan guru matematika akan mengontrol secara penuh
dengan materi serta juga metode penyampaiannya. Dengan cara seperti
itu, penekanan hanya ada
pada kemampuan mengingat (memorizing) atau menghafal
(rotelearning) dan sangat kurang penekanan pada pemahaman
(understanding).
Guru mengajar seperti hanya menyuapi makanan kepada siswanya.
Siswa harus menerima suapan itu tanpa bisa mereka berkomentar, tanpa
aktif berfikir, tanpa dapat memberikan kritik apakah pengetahuan yang
diterimanya benar atau tidak. Akibantnya guru sangatlah aktif dan siswa
sifatnya hanya pasif. Apabila keadaan ini tidak segera diatasi maka tidak
heran bila pemahaman siswa terhadap matematika masih belum
maksimal yang ditandai dengan prestasi belajar siswa yang rendah
terhadap pembelajaran matematika dan hal itu dianggap sulit, tidak
berhubungan dengan kehidupan nyata sehari-hari.
B. Materi Pembelajaran Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang terdiri dari dua bilangan
yaitu pembilang (bilangan yang ada di atas garis) dan penyebut
(bilangan yang ada di bawah garis). Penyebut menunjukan berapa
banyak satu keseluruhan dibagi menjadi bagian-bagian yang sama
besarnya. Sedangkan pembilang menunjukkan seberapa banyak bagian
yang sama besarnya. Sedangkan pembilang menunjukkan seberapa
banyak bagian yang sama (Jerry Bobrow.Ph.D.2004).
Jenis pecahan ada dua yaitu pecahan sejati dan pecahan tidak
sejati. Pecahan sejati adalah pecahan yang pembilangnya lebih kecil dari
penyebutnya, sedangkan pecahan tidak sejati adalah pecahan yang
pembilangnya lebih besar dari penyebutnya.
C. Media Gambar
Dari banyaknya media pembelajaran, gambar merupakan media
yang sangat mudah kita temukan. Tulisan dan gambar merupakan
perpaduan yang sangat baik dalam proses pengiriman pesan, informasi
atau materi pembelajaran.
Hasil belajar hanya melalui kata-kata saja seharusnya berbeda dengan
hasil belajar melalui perpaduan tulisan, kata-kata dan gambar.
Bentuk umum dari media gambar terangkum kedalam pengertian
yang grafis. Media grafis adalah suatu media berbasis visual yang terdiri
simbol- simbol,gambar,titik,garis untuk merangkum ide juga peristiwa.
Media gambar perantara paling umum untuk dipakai. Dia merupakan
bahasa yang umum untuk dapat dimengerti dan dapat dinikmati
dimanapun (Arief S, Sadiman, dkk. 2011).
Media gambar adalah media yang berfungsi untuk menyampaikan
pesan melalui gambar yang menyangkut indera penglihatan. Pesan
melalui gambar yang
menyangkut indera penglihatan. Pesan-pesan disampaikan dan
dituangkan kedalam simbol komunikasi visual. Media gambar
mempunyai tujuan untuk menarik perhatian,memperjelas
materi,mengilustrasikan fakta dan informasi. (Cecep Kusnandi,Bambang
Sujtipto. 2013).
Gambar yang disajikan akan memberikan pengarahan atau
bayangan kepada peserta didik langsung mengenai pesan yang ingin
disampaikan oleh guru (pengajar). Materi yang akan didapat oleh siswa
akan lebih faktual, berkesan dan tidak mudah dilupakan. Media gambar
sangatlah penting digunakan dalam usaha memberi pemahaman yang
konseptual. Melalui gambar guru (pengajar) dapat membantu memberi
pengelaman juga pengertian peserta didik menjadi lebih luas lagi.
D. Penerapan Media Pembelajaran untuk Pecahan
Seiring dengan perubahan paradigma pendidikan, guru kini
diharapkan untuk mampu mengambil segala keputusan, baik itu ketika
merencanakan ataupun ketika melaksanakan pembelajaran termasuk
memecahkan segala masalah yang ditemukan dalam kegiatan
pembelajaran yang ada di sekolahan. Agar mampu melaksanakan tugas
tersebut, guru harus menguasai kompetensi keguruan yang mencangkup
penguasaan ilmu, pemahaman peserta didik, pembelajaran yang
mendidik dan mengembangkan kepribadian dan keprofesionalan (TAP
UT 2007).
Konsep pecahan dan juga operasinya merupakan konsep yang
sangat penting untuk dapat dikuasai sebagai bekal untuk mempelajari
bahan matematika dan bahan bukan matematika yang terkait. Kenyataan
yang terdapat di lapangan menunjukkan bahwa banyak sekali siswa
sekolah dasar mengalami kesulitan memahami pecahan dan operasinya,
dan banyak guru sekolah dasar menyatakan mengalami kesulitan dalam
mengajar pecahan. Para guru ini cenderung menggunakan cara yang
mekanistik, yaitu memberikan atauran secara langsung dan dihafalkan,
diingat dan juga diterapkan. Perubahan cara mengajar tidak banyak
dilakukan para guru karena secara empirik mereka selalu saja
menggunakan cara yang sama dari waktu ke waktu.
