Anda di halaman 1dari 4

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
Jl. Williem Iskandar Psr. V Medan Estate, Telp. 6622925, Medan 20731,
Sumatera Utara, Indonesia. Email : fitk@uinsu.ac.id

Nama : Aqwal Sabillah Purba


Nim : 0301181003
Mata Kuliah : Isu-Isu Aktual dalam Pendidikan
Semester / Jurusan : VII / PAI-5
Dosen : Dr. Ahmad Darlis, M.Pd.I
Jenis Tugas : Tugas Mandiri (Analisis Regulasi)

KEPUTUSAN DIEKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM


NOMOR 3909 TAHUN 2021
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN
BANTUAN OPERASIONAL PENDIDIKAN AL QURAN
TAHUN ANGGARAN 2021

A. Latar Belakang

Pertimbangan Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3909 Tahun 2021
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Al Quran Tahun
Anggaran 2021 adalah untuk menyesuakan dengan praturan perundang undangan maka
perlunya pergantian terhadap Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7351
Tahun 2020 dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas Al Quran serta peningkatan layanan
pendidikan Al Quran.

B. Pengertian Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3909 Tahun 2021
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Al Quran
Tahun Anggaran 2021

Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3909 Tahun 2021 tentang Petunjuk
Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Al Quran Tahun Anggaran 2021
menyebutkan bahwa bantuan operasional pendidikan Al Quran adalah program bantuan
pendidikan islam yang diberikan kepada lembaga pendidikan Al Quran dengan maksud untuk
membantu pendanaan biaya operasional pendidikan pada pendidikan Al Quran.
Penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan Al-Quran dapat digunakan untuk
membiayai komponen-komponen sebagai berikut:
1. Pembelian/pengadaan buku ajar, buku pengayaan, dan buku bacaan santri;
2. Pembayaran honor bulanan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan maksimal 50 %;
3. Belanja bahan habis pakai; bahan praktikum, buku induk santri, buku inventaris, buku
raport, administrasi ustadz dan santri, alat tulis kantor (termasuk tinta printer, CD dan
flasdisk) dan belanja bahan kegiatan lainnya, minuman/konsumsi, Alat-alat kebersihan
lembaga);
4. Langganan daya dan jasa (listrik, air, telepon, internet [fixed/mobile modem), baik dengan
cara berlangganan maupun prabayar, pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk
pemasangan baru);
5. Pembinaan dan penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan;
6. Penyelenggaraan kegiatan pembinaan kesantrian;
7. Pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana lembaga.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI


mengemban amanat konstitusi untuk meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan Al-Quran.
Salah satunya diwujudkan Bantuan Operasional Pendidikan Al-Quran untuk mendukung
kelancaran proses belajar mengajar. Dengan demikian berarti bahwa negara hadir untuk
memenuhi hajat komunitas Pendidikan Al-Quran.

C. Dasar Hukum Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3909 Tahun
2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Al
Quran Tahun Anggaran 2021

Dasar hukum Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3909 Tahun 2021
tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Al Quran Tahun
Anggaran 2021 adalah:
1. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 822);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4286);
D. Tujuan dan Fungsi Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3909
Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan
Al Quran Tahun Anggaran 2021

Pengelolaan bantuan operasional pendidikan Al quran dikelola berdasarkan asas dan tujuan
penyelenggaraan lembaga pendidikan Al Quran sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Pengelolaan bantuan operasional pendidikan Al Quran dikelola untuk
pengembangan Tujuan pendidikan Al Quran yang meliputi:
1. Petunjuk Teknis ini bertujuan agar penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan Al-Quran
Tahun Anggaran 2021 dapat dilaksanakan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif,
transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
2. Untuk meringankan biaya operasional pendidikan pada Lembaga Pendidikan Al-Quran.
3. Untuk mengurangi angka putus belajar bagi santri yang kurang mampu.
4. Untuk memberikan kesempatan yang setara bagi santri kurang mampu untuk
mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.

