Anda di halaman 1dari 3

Kepemimpinan pendidikan

ELMI SANTIKA 18005007


Universitas Pegeri Padang
E-mail ; elmisantika714@gmail.com
lain atau kelompok agar dapat menerima pengaruh
tersebut dan selanjutnya terbuat sesuatu yang dapat
membantu tercapainya suatu tujuan tertentu yang telah
ditetapkan.
This article aims to find out what the leaders of
education mean,know how the fun of educational Beberapa definisi kepemimpinan yang dikutip dari
leadership,know the types of educational leadership and Purwanto, 2012:26-27 adalah:
know the principal’s leadership style.this article
1. Kepemimpinan adalah kekuatan (power) yang
usesresearch literature techniques,by gathering resource
didasarkan atas tabiat atau watak yang memiliki kekuasaan
frm books as a student studying in education,it is very
lebih, biasanya bersifat normatif (Etzoni),
important to know leadership in education,to facilitate
the teaching and learning process. 2. Pemimpin adalah individu di alam kelompok yang
Keywords:leadership ,education ,administratin memberikan tugas- tugas pengarahan dan pengordinasian
yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok (Fiedler),
I PENDAHULUAN
3. Kepemimpinan dalam organisasi-organisasi berarti
Kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan untuk
penggunaan kekuasaan dan pembuatan keputusan-keputusan
menggerakkan pelaksanaan pendidikan, sehingga tujuan
(Dubin),
pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercepai secara
efektif dan efisien. 4. Hakikat kepemimpinan organisasi adalah
penambahan pengruh terhadap dan di atas pelaksanaa
Sebuah sekolah adalah organisasi yang kompleks dan mekanis pengarahan-pengarahan rutin dari suatu organisasi
unik, sehingga memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. (Ketz dan Kahn),
Untuk membantu para kepala sekolah di dalam
5. Kepemimpinan terjadi di dalam kelompok dua
mengorganisasikan sekolah secara tepat, diperlukan adanya
orang yang lebih, dan pada umumnya melibatkan pemberian
satu esensi pemikiran yang teoretis, seperti kepala sekolah
pengaruh terhadap tingkah laku anggota kelompok dalam
harus bisa memahami teori organisasi formal yang
hubungannya dengan pencapaian tujuan-tujuan kelompok
bermanfaat untuk menggambarkan kerja sama antara
(House dam Baetz).
struktur dan hasil sekolah. Oleh sebab itu dikatakan bahwa”
keberhasilan sekolah adalah sekolah yang memiliki Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
pemimpin yang berhasil. kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian
kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk di
dalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana
dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka
II METODE PENELITIAN
mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan
Artikel ilmiah hendaknya disusun dengan metode dan kepadanya.
langkah-langkah yang sistematis untuk memudahkan
melakukan penelitian. Pada artikel ini, peneliti menggukan Hakikat dan arti kepemimpinan dapat didasarkan atas
metode studi literatur dengan cara mengumpulkan literatur tiga komponen yaitu (1) ciri atau sifat lembaga atau jabatan,
(bahan-bahan materi) yang bersumber dari buku, jurnal, dan (2) tabiat atau watak seseorang, dan (3) kategori tingkah
sumber lainnya terkait ilmu tentang Administrasi laku aktual. Katz dan Kahn (dalam Purwanto, 2012:27).
Pendidikan. Kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan untuk
menggerakkan pelaksanaan pendidikan, sehingga tujuan
III KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN
pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercepai secara
A. Pengertian Kepemimpinan Pendidikan efektif dan efisien.
Kepemimpinan secara umum didefinisikan sebagai B. Fungsi Kepemimpinan Pendidikan
kemampuan dalam kesiapan yang dimiliki seseorang untuk
dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, 1.Fungsi utama pemimpin pendidikan adalah kelompok
menggerakkan, mengarahkan, dan jika perlu memaksa orang untuk belajar memutuskan dan bekerja, antara lain :
a. Pemimpin membantu terciptanya suasana persaudaraan,
kerjasama, dengan penuh rasa kebebasan.
Page 1
Administrasi ketatausahaan sekolah
b. Pemimpin membantu kelompok untuk mengorganisir diri kepadabawahannya.Semua perintah, pemberian tugas
yaitu ikut serta dalam memeberikan rangsangan dan bantuan dilakukan tanpa mengadakan konsultasi sebelumnya dengan
kepada kelompok dalam menetapkan dan menjelaskan orang-orang yang dipimpinnya.
tujuan.
c. Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan 2.Tipe Laissez faire (laissez-faire style of leadership)
prosedur kerja, yaitu membantu kelompok dalam
Pada tipe “laissez faire” ini, pemimpin memberikan
menganalisis situasi untuk kemudian menetapkan prosedur
kebebasan yang seluas-luasnya kepada setiap anggotastaf di
mana yang paling praktis dan efektif.
dalam tata prosedure dan apa yang akan dikerjakan untuk
d. Pemimpin bertanggungjawab dalam mengambil
pelaksanaan tugas-tugas jabatan mereka. Mereka mengambil
keputusan bersama dengan kelompok. Pemimpin memberi
keputusan dengan siapa ia hendak bekerjasama. Dalam
kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari
penetapannya menjadi hak sepenuhnya dari anggota
pengalaman Pemimpin mempunyai tanggungjawab untuk
kelompok atau staf lembaga pendidikan itu.
melatih kelompok menyadari proses dan isi pekerjaan yang
dilakukan dan berani menilai hasilnya secara jujur dan 3. Tipe demokratis (democratic style of leadership)
objektif.
e. Pemimpin bertanggungjawab dalam mengembangkan dan Dalam tipe kepemimpinan ini seorang pemimpin selalu
mempertahankan eksistensi organisasi mengikut sertakan seluruh anggota kelompoknya dalam
mengambil keputusan, kepala sekolah yang bersifat
2. Fungsi kepemimpinan pendidikan yang
demikian akan akan selalu menghargai pendapat
berhubungan dengan penciptaan suasana pekerjaan yang
anggota/guru-guru yang ada dibawahnya dalam rangka
