Anda di halaman 1dari 8

ETIKA PERGAULAN ISLAMI

Islam merupakan agama yang santun, sebab dalam islam sangat menjunjung tinggi moral. Inti
ajaran islam adalah mengadakan bimbingan bagi kehidupan mental dan jiwa manusia. Karena
dalam bidang inilah terletak hakikat manusia. Sehingga sikap mental dan kehidupan jiwa itulah
yang menentukan kehidupan lahir. Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Sesungguhnya aku
diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (H.R Bukhari, Ahmad).Hal inilah
yang melatarbelakangi untuk membuat makalah “Etika pergaulan dalam islam”
A. Sejarah Perkembangan Etika Periode Bangsa Arab Bangsa arab pada zaman jahiliah tidak
mempunyai ahli-ahli filsafat yang mengajak kepada aliran atau faham tertentu sebagaimana
Yunani, seperti Epicurus, Zeno, Plato, dan Aristoteles. Hal itu terjadi karena penyelidikan ilmu
tidak terjadi kecuali di Negara yang sudah maju. Waktu itu Bangsa Arab hanya memiliki ahli-
ahli hikmat dan sebagai ahl syair. Yang memerintahankan kepada kebaikan dan mencegah
kemungkaran, mendorong menuju keutamaan, dan menjauhkan diri dari kerendahan yang
terkenal pada zaman mereka. (H.A. Mustofa 1999 : 46). Namun sejak kedatangan islam, agama
yang mengajak kepada orang-orang untuk percaya kepada Allah, sumber segala sesuatu
diseluruh alam. Allah memberi jalan kepada manusia jalan yang harus diseberangi. Allah juga
menetapkan keutamaanseperti benar dan adil, yang harus dilaksanakannya, dan menjadikan
kebahagiaan didunia dan kenikmatan diakhirat, sebagai pahala bagi orang yang mengikutinya. Di
antara ayat Al quran yang berbicara mengenai etika adalah : sesungguhnya Allah menyuruh
( kamu ) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang
dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dya memberi pengajaran kepadamu agar
kamu dapat mengambil pelajaran. ( QS. An-Nahl : 90 ) 2 ‫ق ِمن َّربِّ ُك ْم فَ َمن َشآ َء فَ ْليُْؤ ِمن َو َمن َشآ َء‬ ُّ ‫َوقُ ِل ْال َح‬
ً ْ َّ َ ِ‫فَ ْليَ ْكفُرْ ِإنَّآ ْعتَ ْدنَا لِلظالِ ِمينَ نَارًا َحاط بِ ِه ْم ُس َرا ِدقهَا َوِإن يَ ْست َِغيثوا يُغَاثوا بِ َمآ ٍء َكال ُم ْه ِل يَش ِوي ال ُوجُوهَ ب‬
{ ‫س الش َرابُ َو َسآ َءت ُمرْ تَفَقا‬ ‫ْئ‬ ْ ْ ْ ُ ُ ُ َ ‫َأ‬ َّ ‫َأ‬
}29 Artinya : Dan katakanlah:’’kebenaran itu datangnya dari tuhanmu;maka barang siapa yang
ingin (beriman) hendaklah ia beriman,dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir’’.
Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya
mengepung mereka. Dan jika meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air
seperti besi yang mendidih yang manghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan
tempat istirahat yang paling jelek (QS. AL-KHAFI (18) 29) Jadi Bangsa Arab pada masa itu,
telah puas mengambil etika dari agama dan tidak merasa butuh untuk menyelidiki mengenai
dasar baik dan buruk. Oleh karna itu, agama banyak menjadi dasar buku-buku yang dilukiskan
dalam etika. Seperti buku karya Al-Ghazali dan Al-Mawardi. Yang termasuk melakukan
penyelidikan tentang akhlak dengan berdasarkan ilmu pengetahuan adalah Abu Nasr Al-Farabi,
yang meninggal pada tahun 339 H. Demikian juga Ikhwanus Sofa, didalam risalah brosurnya,
dan Abu ‘Ali ibnu Sina (370-428 H). Mereka telah mempelajari Filsafat Yunani, terutama
pendapat mengenai akhlak. (Ahmaddamin, 1975). Penyelidik Bangsa Arab yang terbesar
mengenai Etika adalah Ibnu Maskawayh, yang wafat pada 421 H. Dia mencampurkan ajaran
Plato, Aristoteles, Galinus, dengan ajaran islam. Ajaran Aristoteles banyak termasuk 3 dalam
kitabnya, terutama dalam penyelidikan tentang jiwa. (Ahmad Mahmus Shubhi, 1992: 17). Etika
Periode Abad Modern Pada akhir abad lima belas, Eropa mulai bangkit. Ahli pengetahuan mulai
menyuburkan Filsafat Yunani kuno. Begitu juga dengan Itali, lalu berkembang keseluruh Eropa.
