Anda di halaman 1dari 14

Teologi adalah

1 percakapan manusia tentang Allah (Allah yang menjadi objek)


bisa berbeda sesuai latar belakang seseorang (polyphonic)
2 bukan Allah yang menjadi objek (gagasan/ide yang menjadi objek)
manusia melakukan diskusi ide-ide tentang Allah

Teologi dibagi menjadi 2, yaitu


Teologi Prima (irregular), semua dapat berteologi
Secunda (regular), bersifat ilmiah, akademis, sistematis

Paul Kritter, Teologi bergantung pada biografi (bersifat kontekstual) artinya dulu dan sekarang bisa berbeda
Sebutan terhadap Allah itu bersifat kontekstual tergantung masa dan tempat.
Yang pasti manusia pada dasarnya memiliki/menyadari adanya roh tertinggi (spiritual capital)

Allah sebagai titik tolak Teologi


Ada 3 kata kunci yaitu, Allah, komunikasi, dan bahasa
Teologi lahir dari pemahaman akan Allah, mengalami Allah, yang dikomunikasikan sehingga menjadi Teologi

Teologi dibangun dengan bahasa. Bahasa itu terbatas, jadi tidak bisa mendeskripsikan Allah secara utuh (membutu
Maka, kita harus berteologi dengan kerendahan hati.

2 Model gagasan tentang Allah


1 John Hick, kubu menyangkal Allah dan kubu akui Allah

2 Karen Amstrong, keterhubungan Allah dengan ciptaan


- Allah transenden (meninggalkan manusia) = Allah berada jauh dari manusia
- Allah mendekatkan diri kepada manusia (imanen-eksternal) = hadir di tengah manusia
- Allah transenden, tapi ada dalam batin (imanen-kebatinan) = hadir dan membangun relasi dalam kebatin

Ketiga gagasan disatukan dalam agama Kristen, menjadi: Bapa, Yesus, dan Roh Kudus.
Bahkan menjadi Imanen yang lebih dari kebatinan, yaitu Allah yang betul-betul hadir dan rasakan secara pribadi.
- Allah hadir dan lebih dari batin, menjadi nyata (imanen-kekristenan)

Asumsi bahwa Allah itu ada, Allah yang hidup, ini disebut dengan iman

Brownlee, iman dibentuk dari kepercayaan dan kesetiaan.


1 Kepercayaan (sisi pasif), apa yang Allah janjikan, kita menerima dengan iman. (diselamatkan karena iman)
ketika orang percaya pada Allah, maka mereka akan menerima anugerah keselamatan
Keselamatan adalah pembenaran (dibenarkan = dibebaskan dari segala tuntutan hukum)
Pembebasan dari dosa/kesalahan kita, yang dibenarkan melalui anugerah.

2 Kesetiaan (aktif), iman menuntut tindakan dari manusia (diselamatkan oleh iman)
Dalam proses menuju puncak kesucian, manusia dibantu oleh Roh Kudus.
Meskipun secara posisi kita sudah disucikan/dibenarkan, namun dalam pengalaman kita belum bebas dari dosa.
Kita punya kehendak bebas untuk jatuh dalam dosa/tidak.
Dalam proses inilah kita dituntut kesetiaan.
sa berbeda

hingga menjadi Teologi

n Allah secara utuh (membutuhkan simbol/analogi)

ah manusia
mbangun relasi dalam kebatinan

dan rasakan secara pribadi.

matkan karena iman)


ita belum bebas dari dosa.
Mengapa Allah menyatakan diri-Nya?
Untuk membangun relasi dan membawa kebenaran.

Ada 2 pandangan, yaitu


1 Atas pilihan Allah (Teologi Pemilihan), contohnya Bangsa Israel dan Gereja
Bersifat eksklusif (keselamatan hanya untuk orang-orang pilihan Allah)
replacement model, menggantikan kebenaran teologi lain (di luar kekristenan)
ada kebenaran, tapi kabur
fullfilment, menggenapkan kebenaran yang kabur, yaitu menjadi jelas ketika dibawa ke dalam kekri

2 Kepada seluruh manusia (Teologi Ciptaan)


Bersifat inklusif (keselamatan untuk semua orang)