sehat, antara lain:
membina sekolahnya.
(a) Memupuk dan memelihara kesediaan kerjasama
didalam kelompok demi tercapainya tujuan bersama, Dalam hasil research itu menunjukkan bahwa untuk
mencapai kepemimpinan yang demokratis, aktivitas
(b) menanamkan dan memupuk perasaan pada anggota
pemimpin harus:
masing-masingmelalui penghargaan terhadap usaha-
usahanya, a. Meningkatkan interaksi kelompok dan perencanaan
kooperatif.
(c) mengusahakan suatu tempat pekerjaan yang
menyenangkan baik ruangan, baik fasilitas maupun situasi, b. Menciptakan iklim yang sehat untuk perkembangan
individual dan memecahkan pemimpin-pemimpin yang
(d) menggunakan kelebihan-kelebihan yang terdapat
potensial.
pada pimpinan untuk memberi sumbangan dalam kelompok
menuju pencapaian tujuan bersama. Hasil ini dapat dicapai apabila ada partisipasi yang aktif
dari semua anggota kelompok yang berkesempatan untuk
secara demokratis memberi kekuasaan dan tanggungjawab.
C. Tipe-Tipe Kepemimpinan Pendidikan
Pemimpin demokratis tidak melaksanakan tugasnya
Konsep seorang pemimpin pendidikan tentang sendiri. Ia bersifat bijaksana di dalam pembagian pekerjaan
kepemimpinan dan kekuasaaan yang memproyeksikan diri dan tanggung jawab. Dapat dikatakan bahwa tanggung
dalam bentuk sikap kepemimpinan, sifat dan kegiatan yang jawab terletak pada pundak dewan guru seluruhnya,
dikembangkan dalam lembaga pendidikan yang akan termasuk pemimpin sekolah. Ia bersifat ramah dan selalu
dipimpinnya sehingga akan mempengaruhi kualitas hasil bersedia menolong bawahannya dengan nasehat serta
kerja yang akan dicapai oleh lembaga pendidikan tersebut. petunjuk jika dibutuhkan.
Bentuk-bentuk kepemimpinan sering kita jumpai dalam
kehidupan masyarakat sehari-hari. Tetapi disekolahpun
D. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah
terdapat berbagai macam tipe kepemimpinan ini. Sebagai
pemimpin pendidikan yang officiat leader, yang cara kerja J. Knezevich (dalam Soetopo, 2010) adalah: (1)
dan cara bergaulnya dapat dipertanggungjawabkan dan bisa kepemimpinan simbolik yang mempunyai ciri:
menggerakkan orang lain untuk turut serta mengerjakan
sesuatu yang berguna bagi kehidupannya. Berdasarkan sifat ramah, jujur, besemangat, kreatif, tabah, bijaksana,
dan konsep kepemimpinan maka ada tiga tipe pokok cerdas, humoris, lemah lembut, dan ada yang
kepemimpinan yaitu: mempertimbangkan bentuk tubuh, (2) kepemimpinan
1. Tipe otoriter (the autocratic style of leadership) formal (karena posisi, gelar, jabatan, puncak hierarkhi,
kuasa), dan (3) kepemimpinan fungsional
Pada kepemimpinan yang otoriter, semua kebijakan
atau“policy” dasar ditetapkan oleh pemimpin sendiri dan (karena peranan, fungsi, dan kemanfaatan bagi kelompok).
pelaksanaan selanjutnya ditugaskan
Page 2
Administrasi ketatausahaan sekolah
Menurut Wahjosumidijo ada empat pola perilaku pekerjaan resmi; dan (2) hubungan pribadi atau hubungan
kepemimpinan yang lazim disebut gaya kepemimpinan yaitu informal atau hubungan personel, ialah hubungan yang tidak
perilaku instruktif, konsulatif, partisipatif, dan delegatif. didasarkan atas tugas resmi atau pekerjaan, tetapi lebih
bersifat kekeluargaan.
a. Perilaku instruktif adalah komunikasi satu arah,
pimpinan membatasi peranan bawahan, pemecahan masalah Yang menjadi inti dalam hubungan ini, apakah itu
dan pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab hubungan fugsional atau hubungan
pemimpin pelaksanaan pekerjaan diawasi dengan ketat.
personal, adalah saling menghargai. Bawahan
b. Perilaku konsultatif adalah pemimpin yang masih menghargai atasan dan sebaliknya atasanpun harus
memberikan instruksi yang cukup besar serta menentukan menghargai bawahan.
keputusan, diharapkan komunikasi dua arah dan
3. Keterampilan dalam proses kelompok
memberikan supportif terhadap bawahan, pemimpin mau
mendengar keluhan dan perasaan bawahan dalam Maksud utama dari proses kelompok ialah bagaimana
mengambil keputusan, bantuan terhadap bawahan meningkatkan partisipasi anggota-anggota kelompok
ditingkatkan tetapi pelaksanaa keputusan tetap pada setinggi-tingginya sehingga potensi yang dimiliki para
pemimpin. anggota kelompok itu dapat diefektifkan secara maksimal.
Inti dari proses kelompok adalah hubungan insani dan
c. Perilaku partisipatif adalah control atas pemecahan
tanggungjawab bersama. Pemimpin harus jadi penengah,
masalah dan pengambilan keptusan antar pimpinan dan
pendamai, moderator dan bukan menjadi hakim.
bawahan yang seimbang, pemimpin dan bawahan juga
sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan 4. Keterampilan dalam administrasi personil.
pengambilan keputusan, komunikasi dua arah makin Administrasi personil mencakup segala usaha untuk
meningkat, pemimpin mendengarkan secara intensif keluhan menggunakan keahlian dan kesanggupan yang dimiliki oleh
bawahannya, keikutsertaan bersama dalam pemecahan dan petugas-petugas secara efektif dan efisien. Kegiatan dalam
pengambilan keputusan makin bertambah. administrasi personil ialah : seleksi, pengangkatan,
d. Perilaku delegatif adalah pemimpin mendiskusikan penempatan, penugasan, orientasi,
masalah yang dihadapinya dengan bawahan dan selanjutnya
IV KESIMPULAN
mendelegasikan pengambilan keputusan seluruhnya kepada
bawahan, bawahan diberi hak menentukan langkah-langkah Sebagai seorang pemimpin kependidikan seharusnya
bagaiman keputusan dilaksanakan, dan bawahan diberikan mengetahui dan memahami apa itu
wewenang untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan kepemimpinan,bagaimana cara menjadi seorang pemimpin
keputusan sendiri. dan juga memahami tipe-tipe kepemimpinan yang telah
dipaparkan sebelumnya.
E.Keterampilan yang Harus Dimiliki Pemimpin
Daftar Pustaka
Seorang pemimpin harus mempunyai keterampilan. Di Afriansyah, H. (2019). Administrasi Peserta Didik. Padang.
bawah ini akan diuraikan . https://doi.org/10.17605/OSF.IO/NRXH8