Tidaklah mudah membawa para siswa itu untuk mampu
memahami konsep dan makna pecahan. Ini berarti bahwa pecahan itu
mememerlukan perhatian, kesungguhan, ketekunan dan kemampuan
yang profesional (Gatot Mahsetyo,2007).
Pada media gambar buah ini siswa diharapkan mampu untuk
mengerjakan suatu soal pecahan dengan mudah, karena media gambar
bisa lebih dipahami penjelesannya oleh para siswa dari pada kita
menggunakan metode ceramah saja tanpa ada media yang
memudahkannya untuk menagkap maksud dari guru.
Oleh karena itu peneliti yang juga sebagai guru yakin dengan
menggunakan media gambar buah ini dapat meningkatkan prestasi
belajar matematika secara khusus dengan materi penjumlahan pecahan
biasa berpenyebut tidak sama siswa kelas 4 SDN Kras 2 Kecamatan
Kras Kabupaten Kediri.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai subyek penelitian, desain
prosedur perbaikan pembelajaran, dan teknik analisis data.
A. Informasi Subjek Perbaikan Pembelajaran
1. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah kelas 4
SD semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 11 siswa, 9
siswa laki – laki dan 2 siswa perempuan. Berhubung dengan dampak
munculnya Pandemi Covid-19, setelah tanggal 15 Maret 2020 seluruh
kegiatan belajar mengajar diberhentikan sementara sampai batas waktu
yang tidak ditentukan. Dengan ini peneliti dilarang untuk mendatangkan
siswa maupun melakukan kegiatan yang berkaitan mengumpulkan orang
banyak termasuk melakukan praktek perbaikan pembelajaran, sehingga
peneliti melaksanakan tanpa siswa dan hanya berbentuk video simulasi
perbaikan pembelajaran yang selalu dipantau dan dikoreksi oleh tutor
pendamping.
2. Tempat Penelitian
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SDN Kras 2.
Letak geografis dari SDN Kras 2 adalah berada di Desa Kras Kecamatan
Kras Kabupaten Kediri.
3. Waktu Pelaksaan Penelitian
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada semester 2
tahun pelajaran 2021/2022. Perbaikan pembelajaran ini dilakukan pada
tanggal 25 Oktober 2021 sampai 3 November 2021. Perbaikan
pembelajaran untuk materi Pecahan tiap siklusnya disusun sesuai dengan
jadwal kegiatan yang dapat dijabarkan seperti tabel 3.1.
Table 3.1
Jadwal Pelaksaan Penelitian
No Siklus Kegiatan Waktu
Pelaksanaan
1. PraSiklus Perencanaan Pembelajaran Senin, 18 Oktober
2021
Pelaksanaan Pembelajaran dan Rabu, 20 Oktober
Refleksi 2021
2. Siklus 1 Perencanaan Perbaikan Senin, 25 Oktober
2021
Pelaksanaan Perbaikan dan Refleksi Rabu, 27 Oktober
2021
3 Siklus 2 Perencanaan Perbaikan Senin,1 November
2021
Pelaksanaan Perbaikan dan Refleksi Rabu, 3 November
2021
4. Muatan Pelajaran
Kurikulum yang terdapat di SDN Kras 2 yang sudah menganut pada
Kurikulum 2013 (K13) mata pelajaran matematika
Dalam Penelitian ini, peneliti lebih memfokuskan pada muatan
pelajaran Matematika dengan materi pecahan dengan menggunakan
media gambar buah.
5. Pihak yang Membantu
Pihak yang membantu peneliti dalam pembuatan video simulasi
perbaikan pembelajaran adalah :
a. Dr. Suyitno, SE.,M.Pd selaku Tutor Pembimbing mata kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dan korektor
pada pembuatan video simulasi perbaikan pembelajaran
dengan menggunakan media gambar buah.
b. Teman sejawat yang membantu pembuatan video yang hanya
membantu merekam video pembelajaran.
B. Deskripsi Per siklus
Tahap penelitian tindakan kelas ini meliputi tahap persiapan,
pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Tahap-tahap penelitian tersebut
dijabarkan sebagai berikut : Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan
dalam bentuk PTK. Kegiatan ini membahas pembelajaran matematika
dengan materi pecahan. Adapun indikator yang ingin dicapai adalah
mengklasifikasikan pecahan sederhana yang berpenyebut sama atau
tidak.
Mendiskripsikan bagaimana suatu teknik pembelajaran
diterapkan dan bagaimana pemahaman yang diinginkan dapat dicapai.
Penelitian mengacu pada model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dikembangkan oleh (Carr dan Kemmis 1991, p.2) yang terdiri dari 4
komponen yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi seperti
gambar 3.2.
