LK. 2.
1 Eksplorasi Alternatif Solusi
Masalah terpilih yang
No Akar Penyebab masalah Eksplorasi alternatif solusi Analisis alternatif solusi
akan diselesaikan
1 Guru masih Guru kurang memahami Sumber Kajian Literature Jurnal/Artikel : Berdasarkan hasil analisis terhadap
menggunakan metode bagaimana penerapan metode eksplorasi alternatif solusi maka diperoleh
pembelajaran yang pembelajaran inovatif dalam Penggunakan Model Pembelajaran Kooperatif solusi guru menerapkan metode-metode
tidak inovatif. proses pembelajaran. Sebagai Strategi Pembelajaran Pada Mata Pelajaran pembeljaran yang inovatif:
Bahasa Inggris Tingkat SMA Sumardi;2021 1. Menerapkan model koorperatif
learning.
Model pembelajaran yang baik adalah model 2. Menerapkan pembelajaran yang
pembelajaran yang memiliki mudah diterapkan oleh
inovatif sesaui dengan tingkatanya.
dunia pembelajar dan memiliki dampak positif dan
signifikan terhadap hasil pembelajaran. 3. Meningkatkan pengetahuan mengenai
komponen model pembelajaran ini
Guru diharapakan mampu memilih jenis model
amatlah penting terutama jika kita ingin
pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan membuat pengembangan model
lingkungan peserta didik yang diampunya. pembelajaran tertentu
Kelebihan
1. Jigsaw 1. meningkatkan hubungan baik antara
Model pembelajaran ini merupakan peserta didik yang memiliki kemampuan
pembelajaran kooperatif di mana guru berbeda.
harus membentuk peserta didik menjadi 2. peserta didik lebih termotivasi dan aktif
bertanya dan memberi pendapatnya
beberapa kelompok kecil. Setiap
dalam kelompok.
kelompok terdiri dari 4 – 6 peserta didik 3. Meningkatnkan kepercayaan diri siswa
yang berasal dari tingkatan kemampuan Kekurangan
dan jenis kelamin yang berbeda-beda . 1. membutuhkan waktu relatif lama, baik
Tujuannya agar proses pembelajaran dalam persiapan maupun dalam
pembelajaran.
berjalan dengan memaksimalkan kerja 2. Guru harus memonotor setiap kelompok
sama, kolaboratif, fektif dan efisien. agar tidak pasif.
2. model pembelajaran kooperatif Group to
Group Exchange
Model pembelajaran Group to Group
Exchange merupakan model
pembelajaran pertukaran antar kelompok
dalam memberikan tugas yang berbeda
dari kelompok lain. Dalam pembelajaran
Group to Group Exchange, guru
memberikan tugas berbeda kepada
kelompok yang berbeda. Kelompok yang
sudah menyelesaikan tugasnya di
kelompok masing-masing, kelompok
tersebut harus memilih wakilnya untuk
menyampaikan hasil di kelompok lain.
3. model pembelajaran kooperatif Talking
Chips
Pembelajaran Talking Chips merupakan
pembelajaran kooperatif yang
dilaksanakan dalam kelompok. Setiap
kelompok beranggotakan 4 sampai 6
peserta didik. Setiap peserta didik dalam
kelompok diberi sejumlah kartu bicara
(talking chips). Fungsi kartu ini bicara
sebagai bukti bahwa ia sudah
berpendapat atau menjawab, lalu kartu
ditaruh di meja. Setiap anggota selesai
menjawab, ia harus menaruh satu kartu di
meja.
4. model pembelajaran kooperatif Discovery
Llearning
Model pembelajaran Discovery Learning
pada dasarnya pembelajaran yang
memberi kebebasan kepada peserta didik
untuk bereksplorasi aktif dan proaktif
untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang sudah ditentukan. Pembelajaran ini
menuntut peserta didik memahami
mampu konsep tertentu sampai bisa
menarik simpulan.
5. model pembelajaran kooperatif Project Based
Learning (PBL)
Pembelajaran Project Based
Learningadalah model pembelajaran
yang menggunakan proyek dalam
menyelesaikan suatu Kompetensi Dasar
(KD) tertentu.Tidak setiap KD mata
pelaajran bahasa Inggris bisa
menggunakan model pembelajaran ini.
Pembelajaran ini membutuhkan
perencanaan matang karena guru harus
mempertimbangkan kemanfaatan produk,
kemampuan peserta didik, anggaran,
waktu yang cukup, keamanan pada saat
pembuatan produk, dan rumit tidaknya
suatu proyek.
