0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan17 halaman

Alat Laboratorium Kimia

Dokumen tersebut memberikan daftar dan penjelasan singkat tentang berbagai alat-alat laboratorium kimia yang umum digunakan dalam praktikum, seperti gelas kimia, labu erlenmeyer, gelas ukur, pipet ukur, buret, tabung reaksi, kaca arloji, corong, cawan, spatula, batang pengaduk, kawat kasa, kaki tiga, dan labu ukur. Dokumen juga menjelaskan fungsi dan cara penggunaan m

Diunggah oleh

Arfan Saragih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan17 halaman

Alat Laboratorium Kimia

Dokumen tersebut memberikan daftar dan penjelasan singkat tentang berbagai alat-alat laboratorium kimia yang umum digunakan dalam praktikum, seperti gelas kimia, labu erlenmeyer, gelas ukur, pipet ukur, buret, tabung reaksi, kaca arloji, corong, cawan, spatula, batang pengaduk, kawat kasa, kaki tiga, dan labu ukur. Dokumen juga menjelaskan fungsi dan cara penggunaan m

Diunggah oleh

Arfan Saragih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALAT-ALAT LABORATORIUM

DISUSUN OLEH
NAMA : ANISA PUTRI RAMBE
NIM : 4203131075
KELAS : PSPK 20-D

MATA KULIAH KIMIA NONLOGAM


PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
FEBRUARI 2022
A. Latar Belakang
Laboratorium berasal dari bahasa Latin yaitu “labora” yang berarti “tempat bekerja”.
Dalam perkembangannya, kata laboratorium mempertahankan arti aslinya, yaitu “tempat
bekerja” khusus untuk keperluan penelitian ilmiah. Laboratorium merupakan suatu ruangan
tempat melakukan kegiatan praktek atau penelitian yang ditunjang oleh adanya seperangkat alat-
alat serta adanya infrastruktur yang lengkap (ada fasilitas air, listrik, gas dan sebagainya). Ketika
sains dan teknologi berkembang pesat dan menjadi salah satu mata pelajaran penting dalam
kurikulum di banyak sekolah di Eropa, termasuk negeri Belanda, banyak pendidik/pengajar sains
merasa perlu mengadakan ruang tempat siswa melakukan kegiatan yang berkaitan dengan sains.
Laboratorium yang digunakan untuk kegiatan ini disebut laboratorium sains sekolah. Sutara dan
Sahromi (1999), mengemukakan bahwa pengertian laboratorium dalam pengajaran dimaksudkan
sebagai kumpulan dari para siswa yang melakukan pengamatan percobaan atau penelitian atas
pengelolaan guru. Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, dan eksperimen ilmiah dilakukan.
Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut
secara terkendali.
Pengalaman laboratorium terintegrasi dengan sifat dari sains yang harus dilibatkan dalam
setiap program sains untuk setiap siswa. Kegiatan sains dapat meliputi pengalaman individu,
kelompok kecil, dan kelompok besar. Kemampuan memecahkan masalah dimaksudkan dalam
konteks penelitian laboratorium. Kegiatan laboratorium mengembangkan ragam yang luas dari
keterampilan investigasi, mengorganisasi, mencipta, dan berkomunikasi. Laboratorium
menyediakan lahan yang optimal untuk memotivasi siswa ketika mereka mengalami apakah
sains itu.
Kegiatan laboratorium dapat meningkatkan prestasi siswa dalam aspekaspek berikut ini.
1. Keterampilan proses, yaitu mengamati, mengukur, memanipulasi objek fisik.
2. Keterampilan menganalisis, seperti bernalar, berpikir deduktif, dan berpikir kritis.
3. Keterampilan berkomunikasi, yaitu mengorganisasikan informasi dan menulis laporan.
4. Konseptualisasi dari fenomena ilmiah.
Pengalaman laboratorium merupakan hal yang penting dalam proses peningkatan
pemahaman pengetahuan dan sikap ilmiah siswa. Pengetahuan akan alat-alat laboratorium dan
cara penggunaannya selain penting bagi mahasiswa juga berguna bagi tenaga pengajar untuk
mempermudahmelakukan kegiatan belajar mengajar.