Tabel 3.2
SIKLUS PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Perencanaan
Refleksi
Siklus 1
Pelaksanaan
Perencanaan
Pengamatan
Refleksi Siklus 2 Pelaksanaan
Pengamatan
?
Penjelasan dari alur diatas :
1. Perencanaan, menyusun rancangan tindakan (planning) dalam tahap
ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh
siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Langkah yang perlu
dilakukan diantaranya adalah :
a. Mengidentifikasi masalah, analisis materi pembelajaran.
b. Menyediakan perangkat pembelajaran (RPP), media
pembelajaran dan instrument penilaian
2. Pelaksanaan, dalam tahap ini dilakukan pelaksanaan yang
merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, direalisasikan
dalam langkah-langkah pembelajaran untuk mencapai keberhasilan
peneliti.
3. Observasi (pengamatan), merupakan pengamatan yang dilakukan
peneliti sebagai observer saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar
dan observer lain atau supervisor.
4. Refleksi, merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali
kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Dalam hal ini refleksi
dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan penelitian. Sehingga
dengan adanya refleksi ini dapat digunakan untuk merencanakan
penelitian/siklus selanjutnya, selain itu juga bisa digunakan untuk acuan
dalam analisis ketuntasan belajar.
Perbaikan pembelajaran menggunakan metode penelitian
tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2.
Namun sebelum pelaksanaan perbaikan ada satu tahapan kegiatan yaitu
prasiklus. Dari masing-masing siklus terdiri dari perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Prasiklus dilaksanakan Senin, 18
Oktober 2021 sedangkan siklus 1 dan siklus 2 dilaksanakan Senin, 25
Oktober 2021 dan Rabu, 1 November 2021. Dampak adanya Covid-19
kegiatan belajar harus dilakukan dirumah masing – masing. Sehingga
dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, guru membuat video
simulasi perbaikan siklus 1 dan siklus 2 dengan rancangan yang telah
dibuat dan dikoreksi oleh Tutor PKP.
1. Prasiklus
a. Perencanaan
Dalam tahap perencanaan prasiklus yang perlu dipersiapkan
adalah perangkat pembelajaran (RPP), bahan dan materi, lembar
observasi dan lembar kerja siswa.
b.Pelaksanaan
Pelaksanaan prasiklus dilaksanakan sebelum adanya Pandemi
Covid- 19, disini guru masih menggunakan metode ceramah pada
kegiatan belajar materi “ pecahan”. Proses pelaksanaannya sebagai
berikut :
(1)Kegiatan Pembukaan :
1) Guru memulai pelajaran dengan memberikan “salam
pembuka” dan mengabsen kehadiran siswa
2) Guru menginformasikan materi pelajaran yang akan
dipelajari tentang “Pecahan”
3) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dan
tujuan kegiatan pembelajaran
(2) Kegiatan Inti :
1) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai pecahan
bedasarkan penyebutnya
2) Siswa mendengar penjelasan guru mengenai cara
mengerjakan pecahan berpenyebut tidak sama .
3) Guru mengajak siswa tertanya jawab tentang materi
pecahan yang telah dijelaskan guru terlebih dahulu
4) Siswa mampu mengerjakan tugas mandiri dan
bertanggung jawab (3) Kegiatan Penutup
1) Guru menanyakan kesulitan selama pembelajaran
2) Guru menyimpulkan tentang materi yang diberikan hari ini
3) Guru mengucapkan (salam) dan terimakasih
a. Pengamatan
Pada tahap prasiklus dilaksanakan proses observasi terhadap
pelaksanaan pembelajaran dengan lembar observasi atau lembar
kerja siswa yang telah dibuat. Kegiatan prasiklus meliputi
perencanaan, pelakasanaan, pengamatan (observasi) dan refleksi.
Pada tahap ini anak-anak terlihat kurang aktif memperhatikan
pelajaran karena guru menggunakan metode ceramah dan kurang
bersemangat untuk mengerjakan lembar kerja siswa. Hasil
observasi dijadikan dasar untuk menyusun perbaikan
pembelajaran.
a. Refleksi
Dari data penilaian sebelum Covid-19 materi (Matematika)
materi pecahan siswa kelas 4 semester 1 tahun pelajaran
2021/2022 SDN Kras 2 dari jumlah siswa 11 yang menunjukkan
data nilai hanya 25% siswa yang mengalami Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM), sedangkan 75% siswa nilainya dibawah KKM
ketika diadakan tes terlulis dan lisan yang sudah disiapkan guru,
sehingga peneliti menemukan kelemahan dalam pembelajaran ini
perlu diperbaiki maka dibuatlah perbaikan pembelajaran siklus 1.
2. Siklus 1
a. Perencanaan
Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran pra siklus
berupa permasalahan pembelajaran siswa kelas 4 mengenai
pecahan yang dianggap sukar, siswa kurang aktif dan
menjenuhkan, karena metode pembelajaran yang digunakan
ceramah. Sehingga capaian hasil nilai siswa banyak yang kurang
dari kriteria ketuntasan minimal. Oleh karena itu peneliti
melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus 1, Rancangan
perbaikan mencakup :
1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus
1 tentang materi pecahan sederhana berpenyebut tidak sama
dengan menggunakan media gambar buah.
2. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam
pembelajaran
3. Mempersiapkan lembar kerja siswa yaitu lembar kerja akhir
siklus 1
4. Mempersiapkan refleksi siklus 1
Berikut media gambar buah yang dibuat oleh peneliti pada
perbaikan pembelajaran pada gambar 3.3:
Gambar 3.3 Media Gambar Buah
b. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus 1 dilakukan
peneliti pada hari Rabu, 27 Oktober 2021 dengan membuat video
simulasi perbaikan pembelajaran tanpa siswa yang berdurasi
kurang lebih 5 menit yang berisi tentang kegiatan perbaikan
pembelajaran siklus 1 dengan langkah-langkah yang dilakukan
peneliti sebagai berikut :
1. Kegiatan Awal
1. Guru mengucapkan salam pembuka
2. Guru memimpin doa sebelum melakukan pembelajaran
3. Guru mengecek presensi
4. Guru melakukan persepsi dengan
menggunakan gambar buah
5. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan
6. Guru memberikan semangat kepada siswa untuk selalu
aktif dalam kegiatan pembelajaran
2. Kegiatan Inti
1. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai
pecahan bedasarkan penyebutnya berdasarkan
media gambar buah .
2. Siswa mendengar penjelasan guru mengenai
cara mengerjakan pecahan berpenyebut tidak
sama menggunakan media gambar buah
dengan memberikan contoh terlebih dahulu
3. Siswa menyimak demonstrasi dari guru
tentang media gambar buah
4. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya
tentanng hasil jawaban dari penjelasan
pecahan menggunakan gambar buah
5. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang
hasil dari jawaban cara mengerjakan
mengenakan media gambar
3. Kegiatan Penutup
1. Siswa menyimpulkan kegiatan
pembelajaran yaang sudah dilakukan
dengan bimbingan guru
2. Guru memimpin doa sebelum pulang
3. Guru mengucapkan salam
c. Pengamatan
Tahap ini peneliti melaksanakan proses observasi dengan cara
membuat video simulasi dan mengirim video perbaikan pembelajaran
siklus 1. Pihak yang melakukan observasi adalah tutor pembimbing
PKP. Kemudian tutor pembimbing memberikan kritik dan saran tentang
perbaikan pembelajaran siklus 1. Pengamatan tutor menunjukkan
kejelasan suara saat menjelaskan materi, pokok bahasan materi yang
dibahas dalam video tersebut, serta kelebihan dan kelemahan dari video
perbaikan siklus 1. Kritik dan saran dari tutor akan digunakan peneliti
sebagai acuan dalam melaksanakan refleksi.
d. Refleksi
Tahap refleksi pada siklus 1 mengenai tanggapan dari tutor
pemimbing PKP yang berupa kritik, saran, kelebihan dan kelemahan
tentang video pembelajaran
perbaikan siklus 1. Dari situlah peneliti mengerti bahwa pembelajaran
perbaikan sudah maksimal atau belum sehinggan hasil refleksi dan
tanggapan tutor bisa di masukkan dalam satu lembar kertas yang berisi
kelemahan, kelebihan dan kesimpulan perbaikan pembelajaran siklus 1.
Kelebihan dari pembelajaran siklus 1 tetap muncul di perencanaan siklus
2 sedangkan kelemahan di siklus 2 harus ada perbaikan dengan cara
tindakan pada siklus 2.
3. Siklus 2
Siklus 2 ini dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan
pembelajaran pada siklus 1. Tahapan siklus 2 sama dengan
perbaikan pembelajaran perbaikan siklus 1.
a. Perencanaan
Dari hasil refleksi siklus 1, peneliti merancang perbaikan siklus
2 agar dapat meningkatkan kualitas perbaikan pembelajaran.
Rancangan perbaikan mencakup :
1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
siklus 2 tentang materi pecahan sederhana berpenyebut
tidak sama dengan menggunakan media gambar buah.
2. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
dalam pembelajaran
3. Mempersiapkan lembar kerja siswa yaitu lembar kerja akhir
siklus 2
4. Mempersiapkan refleksi siklus 2
b. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus 2 dilakukan
peneliti pada hari Rabu, 3 November 2021 dengan membuat video
simulasi perbaikan pembelajaran juga dilakukakan tanpa siswa
yang berdurasi kurang lebih 5 menit yang berisi tentang kegiatan
perbaikan pembelajaran siklus 2 dengan langkah – langkah yang
dilakukan peneliti sebagai berikut :
1. Kegiatan Awal
1. Guru memulai pelajaran dengan memberikan “salam
pembuka” dan mengabsen kehadiran siswa.
2. Guru menanyakan kondisi siswa dan menyampaikan
apersepsi kepada siswa
3. Guru sedikit mengulas kembali kegiatan yang dilakukan
pada pertemuan sebelumnya.