6. model pembelajaran kooperatif Students
Teams Achievemnt Division (STAD).
pembelajaran STAD ini juga jenis
pembelajaran dengan menggunakan
kelompok- kelompok kecil yang terdiri
dari 4 sampai 6 anggota peserta didik
yang bervareasi tingkatan. Pembelajaran
ini bisa melatih dan mendorong kerja
sama antar anggota agar menguasai atau
terampil pada materi yang disampaikan
oleh guru.
7. model pembelajaran kooperatif Talking Stick
Model pembelajaran Talking Stick
sebuah pembelajaran yang dapat
membantu peserta didik yang pasif di
kelas. Pembelajaran ini biasanya
dilakukan dengan kelompok. Guru harus
membentuk kelompok belajar di mana
tiap-tiap kelompok terdiri dari 4 sampai 6
anggota peserta didik. Guru harus
menjelaskan cara permainan
pembelajaran ini dengan baik sebelum
permaianan dimulai. Pembelajaran ini
sangat menyenangkan dan membuat
suasana kelas menjadi lebih hidup karena
pada proses permainan diiringi dengan
musik. Fungsi musik ini untuk membuat
situasi pembelajaran lebih santai, releks
dan menghibur
METODE PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
DI TINGKAT DASAR M. Yamin; 2017
metode pembelajaran bahasa Inggris yang relevan
untuk tingkat dasar.
1. Total Physical Response (TPR)
TPR merupakan salahsatu teknik dalam
tahaptahap awal (preproduction)
mengajarkan bahasa Inggris. Dalam TPR,
siswa merespon kalimat-kalimat perintah
yang diucapkan guru. Dalam tahap ini
siswa samasekali tidak mengeluarkan
kata-kata, melainkan hanya memberikan
respon secara fisik.
2. The Reading Method
Reading Method menekankan pada
membaca sebagai kegiatan utama belajar
Bahasa Inggris. Pada tahap-tahap awal,
dilakukan membaca nyaring (Reading
Aloud) dengan tujuan melatih
pengucapan. Membaca nyaring sangat
penting untuk anak-anak sekolah dasar
untuk membiasakan alat-alat ucap
mereka membentuk bunyibunyi bahasa
Inggris.
3. Songs and games
Permainan dan lagu dapat memiliki dua
fungsi penting dalam pembelajaran
Bahasa Inggris. Pertama,berbagai macam
permainan dan lagu-lagu dapat digunakan
untuk mengajar bahasa Inggris, seperti
kosakata, pengucapan, dan kelancaran
(fluency). Kedua, permainan dan lagu
dapat memperkenalkan masyarakat dan
budaya pemakai bahasa Inggris sebagai
bahasa pertama. Beberapa contoh
permainan dan lagu diberikan khusus
untuk bekal para guru di Bangli
mengajarkan Bahasa Inggris di SD.
4. Field Study
Media terbaik untuk pembelajaran adalah
objek langsung. Guru perlu membawa
siswa belajar di alam nyata, dimana
mereka berada. Disana siswa belajar
bahasa Inggris dari benda-benda dan
kehidupan disekitarnya. Dilihat dari
sudut pandang ini, hal terbaik yang dapat
dilakukan guru untuk mengajak siswa
belajar secara otentik dan bermakna
adalah dengan menyediakan language
rich environment (lingkungan yang kaya
bahasa).
2 Guru masih belum Guru jarang menggunakan TIK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Berdasarkan hasil analisis terhadap
menggunakan media dalam proses pembelajaran. INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) eksplorasi alternatif solusi maka diperoleh
teknologi informasi solusi guru menerapkan pembeljaran yang
(TIK) dalam TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN
menggunakan media Pembelajaran berbasis
pembelajaran. DI SEKOLAH DASAR; Irkham Abdaul
TIK dengan menggunakan alat TIK berupa
Huda; 2020 laptop, proyetor, LCD, PPT, DVD dll baik
secara online maupun offline:
Banyak sekali hasil perkembangan Teknologi
Kelebihan
Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dapat 1. Memudahkan guru dalam
membantu guru dalam proses pembelajaran agar menyampaikan materi.
dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah 2. Pembelajaran berjalan efektif, efisien
ditentukan. Guru dapat memanfaatkan dan menarik.
perkembangan TIK secara maksimal jika sudah 3. Pembelajaran tidak lagi berpusat
memiliki kompetensi penguasaan TIK. pada guru sebagai sumber informasi.