B. ALAT-ALAT LABOTARORIUM
1. Gelas kimia
Gelas kimia adalah wadah silinder yang digunakan untuk menyimpan, mencampur, dan
memanaskan cairan di laboratorium. Gelas ini sebagian besar terbuat dari kaca, tetapi
bahan non-korosif lainnya, seperti logam dan plastik tahan panas, juga biasa digunakan.
Gelas kimia mempunyai diameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Gelas kimia
berfungsi untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang
tinggi. fungsi gelas kimia dalam penggunaan laboratorium sehari-hari seperti
pengukuran, pencampuran, penahanan, dan penuangan dalam proses laboratorium.
Ada 4 jenis gelas kimia beserta fungsinya
 Philips dan griffin: mengelola sebagian besar penggunaan laboratorium sehari-hari
seperti pengukuran, pencampuran, penahanan, dan penuangan dalam proses
laboratorium
 Berzelius: digunakan untuk percobaan titrasi di mana larutan dicampur untuk
menghasilkan banyak hasil.
 gelas kimia datar digunakan untuk pemanasan di lab
 Gelas plastik: digunakan secara khusus untuk melakukan analisis spektral gamma dan
eksperimen serupa.
Cara membersihkan gelas kimia
 Larutan yang larut air
Untuk larutan yang larut dalam air (misalnya natrium klorida atau larutan sukrosa). Bilas
3-4 kali dengan air deionisasi kemudian simpan peralatan gelas tadi.
 Larutan yang tidak larut air
Untuk larutan yang tidak larut air (misalnya, larutan dalam heksana atau kloroform).
Bilas 2-3 kali dengan etanol atau aseton, bilas 3-4 kali dengan air deionisasi, lalu simpan.
Dalam beberapa situasi pelarut lain perlu digunakan untuk bilasan awal.
 Asam kuat (misalnya, konsentrat HCl atau H2SO4). Di dalam lemari asam, dengan
hati-hati bilas peralatan gelas air keran yang banyak.Lalu bilas 3-4 kali dengan air
deionisasi, kemudian simpan peralatan gelas tadi.
 Untuk basa kuat (misalnya, 6M NaOH atau konsentrat NH4OH). Di bawah lemari
asam, dengan hati-hati bilas peralatan gelas dengan air keran yang banyak. Bilas 3-4
kali dengan air deionisasi, lalu simpan peralatan gelas tadi.
 Asam lemah (misalnya, larutan asam asetat atau pengenceran asam kuat seperti 0,1 M
atau 1M HCl atau H2SO4). Bilas 3-4 kali dengan air deionisasi sebelum
menyimpannya.
 Basa lemah (misalnya, 0,1 M dan 1M NaOH atau NH4OH). Bilas bersih dengan air
keran untuk menghilangkan dasarnya, kemudian bilas 3-4 kali dengan air deionisasi
sebelum menyimpannya.
2. Labu Erlenmeyer

Berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang
dindingnya, berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrate
hasil penyaringan, dan menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses filtrasi.
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap.
Kemudian suatu larutan dimasukkan lalu dititrasi, kemudian digoyangkan memutar labu
erlenmeyernya
3. Gelas ukur

Berupa gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya, terbuat dari kaca atau plastik
yang tidak tahan panas, berfungsi untuk mengukur volume larutan yang tidak
memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu Cara menggunakannya
yaitu larutan dimasukkan kedalam gelas ukur.Sesuaikan dengan volume yang diperlukan.
Baca ketepatan volume dengan melihat meniscus ke bawah
4. Pipet ukur

Alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas, berfungsi
untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu. Pipet Ukur berfungsi untuk
memindahkan larutan atau cairan ke dalam suatu wadah dengan berbagai ukuran volume.
Untuk ukuran volume pada Pipet ukur yang paling besar adalah pipet ukur dengan
volume 50ml.Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dibersihkan
dengan kertas isap. Lalu celupkan ke dalam larutan. Tekan pilernya lalu longgarkan
5. Buret

Berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran diujungnya, berfungsi untuk
mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanyadigunakan untuk titrasi. Cara
menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkandengan batang pengaduk
yang ditutupi dengan kertas isap. Periksakeadaan kerannya dan tetesannya apakah bocor
atau tidak. Laludikalibrasi dengan larutan yang akan dimasukkan ke dalam buret,
periksaapakah ada gelembung atau tidak. Buka keran perlahan untukmengeluarkan
larutannya.
6. Tabung reaksi
Berupa tabung yang dilengkapi tutup, terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, berfungsi
sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia dan untuk melakukan reaksi kimia dalam
skala kecil. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi
dengan aqua DM setelah itu lap dengan lap atau kertas isap. Kemudian sampel yang akan
direaksikan dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
7. Kaca arloji