2. Kegiatan Inti
1. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai
pecahan bedasarkan penyebutnya berdasarkan
media gambar buah
2. Siswa mendengar penjelasan guru mengenai cara
mengerjakan pecahan berpenyebut tidak sama
menggunakan media gambar buah dengan
memberikan contoh terlebih dahulu
3. Siswa menyimak demonstrasi dari guru
tentang media gambar buah
4. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentanng
hasil jawaban dari penjelasan pecahan
menggunakan gambar buah
5. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang
hasil dari jawaban cara mengerjakan
mengenakan media gambar
3. Kegiatan Penutup
1. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya.
2. Siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran
yaang sudah dilakukan dengan bimbingan guru.
3. Guru memimpin doa sebelum pulang.
4. Guru mengucapkan salam.
c. Pengamatan
Tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap tindakan
yang dijabarkan pada perbaikan pembelajaran siklus 1. Peneliti
mengirim vidoeo simulasi perbaikan siklus 2 kepada tutor PKP
untuk dilakukan refleksi. Pengamatan tutor menunjukkan kejelasan
suara saat menjelaskan materi, pokok bahasan materi yang dibahas
dalam video tersebut sudah ada, siswa tampak aktif, media yang
digunakan sudah tampak jelas serta dan kelemahan dari video
perbaikan siklus 2 karena faktor intern dari diri siswa sehingga
dapat dibuat acuan peneliti untuk refleksi.
d. Refleksi
Tahap refleksi pada siklus 2 juga sama halnya yang dijabarakan
peneliti pada siklus 1 mengenai tanggapan dari tutor pemimbing PKP
yang berupa kritik, saran, kelebihan dan kelemahan tentang video
pembelajaran perbaikan siklus 2 dan simulasi perbaikan pembelajaran
dituliskan pada lembar refleksi, Refleksi disusun berdasarkan
perbaikan siklus 2. Dari situlah peneliti mengerti bahwa hasil refleksi
pembelajaran perbaikan tampak ada kelebihan dan kekurangan dari
siklus 2. Kelebihan perbaikan tetap dipertahankan jika akan
menjelaskan materi selanjutnya, sedangkan kelemahan karena adanya
faktor intern pada diri siswa tersebut.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. PELAKSANAAN SETIAP
SIKLUS SIKLUS I
Pada bagian ini akan dibahas dua hal, yaitu pelaksanaan tiap
siklus dan
pembahasan untuk setiap siklusnya.
a. Perencanaan
Pada kegiatan perencanaan perangkat yang perlu
disiapkan,yaitu Rencana Pelaksanaan Perbaikan (RPP) Siklus I,
bahan ajar, dan medua yang digunakan yaitu gambar buah. Tahap
perencanaan ini dilakukan pada bulan April 2021.
b.Pelaksanaan
Pada kegiatan pelaksanaan Pembelajaran Siklus I yang
dilakukan oleh peneliti pada bulan April 2021 di Kelas 4
matematika “Penjumlahan Pecahan Berpenyebut tidak sama”.
Pada langkah awal, guru memulai pembelajaran dengan
salam,berdo’a. Dilanjutkan mengabsen kehadiran siswa. Guru
menyampaikan apresepsi dan tujuan pembelajaran pada hari ini
tentang penjumlahan pecahan.
Pada kegiatan inti,guru menjelaskan tentang cara
menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama misal :
1 1
4 + 2
Guru menjelaskan langkah-langkah menjumlahkan pecahan
biasa berpenyebut tidak sama yaitu dengan menyamakan
penyebutnya terlebih dahulu. Guru menjelaskan langkah
yang terakhir yaitu menjumlahkan pembilang dengan
pembilang. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
bertanya, guru memberikan soal untuk dikerjakan.
Pada kegiatan penutup Guru menanyakan kesulitan
siswa selama pembelajaran. Guru bersama-sama dengan
siswa menyimpulkan tentang materi yang diberikan hari ini
kemudian guru mengucapkan (salam) dan terimakasih.
SIKLUS 2
a. Perencanaan
Pada kegiatan perencanaan perangkat yang perlu
disiapkan,yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Perbaikan (RPP) Siklus II, bahan ajar, dan media gambar
buah. Tahap perencanaan ini dilakukan pada bulan Mei
2021.
b. Pelaksanaan
Pada kegiatan pelaksanaan pembelajaran Siklus II
dilakukan oleh penelitian pada bulan Mei 2021 di kelas 4
pelajaran “matematika” materi “ pecahan biasa
berpenyebut tidak sama”.
Pada tahap awal Guru mengadakan apresepsi dengan
tanya jawab kepada siswa tentang pelajaran yang lalu
(penjumlahan pecahan biasa berpenyebut tidak sama).
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk
memotivasi siswa agar lebih bersifat untuk menerima
materi pelajaran.
Pada inti,Guru menjelaskan tentang cara
menjumlahkan pecahan biasa berpenyebut tidak sama
yaitu menyamakan penyebutnya terlebih dahulu. Guru
menjelaskan langkah terakhir yaitu menjumlahkan
pembilang dengan pembilang. Guru memberikan
pekerjaan rumah (PR) kepada siswa.