Pada masa ini, segaala sesuatu dikencam dan diselidiki, sehinga tegaklah kemerdekaan
berfikir.Dan mulai melihat segala sesuatu dengan pandangan yang baru,dan
mempertimbangkannya dengan ukuran yang baru. Discartes,seorang ahli filsafat prancis(1596-
19650), termasuk pendiri filsafat baru. Untuk ilmu pengetahuan, ia menetapkan dasar-dasar
sebagai berikut : 1. Tidak menerima sesuatu yang belum diperiksa akal dan nyata adanya. Dan
apa yang tumbuhnya dari adat kebiasaan saja, wajib ditolak. 2. Di dalam penyelidikan harus kita
mulai dari yang sekecil-kecilnya, lalu meningkat ke hal-hal yang lebih besar. 3. Jangan
menetapkan sesuatu hukum akan kebenaran suatu hal sehingga menyatakan dengan ujian. (H.A.
Mustofa, 19999:51)

B. ETIKA PERGAULAN REMAJA DALAM PANDANGAN ISLAM


Etika adalah suatu ajaran yang berbicara tentang baik dan buruknya yang menjadi ukuran
baik buruknya atau dengan istilah lain ajaran tenatang kebaikan dan keburukan, yang
menyangkut peri kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia, dan
alam. Dari segi etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani,ethos yang berarti watak kesusilaan
atau adat. Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang azaz-
azaz akhlak (moral). Dari pengertian kebahasaan ini terlihat bahwa etika berhubungan dengan
upaya menentukan tingkah laku manusia. 4 Adapun arti etika dari segi istilah, telah dikemukakan
para ahli dengan ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya. Menurut para
ulama’ etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang
seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam
perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat.
Berbicara tentang remaja selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya, sekarang
ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari
perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti pencurian dan
perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sekarang
lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi sekarang
terpaan media informasi di abad millennium ini semakin merambah dengan cepat. Di daerah
yang tidak diduga sekalipun bahkan terpencil ada saja tempat untuk pemutaran film-film porno.
Rental VCD bertebaran di setiap tempat, belum lagi media cetak yang demikian bebas
mengumbar informasi sensual dan kemesuman. Satu masalah yang perlu mendapat perhatian
serius adalah bebasnya hubungan antar jenis diantara pemuda yang nantinya menjadi tonggak
pembaharuan. Islam sangat memperhatikan masalah ini dan banyak memberikan rambu-rambu
untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa muda. Suatu masa yang akan ditanya Allah di hari
kiamat diantara empat masa kehidupan di dunia ini. Islam telah mengatur etika pergaulan remaja.
Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu
perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku
yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah : 1. Menutup Aurat Islam telah mewajibkan laki-
laki dan perempuan untuk menutup 5 aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati.
Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang
yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak
membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah. Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh
antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan
kedua telapak tangan. Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga
memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus
pandang. 2. Menjauhi perbuatan zina Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di
perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah
agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh
nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada
kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku
maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
dan suatu jalan yang buruk” Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar
dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut : Laki-laki tidak boleh
berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di
tempat sepi maka yang ketiga adalah syetan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan,
dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu syetan. Laki-laki dan
perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang
dilarang dalam islam adalah 6 sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi
bersentuhan yang tidak disengaja tanpa disertai nafsu birahi tidaklah dilarang.