Terbuat dari kaca bening dan memiliki berbagai ukuran berfungsi sebagai penutup gelas
kimia saat memanaskan sampel, tempat saat menimbang bahan kimia, dan tempat untuk
mengeringkan padatan dalam desikator
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu dengan tissue atau lap,
kemudian letakkan di atas gelas kimia jika akan digunakan sebagai tutup gelas kimia,
atau letakkan bahan kimia yang akan ditimbang di atas kaca arloji tersebut
8. Corong
Terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai,
terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek berfungsi untuk menyaring
campuran kimia. Cara menggunakannya Letakkan corong di atas mulut Erlenmeyer atau
buret, masukkan perlahanlahan ke dalam mulut corong.
9. Cawan

Terbuat dari kaca, porselen, atau batu granit berfungsi untuk menghancurkan dan
mencampurkan padatan. Cara menggunakannya masukkan bahan atau larutan yang akan
diuapkan di atas cawan. Setelah itu panaskan atau uapkan ke dalam oven
10. Spatula

Berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau
alumunium berfungsi untuk mengambil bahan kimiayang berbentuk padatan dan dipakai
untuk mengaduk larutan. Cara menggunakannya Ambil bahan atau zat yang berupa
padatan dengan spatula, kemudian letakkan di tempat menyimpan bahan seperti kaca
arloji.
11. Batang pengaduk
Terbuat dari kaca tahan panas berfungsi utnuk mengaduk cairan kimia dalam gelas kimia.
Cara menggunakannya Aduk larutan yang ada di dalam gelas kimia dengan batang
pengaduk,lalu amati.
12. Kawat kasa

Kawat yang dilapisi dengan asbes berfungsi sebagai alas dalam penyebaran panas yang
berasal dari suatu pembatas. Cara menggunakannya Letakkan kawat kasa di atas Bunsen
dengan disangga kaki tiga. Lalu diletakkan alat gelas yang terdapat larutan yang akan
dipanaskan
13. Kaki tiga

Besi penyangga ring berfungsi untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan. Cara
menggunakannya yaitu diletakkan di antara Bunsen dan kawat kasa.
14. Labu ukur
Labu dengan leher yang panjang dan bertutup, terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena
panas karena dapat memuai berfungsi untu kmembuat larutan dengan konsentrasi tertentu
dan mengencerkan larutan. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu
dibersihkan dengan kain lap. Kemudian dimasukkan kedalam larutan yang akan
diencerkan atau masukkan zat dengan bantuan kertas isap, agar zat tidak menempel pada
dinding diatas batas atas. Lalu dimasukkan aquadest untuk melarutkannya. Lalu paskan
dengan batas bawah. Tutup lalu homogenkan
15. Thermometer

Terbuat dari kaca yang tahan panas. Thermometer adalah alat untuk mengukur suhu
ataupun perubahan suhu. Thermometer terdapat berbagai jenis dan satuan derajat yang
berbeda, misalnya thermometer celcius, Fahrenheit dan Kelvin. Cara menggunakannya
yaitu termometer dimasukkan ke dalam suatularutan lalu perhatikan suhu larutan atau
perubahan suhu yang terjadi.
16. Tabung sentrifuse
Tabung sentrifuse terbuat dari kaca, sama seperti tabung reaksi. Namun pada ujung
bawahnya agak mengecil. Tabung sentrifuse berfungsi sebagai tabung/perantara untuk
memisahkan larutan dan endapan. Cara menggunkannya yaitu larutan yang akan
disentrifuga dimasukkan kedalam tabung sentrifuse. Lalu dimasukkan ke alat sentifugase.
17. Penjepit cawan krus

terbuat dari besi. Berfungsi untuk menjepit cawan krus saat dikeluarkan dari tanur
pengabuan ataupun untuk memegang cawan pada saat pembakaran di atas Bunsen.Cara
menggunakannya yaitu bagian dinding cawan krus dijepit oleh penjepit cawan.
18. Pipa U

Pipa U terbuat dari kaca, bentuknya melengkung menyerupai huruf U. pipa U berfungsi
sebagai alat untuk menganalisis apakah suatu larutan terdapat gelembung gelembung gas
atau tidak. Cara menggunakannya yaitu tabung yang berisi larutan yang akan dianalisis
adanya gas dihubungkan melalui mulut tabungnya memakai pipa U
19. Pipa kapiler