Model 1 (Pemilihan) Penyataan Allah sebagai dalil-dalil (dalam bentuk aturan-aturan, hukum, perintah, dan petunjuk-pe
Doktrin yang di-dektekan kepada manusia.
diberikan langsung kepada Musa dan para nabi yang dituliskan dalam Alkitab.
Alkitab itu tanpa salah, karena di-dekte
(meskipun ada juga pandangan bahwa tidak di-dekte melainkan di-ilhamkan)
Model di-dekte menjadikan alkitab sebagai acuan utama tanpa pandang bulu (superior)
Menurut Eben, Allah menjumpai manusia. Alkitab tulisan dibuat manusia yang mengalam

Model 2 (Penciptaan) Penyataan Allah sebagi pengalaman (Allah memperkenalkan diri melalui pengalaman individual)
Model ini menempatkan semua agama di posisi yang sama, karena semua orang mengalami penga

Menurut Pannenberg ada 2 macam penyataan, yaitu


Model 3 (Fullfill) Umum, melalui alam semesta dan ciptaan-Nya kepada semua manusia
di dalam umum, kebenaran kabur, maka perlu di bawa ke khusus
Khusus, melalui Yesus.

Model 4 Allah menyatakan diri tidak hanya dalam Yesus, tapi juga seperti Musa
Artinya Allah menjumpai manusia secara personal.
Allah membangun hubungan aku-engkau

Ke-empat model ini menunjukkan kebenaran dari pernyataan Paul


Bahwa, Teologi itu berakar dari biografi seseorang (bersifat kontekstual)
ka dibawa ke dalam kekristenan

erintah, dan petunjuk-petunjuk)

dalam Alkitab.

di-ilhamkan)
ulu (superior)
manusia yang mengalami penjumpaan dengan Allah.

engalaman individual)
orang mengalami pengalaman tersebut (penjumpaan dengan Allah)
Bagaimana Teologi memandang Alkitab
Ada 2 cara membaca Alkitab, yaitu
1 Pra-Kritis, mengarah pada kitab yang pragmatis
bersifat satu arah, tanpa mempertimbangkan konteks masa kini
apapun ajaran alkitab diterima begitu saja
hasil dari pandangan teologi ini yaitu kitab suci yang di-dekte Allah
alkitab tanpa salah. (biasanya diterapkan aliran karismatik / evangelikeel)

Dampaknya:
1 Kitab suci maknanya hanya kita terima saja (tidak membuat makna baru dalam konteks kita)
2 Allah telah berhenti berfirman

2 Kritis, alkitab teks suci, namun ditulis pada konteks jaman tertentu, bukan untuk semua tempat dan waktu
teks suci adalah hasil dari pewahyuan bukan di-dekte Allah, bukan teks yang turun dari sorga
teks suci, kesuciannya itu disebabkan karena berisi kesaksian tentang Allah (Firman Allah yang sejati)
Teks suci ini perlu di kontekstualisasi, menarik pola kebenarannya, dengan cara:
Reproduksi Tradisional, membuat makna yang baru dengan cara interpretasi sesuai konteks
Reproduksi Kontekstual, membuat makna yang baru sesuai dengan konteks kekinian kita

Proto-model, kesaksian dari tangan pertama, yang menjadi bagian dari cara kita berteologi.
Firman Allah yang pertama dan utama adalah Yesus (Firman Allah yang sejati)
Artinya segala tindakan dan ucapan Yesus adalah Firman Allah
Alkitab adalah Firman Allah, karena berisikan kesaksian tentang Yesus yang adalah Firman Allah yang sej
alam konteks kita)

ua tempat dan waktu

llah yang sejati)

asi sesuai konteks


s kekinian kita

g adalah Firman Allah yang sejati.


Teologi Rakyat
Agama rakyat (mikrokosmos)
manusia sebagai makhluk yang menjadi bagian dengan alam
sehingga mereka cenderung lebih merawat alam
dibandingkan agama resmi yang cenderung melakukan eksploitasi alam

dalam kesejahteraan manusia, agama rakyat lebih baik dari agama resmi.

