0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan5 halaman

Teori Superposisi Rangkaian Listrik

Teori superposisi menyatakan bahwa arus total pada rangkaian linier dengan beberapa sumber tegangan/arus dapat dihitung dengan menjumlahkan kontribusi arus dari masing-masing sumber yang diaktifkan secara bergiliran.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
164 tayangan5 halaman

Teori Superposisi Rangkaian Listrik

Teori superposisi menyatakan bahwa arus total pada rangkaian linier dengan beberapa sumber tegangan/arus dapat dihitung dengan menjumlahkan kontribusi arus dari masing-masing sumber yang diaktifkan secara bergiliran.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Teori Superposisi

Posted at  9:45 PM  |  in  Rangkaian Listrik


Teori superposisi ini hanya berlaku untuk rangkaian yang bersifat linier.
Rangkaian linier adalah suatu rangkaian dimana persamaan yang muncul
akan memenuhi jika y = kx, dimana k = konstanta dan x = variabel. Pada
setiap rangkaian linier dengan beberapa buah sumber tegangan/ sumber
arus dapat dihitung dengan cara :

Menjumlah aljabarkan tegangan/ arus yang disebabkan tiap sumber yang


bekerja sendiri-sendiri.

Pengertian dari teori diatas bahwa jika terdapat n buah sumber maka


dengan teori superposisi sama dengan n buah keadaan rangkaian yang
dianalisis, dimana nantinya nbuah keadaan tersebut akan dijumlahkan. Ini
berarti bahwa bila terpasang dua atau lebih sumber tegangan/sumber arus,
maka setiap kali hanya satu sumber yang terpasang secara bergantian.
Sumber tegangan dihilangkan dengan cara menghubung singkatkan ujung-
ujungnya (short circuit), sedangkan sumber arus dihilangkan dengan cara
membuka hubungannya (open circuit).

Rangkaian berikut ini dapat dianalisa dengan mengkondisikan sumber


tegangan aktif/bekerja sehingga sumber arusnya menjadi tidak aktif (diganti
dengan rangkaian open circuit). Oleh sebab itu arus i dalam kondisi sumber
arus Open Circuit yang mengalir di R 10 Ω dapat ditentukan. 

Kemudian dengan mengkondisikan sumber arus aktif/bekerja maka sumber


tegangan tidak aktif (diganti dengan rangkaian short circuit). Disini arus i
dalam kondisi sumber tegangan SC yang mengalir di R10Ω dapat ditentukan
juga. Akhirnya dengan penjumlahan aljabar kedua kondisi tersebut maka
arus total akan diperoleh.
Contoh Soal dan Penyelesaian

1. Hitung arus (i) yang mengalir dengan menggunakan Teorema


Superposisi?

Penyelesaian

Pada saat sumber tegangan aktif/bekerja maka arus tidak aktif (diganti
dengan tahanan dalamnya yaitu tak terhingga atau rangkaian open circuit)

maka : i1 = 20 / (10 + 10) = 1 Ampere


Pada saat sumber arus aktif atau bekerja maka sumber tegangan tidak aktif
(diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit)

maka i2 = - (10 / (10 + 10)) x 1 = - 0,5 Ampere

sehingga 

i = i1 + i2 = 1 - 0,5 = 0,5 Ampere

2. Hitung arus (i) yang mengalir pada rangkaian di bawah dengan Teorema
Superposisi?

Penyelesaian

Pada saat Vs = 17 Volt aktif/bekerja maka sumber tegangan 6 V diganti


dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit, dan
sumber arus 2 A diganti dengan tahanan dalamnya yaitu tak hingga atau
open circuit.
3 Ω // 3 Ω -> Rp1 = 0 Ω
2 Ω // 2 Ω -> Rp2 = (2 x 2) / (2 + 2) = 1 Ω
VRp2 = (1 / (1 + 3)) x 17 = 17/4 V

Sehingga

i1 = (-VRp2 / 2) = - 17/8 Ampere

Pada saat sumber Vs = 6 V aktif/bekerja maka sumber tegangan 17 V diganti dengan


tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit, dan sumber arus 2 A diganti
dengan tahanan dalamnya yaitu tak hingga atau rangkaian open circuit. 

3 Ω // 3 Ω -> Rp1 = (3 x 2)/(3+2) = 6/5 Ω


Rs = Rp1 + 2Ω  = 6/5 + 2 = 16/5 Ω
Rs // 3 Ω  - > Rp2 = (16/5 x 3) / (16/5 +2) = 48/31 Ω
i2 = 6 / Rp2 = (6 / (48/31)) = 31 / 8 Ampere

Pada saat sumber Is = 2 A aktif/bekerja maka sumber tegangan 17 V


diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit, dan
sumber tegangan 6 V diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau
rangkaian short circuit.
3 Ω // 2 Ω -> Rp1 = (3 x 2)/(3+2) = 6/5 Ω
3 Ω // 0 Ω -> Rp2 = 0 Ω
i3 = (2 / (2 + 5/6)) x 2 = 5/4 Ampere

Sehingga

i = i1 + i2 + i3
  = - 17/8 + 31/8 + 5/4
  = 3 Ampere

Anda mungkin juga menyukai