4. Sumber belajar banyak dan mudah
Guru sebagai pendidik dituntut untuk melek didapatkan.
terhadap perkembangan TIK. Karena Kekurangan
1. Sarana dan prasaran yang belum
penggunaan TIK dapat membantu guru dalam memadai
administrasi dan meningkatkan kualitas 2. Kurangnya mengikuti pelatihan untuk
pembelajarannya. Penggunaan TIK dalam proses meningkatkan keterampilan guru dalam
pembelajaran sangat diperlukan agar menggunakan media Berbasis TIK.
pembelajaran dapat berjalan efektif, efisien, dan
menarik perhatian peserta didik saat ini yang
sudah disebut Generasi Z.
Guru dapat menggunakan laptop, proyektor LCD
(liquid-crystal display), PPT, DVD (digital
versatile disc) pembelajaran, email, dan internet
dalam mempersiapkan dan melakukan proses
pembelajaran. TIK dalam persiapan
pembelajaran dapat digunakan sebagai referensi
guru dalam mencari bahan ajar dan metode
mengajar yang baik. Dalam proses pembelajaran,
TIK dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar
dan media pembelajaran.
Pembangunan Media Pembelajaran Bahasa
Inggris Untuk Siswa Kelas 1 Pada Sekolah
Dasar Negeri 15 Sragen Denny Riska
Novitasari’2010
Guru masih menggunakan metode ceramah dan
lebih banyak teori dari pada praktek,Oleh karena
itu harus diganti dengan media pembelajaran
yang lebih menarik.
multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk
membuat dan menggabungkan teks, grafik,
audio, video dan animasi denganmenggabungkan
link dan tool yang memungkinkan pengguna
melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan
berkomunikasi. pengguna tidak mempunyai
ruang untuk beekreasi dan menyumbangkan ide
sendiri, maka namanya televise, bukan
multimedia. multimedia ada yang online
(internet) dan multimedia yang offline
(tradisional). Macam-macam multimedia yang
didapat digunakan:
1. Macromedia Director
2. Corel Draw
3. Cool Edit pro
4. Animasi
PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
BERBASIS ANDROID PACKAGE DI PAUD
PERMATA BUNDA BAWEN 2016;
MUHAMMAD CHOERUL UMAM;2017
meningkatkan kompetensi TIK pada guru
menjadi sebuah keharusan dan dinilai sangat
mendesak agar guru mampu mencapai
kompetensi yang telah ditetapkan dalam UU dan
Kepmen. Dengan kemampuan TIK yang
memadai, kegiatan sosial dan profesinya dapat
dilakukan dengan efektif dan efisien.
Kompetensi yang seharusnya dimiliki guru
adalah penguasaan dasar TIK, pendalaman
pemahaman pengetahuan dengan TIK, kapasitas
untuk menciptakan kreasi pengetahuan melalui
TIK serta mampu mendeseminasi pengatahuan,
baik kepada siswa ataupun sesama guru, dengan
TIK. Apabila kompetensi tersebut distandarkan,
diperlukan persiapan dan peningkatan
kemampuan guru dalam waktu tertentu, agar
guru dapat menerapkan TIK dalam kegiatan
belajar mengajar.
Guru kurang menggunakan media pendukung
selain buku Masih ada guru gaptek (gagap
teknologi) guru yang kurang mengikuti
perkembangan teknologi, selain itu sarana
prasarana pendukung yang belum memadai
untuk terlaksananya Implementasi media
pembelajaran berbasis Android dalam
pembelajaran di sekolah menjadi permasalahan.
Seorang guru perlu mengikuti perkembangan
zamanya. Sekarang ini guru harus kreatif dan
inovatif dalam mengembangkan kaidah
pengintegrasian antara teknologi dan kegiatan
pembelajaran.
Pengembangan dilakukan pada perangkat media
4 yang terdiri dari pengenalan Kosakata
(vocabulary), pelafalan kata (pronounciation),
bernyanyi (singing) dan kuis sebagai tahap
evaluasi akhir, dengan menggunakan program
Android Package.
pengembangan media pembelajaran bahasa
inggris dengan menggunakan Android Package
untuk meningkatkan kualitas belajar dan
bermain. Semula guru menggunakan media-
media konvensional yang belum terintegrasi
dengan teknologi, sehingga pengembangan ini
dibuat agar terciptanya media pembelajaran
secara efisien dan efektif.
Desain perangkat media pembelajaran dengan
program Android Package efektif meningkatkan
kualitas dan antusiasme belajar dan bermain
pada centra bahasa inggris.