beberapa keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang Aniatih, 2014. “Pengertian Pemimpin,keterampilan dan
pemimpin pendidikan. Kepemimpinan”. (Online).
Keterampilan-keterampilan tersebut adalah :
Prasetyo, Adhi. 2014. Fungsi dan Peranan Kepemimpinan
Pendidikan. (Online).
1. Keterampilan dalam memimpin
http://www.duniainformatikaindonesia.blogspot.com.
Pemimpin harus menguasai cara-cara kepemimpinan,
(diakses 25 November 2014).
memiliki keterampilan memimpin supaya dapat bertindak
sebagai seorang pemimpin yang baik. Untuk hal itu antara Purwanto, Ngalim. 2012. Administrasi dan Supervisi
lain ia harus menguasai bagaimana caranya : menyusun Pendidikan. Bandung: P.T.Remaja Rosdakarya.
rencana bersama, mengajak anggota berpartisipasi, memberi
bantuan kepada anggota kelompok, memupuk “morale”
kelompok,
2. Keterampilan dalam hubungan insani
Hubungan insani adalah hubungan antar manusia. Ada
dua macam hubungan yang biasa kita hadapi dalam
kehidupan sehari-hari: (1) hubungan fungsional atau
hubungan formal, yaitu hubungan karena tugas resmi atau

Page 3
Administrasi ketatausahaan sekolah