Pada kegiatan penutup,Guru memberikan soal tes
untuk dikerjakan siswa,Guru bersama siswa
menyimpulkan pelajaran tentang penjumlahan pecahan
biasa berpenyebut tidak sama. Guru memberikan salam
pada siswa.
B. PEMBAHASAN SETIAP
SIKLUS SIKLUS I
Akibat adanya covid-19 sehingga ada kebijakan untuk belajar di
rumah
sejak tanggal 15 maret 2020,maka perbaikan pembelajaran
dilakukan dengan simulasi.
Sebelum melakukan simulasi perbaikan
pembelajaran,penelitian merancang tempat,alur dan alat yang
digunakan untuk pembuatan vidio perbaikan pembelajaran.
Beberapa hal yang dihasilkan pada tahap ini adalah
:
a. Tempat yang akan digunakan untuk proses simulasi
perbaikan pembelajaran adalah ruang kelas 4 SDN 2 Kelutan.
b. Alur simulasi perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan
penelitian sesuai rancangan perbaikan pembelajaran yang
disusun peneliti.
c. Mempersiapkan media pembelajaran pecahan dengan
menggunakan media gambar buah.
d. Mempersiapkan alat rekam (kamera telepon genggam) dan
memori yang memadai.
Setelah persiapan dilakukan,maka simulasi perbaikan
pembelajaran Siklus I dilakukan pada bulan April 2021 sesuai
rancangan yang telah dibuat. Simulasi perbaikan pembelajaran
yang dilakukan berdurasi 5 menit dengan ketentuan sudah
meliputi kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan
penutup. Peneliti berperan sebagai guru dan simulasi dilakukan
tanpa adanya siswa. Adapun alur pelaksanaan pembuatan vidio
perbaikan pembelajaran sebagai berikut :
a. Kegiatan Pembukaan : menyampaikan
salam,absensi,menyampaikan materi tentang pecahan biasa
berpenyebut tidak sama dengan media berbagai gambar buah.
b. Kegiatan Inti :
Guru memperlihatkan media gambar buah dan
menjelaskan pecahan biasa berpenyebut tidak sama
menggunakan media tersebut. Guru dan siswa melakukan
tanya jawab.
c. Kegiatan Penutup :
Guru membuat kesimpulan tentang materi pecahan biasa
berpenyebut tidak sama dengan media gambar buah. Guru
memberikan PR kepada siswa. Guru menutup kelas dengan
salam serta do’a.Pengamatan pada siklus I dilakukan setelah
pembuatan vidio perbaikan pembelajaran siklus I. Setelah
pembuatan vidio pembelajaran, maka vidio dikirim kepada
Tutor Pembimbing PKP.
Berdasarkan hasil komentar dan tanggapan Tutor didapatkan hasil bahwa :
a. Media “Gambar Buah” telalu kurang jelas kemungkinan
besar akan kurang terlihat jelas bila dilihat.
b. Penyampaian materi yang terkesan cepat-cepat sehingga
siswa kemungkinan kurang paham dalam mencerna
penjelasan tersebut.
c. Guru kurang memberikan “motivasi” kepada siswa sehingga
dianggap kurang optimal dalam melaksanakan perbaikan
pembelajarab Siklus I, sehingga perlu perbaikan untuk
dilakukan di siklus II
SIKLUS 2
Sama dengan siklus I,siklus II juga dilakukan dalam
bentuk simulasi perbaikan pembelajaran di rumah.
Sebelum melakukan simulasi pembelajaran,
penulis/peneliti merancang tempat,alur juga alat yang dapat
digunakan untuk pembuatan vidio perbaikan pembelajaran.
Beberapa hal yang digunakan pada tahap ini adalah :
a. Tempat yang akan digunakan untuk proses simulasi
perbaikan pembelajaran adalah kelas 4 SDN 2
Kelutan,kecamatan Ngronggot,kabupaten Nganjuk.
b. Alur simulasi perbaikan pembelajaran yang dilakukan
peneliti sesuai rancangan perbaikan pembelajaran dengan
memberikan tips mengerjakan bagi siswa.
c. Mempersiapkan media “gambar buah” dengan menggunakan
gambar yang berbeda dari sebelumnya.
d. Mempersiapkan alat rekam (kamera telepon genggam).
Setelah persiapan dilakukan,maka simulasi perbaikan
pembelajaran Siklus II dilakukan pada bulan Mei 2021 sesuai
rancangan yang sudah dibuat. Simulasi perbaikan ini
berdurasi 4-5 menit dengan ketentuan yang telah
ditetapkan,seperti kegiatan pembuka,kegiatan inti,kegiatan
penutup. Penulis yang juga peneliti disini berperan sebagai
guru dan simulasi ini dilakukan tanpa adanya murid (siswa).