3 Kurangnya Minat Baca Kosakata yang dimiliki oleh Speaking Pyramid sebagai Media Pembelajaran Berdasarkan hasil analisis terhadap
Siswa siswa terbatas. Kosa Kata Bahasa Inggris Anak Usia 5–6 Tahun eksplorasi alternatif solusi maka diperoleh
Astien Liyana1 , Mozes Kurniawan2 ; 2019 solusi guru menggunakan media-media yang
bervariasi dalam proses pembelajaran:
speaking pyramid dinilai cukup menarik dan 1. Membuat siswa antusias dalam
menantang bagi anak untuk memperkaya kosakata
pembelajaran.
bahasa Inggris mereka.
2. Meningkatkan keefektifan pencapaian
tujuan pengajaran.
Bentuk desain speaking pyramid dinilai unik,
mekanik menebaknya cukup baik, dan cukup 3. Memungkinkan terjadinya proses
pengajaran yang lebih mudah dan
menjawab tujuan pembelajaran kosakata.
cepat.
Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia 4. Memperlancar pemahaman dan
Dini dengan Kartu Bergambar; Niswatin Nurul memperkuat ingatan.
Hidayat; 2017 Kelebihan
1. Mudah dibawa-bawa, dengan
Kosa kata (vocabulary) menjadi salah satu kunci ukuran yang kecil flash card
untuk menguasai suatu bahasa, baik kemampuan dapat disimpan di tas bahkan di
berbicara (speaking), mendengarkan (listening),
maupun writing (menulis). saku sehingga tidak
membutuhkan ruang yang luas,
Media dalam proses pembelajaran dapat
dapat digunakan di dalam atau di
mempertinggi proses belajar siswa dalam
pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat luar ruangan ( flashcard)
mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. 2. Gampang untuk diingat
3. Menyenangkan
Flash card merupakan kartu permainan yang
dilakukan dengan cara menunjukkan gambar kepada Kekurangan
anak satu per satu secara cepat (1 gambar per detik) 1. Hanya menekankan persepsi
untuk memicu otak kanan anak agar dapat menerima
informasi yang ada di hadapan mereka dan sangat
indera penglihatan.
efektif untuk membantu anak belajar membaca 2. Harus memonitr siswa yang pasif
dengan cara mengingat gambar dan bentuk, serta
memperbanyak perbendaharaan kata.
Efektivitas Media Flash Cards dalam
Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Eka
Fitriyani, Putri Zulmi Nulanda;2017
Kemampuan bahasa Inggris dapat dilihat dari
kekayaan kosakata yang dimiliki seseorang. Salah
satu upaya kreatif dalam pembelajaran agar menarik
yaitu menggunakan media flash cards
menggunakan flash cards dapat meningkatkan
kemampuan kosakata siswa, karena flash crads dapat
menarik perhatian siswa, membuat siswa termotivasi
dan fokus dalam belajar kosakata. Media flash card
dianggap sebagai suatu media yang menimbulkan
kesenangan dan ketertarikan siswa dalam
pembelajaran kosakata, karena flash card dapat
disajikan dalam bentuk permainan.
4 Rendahnya semangat Pembelajaran yang dilakukan MODEL KONSEPTUAL PEMBELAJARAN Berdasarkan hasil analisis terhadap
belajar siswa. tidak berpusat pada siswa. BAHASAINGGRISBERBASIS BUDAYA eksplorasi alternatif solusi maka diperoleh
UNTUK SEKOLAH DASAR DIBALINi Nyoman solusi guru menerapkan media dan metode
Padmadewi,Putu Kerti Nitiasih,Luh PutuArtini yang bervariasi dalam pembelajaran:
2009 Guru harus Mengubah gaya mengajar guru,
agar guru lebih ramah, selain itu juga harus
pendekatanyang cocok digunakan adalah pendekatan memberikan reward setiap keberhasilan yang
komuni-katif yang bisa dijabarkan melalui beberapa dicapai siswa sehingga siswa menjadi lebih
metode pembelajaran tertentu yang pada nyaman dan dapat meningkatan daya tarik
prinsipnya se-muanya melatih dan mengajak dan antusias siswa.
siswa untuk meng-gunakan bahasadalam bentuk
komunikasi riildalam kehidupan nyata. DenganKelebihan
prinsip pembelaja-ran komunikatif, guru dapat 1. Meningkatkan semangat belajar
mengembangkan ber-bagai macam kegiatan sesuai siswa
dengan tujuan pem-belajaran,topik, dan materi 2. Pemberian reward harus tepat waktu.
pelajaran agar siswamendapatkan pengalaman
Kekurangan
berkomunikasi dalamBahasaInggris. 1. Pemebrian reward tidak boleh terlalu
cepat karena akan mengurangi
Beberapa metodeyang bisa digunakan adalahTotal semnagat belajar dan terlalu lambat
Phisical Res-ponse,Presentation Practice tidak akan bermanfaat.
production, Three Phases Listening, Three Phase
Reading,permainan dan lagu.