Pipa kapiler terbuat dari kaca, bentuknya seperti huruf L. pipa kapiler berfungsi sebagai
alat untuk menentukan titik lebur atau titik lelehsuatu senyawa. Cara menggunakan pipa
kapiler adalah pipa kapiler disanggah dengan klem dan statif. Lalu larutan atau senyawa
yang akan ditentukan titik lelehnya dimasukkan ke dalam pipa kapiler. Lalu thermometer
dicelupkan ke dalam larutan atau senyawa tersebut. Bunsen diarahkan di bagian bawah
pipa kapiler. Disediakan juga stopwatch untuk menghitung waktu saat senyawa meleleh.
Catat hasilnya.
20. Plat tetes

terbuat dari porselen berbentuk persegi dengan bulatan cembung berfungsi untuk
menampung objek sampel. Cara menggunakannya yaitu tabung yang berisi larutan yang
akan dianalisis adanya gas dihubungkan melalui mulut tabungnya memakai pipa U.
21. Rak tabung reaksi
Rak tabung reaksi terbuat dari kayu dengan lubang – lubang seukuran tabung reaksi
berfungsi sebagai tempat meletakkan tabung reaksi. Cara menggunakannya yaitu
letakkan tabung reaksi kedalam lubang – lubang yang ada dalam rak tabung reaksi.
22. Gelas beaker

Gelas piala atau kadang kala disebut sebagai gelas beker adalah sebuah wadah
penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan yang
biasanya digunakan dalam laboratorium. Cara menggunakannya Gelas ukur harus
diletakan pada daerah yang datar dan meniskus dibaca sejajar dengan mata. Untuk
mengukur volume raksa, Anda harus memperhatikan batas meniskus cembung yang
dilihat sejajar dengan mata dan meletakan gelas ukur pada bidang yang rata.
23. Pipet volume
Pipet volume atau pipet gondok adalah salah satu alat ukur kuantitatif dengan tingkat
ketelitian tinggi, ditandai dengan bentuknya yang ramping pada penunjuk volume dan
hanya ada satu ukuran volume. Fungsi pipet volumetri adalah untuk mengambil cairan
dengan volume tertentu dengan ketelitian lebih tinggi. Caranya adalah dengan
memasukkan sedikit cairan yang akan dipindahkan ke dalam tabung kemudian posisikan
pipet secara horizontal. Lalu putar sedemikian rupa agar cairan menyentuh semua
permukaan dalam pipet. Buang cairan tersebut ke tempat pembuangan.
24. Sikat tabung

Sikat pembersih tabung reaksi adalah alat untuk membersikan tabung reaksi atau alat-alat
kimia lain dengan diameter lubang yang kecil. Sikat pembersih tabung ini digunakan
untuk membersikan tabung reaksi, gelas ukur, labu ukur, dan lain-lain setelah digunakan.
25. Pemanas spiritus
Pembakar spirtus termasuk alat pemanas dalam kegiatan praktikum kimia. Pembakar
spirtus berbentuk labu kaca berisi alkohol, spirtus, atau sejenisnya yang dinyalakan
dengan korek api di ujung sumbunya
26. Bola hisap

Bola hisap adalah alat laboratorium yang berupa bola bertangkai yang digunakan untuk
membantu proses pengambilan cairan.
27. Botol semprot
adalah alat yang terbuat dari plastik, digunakan sebagai tempat menyimpan larutan atau
zat cair, menyemprot dan menambahkan akuades dalam jumlah sedikit, membilas dan
menetralisir peralatan-peralatan yang akan digunakan
28. PH meter

adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat asam-basa suatu larutan. Alat ini
digunakan di laboratorium untuk mengukur derajat keasaman (pH) suatu larutan, apakah
larutan tersebut tergolong asam, basa atau netral
29. Mortar dan Pestle
adalah alat yang digunakan untuk menghancurkan suatu bahan atau sample seperti daun,
akar, seedling, biji, dan lain-lain, untuk tujuan isolasi DNA, RNA, atau protein. Mortar
adalah bagian wadahnya, sedangkan pestle adalah bagian batang yang dipegang.
30. Kondensor

Kondensor atau pendingin balik adalah peralatan gelas laboratorium yang digunakan
untuk proses repruk (pemanasan dengan pendingin balik) dalam proses distilasi.
31. Pipet tetes

Pipet tetes merupakan jenis pipet yang digunakan untuk memindahkan larutan dari suatu wadah
ke wadah lain dengan jumlah yang sangat sedikit dan dengan tingkat ketelitian pengukuran
volume yang sangat rendah. Umumnya pipet tetes digunakan untuk memindahkan cairan dari
suatu wadah ke wadah yang lain.

Anda mungkin juga menyukai