Agama rakyat menjaga siklus alam melalui ritual dan ritus


agar siklus alam tidak terganggu (tidak terjadi bencana alam)
konsep menanam dan memanen (ritus)
ritus dilakukan untuk menjaga siklus tersebut (fokus agama rakyat)

Agama rakyat, dukun/kepala suku/orang yang di tuakan, dipandang sebagai perantara, yang memimpin jalannya rit
Dalam Kristen, Yesus sebagai perantaranya

Ilah tertinggi di agama rakyat, tidak diketahui karena Allah bersifat transenden
ada kepercayaan terhadap roh-roh sebagai perantara
Ilah tertinggi tidak terjangkau, sehingga melalui roh sebagai perantara

Teologi Feminis
Seksualitas, secara biologis (tidak dapat diubah)
Gender, bisa berubah, karena hasil dari konstruksi masyarakat

Teologi Feminis mengkritik konstruksi masyarakat


Teologi Feminis , rekonstruksi teologi dari perspektif perempuan
Berbeda dengan Revolusi Feminis, reformasi tanpa Alkitab (seperti Marxis)
Segala sesuatu yang revolusi, maka akan mendapatkan resistensi yang kuat
Sedangkan Teologi Feminis, mirip dengan Teologi Pembebasan, memakai prinsip aksi yang dilandaskan alkitab

Yang diperjuangkan Teologi Feminis bukan kodrat melainkan konstruksi


a, yang memimpin jalannya ritual.

yang dilandaskan alkitab


Teologi Queer
ODMK (orang dalam masalah kejiwaan), sebelum tahun 1974, LGBT masuk kategori ini
setalah 1974, mereka dianggap normal

Bukan kehendak bebas memilih "saya jadi gay"


Sudut pandang Psikiater: faktor genetik, hormonal dan lingkungan
Sudut pandang politik dan sosial: menentukan boleh/tidaknya perkawinan sesama jenis (masyarakat dominasi)
Sudut pandang agama, tidak mengijinkan perkawinan sesama jenis

Sikap Gereja
Kembali ke konstruksi politik dan sosial, kita tidak bisa merasa paling benar
Karena secara saintifik dibuktikan ada pengaruh genetik dan hormon (bukan kehendak mereka untuk memilih)

Teologi Proses
Kemahakuasaan Allah dalam teologi proses, bukan pada pemaksaan kehendak-Nya
melainkan Allah dalam cinta-Nya pada manusia (penderitaan Yesus di kayu salib)
Kesempurnaan menuju model Yesus
Allah tetap maha kuasa namun perlu diingat juga maha cinta
nis (masyarakat dominasi)

k mereka untuk memilih)


Teologi Politik
Latar Belakang, tidak ada pemisahan antara agama dan negara, atau agama menjadi agama borjuis
Teologi Politik, agama bukan urusan pribadi, melainkan soisal (de-privatisasai iman kepercayaan)
privasi membawa dalam mengabaikan penderitaan di dunia.
Seharusnya kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, dan politik disatukan
Teologi Politik melahirkan kepedulian terhadap sesama

Model 1 Negara Theokrasi (Negara dan Agama menjadi satu), Agama negara
Model 2 Negara Sekulerisme (Negara dan Agama terpisah), banyak kekacauan
Model 3 Negara Pancasila (Negara dan Agama berelasi), agama menjadi inspirasi untuk membentuk tatanan yang

Teologi Kemakmuran
Latar Belakang, Amerika menjadi negara makmur (Setelah PD 2)
Teologi Kemakmuran, kekayaan materi merupakan bagian dari iman, karena Allah yang kaya dan penuh berkat ada
konsep iman, untuk mendapatkan apa yang diinginkan
konsep dosa, diabaikan karena membawa penghalang dalam hubungan dengan Allah, dan membawa diri jadi negati
Konsep keselamatan, membawa manusia menjadi positif
konsep doa, mengklaim janji-janji Tuhan dalam alkitab

Dampak
Allah menjadi seperti keinginan manusia
Manusia menjadi terlalu percaya diri bahwa dirinya sudah baik/positif
Pujian dan penyembahan kepada Tuhan dengan motif agar memperoleh kemakmuran
agama borjuis
percayaan)

ntuk membentuk tatanan yang lebih baik

ng kaya dan penuh berkat adalah baik (konsep Allah)

, dan membawa diri jadi negatif

Anda mungkin juga menyukai