Alur pelaksanaan simulasi pembuatan vidio sebagai berikut :
a. Kegiatan Pembuka :
Guru mengucapkan salam dan memulai pelajaran
dengan berdoa dan menyanyikan lagu “Indonesi Raya”,
mengabsen siswa serta memberikan informasi kepada meraka
bahwa kita akan mempelajari penjumlahan pecahan biasa
berpenyebut tidak sama,dengan catatan media yang
digunakan telah diperbaiki.
b. Kegiatan Inti
Guru membahas kembali sedikit materi tentang
perkliaan. Guru memperlihatkan media gambar buah yang
sudah di perbaiki dan menjelaskan. Lalu setelah itu guru
memberikan soal kepada anak anak tetang perkalian. Siswa
bertanya jawab dengan guru yang akan menjawabnya.
c. Kegiatan Penutup : Guru memberikan motivasi dan
menutup pelajaran dengan memberikan PR berdoa
bersama serta mengucapkan “ salam “.
Pengamatan pada siklus II dilakukan setelah
pembuatan Video Perbaikan Pembelajaran oleh peneliti dan
ditanggapi oleh Tutor Pembimbing PKP terhadap aktivitas
guru selama proses simulasi perbaikan pembelajaran.
Setelah pembuatan Video Perbaikan Pembelajaran, maka
video tersebut dikirim kepada Tutor Pembimbing PKP.
Berdasarkan hasil evaluasi dan kometar Tutor didapatkan hasil bahwa :
a. Media kartu permainan di buat lebih menarik dengan
diberi gambar yang bagus serta ukuranya dibuat lebih
besar.
b. Suara guru terdengar jelas dan penyampainnya lebih
sederhana dan tepat. Dengan demikian, maka guru
dianggap SUDAH OPTIMAL dalam melaksanakan
perbaikan pembelajaran Siklus
II. Sehingga diharapkan hasil belajar siswa juga
optimal jika skenario perbaikan pembelajaran ini jika
benar-benar diterapkan.
Saat Siklus I, ada beberapa kelebihan yang muncul dari simulasi
perbaikan pembelajaran yaitu : a) materi yang disampaikan sudah sesuai
dengan KD dan indikator pembelajaran, b) materi sudah disampaikan
peneliti dengan suara yang jelas, c) Media gambar buah dengan materi
pecahan membuat siswa antusias mengikuti pembelajaran dan materi
yang disampaikan guru. Namun, disamping itu, ada kelemahan pada
simulasi perbaikan pembelajaran yakni, a) media gambar buah kurang
besar ukuranya b) penyampaian materi terlalu terburu-buru, c) guru tidak
memberikan motivasi kepada siswa dan pada kegiatan penutup hanya
diberikan tugas.
Siklus II, ada beberapa kelebihan yang muncul dari simulasi
perbaikan pembelajaran siklus II yakni, a) materi yang disampaikan
sudah sesuai KD dan indikator pembelajaran, b) materi sudah
disampaikan peneliti dengan suara yang jelas, 3) Metode permainan
kartu siswa dengan materi perkalian dan pembagian sudah di perbaiki
dan di buat semenarik mungkin. Sehingga anak menjadi lebi semangat
belajar menggunakan metode kartu perkalian. 4)alur proses simulasi
perbaikan pembelajaran tersampaikan secara terstruktur. Sehingga, jika
simulasi perbaikan pembelajaran ini benar-benar diterapkan maka akan
meningkatakan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Disamping, mempunyai kelebihan dalam siklus II, muncul kelemahan
yakni proses simulasi yang begitu cepat dengan durasi hanya 3-5 menit
maka guru membutuhkan strategi penyampaikan materi yang tepat dan
cermat sehingga diharapkan simulasi tersebut memberi dampak
pemahaman kepada siswa.
Pelaksaan simulasi perbaikan pembelajaran ini berfokus pada
proses pembelajaran. Kelebihan dan kelemahan pada siklus I maupun
siklus II sangat berkaitan dengan berlangsungnya proses belajar. Jika
pembelajaran dengan media
gambar buah diterapkan dengan prosedur yang tepat maka terjadi
peningkatan hasil belajar siswa kelas 4.Meningkatkan kemampuan
hitung pecahan siswa kelas 4 SDN Kras 2 dengan menggunakan media
gambar buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metdia gambar buah
dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung pecahan pada siswa
kelas IV SDN 2 Kelutan. Hal ini dapat dilihat peningkatan kemampuan
operasi hitung pecahan pada siklus I sebesar 1 poin (kondisi awal 65
menjadi 66) dengan peningkatan persentase ketuntasan sebesar 16%
(kondisi awal 42% menjadi 58%) dan peningkatan pada siklus II sebesar
12 poin (siklus I 66 menjadi 78) dengan peningkatan persentase
ketuntasannya sebesar 23% (siklus I 58% menjadi 81%).