E. Hasil Analisis Terhadap Keputusan Diektur Jenderal Pendidikan Islam Nomor


3909 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional
Pendidikan Al Quran Tahun Anggaran 2021

Berdasarkan penjelasan diatas diketahui bahwasannya penyusunan keputusan pendidikan


islam ini dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dengan melibatkan para pihak dari
lintas kementerian/lembaga negara dan stakeholders lembaga pendidikan Al Quran. Dengan
terbitnya Praturan ini, pemerintah daerah juga bisa mengalokasikan anggaran untuk
membantu Lembaga pendidikan Al Quran dalam mengembangkan mutu dan kualitas
penddikan Al Quran, meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat lembaga pendidikan Al
Quran.
Pemerintah melalui keputusan jendral pendidikan islam tersebut mendefinisikan bantuan
operasional pendidikan Al Quran merupakan program bantuan pendidikan islam yang
diberikan kepada lembaga pendidikan Al Quran dengan maksud untuk membantu pendanaan
biaya operasional pendidikan pada pendidikan Al Quran. Pemberian bantuan operasional
pendidikan ini diberikan untuk membantu penyelenggaraan fungsi pendidikan al quran,
dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat. Terkait perkembangan pendidikan Al Quran,
Menag menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Menteri Keuangan
(Menkeu) selaku pengelola Dana bantuan operasional pendidikan. Pasalnya, keputusan
jenderal pendidikan yang sebelumnya telah disepakati tidak berjalan baik dan belum
mencapai tujuan yang diharapkanm berdasarkan undang undang yang berlaku maka
dibentukla keputusan yang baru, nantinya keputusan ini diharapkan dapat memenuhi tujuan
yang sudah direncakan dan disesuaikan dengan praturan perundang undangan.
Hal ini menjadi langkah positif sebab selama ini ada keraguan sejumlah pemda
mengalokasikan anggaran operasional lembaga pendidikan Al Quran, lantaran pos pendidikan
keagamaan dianggap sebagai urusan pusat atau Kementerian Agama (Kemenag). Menurut saya,
regulasi ini akan diterima baik dikalangan masyarakat, karena terdapat nya persamaan
kesetaraan pemberian dana operasional pendidikan terhadap sekolah sekolah agama . ini
merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kepedulian pengembangan pendidikan dan
keberhasilanya pendidikan Al Quran dikalangan masyrakat. Kemeng mengatakan dalam upaya
perhatian kepada pesantren pihaknya tentu berharap agar urusan administrasi dan segala
turunnya tidak dibebankan kepada para pihak lembaga. Sebab, banyak lembaga pendidikan yang
memang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah dalam hal pengembangan infrastruktur
sekolah dan memenuhi standarasisasi sistem pendidikan sekolah.

Menurut saya, hendaknya pemerintah, aparat, kader partai politik dan siapapun merekalah
yang seharusnya mengurusi dan menangani perkembangan pendidika Al Quran baik di
madrasah maupun di pesantren hendaknya saling bekerja sama dalam mengembangkan dan
menerapkan pendidika islam, jikalau semua dibebankan kepada lembaga dan tidak adanya
bantuan dari luar lembaga, yang akan terjadi nantinya lembaga ini akan berkembang sangat
lambat bahkan akan tertinggal dari lembaga lain yang mendapatkan bantuan operasional dari
pemerintah.

Dengan adaya bantuan operasional ini diharapkan perkembangan pendidikan al quran ini
tidak hanya dimadrasah dan pesantren, pendidikan al quran ini seharusnya sudah bisa diterapkan
di sekolah umum, mengingat menurunnya ahklak siswa pada zaman sekarang khususnya pada
siswa yang berasal bukan dari sekolah islam dan semoga dengan adanya pendidikan al quran ini
nantinya dapat memperbaiki karakter siswa dalam segala aspek.