Semua metode tersebut menganut pembela-jaran
yang berpusat pada siswa (sering diasosikan dengan
discovery learning,inquiry learning atau
pembelajaran secara induktif) yang memberikan
penekanan yang lebih besar pada peranan siswa
dalam proses pembelajaran .
Pengembangan Media Ludo Raksasa Pada Tema
Selalu Berhemat Energi Untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar;
Aprilia Nur Fajar Jihan1, Fine Reffiane2, Prasena
Arisyanto’2019
Media pembelajaran menekankan pada siswa
sehingga lebih termotivasi dalam mengerti dan
memahami materi pelajaran..
Salah satu permainan tradisional sederhana berbentuk
visual yaitu permainan Ludo. Kelebihan permainan
Ludo yaitu cocok digunakan sebagai media
pembelajaran karena permainan Ludo adalah salah
satu permainan tradisional menyenangkan,
menghibur dan mudah dilakukan oleh siswa. Hal
tersebut berpeluang bagi peningkatan
pembendaharaan kosakata siswa.
Permainan Ludo merupakan permainan tradisional
yang dimainkan oleh 2 sampai 4 orang pemain.
Dalam permainan Ludo para pemain harus mengatur
strategi untuk berlomba menjalankan empat bidak
pion dengan menggunakan nilai dadu untuk
mencapai tujuan agar memenangkan permainan.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL
DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR
ISLAM TERPADU (SDIT) AN - NADWAH
TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI
Eky Julitina Aridalena* Rima Rikmasari; 2015
Dengan motivasi belajar siswa yang rendah, maka
mempengaruhi hasil belajar berupa nilai pada mata
pelajaran Bahasa Inggris yang relatif rendah.
menggunakan media audiovisual berupa video dalam
proses pembelajaran Bahasa Inggris agar menarik
perhatian dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
media audiovisual adalah alat bantu atau perantara
yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan berupa
materi pembelajaran yang ingin disampaikan kepada
peserta didik yang didalamnya mengandung unsur
gambar dan suara sehingga dapat dilihat dan didengar
guna mencapai tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
media audiovisual dapat diklasifikasikan sesuai
dengan jenis dan sumbernya sebagai berikut :
Audiovisual Diam Yaitu media yang menampilkan
suara dan gambar diam seperti film bingkai suara
(sound slides), film rangkai suara, dan cetak suara. b.
Audiovisual Gerak Yaitu media yang dapat
menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak
seperti film suara dan video cassette. c. Audiovisual
Murni Yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar
berasal dari satu sumber seperti film video cassette.
d. Audiovisual Tidak Murni Yaitu unsur suara dan
unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda.
Misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya
bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya
bersumber dari tape recorder.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan
Pemberian Reward Terhadap Minat Belajar
Melalui Motivasi Belajar Siswa Kelas VI Dalam
Pembelajaran Bahasa Inggris di SD Kristen Petra
9 Surabaya Kurnia Dewi ;2016
Salah satu indikator kualitas pembelajaran adalah
adanya semangat maupun motivasi belajar dari para
siswa.Motivasi memiliki pengaruh terhadap perilaku
belajar siswa, yaitu motivasi mendorong
meningkatnya semangat dan ketekunan dalam
belajar.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk
meningkatkan motivasi para siswa adalah dengan
menggunakan metode pemberian reward
Menurut Armai Arif (2002:127) pengertian hadiah
(reward) dapat dilihat sebagai berikut: 1. Hadiah
adalah alat pendidikan preventif dan represif yang
menyenangkan dan bisa menjadi motivator belajar
siswa. 2. Hadiah juga termasuk memberikan sesuatu
terhadap prilaku baik dari siswa dalam proses
pendidikan.
Dalam dunia pendidikan, reward digunakan sebagai
bentuk motivasi atau sebuah penghargaan untuk hasil
atau prestasi yang baik, dapat berupa kata-kata pujian
ucapan maupun tulisan, pandangan senyuman,
perlakuan istimewa seperti pemberian tepukan tangan
serta sesuatu yang menyenangkan anak didik,
misalnya pemberian hadiah bagi yang telah mendapat
nilai bagus