C. Tata cara pergaulan remaja Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan
remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan
remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi: a. Mengucapkan Salam Ucapan
salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a.
Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut. b. Meminta Izin Meminta
izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita
hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu. c.
Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda Remaja sebagai orang yang
lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka.
Selain itu, remaja juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling
penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan
penuh kasih sayang. 7 Artinya : orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. sebab itu,
damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudara kalian itu dan bertaqwa terhadap
allah, supaya kalian mendapat rahmat. Artinya : hai orang-orang yang beriman, janganlah
sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu
lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan
lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela diri kalian
sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk
panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat,
maka mereka itulah orang-orang zalim. 8 Artinya : hai orang-orang yang beriman, jauihilah
kebanyakan purba-sangka (kecurigaan) karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan
janganla cari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah
seseorang diantara kalian yang suka memakan daging sodaranya yang sudah mati ? maka
tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
maha penerima taubat lagi Maha Penyayang. ‫يَآَأيُّهَا النَّاسُ ِإنَّا َخلَ ْقنَا ُكم ِّمن َذ َك ٍر وُأنثَى َو َج َع ْلنَا ُك ْم ُشعُوبًا َوقَبَآِئ َل ِإ َّن‬
}13{ ‫ َأكْ َر َم ُك ْم ِعن“ َد هللاِ َأ ْتقَ““ا ُك ْم ِإ َّن هللاَ َعلِي ٌم خَ بِ““ي ٌر‬Artinya : hai manusia sesungguhnya kami menciptakan
kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia
diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kalian. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ( Q.s Al-Hujurat : 10-13 ) d. Bersikap santun dan tidak
sombong Dalam bergaul, penekanan perilaku yang baik sangat ditekankan agar teman bisa
merasa nyaman berteman dengan kita. Kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat
lebih dari temannya sungguh tidak diterapkan dalam islam bahkan sombong merupakan sifat
tercela yang dibenci Allah. e. Berbicara dengan perkataan yang sopan Islam mengajarkan bahwa
bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan
gaya yang wajar . f. Tidak boleh saling menghina 9 Menghina / mengumpat hukumnya dilarang
dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman. g.
Tak boleh saling membenci dan iri hati Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi
kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati
merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketenangan serta merupakan
sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia. h. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang
bermanfaat Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan
bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu
menjadi 3 bagian yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan
sepertiga lagi untuk orang lain. i. Mengajak untuk berbuat kebaikan Orang yang memberi
petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang
melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih
sayang terhadap teman.

D. Hal – Hal Yang Mempengaruhi Timbulnya Kenakalan Remaja Kenakalan remaja dapat
ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya adalah: 1. Pengaruh Kawan Sepermainan
Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi tersendiri.
Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat
memiliki teman dari kalangan terbatas. Misalnya, anak orang yang paling kaya di kota itu, anak
pejabat pemerintah setempat bahkan mungkin pusat atau pun anak 10 orang terpandang lainnya.
Di jaman sekarang, pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si remaja saja
tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya
mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu tersebut. Padahal, kebanggaan ini adalah semu
sifatnya. Malah kalau tidak dapat dikendalikan, pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan
nantinya. Sebab kawan dari kalangan tertentu pasti juga mempunyai gaya hidup yang tertentu
pula. Apabila si anak akan berusaha mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua
tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul frustrasi, maka
remaja kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik, obat terlarang, dan lain
sebagainya.Pengaruh kawan ini memang cukup besar. Dalam Mangala Sutta, Sang Buddha
bersabda: “Tak bergaul dengan orang tak bijaksana, bergaul dengan mereka yang bijaksana,
itulah Berkah Utama”. Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk
apabila dibungkus dengan selembar daun maka daun itupun akan berbau busuk. Sedangkan bila
sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya.
Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk
watak dan kepribadian seseorang ketika remaja, khususnya. Oleh karena itu, orangtua para
remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul.
Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul
yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya.
Untuk menghindari masalah yang akan timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk
mempunyai teman bergaul yang sesuai, orangtua hendaknya juga memberikan kesibukan dan
mempercayakan sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian 11
tanggung jawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun mengada-ada. Berilah
pengertian yang jelas dahulu, sekaligus berilah teladan pula. Sebab dengan memberikan
tanggung jawab dalam rumah akan dapat mengurangi waktu anak ‘kluyuran’ tidak karuan dan
sekaligus dapat melatih anak mengetahui tugas dan kewajiban serta tanggung jawab dalam
rumah tangga. Mereka dilatih untuk disiplin serta mampu memecahkan masalah sehari-hari.
Mereka dididik untuk mandiri. Selain itu, berilah pengarahan kepada mereka tentang batasan
teman yang baik. Dalam Digha Nikaya III, 188, Sang Buddha memberikan petunjuk tentang
kriteria teman baik yaitu mereka yang memberikan perlindungan apabila kita kurang hati-hati,
menjaga barang-barang dan harta kita apabila kita lengah, memberikan perlindungan apabila kita
berada dalam bahaya, tidak pergi meninggalkan kita apabila kita sedang dalam bahaya dan
kesulitan, dan membantu sanak keluarga kita. Sebaliknya, dalam Digha Nikaya III, 182
diterangkan pula kriteria teman yang tidak baik. Mereka adalah teman yang akan mendorong
seseorang untuk menjadi penjudi, orang yang tidak bermoral, pemabuk, penipu, dan pelanggar
hukum. 2. Pendidikan Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas
orangtua kepada anak seperti yang telah diterangkan oleh Sang Buddha dalam Digha Nikaya III,
188. Agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, pilihkanlah sekolah yang bermutu.
Selain itu, perlu dipikirkan pula latar belakang agama pengelola sekolah. Hal ini penting untuk
menjaga agar pendidikan Agama Buddha yang telah diperoleh anak di rumah tidak kacau dengan
agama yang diajarkan di sekolah. Berilah pengertian yang benar tentang adanya beberapa agama
di dunia. Berilah pengertian yang baik dan bebas dari kebencian tentang alasan orangtua memilih
agama Buddha serta alasan seorang anak harus mengikuti agama orangtua, Agama
Buddha.Ketika anak telah berusia 17 12 tahun atau 18 tahun yang merupakan akhir masa remaja,
anak mulai akan memilih perguruan tinggi. Orangtua hendaknya membantu memberikan
pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Arahkanlah agar anak memilih jurusan sesuai
dengan kesenangan dan bakat anak, bukan semata-mata karena kesenangan orang tua. Masih
sering terjadi dalam masyarakat, orangtua yang memaksakan kehendaknya agar di masa depan
anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orangtua. Pemaksaan ini tidak
jarang justru akan berakhir dengan kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang
berhasil mengikuti kehendak orangtuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil
dan kemudian menjadi kecewa, frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali.
Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa mengenal waktu
bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang. Anak pasti juga
mempunyai hobi tertentu. Seperti yang telah disinggung di atas, biarkanlah anak memilih jurusan
sekolah yang sesuai dengan kesenangan ataupun bakat dan hobi si anak. Tetapi bila anak tersebut
tidak ingin bersekolah yang sesuai dengan hobinya, maka berilah pengertian kepadanya bahwa
tugas utamanya adalah bersekolah sesuai dengan pilihannya, sedangkan hobi adalah kegiatan
sampingan yang boleh dilakukan bila tugas utama telah selesai dikerjakan. 3. Penggunaan Waktu
Luang Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha
menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu
luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu
luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif,
hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka
lingkungan dapat terganggu. 13 Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja.
Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk
menarik perhatian lingkungannya. Perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orangtuanya
maupun kawan sepermainannya. Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng berbahaya
adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa
lampu dimalam hari, mencuri, merusak, minum minuman keras, obat bius, dan
sebagainya.Munculnya kegiatan iseng tersebut selain atas inisiatif si remaja sendiri, sering pula
karena dorongan teman sepergaulan yang kurang sesuai. Sebab dalam masyarakat, pada umunya
apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh
lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si remaja, akhirnya
mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Akhirnya ia terjerumus. Tersesat. Oleh
karena itu, orangtua hendaknya memberikan pengarahan yang berdasarkan cinta kasih bahwa
sikap iseng negatif seperti itu akan merugikan dirinya sendiri, orangtua, maupun lingkungannya.
Dalam memberikan pengarahan, orangtua hendaknya hanya membatasi keisengan mereka.
Jangan terlalu ikut campur dengan urusan remaja. Ada kemungkinan, keisengan remaja adalah
semacam ‘refreshing’ atas kejenuhannya dengan urusan tugas-tugas sekolah. Dan apabila anak
senang berkelahi, orangtua dapat memberikan penyaluran dengan mengikutkannya pada satu
kelompok olahraga beladiri. Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan
remaja, ada baiknya pula orangtua ikut memikirkannya pula. Orangtua hendaknya jangan hanya
tersita oleh kesibukan sehari-hari. Orangtua hendaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan materi
remaja saja. Orangtua hendaknya juga memperhatikan perkembangan batinnya. Remaja, selain
14 membutuhkan materi, sebenarnya juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Oleh
karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus
sebagai sarana rekreasi. Kegiatan keluarga ini hendaknya dapat diikuti oleh seluruh anggota
keluarga. Kegiatan keluarga dapat berupa pembacaan Paritta bersama di Cetiya dalam rumah
ataupun melakukan berbagai bentuk permainan bersama, misalnya scrabble, monopoli, dan lain
sebagainya. Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati.
Misalnya, dengan makan malam bersama atau duduk santai di ruang keluarga. Pada hari Minggu
seluruh anggota keluarga dapat diajak kebaktian di Vihãra setempat. Mengikuti kebaktian, selain
memperbaiki pola pikir agar lebih positif sesuai dengan Buddha Dhamma juga dapat menjadi
sarana rekreasi. Hal ini dapat terjadi karena di Vihãra kita dapat berjumpa dengan banyak teman
dan juga dapat berdiskusi Dhamma dengan para Bhikkhu maupun pandita yang dijumpai. Selain
itu, dihari libur, seluruh anggota keluarga dapat bersama-sama pergi berenang, jalan-jalan ke
taman ria atau mal, dan lain sebagainya. 4. Uang Saku Orangtua hendaknya memberikan teladan
untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat.
Remaja hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. Mereka dilatih agar mempunyai
sifat tidak suka memboroskan uang tetapi juga tidak terlalu kikir. Anak diajarkan hidup dengan
bijaksana dalam mempergunakan uang dengan selalu menggunakan prinsip hidup ‘Jalan tengah’
seperti yang diajarkan oleh Sang Buddha.Ajarkan pula anak untuk mempunyai kebiasaan
menabung sebagian dari uang sakunya. Menabung bukanlah pengembangan watak kikir,
melainkan sebagai bentuk menghargai uang yang didapat dengan kerja dan semangat. Pemberian
uang saku kepada remaja memang tidak dapat dihindarkan. Namun, 15 sebaiknya uang saku
diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Jangan berlebihan. Uang saku yang diberikan dengan
tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. Yaitu: Anak menjadi boros, Anak tidak
menghargai uang, dan Anak malas belajar, sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang
gampang. 5. Perilaku Seksual Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang
menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai
pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa
memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa
remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan.
Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar.
Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian
pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena
hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang
idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak
seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan
pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung
selamanya. Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh
cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan dengan kebebasan.
Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak
diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka
berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. 16 Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat
memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak
salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat.
Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya,
ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini hendaknya
diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian
sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang
paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua
hendaknya menjadi sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi
dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya
kepada orangtua. Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua
hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana
kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta
segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Orangtua hendaknya memberikan
teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan yang sesuai dengan
Buddha Dhamma. Sang Buddha telah memberikan pedoman untuk bergaul yang tentunya juga
sesuai untuk pegangan hidup para remaja. Mereka hendaknya dididik selalu ingat dan
melaksanakan Pancasila Buddhis. Pancasila Buddhis atau lima latihan kemoralan ini adalah
latihan untuk menghindari pembunuhan, pencurian, pelanggaran kesusilaan, kebohongan, dan
mabuk-mabukan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah
menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang
perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian,
mereka akan menghindari perbuatan 17 yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan
yang harus dilakukan.

E. Solusi Penyimpangan Pergaulan Muda-Mudi Dalam Islam

1. Kesadaran diri sendiri Setiap orang pasti memiliki niatan untuk berbuat baik, ketika ia
dihadapkan pada masalah yang membuatnya harus memilih namun tidak sesuai dengan hati
nuraninya. Hati nurani itulah sesuatu yang bisa merubah seseorang berbuat kebaikan. Kesadaran
bahwa kita selau diawasi oleh Allah juga akan membuat kita ragu untuk melakukan perbuatan
yang menyimpang dari perintah-Nya. 2. Lingkungan Lingkungan merupakan faktor terpenting
yang mempengaruhi perilaku manusia, maka untuk menciptakan generasi yang baik kita harus
menciptakan lingkungan yang baik dengan cara lebih banyak berkumpul dan bergaul dengan
orang-orang yang sholeh, memilih teman yang dekat dengan sang Khalik dan masih banyak cara
lain yang bisa kita lakukan, jika hal ini mampu kita lakuakan, maka peluang bagi remaja atau
anak untuk melakuakan hal yang negative akan sedikit berkurang. 3. Keluarga Keluarga juga
punya adil dalam membentuk pribadi seseorang , jadi untuk memulai perbaikan, maka kita harus
mulai dari diri sendiri dan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Mulailah
perbaikan dari sikap yang paling kecil, seperti selalu berkata jujur meski dalam gurauan. Jangan
sampai ada kata-kata bohong, membaca do’a setiap malakukan hal-hal kecil, memberikan
bimbingan agama yang baik kepada keluarga dan masih banyak hal lagi yang bisa kita lakukan,
memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik tetapi kita bisa lakukan itu
dengan perlahan dan sabar. 18 4. Sekolah Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang
memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja, ada banyak hal yang bisa kita lakukan
di sekolah untuk memulai perbaikan remaja, diantaranya melakukan program mentoring
pembinaan lewat kegiatan keagamaan seperti rohis, patroli keamanan sekolah dan lain
sebagainya,jika kita optimalisasikan komponen organisasi ini maka kemungkinan terjadinya
kenakalan remaja ini akan semakin berkurang dan teratasi. 19

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Berdasarkan uraian dalam makalah tersebut, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai
berikut : 1. Islam mempunyai aturan-aturan dalam lingkup pergaulan antar pemuda-
pemudi. 2. Islam melarang sesuatu yang dapat menyebabkan zina atau berdekatan dengan
zina. 3. Semua perbuatan pasti akan menimbulkan akibat baik atau buruk,sesuai apa yang
telah dilakukan. B. Saran - siswa : Semoga akhlak terpujinya lebih ditingkatkan lagi agar
tercipta generasi penerus bangsa yang bisa memadukan IMTAQ dan IPTEK. - guru :
Semoga lebih disiplin dalam pengawasan akhlak siswa-siswi di lingkungan sekolah. -
Masyarakat: Sebagai seorang muslim dan muslimah, sepatutnya kita melakukan dan
memiliki akhlak yang terpuji untuk mendapat ridho-Nya, termasuk dalam hal
bergaul,baik sesama jenis ataupun berlawanan jenis (bukan mahram) agar kita tidak
terpengaruh oleh godaan syaitan, yang akan mengusik ketaqwaan kita kepada Allah
SWT. Karena sesungguhnya, hanya orang-orang yang berakhlak mulia yang akan
diterima disisi-Nya.

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Anda mungkin juga menyukai