Pemanfaatan media gambar buah. Dalam upaya meningkatkan
prestasi belajar siswa Pada pembelajaran matematika Dalam operasi
hitung pecahan di SD Pada siklus I persentase ketuntasan belajar
individual siswa masih sangat rendah yaitu 25%, sedangkan persentase
ketuntasan belajar kelas juga masih rendah yaitu 76%. Setelah dilakukan
diskusi dan saran-saran perbaikan, nampak dalam tampilan siklus II ada
perubahan-perubahan. Pada siklus II ini, persentase ketuntasan belajar
individual siswa terendah mulai mengalami peningkatan yaitu menjadi
82%,dan sudah dianggap memiliki hasil yang memuaskan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan
kemampuan operasi hitung pecahan siswa pada pembelajaran
matematika. Pada siklus I nilai rata-rata kemampuan siswa hanya 63
dengan ketuntasan 69% meningkat pada siklus II dengan rata-rata
kemampuan operasi hitung 75 dengan ketuntasan 86%. Adanya
peningkatan kemampuan operasi hitung siswa ini membuktikan bahwa
penggunaan media gambar buah dapat meningkatkan kemampuan siswa
dalam pembelajaran matematika di kelas 4 SDN Kras 2 tahun pelajaran
2021/2022
Maka apabila proses pelaksanaan simulasi perbaikan
pembelajaran dengan judul “Peningkatan Kemampuan Menjumlahkan
Bilangan Pecahan Berpenyebut Tidak Sama Pada Pembelajaran
Matematika Menggunakan Media berbagai Gambar Buah Siswa Kelas
4 SDN Kras 2 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri” jika benar-benar
diterapkan diharapkan mampu memperbaiki pembelajaran siswa dan
meningkatkan hasil belajar siswa.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari simulasi perbaikan siklus 1 dan 2 terhadap siswa
kelas 4 SDN 2 Kelutan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk
semester II Tahun pelajaran 2020/2021 pelajaran matematika materi
pecahan dengan menggunakan Media Gambar buah dapat disimpulkan
bahwa : Perbaikan pembelajaran diawali dengan perencanaan kegiatan
pembelajaran yang akan diterapkan oleh peneliti/penulis. Selanjutnya
rancangan pembelajaran tersebut dilaksanakan dengan langkah –
langkah yang tepat dan penggunaan media gambar buah sesuai yang
benar. Kelebihan penggunaan media gambar buah antara lain : 1.) Media
gambar buah dalam perbaikan pembelajaran mulai aktif terlihat dan
terlihat menarik. 2.) Diharapkan anak juga tampak aktif dalam mengikuti
perbaikan pembelajaran. 3.) Diharapkan keaktifan anak tampak ada
peningkatan dari siklus 1 karena siswa mulai menampakkan sikap
ketelitian dalam menjawab soal, sehingga media pembelajaran gambar
buah lebih menarik. Namun media gambar buah ini juga ada sedikit
kelemahan yaitu : 1.) Kurangnya perhatian guru terhadap anak yang
pendiam 2.)Karena faktor intern pada diri anak. 3.) Durasi waktu yang
hanya 3 sampai 5 menit. Maka media gambar buah dapat digunakan
untuk perbaikan pembelajaran di kelas 4 SDN 2 Kelutan
Kec.Ngrongggot Kab.Nganjuk Tahun Pelajaran 2020/2021
B. Saran Tindak Lanjut
Materi mengenai pecahan menitik beratkan pada muatan pelajaran
Matematika dimana peserta didik harus paham dan mengingat materi
tersebut, hal ini mengharuskan guru untuk mengoptimalkan petensi anak
dengan menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik dan
dapat digunakan dikelas. Media gambar buah adalah salah satu model
pembelajaran yang mengoptimalkan peserta didik dalam belajar. Dalam
penelitian ini, terdapat saran tindak lanjut bagi guru, siswa dan sekolah
yaitu :
Untuk Guru
1. Guru harus dapat memilih dan menerapkan metode yang
tepat, simple dan akurat seuai dengan pembahasan mtaeri
pelajaran sehingga siswa dapat dengan mudah menerima dan
menyerap materi pembelajaran yang disampaikan.
2. Guru harus bisa memanfaatkan media pembelajaran yang ada,
sehungga dengan media yang sederhana dan terbatas
menghasilkan perbaikan pembelajaran dengan maksimal.
3. Guru harus punya tehnik tersendiri dalam menghadapi aneka
ragam latar belakang social siswa yang berbeda agar tercipta
pembelajaran yang harmonis , kondusif dan sesuai dengan
yang diharapka
Untuk Siswa
1. Meningkatkan proses pembelajaran siswa menjadi kondusif
2. Meningkatkan pemahaman belajar siswa
3. Meningkatkan hasil belajar
4. Memperoleh pengalaman belajar siswa yang menarik dengan
bantuan media gambar buah
Untuk Sekolah
1. Membantu tercapainya visi dan misi sekolah
2. Meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di sekolah
3. Sekolah dapat meningkatkan strategi dan metode
pembelajaran melalui model – model pembelajaran
4. Sekolah dapat menerima segala saran untuk mengambil
keputusan.